Anda di halaman 1dari 4

Laporan Pratikum Analisis Pangan

Kadar Protein

Kelompok 8
Nidya Elvira (1411105038)
Ni Made Inten Kusuma Dewi (1411105039)
Ferdinandus Otniel Sahilatua (1411105040)
Dewa Gede Eka Prayoga (1411105041)
Praniti Radya Andana Ilma (1411105042)

Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan


Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Udayana
2016
I. Pendahuluan

II. Tujuan
III. Tinjauan Pustaka
IV. Bahan dan Alat
Bahan Alat
1. Sampel (Tahu, Kacang Hijau, dan 1. Lumpang
Tempe) yang telah dihaluskan
2. Cawan
3. Pinset
4. Eksikator
5. Timbangan analitik
6. Muffle
7. Kompor listrik
8. Sendok
V. Prosedur Kerja

VI. Hasil dan Pembahasan

Kadar
Kadar protein
Kadar protein protein
(%b/b)
Jenis Sampel (%b/b) ulangan (%b/b) Rata-rata(%)
ulangan II Klp
I (Klp 08) ulangan III
(11)
Klp (13)
Mie kremes 5,98% 4,5907% 7,215% 5,9285%
Keterangan :
(%b/b) = persentase berat basah
( ) 14,007
% = 100%
()
% () = %
Penentuan kadar protein suatu bahan dapat dilakukan dengan titrasi
menggunakan asam pekat disebut dengan metode khjeldahl. Metode khjeldhal
merupakan salah satu cara yang efisien dan dapat dengan mudah dipraktikkan oleh
pratikkan pemula. Penentuan kadar protein harus menggunakan bahan yang diuji
cukup kering, karena jika masih basah selain memperlambat proses homogenisasi, air
dapat tercampur kembali dengan bahan dan akan mempengaruhi dalam perhitungan
(Ketaren, 1986:36) jumlah protein yang sesungguhnya. Kelemahan metode ini adalah
adanya senyawa lain selain protein yang mengandung N terukur sebagai protein
misalnya senyawa bernitrogen seperti sam amino bebas, urea, monia, asam nukleat,
nitrit, nitrat, amida, purin, pirimidin. Oleh karena itu analisis dengan metode Kjedahl
disebut analisis protein kasar (crude protein) dengan tambahan adanya penentuan
faktor konversi terlebih dahulu pada bahan baku bahan yang diduga mengandung
protein yang banyak. Pada praktikum uji kadar protein ini sampel yang diujikan untuk
mengetahui kandungan kadar protein pada beberapa bahan pangan diantaramya mie
kremes, biskuit salju serta chettos.
Kadar Protein Mie Kremes
Pada produk mie kremes yang diuji oleh kelompok 8,11, dan 13 menunjukkan
hasil yang berbeda pada kadar proteinnya. Kadar protein terendah adalah 4,59807%
yang berasal dari kelompok 11, diikuti oleh kelompok 7 dengan kadar protein sebesar
5,98% dan kelompok 13 dengan kadar protein tertinggi sebesar 7,12%. Perbedaan
nilai yang cukup jauh dari setiap kelompok yang menggunakan sampel yang sama
menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pratikum. Perbedaan antara
kelompok 8 dan 11 sebesar 1,392% sedangkan perbedaan antara kelpmpok 11 dengan
13 sekitar 2,62% sehingga data yang diperoleh kurang akurat. Hal ini dapat terjadi
disebabkan pada proses pentritasian ataupun penuangan senyawa-senyawa yang ada
pada metode penentuan kadar protein. Pada proses pentritasian seringkali warna hasil
tritasi yang didapat agak pekat, p;adahal sebenarnya memang ada perubahan warna
namun warnanya sangat muda. Pada penambahan senyawa-senyawa pendukung
metode jumlahnya dapat tidak tepat 100% sehingga dapat berindikasi bahwa
penambahan senyawa yang ditambahkkan praktikan tidak benar seluruhnya. Dari tiga
kelompok yang menguji mie kremes, tidak ada kadar protein yang sesuai dengan label
yang tertera dalam kemasan mie kremes. Hal ini dapat terjadi karena alat yang
digunakan saat pratikum tidak spesifik sepeti alat yang digunakan di perusahaan
pembuat mie kremes tersebut. pada label mie kremes tertulis presentasi protein hanya
sebesar 2%, nilai tersebut sangat jauh berbeda dari ketiga kelompok yang telah
melakukan pengujian. Selain karena alat, juga dipengaruhi oleh metode yang
digunakan karena protein yang didapat hanya berupa protein kasar bukan protei berat
bersih.
VII. Kesimpulan
1) Cara penentuan kadar protei yang digunakan untuk menguji mie kremes, biscuit salju
serta cheetos dengan metode khjeldahl.
2) Kadar protein mie kremes rata-rata. Kadar protein biscuit salju rata-rata adalah
sebesar . Kadar protein chettos rata-rata sebesar . Dari ketiga bahan yang telah diuji,
kadar protein tertinggi ada pada sedangkan kadar protein terendah ada pada . ketiga
sampel yang diuji oleh 7 kelompok nilainya tidak ada yang mendekati dengan
kandungan sebenarnya bahan yang tertera pada label kemasan

Tinjauan Pustaka

Teti, Estiasih. 2012. Analisis Kadar Protein dan Mineral.

http://blog.ub.ac.id/dermolen/files/2012/04/4._Analisis_Kadar_Protein_dan_Mineral.pd
f. Diakses pada tanggal 24 Maret 2016,

Winarno, F.G. 1991. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia; Jakarta.