Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan menurut WHO (2002), secara luas tidak hanya meliputi aspek

medis, tetapi juga aspek mental dan sosial dan bukan hanya suatu keadaan

yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.


Keperawatan di Indonesia saat ini masih dalam suatu proses

profesionalisasi, yaitu terjadinya suatu perubahan dan perkembangan

karakteristik sesuai tuntunan secara global dan lokal/ otonomi. Untuk

mewujudkannya secara profesional kepada klien dan berpartisipasi secara aktif

dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia, sehingga masyarakat umum

maupun profesional mengenal dan mengakui eksistensi profesi keperawatan.

Cita-cita tersebut akan bisa dicapai apabila perawat Indonesia mampu

menunjukkan karya-karya ilmiah yang dapat dibaca dan dikaji oleh profesi

keperawatan serta dari profesi lainnya (Nursalam, 2008).


Di negara yang sedang berkembang seperti halnya Indonesia, fasilitas

pembangunan lebih diutamakan sehingga terjadi peningkatan angka

kemakmuran masyarakat, maka terjadilah penurunan angka kematian akibat

penyakit infeksi dan diikuti peningkatan penyakit geriatrik antara lain CVD

(Cerebrovascular Accident), hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung

koroner dan penyakit ginjal kronis.

Menurut (Purnomo 2008) Gagal ginjal kronis adalah gagal ginjal tau

penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif

dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahan


2

metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia

(retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah).


Tidak ada pengobatan khusus untuk memperlambat tegas menunjukkan

memburuknya penyakit ginjal kronis. Jika ada penyebab yang mendasari untuk

CKD, seperti vaskulitis ini dapat diobati secara langsung dengan pengobatan

bertujuan untuk memperlambat kerusakan. Pada tahap yang lebih maju,

pengobatan mungkin diperlukan untuk anemia dan penyakit tulang. CKD parah

memerlukan salah satu bentuk terapi penggantian ginjal, ini mungkin

merupakan bentuk dialisis, tetapi idealnya merupakan transplantasi ginjal


Angka penderita gangguan ginjal cukup tinggi di negara maju. Di

Amerika Serikat misalnya angka kejadian penyakit gagal ginjal meningkat

tajam dalam 10 tahun. Tahun 1996 terjadi 166.000 kasus. GGT (gagal ginjal

tahap akhir) dan pada tahun 2000 menjadi 372.000 kasus. Pada tahun 2010

jumlahnya diperkirakan lebih dari 650.000 kasus. Di sebabkan oleh dengan

bertumbuhnya umur manusia, obesitas dan penyakit degeneratif (Roesma,

2008)
Berdasarkan RIKERDAS (2013) prevalensi berdasarkan umur yang

paling tinggi umur >75 tahun (0,6%), berdasarkan jenis kelamin laki-laki

(0,3%), berdasarkan tempat tinggal pedesaan (0,3%), berdasarkan status

pekerjaan wiraswasta (0,3%), buruh (0,3%).

Berdasarkan data dari Rekam medik RSUD Tarakan di bagian medical

record di peroleh data pada tahun 2011 terdapat 104 penderita gagal ginjal kronis.

Sebagian penderita yang selama menjalani perawatan di Rumah Sakit 94 orang

(85%) dan meninggal setelah mengalami perawatan di Rumah Sakit 10 orang


3

(5%). Pada tahun 2012 terdapat 120 penderita gagal ginjal kronis. Sebagian

penderita yang selama menjalani perawatan di Rumah sakit 100 orang (98%) dan

yang meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit 20 orang ( 4%)

Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat di simpulkan bahwa kasus

gagal ginjal kronis pada tahun 2011 berjumlah 104 orang, pada tahun 2012

berjumlah 120 orang, ini membuktikan bahwa setiap tahunnya penyakit gagal

ginjal cukup tinggi. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas, maka penulis tertarik

untuk membuat Laporan Tugas Akhir pada Tn. E dengan judul Asuhan

Keperawatan dengan klien gagal ginjal kronis.

B. Tujuan penulisan
Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini dibedakan menjadi tujuan

umum dan tujuan khusus yaitu sebagai berikut :


1. Tujuan Umum
Penulis dapat memahami tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan

gagal ginjal kronik dan memperoleh pengalaman yang nyata tentang

pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Tn. E dengan gagal ginjal

kronik melalui pendekatan proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus
a. Melaksanakan proses keperawatan pada klien Tn. E dengan diagnosa

medis gagal ginjal kronik.


b. Membandingkan antara teori dan praktik asuhan keperawatan pada

Tn.E dengan diagnosa medis gagal ginjal kronik.


c. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam

melaksanakan proses keperawatan pada Tn. E dengan diagnosa medis

gagal ginjal kronik.


4

d. Melaksanakan pemecahan masalah pada klien Tn. E dengan diagnosa

medis gagal ginjal kronik

C. Manfaat

1. Bagi penulis
Memperoleh dan memperluas wawasan untuk mengaplikasikan asuhan

keperawatan pada pasien dengan gagal ginjal kronis, sehingga dapat di

jadikan sumber ilmu dan wawasan penulis


2. Bagi pendidikan
Sebagai referensi tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal

ginjal kronis, sehingga dapat di gunakan bagi praktek mahasiswa

keperawatan
3. Bagi proses keperawatan
Manfaat penulisan ini di maksudkan memberikan kontribusi laporan kasus

dengan gagal ginjal, sehingga bagi pengembangan praktik keperawatan

dan pemecahan masalah khususnya dalam bidang/ profesi keperawatan.


4. Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan dan evaluasi yang diperlukan dalam pelaksanaan

asuhan keperawatan secara komperhensif khususnya pada pasien Gagal

Ginjal Kronis
D. Ruang lingkup
Ruang lingkup bahasan pada Laporan Tugas Akhir ini adalah

pelaksanaan proses asuhan keperawatan pada klien Tn.E dengan gagal

ginjal kronik yang dilaksanakan selama 3 hari di ruang perawatan non

bedah Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan terhitung mulai tanggal

04 Juli 2011 sampai dengan 06 Juli 2014.


E. Metode penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan Laporan tugas

Akhir ini adalah dengan menggunakan metode deksriptif yaitu studi kasus

dengan pendekatan asuhan keperawatan dan studi kepustakaan.


5

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penyusunan karya

tulis ilmiah ini adalah :


1. Observasi
Penulis melakukan pengamatan dan pengawasan serta perawatan

langsung pada klien untuk mengetahui keadaan dan perkembangan

kondisi klien.
2. Wawancara
Untuk memperoleh data penulis melakukan wawancara dengan keluarga

klien serta pihak lain yang dapat memberikan keterangan mengenai

kondisi, keluhan klien seperti perawat dan dokter serta tenaga kesehatan

lainnya yang merawat di ruang tempat penulis mengambil kasus ini.


3. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik ini meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi

yang dilakukan untuk memperoleh data sesuai dengan kasus yang

dikelolah.
4. Studi dokumentasi
Tahap pengkajian catatan medis yang ada dan dokumentasi keperawatan

serta catatan lain yang berkaitan dengan kondisi klien.


5. Studi kepustakaan
Dalam studi kepustakaan ini penulis mendapatkan informasi dari buku-

buku sumber yang terkait sebagai referensi untuk mendukung teori yang

ada dan referensi dari internet.


F. Sistematika Penulisan

Bab I : Tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang

penyusunan, ruang lingkup bahasan, tujuan dari penulisan,

metode penulisan, dan sistematika dari penulisan.

Bab II : Tentang dasar teoritis yang terbagi menjadi dua bahasan yang

pertama yaitu Konsep dasar penyakit yang terdiri dari


6

pengertian, etiologi tanda dan gejala, petofisiologi,

penatalaksanaan dan komplikasi, sedangkan yang kedua adalah

asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa

keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan, evaluasi

dan pendokumentasian.

Bab III : Tentang tinjauan kasus klien kelolaan yang terdiri dari

pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, evaluasi dari

tindakan yang dilakukan dan mendemontrasikan semua

tindakan yang telah dilakukan selama perawatan.

Bab IV : Tentang pembahasan yaitu membahas tentang adanya

kesenjangan antara teori dari penerapan langsung dilapangan

yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan,

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Bab V : Merupakan bab penutup yang terdiri dari kesimpulan dan

saran. Dilanjutkan dengan daftar pustaka yang disertai dengan

lampiran.