Anda di halaman 1dari 12

BAB III

PEMBAHASAN ASPEK KEDOKTERAN KELUARGA

3.1 IDENTIFIKASI KELUARGA


3.1.1 Profil Keluarga
A. Karakteristik Demografi Keluarga
Nama Kepala Keluarga : Tn.A
Alamat lengkap : Ds. Tawangargo RT.37 RW.10 Kec. Karangploso
Bentuk Keluarga : nuclear family
Tabel 1. Daftar Anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah

Pasien
No Nama Kedudukan L/P Umur Pendidikan Pekerjaan Ket.
klinik

1 Tn. A Ayah L 45 th SMA Wiraswasta Tidak -

2 Ny. F Ibu P 41 th MTs IRT Tidak -

Nn. L Belum
3 Anak P 20 th SMA Ya -
bekerja

4 Nn. T Anak P 16 th SMA Pelajar Tidak -

Kesimpulan :
Dalam keluarga Nn. L yang berbentuk nuclear family (terdiri dari suami, istri dan
anak) Nn. L, perempuan umur 20 tahun, sebagai penderita Asma Bronkial.

B. Identifikasi Lingkungan Rumah


1) Lingkungan Luar Rumah
Keluarga Nn. L tinggal di rumah berdekatan dengan rumah lainnya. Diluar
rumah memiliki pekarangan rumah dan pagar pembatas. Lokasi rumah terletak 5 m
dari jalan raya. Batas rumah pasien di sebelah selatan adalah pekarangan rumah tangga,
sebelah utara adalah kebun, sedangkan di sebelah timur rumah pasien berbatasan
dengan jalan raya, sebelah barat berbatasan dengan kebun. Keluarga pasien tidak

15
16

memelihara hewan peliharaan. Keluarga pasien menanam beberapa jenis sayur-sayuran


di halaman rumahnya.
2) Lingkungan Dalam Rumah
Pasien tinggal dirumah pribadi yang berukuran 11 m x 8 m yang terdiri dari
ruang tamu dan 2 kamar tidur, 1 dapur, satu kamar mandi yang sudah memiliki fasilitas
jamban keluarga.
Pencahayaan rumah pasien kurang baik, karena sinar matahari masuk ke
dalam rumah hanya melalui kaca jendela dan pintu depan, sehingga rumah pasien
kesannya gelap pada siang hari. Sedangkan pencahayaan rumah pada malam hari
mengandalkan pencahayaan listrik. Kebiasaan mandi keluarga ini 2 kali sehari dengan
sabun mandi batang dan 2 kali gosok gigi dengan pasta gigi. Apabila sakit yang dialami
sampai mengganggu aktivitas, pasien dan keluarganya pergi berobat ke Puskesmas.

Status kepemilikan hunian : menumpang/kontrak/hibah/milik sendiri


Daerah perumahan : kumuh/padat bersih/berjauhan/mewah
Karakteristik Rumah Kesimpulan
Luas tanah: 11 mx 8 m Pasien tinggal
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 4 orang di rumah
Jarak antar rumah: - meter dengan kondisi
Tidak bertingkat yang baik.
Lantai rumah: berubin
Dinding rumah: tembok
Jamban : ada (WC)
Kamar mandi : ada (1 kamar mandi)
Dapur : ada (1 dapur)
Tempat bermain : -
Penerangan listrik : cukup memadai
Ketersediaan air bersih : PDAM
Kondisi umum rumah (kamar): Memiliki halaman dengan rumah yang
sedikit kurang rapi dan pengap
Tempat pembuangan sampah : Pembuangan sampah di rumah di buang
di belakang rumah dan dibakar.

3) Denah Rumah

16
17

kamar
mandi
dapur

Ruang tamu
Kamar tidur

Kamar tidur

Keterangan:
Indoor : - Luas rumah : - m 2
- Lantai : Keramik
- Pencahayaan dan ventilasi: Cukup
Outdoor : - Halaman rumah : memiliki halaman rumah
- Sumber air bersih : Sumur
- Saluran pembuangan air : Langsung menuju selokan
- Saluraan jamban : menuju septiteng
- Pembuangan sampah : di belakang rumah dan dibakar

C. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


Jenis tempat berobat : Puskesmas Karangploso
Asuransi / jaminan kesehatan : BPJS
Jarak layanan kesehatan tempat berobat : Jarak Puskesmas Karangploso dengan
rumah sekitar 4 kilometer.
Sarana Pelayanan Kesehatan
Tabel 3.2. Pelayanan kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan
Cara mencapai pusat Kendaraan pribadi Nn. L ke Puskesmas diantar
pelayanan kesehatan oleh Ayahnya
Tarif pelayanan kesehatan Sangat mahal Tarif pelayanan kesehatan
Mahal gratis karena ditanggung
Terjangkau sepenuhnya oleh BPJS
Murah
Gratis

17
18

Kualitas pelayanan kesehatan Sangat Memuaskan


Memuaskan
Cukup Memuaskan
Tidak memuaskan

Pola Konsumsi Makanan Keluarga


Keluarga biasanya makan tiga kali sehari. Tetapi pasien sehari-hari makan 2x atau
dengan porsi tidak terlalu banyak. Pasien menghindari makanan ikan laut, biasanya
pasien makan dengan nasi sepiring, dan lauk pauk seperti telur, tahu-tempe, ayam
Pasien mengkonsumsi sayur dan makan buah-buahan dan sering minum air putih.
Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
- Ayah atau Ibu membawa Nn. L berobat jika asmanya kambuh.
- Pasien telah memiliki asuransi BPJS
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
- Nn.L terkadang masih kurang memperhatikan kesehatannya seperti obat yang
diminum tidak teratur.
- Lingkungan rumah Nn. L kurang sehat

3.2 Identifikasi Fungsi-Fungsi dalam Keluarga


A. Fungsi Holistik
1. Fungsi biologis
Nn. L adalah pasien dengan Asma Bronkial. Pasien merupakan seorang anak
pertama dari dua bersaudara. Keluarga terdiri dari penderita (Nn. L, 20 tahun), ayah,
ibu dan adik perempuan pasien. Nn. l dan keluarga dirumah mengetahui sakit apa yang
diderita karena sudah sering kambuh.

2. Fungsi Psikologis
Pasien memilik hubungan yang baik dengan keluarganya dan saling memperhatikan
satu sama lainnya. Pasien cukup terbuka dengan kedua orang tuanya.

18
19

3. Fungsi Sosial
Keluarga ini tidak mempunyai kedudukan sosial tertentu dalam masyarakat, hanya
sebagai anggota masyarakat biasa.

4. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan


Penghasilan keluarga selama ini cukup. Untuk biaya hidup sehari-hari seperti
makan, minum, atau iuran membayar listrik berasal dari penghasilan Ayah yang
bekerja sebagai wiraswasta. Sumber air untuk keluarga dengan menggunakan air
PDAM. Untuk memasak memakai kompor LPG. Penderita makan sehari-hari biasanya
antara 3-2 kali dengan nasi putih, dan lauk pauk seperti tahu-tempe, ayam, sayur mayor
dan buah-buahan serta senang mengonsumsi air putih tetapi menghindari ikan laut
karena alergi. Kalau ada keluarga yang sakit biasa berobat ke puskesmas atau klinik di
Karangploso terdekat.

Kesimpulan :
Dari poin satu sampai empat dari fungsi holistik, fungsi psikologis dan fungsi sosial
ekonomi keluarga Nn. L umur 20 tahun, cukup baik karena keluarga memperhatikan
tentang pentingnya kesehatan dari setiap anggotanya, serta ditunjang dengan kondisi
ekonomi yang cukup.

B. Fungsi Fisiologis dengan APGAR Score


Untuk menilai fungsi fisiologis digunakan APGAR score. APGAR score adalah skor
yang digunakan untuk menilai fungsi keluarga ditinjau dari sudut pandang setiap anggota
keluarga terhadap hubungannya dengan anggota keluarga yang lain. APGAR score
meliputi :
Adaptation : kemampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan
anggota keluarga yang lain, serta penerimaan, dukungan, dan saran dari anggota
keluarga yang lain.
Partnership : menggambarkan komunikasi, saling membagi, saling mengisi
antara anggota keluarga dalam segala masalah yang dialami oleh keluarga
tersebut

19
20

Growth : menggambarkan dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang


dilakukan anggota keluarga tersebut
Affection : menggambarkan hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota
keluarga
Resolve : menggambarkan kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan
waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga yang lain.
Penilaian :
o Hampir selalu : 2 poin
o Kadang kadang : 1 poin
o Hampir tak pernah : 0 poin
Penyimpulan :
o Nilai rata-rata < 5 : kurang
o Nilai rata-rata 6-7 : cukup/sedang
o Nilai rata-rata 8-10 : baik
Tabel 1. APGAR Nn. L terhadap keluarga
Hampir
Hampir Kadang-
A.P.G.A.R Tn.S Terhadap Keluarga tidak
selalu Kadang
pernah
A
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke
keluarga saya bila saya menghadapi masalah
P
Saya puas dengan cara keluarga saya
membahas dan membagi masalah dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga saya menerima
dan mendukung keinginan saya untuk
G
melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang
baru
Saya puas dengan cara keluarga saya
mengekspresikan kasih sayangnya dan
A
merespon emosi saya seperti kemarahan,
perhatian dll
R
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya
membagi waktu bersama-sama
Total poin = 6
Tabel 2. APGAR Tn. A terhadap keluarga
Hampir
Hampir Kadang-
A.P.G.A.R Ny.W Terhadap Keluarga tidak
selalu kadang
pernah
A
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga
saya bila saya menghadapi masalah
P
Saya puas dengan cara keluarga saya membahas
dan membagi masalah dengan saya

20
21

Saya puas dengan cara keluarga saya menerima


dan mendukung keinginan saya untuk
G
melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang
baru
Saya puas dengan cara keluarga saya
A mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon
emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll
R
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya
membagi waktu bersama-sama
Total poin = 6
Tabel 2. APGAR Ny. F terhadap keluarga
Hampir
Hampir Kadang-
A.P.G.A.R Ny.W Terhadap Keluarga tidak
selalu kadang
pernah
A
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga
saya bila saya menghadapi masalah
P
Saya puas dengan cara keluarga saya membahas
dan membagi masalah dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga saya menerima
dan mendukung keinginan saya untuk
G
melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang
baru
Saya puas dengan cara keluarga saya
A mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon
emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll
R
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya
membagi waktu bersama-sama
Total poin = 6
Tabel 2. APGAR An. T terhadap keluarga
Hampir
Hampir Kadang-
A.P.G.A.R Ny.W Terhadap Keluarga tidak
selalu kadang
pernah
A
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga
saya bila saya menghadapi masalah
P
Saya puas dengan cara keluarga saya membahas
dan membagi masalah dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga saya menerima
dan mendukung keinginan saya untuk
G
melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang
baru
Saya puas dengan cara keluarga saya
A mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon
emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll
R
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya
membagi waktu bersama-sama
Total poin = 6
A.P.G.A.R SCORE keluarga pasien = (6+6+6+6) / 4 = 6
Kesimpulan : fungsi fisiologis keluarga pasien sedang

21
22

Secara keseluruhan total poin dari A.P.G.A.R keluarga pasien adalah 24,
sehingga rata-rata A.P.G.A.R dari keluarga pasien adalah 6. Hal ini menunjukkan
bahwa fungsi fisiologis yang dimiliki keluarga pasien dalam keadaan sedang.

C. Fungsi Patologis dengan Alat SCREEM Score


Fungsi patologis dari keluarga Nn. L dinilai dengan menggunakan S.C.R.E.E.M
sebagai berikut :
Tabel 4. Fungsi patologis ( S.C.R.E.M ) dari keluarga Nn. D
SUMBER PATOLOGIS
Social Hubungan dengan teman-teman lingkungan Nn. L cukup +
berjalan lancar. Tetapi Nn. L kurang berpartisipasi terhadap
kegiatan warga.
Culture Menggunakan adat-istiadat Jawa, bahasa Jawa, serta bahasa -
Indonesia secara sopan dengan sesama anggota keluarga dan
orang lain dikehidupan sehari-hari. Anggota keluarga juga
telah mengikuti perubahan zaman dan tergolong modern.
Religious Keluarga Ny. S memiliki nilai agama yang cukup baik. -
Economic Penghasilan keluarga yang relatif cukup dan tergolong cukup -
untuk kebutuhan primer sudah bisa terpenuhi, mampu
mencukupi kebutuhan sekunder.
Educational Tingkat pendidikan terakhir Nn. L adalah SMA. Meski +
begitu pasien kurang tahu tentang penyakitnya dan dia segera
berobat ketika sakitnya kambuh.
Medical Dalam mencari pelayanan kesehatan, keluarga Nn. L pergi -
ke PKM. Pasien dan keluarga sudah mempunyai kartu
jaminan kesehatan.

Kesimpulan: Keluarga Nn. L fungsi dalam sosial dan edukasi positif karena pendidikan dan
pengetahuan tentang penyakit Nn. L masih belum baik serta kurangnya partisipasi Nn. L terhadap
kegiatan masyarakat.
D. Genogram dalam Keluarga
Diagram 1. Genogram Keluarga Nn. L
Alamat lengkap : Tawangargo, Karangploso-Malang
Bentuk keluarga : Nuclear Family

22
23

Tn. A Ny. F

Nn. L Nn. T

Keterangan:
: meninggal dunia : tinggal dalam satu rumah
: laki-laki : pasien
: perempuan . : Memiliki penyakit serupa

Kesimpulan :
Dari genogram di atas dapat disimpulkan bahwa asma bronchial yang diderita oleh
Nn. L merupakan penyakit yang diturunkan dari anggota keluarga yang lain yakni
ibu kandung pasien

E. Informasi Pola Interaksi Keluarga


Diagram 2. Pola Interaksi Keluarga Nn. L

Tn. A Ny.
F

Nn. L Nn. T

Keterangan:
: hubungan baik : Anggota keluarga pasien
: hubungan kurang baik : Pasien

23
24

Kesimpulan
Hubungan antara Nn. L dengan semua anggota keluarga baik. Dalam keluarga ini
tidak pernah terjadi konflik atau hubungan buruk antar anggota keluarga.

3.2 IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KESEHATAN
3.2.1 Identifikasi Faktor Perilaku dan Non Perilaku Keluarga
3.2.2 Faktor Perilaku Keluarga
Nn. L masih tinggal dengan kedua orang tuanya serta adiknya Nn. T.
Keluarga sudah mengetahui sakit apa yang diderita karena sering kambuh dan sama
seperti ibunya. Tetapi keluarga masih kurang mengetahui atau memahami penyakit
yang diderita oleh Nn. N. Ibu pasien (Ny.F) mengatakan bila Nn. L merasa
sakitnya kambuh, pasien meminta orang tuanya untuk mengantarkannya ke
puskesmas atau rumah sakit. Nn. L dan keluarga selalu memperhatikan
kesehatannya satu sama lain.
3.2.3 Faktor Non Perilaku
Berdasarkan segi lingkungan, rumah yang dihuni keluarga ini belum
memenuhi standar kesehatan. Dimana kamar Nn. L kurang bersih dan rapi serta
pencahayaan dan ventilasi sedikit kurang. Akses untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan cukup dekat dengan tempat tinggal Nn. L yang berjarak sekitar 4 Km. Pada
riwayat keluarga terdapat keluarga yang menderita sakit serupa yaiu ibu kandungnya.

24
25

Diagram 3. Faktor Perilaku dan Non Perilaku

Prilaku Nonprilaku
Pengetahuan Lingkungan
Keluarga kurang Kamar Ny. S kurang bersih
mengetahui penyakit dan rapi, pencahayaan dan
penderita ventilasi sedikit kurang.
belum tertata

Sikap
Keluarga ini sangat peduli Pelayanan kesehatan
dengan kesehatan anggota Cukup dekat dengan tempat
keluarga satu sama lain Nn. L tinggal Nn. L

Tindakan Keturunan
Keluarga segera Keluarga pasien pernah
mengantarkan Nn. L ke PKM menderita sakit serupa.
untuk berobat

Kesimpulan:
Identifikasi faktor perilaku dan non perilaku keluarga Nn. L dapat mempengaruhi
kesehatan pasien karena pengetahuan pasien yang kurang dan keadaan kamar pasien
kurang memadai.

25
26

3.3 DAFTAR MASALAH


a. MASALAH MEDIS :
- Sesak
- Batuk berdahak
b. MASALAH NON MEDIS :
- Tingkat pengetahuan keluarga Nn. L tentang kesehatan kurang.
- Kurangnya perhatian Nn. L terhadap kondisi kesehatannya
- Kondisi lingkungan dan rumah Nn. L kurang sehat.
- Tidak berobat rutin
- Faktor genetik

c. DIAGRAM PERMASALAHAN PASIEN


(Menggambarkan hubungan antara timbulnya masalah kesehatan yang ada dengan faktor-
faktor resiko yang ada dalam kehidupan pasien)

Tidak berobat rutin karena berobat bila ada keluhan Pengetahuan keluarga Tn.S tentang
saja penyakitnya

Kondisi lingkungan dan Nn. L dengan asma Kurangnya perhatian kedua


rumah Nn.L kurang sehat bronchiale anak kandung

Adanya faktor genetik

26