Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH ETIKA PROMOSI KESEHATAN

TUGAS : PROMOSI KESEHATAN


DOSEN PENGAMPU : FARIDA SUKOWATI

Disusun oleh :

1. Rifki Nur Aisah (P1337424116016)


2. Dian Ummi Karmila (P1337424116017)
3. Restu Laili Nur Akhma (P1337424116018)
4. Wahyu Wulandari (P1337424116019)
5. Anis Rahmatika (P1337424116020)
6. Laela Fitriyani (P1337424116021)

PRODI DIII KEBIDANAN SEMARANG


POLITEKNIK KESEHATAN KEMEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2016/2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa terimakasih kami ucapkan kepada dosen Promosi
Kesehatan dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam
menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun bertujuan agar pembaca dapat
memperluas ilmu tentang Etika Promosi Kesehatan yang kami sajikan
berdasarkan berbagai sumber.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak


kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan teman-teman.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya.

Terimakasih.

Semarang, 1 Oktober 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................... i

Daftar Isi................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................... 2

1.3 Tujuan dan Manfaat ............................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Analisa Masalah Kesehatan dan Perilaku ........................................... 3


2.2 Menetapkan Tujuan ............................................................................. 4
2.3 Menetapkan Sasaran ............................................................................ 5
2.4 Menetapkan Pesan Pokok.................................................................... 5
2.5 Menetapkan Metode dan Saluran Komuniasi ..................................... 6
2.6 Etika Promosi Kesehatan .................................................................... 8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 10

3.2 Pertanyaan ........................................................................................... 11

3.3 Daftar Pustaka ..................................................................................... 16

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Etika merupakan bagian dari filosopil yang berhungan erat dengan nilai
manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan
apakah penyelesaiannya baik atau buruk (jones,1994).Moral merupakan
pengetahuan atau keyakinan tentang adanya hal yang baik dan buruk serta
mempengeruhi sikap seseorng. Kesadaran tentang adanya baik dan buruk
berkembang pada diri seseorng seiring dengan pengaruh lingkungan,
pendidikan, sosial budaya, agama dsb, hal inilah yang disebut kesadaran moral
atau kesadaran etik. Moral juga merupakan keyakinan individu bahwa suatu
adalah mutlak baik atau buruk walaupun situasi berbeda.

Kesadaran moral erat kaitannya dengan nilai-nilai, keyakinan seseorang


dan pada prinsipnya semua manusia dewasa tahu akal hal yang baik dan
buruk, inilah yang disebut suara hati. Perkambangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi berdampak pada perubahan pola pikir manusia. Masyarakat
semakin kritis sehingga terjadi penguatan tuntunan terhadap mutu pelayanan
kebidanan. Mutu pelayanan kebidanan yang baik perlu landasan komitmen
yang kuat dangan basis etik dan moral yang baik.

Dalam promosi kesehatan seringkali bidan dihadapkan pada beberapa


permasalahan yang dilematik, artinya pengambilan keputusan yang sulit
berkaitan dengan etika. Dilema muncul karena terbentuk pada konflik moral,
pertentangan batin atau pertentangan antara nilai-nilai yang diyakinkan bidan
dengan kenyataan yang ada.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara menganalisa masalah kesehatan dan perilaku ?


2. Bagaimana cara menetapkan tujuan ?
3. Bagaimana cara menetapkan sasaran ?
4. Bagaimana cara menetapkan pesan pokok ?
5. Bagaimana cara menetapkan metode dan saluran komunikasi ?
6. Apa saja etika promosi kesehatan ?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui cara menganalisa masalah kesehatan dan perilaku


2. Untuk mengetahui cara menetapkan tujuan
3. Untuk mengetahui cara menetapkan sasaran
4. Untuk mengetahui cara menetapkan pesan pokok
5. Untuk mengetahui cara menetapkan metode dan saluran komunikasi
6. Untuk mengetahui isi etika promosi kesehatan

5
BAB II
PEMBAHASAN

Etika dalam promosi kesehatan diperlukan sebagai dasar dalam


menentukan langkah mencapai, tujuan yang berorientasi pada masyarakat,
mengetahui masing-masing peran baik sebagai petugas kesehatan atau masyarakat
agar program promosi kesehatan yang akan dijalankan dapat terkoordinasi dengan
baik dan sinergis. Langkah-langkah dalam etik promosi kesehatan sebagai
berikut:

2.1 Analisa Masalah Kesehatan dan Perilaku


a. Identifikasi masalah
Ada 4 hal dalam melakukan identifikasi masalah di masyarakat :
a) Latar belakang masyarakat
1) Letak geograf antara lain iklim, keadaan tanah, ( bukti, laut,
gunung ), lokasi ( urban, ural)
2) Mata pencaharian (petani, nelayan, buruh, pekerja)
3) Karakteristik demografi antara lain pendidikan, sosial budaya,
sosial ekonomi, agama.
4) Perilaku kesehatan masyarakat (kebiasaan buang air besar,
kebiasaan merokok, dll). (Hikmawati, isna. 2011)
b) Status kesehatan masyarakat dapat dilihat dari vital statistic seperti
angka kematian, angka kelahiran, fertilitas dan angka
kesakitan/morbidity baik penyakit infeksi dan non infeksi.
(Hikmawati, isna. 2011)
c) Sistem layanan kesehatan masyarakat, meliputi ketersediaan sumber
daya manusia kesehatan, dan sarana prasarana (rumah sakit,
puskesmas, balai pengobatan baik negeri maupun swasta), serta
keterjangkauan dari segi jarak tempuh. (Hikmawati, isna. 2011)

6
d) Sistem sosial masyarakat yang ada meliputi pola partisipasi
masyarakat dan organisasi sosial maupun keagamaan yang ada.
(Hikmawati, isna. 2011)
b. Menetapkan masalah dan prioritas masyarakat
a) Langkah-langkah
1) Tentukan status kesehatan
2) Tentukan pola pelayanan kesehatan
3) Tentukan hubungan antar status dan pelayanan kesehatan
4) Tentukan determinan kesehatan
b) Hal yang perlu dipertimbangkan
1) Beratnya masalah
2) Akibat yang ditimbulkan
3) Besarnya masalah
4) Aspek politis
5) Sumber daya yang ada di masyarakat
c) Sumber data
1) Dokumen
2) Langsung dari masyarakat
3) Petugas lapangan
4) Tokoh masyarakat formal dan informal
d) Cara pengumpulan data
1) Key informant approach: FGD, indepth interview
2) Community form approach: forum diskusi
3) Sample survey approach: wawancara dan observasi. (Hikmawati,
isna. 2011)

2.2 Menetapkan Tujuan


Tujuan berorientas meningkatkan, pengetahuan sikap dan perilaku
kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat mampu memelihara dan
meningkatkan kesehatan.Tujuan dalam kegiatan promosi kesehatan harus
jelas, ada indicator tingkat keberhasilan, dinyatakan dalam bentuk

7
performance bukan effart, realitis, dapat diukur, sesuai, logis, layak dan dapat
diamati.
.
Macam-macam Tujuan :
1. Tujuan program (jangka panjang)
2. Tujuan pendidikan (jangka menengah)
3. Tujuan perilaku (jangka pendek). (Hikmawati, isna. 2011)

Tujaun akhir atau visi promosi kesehatan adalah kemampuan


masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
(notoatmodjo, soekidjo. 2007)

2.3 Menetapkan Sasaran


Sasaran dalam promosi kesehatan dapat dibedakan menjadi dua:
a. Sasaran langsung (primer)
Yaitu sasaran yang nantinya akan melaksanakan kebiasaan/perilaku baru
dari kegiatan promosi kesehatan (bumil, nifas, dan balita)
b. Sasaran tidak langsung (sekunder dan tersier)
Yaitu sasaran yang mempunyai pengaruh terhadap sasaran primer anatar
lain: keluarga, kerabat, petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh
agama (sasaran sekunder) dan sasaran yang mempunyai pengaruh terhadap
keberhasilan program antara lain: pengambil keputusan, penyandang dana
(sasaran tersier). (Hikmawati, isna. 2011)

2.4 Menetapkan Pesan Pokok


1. Pesan dibuat sederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran
2. Pesan sebaiknya dibuat menggunakan gambar dan bahasa setempat,
sehingga sasaran mudah memahaminya. (Hikmawati, isna. 2011)

8
2.5 Menetapkan Metode dan Saluran Komuniasi
Dalam menentukan metode harus mempertimbangkan aspek yang akan
dicapai:
1. Aspek pengetahuan metode yang digunakan adalah: poster, radio, spanduk
leaflet.
2. Aspek sikap metode yang digunakan adalah: foto, film, slide, dan drama.
3. Aspek keterampilan metode yang digunakan adalah: stimulasi, dan
demonstrasi. (Hikmawati, isna. 2011)

Dalam peningkatan keberhasilan program promosi kesehatan perlu adanya


upaya pengembangan konsep, metod, dan teknik yang tepat dan dapat
berhasil.Sejalan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat, konsep, metode,
dan teknik promosi kesehatan perlu dikembangkan sesuai dengan situasu dan
kondisi masyarakat yang ada.Pengembangan konsep, metode dan teknik promosi
kesehatan dilakukan di tingkat pusat dan juga dio daerah disesuaikan dengan
spesifikasi daerah masing-masing.
(depkes RI, 2003)

1. Metode individual
Dasar digunakannya pendekatan individual ini karena setiap orang
mempunyai masalah atau alas an yang berbeda-beda sehubungan dengan
penerimaan atau perilaku baru tersebut. Agar petugas kesehatan
mengetahui dengan tepat serta membantunya maka perlu menggunakan
metode sebagai berikut:
a. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counceling)
Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif.
Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu
penyelesaiannya. Akhirnya klien akan dengan sukarela, berdasarkan
kesadaran, dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut
(mengubah perilaku).

9
b. Interview (wawancara)
Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan
penyuluhan. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk
menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan,
ia tertarik atau belum menerima perubahan, untuk mempengaruhi
apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi mempunyai dasar
pengertian dan kesadaran yang kuat. Apabila belum maka perlu
penyuluhan yang lebih mendalam lagi.

2. Meode kelompok
Dalam memilih metode kelompok, harus mengingat besarnmya
kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal dari sasaran. Kelompok
besar metodenya akan berbeda dengan kelompok kecil. Efektivitas suatu
meode akan tergantung pula pada besarnya sasaran pendidikan.
a. Kelompok besar
1) Ceramah
Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi
maupun rendah.
2) Seminar
Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan
pendidikan menengah ke atas.Seminar adalah suatu penyajian
(presentasi) dari seorang ahli atau beberapa orang ahli tentang
suatu topic yang dianggap penting dan dianggap hangat di
masyarakat.
b. Kelompok kecil
1) Diskusi kelompok
2) Curah pendapat (brain storming)
3) Bola salju (snow balling)
4) Kelompok-kelompok kecil (buzz group)
5) Role play (memainkan peranan)
6) Memainkan simulasi ( simulation game)

10
3. Metode massa
1) Ceramah umum
2) Pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media cetak
3) Simulasi, dialog antara pasien dengan dokter atau petugas
kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah
4) Tulisan di majalah atau Koran, baik dalam bentuk artikel maupun
Tanya jawab atau konsultasi kesehatan dan penyakit
5) Bill board, yang dipasang di pinggir jalan, spanduk poster, dan
sebagainya juga merupakan bentuk promosi kesehatan massa.
(notoatmodjo, soekidjo. 2010)

2.6 Etika Promosi Kesehatan


1. Pelaksana promosi kesehatan harus memiliki keahlian dan keterampilan
dalam bidang ilmu pengetahuan, kesenian, dan teknologi termasuk metode
pendidikan, pelatihan serta penelitian.
2. Menguasai materi substansi ilmu pendidikan kesehatan, ilmu perilaku, dan
promosi kesehatan serta lebih diutamakan bila memahami teori belajar
mengajar.
3. Memiliki kemampuan mempergunakan metode-metode pendidikan
kesehatan, penyuluhan kesehatan, KIE, pemasaran sosial, mobilisasi sosial
yang berkaitan dengan promosi kesehatan.
4. Bagi tenaga promosi kesehatan pernah mengikuti pendidikan dan promosi
kesehatan, TOT, MOT, di bidang promosi kesehatan.
5. Jujur, ramah, terbuka ttterhadap kritik, responsive terhadap perubahan-
perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
6. Cakap didalam memberikan penjelasan secara verbal kepada masyarakat
yang berkaitan dengan promosi kesehatan.
7. Berpenampilan santun dan penuh tanggung jawab ditengah-tengah
masyarakat.

11
8. Tidak membedakan atau bekerja tanpa membedakan suku, bangsa, agama,
jenis kelamin, status sosial ekonomi atau status sosial, politik didalam
melaksanakan promosi kesehatan.
9. Bersikap dan berperilaku sebagai pelayan masyarakat selama dalam
melaksanakan promosi kesehatan.
10. Menghargai hak asasi manusia atau hak pribadi, martabat, budaya, dan
harga diri semua orang.
11. Menjaga kemitraan klien (individum kelompok, institusi) yang dilayani
selama melaksanakan promosi kesehatan.
12. Didalam melaksanakan promosi kesehatan sama sekali tidak
melaksanakan hal-hal yang bersifat pemaksaan.
13. Pekerjaan yang dilakukan dalam melaksanakan promosi kesehatan
dilakukan secara ikas dengan prinsip bekerja merupakan ibadah didasari
cinta pada kemajuan kesehatan.
14. Berkepribadian konsisten terhadap dirinya sendiri dan tidak memberikan
contoh yang bertentangan dengan peran promosi kesehatan seperti halnya
tidak merokok, tidak minum alcohol, dan hal-hal yang bertentangan
dengan promosi kesehatan.
15. Ketika merencanakan dan mengevaluasi kegiatan promosoi kesehatan
selalu berkomunikasi dengan klien (individu, kelompok, institusi)
16. Sebagai tenaga profesi promosi kesehatan harus dapat merahasiakan hal-
hal yang harus dirahasiakan sehingga tidak menimbulkan akibat yang
buruk ditengah masyarakat.
17. Tenaga promosi kesehatan tidak akan melakukan kegiatan promosi
kesehatan yang tidak kompeten. (Suryani, eko. 2009)

12
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Etika dalampromosi kesehatan diperlukan dalam masyarakat sebagai
dasar dalam menentukan langkah untuk mencapai tujuan yang berorientasi
pada masyarakat. Adapun langkah dalam etika promosi kesehatan yaitu :
1.) Analisa masalah kesehatan dan perilaku.
Identifikasi masalah.
Menetapkan masalah dan prioritas masyarakat.
2.) Menetapkan tujuan.
3.) Menetapkan sasaran.
4.) Menetapkan pesan pokok.
5.) Menetapkan metode dan saluran komunikasi.
Untuk meningkatkan keberhasilan program promosi kesehatan
perlu adanya pengembngan konsep, metode dan teknik. Sesuai dengan
situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Pengembangan tersebut
dilakukan ditingkat pusat dan juga di daerah sesuai dengan spesifikasi
daerah masing-masing. Ada beberapa metode yang perlu diterapkan
untuk promosi kesehatan yakni metode individual, metode kelompok,
dan metode masa.
6.) Etika promosi kesehatan.

13
3.2 PERTANYAAN
Pilihan Ganda !
1. Macam tujuan promosi kesehatan diantaranya adalah..
a. Tujuan promosi
b. Tujuan kesehatan
c. Tujuan bersama
d. Tujuan pendidikan
e. Tujuantujuan kesejahteraan

2. Yang termasuk sasaran primer promosi kesehatan adalah..


a. Kader
b. Kepala puskesmas
c. Ibu hamil
d. Bayi baru lahir
e. Kakek balita

3. Berikut ini adalah sasaran promosi kesehatan:


1. Balita
2. Kepala desa
3. Bidan
4. Ibu nifas
5. Lansia
6. Nenek ibu hamil

Yang bukan termasuk sasaran langsung promosi kesehatan adalah..

a. 1, 2, 5, 6
b. 1, 4, 5
c. 2, 3, 5, 6
d. 1, 3, 4
e. 2, 3, 6

14
4. Saat menyampaikan pesan pada promosi kesehatan harus menggunakan
bahasa yang..
a. Baku
b. Kaku
c. Terperinci
d. Sederhana
e. Bahasa medis

5. Dibawah ini merupakan beberapa macam sumber data, yang bukan


termasuk sumber data menurut hikmawati adalah..
a. Dokumen
b. Langsung dari masyarakat
c. Tokoh masyarakat
d. Petugas lapangan
e. Berita (isu)

6. Metode apakah yang cocok untuk pendidikan kesehatan pada


komunitas ibu hamil..
a. Poster
b. Slide
c. booklet
d. Stimulasi
e. Radio

7. Yang bukan termasuk etikan promosi kesehatan adalah..


a. Jujur
b. Ramah
c. Merasa paling benar

15
d. Menghargai hak orang lain
e. Tidak memaksa

8. Sasaran utama promosi kesehatan adalah..


a. Lingkungan
b. Masyarakat
c. Negara
d. Sekolah
e. Pemerintah

9. Strategi yang digunakan dalam upaya promosi kesehatan pada


mayarakat yang berbeda suku adalah sebagai berikut, kecuali..
a. Tidak membeda-bedakan suku dan ras dalam melakukan promosi
kesehatan
b. Merankul masyarakat menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan
hidup yang lebih sehat
c. Menghargai hak, martabat, budaya dan harga diri semua orang
d. Lebih mementingkan sukunya sendiri dari pada suku lain
e. Menjaga kemutraan dengan semua golongan dalam melakukan
promosi kesehatan

10. Strategi yang tepat dalam memberikan promosi kesehatan pada


kelompok ibu-ibu pkk di suatu kecamatan adalah..
a. Ceramah
b. Bimbingan dan penyuluhan
c. Diskusi
d. Curah pendapat
e. roleplay

16
Essay !
1. Apa sajakah yang harus diteliti dalam melakukan identifikasi masalah
di masyarakat ?
Jawab:
a) Latar belakang masyarakat
1.) Letak geografi antara lain iklim, keadaan tanah, (bukti, laut,
gunung), lokasi (urban, ural).
2.) Mata pencaharian (petani, nelayan, buruh, pekerja).
3.) Karakteristik demografi antara lain pendidikan, sosial budaya,
sosial ekonomi, agama.
4.) Perilaku kesehatan masyarakat (kebiasaan buang air besar,
kebiasaan merokok, dll). (Hikmawati, isna. 2011)
b) Status kesehatan masyarakat dapat dilihat dari vital statistic seperti
angka kematian, angka kelahiran, fertilitas dan angka
kesakitan/morbidity baik penyakit infeksi dan non infeksi.
(Hikmawati, isna. 2011)
c) Sistem layanan kesehatan masyarakat, meliputi ketersediaan sumber
daya manusia kesehatan, dan sarana prasarana (rumah sakit,
puskesmas, balai pengobatan baik negeri maupun swasta), serta
keterjangkauan dari segi jarak tempuh. (Hikmawati, isna. 2011)
d) Sistem sosial masyarakat yang ada meliputi polapartisipasi
masyarakat dan organisasi sosial maupun keagamaan yang ada.
(Hikmawati, isna. 2011)

2. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam analisa masalah kesehatan dan


perilaku masyarakat adalah....
Jawab:
1. Beratnya masalah
2. Akibat yang ditimbulkan
3. Besarnya masalah

17
4. Aspek politis
5. Sumberdaya yang ada di masyarakat

3. Tujuan akhir atau visi promosi kesehatan adalah.....


Jawab:
Kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatan mereka sendiri.

18
DAFTAR PUSTAKA

Suryani, Eko. 2009. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi


Kesehatan.Yogyakarta : Fitramaya
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya.Jakarta :
Rineka Cipta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta :
Rineka Cipta
Hikmawati, Isna. 2011. Promosi Kesehatan untuk Kebidanan.Bantul : Nuha
Medika
Departeman Kesehatan RI :Profil Promosi Kesehatan. 2003

19