Anda di halaman 1dari 10

MATRA KESEHATAN LAUT DAN UDARA

RESUME MATERI

Oleh :
Brahmayda Wiji Lestari
(151.0006)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2017
ATMOSFER

A. DEFINISI ATMOSFER
Atmosfer berasal dari bahasa Yunani, atmos : uap, sphaira : lapisan. Jadi
atmosfer adalah lapisan udara/ lapisan yang berbentuk uap yang menyelubungi
bumi.

B. SIFAT ATMOSFER
1. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam
bentuk angina.
2. Dinamis dan elastis sehingga dapat mengembang dan mengerut.
3. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi;
4. Mempunyai berat sehingga dapat menimbulkan tekanan.

C. MANFAAT ATMOSFER
1. Melindungi bumi dari masuknya benda luar angkasa
2. Melindungi bumi dari hujan meteor
3. Menjaga agar suhu bumi tetap stabil, tidak terlalu tinggi pada siang hari
dan tidak terlalu panas pada malam hari
4. Sebagai filter gelombang pendek matahari dan sinar UV
5. Sebagai pelindung manusia dari sengatan sinar matahari
6. Wahana komunikasi
7. Sebagai pengubah cuaca di bumi
8. Memungkinkan terjadinya awan karena udara mengandung uap air yang
mengembun, membentuk awan, dan menghasilkan hujan.
9. Sebagai sarana pernafasan dan pembakaran.

D. STRUKTUR ATMOSFER
1. Berdasarkan struktur termal :
a) TROPOSFER
b) STRATOSFER
c) MESOSFER
d) THERMOSFER/IONOSFER
e) EKSOSFER

2. Berdasarkan jenis dan kondisi gas


a) IONISASI
b) LAPISAN OZON (OZONOSFER)

E. CUACA DAN IKLIM


1. Definisi
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan pada suatu tempat
atau daerah yang sempit. Ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada wilayah yang relatif luas
dan waktu yang relatif lama (puluhan tahun). Ilmu yang mempelajari iklim
adalah klimatologi.

2. Unsur cuaca dan iklim


a) Suhu/temperature
b) Tekanan udara
c) Kelembaban udara
d) Awan
e) Hujan
f) Angin

F. GANGGUAN IKLIM
1. Efek rumah kaca (Greenhouse Effect)
2. El Nino : Peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut pantai barat
Peru-Equador yang mengakibatkan gangguan iklim secara global
3. La Nina : Kebalikan dari El Nino, konsentrasi panas terjadi di wilayah
Indonesia sehingga angin basah sekitar Pasifik dan Samudera Hindia
bergerak ke Indonesia
KESEHATAN MATRA UDARA

A. Hubungan ketinggian dengan tekanan udara


- Tekanan udara berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat.
- Tekanan udara disebabkan oleh beban dari berat udara di atmosfer.
Semakin tinggi suatu tempat, kepadatan udara semakin kecil karena udara
tertarik oleh gravitasi bumi sehingga mwmadat di daerah yang rendah.

B. Defnisi Hipoksia
Hipoksia adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk
menjalankan fungsi normalnya atau rendahnya pasokan oksigen pada
pembuluh darah arteri (pembuluh darah bersih).

C. 4 macam hipoksia
1. Iskemik atau stagnant: aliran darah ke jaringan sangat lambat sehingga
oksigen tidak dikirim ke jaringan walaupun tekanan oksigen konsentrasi
Hb normal (darah atau Hb tidak mampu membawa oksigen ke jaringan
karena kegagalan sirkulasi). Contoh: gagal jantung, gagal ginjal
2. Histotoksik: jaringan tubuh tidak bisa memakai oksigen yang sudah di
alirkan ke jaringan tubuh. Contoh: keracunan sianida, konsumsi alkohol,
narkotika.
3. Hipobarik atau hipoksik: tekanan oksigen darah arteri berkurang atau
terjadi ketika terdapat gangguan pertukaran atau hipoksik oksigen di par-
paru. Contoh: tenggelam, naik secara mendadak, dan anfisema.
4. Anemik atau hipermik: akibat penurunan kapasitas pengangkutan oksigen
oleh sel darah merah (Hb) disebabkan oleh anemia, kehilangan darah akut
maupun kronik, keracunan karbondioksida, serta efek senyawa golongan
nitris dan sulfat.

D. Gejala hipoksia:
1. Nafas pendek
2. Kebingungan
3. Berkeringat
4. Kulit berubah warna menjadi biru atau merah keunguan
5. Sesak nafas
6. Halusinasi
7. Mual dan muntah
8. Kelelahan
9. Detak jantung cepat

E. Pencegahan hipoksia:
1. Berhenti merokok (aktif dan pasif)
2. Olahraga dengan teratur
3. Diet rendah lemak
4. Perbanyak asupan zat besi
5. Perbanyak tenaman
6. Perbanyak minum air putih
7. Perbanyak konsumsi jahe

F. Pengertian jetlag
Jetlag merupakan perubahan waktu tidur sementara atau merasa lelah
dan kebingungan setelah perjalanan udara yang panjang sengan melintasi
beberapa zona waktu dengan pesawat terbang (minimal 4 zona waktu sekitar 2
jam).

G. Gejala jetlag:
1. Gangguan pola tidur
2. Gangguan pencernaan
3. Kelelahan
4. Kebingungan
5. Gangguan menstruasi pada wanita
6. Menurunnya nafsu makan
7. Mual dan muntah
8. Cemas dan mudah marah
9. Nyeri kepala dan nyeri otot

H. Pencegahan jetlag:
1. Ubah rutinitas tidur sesuai waktu tidur, tempat tujuan, beberapa hari
sebelum berangkat
2. Tidur yang cukup sebelum keberangkatan
3. Hindari dehidrasi
4. Hindari konsumsi kafein dan berakohol
5. Pastikan istirahat selama perjalanan
6. Perbanyak minum air mineral
APD PADA KESEHATAN UDARA

A. A.P. KEPALA (HEAD PROTECTION) : HELMET, HAIR


PROTECTION, HATS/CAP.
B. A.P. MUKA DAN MATA : FACE SHIELD, KACA MATA

Lensa dan Bagian Mata


Produk Jadi
Untuk Pengganti
Klasifikasi Tipe Simbul Simbul

Tipe Tipe Lensa Tunggal HA-1 HAK-1


Kacamata Tipe Lensa Ganda HA-2 HAK-2
Tipe Lensa Tunggal HB-1 HBK-1
Tipe Depan
Tipe Lensa Ganda HB-2 HBK-2

Tipe Tipe Lensa Tunggal HC-1 HCK-1


Goggle Tipe Lensa Ganda HC-2 HCK-2

C. A.P. TELINGA : EAR PLUG, EAR MUFF

1. Pemilihan alat pelindung:


a) disesuaikan jenis pekerjaan
b) memberi perlidungan memadai
c) nyaman untuk dipakai
2. Ear plug
3. Semi insert ear plug
4. Ear Muff

D. A.P. PERNAFASAN : MASKER, RESPIRATOR


E. A.P. TANGAN : SARUNG TANGAN (GLOVES)
Untuk pekerjaan yang membutuhkan perlindungan dari panas/suhu
yang ekstrim maka dibutuhkan hand leathers and arm protector.
Meskipun sarung tangan tersebut sedikit berat / kurang fleksibel
namun tetap nyaman dipakai.
Tapi dipergunakan pada temperatur/suhu tidak boleh lebih dari 150 F
(65 C).
F. A.P. KAKI (FOOT PROTECTION): SAFETY SHOES

1. Tahan benturan dan tahan tekanan


2. Sol bagian luar tidak mudah lepas
3. Bersifat mencegah kebocoran
4. Tahan tusukan
5. Mempunyai daya redam terhadap benturan pada bagian tumit.

G. PAKAIAN PELINDUNG
H. SABUK PENGAMAN (SAFETY BELT)
I.

KESEHATAN MATRA UDARA

A. DOKTER PENERBANGAN

Awalnya, kebutuhan dokter penerbangan didorong oleh kebutuhan pilot


militer yg berkualitas untuk menerbangkan pesawat di peperangan.

B. FUNSI DOKTER PENERBANGAN

1. Fungsi utama untuk mengembangkan dan menerapkan kualifikasi fisik


untuk tugas terbang
2. Didorong oleh tingginya angka kematian akibat pilot yg tidak berkualitas
secara fisik

C. PERAN DOKTER PENERBANGAN

1. Menerapkan kedokteran pencegahan


2. Tujuan : promosi keselamatan terbang untuk mengurangi kecelakaan
pesawat.
3. Metode yg digunakan : melalui pencarian thd masalah yang
membahayakan keselamatan terbang di udara dan di lingkungan kerja.
4. Terbang dengan populasi pasien : Bekerja dilingkungan mereka
5. Seleksi kesehatan Pnb + awak pesawat
6. Pemeliharaan kesehatan : Vaksinasi, rikkes, gigi dll, Rekam medik
7. Menerapkan Kedokteran Preventif & Kerja agar :mereka tetap terbang
8. Pendidikan : Keselamatan kerja, ceramah kesehatan singkat, Efek
lingkungan kerja terhadap kesehatan dan psikologis penerbang, Menjadi
orang kepercayaan penerbang

D. PERAWAT UDARA

Pertama kali di mulai pada PD II ketika pesawat mulai digunakan untuk


evakuasi prajurit yang luka
E. TUGAS PERAWAT UDARA MILITER

1. Merupakan bagian dari awak evakuasi medik udara


2. Merencanakan misi PMU : menyiapkan pasien, perawatan medis dan
lingkungan yang nyaman serta memperhatikan standar keselamatan
3. Dapat bertugas pada lingkungan yang berbahaya bila dibutuhkan untuk
memberikan pertolongan medis bagi prajurit yang terluka di daerah
pertempuran
4. Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan berkala bagi prajurit

F. PERAN PERAWAT UDARA

1. Merawat pasien di pesawat


2. Bertugas memonitor fungsi vital hingga perawatan kedaruratan
3. Stabilisasi pasien hingga awak pesawat dapat mencapai fasilitas
kesehatan/RS.
4. Membantu dokter penerbangan melakukan operasi di pesawat.
5. Mengawal pasien yang tidak dapat pergi sendiri tanpa bantuan dari 1
bandara ke bandara berikutnya.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PERSIAPAN PENERBANGAN

A. Sebelum melakukan penerbangan, seorang pilot maupun pesawat TNI AU


harus memenuhi beberapa syarat.
B. Menurut Kepala Dinas Penerbangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU)
Marsekal pertama Azman Yunus, Pilot TNI AU sebelum melakukan
penerbangan harus menjalani tes kesehatan.
C. Pemeriksaan kesehtan dilakukan oleh seorang dokter pada masing-masing
skardon para penerbang.
D. Setelah lulus tes kesehatan, para penerbang kemudian mendapatkan perilisan
atau flight plan yang dibuat oleh skadron. Yang bertanggung jawab atas flight
plan adalah komandan skadron.