Anda di halaman 1dari 18

Dynamic Formula

Formula dinamik sudah digunakan secara luas untuk memprediksi kemampuan


tiang pancang. Formula dinamik digunakan berdasarkan hasil analisa data
rekaman kalendaring (s).

Keterangan :

Pu = daya dukung tiang pancang

eh = efisiensi hammer

Eh = angka energi hammer dari pabrik

S = jumlah penetrasi per pukulan

Wr = berat palu atau ram

Wp = berat tiang pancang termasuk penutup

n = koefisien restitusi

A = luas penampang tiang pancang

L = panjang tiang pancang

E = modulus elastisitas

k1 = Tekanan sementara yang diijinkan untuk kepala tiang dan poer

k2 = Tekanan sementara yang diijinkan untuk deformasi elastis dari


batang tiang pancang

k3 = Tekanan sementara yang diijinkan gempa di lapangan

h = tinggi jatuh palu

= H = 2H' untuk palu diesel (H' = tinggi jatuh ram)

1
2
1. Canadian National Building Code
Gunakan angka keamanan (SF) = 3

2. Danish Formula [Olson and Flaate (1967)]


Gunakan angka keamanan (SF) = 3 sampai 6

3. Eytelwein formula [Chellis (1961)]


Gunakan angka keamanan (SF) = 6

3
4. Gates Formula [Gates (1957)]
Gunakan angka keamanan = 3

5. Janbu [Mansur and Hunter (1970)]


Gunakan angka keamanan (SF) = 3 sampai 6

6. Modified ENR [ENR (1965)] Formula


Gunakan angka keamanan (SF) = 6

4
7. AASHTO (1990)
Gunakan angka keamanan (SF) = 6

8. Navy-McKay Formula
Gunakan angka keamanan (SF) = 6

9. Pacific Coas Uniform Building Code (PCUBC)


Gunakan angka keamanan (SF) = 4

10. Hiley (1930)

5
k1


k2 =

k3 = - 0,0 untuk tanah keras (batu, pasir padat dan gravel)


- 2,5mm s/d 5mm untuk lainnya

6
11. Chellis (1941,1961)

12. ENR Formula

7
Contoh Soal

Contoh 1

8
9
10
Contoh 2

11
12
Contoh 3
Rumus Hilley sudah sering digunakan dalam perhitungan kapasitas dukung tiang
pancang metode kalendering. Berikut formulanya :

Keterangan :

R = Kapasitas daya dukung batas (ton)

W = Berat palu atau ram (ton)

P = Berat tiang pancang (ton)

H = tinggi jatuh ram (cm)

S = Penetrasi tiang pancang pada saat penumbukan terakhir, atau set (cm)

K = Rata-rata Rebound untuk 10 pukulan terakhir (cm)

N = Koefisien restitusi*

0,4-0,5 untuk palu besi cor, tiang beton tanpa helm

0,3-0,4 untuk palu kayu (landasan kayu)

0,25-0,3 untuk tiang kayu

Menentukan S dan K dari millimeter kalendering:

13
Dari grafik kita ambil yang 10 pukulan atas. Didapatkan S dari 10 pukulan terakhir
adalah 2cm. jadi S = 2/10 = 0.2 cm. Sedangkan reboundnya (K) ada 10. Diambilkan
rata-rata K. dari grafik terbaca K sekitar : 0.9cm.

Untuk menentukan berat ram bisa dilihat pada spesifikasi alat. Biasanya dituliskan
berat piston misalkan 2,5Ton atau 3,5 Ton. Sedangkan untuk mengetahui tinggi
jatuh ram dengan cara melihat ring yang tampak saat pemukulan dan
mengkonversikan ke table dan mengetahui jenis hammer yang dipakai misal D25
atau D32. Misalkan tinggi jatuh ram adalah 70 cm.

14
Setelah itu daya dukung mendapatkan faktor koreksi yaitu:

Efisiensi palu (ef)** :

ef = 0,8-0,9 untuk diesel hammer

ef = 0,7-0,9 untuk drop hammer

ef= 0,7-0,85 untuk single/double acting hammer

Faktor aman (SF)*** :

SF = 3 untuk permanen load

SF = 1 untuk temporary load

Jadi daya dukung yang dipakai:

Rpakai = ef.R.(1/SF)

15
Perhitungan berat palu

Dasar perhitungan :

Surat edaran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat No. :


31/SE/M/2015 tanggal 23 April 2015 tentang Pedoman Pemilihan Alat
Pemancangan Tiang Fondasi Jembatan.

Rumus :

B = 0,5 . P + 500 kg

B = berat palu (kg)

P = berat tiang pancang + topi (kg)

Data tiang pancang :

Dimensi pancang = 25 x 25 cm

Kedalaman pancang = 22 m

Berat volume pancang = 2400 kg/m3

Berat topi pancang = 200 kg

Perhitungan :

Berat pancang = 0.25 x 0.25 x 22 x 2400

= 3300 kg

B = 0.5 (3300 + 200) + 500 = 2250 kg

Syarat minimal berat palu = 2200 kg

16
Palu yang akan digunakan adalah type DD25 = 2500 kg .. (sudah memenuhi
persyaratan).

Contoh perhitungan kalendering :

Dari data kalendering di atas dan brosur alat pancang dapat kita peroleh data sebagai
berikut :

W = 2,5 t

P = 0.25 x 0.25 x 22 x 2.4 = 3,3 t

H = 70 cm

S = 0,2 cm

K = 0,9 cm

N = 0,5

= 318.8 ton

R pakai = eff x R x (1/SF)

= 0,8 x 318.8 x (1/3)

= 85 ton

17
18