Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

LAPORAN PRAKTIKUM
KALIBRASI PRESSURE GAUGE
1. Tujuan
Setelah mengikuti praktikum materi Kalibrasi Tekanan, peserta pelatihan mampu:
1. Mengetahui range kerja dari alat ukur tekanan
2. Melakukan instalasi pemasangan alat ukur tekanan
3. Melaksanakan kalibrassi tekanan
4. Menghitung error alat ukur tekanan
5. Mengetahui baik dan tidaknya alat ukur
6. Membedakan antara tekanan atmosphere, tekanan absolut dan tekanan vacum

2. Bahan/Reagen
Tabel 1. Tabel Bahan
No Bahan/Reagen Volume Satuan
1 Oli Tellus 250 ml
2 Majun 1/4 Kg
3 O ring set 1 buah

3. Peralatan
a. Dead Weight Tester (DWT)
b. Beban Dead Weight Tester (DWT)
c. Pressure Gauge
d. Meja kerja untuk menampatkan DWT
e. Kombinasi konektor
f. Pipet oli

4. Keselamatan Kerja
1. Menggunakan alat dan bahan sesuai fungsinya
2. Berhati-hati dalam melaksanakan praktikum
5. Dasar Teori
Pressure gauge berfungsi sebagai alat ukur tekanan. Dipasang pada pipa, tanki,
atau separator untuk mengukur atau membaca nilai tekanan proses. Nilai satuan ukur
yang biasa dipakai di lapangan adalah psi (pound/in2) dan water column (in H2O).
Saat membuka atau menutup sebuah kerangan (valve), pastikan ketahui nilai
tekanan proses agar terhindar dari kecelakaan. Dan jika hendak melakukan
pengosongan (bleeding) sebuah separator, tanki atau pipa, pastikan pressure gauge
harus menunjukkan nilai 0 psi. Sebelum meneruskan pekerjaan membuka separator
tanki atau pipa tersebut.

Gambar 1. Dead Weight Tester

Pemasangan dan pemilihan pressure gauge:


Batasan (range) operasi kerja
Pemilihan batasan kerja maksimum adalah 2 (dua) kali tekanan operasi normal.
Contoh: Tekanan operasi normal adalah 50 psi, makampilihlah pressure gauge dengan
batasan 0-100 psi.

Getaran (vibration)
Getaran suatu proses dapat diredam dengan menggunakan pressure gauge yang berisi
cairan khusus. Cairan yang biasa dipakai adalah glycerin/silicone oil.
Contoh: Gauge yang dipasang pada discharge line pompa.
Pelindung thermal (thermal protection)
Pada aplikasi suhu sangat ekstrim (missal: steam), harus digunakan syphon atau pigtail
berisi air yang dipasang antara gauge dengan fluida proses.

Gambar 2. Protection device


Suhu udara operasi normal
-40 sd. 70 untuk jenis kering
-25 sd. 65 untuk jenis berisi cairan
Pulsation effect
Osilasi proses dimana penunjukan tekanan naik-turun dengan cepat, dapat dikurangi
dengan memakai snubber atau pulsation dompener.
Contoh: Pemasangan gauge discharge line pompa piston.
Gauge valve
Selalu terpasang sebagai isolator untuk kemudahan penggantian atau perawatan.

Gambar 3. Pressure gauge


Penanganan pressure gauge:
1. Tidak dianjurkan untuk pemakaian berpindah-pindah (sering dipasang dan dilepas).
2. Simpan di dalam kotak tersendiri, jangan dicampur dengan perkakas lain agar tidak
merusak kaca dan komponen di dalamnya.
3. Ganti atau tukar pressure gauge jika tidak menunjukkan 0 psi ketika dilepas. Hal ini
untuk keselamatan pekerja dan juga menghindari kesalahan pembacaan.
Ada tiga macam skala untuk pengukuran tekanan, yaitu:
Gauge pressure scale
Absolute pressure gauge
Vacuum pressure gauge
Perbedaan antara gauge pressure scale dengan absolute pressure scale, adalah
terletak pada lokasi titik nolnya. Pada gauge pressure scale titik nolnya adlah pada
tekanan atmosfer. Pada absolute pressure gauge scale titik nolnya pada absolute zero
pressure point. Vacuum scale mempunya titik nol pada tekanan atmosfer dan titik
maksimumnya berada pada absolute zero pressure point. Jadi dengan demikian skala
digunakan untuk menunjukkan tekanan gauge negative. Tekanan atmosfer adalah
tekanan yang ada dipermukaan bumi dan bervariasi karena ketinggian dari permukaan
air laut.
Gauge pressure adalah tekanan yang terbaca pada alat ukur. Absolute pressure
adalah tekanan yang diukur mulai dari titik nol absolut. Jika tekanan ini melebihi
tekanan atmosfer local maka tekanan ini dapat dinyatakan sebagai jumlah dari tekanan
atmosfer local dengan tekanan gauge.
Satuan tekanan
Tekanan dapat didefiniskan sebagai gaya berat pesatuan luas.
P=F/A
Beberapa satuan tekanan yang sering digunakan adalah sebagai berikut
1 atm = 14,696 pound per square inch (psi)
= 1,01325 x 105 Newton persquare meter
= 2116 Pound force persquare foot (lbf/ft 2 )
=101,3 kPa = 1,013 Bar
1 N/m2 = 1 Pascal
1 Kpa = 1000 pascal (Pa)
100kPa = 1 Bar
1 in Hg = 70,73 lbf/ft 2
1 mm Hg = 133,32 Pa
1 Psi = 27,73 in H2 O

****skiiipp udah diketik mbak vivi its*****

10. Data Hasil Praktikum


Kalibrasi pressure gauge akan menghasilkan data dan laporan hasil pekerjaan
pressure gauge.
Data dapat berupa data mentah yang memerlukan konversi yang benar, dan data
dari masing-masing titik percobaan serta masing-masing pengulangan.
Tabel 2. Tabel data hasil kalibrasi
Test As-found data
Point Test Unit Error Unit Error Hysterisis
(%) Standard Under () Under () Error (%
Reading Test Test FS)
(psi) Reading Reading
() ()
10 14,2 14 -0,2 16 2,2 1
20 42,6 36 -6,6 36 6,6 0
50 71 60 -11 60 11 0
75 99,4 86 -13,4 82 17,4 2
100 227,2 190 -37,2 188 39,2 1

11. Pembahasan dan Kesimpulan


1. Pembahasan

Chart Title
250

200

150

100

50

0
10 25 50 75 90

Beban Nyata Pengukuran Naik Pengukuran Turun

Grafik 1. Grafik kalobrasi pressure gauge dengan satuan psi


Untuk memperoleh grafik diatas diperlukan terlebih dahulu melakukan konversi
satuan karena antara beban dan pressure gauge dimana menggunakan satuan psi
sedangkan beban yang digunakan untuk kalibrasi dalam satuan kg/cm2. Berikut ini
konversi satuan yang digunakan:
1 kg/cm2 = 14.2 psi
Berdasarkan grafik diatas terjadi kemiripan data yang diperoleh antara
pengukuran naik dan turun, tetapi terjadi penyimpangan terhadap beban sebenarnya.\
Beberapa hal yang memungkinkan proses kalibrasi kurang presisi adalah karena
sangat tergantung pada praktikan, alat yang bersifat analog meningkatkan kemungkinan
human error yang terjadi.
2. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dan berdasarkan pengolahan
data hasil praktikum dapat kami simpulkan:
a. Pressure gauge yang dikalibrasi kondisinya sudah kurang baik atau kurang
memenuhi standar, dilihat dari hasil kalibrasi yang menunjukkan nilai error yang
kecil antara pengukuran naik dan turun, tetapi hasil kalibrasi tidak tepat atau
dengan beban yang digunakan untuk kalibrasi.
b. Kemungkinan human error sangat besar melihat alat kalibrasi DWT dan
pressure gauge yang digunakan masih mengandalkan penglihatan manusia.
c. Pressure gauge yang dapat dikatakan baik adalah saat kalibrasi diperoleh error
data antara pengukuran naik dan turun yang kecil atau semakin kecil maka akan
semakin baik dan hasil pengukuran tersebut tepat dengan beban yang digunakan.

Beri Nilai