Anda di halaman 1dari 6

STUDI POTENSI ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK

MENGATASI DEFISIT PASOKAN TENAGA LISTRIK DI


DAERAH SUMATERA UTARA

Nanda Eka Perkasa Pane, S urya Tarmizi Kasim


Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen T eknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU)
Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA
e-mail: neppane@yahoo.com

Abstrak
Peningkatan populasi manusia menyebabkan peningkatan permintaan akan hasil industri dan permintaan akan
daya listrik. Peningkatan aktivitas perindustrian menyebabkan peningkatan jumlah limbah perindustrian, salah
satunya adalah limbah industri pengolahan kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit (PKS) memiliki dua jenis limbah,
yaitu limbah padat dan limbah cair. Tulisan ini membahas tentang pemanfaatan limbah padat dan limbah cair PKS
sebagai sumber energi baru terbarukan. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data PKS milik PT
Perkebunan Nusantara II (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IV
(Persero) yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara berupa jumlah unit dan kapasitas produksi PKS. Melalui data
kapasitas produksi PKS dapat dihitung ketersediaan limbah PKS dan kemudian dapat dihitung energi dan daya
listrik yang mampu dihasilkan. Limbah padat PKS berpotensi membangkitkan daya listrik sekitar 3,61 MW
sedangkan limbah cair PKS menghasilkan biogas yang berpotensi membangkitkan daya listrik sekitar 1,45 MW
untuk PKS yang berkapasitas produksi 60 ton tbs/jam. Total potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari limbah
PKS berkapasitas 60 ton tbs/jam adalah sekitar 5,06 MW. Adapun potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari
limbah seluruh unit PKS adalah sekitar 115,95 MW. Biaya pembangkitan energi listrik berbahan bakar limbah
padat PKS adalah sekitar Rp 714,64/KWh dan biaya pembangkitan energi listrik berbahan bakar biogas limbah
cair PKS adalah sekitar Rp 1.106,04/KWh.
Kata kunci: Pembangkit Listrik, Biomassa S awit, Biogas S awit, Biaya Pembangkitan

1. Pendahuluan yang menjadi masalah adalah cangkang sawit


Permint aan energi listrik yang meningkat dan t andan kosong sawitnya.
setiap t ahunnya menjadi masalah tersendiri di Oleh sebab itu diperlukan solusi unt uk
setiap negara di dunia. Begitu pula dengan mengatasi masalah-masalah yang berkaitan
Indonesia, khususnya Sumatera Utara. dengan defisit pasokan tenaga listrik sert a
Pert umbuhan beban yang t idak diikuti dengan pengolahan limbah PKS tersebut sehingga
pert ambahan pusat pembangkit t enaga listrik kebutuhan umat manusia terpenuhi tetapi tetap
menyebabkan krisis energi listrik. tidak mencemari lingkungan. Dalam tulisan ini
Di sisi lain bert ambahnya kebutuhan penulis menawarkan cara unt uk mengatasi
manusia menyebabkan pert umbuhan industri kedua masalah tersebut sekaligus dengan
juga meningkat yang diiringi dengan membangun Pembangkit Listrik T enaga
meningkatnya permasalahan tentang Biomasa Sawit (P LT BS) dan Pembangkit
lingkungan. Salah satu industri yang cukup Listrik T enaga Biogas Sawit (PLT BGS).
pent ing dalam memenuhi kebutuhan umat
manusia adalah industri pengolahan kelapa 2. S tudi Pustaka
sawit. Industri pengolahan kelapa sawit adalah
Industri pengolahan kelapa sawit tersebut industri yang sangat dibutuhkan di Indonesia.
menghasilkan limbah yang berpot ensi Dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan
mencemari lingkungan. Secara garis besar masyarakat akan hasil olahan kelapa sawit
limbah dalam industri pengolahan kelapa sawit seperti minyak makan, margarin, sabun dan
dapat dibagi dua yaitu limbah cair dan limbah kosmet ika maka minat para pengusaha unt uk
padat. Limbah padat terdiri dari tiga jenis yaitu berinvestasi di industri pengolahan kelapa sawit
tandan kosong, cangkang dan serabut. Pada semakin tinggi. Hal tersebut memicu
umumnya, pabrik pengolahan kelapa sawit banyaknya pembangunan pabrik pabrik
menggunakan limbah padat serabut sebagai kelapa sawit yang baru di Indonesia.
bahan bakar boiler pabrik itu sendiri, sehingga

1 copyright@ DTE FT USU


Jurnal Singuda Ensikom Vol.14 VOL.14 NO.38/JANUARI 2016

Pabrik pabrik kelapa sawit tersebut selain Uap bekas keluar turbin masuk ke
menghasilkan minyak sawit sebagai produksi kondensor unt uk didinginkan dengan air
utamanya, juga menghasilkan limbah. Pot ensi pendingin agar berubah kembali menjadi air.
limbah suatu pabrik kelapa sawit (PKS) adalah Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian
seperti T abel 1 [1]. digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.
Demikian siklus ini berlangsung t erus menerus
Tabel 1 Jenis dan potensi limbah pabrik kelapa dan berulang-ulang [2].
sawit Bahan bakar boiler pada P LT U ini adalah
Potensi Per Ton Tandan limbah padat sawit yaitu t andan kosong sawit
Jenis
Buah Segar (TBS) ( % ) dan cangkang. T andan kosong sawit diperoleh
Tandan dari tandan buah segar yang sudah mengalami
23
Kosong proses perebusan dan kemudian buah sawitnya
Cangkang 6,5 diront okkan dari tandan di sebuah alat bernama
Serabut 13 tresher [1]. Sedangkan cangkang diperoleh dari
Limbah Cair 50 sisa pengolahan berondolan buah sawitnya [1].
Setelah keluar dari tresher, t andan kosong
2.1. Pembangkit Listrik T enaga Biomassa sawit kemudian dipotong potong oleh sebuah
Sawit alat bernama shredder. T andan kosong sawit
PLT BS merupakan sebuah PLT U, akan yang sudah dipotong potong ini masih
tetapi bahan bakarnya bukan gas, solar, ataupun memiliki kadar kelembaban yang t inggi, oleh
batu bara melainkan limbah padat sawit. sebab itu tandan kosong sawit ini harus
Adapun skema cara kerja sebuah PLT BS dapat dikeringkan dahulu di dryer sebelum
dilihat pada Gambar 1. ditampung di silo unt uk kemudian diumpankan
ke ruang bakar boiler dan digunakan sebagai
bahan bakar [3].
Sementara cangkang tidak mengalami
proses pemotongan dan pengeringan lagi,
sehingga begitu didapatkan dari hasil
pengolahan berondolan buah sawit cangkang
langsung diumpankan bersama sama dengan
tandan kosong sawit ke ruang bakar boiler.

2.2.Pembangkit Listrik Tenaga Biogas


Sawit
Gambar 1 Skema Cara Kerja PLTBS PLT BGS menggunakan gas metan sebagai
bahan bakarnya. Gas metan tersebut didapat
PLT U menggunakan fluida kerja air uap dari pengolahan limbah cair atau Palm Oil Mill
yang bersirkulasi secara tert utup. Siklus Effluent (P OME). Limbah cair kelapa sawit sisa
tert utup art inya menggunakan fluida yang sama hasil pengolahan dari PKS ditampung di
secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya homogenization pond. Kolam ini dilengkapi
secara singkat adalah sebagai berikut [2]: dengan filter mekanis yang berfungsi unt uk
1. Air diisikan ke boiler hingga mengisi mengurangi jumlah limbah padat (serat,
penuh seluruh luas permukaan pemindah sampah, dll) dan juga dengan agitator unt uk
panas. Didalam boiler air ini dipanaskan proses homogenisasi atau menyetarakan
dengan gas panas hasil pembakaran bahan kualitas POME sebelum masuk ke dalam
bakar dengan udara sehingga berubah reakt or. Kolam ini juga berfungsi unt uk
menjadi uap. mengurangi suhu POME tersebut menjadi di
2. Uap hasil produksi boiler dengan t ekanan bawah 50C. Sebelum dialirkan menuju
dan t emperat ur tert entu diarahkan unt uk anaerobic capped pond (kolam reaktor dengan
memutar turbin sehingga menghasilkan membran high-density polyethylene yang
daya mekanik berupa putaran. dilengkapi fasilitas unt uk mencampur,
3. Generator yang dikopel langsung dengan menangkap dan menekan biogas), POME harus
turbin berputar menghasilkan energi listrik dimonit or dan dikont rol di POME feeder and
sebagai hasil dari perputaran medan sludge handling station unt uk memastikan
magnet dalam kumparan.

2 copyright@ DTE FT USU


Jurnal Singuda Ensikom Vol.14 VOL.14 NO.38/JANUARI 2016

kualitas POME sebelum feeding sehingga Provinsi Sumatera Utara berupa jumlah unit
mengoptimalkan produksi biogas dari reaktor. dan kapasitas produksi PKS. Melalui data
Biogas yang terdapat dalam kolam reaktor akan kapasitas produksi PKS dapat dihit ung
dimonit or dan dikont rol oleh mixing and flare ketersediaan limbah padat dan limbah cair PKS
station, sehingga bila terdapat biogas yang dan kemudian dapat dihitung energi dan daya
berlebih akan dibawa ke flare unt uk dibakar [4]. listrik yang mampu dihasilkan.
Sebelum POME keluar dari kolam reaktor, Sementara biaya pembangkit an energi
POME kembali akan dimonit or dan dikont rol listrik/kWh dapat dihit ung dengan Persamaan1.
pengolahannya sampai pelepasan menuju T C = CC+FC+OM (1)
tujuan beikutnya di treated POME discharge
station. Biogas yang dihasilkan dari kolam Ket erangan:
reakt or anaerobik, dialirkan menuju biogas TC = Biaya tot al
conveying station unt uk diawasi CC = Biaya modal
pendistribusiannya ke fasilitas berikutnya yaitu FC = Biaya bahan bakar
scrubber. Scrubber merupakan alat yang OM = Biaya operasional dan perawatan
memiliki kapasitas unt uk mengurangi
kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) pada 3.1. Biaya Modal
biogas unt uk maksimum 200 ppm dengan Biaya investasi pembangkit listrik yang
masukan maksimum 3.000 ppm H2S saat suhu dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan umur
0 celcius pada tekanan 1 bar. Proses ini ekonomis pembangkit listrik itu sendiri disebut
merupakan proses secara biologis dan tidak biaya modal (capital cost) [5].
dibutuhkan zat kimia adiktif [4]. Besar biaya modal dapat dihit ung melalui
Kemudian biogas akan dikeringkan di Persamaan 2.
dehumidifier. Proses pengeringan ini dilakukan
dengan kombinasi penukaran gas/air dan CC = (2)
penghematan energi, ditambah sistem
separator dan kondensator. Setelah Capital Recovery Factor (CRF) dapat
dikeringkan, biogas akan dikont rol dan diawasi dihit ung melalui Persamaan 3.
pendistribusiannya di biogas genset feeder
station. Biogas genset feeder station ( )
merupakan tempat yang disiapkan unt uk CRF = (3)
( )
mendapatkan atau memonit or data dan
mengontrol pendistribusian biogas menuju Ket erangan:
generator set biogas [4]. CC = Capital Cost
Skema kerja PLT BGS ditunjukkan melalui CRF = Capital Recovery Factor (desimal)
Gambar 2. I = Suku bunga (%)
N = Umur pembangkit (tahun)

3.2. Biaya Operasi dan P erawatan


Biaya operasional dan perawatan adalah
semua biaya yang digunakan selama
pembangkit beroperasi. Biaya operasional dan
perawatan meliputi biaya tetap (fixed cost) yaitu
biaya yang tidak berhubungan terhadap besar
tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit
tenaga. Biaya tidak tetap (variable cost) adalah
biaya yang berkaitan dengan pengeluaran untuk
Gambar 2 Skema Cara Kerja PLTBGS alat -alat dan perawatan yang dipakai dalam
periode pendek dan tergantung pada besar
3. Metode Penelitian tenaga listrik yang dihasilkan [5].
Penelitian dilakukan dengan cara
mengumpulkan data PKS milik PT Perkebunan 3.3. Biaya Bahan Bakar
Nusantara II (P ersero), PT Perkebunan Bahan bakar PLT BS yang digunakan
Nusantara III (P ersero) dan PT Perkebunan dalam perhitungan penelitian ini adalah limbah
Nusantara IV (P ersero) yang berlokasi di padat PKS itu sendiri yang berupa tandan

3 copyright@ DTE FT USU


Jurnal Singuda Ensikom Vol.14 VOL.14 NO.38/JANUARI 2016

kosong dan cangkang sawit, sementara bahan seminggu berkurang beratnya dari 9,85 ton/jam
bakar PLT BGS adalah biogas yang diperoleh menjadi 8,21 ton/jam.
dari limbah cairnya. Oleh sebab itu biaya bahan Sedangkan nilai kalor cangkang adalah
bakar pada kedua pembangkit ini ditiadakan. sebesar 4.105 kkal/kg [5]. Berbeda dengan
Akan t etapi biaya bahan bakar dimasukkan ke tandan kosong sawit, cangkang tidak perlu
dalam biaya operasional, yaitu biaya mengalami proses pengeringan terlebih dahulu
pengeringan dan pemotongan t andan kosong sehingga t idak t erjadi pengurangan berat .
sawit pada PLT BS dan biaya pengolahan Setelah proses pengurangan kadar
biogas dari limbah cair pada PLT BGS. kelembaban tandan kosong sawit maka
diperoleh rasio bahan bakar yang digunakan
4. Hasil dan Pembahasan pada PLT BS, yaitu 8,21 ton tandan kosong
Dalam perhitungan penelitian ini dianggap sawit dan 2,78 ton cangkang sawit, atau 74,70 :
PKS memiliki kapasitas kerja 60 t on tbs/jam 25,29. Sehingga besar kandungan energi di sisi
dan bekerja selama 20 jam dalam sehari sert a 6 bahan bakar adalah 34.042.847,1 kkal 39,59
hari dalam seminggu. MWh.
T ot al unit PKS milik PT Perkebunan
Nusantara II (P ersero), PT Perkebunan 4.1.2. Output Daya P LT BS
Nusantara III (P ersero), dan PT Perkebunan Efisiensi pembangkit diasumsikan
Nusantara IV (P ersero) yang berada di Provinsi sebesar 9,13%, maka energi yang mampu
Sumatera Utara adalah 33 unit dengan tot al dihasilkan oleh PLT BS setiap jam adalah
kapasitas terpasang 1.375 t on T BS/jam. sebesar 3,61 MWh dan daya yang mampu
dihasilkan adalah sebesar 3,61 MW.
4.1. Perhitungan P LT BS
4.1.3. Perhitungan Biaya Listrik/KWh
4.1.1. Manajemen Bahan Bakar PLT BS Adapun data yang diperlukan dalam
Jumlah ketersediaan dan pemakaian perhitungan biaya listrik/kWh PLT BS dapat
bahan bakar PLT BS dapat dilihat pada T abel 2. dilihat pada T abel 3.
Tabel 3 Data yang diperlukan dalam perhitungan
Tabel 2 Ketersediaan dan Pemakaian Bahan Bakar biaya listrik/kWh PLTBS
PLT BS Uraian Jumlah Satuan
Jumlah Limbah Daya 3,61 MW
Uraian Tandan Jam Operasi PLT BS 8.000 Jam/tahun
Cangkang
Kosong Produksi Listrik 28.880 MWh/tahun
Ketersediaan/jam 13,8 ton 3,9 ton Umur 25 Tahun
Ketersediaan/hari 276 ton 78 ton Biaya Investasi 7.291.817,00 USD
Ketersediaan/minggu 1.656 ton 468 ton
Pemakaian/jam 9,85 ton 2,78 ton Catatan, dalam perhitungan penelitian ini $1
setara dengan Rp 12.600,00.
Dalam pengolahan tandan kosong sawit
sebagai bahan bakar PLT BS terdapat beberapa a. Biaya Modal
kendala, oleh sebab itu perlu dilakukan Untuk suku bunga (i) 12%, CRF = 0,127
treatm ent pada tandan kosong sawit yang dan unt uk suku bunga (i) 12%, CC = Rp
bert ujuan unt uk meningkatkan nilai kalor 403,2/kWh.
dengan cara melakukan proses pengeringan
sehingga diperoleh kadar kelembaban tandan b. Biaya Bahan Bakar
kosong sawit sebesar 40% [5]. Karena bahan bakar yang digunakan adalah
Nilai kalor tandan kosong sawit dengan limbah dari PKS it u sendiri, maka biaya unt uk
kadar kelembaban 40% adalah sebesar 2.756,51 pembelian dan pengiriman bahan bakar
kkal/kg. P roses pengeringan ini menyebabkan ditiadakan.
berkurangnya berat tandan kosong sawit
sebesar 16,66%. Sehingga ketersediaan tandan c. Biaya Operasi dan P erawatan
kosong sawit yang dapat dibakar setiap jam Biaya operasi dan perawatan per tahun
agar PLT BS dapat beroperasi secara diasumsikan sebesar 10% dari biaya investasi,
berkesinambungan selama tujuh hari dalam yaitu sebesar $ 729.181,70/tahun atau setara
dengan Rp 311,44/kWh.

4 copyright@ DTE FT USU


Jurnal Singuda Ensikom Vol.14 VOL.14 NO.38/JANUARI 2016

a. Biaya Modal
d. Biaya Pembangkit an T ot al Untuk suku bunga (i) 12%, CRF = 0,127
Adapun biaya pembangkit an tot al dari dan unt uk suku bunga (i) 12%, CC = Rp
PLT BS adalah sebesar Rp 714,64/kWh. 617,4/kWh.

4.2. Perhitungan P LT BGS b. Biaya Bahan Bakar


4.2.1. Manajemen Bahan Bakar PLT BGS Sama dengan penjelasan pada bagian
Jumlah ketersediaan dan pemakaian PLT BS, karena bahan bakar yang digunakan
bahan bakar PLT BGS dapat dilihat pada adalah limbah dari PKS itu sendiri, maka biaya
T abel4. unt uk pembelian dan pengiriman bahan bakar
ditiadakan.
Tabel 4 Ketersediaan dan Pemakaian Bahan Bakar
PLT BGS c. Biaya Operasi dan P erawatan
Volume Limbah Biaya operasi dan perawatan per tahun
Uraian
POME Biogas diasumsikan sebesar 10% dari biaya investasi,
Ketersediaan/jam 30 ton 840 m yaitu sebesar $ 451.027,10/tahun atau setara
Ketersediaan/hari 600 ton 16.800 m dengan Rp 488,64/kWh.
Ketersediaan/minggu 3.600 ton 100.800m
d. Biaya Pembangkit an T ot al
Dari T abel 4 dapat dihitung volume biogas Adapun biaya pembangkit an tot al dari
yang dapat dibakar setiap jam agar PLT BGS PLT BGS adalah sebesar Rp 1.106,04/kWh.
dapat beroperasi secara berkesinambungan
selama tujuh hari dalam seminggu yaitu sebesar
600 m/jam. 4.3.Energi Baru Terbarukan Untuk
Sebagai cat atan, satu siklus unt uk M engatasi Defisit Pasokan Tenaga
menghasilkan biogas membutuhkan waktu Listrik di Sumatera Utara
sepuluh hari. Perhitungan volume biogas diatas Pabrik kelapa sawit memiliki dua jenis
merupakan perhitungan ketersediaan bahan limbah, yaitu limbah cair dan limbah padat.
bakar, bukan perhitungan siklus. Kedua jenis limbah ini dapat diubah menjadi
energi listrik. Dari perhitungan output daya
4.2.2. Output Daya P LT BGS PLT BS dan PLT BGS didapatkan bahwa limbah
Adapun nilai kalor biogas adalah sebesar padat PKS dapat menghasilkan daya listrik
5.300 kkal/m [1], sehingga nilai kalor di sisi sebesar 3,61 MW dan limbah cair PKS dapat
bahan bakar adalah sebesar 3.180.000 kkal menghasilkan daya listrik sebesar 1,45 MW.
3,69 MWh. T ot al daya yang dapat dihasilkan dari PKS
Efisiensi pembangkit adalah 39,4% [4]. berkapasitas 60 ton tbs/jam adalah sebesar 5,06
Maka, energi yang mampu dihasilkan oleh MW.
PLT BGS dalam satu jam adalah sebesar 1,45 T ot al kapasitas dari seluruh unit PKS milik
MWh. Dan daya yang mampu dihasilkan PT Perkebunan Nusantara II (Persero), PT
adalah sebesar 1,45 MW. Perkebunan Nusantara III (P ersero) dan PT
Perkebunan Nusantara IV (P ersero) yang
4.2.3. Perhitungan Biaya Listrik/KWh berada di Provinsi Sumatera Utara adalah 1.375
Adapun data yang diperlukan dalam ton tbs/jam, sehingga tot al daya yang diperoleh
perhitungan biaya listrik/kWh PLT BGS dapat melalui sumber energi baru terbarukan dari
dilihat pada T abel 5. limbah PKS unt uk mengatasi defisit pasokan
tenaga listrik di daerah Sumatera Ut ara adalah
Tabel 5 Data yang diperlukan dalam perhitungan sebesar 115,95 MW.
biaya listrik/kWh PLTBGS
Uraian Jumlah Satuan
5. Kesimpulan
Daya 1,45 MW Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah:
Jam Operasi PLTBS 8.000 Jam/tahun 1. Besar daya listrik yang dapat dihasilkan
Produksi Listrik 11.600 MWh/tahun dari limbah padat PKS, berupa tandan
Umur 25 Tahun kosong sawit dan cangkang sawit, dengan
Biaya Investasi 4.510.271,00 USD

5 copyright@ DTE FT USU


Jurnal Singuda Ensikom Vol.14 VOL.14 NO.38/JANUARI 2016

kapasitas olah 60 ton t bs/jam adalah 3,61 6. Daftar Pustaka


MW. [1] Subdit Pengelolaan Lingkungan
2. Biaya pembangkit an listrik oleh PLT BS Direktorat Pengolahan Hasil Pert anian
adalah sebesar Rp 714,64/kWh. Ditjen PPHP, Pedoman Pengelolaan
3. Besar daya listrik yang dapat dihasilkan Limbah Industri Kelapa
dari biogas limbah cair PKS dengan Sawit, Departem en Pertanian, 2006.
kapasitas olah 60 ton t bs/jam adalah 1,45 [2] Rakhman.net/2013/04/fungsi-dan-
MW. prinsip-kerja-plt u.html diakses pada15
4. Biaya pembangkit an listrik oleh PLT BGS Juni 2014.
adalah sebesar Rp 1.106,04/KW h. [3] Sitorus, Yusak Victory, Pengaruh
5. Apabila seluruh unit PKS milik PT Moisture Content EFB T erhadap
Perkebunan Nusantara II (P ersero), PT Kurva Input Output PLT BS,
Perkebunan Nusant ara III (Persero) dan PT Skripsi, Universitas Sumatera Utara,
Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang 2013.
berlokasi di Provinsi Sumatera Utara, yang [4] Butar-Butar, David P art ogi, Analisis
berjumlah 33 unit PKS dengan tot al Biaya Produksi Listrik Per Kwh
kapasitas produksi 1.375 ton tbs/jam, Menggunakan Bahan Bakar Biogas
membangun PLT BS dan PLT BGS maka Limbah Cair Kelapa Sawit (Aplikasi
akan diperoleh daya listrik sebesar 115,95 pada PLT BGS PKS T andun), Skripsi,
MW unt uk membantu mengatasi defisit Universitas Sumatera Ut ara, 2013 .
pasokan t enaga listrik di daerah Sumatera [5] Sinaga, Ishak, Energi T erbarukan Sisa
Utara. Keluaran Limbah Padat Pengolahan
Kelapa Sawit (Studi Kasus
Perencanaan Pembangunan PLT BS
PKS Blangkahan), Skripsi,
Universitas Sumatera Ut ara, 2011 .

6 copyright@ DTE FT USU