Anda di halaman 1dari 2

PENCEGAHAN INFEKSI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl Terbit :
Halaman : 2/2

PUSKESMAS RAWAT H. Ribun, SKM, M.Kes


INAP CURUGBITUNG NIP. 19720507 199303 1 008

1.Pengertian Untuk mengurangi resiko infeksi dan pencegahan penyakit antara pasien
dan petugas kesehatan.
2.Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk mencegah infeksi silang antara petugas kesehatan
dan pasien.
Menurunkan resiko transmisi penyakit menular baik bagi pasien dan petugas
kesehatan.
3.Kebijakan Langkah- langkah didalam proses perbaikan dengan menerapkan langkah-
langkah SPO yang telah ditetapkan,
4.Prosedur A. Dekontaminasi alat
Petugas memakai sarung tangan
Rendam alat- alat selama 10 menit dengan laruta klorin 0,5%(di
dapatkan dengan 1 bagian pemutih deterjen dengan 9 bagian air).
B. Pencucian dan pembilasan
Petugas memakai sarung tangan tebal (sarung tangan rumah tangga)
Cuci instrumen dengan air, deterjen dan sikat dengan lembut.
Sikat semua geligi, sambungan dan permukaan alat.
Bilas bersih hingga detrgen hileng
Keringkan instrumen.
C. Metode sterilisasi
Sterilisasi uap
1210C,106kpa.waktu yang di butuhkan : 20 menit untuk alat yang tidak
di bungkus, 30 menit untuk alat yang dibungkus
Strerilisasi panas kering (oven)
170 0C selama satu jam.
Untuk alat-alat yang tajam digunakan waktu 160 0Cselama dua jam.
Strerilisasi kimia
Glutaraldehid (Cydex): di rendam selama 8-10 jam .
Formaldehid 8% direndam selama 24 jam.
Bilas dengan air steril sebelum digunakan kembali atau disimpan.
D. Desinfeksi tingkat tinggi (DTT)
DTT dengan merebus
Seluryh alat harus di rendam
Mulai menghitung waktu saat air mulai mendidih.
Selalau merebus selama 20 menit dalam panci tertutup.

1
DTT dengan Mengukus
Selalu kukus selama 20 menit dalam kukusan.
Kecilkan api sehingga air tetap mendidih.
Hitung waktu mulai saat keluarnya uap.
DTT dengan Kimia
Klorin
Formaldehid (formalin)
Glutaraldehid

5.Unit Terkait Semua tempat Pelayanan Kesehatan


6.Dokumen terkait Buku panduan praktis pelayanan Kontrasepsi Buku
APN