Anda di halaman 1dari 6

Nama : Robby

NIM : 20141588
Kelas : 2B

Memasang Infus

1. PERENCANAAN
Persiapan Alat :
- Cairan infuse
- Set infuse
- Kateter IV
- Kassa/transparent dressing (tergantung policy institusi)
- Tourniquet
- Cairan antiseptic : alcohol swab/povidone-iodine
- Alas/perlak
- Plester
- Sarung tangan bersih
- Piala ginjal
- Tiang infuse
- Label untuk container IV
- K/p papan spalk
- K/p alat infuse elektronik
- K/p alat cukur
- Cek cairan IV dan tambahkan obat yang dibutuhkan sesuai pesanan medic
Persiapan Klien dan Lingkungan :
- Jelaskan prosedur terapi pada klien, tujuan, pemberian terapi intravena, hal-hal yang
perlu dilaporkan selama menggunakan infuse

2. PELAKSANAAN
- Siapkan cairan infuse dan selang IV
a. Perhatikan teknik asepsis saat membuka set infuse steril dan cairan IV
b. Klem selang, buka tutup penutup dan tusukkan ke bagian botol atau container
cairan intravena
c. Tekan chamber drip dan isi hingga separuhnya, mengobservasi tetesan
d. Buka klem pengatur tetesan dan alirkan cairan melalui selang sehingga gelembung
udara hilang. Tutup pengatur tetesan dan pasang penutup ujung selang,
pertahankan sterilitas
- Berikan posisi supine pada klien. Letakkan alas di bawah lengan klien.
- Pilih lokasi yang memungkinkan dan vena yang teraba
a. Gunakan vena yang dibagian distal terlebih dahulu pada lengan yang tidak
dominan
b. Hindari area yang nyeri saat dipalpasi, area luka, jaringan skar, edema, infeksi
c. Pilih vena yang sesuai dengan ukuran IV kateter
- Bila lokasi penusukan berambut/berbulu sebaiknya digunting sekitar 5cm dari lokasi
tusukan
- Pasang tourniquet 12-15cm di atas lokasi punksi vena untuk menghambat aliran
darah. Pasang tourniquet tidak terlalu kencang dan tidak lebih dari 2menit.
- Anjurkan klien untuk membuka dan menutup genggamannya. Observasi dan palpasi
vena yang memungkinkan untuk punksi.
- Pakai sarung tangan
- Bersihkan area punksi dengan cairan antiseptic (alcohol swab). Kemudian cairan
microbial (povidone iodine) sesuai dengan policy institusi, dengan gerakan sirkular
mulai dari tengah kea rah luar daerah punksi
- Gunakan tangan non dominan untuk menahan kulit sekitar 2-5cm di bawah lokasi
vena yang akan dipunksi
- Tusukkan IV kateter perlahan-lahan dengan memegang hub kateter di tangan
dominan, bevel menghadap ke atas dan sudut 10-30 derajat. Kateter dapat ditusukkan
tepat diatas vena atau dari sisi vena. Masukkan sesuai arah vena
- Jika tampak darah keluar melalui jarum atau chamber kateter, masukkan plastic
kateter lebih jauh lagi ke vena. Masukkan plastic kateter hingga hub mencapai lokasi
tusukkan
- Lepaskan penutup selang IV segera dan hubungkan selang dengan kateter atau
stabilkan atau tahan kateter dengan tangan non dominan dan lepaskan tourniquet
dengan tangan yang lain
- Mulailah teteskan cairan dengan mengatur klem. Amati kulit sekitar tusukkan untuk
melihat tanda-tanda infiltrasi
- Bila perlu fiksasi kateter dengan kassa diletakkan di bawah hub
- Beri plester secara chevron H atau U
- Cairan antiseptic dapat diberikan di atas lokasi tusukkan jika menggunakan kassa
- Pasang kassa steril di atas lokasi tusukkan (dapat juga menggunakan transparent
dressing). Beri plester pada selang di atas kassa kemudian rapikan
- Beri label, tanggal, jam, lokasi punksi vena dan ukuran kateter yang digunakan pada
plester di selang
- Atur tetesan infuse sesuai jumlah yang dianjurkan
- Rapikan semua alat dan buang di tempat yang telah ditentukan
- Lepaskan sarung tangan
- Cuci tangan

3. EVALUASI
- Monitor intake dan output setiap hari, turgor kulit, mukosa membrane, tanda vital
- Inspeksi lokasi tusukkan infuse dan ekstremitas setiap 2-4 jam dan adanya tanda-
tanda nyeri, pembengkakan, panas, kemerahan, perubahan kecepatan tetesan infuse,
terhentinya aliran infuse selama pemasangan infuse

4. DOKUMENTASI
- Catat kecepatan infuse : tetes/menit dan CC/jam
- Kepatenan aliran infuse dan sesuai kebijakan institusi
Memasang Kateter

1. PERENCANAAN
Persiapan Alat :
- Kondom kateter dengan bahan perekatnya ganti setiap hari
- Sarung tangan bersih
- Urine bag
- Kom air hangat, waslap, sabun, handuk bawah
- Gantungan urine bag
- Plester
Persiapan Klien dan Lingkungan :
- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
- Siapkan lingkungan privasi klien dengan menutup tabir temoat tidur, k/p tutup pintu
dan jendela
- Atur ketinggian tempat tidur klien

2. PELAKSANAAN
- Perawat mencuci tangan
- Pakai sarung tangan
- Bantu klien untuk posisi supine
- Buka pakaian bawah klien, tutupi dengan handuk bawah
- Letakkan perlak di bawah bokong klien
- Bersihkan daerah genetalia dengan air hangat+sabun dan keringkan dengan handuk
bawah. Kalau perlu gunting rambut yang ada disekitar alat genetalia
- Memasang kondom kateter :
a. Sambungkan ujung kateter kondom dengan ujung selang urine bag
b. Tempelkan plastic tipis sebagai pelindung kulit pada penis (ada dalam set konsom
kateter), tunggu kering selama kurang lebih 30 detik
c. Dengan tangan yang tidak dominan, pegang penis dan letakkan kondom kateter di
gland penis. Dengan tangan dominan membuka gulungan kondom kateter
sepanjang penis dan berakhur pada batas perekat
d. Tempelkan plester perekat dengan cara melingkar membentuk spiral di penis,
pastikan plester tidak terlalu kencang
- Gantung urine bag di tempat yang aman dan posisi yang baik, cegah selang urine bag
menggulung atau terjepit
- Pasang kembali pakaian bawah klien
- Beri klien posisi yang nyaman, berikan fiksasi yang baik pada selang urine bag
- Bereskan alat-alat dan buka sarung tangan
- Perawat mencuci tangan

3. EVALUASI
- Kondisi integritas kulit penis dan sekitarnya
- Tanda dan gejala terjadinya lecet atau iritasi
- Tanda-tanda vital sesudah tindakan
- Kelancaran aliran urine pada selang urine bag
- Jumlah dan karakteristik urine yang keluar
- Observasi daerah penis setiap 15-30 menit setelah pemasangan kateter kondom. Kaji
adanya pembengkakan atau perubahan warna kulit

4. DOKUMENTASI
- Tindakan yang dilakukan serta waktu pelaksanaan
- Jenis kondom yang digunakan
- Kelancaran aliran urine dalam selang urine bag
- Jumlah dan karakteristik urine yang keluar
- Kondisi kulit sepanjang batang penis, tanda dan gejala adanya lecet atau iritasi
Melakukan Persiapan Pasien
yang akan dilakukan Pemeriksaan USG Abdomen

1. PERSIAPAN PASIEN
- Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan
dilakukan

2. LANGKAH-LANGKAH
- Sebelumnya membuat perjanjian dengan petugas USG
- Untuk USG ginjal :
a. Sehari sebelum pasien diberi obat anti flatulent 3x2 tablet (Miss, Aeropaq,
Disflatil)
b. Sehari sebelumnya pasien dilarang untuk berbicara s/d selesai pemeriksaan
c. 6 jam sebelumnya pasien dipuasakan s/d selesai pemeriksaan
- Untuk USG kandung kemih :
a. 2 jam sebelum pemeriksaan pasien diberi banyak minum (minum 4 gelas, tak
perlu sekaligus) dan menahan kencing 2 jam sebelum pemeriksaan selesai
- Membawa pasien ke tempat pemeriksaan dengan kursi roda atau kereta dorong sesuai
keadaan pasien, membawa identitas pasien dan catatan medic

3. SIKAP
- Teliti
- Sabar