Anda di halaman 1dari 12

SINDIKAT

KEPEMIMPINAN MANAJEMEN ORGANISASI (


KMO )

Sindikat Ini Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Traning


Senior Course ( SC ) Cabang Bengkulu

Di Susun Oleh :

Fike Wahyu Canra

KOMISARIAT FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU


POLITIK

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 1
UNIVERSITAS BENGKULU

2017

Materi : KMO ( Kepemimpinan Manajemen Organisasi


)

Alokasi Waktu : 4 Jam

Metode Penyampaian : Ceramah, Diskusi, Ice Breaking, Simulasi.

A. Tujuan Pembelajaran umum :


Agar dapat memahami Pengertian, sifat dan fungsi Manajemen dan
Organisasi.

B. Tujuan pembelajaran Khusus :


1. Agar peserta dapat menjelaskan pengertian, sifat dan fungsi
Kepemimpinan.
2. Agar peserta dapat menjelaskan pentingnya memahami Fungsi
Kepemimpinan dan Manajemen Dalam organisasi.
3. Faham tipe-tipe Kepemimpinan.
4. Mampu menerapkan suatu manajemen yang baik.
5. Agar peserta tahu Kepemimpinan, manajemen, dan Organisasi.

C. Perlengkapan :
1. Spidol.
2. Papan tulis.
3. hubungan Alat ice breaking.
4. Proyektor.

D. Pokok Bahasan :
1. pengertian Kepemimpinan.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 2
2. Kepemimpinan menurut islam.
3. Tipe-tipe Kepemimpinan.
4. Pengertian dan fungsi manajemen.
5. Pengertian organisasi.
6. Unsur-unsur organisasi.
7. Macam-macam organisasi.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 3
E. Pembahasan.
1. Pengertian kepemimpinan.
Kepemimpinan merupakan sebuah fenomena universal. Siapapun
menjalankan tugas-tugas kepemimpinan, manakala dalam tugas itu dia
berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dalam kapasitas pribadi pun,
didalam tubuh manusia itu ada kapasitas atau potensi pengendali, yang
pada intinya memfasilitasi seseorang untuk dapat memimpin dirinya
sendiri. Oleh karena kepemimpinan itu merupakan sebuah fenomena yang
kompleks, maka bukan perkara yang mudah untuk membuat rumusan yang
menyeluruh tentang arti kepemimpinan. Oleh karenanya, tidak ada satu
definisipun yang dapat dirumuskan secara sangat lengkap untuk
mengabtraksikan prilaku sosial atau prilaku interaktif manusia dalam
organisasi yang memiliki regulasi dan struktur tertentu, serta misi yang
kompleks.
Untuk mendapatkan gambaran tentang arti kepemimpinan, berikut
ini dikemukakan beberapa definisi kepemimpinan menurut para ahli.
D. E. Mc. Farland (1978 ) Mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah
suatu proses dimana pimpinan dilukiskan akan memberi perintah atau
pengaruh, bimbingan atau proses mempengaruhi pekerjaan orang lain
dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
J. M. Pfiffner ( 1980 ) Mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah seni
mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Oteng Sutisna ( 1983 ) Mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah
kemampuan mengambil inisiatif dalam situasi sosial untuk menciptakan
bentuk dan prosedur baru, merancang dan mengatur perbuatan, dan
dengan berbuat begitu membangkitkan kerja sama ke arah tercapainya
tujuan.
Dari beberapa definisi para ahlidiatas ada beberapa rumusan yang dapat
penulis tarik :
a. Kepemimpinan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu
atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 4
individu atau kelompok yang tergabung didalam wadah tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Aktivitas pemimpin antara lain terjelma dalam bentuk memberi
perintah, membimbing dan mempengaruhi kelompok kerja atau orang
lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
c. Aktivitas pemimpin dapat dilukiskan sebagai seni (art) dan bukan ilmu
(Science) untuk mengkoordinasi dan meberikan arah kepada anggota
kelompok dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
d. Memimpin adalah mengambil inisiatif dalam rangka situasi sosial
(bukan perseorangan) untuk membuat prakarsa baru, menentukan
prosedur, merancang perbuatan dan segenap kreatifitas lain, dan
karena itu pulalah tujuan organisasi dapat tercapai.
e. Pimpinan tidak memisahkan diri dari kelompoknya. Pimpinan bekerja
dengan orang lain, bekerja melalui orang lain, atau keduanya.

2. Kepemimpinan menurut islam.


Dalam Islam, suri teladan yang paling sempurna terdapat pada diri
Nabi Muhammad saw., seorang yang mempunyai sifat-sifat yang selalu
terjaga dan dijaga oleh Allah swt.
Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21, yang artinya
Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Sifat yang dimaksud dikenal dengan sebutan sifat wajib Rasul.
Sifat wajib Rasul merupakan pencerminan karakter Nabi Muhammad saw.
dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin umat. Secara rinci sifat-
sifat tersebut sebagai berikut :
Shiddiq.
Amanah.
Tabliqh.
Fathanah.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 5
3. Tipe-tipe Kepemimpinan.
Bertolak dari prilaku pemimpindalam sekelompok manusia organisasional,
kita dapat mengelompokkan kepemimpinan seseorang dalam tipe-tipe
tertentu yang masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun tipe-tipe
kepemimpinan tersebut adalah seperti tersebut dibawah ini :
a. Tipe Otoriter.

Dalam tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya.


Cenderung melakukan pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya.
Disini kewajiban dari bawahan adalah untuk mengikuti dan menjalankan
perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari bawahan. Mereka
diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya. Kendali
penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah).

b. Tipe Demokratis.

Tipe kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin


otoriter. Disini pemimpin ikut berbaur dan berada ditengah-tengah
anggotanya. Hubungan yang tercipta juga tidaklah kaku seperti majikan
dengan bawahan, melainkan seperti saudara sendiri. Pemimpin selalu
memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan
kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga mau
menerima masukan dan saran dari bawahannya.

c. Tipe Kharismatik.

Tipe kepemimpinan kharismatik memiliki energi dan daya tarik


yang luar biasa untuk dapat mempengaruhi orang lain, maka tidaklah
heran apabila memiliki pengikut atau masa yang jumlahnya besar. Sifat
kharismatik yang dimiliki adalah karunia dari tuhan. Pemimpin
kharismatik bisa dilihat dari cara mereka berbicara, berjalan maupun
bertindak.

d. Tipe Paternalistik.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 6
Tipe pemimpin ini memiliki sifat kebapakan, mereka menganggap
bahwa bawahan tidak bisa bersifat mandiri dan perlu dorongan dalam
melakukan sesuatu. Pemimpin ini selalu melindungi bawahannya.
Pemimpin paternalistik memiliki sifat maha tahu yang besar sehingga
jarang memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil
keputusan.

e. Tipe Militeristik.

Tipe kepemimpinan militeristik adalah tipe pemimpin yang


memiliki disiplin tinggi dan biasanya menyukai hal-hal yang formal.
Menerapkan sistem komando dalam menggerakkan bawahannya untuk
melakukan perintah. Menggunakan pangkat dan jabatan dalam
mempengaruhi bawahan untuk bertindak.

f. Tipe Laiesses-Faire.

Dalam tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah,


mereka membiarkan bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada
kontrol dan koreksi. Tentu saja dalam kepemimpinan inisangatlah mudah
terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin tak menjalankan perannya
dengan baik.

4. Pengertian dan fungsi manajemen.

Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur,


pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari
fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi margin merupakan proses untuk
mewujudkan tujuan yang di inginkan.

Dalam ilmu manajemen sering kita dengar fungsi-fungsi manajemen,


berikut fungsi manajemen menurut G. R. Terry :

Planning (perencanaan), adalah proses penentuan tujuan dan pedoman


pelaksanaan, dengan memilih yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 7
Organizing (pengorganisasian), adalah suatu proses penentuan,
pengelompokan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan
untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada aktivitas ini,
menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang secara relatif
didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas
tersebut.

Actuating (pengarahan), adalah membuat semua anggota kelompok agar mau


bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan
sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.

Controling (pengendalian), adalah pengukuran dan perbaikan pelaksanaan


kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan
dapat terselenggara.

Selain itu ada beberapa unsur dalam manajemen, yang lebih sering dikenal
sebagai 6M ( Man, money, matherial, machines, methode, market ).

5. Pengertian organisasi.

Menurut KBBI organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang


yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai organisasi


antara lain :

a. James D. Mooney
Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai
tujuan bersama.
b. Chester I. Benhard.
Organisasi adalah suatu sistem kerja sama yang terkoordinasi secara
sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih.
c. Koontz & ODonnel.
Organisasi adalah pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan
untuk mencapai koordinasi yang struktural, baik secara vertikal,
maupun secara horizontal diantara posisi-posisi yang telah diserahi

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 8
tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
perusahaan. Jadi organisasi adalah hubungan struktural yang
mengikat/menyatukan perusahaandan kerangka dasar tempat individu-
individu berusaha.
6. Unsur-unsur organisasi.
Organisasi dapat dibentuk apabila telah memenuhi unsur-unsur berikut :
a. Manusia ( human factor ), artinya organisasi baru ada jika ada unsur
manusia yang bekerja sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin.
b. Tempat kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada ada tempat
kedudukannya.
c. Tujuan, artinya oraginasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai.
d. Pekerjaan, artinya organisasi baru ada, jika ada pekerjaan yang akan
dikerjakan serta adanya pembagian kerja.
e. Struktur, artinya organisasi baru ada jika ada hubungan kerja sama
antara manusia satu dengan lainnya.
f. Teknologi, unsur ini cukup vital agar nanti adanya unsur teknis dalam
sebuah organisasi.
g. Lingkungan, artinya organisasi baru ada, jika ada lingkungan yang
saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerja sama sosial.
7. Macam-macam organisasi.
Organisasi dikenal jika dipelajari berdasarkan :
a. Berdasakan proses pembentukannya.
Dilihat dari proses terbentuknya sering kita kenal :
Organisasi formal, yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-
tujuan tertentu yang disadari pula yang diatur dengan ketentuan-
ketentuan formal, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangganya.
Organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari
sepenuhnya, tujuannya juga tidak jelas, anggaran dasar dan anggaran
rumah tangganya tidak ada dan hubungan yang terjalin atas hubungan
pribadi saja.
b. Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 9
Organisasi resmi, adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah
dan atau harus terdaftar pada lembaran negara.
Organisasi tidak resmi, adalah organisasi yang tidak ada hubungannya
dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar pada lembaran negara,
seperti organisasi-organisasi swasta.
c. Berdasarkan Skala (Ukuran) Besar-Kecilnya.
Organisasi Besar.
Organisasi Sedang.
Organisasi Kecil.
d. Berdasarkan Tujuannya.
Organisasi sosial, adalah organisasi yang tujuan utamanya untuk
melayani kepentingan umum, tanpa memperhitungkan rugi-laba.
Organisasi Perusahaan, adalah organisasi yang didirikan untuk tujuan
komersial (mendapatkan laba) dan semua tindakannnya selalu
bermotifkan laba/profit.
e. Berdasarkan Bagan Organisasinya.
Berbentuk segitiga Vertikal.
Berbentuk Segitiga Horizontal.
Berbentuk Kerucut / horizontal.
Berbentuk Lingkaran atau setengah lingkaran.
Berbentuk bulat telor (oval).
f. Berdasarkan Tipe-Tipe Bentuknya.
Organisasi lini, dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang
dilakukan secara vertikal melalui garis terpendek dari seorang atasan
kepada bawahannya.
Organisasi Lini dan staf, organisasi ini adalah kombinasi dari
organisasi lini dan fungsional. Dimana organisasi ini mengelompokkan
anggotanya berdassarkan kelembagaan dalam organisasi.
Organisasi fungsional, adalah organisasi yang disusun berdasarkan
sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 10
Organisasi lini, staf dan fungsional, organisasi ini cocok dipakai pada
organisasi yang besar dan kompleks. Karena organisasi ini merupakan
penggabungan dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional.
Organisasi komite, adalah organisasi yang masing-masing anggota
mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif.

Setelah penjelasan diatas sangat jelas bahwa dengan kepemimpinan yang


baik, dan dengan manajemen yang maksimal maka organisasi akan berjalan
dengan baik. Tegasnya pengaturan hanya dapat dilakukan didalam suatu
organisasi ( wadah/tempat ), sebab dalam wadah (organisasi) inilah tempat
kerjasama, proses manajemen, pembagian kerja, koordinasi, integrasi dilakukan
untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Perlu dihayati bahwa manajemen dan organisasi bukan tujuan, tetapi


hanya alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Karena tujuan yang ingin
dicapai itu adalah pelayanan atau profit.

Walaupun manajemen dan organisasi hanya merupakan alat dan wadah


saja, tetapi harus diatur dengan sebaik-baiknya. Karena dengan manajemen ini
baik maka tujuan dapat optimal diwujudkan, pemborosan terhindari dan semua
potensi yang dimiliki akan lebih bermanfaat.

Mismanajemen (salah urus) harus dihindari, karena mismanajemen akan


menimbulkan kerugian, pemborosan bahkan tujuan tidak akan tercapai.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 11
REFERENCE

Ndraha, Taliziduhu. September 2003. Budaya Organisasi. Jakarta. Rineka cipta.

Hasibuan, Malayu S.p.Mei 1996. Organisasi & Motivasi ( dasar Peningkatan


Produktivitas ). Bandung. Bumi Aksara.

Danim, Sudarawan. juli 2004. Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas kelompok.


Jakarta. Rineka Cipta.

Ancok, Djamaludin. 2012. Psikologi Kepemimpinan & Inovasi. Jakarta. Erlangga.

Fisher, Alec. 2009. berpikir Kritis ( Sebuah Pengantar ). Jakarta. Erlangga.

Rahman, Fazalur. 1991. Nabi Muhammad saw. Sebagai Seorang Pemimpin


Militer, terj. Annas Siddik. Jakarta. Bumi Aksara.

Ridho, Rasjid, Muhammad. 1983. Wahyu Illahi kepada Nabi Muhammad.


Bandung. Pustaka Jaya.

Uno, Hamzah B. 17 April 2006. Teori Motivasi & Pengukurannya. Gorontalo.


Bumi Aksara.

Hi
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Page 12