Anda di halaman 1dari 3

com weblog

MATERI KIMIA
Materi kimia kelas X :

Ikatan kimia(ikatan ion, kovalen, koordinasi, dan ikatan logam

Lembar kegiatan ini menyajikan deskripsi tentang struktur elekton stabil,bagaimana atom
berikatan dan proses ikatan yang terjadi. Lembar kegiatan ini berisi teori dan pendekatan
yang digunakan dalam proses pembentukan ikatan oleh atom.

Konfigurasi elektron stabil

Susunan elektron dalam atom yang sesuai dengan teori atom Niels Bohr, merupakan
konfigurasi elektron suatu atom. Maknanya bahwa elektron kulit terluar ( elektron valensi)
menyatakan nomor golongan, dan jumlah kulit yang terisi elektron menyatakan nomor
periode dari unsur itu pada tabel periodik. Seperti :

11Na ; 2, 8, 1 dan 18Ar ; 2,8,8

Unsur dengan elektron valensi 8 ( seperti unsur golongan VIIIA) adalah unsur dengan
konfigurasi elektron stabil karena unsur itu sulit bereaksi/ bergabung dengan atom unsur
lain. Unsur-unsur lain dengan konfigurasi elektron yang tidak 8 elektron ( octet), memiliki
kecendrungan untuk mencapai struktur yang stabil yaitu 8 elektron atau 2 elektron.
Caranya dengan berikatan dengan atom lain ( membentuk ikatan kimia). Menurut GN
Lewis, atom-atom dalam mencapai kesetabilan elektron akan melakukan ikatan dengan atom
lain melalui beberapa cara antara lain:

1. dengan cara serah terima elektron antar atom;

2. dengan cara menggunakan bersama pasangan elektron antar atom;

3. dengan cara menggunakan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom

Atom-atom dengan elektron valensi kecil ( unsur logam), untuk mencapai susunan elektron
stabil ( 8 e atau 2 e) cendrung dengan melepaskan elektron valensinya. ( unsur gol
IA,IIA,IIIA).

Seperti pada pementukan ion Li+ dibawah ini,

Dengan melepaskan elektron akan terbentuk ion positif ( kation ).

Atom-atom dengan elektron valensi besar ( unsur non logam), untuk mencapai susunan
elektron stabil ( 8 e atau 2 e), cenderung dengan menambah elektron valensinya dengan
menangkap elektron. Seperti proses pembentukan ion O2- dan ion Cl berikut.
Dengan menangkap elektron akan terbentuk ion negative ( anion).

Ikatan ion (elektrovalen)

Jika antar atom terjadi serah terima elektron akan terbentuk ion positif dan ion negative, dan
terjadilah gaya tarik elektrostatik antar ion itu sehingga terbentuk ikatan ion( ikatan
elektrovalen).
Proses pembentukan ikatan ion seperti pada senyawa NaCl berikut.

Proses pembentukan ikatan ion dapat digambarkan dengan diagram lewis seperti proses
terbentuknya ikatan ion pada senyawa MgCl2 berikut.

terbentuk senyawa kimia dengan rumus kimia MgCl2 .

Proses pembentukan ikatan ion pada senyawa LiF, seperti proses berikut.

Senyawa senyawa yang terjadi melalui ikatan ion disebut senyawa ionik.

Ikatan Kovalen (homopolar)

Atom-atom dengan elektron valensi besar ( unsur non logam), untuk mencapai struktur
elektron stabil disamping dengan menangkap elektron, juga dapat dilakukan dengan
menggunakan pasangan elektron valensi secara bersama sama sehingga terjadi ikatan kimia
yang disebut ikatan kovalen. Seperti pada contoh-contoh berikut.

Pada contoh di atas;


1) atom hidrogen (1 elektron valensi) dengan atom klorin( 7 elektron valensi) saling
menyumbangkan satu elektron membentuk senyawa H-Cl (HCl, hidrogen klorida) sehingga
atom hidrogen punya 2 elektron ( duplet) dan atom klorin punya 8 elektron ( oktet)
2) dua atom hidrogen ( 1 elektron valensi) dengan 1 atom oksigen ( 6 elektron valensi) saling
menyumbangkan elektron membentuk senyawa H-O-H ( H2O, sebagai air)
3) dua atom oksigen(6 elektron valensi) 1 atom karbon (4 elektron valensi) saling
menyumbangkan elektron tak berpasangan ( elektron tunggal) membentuk senyawa O=C=O (
CO2 , karbondioksida).

Berdasarkan jumlah pasangan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan, maka
ikatan kovalen dibedakan atas;
1) ikatan kovalen tunggal : jika masing-masing atom menyumbangkan 1 elektron untuk
berikatan. Misalnya : molekul H-H (H2), Cl-Cl (Cl2), F-F ( F2), Br-Br (Br2), I-I (I2 ), H-F ,
dll
Proses pembentukan ikatan kovalen tunggal pada molekul fluorin( F2)

struktur lewis molekul F2

2) ikatan kovalen ganda/rangkap dua : jika masing-masing atom menyumbangkan 2 elektron


tunggal untuk berikatan. Misalnya : molekul O=O ( O2), O=C=O (CO2), S=C=S (CS2),
H2C=CH2, dll
misalnya proses pembentukan ikatan kovalen rangkap pada moleku oksigen:

3) ikatan kovalen rangkap tiga : jika masing-masing atom menyumbangkan 3 elektron


tunggal untuk berikatan. Misalnya molekul N N ( N2), CO ( CO), H-CN ( HCN), H-
CC-H, dll.
Contoh ; ikatan pada molekul nitrogen

Senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.