Anda di halaman 1dari 21

PELAYANAN BPJS SEBAGAI WUJUD PENGAMALAN NILAI

PANCASILA (KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT


INDONESIA)

Disusun oleh:
Ketua : Mariani Widoweni (01.1.16.00788)
Anggota :
1. Anis Siswahyuningsih (01.1.16.00776)
2. Febi Moneta (01.1.16.00783)

STIKES RS BAPTIS KEDIRI

KEDIRI

2017
Lembar Pengesahan
Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa
1. Judul : Pelayanan BPJS Sebagai Wujud
Pengamalan Nilai Pancasila (Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
2. Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap : Mariani Widoweni
b. NIM : 01.1.16.00788
c. Jurusan : Keperawatan Diploma III
d. Perguruan Tinggi : STIKES RS BAPTIS KEDIRI
e. Alamat Rumah : Ds. Kwaron, RT/RW: 02/01, Kec.Papar,
Kab. Kediri
f. No.Telepon/HP : 085792055701
g. Alamat email : marianiwidoweni@gmail.com
3. Anggota Kelompok : 2 orang
4. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : Yoyok Febrijanto, M.Pd
b. NIDN/NUPN/NIDK : 0718027901
c. Alamat Rumah : Jl. Mayor Bismo Gg. Salam No. 8
RT 006/RW 001 Kediri

Dosen Pendamping Kediri, 7 Agustus 2017


Ketua Kelompok

(Yoyok Febrijanto, M.Pd) (Mariani Widoweni)


NIDN: 0718027901 NIM: 01.1.16.00788

Menyetujui,
Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan

(Srinalesti Mahanani, S.Kep., Ns., M.Kep)


NIDN : 0706128602

ii
d. No Telepon/HP : 081271682103

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunia dan rahmat-Nya, kami dapat menyusun artikel ilmiah yang berjudul
Pelayanan BPJS Sebagai Wujud Pengamalan Nilai Pancasila (Keadilan Sosial
Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dengan lancar dan tepat waktu.

Adapun tujuan penyusunan artikel ilmiah ini diajukan untuk mengikuti


Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) yang diselenggarakan oleh
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset,
Teknologi dan Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan tema Pengamalan Nilai-
Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membimbing dan mendukung hingga artikel ilmiah ini dapat terselesaikan.

Harapan kami bahwa artikel ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang masalah-masalah
yang muncul akibat tidak meratanya penerimaan layanan kesehatan BPJS serta
implikasi kebijakan yang berkaitan dengan masalah yang sedang terjadi.

Kami menyadari bahwa artikel ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna
karena keterbatasan yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sangat kami harapkan dan akan kami terima demi
perbaikan serta penyempurnaan artikel ilmiah ini.

Kediri, 1 Agustus 2017

Penulis

iii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... ii
KATA PENGANTAR..................................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iv
RINGKASAN.................................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ................................................................... 1
BAB II TELAAH PUSTAKA.... .................................................................... 2
2.1 Landasan Teori........................................................................................... 2
2.2 Masalah Terdahulu..................................................................................... 3
2.3 Pemecahan Masalah.............................. ..................................................... 3
BAB III METODE PENULISAN.................................................................. 4
3.1 Tehnik Pengumpulan Data.......................................................................... 4
3.2 Tehnik Pengolahan Data....................... ..................................................... 4
3.3 Tehnik Analisis Data................................................................................... 4
BAB IV ANALISIS MASALAH DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN........... 5
BAB V PENUTUP........................................................................................... 6
5.1 Simpulan...................................................................................................... 6
5.2 Rekomendasi............................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 7
LAMPIRAN..................................................................................................... 8
Daftar Riwayat Hidup....................................................................................... 8

iv
RINGKASAN
Dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya masyarakat saja yang ikut
serta, namun pemerintah juga ikut berperan. Pemerintah membentuk Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga yang dibentuk
untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-
undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011
(Kemenkes RI, 2013). Pemerintah telah mengupayakan untuk mengatasi kendala
masyarakat miskin dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan melalui
pelaksanaan kebijakan program Jaminan kesehatan masyarakat pada tahun 2008
(Mahmudah R, 2010). Kenyataannya masyarakat banyak yang belum
mendapatkan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah sehingga
masyarakat belum dapat merasakan kepuasan pelayanan kesehatan yang ada.
(Nursalam, 2007).

Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk mengikuti Kompetisi Pemikiran
Kritis Mahasiswa (KPKM). Manfaat penulisan artikel ilmiah ini adalah sebagai
bacaan penambah ilmu pengetahuan tentang pelayanan BPJS Kesehatan bagi
pembaca, serta bermanfaat untuk menambah pengalaman dan melatih kemampuan
berpikir kritis dan kemampuan menulis artikel ilmiah bagi penulis.

Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil
dan Beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan. Dalam sila kelima tersebut
terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup
bersama. Maka didalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus
terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial).

Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta


memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi
kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah
membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk
menyelenggarakan program jaminan kesehatan (Depkes RI, 2012).

Dalam pasal 54 UU Kesehatan mengatur pemberian pelayanan kesehatan, yaitu,


penyelenggaan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab,
aman, bermutu, serta merata dan nondiskriminatif.

Dalam pengumpulan data dan informasi, menggunakan tehnik studi dokumen.


Studi dokumen dimaksudkan sebagai pengumpulan data dan telaah pustaka,
dimana dokumen-dokumen yang dianggap menunjang dan relevan dengan topik
yang akan dibahas baik berupa buku-buku, literatur, jurnal, karya tulis ilmiah,
dokumen peraturan pemerintah dan undang-undang yang dipelajari, dikaji, dan

v
disusun/dikategorikan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh data guna
memberikan informasi berkenaan dengan topik artikel yang akan dibahas.

vi
Analisis data dengan analisis deskriptif, untuk menguraikan masing-masing
variabel. Analisis data ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia
dari berbagai sumber yang kemudian dipilah-pilah menjadi satuan yang dapat
dikelola dan disusun sehingga mudah untuk dipahami.
Seperti inilah problema BPJS saat ini, Penambahan puluhan juta peserta Jaminan
Kesehatan Nasional dari badan usaha tahun 2015 dikhawatirkan tidak terlayani
dengan baik. Hal itu karena sebaran dokter dan fasilitas kesehatan di Tanah Air
belum merata, apalagi belum semua rumah sakit swasta melayani peserta program
itu. Tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
menargetkan tambahan peserta dari pekerja penerima upah sekitar 30 juta orang.
Jika semua pekerja menikah dan punya dua anak, penambahan peserta sebenarnya
120 juta orang. Dengan munculnya masalah pelayanan BPJS Kesehatan tersebut,
ditambah lagi dengan adanya kebijakan dari BPJS Kesehatan untuk menargetkan
tambahan peserta. karena peserta BPJS semakin banyak namun fasilitas kesehatan
terbatas. Menanggapi problema BPJS saat ini Kepala Departemen Humas BPJS
Kesehatan Irfan Humaidi mengakui, penambahan fasilitas kesehatan yang bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan tak mampu menandingi kecepatan tambahan
peserta. Perlu tambahan 16.802 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 37.443
tempat tidur di fasilitas kesehatan rujukan. Menurut Ketua Umum Asosiasi
Pengusaha Indonesia Hariyadi B Sukamdani, pemerintah sebaiknya menerapkan
peta jalan jaminan sosial dengan target pekerja formal jadi peserta JKN mulai 1
Januari 2017. Dengan begitu, pemerintah punya cukup waktu menyediakan
fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.

Dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,


berbangsa, dan bernegara, yang menjadi pelaku bukan hanya masyarakat tetapi
pemerintah juga memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Seperti
yang telah dibahas didalam artikel ilmiah ini, pemerintah bekerjasama dengan
bidang kesehatan berperan serta mengamalkan nilai Pancasila sila ke-5 (keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) melalui pelayanan BPJS kepada seluruh
masyarakat.

Kita bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan profesi dan kedudukan
kita saat ini. Dalam pelayanan BPJS sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila
(keadilan sosial), kita harus ikut mendukung program BPJS dengan
memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan serta taat membayar iuran
sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun BPJS. Dalam
pelayanan BPJS untuk mewujudkan keadilan sosial, sebaiknya pemerintah lebih
memperhatikan semua hal yang mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan,
seperti penyediaan fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.
Sehingga layanan kesehatan dapat merata dan semua masyarakat mendapat
layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

vi
1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada saat ini pengamalan nilai-nilai Pancasila khususnya di lingkungan
masyarakat mengalami penurunan. Masyarakat sekarang cenderung lebih condong
pada kehidupan hedonisme. Ini menjadi bukti bahwa pengamalan nilai-nilai
Pancasila di kehidupan belum diterapkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara,
juga dalam kehidupan di lingkungan masyarakat. Dalam mengamalkan nilai-nilai
Pancasila tidak hanya masyarakat saja yang ikut serta, namun pemerintah juga
ikut berperan. Pemerintah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau
BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program
jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 (Kemenkes RI, 2013). Pemerintah telah
mengupayakan untuk mengatasi kendala masyarakat miskin dalam mendapatkan
akses pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan kebijakan program Jaminan
kesehatan masyarakat pada tahun 2008 (Mahmudah R, 2010). Kenyataannya
masyarakat banyak yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang diberikan
oleh pemerintah sehingga masyarakat belum dapat merasakan kepuasan pelayanan
kesehatan yang ada. Banyak ditemukan keluhan masyarakat terhadap pelayanan
keperawatan (Nursalam, 2007).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pengamalan nilai Pancasila terutama sila ke-5 (keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia) dapat dirasakan oleh semua masyarakat melalui
pelayanan BPJS?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk mengikuti Kompetisi Pemikiran
Kritis Mahasiswa (KPKM).
Manfaat penulisan artikel ilmiah ini adalah sebagai bacaan penambah ilmu
pengetahuan tentang pelayanan BPJS Kesehatan bagi pembaca, serta bermanfaat
untuk menambah pengalaman dan melatih kemampuan berpikir kritis dan
kemampuan menulis artikel ilmiah bagi penulis.
2

BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Nilai Dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, serta
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/perwakilan. Dalam sila kelima tersebut terkandung
nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup
bersama. Maka didalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan
yang harus terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial).
Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan
yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia
dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya
serta hubungan manusia dengan Tuhannya.

2.1.2 BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)


Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar
peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan
dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap
orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh
pemerintah. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program
jaminan kesehatan (Depkes RI, 2012). Hakekatnya pelayanan kesehatan
terhadap masyarakat miskin menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan
bersama oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

2.1.3 Dasar Hukum yang Mengatur Pelayanan Kesehatan


Dalam pasal 54 UU Kesehatan mengatur pemberian pelayanan kesehatan,
yaitu:
3

1. Penyelenggaan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara


bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan
nondiskriminatif.
2. Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas
penyelenggaran pelayanan kesehatan sebagaimana dimakud
pada ayat (1).

2.2 Masalah Terdahulu


Sejak program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) digulirkan pada 1 Januari
2014, animo masyarakat untuk mengakses program itu cukup tinggi. Hal itu dapat
dilihat dari terus bertambahnya warga yang ingin menjadi peserta Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, selaku pengelola program JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, belum genap 4 bulan
BPJS Kesehatan berjalan, peserta sudah mencapai sekitar 120,6 juta. Hasrat
masyarakat untuk mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan cukup besar. Hal ini
menunjukkan sosialisasi yang sebelumnya kita lakukan telah berjalan efektif,
ujar Fachmi, di Jakarta. Membludaknya pendaftar tentu menimbulkan potensi
(kerusuhan) masalah jika BPJS Kesehatan selaku pengelola program kurang lihai
mengatur alur pendaftaran.

2.3 Pemecahan Masalah


BPJS Kesehatan telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terobosan. Salah satu
upaya yang ditempuh yaitu, memperbanyak gerai pelayanan pendaftaran dan
pembayaran. Untuk itu, BPJS Kesehatan menggandeng Bank Mandiri, Bank
Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Agar masyarakat tidak perlu antri
mendaftar, publik juga bisa mendaftar via laman www.bpjs-kesehatan.go.id,
sebut Fachmi. Upaya lain yang digunakan untuk pengembangan kepesertaan
adalah dengan memperluas point of service melalui penambahan Kantor
Operasional Kabupaten/Kota (KLOK) dan pembentukan Liaison Office (LO). Hal
iini sesuai dengan mandat UU No. 24/2014 tentang BPJS yang mengamanatkan
BPJS Kesehatan memiliki kantor perwakilan/cabang disetiap kabupaten/kota.
BAB III
METODE PENULISAN
4

3.1 Tehnik Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan data dan informasi, menggunakan tehnik studi dokumen.
Studi dokumen dimaksudkan sebagai pengumpulan data dan telaah pustaka,
dimana dokumen-dokumen yang dianggap menunjang dan relevan dengan topik
yang akan dibahas baik berupa buku-buku, literatur, jurnal, karya tulis ilmiah,
dokumen peraturan pemerintah dan undang-undang yang dipelajari, dikaji, dan
disusun/dikategorikan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh data guna
memberikan informasi berkenaan dengan topik artikel yang akan dibahas.

3.2 Tehnik Pengolahan Data


Seluruh data yang telah terkumpul akan disederhanakan dan kemudian disajikan
dalam susunan yang baik, rapi, dan sistematis. Setelah itu data tersebut dianalisis.

3.3 Tehnik Analisis Data


Analisis data dengan analisis deskriptif, untuk menguraikan masing-masing
variabel. Analisis data ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia
dari berbagai sumber yang kemudian dipilah-pilah menjadi satuan yang dapat
dikelola dan disusun sehingga mudah untuk dipahami.

BAB IV
ANALISIS MASALAH DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN
5

4.1 Analisis Masalah


Seperti inilah problema BPJS saat ini, Penambahan puluhan juta peserta Jaminan
Kesehatan Nasional dari badan usaha tahun 2015 dikhawatirkan tidak terlayani
dengan baik. Hal itu karena sebaran dokter dan fasilitas kesehatan di Tanah Air
belum merata, apalagi belum semua rumah sakit swasta melayani peserta program
itu. Tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
menargetkan tambahan peserta dari pekerja penerima upah sekitar 30 juta orang.
Jika semua pekerja menikah dan punya dua anak, penambahan peserta sebenarnya
120 juta orang. Menurut Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany, Senin
(12/1), di Jakarta, pemerintah semestinya tak memaksakan agar semua badan
usaha mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN BPJS Kesehatan tahun ini.
Tujuannya, agar tak terjadi keguncangan sistem jaminan kesehatan di tiap badan
usaha, jika dipaksakan maka akan seperti inilah problema BPJS saat ini.

4.2 Implikasi Kebijakan


Dengan munculnya masalah pelayanan BPJS Kesehatan yang telah diuraikan
diatas, ditambah lagi dengan adanya kebijakan dari BPJS Kesehatan untuk
menargetkan tambahan peserta. Keadaan semakin memburuk, karena peserta
BPJS semakin banyak namun fasilitas kesehatan terbatas. Menanggapi problema
BPJS saat ini Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi
mengakui, penambahan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS
Kesehatan tak mampu menandingi kecepatan tambahan peserta. Perlu tambahan
16.802 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 37.443 tempat tidur di fasilitas
kesehatan rujukan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi
B Sukamdani, pemerintah sebaiknya menerapkan peta jalan jaminan sosial dengan
target pekerja formal jadi peserta JKN mulai 1 Januari 2017. Dengan begitu,
pemerintah punya cukup waktu menyediakan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
BAB V
PENUTUP
6

5.1 Simpulan
Dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, yang menjadi pelaku bukan hanya masyarakat tetapi
pemerintah juga memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Seperti
yang telah dibahas didalam artikel ilmiah ini, pemerintah bekerjasama dengan
bidang kesehatan berperan serta mengamalkan nilai Pancasila sila ke-5 (keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) melalui pelayanan BPJS kepada seluruh
masyarakat.

5.2 Rekomendasi
Bagi masyarakat, kita sebagai warga negara Indonesia memiliki tanggung jawab
untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila didalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa
mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan profesi dan kedudukan kita saat
ini. Dalam pelayanan BPJS sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila (keadilan
sosial), kita harus ikut mendukung program BPJS dengan memanfaatkan layanan
kesehatan yang telah disediakan serta taat membayar iuran sesuai dengan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah maupun BPJS.

Bagi pemerintah, dalam pelayanan BPJS untuk mewujudkan keadilan sosial,


sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan semua hal yang mendukung
pelaksanaan pelayanan kesehatan, seperti penyediaan fasilitas kesehatan serta
tenaga kesehatan sesuai kebutuhan. Sehingga layanan kesehatan dapat merata dan
semua masyarakat mendapat layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
7

Daroeso, Bambang. 1986. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila.


Semarang: Aneka Ilmu
Andita, Wenny. 2016. Implementasi Kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Kesehatan. Makassar: Universitas Hasanuddin

http://medikanews.com/seperti-inilah-problema-bpjs-saat-ini
http://bpjs-kesehatan.go.id/Bpjs/index.php/post/read/2014/66/Hadiah-BPJS-
Kesehatan-untuk-Pekerja-di-Hari-Buruh/berita-umum

http://nasional.indopos.co.id/read/2017/01/26/84717/Pemerataan-Kesejahteraan-
dengan-JKN-KIS

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA KPKM


a. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Mariani Widoweni
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi D3 Keperawatan
4 NIM/NIDN 01.1.16.00788
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 22 Juni 1996
6 Email marianiwidoweni@gmail.com
8

7 NomorTlp/ HP 085792055701

b. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri SMK Bagimu
SMP Negeri 2
Nama Institusi Kwaron Papar Negeriku
Papar Kab.Kediri
Kab.Kediri Semarang
Jurusan - - Multimedia
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016

c. Usaha/Kegiatan kewirausahaan yang pernah diikut


No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu dan Tempat
- - -

d. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1 Juara I Semester I 2016/2017 STIKES RS Baptis Kediri 2016

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa.

Kediri, 7 Agustus 2017


Penyusun,
9

(Mariani Widoweni)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KPKM

a. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Anis Siswahyuningsih
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Keperawatan Diploma III
4 NIM/NIDN 01.1.16.00776
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 9 Oktober 1998
6 E-mail anisstasalfarabi@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 085816221844

b. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri
SMP Negeri 2 SMA Negeri Papar 1
Nama Institusi Minggiran 2
Papar Kab. Kediri Kab. Kediri
Kab. Kediri
Jurusan - - IPS
Tahun masuk-
2004-2010 2010-2013 2013-2016
lulus

c. Usaha/Kegiatan kewirausahaan yang pernah diikuti


No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu dan Tempat
- - -
10

d. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara I Paduan Suara dalam Akper Pemkab Ngawi 2016
Rangka Pornikes Ke-XV, 2016
Juara III Mahasiswa Semester I STIKES RS Baptis
2 2016
T.A 2016/2017 Kediri

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa.

Kediri, 7 Agustus 2017


Penyusun,

(Anis Siswahyuningsih)
11

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KPKM

a. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Febi Moneta
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Keperawatan Diploma III
4 NIM/NIDN 01.1.16.00783
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 08 Februari 1999
6 E-mail Febimoneta24@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085718 765974

b. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SDN Pule 1
Nama Institusi SMPN 7 Kediri SMKN 2 Kediri
Kab. Kediri
Jurusan - - Akuntansi
Tahun masuk-
2004-2010 2010-2013 2013-2016
lulus

c. Usaha/Kegiatan kewirausahaan yang pernah diikuti


No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu dan Tempat
- - -

d. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara I Paduan Suara dalam Akper Pemkab Ngawi 2016
Rangka Pornikes Ke-XV, 2016
Juara II Mahasiswa Semester I T.A STIKES RS Baptis
2 2016
2016/2017 Kediri
12

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa.

Kediri, 7 Agustus 2017


Penyusun,

(Febi Moneta)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DOSEN PEMBIMBING KPKM


13

a. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Yoyok Febrijanto, M.Pd
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Keperawatan Diploma III
4 NIM/NIDN 0718027901
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 18 Pebruari 1979
6 E-mail fyoyok@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/HP 081271682103

b. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2
Universitas Nusantara PGRI Universitas Islam Malang
Nama Institusi
Kediri
Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa
Jurusan
Inggris
Tahun masuk- 2006-2010 2013-2015
lulus

c. Usaha/Kegiatan kewirausahaan yang pernah diikuti


No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu dan Tempat
- - -

d. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
- - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
14

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa.

Kediri, 7 Agustus 2017


Dosen Pembimbing,

(Yoyok Febrijanto, M.Pd)