Anda di halaman 1dari 40

BAHAN AJAR

Nama Bahan Kajian : Aset Tetap Kos Akuisisi


Kode : EKO 016
SKS : 3 SKS
Program Studi : S1 (Akuntansi, Pendidikan Ekonomi-Akuntansi)
Pertemuan Ke : 15 & 16 (Minggu 8)
Dosen Pembina Mata : 1. Nurzi Sebrina, SE. MSc. Ak.
Kuliah 2. Nelvirita, SE. MSi. Ak.
3. Salma Taqwa, SE. MSi.
4. Mayar Afriyenti, SE. MSc.

Learning Outcomes Mata Kuliah Terkait KKNI :


Memahami dan menguasai konsep dan prinsip akuntansi mengenai Aset tetap
Soft Skills / Karakter : kejujuran, ketelitian, disiplin, dan berpikir kritis.

Materi :
1. Aset tetapkos akuisisi
1) Akuisisi melalui :
a) pembelian tunai,
b) pembayaran tangguhan,
c) pertukaran dengan instrumen utang/ekuitas,
d) pertukaran dengan aset non- moneter dengan dan tanpa substansi
komersial;
2) Membangun sendiri; kos pinjaman jika didanai dengan utang (Kapitalisasi
Biaya pinjaman)
3) Penilaian aset tetap:
a) model kos (Cost model) dan
b) model revaluasi (Revaluation model).
4) Kos setelah akuisisi;
a. Additions,
b. Improvements and Replacements,
c. Rearrangement and Reinstallations,
d. Repairs
5) Pelepasan aset tetap.
2. Aset Tetap-Alokasi Kos
1. Depresiasi sebagai metoda alokasi kos (jumlah lain);
2. Pelbagai metoda depresiasi;
3. Pengakuan depresiasi;
4. Kenaikan/Penurunan nilai (impairment);
5. Pengakuan kenaikan nilai dan impairment serta pemulihannya;
6. Penyajian, analisis, dan Pengungkapan

113
Aset Tetap Kos Akuisisi

Aset Tetap
Adalah : Setiap barang yang dimiliki atau dikuasai oleh perusahaan yang
dipakai atau digunakan secara aktif dalam operasi normal dan mempunyai
umur/masa kegunaan yang relatif lebih panjang.
PSAK 16 : Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6)
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau
jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan
administratif; dan
2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Kriteria/Karakteristik Aset Tetap:


a. Dimiliki atau dikuasai oleh perusahaan.
b. Mempunyai bentuk/wujud fisik.
c. Dipakai/digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan secara aktif,
atau dimiliki tidak sebagai investasi.
d. Mempunyai masa manfaat yang lebih dari satu periode mendatang.
e. Mempunyai nilai yang cukup material.

Klasifikasi Aset Tetap Berdasarkan Umur / Masa Kegunaan


1. Aset Tetap yang berumur/masa kegunaannya tidak terbatas.
Contoh: Tanah

2. Aset Tetap yang umur/masa kegunaannya terbatas dan dapat diganti


dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah berakhir.
Contoh: Bangunan, Peralatan, Kendaraan, Mesin.

3. Aset Tetap yang berumur/masa kegunaannya terbatas dan tidak dapat


diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah berakhir.
Contoh: Sumber Daya Alam.

Kriteria Pengakuan Aset Tetap


Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (PSAK
16, par 7)
a) Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan
dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
b) Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.

Suku cadang utama, peralatan pemeliharaan, penggantian dan inspeksi dapat


diakui sebagai aset tetap.

Pengukuran Awal
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada
awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. (par 15)

Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:

114
a. Purchase Price: Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon
pembelian dan potongan lain;
b. Directly Attributable Cost: biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen
c. Dismantling Cost: Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan
aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul
ketika aset tersebut diperoleh, atau
karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode
tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

Diskusikan soal di Kiesso: L10-1, L10-2 dan L10-5

Kos Akuisisi Aset Tetap


a. Pembelian tunai
b. Pembelian dengan harga perolehan gabungan (lumpsum)
c. Pembayaran tangguhan
d. Sewa guna usaha pembiayaan (leasing)
e. pertukaran dengan aset non- moneter dengan dan tanpa substansi
komersial;
f. Pertukaran dengan sekuritas
g. Dibangun sendiri
h. Donasi atau sumbangan

A. Pembelian tunai
Contoh: dibeli mesin seharga Rp3.000.000 pada tanggal 12 Maret 2010.
Untuk pengiriman dibayar ongkos angkut Rp200.000 dan asuransi pengiriman
Rp50.000 pada tanggal 13 Maret 2010.
Pada saat barang sampai pada tanggal 15 Maret 2010, dilakukan pemasangan
dan uji coba dengan biaya masing-masingnya Rp120.000 dan Rp100.000.
Diminta: Buat lah ayat jurnal yang diperlukan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


Maret 12 Mesin Rp3.000.000
Kas Rp.3.000.000
(mencatat harga beli mesin)

13 Mesin Rp250.000
Kas Rp250.000
(mencatat ongkos angkut
dan asuransi)
15 Mesin Rp220.000
Kas Rp220.000
(mencatat biaya pemasang-
an dan uji coba mesin)

115
Setiap pengeluaran atas perolehan aset tetap dicatat dengan mengkapitalisasi
ke aset yang bersangkutan secara kronoligis sampai aset tersebut siap untuk
digunakan. Berdasarkan soal di atas tersebut maka harga perolehan mesin
sebesar Rp3.470.000,-. Mesin dioperasionalkan pada tanggal 16 Maret 2010.
Kapan depresiasi dimulai? (baca SAK dan buku IFRS)

Soal:
Pada 1 Mei 2010 PT Sarinah Tbk. membeli mesin produksi secara tunai,
harga katalog Rp54jt, trade discount 5%, dan cash discount 2%. Bea
impor dan PPn Masukan (tidak dapat dikreditkan) Rp2 juta dibayar tunai.
Biaya pemasangan dan percobaan Rp1,1 juta dibayar tunai. Dijual produk
hasil uji coba dengan harga Rp600.000.
Diminta
Tentukan Harga Perolehan Mesin tersebut
Buat jurnal perolehan dan penyusutan 31 Des 2010, apabila Umur
ekonomis mesin ditaksir 8 Tahun, nilai residu 5% dari harga
perolehan

B. Pembelian dengan harga gabungan (Lumpsum)


Contoh: Tanggal 2 Mei 2010 PT.Panca membeli sekelompok aset PT
Jaya (tanah, kendaraan, mesin, dan peralatan), seharga Rp135.000.000.
Harga pasar masing-masing aktiva tersebut menurut pihak yang
kompeten adalah :
- Tanah Rp 50.000.000
- Kendaraan Rp 45.000.000
- Mesin Rp 35.000.000
- Peralatan Rp 20.000.000
Rp150.000.000

Diminta: catat perolehan aset secara gabungan tersebut!

Jawab:
Pada perolehan secara gabungan, harga perolehan gabungan dialokasi ke masing-
masing

50.000.000
HP Tanah = x Rp 135.000.000 = Rp 45.000.000
150.000.000
45.000.000
HP Kendaraan = x Rp 135.000.000 = Rp 40.500.000
150.000.000
35.000.000
HP Mesin = x Rp 135.000.000 = Rp 31.500.000
150.000.00
20.000.000
HP Peralatan = x Rp 135.000.000 = Rp 18.000.000
150.000.000

116
Tanggal Keterangan Debit Kredit
Maret 12 Tanah Rp45.000.000
Kendaraan Rp40.500.000
Mesin Rp31.500.000
Peralatan Rp18.000.000
Kas & Bank Rp135.000.000
(mencatat perolehan aset
secara lumpsum)

C. Kontrak Pembayaran Tangguhan

Perolehan aset dapat juga dilakukan dengan menggunakan kontrak kredit jangka
panjang, dengan menggunakan wesel, hipotik, obligasi atau dengan kewajiban
lainnya. Untuk mereflekasikan kos yang tepat, kontrak kredit jangka panjang,
dinilai berdasarkan nilai sekarang (present value) nilai pertukaran pada tanggal
transaksi. Bunga yang diperhitungkan atas transaksi kontrak jangka panjang
diperhitungkan sebagai beban periode. Dalam setiap kontrak jangka panjang tidak
selalu tingkat bunga dinyatakan secara spesifik, sehingga kalau bunga tidak
dinyatakan secara spesifik, maka harus ditentukan tingkat bunga dengan aturan
sebagai berikut:

Apakah satu diantara kondisi ini dijumpai

1. Suku bunga tidak secara spesifik dinyatakan dalam kontrak


2. Suku bunga dinyatakan dalam kontrak tapi tidak mencerminkan
kondisi pasar uang & modal yang sedang berlaku.
3. Nilai nominal kewajiban lebih besar dari harga pasar aktiva

Tidak Ya

1. Aktiva yang didapat dicatat Aktiva dicatat berdasarkan harga pasar, yang
berdasarkan nilai nominal ditentukan berdasarkan salah satu dari :
kewajiban 1. Aktiva yang diserahkan dalam transaksi
2. Beban biaya diakui 2. Harga pasar kewajiban yang timbul
berdasarkan suku bunga yang 3. Nilai tunai arus kas dari kewajiban
dinyatakan dalam kontrak berdsarkan taksiran suku bunga impli dalam
kontrak. 117
Beban bunga diakui berdasarkan suku bunga
efektif (bukan yang dinyatakan).
1. KONTRAK MENYATAKAN SECARA SPESIFIK HARGA TUNAI
ASET DAN SUKU BUNGA

PEMBELIAN ANGSURAN
Contoh: PT. Putra membeli sebuah truk awal tahun 2007 seharga Rp 120.000.000.
Pembayaran :
a. Pembayaran pertama Rp 60.000.000
b. Sisanya dibayar selama 4 kali angsuran tahunan yaitu masing-masing Rp
15.000.000 ditambah bunga 12 % dari sisi pokok pinjaman
Diminta : Catat ayat jurnal yang diperlukan
Jawab :
Ayat jurnal yang diperlukan adalah sebagai berikut :
Awal 2007
Kendaraan 120.000.000
Kas - 60.000.000
Utang angsuran - 60.000.000
(Mencatat HP kendaraan,Pembayaran I,sisa utang angsuran)
Awal 2008
Utang angsuran 15.000.000 -
Beban bunga 7.200.000 -
Kas 22.200.000
(Beban bunga = 12% x Rp 60.000.000 = Rp 7.200.000

Awal 2009

Utang angsuran 15.000.000 -


Beban bunga 5.400.000 -
Kas - 20.400.000
(B.Bunga = 12%x(Rp 60.000.000 15.000.000) = Rp 5.400.000)

Awal 2010
Utang angsuran 15.000.000 -
Beban bunga 3.600.000 -
Kas 18.600.000
(B.bunga = 12%x(Rp 60.000.000 30.000.000) = Rp 3.600.000)

Soal:
Pada 1 April 2010 PT Merpati, Tbk. membeli mesin produksi dengan syarat
sebagai berikut: Uang muka Rp15 juta, sisanya dibayar secara berkala, masing-
masing selang setahun kemudian selama 4 kali dengan jumlah Rp8 juta.
Anggaplah interest cost adalah 10%.
Hitunglah biaya perolehan mesin di atas dan buatlah jurnal untuk periode 1 April
2010 s/d 31 Desember 2011.

118
2. KONTRAK TIDAK MENYATAKAN SECARA SPESIFIK HARGA
Tahun Pembayaran Faktor Diskonto Nilai Tunai
ke 12 % 15% 12% 15%
0 Rp 20.000.000 1 1 Rp20.000.000 Rp20.000.000
1 20.000.000 0,89285 0,86956 17.857.142,9 17.391.304,3
2 20.000.000 0,79719 0,75614 15.943.877,6 15.122.873,3
Rp53.801.020,5 Rp52.514.177,65
Total
TUNAI ASET DAN SUKU BUNGA

Contoh :
PT. Sumatera membeli sebuah mesin pada tanggal 5 Januari 2006 secara angsuran
dengan pembayaran pertama Rp. 20.000.000,- sisanya dibayar dalam 2 kali
angsuran masing-masing Rp. 20.000.000,- setiap awal tahun. Apabila dibeli
secara tunai harga mesin tersebut sebesar Rp. 53.362.049,-
Diminta : (1) Tentukan tingkat harga perolehan
(2) Buatlah ayat jurnal perolehan mesin tersebut

Jawab : Menentukan bunga dengan cara trial n error

Perhitungan Faktor Diskonto

12% 15%
1 1
Thn ke 0 = 1 Thn ke 0 = 1
(1 12%) 0 (1 15%) 0

1 1
Thn ke 1 = 0,89285 Thn ke 1 = 0,86956
(1 12%) 1 (1 15%)1

1 1
Thn ke 2 = 0,79719 Thn ke 2 = 0,75614
(1 12%) 2 (1 15%) 2

119
Maka tingkat bunga dengan coba-coba (trial and error) adalah :

Tingkat bunga = % yang mendekati nilai tunai +


selisih N .tunai dg total % xcoba 2

2
xselisih %coba 2
selisih n.tunai dg total %coba
438.971,5
Tingkat harga = 12% + x3%
1.725.814,85
= 12% + 0,76%
= 12,76% (13%)

Tabel Pembayaran Cicilan dan Biaya Bunga (13%)


Tanggal Pembayaran Cicilan Pokok Bunga Sisa Angsuran
(13 %)
- - - 53.362.049
5/1-06 Rp.20.000.000 Rp.20.000.000 - 33.362.049
5/1-07 Rp.20.000.000 Rp.15.662.934 Rp.4.337.066 17.699.115
5/1-08 Rp.20.000.000 Rp.17.699.115 Rp.2.300.885 -

Tanggal Keterangan Debit Kredit


5 Jan 06 Mesin Rp53.362.049
Utang Angsuran Rp53.362.049
(mencatat perolehan mesin)

Utang angsuran Rp20.000.000


Kas dan Bank Rp20.000.000
(mencatat cicilan pertama)

5 Jan 07 Utang angsuran Rp15.662.934


Beban bunga Rp4.337.066
Kas dan Bank Rp20.000.000
(mencatat cicilan kedua)
5 Jan 08 Utang Angsuran Rp17.699.115
Beban bunga Rp2.300.885
Kas dan Bank Rp20.000.000
(mencatat biaya pemasang-
an dan uji coba mesin)

D. Sewa Guna Usaha (Leasing)


Merupakan suatu kontrak/perjanjian yang memberikan hak pada penyewa
(lessee) untuk menggunakan aktiva tetap atau barang modal yang dimiliki oleh

120
pihak menyewakan (lesser) dalam jangka waktu tertentu dan pembayaran sewa
tertentu.

Jenis kontrak sewa guna usaha, secara umum:


a. Sewa guna operasi - Operational Lease

Pembayaran sewa :
Biaya sewa xxx -
Kas - xxx

b. Sewa guna capital Finance Lease

Untuk selanjutnya, secara detail transaksi sewa guna usaha akan dibahas dalam
bagian khusus.

E. Pertukaran dengan instrumen ekuitas atau utang

Perolehan aset tetap melalui pertukaran dengan sekuritas ekuitas atau sekuritas
utang yang diterbitkan oleh perusahaan.
Perolehan aset tetap melalui pertukaran dengan sekuritas ekuitas atau utang ini
dicatat berdasarkan:
1. Harga pasar sekuritas yang diserahkan (yang dapat menggambarkan the
current cash equivalent price) atau
2. Harga pasar aset yang diterima tergantung mana yang paling jelas.

Contoh:
Tanggal 7 Juli 2010 diperoleh mesin dengan menyerahkan 1.000 lembar saham
biasa. Nilai nominal saham tersebut Rp1.000/lbr. Sedangkan harga pasar nya pada
tanggal tersebut Rp1.150,-. Tanggal 15 Agustus 2010 dibeli kendaraan dengan
menyerahkan 5.000 lembar saham biasa. Pada tanggal tersebut harga pasar saham
biasa Rp980. Maka jurnal untuk mencatat perolehan tersebut:

Tanggal Keterangan Debit Kredit


7 Juli 2010 Mesin Rp1.150.000
Modal Saham Rp1.000.000
Agio Saham Biasa Rp150.000
(mencatat perolehan
mesin)
15 Agus 2010 Kendaraan Rp4.900.000
Disagio Saham Rp100.000
Saham Biasa Rp5.000.000
(mencatat perolehan
kendaraan)

F. Pertukaran dengan aset nonmoneter

121
Pertukaran Aset Tetap PSAK No. 16 (1994) sebelumnya membedakan
perlakuan pencatatan atas pertukaran aset tetap yang sejenis/serupa (Par.21) serta
pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis/tidak serupa (Par. 20), sedangkan PSAK
16 (revisi 2007) tidak membedakannya.

Par. 24 PSAK 16 (revisi 2007) mengatur bahwa untuk pertukaran aset tetap, biaya
perolehan diukur pada nilai wajar kecuali (a) transaksi pertukaran tidak memiliki
substansi komersial; atau (b) nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan
tidak dapat diukur secara andal.

Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya
perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

Buat Contoh: lihat power poin kuliah 1

Soal:
1. Pada 1 Mei 2010 PT Mentari, Tbk. menukarkan mesin tuanya dengan
mesin baru yang relatif lebih kecil kapasitasnya. Manajemen yakin bahwa
pertukaran ini akan mengubah konfigurasi (risiko, waktu, dan jumlah) arus
kas perusahaan. Biaya perolehan mesin tua mula-mula adalah Rp46 juta,
diperoleh 1 Mei 2008 dan ditaksir berumur 5 thn, nilai residu nol. Mesin
baru nilai wajarnya hanya Rp40 juta. Dalam pertukaran ini PT Metari,
Tbk. menyerahkan kas Rp10 juta.
Hitunglah biaya perolehan mesin di atas dan buatlah jurnal untuk
memperolehnya.

G. Dibangun Sendiri
Beberapa masalah yang terkait dengan penentuan kos atau harga perolehan aset
tetap yang dibangun sendiri :

I. Biaya overhead sebagai komponen kos aset tetap yang dibangun sendiri
3 alternatif yang dapat digunakan :
a) Mengalokasikan biaya overhead (BOP) berdasarkan tarif tertentu kepada
harga perolehan aset teap yang dibangun dan harga pokok produk.
b) Membebankan BOP kepada aset tetap yang dibangun hanya sebesar
kenaikan yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan pembangunan aktiva
(incramental cost method).
c) Membebankan hanya kepada BOP yang dianggap melekat pada produk
hilang sebagai akibat adanya kegiatan konstruksi kepada aset tetap yang
dibangun.

II. Penghematan atau kerugian dalam kegiatan konstruksi


Dalam kegiatan pembuatan aset tetap mungkin saja kalkulasi biaya konstruksi
berbeda dengan harga pasar aset tetap tersebut, maka :

122
1) Apabila kalkulasi biaya konstruksi yang lebih tinggi dari harga pasar,
maka harga perolehan aktiva diakui sebesar harga pasar, sedangkan
selisihnya diakui sebagai kerugian (pemborosan).
2) Apabila harga pasar lebih tinggi dari kalkulasi biaya konstruksi maka,
perolehan aktiva tetap diakui sebesar pengorbanan yang dilakukan
(kalkulasi, biaya konstruksi), sedangkan selisihnya merupakan petunjuk
adanya penghematan namun dimanifestasikan dalam biaya depresiasi
setiap tahun.

III. Bunga pinjaman dalam masa konstruksi


Standar/prinsip akuntansi yang lazim juga memperkenankan penundaan
pembebanan biaya bunga selama berlangsungnya kegiatan konstruksi aktiva
tetap oleh perusahaan-perusahaan selain non-public utility. Namun hanya
biaya bunga yang sesungguhnya terjadi yang dapat ditunda pembebanannya
dan dikapitalisasi, sedangkan biaya modal tidak.
Kapitalisasi biaya diperkenankan untuk aset seperti bangunan, ekuipmen
untuk dipakai sendiri, atau aktiva yang akan dijual/disewakan ke pihak lain,
dengan karakteristik sebagai berikut :
a. Kos dapat diakumulasi secara terpisah
b. Kegiatan konstruksi cukup lama (lebih dari 1 tahun)
c. Memerlukan biaya konstruksi yang cukup besar
Bunga pinjaman dikapitalisasi sebagai aset tetap yang dibangun dan
didepresiasi atau diamortisasi selama masa manfaat aktiva dan tidak boleh
melampaui masa pinjaman khusus.

Contoh 1:
PT. Suma Sentosa membangun sendiri gedung pabrik yang akan digunakan awal
tahun 2012. Kontruksi dimulai tanggal 1 Mei 20010, dengan kontrak yang
disepakati dengan kontraktor sebesar Rp250.000.000, yang harus selesai paling
lambat akhir tahun 2011. Pembayaran dilakukan pada kontraktor secara bertahap
yaitu 1 Maret 2011 Rp120.000.000, 1 Juni 2011 sebesar Rp60.000.000, 1
September 2011 Rp60.000.000 dan 31 Desember 2011 sisanya.
Untuk pembangunan tersebut perusahaan memperoleh kredit investasi
Rp150.000.000 dengan bunga 18% pada tanggal 1 Januari 2011, selain itu
perusahaan mempunyai hutang lain yaitu :
1. Hutang obligasi, bunga 15% berjangka 10 tahun terhitung sejak 1 Januari
2005 bunga dibayar setiap 31 Desember sebesar Rp100.000.000
2. Hutang Bank, bunga 12 % berjangka 5 tahun terhitung sejak 1 Januari
2007, bunga dibayar setiap 31 Desember sebesar Rp50.000.000.

Diminta :
1. Tentukanlah biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi.
2. Ayat jurnal yang diperlukan.

Jawab:
1. Menentukan jumlah rata rata pengeluaran akumulatif tahun 2011
Tanggal pembyr Jumlah dibyr Masa Kapitalisasi Rata rata
kumulatif

123
1 Maret 2011 120.000.000 10/12 100.000.000
1 Juni 2011 60.000.000. 7/12 35.000.000
1 September 2011 60.000.000 4/12 20.000.000
31 Desember 2011 10.000.000 0/12 0
Total 155.000.000

Masa kapitalisasi : dihitung sejak pembayaran s.d. berakhir kgt konstruksi


31/12/2011

2.Menentukan suku bunga rata rata(tertimbang) pinjaman tidak langsung.


Jenis utang Jumlah Suku bunga Biaya bunga
Hutang obligasi 100.000.000 15% 15.000.000
Hutang bank 50.000.000 12% 6.000.000
Kredit investasi 150.000.000 18% 27.000.000
Jumlah 300.000.000 16% 48.000.000

Suku bunga rata rata = (48.000.000/300.000.000) x 100%

3. Menghitung bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi

Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi=


Rp155.000.000 x 16% = Rp24.800.000

4. Biaya bunga sesungguhnya tahun 2004

Dekripsi Jumlah
Biaya bunga pinjaman langsung
=18% x 12/12 x 150.000.000 27.000.000
Biaya bunga pijaman tak langsung
= 15% x 12/12 x 100.000.000 15.000.000
= 12% x 12/12 x 50.000.000 6.000.000
Jumlah biaya bunga sesungguhnya th 2004 48.000.000

5. membandingkan bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi dengan


bunga sesungguhnya.

Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi (Rp. 24.800.000) lebih kecil dari
jumlah biaya bunga sesungguhnya (Rp. 48.000.000) maka bunga pinjaman yang
dapat dikapitalisasi sebagai sebagai nilai perolehan gedung pabrik dan sisanya
(Rp. 48.000.000 Rp. 24.800.000 = Rp. 23.200.000) diakui sebagai beban bunga
periodik

Ayat jurnal yang diperlukan :

Tgl Akun Debit Kredit

124
1/3 Gedung dlm penyelsn Rp.120.000.000
Kas Rp. 120.000.000
1/6 Gedung dlm penyelsn Rp.60.000.000
Kas Rp.60.000.000
1/9 Gedung dlm penyelsn Rp. 60.000.000
Kas Rp.60.000.000
31/12 Gedung dlm penyelsn Rp. 10.000.000
Kas Rp. 10.000.000
31/12 Gedung dlm penyelsn
(Kapitalisasi) Rp.24.800.000
Biaya bunga Rp.23.200.000
Kas Rp.48.000.000

Soal: L10-7, L10-8, L10-9, dan L10-10

Contoh 2:
PT. Sentosa membangun sendiri gedung kantor yang akan digunakan awal tahun
2005. Kontruksi dimulai tanggal 1 Mei 2003, dengan kontrak yang disepakati
dengan kontraktor sebesar Rp300.000.000, yang harus selesai paling lambat akhir
tahun 2004. Pembayaran dilakukan pada kontraktor secara bertahap yaitu 1 Juli
2003 Rp40.000.000, 31 Desember 2003 sebesar Rp60.000.000, 1 September 2004
Rp100.000.000, 1 Oktober 2004 Rp80.0000.000 dan 31 Desember 2004 sisanya.
Untuk pembangunan tersebut perusahaan memperoleh kredit investasi
Rp150.000.000 dengan bunga 15% pada tanggal 1 April 2003, selain itu
perusahaan mempunyai hutang lain yaitu :
1. Hutang obligasi, bunga 15% berjangka 10 tahun terhitung sejak 1
Januari 1998 bunga dibayar setiap 31 Desember sebesar
Rp100.000.000
2. Hutang Bank, bunga 12% berjangka 5 tahun terhitung sejak 1
Januari 2000, bunga dibayar setiap 31 Desember sebesar Rp.
50.000.000.

Diminta :
1. Tentukanlah biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi tahun 2003
2. Tentukanlah biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi tahun 2004
3. Ayat jurnal yang diperlukan tahun 2003 dan 2004

1. Biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi tahun Tahun 2003


a. Rata-rata pengeluaran akumulatif tahun 2003
Tanggal Pembayaran Jumlah Dibayar Masa Kapitalisasi Rata-Rata Kumulatif
1 Juli 2003 40.000.000 6/12 Rp.20.000.000
31 Desember 2003 60.000.000 0/12 0
Rp.20.000.000

b. Suku bunga rata-rata (tertimbang) pinjaman tidak langsung


Jenis Barang Jumlah Bunga Biaya Bunga

125
Hutang Obligasi 100.000.000 15% Rp.15.000.000
Hutang Bank 50.000.000 12% Rp. 6.000.000
Kredit investasi 150.000.000 15% Rp.22.500.000
Total 300.000.000 14,5% Rp.43.500.000

Suku bunga rata-rata =


By.bunga =
43.500.000
= 14,5%
jlh.kredit.investasi 300.000.000

c. Suku bunga yang dikapitalisasi


= Rp20.000.000 x 14,5% = Rp2.900.000

d. Biaya bunga sesungguh x tahun 2003 :


Deskripsi Jumlah
Biaya bunga pinjaman langsung:
9 Rp 16.875.000
= 150.000.000 x x15%
12
Biaya bunga pijaman tak langsung:
12 15.000.000
= 100.000.000 x x 15%
12
12
= 50.000.000 x x 12% 6.000.000
12
Jumlah biaya bunga sesungguhnya th 2003 37.875.000

Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi Rp2.900.000 (karena bunga pinjaman


yang dapat dikapitalisasi lebih kecil dari beban bunga periodik)
Biaya bunga periodik = Rp37.875.000 Rp2.900.000 = Rp34.975.000

Ayat jurnal
Tgl Akun Debit Kredit
Kas Rp150.000.000
Utang konstruksi Rp150.000.000
1/7 Gedung dlm penyelsn Rp40.000.000
Kas Rp40.000.000
31/12 Gedung dlm penyelsn Rp60.000.000
Kas Rp60.000.000
31/12 Gedung dlm penyelsn
(Kapitalisasi) Rp2.900.000
Biaya bunga Rp34.975.000
Kas Rp37.875.000

2. Biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi tahun Tahun 2004

1. Menentukan jumlah rata-rata pengeluaran akumulatif 2004

126
Tanggal Pembayaran Jumlah Dibayar Masa Kapitalisasi Rata-Rata Kumulatif
s/d 1 Januari 2004 100.000.000 12/12 Rp100.000.000
1 September 2004 100.000.000 4/12 Rp33.333.000
1 Okt 2004 80.000.000 3/12 Rp.20.000.000
31 Des 2004 20.000.000 0/12 0
Total Rp153.333.000

Catatan: 12/12 artinya dihitung 1 Jan s/d 31 Des 2004 =12 bulan
4/12 artinya dihitung Sep s/d 31 Des 2004 =4 bulan
3/12 artinya dihitung Okt s/d 31 Des 2004=3 bulan
0/12 artinya dihitung Des s/d 31 Des 2004=0 bulan

2. Suku bunga rerata tertimbang = 14%

Bunga rerata tertimbang =


by.Bunga x 100 = 14,5%
jlhinvestasikredit

3. Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasikan

Bunga pinjaman dikapitalisasikan = (Rp153.333.000 x 14,5%) = Rp22.233.285

Biaya bunga sesungguhnya tahun 2004


Pinjaman langsung
Pinjaman tidak langsung (150.000.000x12/12x15%) Rp. 22.500.000
- Hutang obligasi = 100.000.000 x 12/12 x 15%= Rp.15.000.000
- Hutang bank = 50.000.000 x 12/12 x 12%= Rp.6.000.000
Total pinjaman tidak langsung Rp. 21.000.000
Jumlah biaya bunga sesungguh tahun 2004 Rp. 43.500.000

Biaya bunga periodik = Rp 43.500.000 - Rp22.233.285 = Rp21.266.715


(Biaya bunga periodik = Jumlah biaya bunga sesungguh Bunga pinjaman
dikapitalisasikan)

Ayat jurnal untuk tahun 2004


1/9 2004 Gedung dalam penyelesaian 100.000.000
Kas 100.000.000
1/10 2004 Gedung dalam penyelesaian 80.000.000
Kas 80.000.000
31/12 2004 Gedung dalam penyelesaian 20.000.000
Kas 20.000.000
31/12 2004 Gedung dalam penyelesaian 22.233.285
Biaya bunga 20.266.715
Kas 43.500.000

127
Pengukuran (Penilaian) setelah Pengakuan Awal:

1. Berdasarkan SAK 16 (1994), nilai aset tetap sbb:

Biaya perolehan(Kos) Rpxxx


Dikurangi:
Akm penyusutan A. tetap Rpxxx
Nilai Buku aset tetap Rpxxx

2. Penilaian aset tetap: Berdasarkan SAK 16 (Revisi 2007) (perusahaan


dapat memilih)
a. model kos (Cost model)

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :


Biaya perolehan Rpxxx
dikurangi
Akumulasi penyusutan dan (Rpxxx)
Akumulasi rugi penurunan nilai asset (Rpxxx)
Nilai tercatat Rpxxx

b. model revaluasi (Revaluation model).

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :


Jumlah revaluasian, yaitu nilai
wajar pada tanggal revaluasi, Rpxxx
dikurangi
Akumulasi penyusutan dan (Rpxxx)
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
yang terjadi setelah tanggal revaluasi (Rpxxx)
Nilai tercatat Rpxxx

Revaluation Model
Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara
pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi dengan wajar (arms length transaction).
Ditentukan:
Appraisal
Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat
aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, maka
Entitas perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan
1. penghasilan atau
2. depreciated replacement cost.

Revaluasi harus dilakukan secara regular. Untuk memastikan jumlah tercatat


tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Akumulasi
penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode:
a. proporsional, atau

128
b. eliminasi.

Example:
Value Assets Inc. has an item of plant with an initial cost of $100,000. At the date
of revaluation, accumulated depreciation amounted to $55,000. The fair value of
the asset, by reference to transactions in similar assets, is assessed to be $65,000.
The entries to be passed would be:

1.Metode eliminasi
Dr. Accumulated depreciation 55,000
Cr. Asset cost 55,000
Being elimination of accumulated depreciation against the cost of the asset

Dr. Asset cost 20,000


Cr. Revaluation reserve 20,000
Being uplift of net asset value to fair value

Sehingga nilai bawaan aset sebesar: $65,000 = $100,000 $55,000 + $20,000

2. Metode Proposional
Dr. Asset cost 44.444
Cr. Accumulated depreciation 24.444
Cr. Revaluation reserve 20,000

Asset (Dr.)= ((65.000-45.000)/45.000)x100.000 = 44.444


Accumulated depreciation (Cr.)= ((65.000-45.000)/45.000)x55.000 = 24.444

Soal:
1. Aset tetap dengan biaya perolehan Rp250.000 dan akumulasi penyusutan
Rp120.000 dilakukan revaluasi.
a. nilai wajar Rp150.000.
b. Nilai wajar Rp150.000, sebelum nya pernah penurunan Rp30.000
c. Nilai wajar Rp100.000
d. Nilai wajar Rp100.000, sebelumnya pernah surplus Rp10.000
e. Nilai wajar Rp100.000, sebelumnya pernah surplus Rp40.000
Diminta:
Buatlah ayat jurnal yang diperlukan apabila perusahaan menggunakan
Revaluation Model Elimasi

2.Pada 1/3/2010 PT ABC, Tbk. membeli mesin produksi secara tunai, harga
katalog Rp35jt, trade discount 5%, dan cash discount 2%.
Bea impor dan PPn Masukan (tidak dapat dikreditkan) Rp750.000 dibayar tunai.
Biaya pemasangan dan percobaan Rp1,5 juta dibayar tunai.
Dijual produk hasil uji coba dengan harga Rp300.000
Nilai residu nihil. Umur ditaksir 5 th. Penyusutan garis lurus.
Nilai revaluasian pada tgl 31/12 2011 Rp 25juta, estimasi umur ekonomis turun
menjadi 4 tahun.
Nilai revaluasian pada tgl 31/12 2012 Rp 7juta

129
Diminta catat seluruh transaksi mesin dari tgl 1 Maret 2010 sampai akhir umur
ekonomis, apabila perusahaan melakukan penilaian Aset tetap dengan
Revaluation model (metode eliminasi), sajikan LPK setiap tgl 31 Des.

3. Pada 1/4/2010 PT ABC, Tbk. membeli mesin produksi secara tunai, harga
katalog Rp45jt, trade discount 5%, dan cash discount 2%.
Bea impor dan PPn Masukan (tidak dapat dikreditkan) Rp1,8 juta dibayar tunai.
Biaya pemasangan dan percobaan Rp1,1 juta dibayar tunai.
Dijual produk hasil uji coba dengan harga Rp500.000
Nilai residu nihil. Umur ditaksir 5 th. Penyusutan garis lurus.
Nilai revaluasian pada tgl 31/12 2011 Rp 32juta
Nilai revaluasian pada tgl 31/12 2012 Rp 19juta
Diminta catat seluruh transaksi mesin dari tgl 1 april 2010 sampai akhir umur
ekonomis, apabila perusahaan melakukan penilaian Aset tetap dengan
Revaluation model (metode eliminasi), sajikan LPK setiap tgl 31 des.

Kos Setelah Akuisisi

a. Additions (penambahan),
b. Improvements and Replacements,
c. Rearrangement and Reinstallations,
d. Repairs

(Pengertian baca buku Kieso)

PENGELUARAAN SELAMA PEMILIKAN AKTIVA TETAP

1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditures)


Pengorbanan yang diharapkan akan memberi manfaat lebih dari satu tahun
mendatang, sehingga dicatat sbg aktiva dan didepresiasi selama masa manfaatnya.

2. Pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure)


Pengorbanan yang diperlukan untuk mempertahankan atau menjaga kondisi agar
aktiva dpt menjalankan fungsi nya dlm tahun berjalan dan diakui sebagai beban
periode.

Jenis pengeluaran

Jenis pengeluaran setelah perolehan


Tipe Efek pengeluaran Perlakuan Akuntansi
pengeluaran
Penambahan Masa manfaatnya Dikapitalisasi dan dicatat terpisah
(Additions) independen dari masa dari rekening aktiva tetap, dan
manfaat aktiva disusutkan dalam taksiran masa
manfaat

130
Masa manfaatnya terbatas Dikapitalisasi sbg bagian dr nilai
hanya sampai taksiran perolehan aktiva tetap dan disusut
sisa manfaat aktiva tetap berdasarkan sisa manfaat Aktiva
ybs tetap ybs
Penggantian dan Komponen aktiva yg Dikapitalisasi sbg bagian dari
perbaikan diganti dpt diidentifikasi H.perolehan aktiva tetap ybs dan
(Replacements scr spesifik disusutkan berdasarkan masa
and manfaat terpendek ant (1) masa
Betterments) manfaat komponen yg diganti,
(2) sisa masa manfaat aktiva ybs.
Dan nilai buku komponen yg
digantikan dihapus serta diakui
sebagai kerugian (metode
subtitusi)
Komponen aktiva yg Dikapitalisasi dengan cara
diganti tidak dpt mengurangkan saldo rek. Akm
diidentifikasi scr spesifik, Penyusutan dan nilai buku
namun memperpajang disusutkan berdasarkan taksiran
masa manfaat aktiva tetap sisa masa manfaatnya.
Komponen aktiva yg Dikapitalisasi sbg bagian dari
diganti tidak dpt harga perolehan dan disusutkan
diidentifikasi scr spesifik, berdasarkan mana manfaat
namun menambah terpendek ant (1) masa manfaat
manfaat potensial aktiva perbaikan (2)sisa masa manfaat
tetap aktiva tetap.
Penyusunan Kos dpt diidentifikasi, Dikapitalisasi sbg beban
kembali dan material dan diharapkan tangguhan dan diamortisasi dlm
relokasi memberi manfaat di masa taksiran masa manfaat
depan
Kos tdk dpt diidentifikasi, Diperlakukan sebagai beban
tidak material, diragukan periode
memberi manfaat
Reparasi dan Rutin, terdistribusi merata Diperlakukan sbg beban periode
pemeliharaan sepanjang tahun
Rutin, tidak terdistribus Dakui sebagai beban periodek
scr merata dengan metode akrual atau met.
Cadangan dengan taksiran. Dan
mengurangkan cadangan saat
pengeluaran benar terjadi
Tidak rutin, material, Sama dengan perbaikan,
menambah manfaat menambah manfaat potensial
potensial

131
Tidak rutin, material, Sama dengan perbaikan,
memperpanjang masa memperpanjang masa manfaat
manfaat
Tidak rutin, penggantian Sama dengan metode subtitusi
komponen, menambah
manfaat potensial

Untuk

2 macam pengeluaran modal


Ad. 1. Pengeluaran Modal
1.1.Memperpanjang masa manfaat/unsur ekonomi
Jurnal Akum.Peny.AT xxx
Kas xxx
1.2 Menambah manfaat potensial aktiva
Jurnal Aktiva tetap xxx
Kas xxx

Ad. 2 Reparasi dan Pemulihan


2.1 Rutin dan terdistribusi secara merata setiap tahun

Biaya reparasi dan pemulihan xxx -


Kas - xxx

2.2 Rutin dan tidak terdistribusi secara merata sepanjang tahun


2.2.1 Awal periode

Biaya reparasi dan pemulihan xxx -


Cad .reparasi dan pemulihan - xxx

2.2.2 Saat terjadi pengeluaran

Cad. reparasi dan pemulihan xxx -


Kas - xxx

2.3 Tidak rutin, material, tambahan manfaat potensial


Aktiva tetap xxx -
Kas - xxx

2.4 Tidak rutin, material, memperpanjang masa manfaat


Akumulasi depresiasi AT xxx -
Kas - xxx

2.5 Tidak rutin, penggantian komponen, tambahan manfaat potensial


(metode substitusi)

132
2.5.1 Menghapus komponen lama (apabila nilai komponen lama yang
diganti dapat di tentukan
Akum. Depr Aktiva Tetap xxx -
Rugi Penggantiaan Komponen xxx -
Aktiva Tetap - xxx

2.5.2 Mencatat komponen baru


Aktiva tetap xxx -
Kas - xxx

NB. N 2.5 tentang tidak rutin, penggantian komponen, tambahan manfaat


potensial disebut metode distribusi
Sama dengan perlakukan akuntansi Penggantian dan Perbaikan dimana
komponen yang diganti dapat ditentukan secara spesifik.

Contoh:
Soal 1. (Penggantian dan perbaikan) PT. Sumber waras mempunyai kendaraan
yang diperoleh 1 Juli 2006, dengan harga perolehan Rp60.000.000 ditaksir
berumur 8 tahun. Disusutkan dengan metode garis lurus. Pada tanggal 1 Mei 2010
mesin disel kendaraan diganti dengan yang baru yang harga nya Rp25.000.000.
Diminta :
1. catat transaksi perolehan kendaraan.
2. Depresiasi s.d 31 desember 2009
3. penggantian mesin kendaraan, 1 Mei 2010
4. Depresiasi s.d akhir masa manfaat
Apabila :
1. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan penggantian
menambah manfaat potensial kendaraan
2. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan penggantian
memperpanjang masa manfaat kendaraan menjadi 10 tahun
3. Nilai mesin yang digantikan ditaksir 35 % dari nilai kendaraan, dan
perbaikan menambah manfaat potensial kendaraan (metode subtitusi)

Jawab:
1. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan
penggantian menambah manfaat potensial kendaraan

1. Perolehan kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2006, 1/7 Kendaraan Rp60.000.000
Kas dan bank Rp60.000.000

133
2. Depresiasi sampai 31/12 2009 dari 1/7 2006 (Metode Garis Lurus)
60.000.000 6
1/7-06 s/d 31/12-06= x = Rp 3.750.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-07 s/d 31/12-07= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-08 s/d 31/12-08= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-09 s/d 31/12-09= x = Rp 7.500.000
8.th 12
Akum depr. s/d 31/12-2009 Rp 26.250.00

Ayat jurnal tiap akhir tahun:


Tanggal Keterangan Debit Kredit
2006, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp3.750.000
Akm Depr Kendaraan Rp3.750.000
2007, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2008, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2009, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000

3. Penggantian mesin kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2010, 1/5 B. Depr Kendaraan Rp2.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp2.500.000
(B.depr smp mesin diesel
diganti)

Kendaraan Rp25.000.000
Kas dan Bank Rp25.000.000
(penggantian Mesin diesel)

60.000.000 4
Beban depresiasi= x 2.500.000
8.th 12

Menghitung nilai tercatat Tahun 2010 (1/5 2010)

134
Harga perolehan kendaraan Rp. 60.000.000
Akum depr kendaraan, per 1/5 -2010 :
1/7 2006 s/d 31/12 2009 = Rp. 26.250.000
1/1 2010 s/d 1/5 2010 = Rp. 2.500.000
(Rp28.750.000)
Nilai tercatat, per 1 Mei 2010 Rp31.250.000

Maka Tarif Depr setelah penggantian mesin diesel, per 1 Mei 2010, sbb


+
=

31.250.000 25.000.000 56.250.000


= =Rp1.125.000/bln
50.b ln 50

Sisa manfaat kendaraan: 1 Mei 2010 sampai dengan 1 Juli 2014 (akhir masa
manfaat kendaraan) = 50 bulan.

Menghitung B. depr 1/5 -2010 s/d 31/12 2010

B. depr 1/5 2010 s/d 31/12 2010 = 8 bulan x 1.125.000


= Rp9.000.000

Maka beban depr tahun 2010 dari 1/1 2010 s/d 31/12 2010 adalah :
B. depr 1/1 s/d 1/5 2010 = Rp. 2.500.000
B. depr 1/5 s/d 31/12 2010 = Rp. 9.000.000
Rp.11.500.000

Beban depr sampai akhir masa manfaat


1/5 2010 s/d 31/12 2010 = 8 bln x Rp.1.125.000 Rp. 9.000.000
1/1 2011 s/d 31/12 2011 = 12 bln x Rp.1.125.000 Rp.13.500.000
1/1 2012 s/d 31/12 2012 = 12 bln x Rp.1.125.000 Rp.13.500.000
1/1 2013 s/d 31/12 2013 = 12 bln x Rp.1.125.000 Rp.13.500.000
1/1 2014 s/d 1 /7 2014 = 6 bln x Rp.1.125.000 Rp. 6 .750.000
50 bln Rp. 56.250.000
Ayat Jurnal :

1/7 2014 B. depr kendaraan 6.750.000


Akum peny kendaraan - 6.750.000

Nilai buku per 1/7 2014


NB per 1/5 2010 = 31.250.000 + 25.000.000 = 56.250.000
Akum depr s/d 1/7 2014 = =(56.250.000)
Nilai tercatat 0

Nilai tercatat pada akhir masa manfaat harus nol 0

135
2. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan
penggantian memperpanjang masa manfaat kendaraan menjadi
10 tahun

1. Perolehan kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2006, 1/7 Kendaraan Rp60.000.000
Kas dan bank Rp60.000.000

2. Depresiasi sampai 31/12 2009 dari 1/7 2006 (Metode Garis Lurus)
60.000.000 6
1/7-06 s/d 31/12-06= x = Rp 3.750.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-07 s/d 31/12-07= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-08 s/d 31/12-08= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-09 s/d 31/12-09= x = Rp 7.500.000
8.th 12
Akum depr. s/d 31/12-2009 Rp 26.250.00

Ayat jurnal tiap akhir tahun:


Tanggal Keterangan Debit Kredit
2006, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp3.750.000
Akm Depr Kendaraan Rp3.750.000
2007, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2008, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2009, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000

3. Penggantian mesin kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2010, 1/5 B. Depr Kendaraan Rp2.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp2.500.000
(B.depr smp mesin diesel

136
diganti)

Akum depre kendaraan Rp25.000.000


Kas dan Bank Rp25.000.000
(penggantian Mesin diesel)

60.000.000 4
Beban depresiasi= x 2.500.000
8.th 12

4. Depresiasi sampai akhir masa manfaat


*Nilai tercatat per 1/5 2010:
Harga perolehan Rp. 60.000.000

Akum depr kendaraan per 1/5 2010


1/7 2006 s/d 31/12 2009 = Rp. 26.250.000
1/1 2010 s/d 1/5 2010 = Rp. 2.500.000
Akum depr 1/5 2010 Rp.28.750.000
Dikurangi:
Kos penggantian mesin diesel
kendaraan baru: (Rp25.000.000)
saldo akm depre kendaraan per 1/5 10 (Rp3.750.000)
NB kendaraan 1/5 -2010 Rp. 56.250.000

Sisa masa manfaat kendaraan :


1/5 2010 s/d 1/7 2014 + 2 tahun = 1/5 2010 s/d 1/7 2014
= 50 bulan + 24 bulan (12 x 2 tahun)
= 74 bulan

Tarif biaya depr per bulan setelah penggantian mesin diesel : 56.250.000 =Rp760.135
74 bulan
By depr setelah penggantian mesin s/d akhir manfaat (1/7 2014) :
1/5 2010 s/d 31/12 2010 = 8 bln x Rp. 760.135 = Rp. 6.081.080
31/12 2011 31/12 2015 = 5thn x 12bln x Rp.760.135 = Rp. 45.608.100
1/1 2016 s/d 1/7 2016 = 6bln x Rp. 760.135 = Rp. 4.560.810
Rp. 56.249.990

Ayat jurnal per 1/7 2016


1/7 2016 B. depr kendaraan Rp4.560.810
Akum depr kendaraan Rp4.560.810

NB kendaraan per 1/7 2016


NTercatat per 1/5 2010 = Rp. 56.250.000
Akum depr s/d 1/7 2016 = (Rp. 56.249.990)

137
Selisih karena pembulatan 10

3. Nilai mesin yang digantikan ditaksir 35 % dari nilai kendaraan,


dan perbaikan menambah manfaat potensial kendaraan
(Metode Subtitusi)

1. Perolehan kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2006, 1/7 Kendaraan Rp60.000.000
Kas dan bank Rp60.000.000

2. Depresiasi sampai 31/12 2009 dari 1/7 2006 (Metode Garis Lurus)
60.000.000 6
1/7-06 s/d 31/12-06= x = Rp 3.750.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-07 s/d 31/12-07= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-08 s/d 31/12-08= x = Rp 7.500.000
8.th 12
60.000.000 12
1/1-09 s/d 31/12-09= x = Rp 7.500.000
8.th 12
Akum depr. s/d 31/12-2009 Rp 26.250.00

Ayat jurnal tiap akhir tahun:


Tanggal Keterangan Debit Kredit
2006, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp3.750.000
Akm Depr Kendaraan Rp3.750.000
2007, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2008, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000
2009, 31/12 B. Depr Kendaraan Rp7.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp7.500.000

3. Penggantian mesin kendaraan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2010, 1/5 B. Depr Kendaraan Rp2.500.000
Akm Depr Kendaraan Rp2.500.000
(B.depr smp mesin diesel
diganti)

138
60.000.000 4
Beban depresiasi= x 2.500.000
8.th 12

Mencatat penggantian mesin diesel:


1. Menghapus mesin lama (35%)
2. Mencatat biaya mesin diesel baru

1. Menghapus mesin lama (35%)

Perhitungan = NB Kendaraan per 1/5 2010


HP Kendaraan Rp. 60.000.000
1/7 2006 s/d 31/12 2006 = Rp. 3.750.000
1/1 2007 s/d 31/12 2009 = Rp.22.500.000
1/1 2010 s/d 1/5 2010 = Rp. 2.500.000
Akum depr per 1/7 2006 s/d 1/5 2010 (Rp.28.750.000)
NB per 1/5 2010 Rp. 31.250.000

NB Mesin Diesel (35%)


*) Kos mesin diesel = 35% x Rp. 60.000.000 = Rp. 21.000.000
Akum depr mesin diesel = 35% x Rp. 28.750.000 = (Rp.10.062.500)
NB mesin diesel (rugi penggantian mesin) = Rp. 10.937.500

Ayat jurnal
Tanggal Keterangan Debit Kredit
2010, 1/5 Akm Depr Kendaraan Rp10.062.500
Rugi penggantian mesin diesel Rp10.937.500
Kendaraan Rp21.000.000
(menghapus mesin diesel lama)
2010, 1/5 Kendaraan Rp25.000.000
Kas dan Bank Rp25.000.000
(mencatat kos mesin diesel baru)

Tarif Depresiasi Setelah Penggantian


NB. Kendaraan yang akan didepresiasi setelah penggantian
NB sebelum penggantian Rp. 31.250.000
NB mesin yang diganti (Rp. 10.937.500)
By mesin diesel baru Rp. 25.000.000
NB kendaraan setelah penggantian Rp. 45.312.500

Sisa masa manfaat = 1/5 2010 s/d 1/7 2014 = 50 bulan


B. depr / bulan = 45.312.500 = 906.250

139
50 bulan

4. Biaya depresiasi setelah penggantian

1/5 s/d 31/12 2010 B. depr kendaraan Rp. 7.250.000


Akum depr kendaraan Rp. 7.250.000
(8bln x Rp.906.250)

31/12 2011 B. depr kendaraan Rp. 10.875.000


Akum depr kendaraan Rp.10.875.000
(12bln x Rp.906.250)

31/12 2012 B. depr kendaraan Rp. 10.875.000


Akum depr kendaraan Rp.10.875.000
(12bln x Rp.906.250)

31/12 2013 B. depr kendaraan Rp. 10.875.000


Akum depr kendaraan Rp.10.875.000
(12bln x Rp.906.250)

1/7 2014 B. depr kendaraan Rp. 5.437.500


Akum depr kendaraan Rp.5.437.500
(6bln x Rp.906.250)

Jadi total Ak. Peny setelah penggantian Rp.45.312.500


Rp.45.312.500

Soal 2. (Penambahan) PT. Sentra mempunyai sebuah bangunan kantor berlantai


dua yang diperoleh 1 Agustus 2003 dengan harga perolehan Rp240.000.000
lantai dasar dipakai sebagai kantor dan lantai satu masih belum digunakan karena
belum terdapat ruang ruang. Bangunan ini ditaksir berumur 15 tahun. Pada
tanggal 1 April 2010, pada lantai satu ditambahkan ruang ruang sehingga menjadi
6 ruang dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp100.000.000.
Diminta :
1. Catat perolehan bangunan 1 Agustus 2003
2. Hitunglah Beban depresiasi / tahun apabila menggunakan metode Garis
Lurus.
3. Catatlah transaksi tanggal 1 April 2010
4. Hitunglah Beban depresiasi / tahun setelah penambahan (gunakan table)

Jawab:
1. Perolehan Bangunan

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2003, 1/8 Bangunan Rp240.000.000

140
Kas dan Bank Rp240.000.000
(Perolehan bangunan)

2. Beban depresiasi bangunan

240.000.000 5
1/8 2003 s/d 31/12 2003 = x = Rp 6.666.667
15.thn 12
240.000.000 12
1/1 - 2004 s/d 31/12 2004 = x = Rp 16.000.000
15.thn 12
240.000.000 12
1/1 2005 s/d 31/12 2005 = x = Rp 16.000.000
15.thn 12
240.000.000 12
1/1 - 2006 s/d 31/12 2006 = x =Rp 16.000.000
15.thn 12
240.000.000 12
1/1 2007 s/d 31/12 2007 = x = Rp 16.000.000
15.thn 12

240.000.000 12
1/1 - 2008 s/d 31/12 2008 = x =Rp 16.000.000
15.thn 12
240.000.000 12
1/1 - 2009 s/d 31/12 2009 = x = Rp 16.000.000
15.thn 12

Akum depr 1/8 - 2003 s/d 31/12 2009 Rp 102.666.667

3. Penambahan bangunan
Tanggal Keterangan Debit Kredit
2010, 1/4 B. Depre Bangunan Rp4.000.000
Akm depre. bangunan Rp4.000.000
(3/12 x Rp16.000.000)

Bangunan Rp100.000.000
Kas dan Bank Rp100.000.000
(Perolehan bangunan)

Tarif depresiasi bangunan setelah penambahan:


NB Bangunan - 2010
Kos Rp. 240.000.000
Akum depr bangunan, per 2010:
1/803 s/d 31/12-2009 = Rp.102.666.667
10 = Rp. 4.000.000
Akum depr per 1/8 2003 s/d - 2010 (Rp.106.666.667)
NB Bangunan - 2010 Rp.133.333.333

141
NB Bangunan per - 2010 Rp.133.333.333
By. Perbaikan (penambahan) Rp.100.000.000
NB setelah penambahan Rp.233.333.333

Sisa Masa Manfaat = - 2010 s/d 1/8 2018 = 100 bulan

Soal 3 PT. Mentari memiliki aktiva tetap berupa tanah, bangunan, kendaraan,
mesin dan peralatan. Seluruh aktiva tetap tersebut diperoleh PT. Mentari pada
tahun 2006 saat pendirian perusahaan .
Tanah, Bangunan dan kendaraan dibeli seharga Rp340.000.000 pada tanggal 4
Maret 2006, dimana saat itu harga pasar tanah Rp108 juta, bangunan Rp135 juta
dan kendaraan Rp117 juta.
Sedangkan mesin dan peralatan diperoleh pada tanggal 10 Maret 2006 dengan
menyerahkan 1.000 lbr saham biasa nominal per lembar Rp. 70.000 pada saat itu
harga pasar saham Rp.72.000. Sedangkan harga pasar mesin Rp50 juta dan harga
pasar peralatan Rp30 juta.
Bangunan dan kendaraan disusutkan dengan metode garis lurus, taksiran umur
bangunan 15, nilai residu Rp7.500.000 dan kendaraan berumur 8 tahun nilai
residu Rp2.500.000. Mesin dan peralatan disusutkan dengan metode saldo
menurun ganda dimana mesin ditaksir berumur 8 tahun dan peralatan ditaksir
berumur 5 tahun.
Perusahaan mulai beroperasi 1 Agustus 2006.
Selama tahun 2010 terdapat transaksi sbb :
1 Maret 2010 bangunan direnovasi dan dengan penambahan ruangan dalam
bangunan yang menghabiskan biaya sebesar Rp25.000.000. dengan renovasi
tersebut ditaksir umur bangunan bertambah menjadi 20 tahun.
10 Juni 2010 mesin pada kendaraan diganti dengan yang baru yang harganya Rp.
25.000.000. mesin yang lama ditaksir bernilai 30 % dari kendaraan (metode
Subtitusi)
12 September 2010 mesin ditukar dengan mesin baru yang sejenis. Harga
pasarnya Rp30 juta dan diterima uang tunai sebesar Rp10.000.000. Mesin baru
ditaksir berumur 8 tahun dan juga di susutkan dengan metode saldo menurun
ganda.
Diminta :
1. Catat ayat jurnal perolehan Aktiva tetap tersebut tahun 2006 (pedoman
SAK 16 1994)
2. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi selama tahun 2010 termasuk
penyesuaian depresiasi aktiva tetap per 31 Desember 2010.

Jawab:

1. Perolehan Banah, Bangunan dan Kendaraan ( Kompleks / Gabungan)

Harga Perolehan masing-masing Aktiva Tetap =

142
108.000.000
Tanah = x340.000.000 = Rp 102.000.000
108 jt 135 jt 117 jt
135.000.000
Bangunan = x340.000.000 = Rp 127.500.000
108 jt 135 jt 117 jt
135.000.000
Kendaraan = x340.000.000 = Rp 110.500.000
108 jt 135 jt 117 jt
Jurnal
Tanggal Keterangan Debit Kredit
2006, 4/3 Tanah Rp102.000.000
Bangunan Rp127.500.000
Kendaraan Rp110.500.000
Kas dan Bank Rp340.000.000

2. Perolehan Mesin dan Peralatan (Penukaran Aset Tetap dengan Saham Biasa)

Harga perolehan aset tetap = harga pasar SB (saham biasa) x jlh lbr saham biasa
Harga perolehan mesin & peralatan = Rp.72.000 x 1000 lembar SB
= Rp.72.000.000

Harga masing-masing (HP) aset =Harga pasar Aset tetap x Hp AT


Total Harga pasar AT Gbgn
50.000.000
H.Perolahan mesin= x Rp 72.000.000 = Rp45.000.000
50.000.000 30.000.000
30.000.000
HP peralatan = x Rp 72.000.000 = Rp27.000.000
50.000.000 30.000.000
Tanggal Keterangan Debit Kredit
2006, 10/4 Mesin Rp45.000.000
Peralatan Rp27.000.000
Modal Saham Biasa Rp70.000.000
Agio saham biasa Rp 2.000.000

Depresiasi aktiva tetap dimulai Agustus 2006


* Bangunan = (Metode Garis Lurus)
127.500.0000 7.500.000 5
1/8 2006 s/d 31/12 2006 = x Rp 3.333.330
15.thn 12
1/1 2007 s/d 31/12 2009 = Rp.8.000.000 x 3 thn = Rp 24.000.000
Akum depr 1/8 2006 s/d 31/12 2009 Rp. 27.333.300

* Kendaraan = (Metode Garis Lurus)

143
110.500.000 2500.000 5
1/8 2006 s/d 31/12 2006 = x Rp 5.625.000
8.thn 12
110.500.000 2500.000
1/1 2007 s/d 31/12 2009 = x3thn Rp 40.500.000
8.thn

*Mesin (Saldo Menurun Ganda)


100%
Tarif depr Aset Tetap =2X =.................? )
Taksiran.umur.ekonomi
100%
Tarif depr mesin =2X =25%
8.th

Depr :
1/8 -2006 s/d 31/12 2006= 25% x (45.000.000-0) x 5/12 = Rp. 4.687.500
1/1-2007 s/d 31/12 2007 =25%x(45.000.000-4.687.500)x12/12 = Rp.10.078.125
1/1-2008 s/d 31/12 2008 =25%x(45.000.000-14.67.000)x12/12 =
Rp.7.558.593,8
1/1-2009 s/d 31/122009= 25%x(45.000.000-22.324.218,8)x12/12= Rp.5.668.945
Rp27.993.164

Depresiasi = tarif depr aktiva x (HP aktiva-depr


thn )x wkt yg dibebankan/periode yang akan
didepresiasikan

* Peralatan (Saldo Menurun Ganda)


100%
Tarif depr peralatan = 2 x 40%
5.thn
Depr peralatan 1/8 2006 s/d 31/12 2009 =
1/8 2006 s/d 31/12 2006 = 40% x (27.000.000 0) x 5/12 = Rp.4.500.000
1/1 2007 s/d 31/12 2007 =40%x(27.000.000-4500.000)x12/12=Rp.9.000.000
1/1 2008 s/d31/12 2008 =40%x(27.000.00013.500.000)x12/12=
Rp.5.400.000
1/1 2009 s/d31/12 2009 =40%x(27.000.00018.900.000)x12/12 =
Rp.3.240.000
Rp.22.140.000

Transaksi Tahun 2010

1/3 2010: Bangunan direnovasi (Menambah Umur Ekonomi)


1/3 2010 By. Depr bangunan Rp. 1.333.300
Akum. Depr bangunan Rp.1.333.300

144
(2/12 x Rp..8.000.000 = Rp.1.333.300)

1/3 2010 Akum depr bangunan Rp.25.000.000


Kas Rp.25.000.000
(biaya renovasi)

Tarif Depresiasi Bangunan Baru


NB setelah bangunan direnovasi
HP Bangunan Rp.127.500.000
Akum depr bangunan :
31/12 2009 = Rp. 27.333.300
1/3 2010 = Rp 1.333.300
Rp. 28.666.600
Ak. Depr (penambahan) (Rp.25.000.000)
(Rp. 3.666.600)
NB setelah bangunan direnovasi Rp.123.833.400

Masa manfaat sebelum renovasi = 1/8 2006 s/d 1/8 2021 = 15 Thn
Masa manfaat (1/8 2021 s/d 1/8 2026) = 5 Thn
Masa manfaat 1/8 2006 s/d 1/8 2026 20 Thn

Sisa masa manfaat = 1/3 2010 1/8 2026


= (16 thn x 12 bln) + 5 bulan
= 197 bulan
Depresiasi bangunan setelah renovasi = (Rp123.833.400-7.500.000)/197 bulan =
Rp590.525

Mesin kendaraan diganti (mesin lama ditaksir 30% dari nilai kendaraan)
Metode Subsitusi Tgl 10 06 2010

10/06 2010 B.depr kendaraan Rp. 5.625.000


Akum depr kendaraan Rp.5.625.000
(5/12 x 13.500.000)

NB Kendaraan saat ganti mesin 10/6 - 2010


HP kendaraan Rp. 110.500.000
Ak depr s/d per 10/6 2010
31/12 2009 = Rp. 46.125.000
10/06 2010 = Rp. 5.625.000
Akum depr s/d per 10/06 2010 (Rp. 51.750.000)
NB kendaraan per 10/06 2010 Rp. 58.750.000

NB mesin yang diganti (30% dari nilai kendaraa)


HP mesin diganti = 30% x 110.000.000 = Rp. 33.150.000
Akum depr = 30% x 51.750.000 = (Rp.15.525.000)
NB Mesin diganti (Rugi Penggantian Mesin) = Rp. 17.625.000

145
Jurnal:

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2003, 10/6 Akm depr. Kendaraan Rp15.525.000
Rugi penggantian kendaraan Rp17.625.000
Kendaraan Rp33.150.000

Kendaraan Rp25.000.000
Kas dan Bank Rp25.000.000
(Perolehan bangunan)

By depresiasi setelah penggantian mesin :


NB setelah penggantian mesin :
NB sebelum penggantian mesin Rp. 58.750.000
NB mesin yang diganti (30%) (Rp. 17.625.000)
Kos mesin yang baru Rp. 25.000.000
Rp. 66.125.000
Sisa masa manfaat :
10/6 2010 s/d 1/8 2014 = (4 thn x 12 bln) + 2 bln = 50 bulan
Tarif depr setelah penggantian = (Rp66.125.000-2.500.000)/50= Rp1.272.500

Pertukaran Aset Sejenis


12 Sept 2010 : Mesin ditukar dengan mesin baru (sejenis)

Tanggal Keterangan Debit Kredit


2010, 1/4 B. depre mesin Rp. 2.834.473
Akm depre. mesin Rp. 2.834.473
(25% x (45.000.000 27.993.164)
x 8/12)

Harga pasar mesin baru yang diterima Rp. 30.000.000


Kas atau uang tunai yang diterima Rp. 10.000.000
Harga pasar mesin lama yang diserahkan Rp. 40.000.000

Harga pasar mesin lama Rp.40.000.000


NB Mesin lama (12/9 2010)
HP mesin Rp. 45.000.000
Akum. Depr s/d 31/12 2009 = Rp. 27.993.164
s/d 12/9 2010 =Rp. 2.834.473
Akum depr s/d per 12/9 2010 (Rp.30.827.637)

146
NB per 12/9 2010 Rp.14.172.363
Untung pertukaran Rp.25.827.637

Untung pertukaran yang dapat diakui :


Untungpertukaran=
Jumlah kas yang diterima
x untung pertukaran
H .Pasar AT yg diterima (baru ) uang tunai diterima

Untung pertukaran = Rp.25.827.637


10.000.000
Untung yang diakui = x 25.827.637 (Rp.6.456.909)
(30.000.000 10.000.000
Untung yang tidak dapat diakui
Rp.19.370.728

Harga pasar mesin baru Rp.30.000.000


Untung yang dapat diakui (Rp.19.370.728)
Harga perolehan mesin baru Rp.10.629.272

Ayat jurnal
Tanggal Keterangan Debit Kredit
2010, 12/9 Mesin Rp.10.629.272
Akm depre. Mesin Rp.30.827.637
Kas Rp.10.000.000
Mesin (lama) Rp.45.000.000
Keuntungan pertukaran Rp. 6.456.909

Soal 4. (Penggantian dan perbaikan) PT. Kencana mempunyai kendaraan yang


diperoleh 1 Mei 2006, dengan harga perolehan Rp90.000.000 ditaksir berumur 8
tahun. Disusutkan dengan metode garis lurus. Pada tanggal 1 Oktober 2010 mesin
disel kendaraan diganti dengan yang baru yang harga nya Rp30.000.000.
Diminta :
1. catat transaksi perolehan kendaraan.
2. Depresiasi s.d 31 desember 2009
3. penggantian mesin kendaraan, 1 Oktober 2010
4. Depresiasi s.d akhir masa manfaat
Apabila :
1. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan
penggantian menambah manfaat potensial kendaraan
2. nilai mesin kendaraan yg digantikan tdk dapat ditentukan, dan
penggantian memperpanjang masa manfaat kendaraan menjadi 10
tahun

147
3. Nilai mesin yang digantikan ditaksir 30% dari nilai kendaraan, dan
perbaikan menambah manfaat potensial kendaraan (metode subtitusi)

Soal 5.
PT Suman Jaya mempunyai bangunan kantor yang diperoleh 1 Mei 2007, dengan
harga perolehan Rp120.000.000 ditaksir berumur 10 tahun. Nilai residu nol.
Disusutkan dengan metode garis lurus. Nilai wajar bangunan per 31 Des 2007-
2009 berturut-turut sebesar Rp110 Juta, Rp 99jt dan Rp85,5jt. Pada tanggal 1 Mei
2010 atap bangunan dibongkar dan diganti dengan yang baru yang harga nya
Rp35.000.000, Atap yg lama bernilai 25% dari nilai bangunan.
Diminta: apabila perusahaan menggunakan cost model, catat transaksi tersebut
dari tanggal 1 Mei 2007-31 Des 2010.

Soal 6.
PT Purnama mempunyai bangunan yang diperoleh 1 Mei 2007, dengan harga
perolehan Rp120.000.000 ditaksir berumur 10 tahun. Nilai residu nol. Disusutkan
dengan metode garis lurus. Nilai wajar mesin per 31 Des 2007-2009 berturut-turut
sebesar Rp110 Juta, Rp 97,8jt dan Rp87,5jt. Pada tanggal 1 Mei 2010 dilakukan
penambahan ruang dan toilet pada bangunan dengan biaya Rp20 juta.
Diminta: apabila perusahaan menggunakan cost model, catat transaksi tersebut
dari tanggal 1 April 2007-31 Des 2010.

Soal 7
PT Pagaruyuang mempunyai bangunan yang diperoleh 1 April 2007, dengan
harga perolehan Rp90.000.000 ditaksir berumur 10 tahun. Nilai residu nol.
Disusutkan dengan metode garis lurus. Nilai wajar mesin per 31 Des 2007-2009
berturut-turut sebesar Rp82Juta, Rp 72,5jt dan Rp65jt. Pada tanggal 1 April 2010
dilakukan penambahan ruang dan toilet pada bangunan dengan biaya Rp20 juta.
Diminta: apabila perusahaan menggunakan cost model, catat transaksi tersebut
dari tanggal 1 April 2007-31 Des 2010.

Pokok-Pokok Perubahan PSAK 16 (Revisi 2007) tentang Aset


Tetap
PSAK 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap yang telah disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) pada tanggal 29 Mei 2007 menggantikan
PSAK No. 16 (1994) tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain serta PSAK No.
17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan.

Pada dasarnya PSAK 16 (Revisi 2007) telah mengadopsi IAS 16 (2003) Property,
Plant and Equipment.

Beberapa perubahan mendasar dari PSAK 16 (2007) dibandingkan dengan PSAK


16 (1994) diantaranya adalah :

148
1. PSAK No. 17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan dihilangkan dan
pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap.

2. Penggantian penggunaan istilah Aktiva menjadi Aset dalam seluruh PSAK

3. Komponen Biaya Perolehan Aset Tetap - Biaya yang dapat diatribusikan


secara langsung sebagai komponen biaya perolehan aset tetap termasuk (a) biaya
imbalan kerja (seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 24 tentang Imbalan
Kerja) yang timbul secara langsung dari pembangunan atau akuisisi aset tetap,
serta (b) biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik, setelah
dikurangi hasil bersih penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan
pengujian tersebut (PSAK 16 (2007) Par. 17). Kedua point tersebut tidak
termasuk dalam PSAK 16 sebelumnya (lihat PSAK 16 (1994) Par. 14)

4. Bukan Komponen Biaya Perolehan Aset Tetap - Sebagian kegiatan terjadi


sehubungan dengan pembangunan atau pengembangan suatu aset tetap, tetapi
tidak dimaksudkan untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud
manajemen. Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama
konstruksi atau aktivitas pengembangan. Contoh, penghasilan yang diperoleh dari
penggunaan lahan lokasi bangunan sebagai tempat parkir mobil sampai
pembangunan dimulai. Karena kegiatan insidental ini tidak dimaksudkan untuk
membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap
digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen, penghasilan dan
beban yang terkait dari kegiatan insidental diakui dalam laporan laba rugi dan
diklasifikasikan dalam penghasilan dan beban (Par. 21). PSAK No. 16 (1994)
sebelumnya tidak mengatur mengenai hal ini.

5. Pertukaran Aset Tetap PSAK No. 16 (1994) sebelumnya membedakan


perlakuan pencatatan atas pertukaran aktiva tetap yang sejenis/serupa (Par.21)
serta pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis/tidak serupa (Par. 20), sedangkan
PSAK 16 (revisi 2007) tidak membedakannya.

Par. 24 PSAK 16 (revisi 2007) mengatur bahwa untuk pertukaran aset tetap, biaya
perolehan diukur pada nilai wajar kecuali (a) transaksi pertukaran tidak memiliki
substansi komersial; atau (b) nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan
tidak dapat diukur secara andal.

6. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal PSAK 16 (revisi 2007) Par. 15


maupun PSAK 16 (1994) sebelumnya (Par. 13) mengatur bahwa suatu aset tetap
(aktiva tetap) yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset (aktiva) pada
awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.

PSAK 16 (revisi 2007) dalam Par. 29 mengatur mengenai Pengukuran Setelah


Pengakuan Awal Aset Tetap, Suatu entitas harus memilih model biaya (cost
model) dalam par. 30 atau model revaluasi (revaluation model) dalam par. 31
sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap
seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

149
Jadi, berdasarkan PSAK 16 (revisi 2007), entitas mempunyai 2 pilihan pencatatan
akuntansi untuk pengukuran aset tetap setelah pengakuan awal, yaitu (a) model
biaya atau (b) model revaluasi.

Sedangkan PSAK 16 (1994) sebelumnya pada dasarnya tidak memperbolehkan


penggunaan model revaluasi dalam pengukuran aktiva tetap.

Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan
karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga
perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin
dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan
harus menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam
penyajian aktiva tetap serta pengaruh penyimpangan tersebut terhadap gambaran
keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai
tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam akun modal dengan nama Selisih
penilaian kembali aktiva tetap.

7. Telaah Ulang Nilai Residu, Umur Manfaat dan Metode Penyusutan


PSAK 16 (revisi 2007) Par. 54 mengatur bahwa nilai residu dan umur manfaat
setiap aset tetap harus di-review minimum setiap akhir tahun buku dan apabila
ternyata hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan
tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai dengan
PSAK No. 25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Koreksi
Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi.

Kemudian Par. 64 mengatur bahwa metode penyusutan yang digunakan untuk


aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku dan, apabila terjadi
perubahan yang signifikan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi
masa depan dari aset tersebut, maka metode penyusutan harus diubah untuk
mencerminkan perubahan pola tersebut. Perubahan metode penyusutan harus
diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai dengan PSAK No. 25

Sedangkan PSAK 16 (1994) sebelumnya dalam Par. 39 mengatur bahwa masa


manfaat suatu aktiva tetap harus ditelaah ulang secara periodik dan, jika
harapan berbeda secara signifikan dengan estimasi sebelumnya, beban
penyusutan untuk periode sekarang dan masa yang akan datang harus
disesuaikan.

Par. 42 PSAK 16 (1994) mengatur bahwa metode penyusutan yang digunakan


untuk aktiva tetap ditelaah ulang secara periodik dan jika terdapat suatu
perubahan signifikan dalam pola pemanfaatan ekonomi yang diharapkan dari
aktiva tersebut, metode penyusutan harus diubah untuk mencerminkan perubahan
tersebut. Perubahan metode penyusutan harus diperlakukan sebagai suatu
perubahan kebijakan akuntansi dan dilaporkan sesuai dengan PSAK No. 25, dan
beban penyusutan untuk periode sekarang dan masa yang akan datang harus
disesuaikan.

150
8. PSAK 16 (Revisi 2007) Par. 45 mengatur bahwa : Jika dalam suatu entitas
terdapat aset tetap yang tersedia untuk dijual, maka perlakuan akuntansi untuk
aset tersebut adalah sebagai berikut :

a) Diakui pada saat dilakukan penghentian operasi;

b) Diukur sebesar nilai yang lebih rendah dari jumlah tercatatnya dibandingkan
dengan nilai wajar setelah dikurangi dengan biaya-biaya penjualan aset tersebut;

c) Disajikan sebagai aset tersedia untuk dijual, jika jumlah tercatatnya akan
dipulihkan melalui transaksi penjualan dari penggunaan lebih lanjut; dan

d) Diungkapkan dalam laporan keuangan dalam rangka evaluasi dampak


penghentian operasi dan pelepasan aset (aset tidak lancar)

Par. 45 yang mengatur mengenai perlakuan akuntansi untuk aset tetap yang
tersedia untuk dijual ini mengacu ke paragraph 6, 15 dan 30 dari IFRS 5 : Non-
current Assets Held for Sale and Discontinued Operations).

9. Penyusutan PSAK 16 (Revisi 2007) par. 46 mengatur bahwa setiap bagian


dari aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total
biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Sedangkan
dalam PSAK 16 (1994) sebelumnya tidak diatur.

10. Aktiva Lain-lain PSAK 16 (1994) sebelumnya mengatur mengenai Aktiva


Lain-lain sedangkan dalam PSAK 16 (revisi 2007) tidak diatur.

11. PSAK 16 (Revisi 2007) ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian
laporan keuangan entitas yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008.

a.

151
152