Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan

Handling cytotoxic

1. Apa yang terjadi jika tidak berhati-hati dalam menangani obat-obat sitotoksis?
a. Pusing
b. Mual
c. teratogenik
d. Diabetes
e. Hipertensi
2. Peran siapakah dalam penyiapan obat-obat sitotoksis
a. Dokter
b. Perawat
c. Apoteker
d. Dokter gigi
e. Bidan
3. Keterpaparan obat sitotoksis dapat melalui
a. Sentuhan
b. Inhalasi
c. Mata
d. Tertelan
e. Benar semua
4. Kontak singkat dengan obat sitotoksis dapat menyebabkan?
a. Kanker
b. Teratogenik
c. Mutagenik
d. Nausea
e. Nekrosis
5. Kontak lama dengan obat sitotoksis dapat menyebakan
a. Teratogenik, mutagenik
b. Nausea, dizzines
c. Nausea, ulcer
d. Nekrosis, ulcer
e. Nekrosis, dermatitis
6. Terjadinya kecacatan pada janin merupaka definisi
a. Mutagen
b. Karsinogen
c. Teratogen
d. Nekrosis
e. Apoptosis
7. Pemeriksaan petugas kesehatan yang menangani obat sitotoksis dilakuakan
a. 4 bulan sekali
b. 6 bulan sekali
c. 8 bulan sekali
d. 10 bula sekali
e. 12 bulan sekali

8. Obat-obat yang digunakan sebagai penanganan keracunan sitotoksis disebut


a. Obat antidote
b. Obat adjuvan
c. Obat subtitusi
d. Obat sitotoksis
e. obat analgesik
9. jika petugas terpapar obat sitotoksis langkah akhir yang harus dilakukan adalah
a. kompres dengan es
b. diseka kasa
c. monitoring
d. lepaskan sarung
e. hisap obat
10. penanganan obat-obat sitotoksis disebut
a. handling sitotoksis
b. drug sitotoksis
c. safety
d. personal protective
e. protective of drugs
11. Jika petugas terpapar obat sitotoksik mitramycin, maka antidote yang diberikan yaitu
a. Sodium thiosulfat
b. Hyaluronidase
c. Dexamethason
d. Natrium bikarbonat
e. EDTA
12. Jika petugas terpapar obat sitotoksik adrimycin, maka antidote yang diberikan yaitu
a. Sodium thiosulfat
b. Hyluronidase
c. Dexamethason
d. Natrium bikarbonat
e. EDTA
13. Jika petugas terpapar obat sitotoksik daorubycin, maka antidote yang diberikan yaitu
a. Sodium thiosulfat
b. Hyaluronidase
c. Dexamethason
d. Natrium bikarbonat
e. EDTA
14. Jika petugas terpapar obat sitotoksik eroposide, maka antidote yang diberikan yaitu
a. Sodium thiosulfat
b. Hyaluronidase
c. Dexamethason
d. Natrium bikarbonat
e. EDTA
15. Jika petugas terpapar obat sitotoksik eroposide, maka antidote yang diberikan yaitu
a. Sodium thiosulfat
b. Hyaluronidase
c. Dexamethason
d. Natrium bikarbonat
e. EDTA
16. Petugas yang akan merencanakan hamil, wanita hamil, wanita menyusui, dan laki-laki yang
merencanakan untuk menikah harus terhindar dari penanganan obat sitotoksik minimal
a. 1 minggu
b. 2 minggu
c. 3 minggu
d. 1 bulan
e. 2 bulan
17. Alat pelindung diri yang harus dipakai bagi petugas yaitu
a. Baju pelindung
b. Sarung tangan
c. Masker
d. Kacamata
e. Benar semua
18. Dalam teknik pencampuran obat-obat sitotoksik, langkah pertama yang harus dilakukan
petugas yaitu
a. Meletakkan alat kesehatan dan bahan obat yang akan dilarutkan di atas meja BSC
b. Melakukan disinfeksi sarung tangan dengan menyemprot alkohol 70%
c. Menghidupkan BSC 5 menit sebelum digunakan
d. Memakai alat pelindung diri dan mencuci tangan sesuai prosedur
e. Menyiapkan meja BSC dengan memberikan alas sediaan sitotastika
19. Monitoring kesehatan petugas yang menangani obat-obat sitotoksik meliputi
a. Tes darah lengkap
b. Tes fungsi hati
c. Tes fungsi ginjal
d. Tes imunologi
e. Benar semua
20. Apabila petugas kontak dengan obat sitotoksik dalam jangka waktu yang lama dan berulang
maka kemungkinan yang terjadi yaitu
a. Iritasi pada kulit
b. Dermatitis
c. Kerusakan organ an kromosom
d. Sakit kepala
e. Iritasi membrane mukosa