Anda di halaman 1dari 2

Penerapan pancasila pada bidang ekonomi

Dalam konsep kita, pembangunan nasional adalah pengamalan Pancasila. Pembangunan


ekonomi kita pun harus berlandaskan pancasila, sebagai dasar, tujuan dan pedoman dalam
penyelenggaraannya. Dengan dasar pemikiran tersebut, maka system ekonomi yang ingin kita
bangun adalah sistem ekonomi Pancasila.

Sistem ekonomi diartikan sebagai kumpulan dari institusiyang terintegrasi dan berfungsi serta
beroperasi sebagai suatu kesatuanuntuk mencapai suatu tujuan (ekonomi) tertentu. Institusi disini
siartikan sebagai kumpulan dari norma-norma,peraturan atau cara berfikir. Dalam pengertian
institusi ini juga diartikan juga termasuk institusi ekonomi seperti rumah tangga, pemerintah,
kekayaan, uang, serikat pekerja dan lain-lain.

Sedangkan yang dimaksud dengan sisitem ekonomi Pancasila adalah system ekonomi pasar yang
terkeloladan kendali pengelolaannya adalah nilai-nilai Pancasila. Atas dasar itu , maka ekonomi
Pancasila tidak semata-mata bersifat materialistis, karena berlandaskan pada keimanan dan
ketaqwaan yang timbul dari pengakuan kita pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian
system ekonomi Pancasila dikendalikan oleh kaidah-kaidah moral dan etika, sehingga
pembangunan nasional bangsa Indosesia adalah pembangunan yang berakhlak.

Jika dilihat dari sila Pancasila, sila tiga dan empat maka dapat diketahui bahwa :

Sila persatuan Indonesia mengamanatkan kesatuan ekonomi sebagai penjabaran wawasan


nusantaradi bidang ekonomi. Ekonomi Pancasila dengan demikian berwawasan kebangsaan dan
tetap membutuhkan sikap patriotic meskipun kegiatannya sudah mengglobal.

Sila keempat pada Pancasila menunjukkan pandangan bangsa Indonesia mengenai kedaulatan
rakyat dan bagaimana demokrasi dijalankan di Indonesia.

Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menunjukkan betapa seluruh upaya
pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran yang berkeadilan bagi
seluruh rakyat Indonesia dalam sistem ekonomi yang disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan pada asas kekeluargaan.

Menurut ISEI, di dalam sistem ekonomi yang berlandaskan Demokrasi Ekonomi, usaha negara,
koperasi, dan usaha swasta dapat bergerak di dalam semua bidang usaha sesuai dengan peranan
dan hakikatnya masing-masing. Dalam konsep itu usaha berperan sebagai :
1. Perintis di dalam penyediaan barang dan jasa di bidang-bidang produksi yang belum cukup atau
kurang merangsang prakarsa dan minat penguasa swasta;
2. Pengelola dan pengusaha di bidang-bidang produksi yang penting bagi negara;
3. Pengelola dan pengusaha di bidang-bidang produksi yang mnguasai hajat hidup orang banyak;
4. Imbangan bagi kekuatan pasar pengusaha swasta;
5. Pelengkap penyediaan barang dan jasa yang belum cukup disediakan oleh swasta dan koperasi,
dan
6. Penunjang palaksanaan kebijakan negara.
Namun, yang menjadi tantangan kita sekarang adalah bagaimana membangun usaha swasta agar
dapat memotori ekonomi kita dalam memasuki era perdagangan bebas.

Pilar Sistem Ekonomi Pancasila meliputi:

(1) ekonomika etik dan ekonomika humanistik (dasar),


(2) nasionalisme ekonomi & demokrasi ekonomi (cara/metode operasionalisasi), dan (3)
ekonomi berkeadilan sosial (tujuan).

Kontekstualisasi dan implementasi Pancasila dalam bidang ekonomi cukup dikaitkan dengan
pilar-pilar di atas dan juga dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan dasar yang harus dipecahkan
oleh sistem ekonomi apapun. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah:
(a) Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan dan berapa jumlahnya;
(b) Bagaimana pola atau cara memproduksi barang dan jasa itu, dan;
(c) Untuk siapa barang tersebut dihasilkan, dan
(d) Bagaimana mendistribusikan barang tersebut ke masyarakat.
Rendahnya upaya dan kemamuan untuk menafsirkan Pancasila dalam bidang ekonomi yang
lebih banyak berkiblat ke kapitalisme; Tidak ada keteladanan; Kebijakan pemerintah sendiri
menyimpangi Pancasila; Social punishment & law enforcement yang rendah.

Langkah yang perlu dilakukan adalah perlu digalakkan kembali penanaman nilai-nilai Pancasila
melalui proses pendidikan dan keteladanan. Perlu dimunculkan gerakan penyadaran agar ilmu
ekonomi ini dikembangkan ke arah ekonomi yg humanistik, bukan sebaliknya mengajarkan
keserakahan & mendorong persaingan yang saling mematikan utk memuaskan kepentingan
sendiri . Ini dilakukan guna mengimbangi ajaran yg mengedepankan kepentingan pribadi, yang
melahirkan manusia sebagai manusia ekonomi (homo ekonomikus), telah melepaskan manusia
dari fitrahnya sebagai makhluk sosial (homo socius) dan mahluk beretika (homo ethicus).

http://viaoktantri.blogspot.co.id/2016/01/penerapan-ideologi-pada-segi-ekonomi.html

Anda mungkin juga menyukai