Anda di halaman 1dari 2

Khusus obat tradisional untuk pengobatan kanker, tak satu pun buku pegangan buatan Indonesia

yang dapat digunakan sebagai rujukan. Kalaupun ada, buku tersebut hanya mengandalkan pada
pengalaman empirik tradisional atau hasil alih bahasa dari buku asing terutama dari China tanpa
didasari oleh data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Data-data penelitian dalam negeri
kalaupun ada, belum banyak yang telah mengikuti alur pengujian atau metode pengujian suatu obat
untuk pengobatan kanker, atau mungkin belum banyak dipublikasikan. Di berbagai belahan dunia
tumbuhan obat telah banyak digunakan untuk pengobatan kanker, baik sebagai pencegahan
maupun pengobatan. Tanaman yang digunakan adalah yang mengandung senyawa atau substansi
seperti karotenoid, vitamin C, selenium, serat dan komponen-komponennya, dithiolthiones,
isotiosianat, indol, fenol, inhibitor protease, senyawa aliin, fitosterol, fitoestrogen dan limonen.
Glukosinalat dan indol, tiosianat dan isotiosianat, fenol dan kumarin dapat menginduksi multiplikasi
enzim fase II (melarutkan dan umumnya mengaktivasi); asam askorbat dan fenol memblok
pembentukan karsinogen seperti nitrosamin; flavonoid dan karotenoid bertindak sebagai
antioksidan; karotenoid dan sterol merubah struktur membran atau integritas; senyawa yang
mengandung sulfur dapat menekan DNA dan sintesis protein, sedangkan fitoestrogen bersaing
dengan estradioluntuk reseptor estrogen sehingga akan terjadi keadaan anti-proliferatif (1).
Suprapto,2003

Pada dasarnya Pemerintah telah berupaya mengembangkan obat tradisional agar dapat

diterima dalam sistem kesehatan formal sejak tahun 1985 melalui Pendekatan fitoterapi yang

dalam perjalanan selanjutnya berubah menjadi fitofarmaka. Hal ini dipertegas dengan

dikeluarkannya Permenkes 760/Per/ IX/1992 dan Pedoman pelaksanaannya yang tertuang

dalam SK Menkes 761/Menkes/SK/IX/1992. Namun dirasakan di dalam SK tersebut ada hal-

hal yang sukar diimplementasikan. Khusus obat tradisional untuk pengobatan kanker, tak

satu pun buku pegangan buatan Indonesia yang dapat digunakan sebagai rujukan.Kalaupun

ada, buku tersebut hanya mengandalkan pada pengalaman empirik tradisional atau hasil alih

bahasa dari buku asing terutama dari China tanpa didasari oleh data ilmiah yang dapat

dipertanggungjawabkan. Data-data penelitian dalam negeri kalaupun ada, belum banyak yang

telah mengikuti alur pengujian atau metode pengujian suatu obat untuk pengobatan kanker,

atau mungkin belum banyak dipublikasikan.

Jurnal Bahan Alam Indonesia ISSN 1412-2855 Vol. 2, No. 4, Juli 2003
TANAMAN OBAT UNTUK PENGOBATAN KANKER
Suprapto Maat
Laboratorium/Instalasi Patologi Klinik
Fakultas Kedokteran UNAIR/RSUD Dr. Soetomo
Yayasan Kanker Wisnuwardhana, Surabaya