Anda di halaman 1dari 20

KARBOHIDRAT

Disusun oleh :

Putri Finka Novia 1614301023

Nadila Okti Fariza 1614301024

Indana Zulfa 1614301025

Nesia Agustina 1614301026

Fictor Yusman Agung 1614301032

Nadhya Ayuningtyas 1614301033

Gustiana Satra Dewi 1614301041

Risa Hairun Nisyah 1614301042

Rizqo Aditya Utama 1614301045

Mega Meilisa Manara 1614301046

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TANJUNG KARANG

PRODI D.IV KEPERAWATAN TANJUNG KARANG

TAHUN AKADEMIK 2016/2017


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya dan tepat pada
waktunya.
Makalah ini berjudul Karbohidrat, untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen
pembimbing mata kuliah Gizi dalam keperawatan. Selain itu juga, makalah ini diharapkan
mampu menjadi sumber pembelajaran bagi kita semua untuk mengerti tentang Karbohidrat dalam
ilmu gizi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca sekalian. Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.
Kritik yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya.

Bandar Lampung, Maret 2017

Tim Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
1.3 Tujuan Dan Manfaat ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Karbohidrat .................................................................................. 3
2.2 Jenis Jenis Karbohidrat ............................................................................... 4
2.3 Fungsi dan Sumber Karbohidrat ................................................................... 13
2.4 Pengaruh Kelebihan dan Kekurangan Karbohidrat ................................... 14

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 16
3.2 Saran ................................................................................................................. 16

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 17

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber utama
bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-
tumbuhan. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu
membentuk karbohidrat dari karbon dioksida berasal dari udara dan air dari tanah. Karbohidrat
yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Disamping itu dihasilkan oksigen yang
lepas di udara.

Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai
penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan
energi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan
makanan pokok, terutama pada negara sedang berkembang.

Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori,
bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat
dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung
karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun
protein.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan
sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel
karena penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon
(C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Secara biologis, karbohidrat memiliki fungsi sebagai bahan
baku sumber energi baik pada hewan, manusia dan tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan
karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari
seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun
tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah
1
akan menimbulkan masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan sehari
untuk mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan
keseimbangan tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian karbohidrat?
2. Apa jenis-jenis karbohidrat?
3. Bagaimana fungsi dan sumber karbohidrat?
4. Bagaimana pengaruh kelebihan dan kekurangan Karbohidrat ?

1.3 Tujuan dan Manfaat penulisan


1. Mengetahui pengertian dari karbohidrat
2. Mengetahui jenis-jenis karbohidrat
3. Mengetahui fungsi dan sumber karbohidrat
4. Mengetahui pengaruh kelebihan dan kekurangan karbohidrat

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Karbohidrat

Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom
Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam
komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam
amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari
bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati
dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari
seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan
menggunakan enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari
udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di
dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.
Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar mataharidan
zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang
tersusun dari unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah CnH2nOn.

3
Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi. Karbohidrat merupakan sumber kalori bagi
organisme heterotrof. Setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-
80% dari total kalori. Daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju hanya
sekitar 40-60%. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang
dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam.

2.2 Jenis-jenis Karbohidrat berdasarkan klasifikasinya

Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi menjadi dua golongan , yaitu
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

KARBOHIDRAT SEDERHANA

1. Monosakarida
Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6 rantai atau
cincin karbon. Ada tiga jenis heksosa yang penting salam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa dan
galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama , yaitu
6 atom karbon, 12 atom hidrogen , dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara
penyusun atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. Perbedaan dalam
susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, dan daya larut.
Jenis heksosa lain yang kurang penting adalah manosa dan monosakarida yang mempunya lima
atom karbon disebut pentosa seperti ribosa, xilosa dan arabinosa

a. Glukosa
Disebut juga gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, Buah-
buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat
dari hasil akhir pencernaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa. Dalam aliran darah
(disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel
dan jaringan tubuh. N 80-120 mg %. Melebihi normal disebut hiperglikemia, pada
penderita Diabetes Mellitus.
4
b. Fruktosa
Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Disebut levulosa karena larutan fruktosa
memutar bidang polarisasi ke kiri (laevus=kiri). Fruktosa mempunyai rumus kimia yang
sama dengan glukosa, C6H12O6, namun strukturnya berbeda. Merupakan jenis sakarida
yang paling manis, Banyak dijumpai pada buah-buahan, mahkota bunga, madu dan hasil
hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.
c. Galaktosa
Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam .Galaktosa yang ada di dalam tubuh
merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.
d. Manosa

Jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di Israel terdapat di


dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.

e. Pentosa

Merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya sangat kecil,
sehingga tidak penting sebagai sumber energi.

2. Disakarida
Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa dan trehalosa.
Namun trehalosa tidak terlalu penting dalam ilmu gizi. Disakarida terdiri dari dua unit
monosakarida yang terikat satu sama lain melalui reaksi kondensasi.
a. Sukrosa
Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Secara komersial
gula pasir yang 99 % terdiri atas sukrosa dibuat dari kedua macam bahan makanan
tersebut melalui proses penyulingan dan krostalisasi. Sukrosa juga terdapat didalam buah,
sayuran, dan madu. Bila dicernakan atau dihidrolisis, sukrosa pecah menajdi satu unit
glukosa dan satu unit fruktosa. Pada pembuatan sirup sebagian sukrosa akan terurai
menjadi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert.
b. Maltosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa.
Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicerna dan
rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Yodium amilum akan berubah menjadi warna
biru.
5
Amilum terdiri dari 2 fraksi (dapat dipisah kan dengan air panas):
1. Amilosa
- Larut dengan air panas
- Mempunyai struktur rantai lurus
2. Amilopektin
- Tidak larut dengan air panas
- Mempunyai struktur rantai bercabang
Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia. Contohnya
beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan amilopektinnya,
semakin lekat nasi tersebut. Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras mengandung
amilosa > 2% Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4
golongan:
-amilosa tinggi 25-33%
-amilosa menengah 20-25%
-amilosa rendah 9-20%
-amilosa sangat rendah < 9%
c. Laktosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa
dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air. Laktosa dapat
menimbulkan intolerance disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan
untuk mencerna berkurang. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, kembung, dan
kejang perut. Kadar laktosa pada susu sapi adalah 6,8 gram per 100 ml, sedangkan pada
air susu ibu 4,8 gram per 100 ml.
d. Trehalosa
Terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal sebagai gula jamur. Sebanyak 15 %
bagian kering jamur terdiri atas trehalosa. Trehalosa juga terdapat dalam serangga.

3. Gula Alkohol
Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintetis. Ada empat jenis
gula alkohol yaitu sorbitol, manitol, dulsitol, dan inositol.
a. sorbitol

6
Terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa.
Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes, seperti
minumann ringan, selai dan kue-kue. Tingkat kemanisan sorbitol hanya 60 % bila
dibandingkan dengan sukrosa, diabsorpsi lebih lambat dan diubah di dalam hati menjadi
glukosa. Sorbitol tidak mudah dimetabolisme oleh bakteri dalam mulut sehingga tidak
mudah menimbulkan karies gigi. Oleh karena itu, sorbitol banyak digunakan dalam
pembuatan permen karet.

b. Manitol dan dulsitol

Manitol dan dulsitol adalah alkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan
galaktosa. Manitol terdapat di dalam nanas, asparagus, ubi jalar, dan wortel. Secara
komersial manitol diekstrasi dari sejenis rumput laut. Kedua jenis alkohol ini banyak
digunakan dalam industri pangan.

c. Inositol

Merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa. Inositol terdapat dalam


banyak bahan makanan, terutama dalam sekam serealia. Bentuk esternya dengan asam
fitat menghambat kalsium dan zat besi dalam usus halus.

4. Oligosakarida

Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida (oligo berarti
sedikit). Sebetulnya disakarida termasuk dalam oligosakarida tetapi karena perannya dalam ilmu
gizi sangat penting maka dibahas secara terpisah.

a. Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa

Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas unit-unit
glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat di dalam biji
tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim
pencernaan. Seperti halnya polisakarida nonpati, oligosakarida ini di dalam usu besar
mengalami fermentasi.

b. Fruktan

Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit
fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Panjang rantai bisa sampai 3 hingga
7
50 unit, bergantung pada sumbernya. Fruktan terdapat di dalam serealia, bawang merah,
bawang putih, dan asparagus.

KARBOHIDRAT KOMPLEKS

1. Polisakarida

Dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula sederhana yang tersusun dalam bentuk
rantai panjang lurus atau bercabang. Gula sederhana ini terutama adalah glukosa. Jenis
polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati, dekstrin, glikogen .

a. Pati

Merupakan sumber energi utama sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan
pangan kaya akan amilum juga mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi
penting lainnya. Amilum merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-
tumbuhan dalam bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya. Sumber: umbi-
umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena
mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilumnya lebih
dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%. Amilum tidak larut di dalam air
dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta,
peristiwa ini disebut "gelatinisasi".

b. Dekstrin

Merupakan produk antara pada pencernaan pati atau dibentuk melalui hidrolisis
parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam makanan lewat pipa
(tube feeding). Molekulnya lebih sederhana, Lebih mudah larut di dalam air, dengan
yodium akan berubah menjadi wama merah.

c. Glikogen

Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan simpanan karbohidrat di


dalam tubuh manusia dan hewan, yang terutama terdapat di dalam hati dan otot. Glikogen
terdiri atas unit-unit glukosa dalam bentuk rantai lebih bercabang daripada amilopektin.
Struktur yang lebih bercabang ini membuat glikogen lebih mudah dipecah. Tubuh
8
mempunyai kapasitas terbatas untuk menyimpan glikogen , yaitu hanya sebanyak 350
gram. Dua pertiga bagian dari glikogen disimpan dalam otot dan selebihnya dalam hati.
Glikogen dalam otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di dalam otot tersebut,
sedangkan glikogen di dalam hati dapat digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan
semua sel tubuh. Glikogen tidak merupakan sumber karbohidrat yang penting dalam bahan
makanan, karena hanya terdapat di dalam makanan berasal dari hewani dalam jumlah
terbatas.

2. Polisakarida Nonpati / Serat

Ada dua golongan serat , yaitu yang tidak dapat larut dan yang dpat larut dalam air.

SERAT YANG TIDAK LARUT DALAM AIR

a. Selulosa dan Hemiselulosa

Polisakarida ini lebih sukar diuraikan dan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut; memberi
bentuk atau struktur pada tanaman, tidak larut dalam air dingin maupun air panas, tidak dapat
dicerna oleh cairan pencernaan manusia sehingga tidak menghasilkan energi, tetapi dapat
membantu melancarkan pencernaan makanan, dapat dipecah menjadi satuan-satuan glukosa oleh
enzim dan mikroba tertentu. Ikatan-ikatan selulosa yang panjang dapat membentuk kapas atau
serat rami. Selulosa dan hemiselulosa misalnya terdapat pada bagian-bagian yang keras dari biji
kopi dan kulit kacang, dan pada hampir semua buah-buahan dan sayur-sayuran. Suatu contoh;
kapas terdiri dari 95 persen selulosa, 5 persen lainnya terdiri dari lemak, lilin dan air. Sedangkan
linen kadar selulosanya lebih tinggi daripada kapas.

Selulosa adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan kertas yang dapat diperoleh dari
bubur kayu. Kayu mengandung serat-serat selulosa dan hemiselulosa yang mempunyai berat
molekul lebih rendah yang terikat oleh molekul-molekul yang berat molekulnya lebih tinggi yang
disebut lignin. Lignin tersebut dapat dihilangkan dengan penambahan Natrium hidroksida dan
Natrium sulfida.

b. Lignin
Lignin merupakan polimer non karbohidrat yang bersifat tidak larut dalam air. Lignin
merupakan senyawa turunan alkohol kompleks yang menyebabkan dinding sel tanaman menjadi

9
keras. Lignin merupakan heteropolimer yang sebagian besar monomernya p-hidroksifenilpropana
dan semua lignin mengandung koniferil alkohol.
Lignin tidak larut dalam air dan sebagian besar pelarut organik (Robinson, 1991). Lignin
adalah polimer yang banyak cabangnya dan banyak memiliki ikatan silang, Karena bukan
karbohidrat, lignin telah lama diperdebatkan apakah masih bias dikategorikan serat atau tidak.
Mengingat kandungan lignin relatif kecil pada bahan pangan, pertanyaan tersebut menjadi tidak
penting lagi.

SERAT YANG TIDAK LARUT DALAM AIR

a. Pektin dan Gum

Pektin dan gum adalah turunan dari gula yang biasanya terdapat pada tanaman dalam
jumlah kecil dibandingkan dengan karbohidrat lainnya. Pektin dibentuk oleh satuan-satuan gula
dan asam galakturonat dimana jumlah asam galakturonat ini lebih banyak daripada gula
sederhana. Pektin biasanya terdapat di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran dan seperti halnya
gum terdapat diantara dinding sel dan sel tanaman.

Pektin larut dalam air terutama air panas, sedangkan dalam bentuk larutan koloidal akan
berbentuk pasta. Jika pektin di dalam larutan ditambahkan gula dan asam maka akan terbentuk
jel, dan prinsip ini digunakan sebagai dasar pembuatan selai dan jeli.
Contoh gum di dalam tanaman adalah gum arabik yang mengandung satuan-satuan arabinosa,
gum karaya dan gum tragakan, sedangkan dari tanaman laut dapat dihasilkan agar-agar dan gum
karagenan. Pektin dan gum dapat ditambahkan ke dalam makanan sebagai pengikat atau
stabilizer.

b. Alga dan Glukan.

Alga adalah polisakrida non pati yang diambil dari alga dan rumput laut. Alga merupakan
polimer asam asam manuronat dan guloronat. Produk alga banyak digunakan di Indonesia
sebagai agar agar dan banyak digunakan sebagai bahan pengental dan stabilizer.

Glukan Merupakan polimer campuran (1 3) , (1 4) _ D- glukosa. Senyawa ini ditemukan pada


oat dan barley.

10
Penggolongan jenis-jenis karbohidrat disajikan pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Golongan Karbohidrat

No. Penggolongan Jenis Keterangan

1. Monosakarida: Glukosa Jenis karbohidrat


Gula sederhana masing- penting, juga
masing terdiri dari satu dinamakan
molekul, kesemuanya dengan Fruktosa dekstrosa, gula
formula kimia yang sama, anggur atau gula
tetapi masing-masing dengan darah.
Galaktosa
susunan kelompok kimia yang Paling manis
berbeda dan kesemuanya larut diantara semua
dalam air. Merupakan gula, juga disebut
komponen kimia pokok bagi levulosa atau gula
karbohidrat yang lebih buah-buahan.
kompleks. Tidak terdapat
bebas dalam alam,
berasal dari
pencernaan gula
susu (laktosa)

2. Disakarisa: Sukrosa Juga dikenal


Gula bermolekul dua. Maltosa sebagai gula tebu
Laktosa atau gula bit.
Terdapat dalam
kecambah butiran,
juga juga disebut

11
gula malt.
Gula susu

3. Polisakarida: Pati Karbohidrat yang


Karbohidrat kompleks paling banyak di
(termasuk desktrin), banyak alam, sumber yang
gyla sederhana yang diikat paling kaya adalah
bersama sebagai suatu rantai biji tumbuhan,
lurus (amilosa) atau rantai tidak larut dalam
bercabang (amilopektin. air dingin,
Glikogen
perombakan antara
menjadi dekstrin,
hasil akhir dari
hidrolisis.
Dikenal sebagai
pati hewan,

Selulosa dibentuk dalam


tubuh dari glukosa
dan disimpan
dalam hati dan
otot, digunakan
jika diperlukan
sebagai sumber
energi, larut dalam
air.
Manusia kurang
mampu
mencernakannya,
bertindak sebagai
serat dalam
makanan.

12
2.3 Fungsi dan Sumber Karbohidrat

Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi antara lain adalah sebagai berikut:

1. Sumber energi, fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energy bagi tubuh. Satu
gram karbohidrat 4 kakalori.
2. Pemberi rasa manis pada makanan, khususnya monosakarida dan disakarida. Fruktosa
adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sukrosa diberi nilai 1, maka tingkat
kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltose 0,4 dan laktosa 0,2.
3. Penghematan protein. Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya
sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein
terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
4. Pengatur metabolisme lemak. Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak
sempurna.
5. Membantu Pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk
feses.

NILAI KARBOHIDRAT (KH) BERBAGAI BAHAN MAKANAN (GRAM/100 GRAM)

Nilai Nilai
Bahan Makanan KH Bahan Makanan KH

Gula Pasir 94,0 Kacang Tanah 23,6

Gula Kelapa 76,0 Tempe 12,7

Pati 87,6 Tahu 1,6

Bihun 82,0 Pisang Ambon 25,8

Makaroni 78,7 Apel 14,9

Beras Setengah
Giling 78,3 Mangga Harumanis 11,9

13
Jagung Kuning 73,7 Pepaya 12,2

Kerupuk Udang
Dengan Pati 68,2 Daun Singkong 13,0

Mi Kering 50,0 Wortel 9,3

Roti Putih 50,0 Bayam 6,5

Ketela Pohon 34,7 Kangkung 5,4

Ubi Jalar Merah 27,9 Tomat Masak 4,2

Kentang 19,2 Hati Sapi 6,0

2.4 Pengaruh Kelebihan dan Kekurangan Karbohidrat

Penyakit kegemukan (obesitas) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi


kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebihan dibandingkan dengan
kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi didalam tubuh disimpan dalam bentuk
jaringan lemak. Pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat
tertentu,diantaranya di dalam jaringan subkutan, dan di dalam jaringan tirai usus (omentum).
Jaringan lemak subkutan di daerah dinding perut bagian depan mudah terlihat menebal pada
seorang yang menderita obesitas.

Seorang baru disebut menderita obesitas, bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15%
dan wannita melebihi 20% dari berat badan ideal menurut umurnya. Ada beberapa penyakit yang
meningkat prevalensinya pada orang yang menderita obesitas seperti penyakit-penyakit
kardiovaskuler termasuk hipertensi, diabetes melitus dan beberapa penyakit lainnya.

Penyakit dibetes melitus merupakan gangguan metabolik yang bersangkutan dengan


karbohidrat glukosa. Penyakit ini disebabkan oleh defisiensi hormon insulin. Hormon yang
dihasilkan oleh sel-sel beta di dalam pulau-pulau langerhans di dalam kelenjar pankreas ini
mengatur metabolisme glukosa. Defisiensi relatif dari hormon insulin ini bisa karena memang
sintesisnya defisien, tetapi mungkin pula sintesisnya cukup, tetapi sensitivitas sel target terhadap
hormon menurun. Ada pula yang mengemukakan bahwa hormonnya sendiri disintesa dalam
14
jumlah cukup, tetapi metabolisasinya terhambat, sehingga tertimbun dalam bentuk in aktif di
dalam sel-sel beta. Banyak faktor yang berpengaruh untuk manifestasi penyakit diabetes melitus
pada seseorang.

Ketiadaan disakaridase dalam brush border dari mukosa usus dihubungkan dengan
genetik. Banyak orang, terutama yang berkulit sawo matang ( termasuk orang indonesia ) tidak
tahan terhadap susu sapi, karena kekurangan enzim laktase ( laktosa intolerance ) yang dibentuk
di dalam dinding usus dan diperlukan untuk pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
Kekurangan laktosa ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak
dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan, hal ini mempengaruhi
jenis mikrooganisme yang tumbuh, yang menyebabkan gejala kembung, kejang perut dan diare.
Ketidaktahanan terhadap laktosa lebih banyak terjadi pada orang tua.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi manusia. Karbohidrat


(hidrat dari karbon, hidrat arang) atau sakarida adalah segolongan besar senyawa
organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat termasuk penyusun sel karena
penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon
(C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat dibagi menjadi dua bagian yaitu
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.
Fungsi utama karbohidrat yaitu sebagai sumber energi ( 1 gram karbohidrat
menghasilkan 4 kalori ) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Manusia harus
mengonsumsi karbohidrat secara normal, tidak berlebihan atau kekurangan.
Beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada orang yang menderita
obesitas seperti penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk hipertensi, diabetes melitus
dan beberapa penyakit lainnya.

B. Saran

Pembaca harus dapat mengerti tentang karbohidrat mulai dari klasifikasi


sampaidengan bahaya yang ditimbulkan oleh karbohidrat. Selain bahaya yang
ditimbulkan oleh karbohidrat ada pula fungsi karbohidrat di dalam tubuh.

Mahasiswa selaku calon perawat dapat lebih mengenal tentang pembahasan ini
dan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat luas disekitarnya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
https://rerisa.wordpress.com/2013/10/10/makalah-gizi-dasar-karbohidrat/
http://komarbiologi.blogspot.co.id/2012/10/ilmu-gizi-tentang-karbohidrat.html
http://buditriyononova.blogspot.co.id/2014/01/makalah-tentang-karbohidrat_8920.html
Yuniastuti, Ari. 2008. Gizi Dan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2003. Heinz Handbook Of
Nutrition Ninth Edition.
Alimul, Aziz. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika
DA. Pratiwi, dkk. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga
http://genggaminternet.com/pengertian-karbohidrat-sumber-dan-fungsinya/

17