Anda di halaman 1dari 7

PERATURAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT MITRA SEHAT


NOMOR: 260 /Per/RSMS/II/2017

TENTANG

PANDUAN PELAKSANAAN CPPT


RUMAH SAKIT MITRA SEHAT

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA SEHAT,


Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, maka
diperlukan seorang atau lebih individu yang mengintegrasikan pelayanan
pasien di Rumah Sakit Mitra Sehat;
b. Bahwa agar pelaksanaan tugas manajer pelayanan tersebut terlaksana
dengan baik dan terstandardisasi maka perlu suatu Panduan Manajer
Pelayanan Pasien sebagai landasan bagi pelayanan rujukan pasien;
c. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu ditetapkan
berdasarkan Peraturan Direktur Rumah Sakit.
Mengingat : 1. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran;
2. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
3. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1438/Menkes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014
tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2014
tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
8. Peraturan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
01/Per/Peng/YMSS/I/2017 tentang Peraturan Internal Rumah Sakit
Mitra Sehat;
9. Peraturan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
02/Per/Peng/YMSS/I/2017 tentang Penetapan Struktur Organisasi
Rumah Sakit Mitra Sehat;
10. Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
01/Kep/Peng/YMSS/I/2017 tentang Pengangkatan dr. Divi Mardiana
sebagai Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT TENTANG PANDUAN PELAKSANAAN
MANAJER PELAYANAN DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT MITRA SEHAT
KEDUA : Panduan Pelaksanaan CPPT di lingkungan Rumah Sakit Mitra Sehat
sebagaimana terlampir dalam Peraturan ini.
KETIGA : Panduan Pelaksanaan CPPT di lingkungan Rumah Sakit Mitra Sehat digunakan
dalam mengintergrasikan pelayanan pasien di Rumah Sakit Mitra Sehat.
KEEMPAT Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Situbondo
Pada tanggal : 1 Februari 2017

Rumah Sakit Mitra Sehat


Direktur,

dr. Divi Mardiana


KATA PENGANTAR

Situbondo, 1 Februari 2017


DAFTAR ISI

Halaman Judul ........................................................................................................................ i


Daftar Isi .................................................................................................................................. ii
Lembar Pengesahan ............................................................................................................ iii
BAB I. DEFINISI ...................................................................................................................... 1
BAB II. RUANG LINGKUP ..................................................................................................... 2
2.1. Ruang Lingkup Kelompok Staf Medis (KSM) ............................................................ 2
2.2. Ruang Lingkup Tempat Perawatan .............................................................................. 2
BAB III. TATA LAKSANA....................................................................................................... 3
BAB IV. DOKUMENTASI ....................................................................................................... 5
Lampiran
Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat
Nomor : 260 /Per/RSMS/II/2017
Tanggal : 1 Februari 2017

BAB I DEFINISI

A. S (SUBJECTIVE)
Subyektif adalah keluhan pasien saat ini yang didapatkan dari anamnesa (auto anamnesa
atau aloanamnesa).
B. (OBJECTIVE)
Objektif adalah hasil pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan tanda- tanda vital, skala
nyeri dan hasil pemeriksaan penunjang pasien pada sa ini.
C. A (ASSESSMENT)
Penilaian keadaan adalah berisi diagnosis kerja, diagnosis diferensial atau problem
pasien, yang didapatkan dari menggabungkan penilaian subyektif dan obyektif.
D. P (PLAN)
Rencana asuhan adalah berisi rencana untuk menegakan diagnosis (pemeriksaan
penunjang yang akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasti), rencana terap
(tindakan, diet, obat-obat yang akan diberikan), rencana monitoring (tindakan
monitoring yang akan dilakukan, misalnya pengukuran tensi, nadi, suhu, pengukuran
keseimbangan cairan, pengukuran skala nyeri) dan rencana pendidikan (misalnya apa
yang harus dilakukan, makanan apa yang boleh dan tidak, bagaimana posisi).

1
BAB II RUANG LINGKUP

2.1. Ruang Lingkup Kelompok Staf Medis (KSM). Dan PPA lainnya
Semua PPA di RS.St.Elisabeth harus mengunakan format S-O-A-P untuk mengisi catatan
terintegrasi dalam menilai pasien.
a. KSM Bedah : Bedah Umum. Bedah Ortopedi, Bedah Digestif, Bedah Syaraf, Bedah
Kosmetik, Bedah Urologi, Bedah Mulut, Bedah Ongkologi, Bedah Vaskuler, Bedah Thorax,
Kebidanan dan Kandungan, Mata, danTHT.
b. KSM non Bedah : Penyakit Dalam, Anak, Paru, Syaraf, RehabilitasiMedik, danJantung.
c. KSM Gigi.
d. Perawat
e. Analis
f. Farmasi
g. Gizi
h. Radiografer

2.2. Ruang Lingkup Tempat Perawatan.


a. Pasien Rawat Jalan.
b. Pasien Rawat Inap.

2
BAB III TATA LAKSANA

S-O-A-P dilaksanakan pada saat dokter menulis penilaian ulang terhadap pasien rawat inap atau
saat visit pasien. S-O-A-P di tulis dicatatan terintegrasi pada status rekam medis pasien rawat
inap, sedangkan untuk pasien rawat jalan S-O-A-P di tulis di dalam status rawat jalan pasien.
Cara menulis metode S-O-A-P adalah sebagai berikut :

SUBJECTIVE (S):
Lakukan anamnesa untuk mendapatkan keluhan pasien saat ini, riwayat penyakit yang lalu,
riwayat penyakit keluarga. Kemudian tuliskan pada kolom S
Contoh :
S :sesak nafas sejak 3 jam yang lalu, riwayat astma bronchiale sejak 5 tahun lalu

OBJECTIVE (O) :
Lakukan pemeriksaan fisik dan kalau perlu pemeriksaan penunjang terhadap pasien, tulis hasil
pemeriksaan pada kolom O.
Contoh :
O : Keadaan umum gelisah, Tensi..,Nadi.. .. ronki -/-. Wheezing +/+ dst

ASSESSMENT (A) :
Buat kesimpulan dalam bentuk suatu Diagnosis Kerja, Diagnosis Differensial, atau suatu penilaian
keadaan berdasarkan hasil S dan O. Isi di kolom A
Contoh :
A : WD/ Status Astmatikus ; DD/ ALO dst

PLAN (P):
Tuliskan rencana diagnostik, rencana terapi / tindakan, rencana monitoring, dan rencana edukasi.
Contoh :
Rencana Diagnostik ( D ) : Lakukan foto Ro thorax ap/lat; periksa GDP dan 2 jam pp dst
Rencana Terapi/Tindakan (Tx ) : Pasang Infus , berikan medika mentosa dst
Rencana Monitoring ( M ) : pasang monitor , catat tanda-tanda vital tiap 4 jam ukur saturasi
O2 dst
Rencana Edukasi( E ) : posisi harus. Kegiatan fisik terbatas pada. Diet yg bolehdst

Rumah Sakit Mitra Sehat


Direktur,

dr. Divi Mardiana