Anda di halaman 1dari 59

TUTORIAL SKENARIO A (OBSERVATION)

Tutor : dr. Nyayu Fauziah Zein


Moderator : M.Dienda Ade Nugraha
Sekretaris meja : Mardina
Sekretaris papan : Mayasari Rizki Utami
Waktu : Selasa, 01 Desember 2009
Rule tutorial : 1. Handphone dinonaktifkan;
2. Apabila ingin instruksi,cukup angkat tangan;
3. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan
pendapat.

Skenario A
Ibrahim,seorang sarjana kedokteran ,membaca sebuah artikel dikoran
menyebutkan disuatu wilayah terdapat banyak kasus penyakit gondok (Goiter).Ibrahim
tertarik untuk mengetahui lebih jauh dengan membaca buku-buku teks dan jurnal ilmiah
kedokteran tentang penyakit gondok.Dari membaca teresebut dia mendapat kesimpulan
awal bahwa kemungkinan besar penyakit gondok diwilayah tersebut diakibatkan
kekurangan konsumsi yodium.
Ibrahim akhirnya memmutuskan untuk meneliti kasus ini dengan merancang
sebuah penelitian awal.Dia bingung bagaimana cara menentukan jenis rancangan
penelitian tahap awal yang dapat menjawab berapa data pasti jumlah orang yang
menderita penyakit gondok diwilayah tersebut bagaimana menghubungkan antara factor
resiko penyakit gondok dengan angka kejadiannya.
Selain itu juga,jika penelitian aawalnya berhasil dan jika ia mendapat bantuan
dana penelitian serta atas izin Allah SWT,dia akan melakukan penelitian lanjutan yang
lebih besar.Tetapi dia juga belum tahu jenis rancangan penelitian lanjutan apa yang tepat
untuk itu.
I. KLARIFIKASI ISTILAH
1. Penyakit gondok : Penyakit bengkak pada leher depan karena
Kelenjar yang menjadi besar.
2. Artikel : Bagian pasal dalam kitab undang-undang,surat
Perjanjian ,karangan dalam surat kabar/majalah.
3. Jurnal Ilmiah : Catatan mengenai ilmu pengetahuan.
4. Yodium : Unsur kimia yang bukan logam biasanya
Berbentuk kristal digunakan untuk obat.
5. Penelitian : Pemeriksaan secara teliti/penyelidikan.
6. Resiko : kemungkinan atau bahaya.
7. Data : bahan-bahan,Pendapatan,keterangan.
8. Angka kejadian : Bilangan yang menunjukan kejadian pada suatu
Periode tertentu.
9. Rancangan penelitian : Sesuatu penelitian yang sudah terencana.

II. IDENTIFIKASI MASALAH


1. Ibrahim tertarik untuk mengetahui lebih jauh dengan membaca buku-buku
teks dan jurnal ilmiah kedokteran tentang penyakit gondok.Dari membaca
tersebut dia mendapat kesimpulan awal bahwa kemungkinan besar
penyakit gondok diwilayah tersebut diakibatkan kekurangan konsumsi
yodium.
2. Ibrahim bingung bagaimana cara menentukan jenis rancangan penelitian
tahap awal yang dapat menjawab berapa data pasti jumlah orang yang
menderita penyakit gondok diwilayah tersebut bagaimana
menghubungkan antara factor resiko penyakit gondokj dengan angka
kejadiannya.
3. Tetapi dia juga belum tahu jenios rancangan penelitian lanjutan apa yang
tepat untuk itu.
VI. LEARNING ISSUE
No. Pokok What I know What I dont know I have to prove How will I learn
bahasan
1. Etika Defenisi,cara Aspek-aspek etika Aspek-aspek etika Internet,text boo
penelitian penerapan penelitian,rangkuman penelitian,rangkuman dasar-dasar metodolo
butir-butir etika butir-butir etika penelitian
penelitian. penelitian klinis,www.answer.com
2. Metodologi Defenisi Jenis-jenis
penelitian penelitian,criteria dan
cirri-ciri,langkah-
langkah penelitian
3. Perumusan Defenisi Syarat-syarat ide
ide penelitian,sumber ide
penelitian penelitian
4. Hipotesis Defenisi,asal Cirri-ciri
dan fungsi hipotesis,macam-
hipotesis. macam
hipotesis,pertimbangan
dalam merumuskan
hipotesis,syarat
hipotesis,cara
perumusan hipotesis
5. Pandangan Sumber dari alquran
islam dan hadist,prinsip
terhadap penelitian,cara
penelitian penerapan.
6. Manajemen Defenisi Hal-hal yang terdapat
dan dalam latar
Analisis belakang,rumusan
data tujuan
penelitian,keterkaitan
dengan hipotesis
7. Rancangan Defenisi Macam-macam
penelitian rancangan
penelitian,langkah-
langkah,penyebab bias
,cirri-ciri dan tujuan.

III. ANALISIS MASALAH


1.a Cara menarik kesimpulan awal :
Jawaban :
Kesimpulan awal sama dengan hipotesis yang artinya dugaan sementara sebelum
fakta dibuktikan.
Membuat rancangan atau desain penelitian
Identifikasikan variable-variabel dari rumusan masalah penelitian
Cari informasi sedalam dan seluas mungkin
Hubungkan kenyataan yang ada dengan informasi penelitian tersebut

b) Bagaimana persyaratan penulisan jurnal ilmiah?


Jawaban :
Untuk memuat suatu karya tulis di dalam suatu jurnal ilmiah, memang sampai
saat ini belum didapatkan suatu standar yang sama mengenai mutu tulisan. Umumnya
persyaratan tulisan dalam jurnal lebih dititik beratkan kepada keseragaman format yang
meliputi banyaknya 3 halaman ketik, jumlah kata (> 10.000 kata < 30.000 kata untuk
jurnal), susunan outline, dan sebagainya.

2.a. Apa saja jenis penelitian ?


Jawaban:
Penelitian dilihat dari sudut pandang :
Penelitian eksprimental yaiitu penelitian yang observasinya dilakukan
terhadap efek dan manipulasi peneliti terhadap satu atau ssejumlah variable
subjek penelitian.ada 2 macam : penelitian eksperimental murni (karena
pengaruh perlakuan),dan eksperimental kuasi (Perubahan efek tidak
semuannya dipengaruhi oleh perlakuan)
Penelitian non-eksperimental adalah penelitian yang observasinya dilakukan
terhadap sejumlah cirri Variabel subyek menurut keadaan apa adanya ,tanpa
ada intervensi atau manipulasi peneliti.
1. Penelitian epidemiologic
Jenis penelitian kedokteran yang mengkaji problema kesehatan dengan menggunakan
pendekatan komunitas yang dapat diungkapkan kejadian,distribusi,dan determinan
suatu penyakit dan ststus kesehatan tertentu dalam masyarakat dan factor-faktor
resiko yang berperan .ada 2 :
Penelitian epidemiologic intervensi(dilakukan terhadap masyarakayat
Survey epidemiologic (deskriktif dan analitik).dari survey analitik ada 3
macam : a. Penelitian cross Sectional : penelitian untuk mempelajari
dinamika korelasi antara factor-faktor resiko dengan efek ,dengan model
pendekatasn atau observasi sekaligus pada satu saat(dilakukan satu kali
saja),Penelitian case control : dilihat perkembangan pada waktu tertentu
dan pengarunya kebelakang.C.Penelitian kohort : Bukan efek yang
dipegang dulu tapi kausa diidentifikasi kemudian diikuti secara prospektif
sampai periode tertentu.
2. Penelitian evaluatif
Adalah penelitian yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan,usaha
penyesehatan,atau tindakan medis tertentu.ada 2 macam :
a. Review program
Bertujuan untuk menilai kelengkapan sarana atau upaya peningkatan kesehatan
dalam masyarakat.
b. Trial
menguji suatu tindakan medik tertentu ,baik yang dilakukan terhadap individu
maupun masyarakat.Ada 2 trial : trial klinik (individu) dan trial program
(masyarakat).
3. Penelitian laboratorium dan lain
Adalah penelitian yang dilaksananakn dilakukan dillaboratorium.

2.Penelitian epidiomologik yang khususnya penelitian cross sectional karena si peneliti


daalam kasus ini inggin menghubungkan antara factor resiko penyakit gondok dengan
angka kejadiannya.

Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi,


analisis & jenis data.
1. Penelitian Menurut Tujuan
a. Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi
yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
b. Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk
memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan
hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian
murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
2. Penelitian Menurut Metode.
a. Penelitian Survey
Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data
yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan
antar variabel sosilogis maupun psikologis.
b. Penelitian Ex Post Facto
Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang
kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menimbulkan kejadian tersebut.
c. Penelitian Eksperimen
Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap
variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel
independennya dimanipulasi oleh peneliti.
d. Penelitian Naturalistic
Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai
lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Contoh : Sesaji
terhadap keberhasilan bisnis.
e. Policy Reserach
Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-
masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan
kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan
masalah.
f. Action Research
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang
paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga
dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi, 2)
perilaku, 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan
pranata.
g. Penelitian Evaluasi
Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan
suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah
ditetapkan.
h. Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang
berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat
langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan
dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi
kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif, melalui
pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga ditetapkan
fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan.

3. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi


Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Jadi penelitian menurut tingkat
eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel
yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.
a. Penelitian Deskriptif
Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
penghubungan dengan variabel yang lain.
b. Penelitian Komparatif
Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama
dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau
dalam waktu yang berbeda.
c. Penelitian Asosiatif/Hubungan
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua
variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori
yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu
gejala.

4. Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis


Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua hal

Jenis-jenis Metode Tingkat Analisis & Jenis


Penelitian Tujuan Eksplanasi Data

a. Murni a. Survey a. Deskriptif a. Kuantitatif


b. Terapan b. Ex. Post Facto b. Komparatif b. Kualitatif
c. Eksperimen c. Asosiatif c. Gabungan
d. Naturalistik
e. Policy Research
f. Action Research
g. Evaluasi
h. Sejarah

utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk
kata, kalimat, skema dan gambar. Data kuantitatif adalah data berbentuk angka atau data
kualitatif yang diangkakan (scoring).

2.b. Skenario ini termasuk dalam penelitian apa ?


Jawaban : Skenario ini pada penelitian awal dapat menggunakan jenis penelitian croos
sectional (yang pada kasus ini sipeneliti ingin meneliti hubungan antara factor resiko
penyakit gondok dan angka kejadiannya) atau case-control ( ingin meneliti kemungkinan
besar penyakit gondok diwilayah tersebut kekurangan konsumsi yodium).dan pada
scenario ini dapat juga dipakai jenis penelitian kohort pada penelitian lanjutan yang
sipeneliti ingin melihat dampak selanjutnya/kedepannya apakah benar penyakit gondok
disebabkan karena kekurangan konsumsi yodium ).

2.c. Bagaimana cara menentukan jenis rancangan penelitian ?


Jawaban :
1. Memilih subyek-subyek penelitian dengan kondisi variabel luar yang betul-betul
homogen
2. Melakukan randomisasi subyek pada waktu melakukan pengelompokan (random
assignment)
3. Melakukan pengelompokan subyek penelitian secara matching.

2.d. Bagaimana langkah-langkah metode ilmiah dalam melakukan penelitian ?


Jawaban :

Langkah-langkah metode ilmiah


1. Perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
3. Perumusan hipotesis
4. Pengujian hipotesis
5. Penarikan kesimpulan

1. Perumusan masalah
Pertanyaan mengenai objek empiris.
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logiko hipoteka-verifikatif
a. Perumusan masalah yang merupakanpertanyaan mengenai objek empiris yang
jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait
didalamnya.
b. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan
argumentasi yangmenjelaskan hubungan yang mungkinterdapat antar berbagai
faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan.
c. Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang teruji
kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan
dengan permaslahannya.
3. Perumusan hipotesis
Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaan yang diajukan yang
materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
4. Pengujian hipotesis
Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk
memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut
atau tidak.
5. Penarikan kesimpulan
Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.
Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung
hipotesis maka hipotesis itu diterima. Dan sebaliknya sekiranya dalam proses
pengujian tidak terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis maka
hipotesis itu ditolak.
Hipotesis yang diterimakemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmu
sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni mempunyai kerangka
penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelum serta di uji
kebenarannya.
2.e. Apa saja yang tercantum dalam pembuatan latar belakang penelitian ?
Jawaban :

a. Permasalahan
permasalahan utama menjadi pemicu dari pelaksanaan penelitian
b. tujuan
tujuan biasanya dicantumkan pada latar belakang mengapa penelitian tersebut
dilakukan
c. objek
objek yang akan diteliti juga dijelaskan pada latar belakang dan disertakan juga
lokasi .

2.f. Bagaimana cara pengambilan dan pengolahan data yang baik ?


Jawaban :
Pengolahan data :

Pemeriksaan/Validitas data lapangan

Pengkodean

Pemasukan data (entry data)


Pengolahan Data

Hasil Pengolahan Data analisis data

Pengambilan data :

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa teknik dalam mengumpulkan data, seperti
yang dikemukakan Sevilla, dkk (1993) bahwa dalam pengumpulan data penelitian dalam
pendidikan dapat meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Pengamatan;

Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi
penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi
pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak
dalam kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat
yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan
kejadian dan lain-lain.

2. Pertanyaan;

Teknik pertanyaan lebih cocok digunakan dalam pendekatan survei. Pertanyaan yang
efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla,
1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a)
bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas
dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.

1. Angket atau kuesioner (questionnaire)

Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung
(peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat
pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang
harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk
memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.

(3) Studi dokumenter (documentary study)

Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan


menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar
maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai),
dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu
dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau
melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan
dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.

2.g.Bagaimana penelitian menurut pandangan islam ?


Jawaban :
Dalam kajian ilmu pengetahuan, penelitian merupakan upaya mencari kebenaran melalui
metode atau pendekatan ilmiah, untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan hidup manusia.
Untuk maksud tersebut, maka kegiatan penelitian meliputi observasi, perumusan
masalah, penyusunan hipotesis, eksperimen dan penyusunan teori.

Dalam ajaran Islam, ilmu dan amal / kerja karya merupakan suatu kesahian, termasuk
penelitian sebagai amal / kerja untuk pencarian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi, dalam mewujudkan kehidupan yang baik (dunia dan ukhrawi) (Q.S.16/97).
Apabila kita mencermati ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits, maka
terdapat karakteristik, antara lain :
1. Sumber kebenaran adalah Allah, Pencipta semesta alam (Q.S. 2/147 ; 3/60 ; 96/5)
2. Islam adalah agama ilmu / wawasan fikir (Q.S. 3/190 ; 58/11)
3. Islam adalah agama amal / karya (Q.S. 4/124 ; 16/97 ; 67/2)
4. Islam adalah agama berorientasi kedepan (Q.S. 59/18 ; 93/4)
5. Islam menempatkan manusia selaku khalifah (Q.S. 2/30 ; 24/55 ; 35/39)
Bila kita mencermati isi Al-Quran dan Hadits, maka betapa luasnya ruang lingkup
penelitian dan kajian dalam dunia kedokteran dan kesehatan, mulai proses terjadinya
Nabi Adam AS dan anak cucunya sejak pembuahan dan seluruh kehidupannya didunia
fana ini.Diantara ayat-ayat Al-Quran yang terkait erat dengan penelitian dan kajian yang
mendalam tentang kedokteran dan kesehatan, baik secara umum (general) maupun secara
khusus (spesialistik) antara lain :
1. Perhatikan dan fikirkan tentang diri manusia secara utuh :Dan (juga terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah) pada dirimu sendiri. Maka tidak memikirkan
tentang (Q.S. 51/21).
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri sendiri? (Q.S.
30/8).
2. Penciptaan manusia.
a. Dari air (Q.S. 25/54 ; h.a 21/30 ; 24/45)
b. Dari air terpancar (Q.S. 86/5-7)
c. Dari air hina (Q.S. 32/88 ; 77/20)
d. Dari muthafah (Q.S. 16/4 ; 18/37 ; 22/5 ; 23/13- 14 ; 35/11 ; 36/77 ; 40/67 ; 53/45-46
75/37 ; 76/2 ; 89/17-19)
e. Dari alaq (Q.S. 22/5 ; 23/12-14 ; 40/67 ; 75/38 ; 96/2)
f. Dari shlshal (Q.S. 15/26,33 ; 55/14)
g. Dari turab (Q.S. 3/59 ; 18/37 ; 22/5 ; 30/20 ; 35/11 ; 40/67 ; h.a 20/55)
h. Dari aradh (Q.S. 11/61 ; 53/32)
i. Dari thin (Q.S. 6/2 ; 7/12 ; 17/61 ; 23/12 ; 32/7 ; 37/11 ; 38/71,76)

2.h. Apa saja yang tercantum dalam rumusan masalah penelitian ?


Jawaban :
1. Kepustakaan (buku ajar, karangan asli, sari pustaka, abstrak, dan l;ain-lain).
2. Bahan, diskusi, dan hasil konferensi, seminar, simposium, lokakarya, dan sebagainya.
Baik hal-hal yang muncul dalm diskusi resmi, atau pembicaraan informal dengan pakar
pada saat rehat kopi seringkali memunculkan ide yang dapat dikembangkn menjadi
masalah penelitian.
3. Pengalaman dalam praktek sehari-hari, sering menimbulkan masalah yang dapat
dikembangkan menjadi masalah penelitian. Demikian juga pengalaman orang lain.
Terdapat kontroversi antara apa yang tertulis dalam buku ajar. Dengan kenyataan dalam
praktek merupakan sumber masalah penelitian yang tidak akan habis. Bahkan dikatakan
bahwa cara terbaik untuk menjadi peneliti yng mandiri adalah mencari masalah yang
timbul dalam praktek sehari-hari.
4. Pendapat pakar tertentu yang masih bersifat spekulatif sering kali dapat dicari landasan
teorinya untuk dikembangkan menjadi masalah penelitian.
5. Sumber non-ilmiah juga dapat merupakan sumber masalah penelitian yang baik. Berita
surat kabar, misalnya terdapat penyakit aneh disuatu daerah yang merenggut korban
dalm waktu singkat,dapat dijadikan dasar untuk mempermaslhkannya dalam bentuk
masalah penelitian.

2.i. Bagaimana Cara pengambilan populasi dan sample ?


Jawaban :
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL.
Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk
mendapat sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan
populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar,
yaitu :
1. Probability Sampling (Random Sample)
2. Non Probability Sampling (Non Random Sample)
1. Probability Sampling
Pada pengam bilan sampel secara random, setiap unit populasi,
mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Faktor
pemilihan atau penunjukan sampel yang mana akan diambil, yang semata-mata
atas pertimbangan peneliti, disini dihindarkan. Bila tidak, akan terjadi bias.
Dengan cara random, bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini
merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif.
Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai
berikut:
- Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan.
- Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel, dapat
diperkirakan.
- Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.
2. Penyimpangan (Error)
Dari hasil pengukuran terhadap unit-unit dalam sampel diperoleh nilai-nilai
statistik. Nilai statistik ini tidak akan persis sama dengan nilai parameternya.
Perbedaan inilah yang disebut sebagai Penyimpangan (Sampling Error)
Sedangkan pada non probability sampel, penyimpangan nilai sampel
terhadap populasinya tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan ini
merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. Penyimpangan yang terjadi
pada perancangan kwesioner, kesalahan petugas pengumpul data dan pengola
data disebut Non Sampling Error.
3. Cara Pengambilan Sampel
Ada 5 cara pengambilan sampel yang termasuk secara random, yaitu
sebagai berikut:
3.1. Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling).
Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang
sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Jadi disini
proses memilih sejumlah sampel n dari populasi N yang dilakukan secara
random. Ada 2 cara yang dikenal yaitu:
a. Bila jumlah populasi sedikit, bisa dilakukan dengan cara mengundi "Cointoss".
b. Tetapi bila populasinya besar, perlu digunakan label "Random Numbers" yang
prosedurnya adalah sebagai berikut:
- Misalnya populasi berjumlah 300 (N=300).
- tentukan nomor setiap unit populasi (dari 1 s/d 300 = 3 digit/kolom).
- tentukan besar sampel yang akan diambil. (Misalnya 75 atau 25 %)
- tentukan skema penggunaan label random numbers. (misalnya dimulai dari
3 kolom pertama dan baris pertama) dengan menggunakan tabel random
numbers, tentukan unit mana yang terpilih, sebesar sampel yang
dibutuhkan, yaitu dengan mengurutkan angka-angka dalam 3 kolom
pertama, dari atas ke bawah, setiap nomor 300, merupakan nomor
sampel yang diambil (100, 175, 243, 101), bila ada nomor 300, tidak
diambil sebagai sampel (N = 300). Jika pada lembar pertama jumlah sampel
belum mencukupi, lanjutkan kelembaran berikutnya, dan seterusnya. Jika
ada nomor yang serupa dijumpai, di ambil hanya satu, karena setiap orang
hanya mempunyai 1 nomor identifikasi.
Keuntungan : - Prosedur estimasi m udah dan sederhana
Kerugian : - Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi.
- Sampel mungkin tersebar pada daerah yang luas,
sehingga biaya transportasi besar.
3.2. Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling)
Proses pengambilan sampel, setiap urutan ke .K" dari titik awal yang
dipilih secara random, dimana:
N (Jumlah anggota populasi)
K=
n (jumlah anggota sam pel)
Misalnya, setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit, diambil
sebagai sampel (pasien No. 3,6,9,15) dan seterusnya.
Cara ini dipergunakan :
- Bila ada sedikit Stratifikasi Pada populasi.
Keuntungan :-Perencanan dan penggunaanya mudah.
-Sampel tersebar di daerah populasi.
Kerugian : -Membutuhkan daftar populasi.
3.3. Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling)
Populasi dibagi strata-strata, (sub populasi), kemudian pengambilan
sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling,
maupun secara systematic random sampling. Misalnya kita meneliti keadaan gizi
anak sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Madya Medan ( 4-6 tahun).
Karena kondisi Taman Kanak-kanak di Medan sangat berbeda (heterogen)
maka buatlah kriteria yang tertentu yang dapat mengelompokkan sekolah Taman
Kanak-kanak ke dalam 3 kelompok (A = baik, B = sedang, C = kurang). Misalnya
untuk Taman Kanak-Kanak dengan kondisi A ada : 20 buah dari 100 Taman
Kanak-Kanak yang ada di Kota Madya Medan, kondisi B = 50 buah C = 30 buah.
Jika berdasarkan perhitungan besar sampel, kita ingin mengambil sebanyak 25
buah (25%), maka ambilah 25% dari masing-masing sub populasi tersebut di
atas.

3.4. Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling)


Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling
unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). Tiap item (individu) di dalam
kelompok yang terpilih akan diambil sebagai sampel. Cara ini dipakai : bila
populasi dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang
dipelajari ada dalam setiap kelompok. Misalnya ingin meneliti gambaran
karakteristik (umur, suku, pendidikan dan pekerjaan) orang tua mahasiswa FK
USU. Mahasiswa FK dibagi dalam 6 tingkat (I s/d VI). Pilih secara random salah
satu tingkat (misal tingkat II). Maka orang tua sem ua mahasiswa yang berada
pada tingkat II diambil sebagai sampel (Cluster).
Keuntungan : - Tidak memerlukan daftar populasi.
- Biaya transportasi kurang
Kerugian : - Prosudur estimasi sulit.
3.5. Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling)
Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat, baik bertingkat dua
maupun lebih.
Misalnya: provinsi kabupaten Kecamatan desa Lingkungan KK.
Misalnya kita ingin meneliti Berat badan dan Tinggi badan murid SMA. Sesuai
kondisi dan perhitungan, maka jumlah sampel yang akan diambil 2000.
4. Non Probability Sample (Selected Sample)
Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip
probability. Pemilihan sampel tidak secara random. Hasil yang diharapkan hanya
merupakan gambaran kasar tentana suatu keadaan.
Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera,
tidak memerlukan ketepatan yanq tingqi, karena hanya sekedar gambaran umu
saja.
Cara-cara yang dikenal adalah sebagai berikut :
4.1. Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping).
Pengambilan sampel dilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitinya saja
yang menganggap unsur-unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota
sampel yang diambil.
4.2. Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling).
Sampel diambil atas dasar seandainya saja, tanpa direncanakan lebih dahulu.
Juga jumlah sampel yang dikehenadaki tidak berdasrkan pertimbangan yang
dapat dipertanggung jawabkan, asal memenuhi keperluan saja. Kesimpulan yang
diperoleh bersifat kasar dan sementara saja.
4.3. Sampel Berjatah (Quota Sampling).
Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini
besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. Misalnya Sampel yang
akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan
yang berumur 15-40 tahun. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul
daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan.
5. Gambaran tentang pengambilan sampel.
Di dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut;
1. Perlu dirumuskan masalah-masalah yang dihadapi, kemudian perincilah
masalah-masalah tersebut dalam bentuk-bentuk informasi yang harus
disajikan.
2. Setelah memahami ruang lingkup masalah yang dihadapi, tetapkanlah
populasi yang hendak diteliti itu.
3. Perlu diketahui apakah informasi yang dibutuhkan sudah pernah tersedia,
misalnya sebagai hasil penelitian orang lain.
4. Tentukan jenis penelitian apa yang paling baik, sesuai dengan biaya yang
tersedia sehingga dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan.
5. Susun rencana lengkap terhadap pelaksanaan penelitian tersebut, termasuk
menyusun defenisi, klasifikasi, kwesioner, petugas dan sebagainya.
6. Rencanakan beberapa "Alternative Sampling Design" yang dapat memberi
gambaran tentang beban ongkos dan tingkat kecermatannya.
7. Susun buku pedoman (manual) untuk pekerja lapangan selengkap mungkin.
8. Susun rencana, tabulasi dan tetapkan bentuk serta jenis dari tabel yang final.
9. Laksanakan pretest untuk menguji effektivitas kwesioner, manual, petugas
lapangan dan aspek-aspek oprasional lainnya.
10. Atas dasar pretest tersebut, perbaiki kwesioner, dan manual.
11. Tetapkan secara terperinci prosedur samping yang final.
12. Baru dilaksanakan penelitian yang sesungguhnya dan teruskan dengan
pengolahan serta tabulasi data seperti yang direncanakan.
13. Susun analisa atau hasil-hasil tersebut.
14. Buat laporan penelitian.

2.j.Apa tujuan dan manfaat dari penelitian ?


Jawaban :
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
secara umum penelitian bertujuan
- untuk mengembangkan khazanah ilmu dengan memperoleh pengetahuan secara
fakta baru, sehingga dapat disusun teori, konsep, hukum, kaidah atau metodologi
yang baru.
- Untuk mengetahui deskripsi berbagai fenomena alam
- Untuk menerangkan hubungan antara berbagai kejadian
- Untuk memecahkan berbagai masalah yang ditemukan dalam kehidupan
- Untuk memperlihatkan efek tertentu

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain :


Kegunaan/manfaat penelitian umumnya dipilah menjadi dua kategori, yaitu
teoritis/akademis dan praktis/fragmatis. Kegunaan teoritis/akademis terkait dengan
kontribusi tertentu dari penyelenggaraan penelitian terhadap perkembangan teori dan
ilmu pengetahuan serta dunia akademis. Sedangkan kegunaan praktis/fragmatis berkaitan
dengan kontribusi praktis yang diberikan dari penyelenggaraan penelitian terhadap obyek
penelitian, baik individu, kelompok, maupun organisasi.

2.k.Bagaimana etika dalam melakukan penelitian ?


Jawaban :
Etiika penelitian
Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity),

Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and
confidentiality),

Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness),

Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and


benefits)

Kaidah dasar etika penelitian :


1. Menghormati martabat

Penelitian yang dilakukan harus manjunjung tinggi martabat seseorang (subjek


penelitian). Dalam melakukan penelitian, hak asasi subjek harus dihargai.
Asas kemanfaatan. Penelitian yang dilakukan harus mepertimbangkan manfaat
dan resiko yang mungkin terjadi. Penelitian boleh dilakukan apabila manfaat yang
diperoleh lebih besar daripada resiko yang akan terjadi. Selain itu, penelitian
yang dilakukan tidak boleh membahayakan dan harus menjaga kesejahteraan
manusia.
Berkeadilan.

Dalam melakukan penelitian, perlakuannya sama dalam artian setiap orang


diberlakukan sama berdasar moral, martabat, dan hak asasi manusia. Hak dan
kewajiban peneliti maupun subjek juga harus seimbang.
1. Informed consent.

Subjek penelitian harus menyatakan kesediaannya mengikuti penelitian dengan


mengisi informed consent. Hal ini juga merupakan bentuk kesukarelaan dari
subjek penelitian untuk ikut serta dalam penelitian.
Aspek kerahasiaan.

Data yang diperoleh dari akan dijamin kerahasiaannya subjek penelitian harus
dijamin, dan penggunaan data tersebut hanya untuk kepentingan penelitian saja.
Informed consent
Informed consent merupakan pernyataan kesediaan dari subjek penelitian untuk
diambil datanya dan ikut serta dalam penelitian. Aspek utama informed consent yaitu
information, comprehension, dan volunterness. Dalam informed consent harus ada
penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan. Baik mengenai tujuan penelitian,
tatacara penelitian, manfaat yang akan diperoleh, resiko yang mungkin terjadi, dan
adanya pilihan bahwa subjek penelitian dapat menarik diri kapan saja. Pernyataan yang
dibuat dalam informed consent harus jelas dan mudah dipahami sehingga subjek akan
tahu bagaimana penelitian dijalankan. Selain itu, subjek penelitian harus secara sukarela
mengisi informed consent tersebut.
Aspek kemanfaatan informed consent antara lain adalah :
1. penghormatan pada seseorang.
Subjek yang diteliti berhak menentukan apakah ia akan terus mengikuti penelitian
atau berhenti.
2. Melindingi subjek penelitian.
Dengan adanya informed consent maka subjek penelitian akan terlindungi dari
penipuan maupun ketidakterusterangan dalam penelitian tersebut. Selain itu,
subjek penelitian akan terlindungi dari segala bentuk tekanan.
3. Melindungai peneliti.
Karena subjek penelitian telah menyepakati apa yang tertuang dalam informed
consent maka hal ini akan melindun gi peneliti dari gugatan yang mungkin
muncul dari subjek penelitian
4. Kerahasiaan. Informasi, data, sampel (material) merupakan rahasia.
Penggunaannya harus sesuai danga yang telah dinyatakan sebelumnya. Selain itu,
kerahasiaan juga menyankut identitas subjek penelitian.

3.a Apa penelitian lanjutan itu ?


Jawaban :
Penelitian yang dilakukan apabila penelitian awal telah berhasil dan peneliti iongin
mengetahui / memeantapkan kembali hipotesis terhadap yang ia teliti sebelumnya.
3.b.Apa tujuan dan manfaat penelitian lanjutan ?
Jawaban :
Memantapkan hasil penelitian terdahulu.
Kemungkinan hipotesis yang penelitian kurang lengkap/salah maka tujuannya
untuk memperbaiki kembali.
Menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap hasil terdahulu.
Melengkapi bahan-bahan yang belum didapat pada penelitian terdahulu.
Meningat adanya perkembangan baru terhadap hasil penelitian terdahulu.

3.c. Perbedaan penelitian awal dan lanjutan ?


Jawaban : Perbedaannya :
Tujuan dan manfaatnya beda
Jenis penelitian lanjutan belum tentu sama karena tergantung dengan jenis
penelitian apa yang dipakai
Langkah-langkahnya nya sama

3.d. Apa saja jenis penelitian lanjutan ?


Jawaban :
Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi,
analisis & jenis data.

1. Penelitian Menurut Tujuan


a. Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi
yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
b. Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk
memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan
hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian
murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
2. Penelitian Menurut Metode.
a. Penelitian Survey
Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data
yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan
antar variabel sosilogis maupun psikologis.
b. Penelitian Ex Post Facto
Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang
kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menimbulkan kejadian tersebut.
c. Penelitian Eksperimen
Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap
variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel
independennya dimanipulasi oleh peneliti.
d. Penelitian Naturalistic
Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai
lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Contoh : Sesaji
terhadap keberhasilan bisnis.
e. Policy Reserach
Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-
masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan
kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan
masalah.
f. Action Research
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang
paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga
dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi, 2)
perilaku, 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan
pranata.
g. Penelitian Evaluasi
Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan
suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah
ditetapkan.
h. Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang
berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat
langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan
dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi
kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif, melalui
pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga ditetapkan
fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan.

3. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi


Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Jadi penelitian menurut tingkat
eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel
yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.
a. Penelitian Deskriptif
Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
penghubungan dengan variabel yang lain.
b. Penelitian Komparatif
Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama
dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau
dalam waktu yang berbeda.
c. Penelitian Asosiatif/Hubungan
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua
variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori
yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu
gejala.

Jenis-jenis Metode Tingkat Analisis & Jenis


Penelitian Tujuan Eksplanasi Data

a. Murni a. Survey a. Deskriptif a. Kuantitatif


b. Terapan b. Ex. Post Facto b. Komparatif b. Kualitatif
c. Eksperimen c. Asosiatif c. Gabungan
d. Naturalistik
e. Policy Research
f. Action Research
g. Evaluasi
h. Sejarah
4. Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis
Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua hal
utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk
kata, kalimat, skema dan gambar. Data kuantitatif adalah data berbentuk angka atau data
kualitatif yang diangkakan (scoring).

IV.Hipotesis :
Dalam penelitian awal Ibrahim dapat menggunakan jenis penelitian cross-sectional atau
case-control dan untuk penelitian lanjutan dapat menggunakan jenis penelitian kohort.
VII. SINTESIS
1. ETIKA PENELITIAN
Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity),

Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and
confidentiality),

Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness),

Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and


benefits)

Kaidah dasar etika penelitian :


2. Menghormati martabat

Penelitian yang dilakukan harus manjunjung tinggi martabat seseorang (subjek


penelitian). Dalam melakukan penelitian, hak asasi subjek harus dihargai.
1. Asas kemanfaatan. Penelitian yang dilakukan harus mepertimbangkan manfaat
dan resiko yang mungkin terjadi. Penelitian boleh dilakukan apabila manfaat yang
diperoleh lebih besar daripada resiko yang akan terjadi. Selain itu, penelitian
yang dilakukan tidak boleh membahayakan dan harus menjaga kesejahteraan
manusia.
2. Berkeadilan.

Dalam melakukan penelitian, perlakuannya sama dalam artian setiap orang


diberlakukan sama berdasar moral, martabat, dan hak asasi manusia. Hak dan
kewajiban peneliti maupun subjek juga harus seimbang.
3. Informed consent. Subjek penelitian harus menyatakan kesediaannya mengikuti
penelitian dengan mengisi informed consent. Hal ini juga merupakan bentuk
kesukarelaan dari subjek penelitian untuk ikut serta dalam penelitian.
4. Aspek kerahasiaan.
Data yang diperoleh dari akan dijamin kerahasiaannya subjek penelitian harus
dijamin, dan penggunaan data tersebut hanya untuk kepentingan penelitian saja.

Informed consent
Informed consent merupakan pernyataan kesediaan dari subjek penelitian untuk
diambil datanya dan ikut serta dalam penelitian. Aspek utama informed consent yaitu
information, comprehension, dan volunterness. Dalam informed consent harus ada
penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan. Baik mengenai tujuan penelitian,
tatacara penelitian, manfaat yang akan diperoleh, resiko yang mungkin terjadi, dan
adanya pilihan bahwa subjek penelitian dapat menarik diri kapan saja. Pernyataan yang
dibuat dalam informed consent harus jelas dan mudah dipahami sehingga subjek akan
tahu bagaimana penelitian dijalankan. Selain itu, subjek penelitian harus secara sukarela
mengisi informed consent tersebut.
Aspek kemanfaatan informed consent antara lain adalah :
1. penghormatan pada seseorang.
Subjek yang diteliti berhak menentukan apakah ia akan terus mengikuti penelitian
atau berhenti.
2. Melindingi subjek penelitian.
Dengan adanya informed consent maka subjek penelitian akan terlindungi dari
penipuan maupun ketidakterusterangan dalam penelitian tersebut. Selain itu,
subjek penelitian akan terlindungi dari segala bentuk tekanan.
3. Melindungai peneliti.
Karena subjek penelitian telah menyepakati apa yang tertuang dalam informed
consent maka hal ini akan melindun gi peneliti dari gugatan yang mungkin
muncul dari subjek penelitian
4. Kerahasiaan. Informasi, data, sampel (material) merupakan rahasia.
Penggunaannya harus sesuai danga yang telah dinyatakan sebelumnya. Selain itu,
kerahasiaan juga menyankut identitas subjek penelitian.
Pada dasarnya seluruh penelitian/riset yang menggunakan manusia sebagai subyek
penelitian harus mendapatkan Ethical Clearance , baik penelitian yang melakukan
pengambilan spesimen, ataupun yang tidak melakukan pengambilan spesimen.
Penelitian/riset yang dimaksud adalah penelitian biomedik yang mencakup riset pada
farmasetik, alat kesehatan, radiasi dan pemotretan, prosedur bedah, rekam medis, sampel
biologik, serta penelitian epidemiologik, social dan psikososial.
Komisi Etik mempunyai tugas :
1. Melakukan review dari protokol penelitian yang akan dibahas dengan benar sesuai
ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

2. Membahas hasil review

3. Meneliti isi informed consent (persetujuan bagi subyek penelitian) beserta naskah
penjelasan untuk mendapatkan persetujuan dari subyek penelitian.

4. Memberikan ethical clearance untuk semua penelitian yang memerlukannya.

5. Mengevaluasi pelaksanaan penelitian yang terkait dengan etik

6. Menghadiri rapat rutin Komisi Etik setiap bulannya dan pada waktu-waktu tertentu
yang dianggap perlu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian etik penelitian kesehatan:


a. Surat usulan dari institusi tempat peneliti bekerja, bila usulan berasal dari luar
institusi Badan Litbangkes yang memiliki Komisi Etik Institusi, maka usulan harus
berasal dari Komisi etik institusi tersebut (bukan dari peneliti utama/pimpinan
insitusi)

b. Surat rekomendasi dari Panitia Pembina Ilmiah.

c. Protokol penelitian meliputi tujuan dan manfaat, metodologi yang menjelaskan


secara terperinci mengenai : tata cara pengambilan sample (darah/urine/spesimen
lainnya), tujuan pemeriksaan, intervensi yang diberikan, serta manfaat bagi
responden (bila ada uji klinik/ pengambilan sample), jumlah biaya yang diperlukan
dalam penelitian tersebut.

d. Daftar tim peneliti, beserta keahliannya

e. Curriculum vitae peneliti utama atau Ketua Pelaksana, untuk melihat apakah
kemampuan peneliti utama atau ketua pelaksana sudah sesuai dengan apa yang
akan dikerjakan.
f. Keterangan pembiayaan, untuk melihat apakah sudah etis bila suatu penelitian
dilihat dari jumlah biaya dan hasil yang akan didapat.

g. Ethical clearance dari institusi lain (bila ada).

h. Penjelasan dan Informed Consent dalam 1 lembar / tidak terpisah

Izin atau persetujaun dari subyek penelitian untuk turut berpartisipasi dalam
penelitian, dalam bentuk tulisan yang ditandatangani atau tidak ditandatangani oleh
subyek dan saksinya, disebut informed consent.

Aspek-aspek yang perlu dicantumkan dalam suatu informed consent adalah sebagai
berikut :

1. Kesediaan subyek untuk secara sukarela bersedia berpartisipasi dalam penelitian itu,
termasuk penelitian eksperimen.

2. Penjelasan tentang penelitian.

3. Pernyataan tentang berapa lama subyek penelitian perlu berpartisipasi dalam


penelitian

4. Gambaran tentang apa yang akan dilakukan terhadap subyek penelitian, sebagai
peserta sukarela penelitian. Setiap prosedur eksperimental perlu dijelaskan.

5. Gambaran mengenai resiko dan rasa tidak enak yang mungkin dialami subyek, jika
subyek berpartisipasi dalam enelitian.

6. Gambaran tentang keuntungan atau ganti rugi bagi subyek, jika subyek
berpartisipasi dalam penelitian ini.

7. Informasi mengenai pengobatan dan alternatif lain yang akan diberikan kepada
subyek, jika subyek mengalami resiko dalam penelitian.

Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan
dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:


a. Kejujuran

Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan
prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang
dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan
Anda sebagai pekerjaan Anda.

b. Obyektivitas

Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis dan


interpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi
dana/sponsor penelitian.

c. Integritas

Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulis, upayakan selalu
menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan

d. Ketelitian

Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian; secara teratur catat pekerjaan
yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di mana pengumpulan data
dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi
lainnya.
e. Keterbukaan

Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka
terhadap kritik dan ide-ide baru.

f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan
data, metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara
sumber semua yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan
plagiasi..

g. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden)

Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang
oleh responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data
tersebut.

h. Publikasi yang terpercaya

Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke pelbagai media


(jurnal, seminar).

i. Pembinaan yang konstruktif

Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa/peneliti pemula.


Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualits.

j. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja

Hargai dan perlakukan rekan penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitian
dilakukan oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar
ditetapkan sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis
kedua (co-author(s)). Urutan menunjukkan besarnya kontribusi anggota tim dalam
penelitian.

k. Tanggung Jawab Sosial

Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkan taraf


hidup, memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga
bertanggung jawab melakukan pendampingan nagi masyarakat yang ingin
mengaplikasikan hasil penelitian Anda

2.METODOLOGI PENELITIAN
Pengertian Metodologi Penelitian:

Ilmu : Suatu pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi


Penelitian : Suatu penyelidikan yang hati-hati serta teratur dan terus menerus untuk
memecahkan suatu masalah.
Hubungan Ilmu dan Penelitian:

Penelitian Ilmu Kebenaran


Proses Proses Hasil

Penelitian adalah proses, sedangkan hasilnya adalah ilmu.


Kebenaran : Umumnya suatu kebenaran ilmiah dapat diterima karena ada 3 alasan:
1. Adanya koheran/Konsisten : Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan
tersebut koheran/konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Mis.
Ayam akan mati.
2. Adanya koresponden: suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan
yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau mempunyai
koresponden dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Mis. Ibu kota RI
adalah Jakarta.
3. Pragmatis: Pernyataan dipercayai benar karena pernyataan tersebut mempunyai sifat
fungsional dalam kehidupan praktis. Suatu pernyataan atau suatu kesimpulan
dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat pragmatis dalam kehidupan
sehari-hari.

Kebenaran Non Ilmiah: Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah,
kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses non ilmiah seperti:
a. Penemuan kebenaran secara kebetulan
b. Penemuan kebenaran secara akal sehat
c. Penemuan kebenaran melalui wahyu
d. Penemuan kebenaran secara intuitif
e. Penemuan kebenaran secara trial dan error
f. Penemuan kebenaran melalui spekulasi
g. Penemuan kebenaran karena kewibawaan

Rummel menggolong golongkan taraf-taraf perkembangan metodologi Research


dalam 4 periode antara lain:
1. Periode Trial and Error : orang berusaha mencoba dan mencoba lagi sampai diperoleh
suatu pemecahan yang memuaskan.
2. Periode Authority and tradition: Pendapat para pemimpin dijadikan doktrin yang
harus diikuti tanpa sesuatu kritik, the master always says the truth, meskipun belum
tentu pendapat itu benar.
3. Periode Speculation and Argumentation. Diskusi dan debat diadakan untuk mencari
akal dan ketangkasan. Benar kalau dapat diterima oleh akal.
4. Periode Hypothesis and Experimentation: Semua peristiwa dalam alam ini dikuasai
oleh tata-tata dan mengikuti pola-pola tertentu. Orang berusaha mencari rangkaian
tata untuk menerangkan sesuatu kejadian.
Bagi Penyelidik diperlukan syarat-syarat sbb:
a. Kompoten, secara teknis menguasai dan mampu menyelenggarakan riset ilmiah
b. Objektif, tidak mencapur adukkan pendapat sendiri dengan kenyataan.
c. Jujur, tidak memasukkan keinginan-keinginan sendiri kedalam fakta
d. Factual, hanya bekerja jika ada fakta
e. Terbuka, bersedia memberikan bukti atau memberikan kesempatan kepada orang lain
untuk menguji kebenaran proses dan atau hasil peneyelidikannya.
Tugas-Tugas Ilmu Pengetahuan
Pertama: adalah dorongan ingin tahu (curiosity) yang dimiliki oleh semua manusia
normal
Keuda adalah keinginan praktis dari pengetahuan yang diperoleh dari perenungan dan
penyelidikan-penyelidikan
Dalam terminology ilmiah tugas-tugas ilmu pengetahuan sbb:
1. Tugas Exsplantif/tugas mengadakan Explanation (tugas menerangkan gejala-gejala
alam). Tujuan pokok dari penyelidikan-penyelidikan ilmiah tidak semata-mata untuk
melukiskan (menggandakan deskripsi) gejala-gejala melainkan juga menyediakan
keterangan-keterangan tentang gejala-gejala itu.
2. Tugas Prediktif/tugas mengadakan prediction (tugas meramal kejadian-kejadian alam
dimasa depan)
3. Tugas Kontrol atau tugas mengadakan Kontrol (Tugas mengendalikan peristiwa-
peristiwa yang bakal datang) Ilmu pengetahuan tidak hanya bertugas membeberkan
kejadian-kejadian dan menyediakan hokum atau dalil untuk meramalkan kejadian-
kejadian dimasa depan, tetapi juga bertugas mengontrol kejadian-kejadian yang
makin banyak jumlahnya, yang dimaksud dengan mengontrol atau mengendalikan
adalah mempermainkan kondisi-kondisi untuk menimbulkan kejadian-kejadian yang
diinginkan.

Jenis-Jenis Penelitian:
1. Penggolongan menurut bidangnya : Riset Ekonomi, Riset Teknik
2. Penggolongan menurut tempatnya: Riset Kepustakaan
3. Penggolongan menurut pemakaiannya
Pure Research/Basic Research adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada
perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Hasil dari
pengetahuan murni adalah pengetahuan umum dan pengertian tentang alam serta
hokum-hukumnya.
Applied Research/Protical Research adalah penyeledikian yang hati-hati,
sistematis dan terus menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk
digunakan dengan segera untuk keperluan tertentu.
4. Penggolongan menurut tujuan umumnya Research Exploratif, Research
Developmental dan Research Veririkatif.
5. Penggolongan menurut tarafnya: Research Deskriptif dan Research Inferensial.
Research Deskriptif, dimana pada taraf ini orang hanya semata-mata melukiskan
keadaan objek, atau peristiwa tanpa suatu maksud untuk mengambil kesimpulan-
kesimpulan yang berlaku secara umum.
Research Inferensial, diamana pada taraf ini orang tidak hanya berhenti pada
taraf melukiskan melainkan dengan keyakinan tertentu mengambil kesimpulan-
kesimpulan umum dari bahan-bahan tentang objek persoalannya.
Ada 9 Kriteria atau Ciri-Ciri Penelitian sbb:
1. Penelitian harus berkisar disekeliling masalah yang ingin dipecahkan
2. Penelitian sedikit-sedikitnya harus mengandung unsure originalitas. Originalitas
peneliti harus mempunyai daya khayal ilmiah dan harus kreatif. Peneliti harus
berlian mempunyai inisiatif yang berencana serta harus subur dengan ide-ide
yang rasional dan menghindarkan ciplakan.
3. Penelitian harus didasarkan pada pandangan Ingin tahun
4. Penelitian harus dilakukan dengan pandangan terbuka
5. Penelitian harus berdasarkan pada asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai
hokum dan pengaturan.
6. Penelitian berkehendak untuk menemukan gerealisasi atau dalil
7. Penelitian merupakan studi tentang sebab akibat
8. Penelitian harus menggunakan pengukuran yang akurat
9. Penelitian harus menggunakan teknik yang secara sadar diketahui

3.PERUMUSAN IDE PENELITIAN


Sumber Ide Penelitian :

1. Kepustakaan (buku ajar, karangan asli, sari pustaka, abstrak, dan l;ain-lain).
2. Bahan, diskusi, dan hasil konferensi, seminar, simposium, lokakarya, dan sebagainya.
Baik hal-hal yang muncul dalm diskusi resmi, atau pembicaraan informal dengan pakar
pada saat rehat kopi seringkali memunculkan ide yang dapat dikembangkn menjadi
masalah penelitian.
3. Pengalaman dalam praktek sehari-hari, sering menimbulkan masalah yang dapat
dikembangkan menjadi masalah penelitian. Demikian juga pengalaman orang lain.
Terdapat kontroversi antara apa yang tertulis dalam buku ajar. Dengan kenyataan dalam
praktek merupakan sumber masalah penelitian yang tidak akan habis. Bahkan dikatakan
bahwa cara terbaik untuk menjadi peneliti yng mandiri adalah mencari masalah yang
timbul dalam praktek sehari-hari.
4. Pendapat pakar tertentu yang masih bersifat spekulatif sering kali dapat dicari landasan
teorinya untuk dikembangkan menjadi masalah penelitian.
5. Sumber non-ilmiah juga dapat merupakan sumber masalah penelitian yang baik. Berita
surat kabar, misalnya terdapat penyakit aneh disuatu daerah yang merenggut korban
dalm waktu singkat,dapat dijadikan dasar untuk mempermaslhkannya dalam bentuk
masalah penelitian.

4. HIPOTESIS

HIPOTESIS

Asal dan Fungsi Hipotesis

Hipoptesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan
kita teliti. Jadi, Hipotesis tidak jatuh dari langit secara tiba-tiba!!!!!!

Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu


produk maka agar dapat menurunkan hipotesis yang baik, sebaiknya yang bersangkutan
membaca teori mengenai penentuan harga.

Fungsi Hipotesis

Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh


karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.
Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut
menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada,
kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.

Fungsi hipotesis menurut Menurut Nasution ialah sbb:

Untuk menguji kebenaran suatu teori,


Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori dan
Memperluas pengetahuan peneliti mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari.

Pertimbangan dalam Merumuskan Hipoptesis (1)

Harus mengekpresikan hubungan antara dua variabel atau lebih, maksudnya


dalam merumuskan hipotesis seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai
dua variable yang akan dikaji.
Kedua variable tersebut adalah variable bebas dan variable tergantung. Jika
variabel lebih dari dua, maka biasanya satu variable tergantung dua variabel
bebas.

Pertimbangan dalam Merumuskan Hipoptesis (2)

Harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, artinya rumusan
hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna tidak boleh
menimbulkan penafsiran lebih dari satu makna. Jika hipotesis dirumuskan secara
umum, maka hipotesis tersebut tidak dapat diuji secara empiris.

Pertimbangan dalam Merumuskan Hipoptesis (3)

Harus dapat diuji secara empiris, maksudnya ialah memungkinkan untuk


diungkapkan dalam bentuk operasional yang dapat dievaluasi berdasarkan data
yang didapatkan secara empiris.
Sebaiknya Hipotesis jangan mencerminkan unsur-unsur moral, nilai-nilai atau
sikap.
Jenis-JenisHipotesis
(Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi 3)1

Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris:


Hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum
yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya, misalnya orang
jawa halus budinya dan sikapnya lemah lembut, jika ada bunyi hewan tenggeret
maka musim kemarau mulai tiba, jika hujan kota Jakarta Banjir. Kebenaran-
kebenaran umum seperti di atas yang sudah diketahui oleh orang banyak pada
umumnya, jika diuji secara ilmiah belum tentu benar.

Jenis-JenisHipotesis
(Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi 3)2

Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal: pada kenyataannya dunia ini
sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekomplesitasan dunia tersebut kita
memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada.
Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya
dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya.
Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya
seorang pemimpin.

Jenis-JenisHipotesis
(Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi 3)3

Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variable: hipotesis ini
merumuskan hubungan antar dua atau lebih variable-variabel yang diteliti.
Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana
yang mempengaruhi variable lainnya sehingga variable tersebut berubah.
Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga (1)

Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar


peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji.

Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan
dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang
diperolehnya selama melakukan penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis
ekonomi dengan jumlah orang stress

Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga (2)

Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat


obyektif. Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan
anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis
penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data
yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat
obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). H0 digunakan
untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti
meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian
tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang
stress.

Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga (3)

Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan


dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan
peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0:
r = 0; atau H0: p = 0
Cara Merumuskan Hipotesis

Cara merumuskan Hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: rumuskan


Hipotesis penelitian, Hipotesis operasional, dan Hipotesis statistik.

Hipotesis penelitian

Hipotesis penelitian ialah Hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk
kalimat.Contoh:Ada hubungan antara gaya kepempininan dengan kinerja
pegawai,Ada hubungan antara promosi dan volume penjualan.
Hipotesis operasional (1)

Hipotesis operasional ialah mendefinisikan Hipotesis secara operasional variable-


variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan. Misalnya gaya
kepemimpinan dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadap
bawahan. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan
perusahaan.

Hipotesis operasional (2)

Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu Hipotesis 0 yang bersifat netral
dan Hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka bunyi Hipotesisnya:

H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan
tinggi rendahnya pemasukan perusahaan H1: Ada hubungan antara cara memberikan
instruksi terhadap bawahan dengan tinggi rendahnya pemasukan perusahaan.

Hipotesis statistik

Hipotesis statistik ialah Hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk


angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Dalam contoh
ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka Hipotesisnya berbunyi sebagai
berikut:
H0: P = 0,3
H1: P 0,3

5. PANDANGAN ISLAM TERHADAP PENELITIAN


PRINSIP DASAR PENELITIAN SUDUT PANDANG ISLAM

Islam menyuruh penyebaran ilmu pengetahuan. Islam menganjurkan penyebaran riset


yang ditemukan dengan pengajaran atau penerbitan. Islam melarang menyembunyikan
ilmu pengetahuan.

Perusahaan obat yang mensponsori riset untuk memperbanyak konsumen produk tidak
menghargai jenis ketransparanan yang dibela oleh Islam. Penerbitan hasil riset melayani
komunikasi ilmiah dan networking ilmiah. Mengenai hak cipta dan hak milik yang
berkenaan dengan hak kekayaan intelekrual membatasi penyebaran ilmu pengetahuan
dengan penerbitan. Bias yang muncul dalam penerbitan ditingkat peneliti biasanya tidak
menimbulkan studi yang negatif bagi penerbitan. Editor lebih suka menerbitkan studi
yang positif.

Islam sebagai agama wahyu terakhir adalah agama ilmu yang mewajibkan setiap
penganutnya menuntut ilmu, membuka wawasan fikir dalam mata rantai pelaksanaan
amal saleh untuk mewujudkan kebaikan didunia (fiddunya hasanah) dan diakhirat kelak
(fil akhirati hasanah).

Penelitian yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya
dalam ilmu kedokteran dan kesehatan suatu keharusan dalam perspektif Islam karena
secara essensial berkaitan erat dengan eksistensi manusia.
Dalam kajian ilmu pengetahuan, penelitian merupakan upaya mencari kebenaran melalui
metode atau pendekatan ilmiah, untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan hidup manusia.
Untuk maksud tersebut, maka kegiatan penelitian meliputi observasi, perumusan
masalah, penyusunan hipotesis, eksperimen dan penyusunan teori.
Dalam ajaran Islam, ilmu dan amal / kerja karya merupakan suatu kesahian, termasuk
penelitian sebagai amal / kerja untuk pencarian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi, dalam mewujudkan kehidupan yang baik (dunia dan ukhrawi) (Q.S.16/97).
Apabila kita mencermati ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits, maka
terdapat karakteristik, antara lain :
1. Sumber kebenaran adalah Allah, Pencipta semesta alam (Q.S. 2/147 ; 3/60 ; 96/5)
2. Islam adalah agama ilmu / wawasan fikir (Q.S. 3/190 ; 58/11)
3. Islam adalah agama amal / karya (Q.S. 4/124 ; 16/97 ; 67/2)
4. Islam adalah agama berorientasi kedepan (Q.S. 59/18 ; 93/4)
5. Islam menempatkan manusia selaku khalifah (Q.S. 2/30 ; 24/55 ; 35/39)
Bila kita mencermati isi Al-Quran dan Hadits, maka betapa luasnya ruang lingkup
penelitian dan kajian dalam dunia kedokteran dan kesehatan, mulai proses terjadinya
Nabi Adam AS dan anak cucunya sejak pembuahan dan seluruh kehidupannya didunia
fana ini.Diantara ayat-ayat Al-Quran yang terkait erat dengan penelitian dan kajian yang
mendalam tentang kedokteran dan kesehatan, baik secara umum (general) maupun secara
khusus (spesialistik) antara lain :
3. Perhatikan dan fikirkan tentang diri manusia secara utuh :Dan (juga terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah) pada dirimu sendiri. Maka tidak memikirkan
tentang (Q.S. 51/21).
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri sendiri? (Q.S.
30/8).
4. Penciptaan manusia.
a. Dari air (Q.S. 25/54 ; h.a 21/30 ; 24/45)
b. Dari air terpancar (Q.S. 86/5-7)
c. Dari air hina (Q.S. 32/88 ; 77/20)
d. Dari muthafah (Q.S. 16/4 ; 18/37 ; 22/5 ; 23/13- 14 ; 35/11 ; 36/77 ; 40/67 ; 53/45-46
75/37 ; 76/2 ; 89/17-19)
e. Dari alaq (Q.S. 22/5 ; 23/12-14 ; 40/67 ; 75/38 ; 96/2)
f. Dari shlshal (Q.S. 15/26,33 ; 55/14)
g. Dari turab (Q.S. 3/59 ; 18/37 ; 22/5 ; 30/20 ; 35/11 ; 40/67 ; h.a 20/55)
h. Dari aradh (Q.S. 11/61 ; 53/32)
i. Dari thin (Q.S. 6/2 ; 7/12 ; 17/61 ; 23/12 ; 32/7 ; 37/11 ; 38/71,76)

6.MANAGEMENT DAN ANALISI DATA


A. Keterkaitan antara masalah, tujuan dan hipotesis, serta metode analisis data

Latar belakang masalah yang baik mengandung 3 hal:


1. Penelaah/pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang
relevan dengan masalah yang ingin diteliti.
2. Penjelasan mengapa peneliti menganggap nidh/topik tersebut penting untuk
dipelajari/diteliti.
3. Manfaat hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya
dalam praktik.

Perumusan tujuan penelitian dimaksudkan untuk membantu peneliti dalam memfokuskan


jenis data dan atau informasi yang harus dikumpulkan. Formulasi tujuan penelitian dapat
berupa pernyataan ataupun hipotesis.
Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara mengenai ada tidaknya hubungan antara dua
/ lebih variabel/ fenomena yang diteliti. Apabila tujuan peneliti dirumuskan dalam bentuk
hipotesis, perlu diperhatikan bahwa hipotesis tersebut harus:
1. Menggambarkan hubungan atau perbedaan yang diharapkan antara variabel yang
diteliti.
2. Dapat diuji secara statistik
3. Memberikan alasan / rasionalisasi yang didasarkan pada suatu teori/ hasil-hasil
penelitian relevan sebelumnya.
4. Dirumuskan sesingkat mungkin dan jelas

Masalah penelitian Tujuan Penelitian Hipotesis


1. Apakah ada pengaruh pemberian pelayanan konseling pada siswa terhadap
perilaku siswa di sekolah
2. Apakah ada perbedaan antara prestasi belajar siswa SMU yang mengikuti
bimbingan tes dengan yang tidak mengikuti bimbingan tes 1. Untuk melihat
pengaruh pemberian pelayanan konseling pada siswa terhadap perilaku siswa di
sekolah
3. Untuk meneliti ada tidaknya perbedaan prestasi belajar antara siswa SMU yang
mengikuti bimbingan tes yang tidak 1. Pemberian pelayanan konseling kepada
siswa berpengaruh positif terhadap perilaku siswa disekolah
4. Keikutsertaan siswa SMU bimbingan tes meningkatkan prestasi belajar siswa
yang bersangkutan

Hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau tidak adanya perbedaan antara
variabel yang diteliti disebut Hipotesis Null (Ho). Hipotesis yang menyatakan adanya
hubungan dan perbedaan antara variabel yang diteliti atau kebalikan dari pernyataan
dalam Hipotesis Null disebut Hipotesis Alternatif (Hi)
Contoh :
Hipotesis Null (Ho)
Pemberian pelayanan konseling kepada siswa tidak mempengaruhi perilaku siswa
di Sekolah. Hipotesis Alternatif (Hi)
Pemberian pelayanan konseling kepada siswa berpengaruh positif terhadap
perilaku siswa di Sekolah.

Apabila tujuan penelitian dan atau hipotesis telah dirumuskan, maka langkah selanjutnya
adalah menentukan cara pengukuran variabel yang akan diteliti dan metode analisis
datanya.

Tujuan/hipotesis,pengukuran variabel,danalat analisis

Tujuan / Hipotesis Metode / Alat Analisis Pengukuran Alat


Untuk melihat ada tidaknya hubungan antara tingkat sosial ekonomi ortu dengan tingkat
disiplin anak dari sekolah
1. Korelasi pearson antara variabel tingkat sosial ekonomi ortu anak dengan variabel
tingkat disiplin anak
1. Tingkat sosial ekonomi : tingkat pendapatan bulanan orang tua siswa
2. Tingkat disiplin anak : frekuensi anak tidak membuat PR yang diberikan guru dalam
satu catur wulan
2. Analisis Ki kuadrat (chi-square) antara variabel tingkat sosial ekonomi ortu anak
dengan variabel tingkat disiplin anak
1. Tingkat sosial ekonomi : jumlah ortu anak dalam setiap kategori tingkat pendapatan
2. Tingkat disiplin : jumlah anak dalam setiap kategori tingkat disiplin

Skala Pengukuran dan Jenis Data

Teknik statistik untuk menganalisis data dapat dibedakan menjadi :


1. Statistik deskriptif (deskriptive statistics)
2. Statistik Inferensial (Inferensial Statistics)

Statistik deskriptif digunakan bila tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan atau
menjelaskan suatu variabel / fenomena. Statistik inferensial digunakan apabila peneliti
ingin membuat suatu kesimpulan atau prediksi tentang persamaan fenomena / variabel
sampel dengan populasi.

Ada 4 (Empat) macam skala pengukuran :


1. Skala Nominal Disebut juga kategorikal nilai-nilai skala nominal menunjukkan
nama / identitas yang menerangkan perbedaan nilai itu dari nilai lainnya. Contoh :
data tentang jenis kelamin, kewarganegaraan, status pekerjaan dsb.
2. Skala Ordinal Pengukuran dengan skala ordinal dilakukan jika mempunyai
asumsi bahwa nilai-nilai dari suatu variabel yang diukur dapat diurutkan dari yang
terkecil hingga yang tertinggi.
3. Skala Interval Nilai skala interval menunjukkan perbedaan posisi dan jarak suatu
nilai dengan nilai lainnya.
4. Skala Rasio Nilai pada skala rasio menunjukkan perbedaan nilai tersebut dari nilai
absolut nol. Contoh : variabel yang diukur dengan skala rasio adalah jarak, waktu,
berat, dll.
Data dapat dibedakan menjadi 4 (empat) :
1. Data kontinu adalah data yang mengandung nilai yang secara teori tidak terbatas.
2. Data urutan / rank adalah seperti nilai data yang diukur dengan skala ordinal yaitu
nilai data menunjukkan posisi seseorang / subjek diantara subjek lainnya dalam
variabel yang sama.
3. Data dikotomi adalah apabila nilai variabel hanya ada dua misalnya data jenis
kelamin yang hanya punya nilai laki-laki dan perempuan.
4. Data kategorikal Merupakan perluasan dari data dikotomi dimana nilai-nilai
variabelnya terdapat beberapa kelompok.

Metode Analisis Data Kuantitatif

1. Tahap persiapan kodifikasi dan penyiapan matriks tabulasi data.


Langkah = Pendahuluan yang harus dilakukan peneliti :
1. Pembuatan sistem dan daftar kode variabel
2. Penyiapan / pembuatanmatriks tabulasi data
3. Pemasukan data dalam matriks tabulasi

Untuk dapat mengolah data yang telah dikumpulkan secara statistik, data tersebut harus
diterjemahkan ke dalam kode-kode yang menggambarkan informasi yang dikandungnya
Pemberian kode pada setiap variabel harus mempunyai arti. Oleh Penyiapan / pembuatan
matriks tabulasi untuk pengolahan data dapat dilakukan secara manual / dengan bantuan
komputer. Kertas matriks untuk tabulasi data disebut sebagai komputer data sheet,
sedangkan perangkat lunak komputer yang banyak digunakan oleh banyak peneliti.
Peneliti sosial adalah statistical packagefor social sentences (SPSS)

2.Teknik-AnalisisKuantitatif
Analisis data kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan bantuan
statistik, baik yang deskriptif maupun yang imferensial tergantung tujuannya.
StatistikDeskriptif
Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Analisis Potret Data. Potret data adalah penghitungan frekuensi suatu nilai dalam
suatu variabel.
2. Analisis kecenderungan nilai tengah (central tendeney). Nilai rata-rata (mean)
biasa diberi simbol X, merupakan nilai rata-rata secara aritmatika dari semua nilai
dalam variabel yang diukur. Median adalah nilai tengah dari sekumpulan nilai
suatu variabel yang telah diurutkan dari nilai yang terkecil kepada nilai yang
tertinggi atau nilai median adalah nilai yang membagi suatu urutan nilai menjadi
dua. Modus (mode) merupakan nilai yang paling sering muncul pada suatu
distribusi variabel.
3. Analisis Variasi Nilai Dilakukan untuk melihat seberapa besar nilai-niali suatu
variabel berbeda dari nilai tengahnya. Pengukuran variasi niali biasanya dilakukan
dengan melihat kisaran data simpangan baku.
4. Statistik Inferensial adalah teknik pengolahan data yang memungkinkan peneliti
untuk menarik kesimpulan, berdasarkan hasil penelitiannya pada sejumlah sampel
terhadap suatu populasi yang lebih besar. Analisis statistik inferensial disebut juga
dengan analisis uji hipotesis.

1.Ujit-(t-test)
Statistik inferensial untuk melihat benda nilai tengah dua buah distribusi nilai biasanya
menggunakan uji t / t-test. Uji-t pada dasarnya adalah suatu pengujian untuk melihat
apakah nilai tengah suatu distribusi nilai berbeda secara nyata dari nilai tengah distribusi
nilai lainnya.

2. Analisis varian (analisis of variance / anova)


Alat ini dipakai untuk menentukan apakah nilai tengah dari tiga atau lebih distribusi nilai
berbeda satu sama lain secara nyata.

3.Analisiskorelasi
Alat statistik Simbol Jenis data / variabel
Korelasi pearson produk
Momen (pearson pruduct moment) R Keduanya data kontinu
Korelasi spearman pho P Keduanya data urutan (rank ordered)
Biserial r bis Satu variabel data kontinu satu variabel data dikotomi buatan
Biserial titik (point, biserial) r bis Satu variabel data kontinu, satu variabel data
dikotomi murni
Tetrachoric Rt Keduanya variabel / data dikotomi buatan
Koefisien Phi
Keduanya variabel / data dikotomi murni
Koefisien konfingengsi c Kedua variabel mempunyai dua / lebih kategori
Korelasi Rasio, Eta
Keduanya data kontinu (untuk koreksi non linear)

Beberapa alat analisis satatistik inferensial untuk melihat hubungan tiga atau lebih
variabel.
Alat statistik Tujuan penelitian / tujuan analisis
Regresi berganda (multiple regresion) Untuk menggambarkan derajat korelasi
antara bebrapa variabel independen dengan satu variabel dependen, dimana baik
variabel independen maupun dependen merupakan variabel dengan data kontinu.

Diskriminan analisis (desertminant analisis) Untuk menggambarkan derajat


korelasi antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen,
dimana variabel independennya merupakan variabel dengan data kontin,
sedangkan variabel dependen merupakan variabel dikotomi

Korelasi konovikal (conovical correlation) Untuk menggambarkan derajat


korelasi antara beberapa variabel independen dengan beberapa variabel dependen

Korelasi parsial (partial / part correlation) Untuk menggambarkan derajat korelasi


antara dua buah variabel independen setelah pengaruh variabel lainnya dikontrol
(secara statistik)
Analisis faktor (factor analysis) Untuk menentukan apakah suatu set variabel bisa
diringkas dan dikategorikan menjadi sejumlah faktor yang lebih kecil (lebih
sedikit)

Ki kuadrat (chi square) Untuk menggambarkan derajat korelasi antara dua atau
lebih variabel independen, dimana variabelnya mempunyai data non parametrik

Metode Analisis Data Kuantitatif


Analisis data kuantitatif pada umumnya merupakan suatu proses interatuf yang
berkesinambungan yang mencukup kegiatan-kegiatan yaitu :
1. Analisis temuan yang terus menerus di lapangan
2. Pengelompokkan dan pengorganisasian data
3. Evaluasi kualitatif tentang validitas / keterpercayaan data yang terus menerus.

Langkah-langkah yang banyak dilakukan oleh etnografer untuk melakukan analisis awal :
1. Mengorganisasikan data dengan cara memberi nomor pada semua hal catatan
hasil pengamatan hasil wawancara, benda-benda, dan lain-lainnya yang berhasil
dikumpulkan.
2. Membaca secara spintas semua data
3. Mencari tema besar, pola, dan gagasan-gagasan yang dikandung oleh data.
4. Membuat catatan yang sistematis mengenai kategori dan keteraturan-keteraturan
yang sering muncul pada data.
5. Membaca literatur mengenai penelitian-penelitian lain tentang masalah yang
relevan.
6. Mengevaluasi dan atau menajamkan fokus penelitian yang sedang dilakukan.

7.RANCANGANPENELITIAN

Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses
pengumpulan dan analisis data penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi
proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam rancangan perencanaan dimulai
dengan mengadakan observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan
dan diketahui, sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang
perlu pembuktian lebih lanjut.
Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun
pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling,
instrumen, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil
penelitian.
Berdasarkan pemahaman tersebut di atas, maka tujuan rancangan penelitian adalah untuk
memberikan suatu rencana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Konsideran utamanya dalam rancangan perencanaan adalah untuk mengkhususkan
mekanisme kontrol yang akan digunakan dalam penelitian, sehingga jawaban atas
pertanyaan akan menjadi jelas dan sahih. Selanjutnya rancangan penelitian dalam makna
pelaksanaan, sangat terkait dengan pembuktian hipotesis, menyatakan suatu kejelasan
hubungan sebab akibat dan setiap variabel yang terlibat, dan dari penentuan instrumen
pengumpulan data akan jelas terukur tingkat validitas internal dan validitas eksternal.
Rancangan penelitian lebih menekankan pada aspek baik atau tidak baik dan sangat
tergantung pada derajat akurasi yang diinginkan oleh peneliti, derajat pembuktian
hipotesis, dan tingkat perkembangan dan ilmu pengetahuan yang menjadi perhatian. Oleh
karena itu tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa rancangan penelitian tidak ada yang
tepat sekali, satu sama lain memiliki titik lebih dan titik kurang. Penentuan rancangan
penelitian seringkali didasarkan pada pertimbangan praktis dan kompromi peneliti
terhadap cakupan area penelitiannya.
Oleh karena itu, rancangan penelitian banyak sekali ragamnya. Para ahli belum ada
kesepakatan diam penggolongan rancangan penelitian. Namun demikian, secara umum
rancangan penelitian dikelompokkan menjadi dua, yaitu: rancangan penelitian tanpa
perlakuan (kelompok deskriptif) dan rancangan penelitian dengan perlakuan (kelompok
eksperimen).
A. Rancangan Penelitian Deskriptif
Rancangan penelitian deskriptif pada dasarnya bertujuan untuk memberikan deskripsi
dengan maksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Tipe deskripsi yang
dihasilkan tergantung pada banyaknya informasi yang dimiliki peneliti tentang topik
sebelum proses pengumpulan data. Secara umum, biasanya rancangan deksriptif dibagi
menjadi dua yaitu: rancangan eksploratori dan survei. Rancangan deskriptif yang lainnya
adalah sensus atau penelitian populasi. Ciri utama dan rancangan penelitian deskriptif
tidak menyatakan adanya hubungan sebab dan akibat serta tidak terlalu kompleks, karena
biasanya penelitian ditujukan untuk meneliti variabel atau populasi tunggal.

1. Rancangan penelitian eksploratori


Jenis rancangan penelitian eksploratif, adalah jenis rancangan penelitian yang bertujuan
untuk menemukan sesuatu yang baru dari hasil eksplorasi yang mendalam pada obyek
tertentu. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokan suatu gejala, fakta, dan
penyakit tertentu. Rancangan penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
2. Rancangan penelitian survei
Penetapan rancangan penelitian survei bertujuan:
a. Untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada.
b. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk mendapatkan justifikasi keadaan
dan praktek-praktek yang sedang berlangsung.
c. Untuk membuat komparasi dan evaluasi.
d. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani
masalah atau situasi yang sama, agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan
pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan.
B. Rancangan Penelitian Eksperimen
Semua rancangan percobaan atau eksperimen mempunyai karakteristik sentral yaitu
didasarkan pada adanya manipulasi variabel bebas dan mengukur efek pada variabel
terikat. Rancangan eksperimen klasik terdiri dan kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Kelompok eksperimen, variabel bebasnya dimanipulasi. Dalam kelompok
kontrol variabel terikatnya yang diukur, maka tidak ada perubahan yang dibuat pada
variabel bebasnya.
Secara umum ciri rancangan penelitian eksperimen yang baik adalah:
1. Subyek secara acak dipilih ke dalam kelompok-kelompok.
2. Peneliti merancang manipulasi yang akan diberikan pada variabel eksperimen dan
dilakukan kontrol yang ketat.
3. Terdapat setidak-tidaknya dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol yang
satu sama lain sebagai pembanding.
4. Selalu digunakan analisis varians untuk meminimalkan varians dan error dan
memaksimumkan varians dari variable yang diteliti dan berkaitan dengan hipotesis yang
ditetapkan.
Oleh karena peneliti harus mampu melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel
eksperimen, maka ada tiga prinsip dasar dalam pelaksanaan rancangan eksperimen yaitu:
1. Replikasi, pengulangan dari eksperimen dasar. Hal ini berguna untuk memberikan
estimasi yang lebih tepat terhadap error eksperimen dan memperoleh estimasi yang lebih
baik terhadap rata-rata pengaruh yang ditimbulkan dan perlakuan.
2. Randomisasi, bermanfaat untuk meningkatkan validitas dan mengurangi bias utamanya
dalam hal pembagian kelompok dan perlakuan.
3. Kontrol internal, melakukan penimbangan. bloking. dan penge4ompokan dan unit-unit
percobaan yang digunakan. Hal ini bermanfaat untuk membuat prosedur yang lebih
akurat, efisien, dan sensitif.

Error eksperimen dalam sebuah penelitian eksperimen dapat terjadi karena beberapa hal,
yaitu:
a. Kesalahan dari percobaan yang sedang dilakukan.
b. Kesalahan pengamatan.
c. Kesalahan pengukuran.
d. Variasi dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
e. Pengaruh kombinasi dari faktor-faktor luar.
Semakin banyak replikasi memang membawa konsekuensi penelitian eksperimen itu
mahal dan memakan waktu relatif lama. Oleh karena itu, pertimbangan untuk
menentukan banyaknya replikasi sangat ditentukan oleh:
a. Luas dan banyaknya jenis unit percobaan.
b. Bentuk unit percobaan.
c. Variabilitas dan ketersediaan material percobaan.
d. Derajat ketelitian yang diinginkan. Derajat kebebasan diharapkan tidak boleh kurang
dan 10-15.
1. Rancangan Eksperimental-Sungguhan (trueexperimental research)
Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan
saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok
eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan
satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.
Rancangan eksperimental sungguhan yang cukup dikenal adalah:
a. Control group posttest-only design
Dalam model rancangan ml, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibentuk
dengan prosedur random, sehingga keduanya dapat dianggap setara. Selanjutnya
kelompok eksperimen diberikan perlakuan. Setelah perlakuan telah diberikan dalam
jangka waktu tertentu, maka setelah itu dilakukan pengukuran variabel terikat pada kedua
kelompok tersebut, dan hasilnya dibandingkan perbedaannya.
Model rancangan ini cocok untuk kondisi yang tidak dimungkinkan diakukan pre test
atau ketika dikhawatirkan akan adanya interaksi antara pre test dengan perlakuan yang
diberikan. Rancangan ml mampu mengendalikan faktor histori, maturasi, dan pre tes,
tetapi tidak mampu mengukur besarnya efek dan faktor-faktor tersebut.
b. Pre test-post tes control group design
Rancangan ini lebih baik dan rancangan eksperimen tanpa pre tes, karena aka lebih akurat
dalam memperoleh akibat dan suatu perlakuan dengan perbandingan keadaan dan
variabel terikat pada kelompok eksperimen setelah dikenal perlakuan dan variabel kontrol
yang tidak dikenai oleh perlakuan.
c. Solomon four group design
Rancangan solomon ini memang tidak banyak digunakan pada jumlah sampel penelitian
yang kecil, namun pada penelitian pertanian dan sosial sering digunakan. Rancangan ini
memiliki keunggulan untuk mengurangi pengaruh pre-test terhadap unit percobaan dan
mengurangi error interaksi antara pre-test dengan perlakuan.
Rancangan ini terdiri dari 4 kelompok, yaitu 2 kelompok yang dilakukan pre test-post tes
dan 2 kelompok yang dilakukan pre tes-posttes.
Secara konkret dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. kelompok perlakuan dan kontrol dengan pre test.
2. kelompok perlakuan dan kontrol tanpa pre test.
Khusus faktorial, pada dasarnya bukan merupakan rancangan penelitian, tetapi memang
sebuah penelitian eksperimen. Oleh karena itu eksperimen faktorial bisa didekati dengan
berbagai rancangan, misalnya dengan randomized complete block. Keuntungan dan
eksperimen faktorial adalah dimungkinkan untuk mengetahui pengaruh interaksi antar
faktor. Oleh karena itu, semua prinsip dasar penelitian eksperimen harus tetap ada, agar
error eksperimen dapat diukur. Misalnya akan diadakan 2 perlakuan pemberian makanan
tambahan yang berupa susu dan bubur kacang dengan masing-masing 2 level. Maka
disusunlah kelompok:
1. Kelompok A, pemberian susu 2 gelas sehari.
2. Kelompok B, pemberian susu 3 gelas sehari
3. Kelompok C, pemberian bubur kacang 1 mangkok sehari.
4. Kelompok D, pemberian bubur kacang 2 mangkok sehari.
2. Rancangan Eksperimental Semu (Quasi-Experimental Research)
Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang
merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang
sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau
memanipulasikan semua variabel yang relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti
kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validitas eksternal rancangannya dan
berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.
Ciri-ciri rancangan eksperimen semu adalah:
a. Manipulasi eksperimen hanya pada variabel bebas.
b. Tidak ada pemilihan secara acak untuk kelompok dan atau
c. Tidak ada kelompok kontrol.
3. Rancangan penelitian uji klinik
Rancangan penelitian uji klinik sangat khas karena berkaitan dengan pencapaian tujuan
untuk mengetahui khasiat obat, efek samping obat, dosis optimal untuk orang Indonesia,
dan membandingkan efek obat lain. Dalam hal ini rancangan penelitian uji klinik bersifat
eksperimental dan komparatif. Oleh karena itu dalam rancangan uji klinik, dikenal
perlakuan dan plasebo.
Plasebo adalah bahan inert, tidak berkhasiat, tidak mempunyai efek metabolik yang
berarti, tidak toksik, tidak alergenik, dan tidak memiliki efek farmakologik terhadap
penyakit yang sedang diobati. Plasebo harus diberikan dalam keadaan yang sama dengan
obat yang diteliti dalam arti : bentuk, rasa, dan warna, sehingga penderita tidak dapat
membedakannya dengan obat yang diteliti.
.
A. Fase pelaksanaan rancangan uji klinik
Pelaksanaan rancangan uji klinik pada manusia melibatkan dokter dan ahli farmakologi
klinik sebagai pelaksana, pengawas, dan penanggungjawab penelitian. Rancangan uji
klinik meliputi beberapa fase yaitu:
1. Safety evaluation, penelitian ini dibawah pengawasan ahli farmakologi klinik yang
ingin mengetahui efek farmakodinamika dan farmakokinetik obat pada manusia.
Tujuannya untuk menilai keamanan obat yang diteliti. Subyeknya dapat orang sehat dan
orang sakit.
2. Efficacay evaluation, penelitian ml dilakukan pada subyek yang jumlahnya terbatas di
bawah pengawasan dokter ahli pada bidangnya. Tujuannya untuk menilai efek obat.
3. Multicentre clinical trial, penelitian yang dilakukan pada sejumlah besar subyek.
Tujuannya untuk mengetahui efek terapi dan efek samping obat dalam skala luas.
4. Post marketing trial, penelitian yang dilakukan untuk memantau efek terapetik dan
efek samping obat yang lebih rinci sesudah obat tersebut dipasarkan.
B. Subyek dan penderita serta
Dalam penelitian yang menggunakan rancangan uji klinik, peranan subyek (sehat) dan
penderita serta sangat penting. Oleh karena itu subyek dan penderita serta dalam
rancangan ini harus memenuhi beberapa syarat yang ketat. Syarat tersebut meliputi:
1. Kriteria diagnostik merupakan kriteria penyerta (kriteria inklusi) atau syarat yang
diperlukan untuk subyek penelitian dan berarti bahwa semua persyaratan harus dipenuhi
agar kita memperoleh kelompok penderita yang homogen.
2. Kriteria pre-terapi merupakan kriteria yang berisi persyaratan antara lain tentang umur,
jenis kelamin, status sosial ekonomi, berat ringannya penyakit, terapi sebelumnya, dan
ciri yang lain yang ada hubungannya dengan penelitian.
3. Kriteria Ko-morbid merupakan kriteria penyisihan (kriteria ekslusi) yang memuat
persyaratan untuk menolak penderita dalam uji klinik. Misalnya penderita gagal ginjal
dengan kadar kreatinin serum lebih dari 4 mg/dl, sehingga tidak boleh menjadi subyek
penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Alimul AA. 2003. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta.
Medika Salemba.
Azwar S. 1998. Metode Penelitian. Edisi 1. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset.
Bisri CH. 2001. Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi.
Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Brink PJ dan Wood MJ. 2000. Langkah Dasar dalam Perencanaan Riset
Keperawatan, dan Pertanyaan sampai Proposal. Edisi ke 4. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Praktiknya AW. 2000. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan. Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Tjokronegoro A dan Baraas F. 1994. Teknik Penulisan Makalah Ilmiah
Kedokteran dan Kesehatan. Cetakan ke 2. Jakarta. FKUI.
Tjokroprawiro A, Pudjirahardjo WJ, dan Putra SH. 1997. Pedoman Penelitian
Kedokteran. Cetakan I. Surabaya. Airlangga University Press
www.answer.com

LAPORAN TUTORIAL
SKENARIO A

OBSERVATION

TUTORIAL 12

TUTOR : dr. Nyayu Fauziah Zein

1. Resdiana (70 2009 006)


2. Dina Destriana (70 2009 012)
3. M.Dienda Ade nugraha (70 2009 018)
4. Dian cahaya utami (70 2009 024)
5. Vera irawanda (70 2009 030)
6. Mardina (70 2009 036)
7. Rr.Dita Nurul S (70 2009 044)
8. Eliza Anggraini (70 2009 042)
9. Mayasari rizki utami (70 2009 054)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jalan Jenderal Ahmad Yani Talang Banten Kampus-B
13 Ulu Telp.0711-7780788