Anda di halaman 1dari 6

Anatomi gigi

Gigi geligi sulung


Normalnya terdapat pada anak dari usia kira-kira 2-6 tahun. Terdapat 20 gigi pada
gigi sulung. Gigi geligi sulung memiliki 5 gigi pada setiap kuadran. Gigi sulung dalam
setiap kuadran dibagi dalam 3 kelas: insisif, kaninus, molar. Berdasarkan lokasinya, di
mulai dari garis tengah di antara dua kuadran kiri dan kanan, dua gigi anterior pada tiap
kuadran adalah gigi insisif, di ikuti dengan satu caninus, kemudian 2 molar.
Gigi geligi permanen
Terdiri dari 32 buah gigi, terdapat pada orang dewasa. 16 di lengkung atas dan 16 di
lengkung bawah. Gigi geligi permanen terdiri atas 8 gigi insisif pada setiap kuadran, yang
terbagi dalam 4 kelas: insisif, caninus, premolar (P:kelas baru untuk gigi permanen), dan
gigi molar. Berdasarkan lokasi, dua gigi anteriot permanen pada setiap kuadran adalah
insisif, diikuti dengan satu caninus, diikuti dengan 2 premolar kanan dan kiri, dan akhirnya
3 molar di setiap kuadran.
Garis median: garis vertikal yang melalui tengah-tengah dari muka dan yang seolah-olah
membagi muka menjadi dua bagian yang sama besarnya kiri dan kanan

Bidang permukaan gigi

Semua gigi memiliki mempunyai permukaan yang dinamai menurut letak dalam susunan
biasa dalam lengkung rahang. Berikut dijelaskan lebih lanjut tentang permukaan gigi.
Bidang fasial
Adalah permukaan yang terletak berhadapan atau disebelah bibir atau pipi. Fasial biasa
digunakan untuk menunjukan permukaan gigi baik anterior maupun posterior. Untuk gigi
anterior karena menghadap ke bagian bibir maka di sebut sebagai bidang labial(bibir). Dan
untuk gigi posterior karena menghadap ke bagian pipi maka disebut bidang bukal.
Bidang lingual dan palatal
Bidang lingual adalah permukaan gigi atas atau bawah yang paling dekat dengan bagian
lidah. Sedangkan bidang palatal adalah permukaan gigi atas atau bawah yang menghadap
bagian langit-langit(palatal).

1
Bidang aproksimal
Bidang aproksimal adalah bidang yang mempertemukan dua gigi yang saling berdekatan.
Bidang mesial
Bidang gigi yang lebih dekat ke garis median

Bidang distal
Bidang gigi yang lebih jauh ke garis median
Bidang incisal
Bidang gigi anterior untuk menggigit atau memotong makanan
Bidang occlusal
Bidang gigi posterior untuk menggiling atau mengunyah makanan

Garis pertemuan dimana dua permukaan gigi bertemu disebut garis sudut eksternal(external
line angle). Untuk memudahkan penamaan suatu garis sudut, maka kombinasikan nama dua
permukaan, tetapi tukar akhiran al dari permukaan pertama menjadi o. contoh garis
sudut eksternal dari mahkota molar meliputi: mesio-oklusal, mesiolingual, mesiobukal,
mesiofasial,disto-oklusal, distolingual, distofasial, buko-oklusal, dan linguo-oklusal.

Kontur Gigi
Bentuk dan panjang dari tonjolan terbesar dari permukaan mahkota pada bidang
facial dan lingual membantu menentukan arah partikel makanan yang terdorong kearah
cervical gigi ketika mastikasi. Ketika kita mengunyah makanan, cembungan natural gigi
mengantarkan makanan menjauhi free gingiva dan sulcus gingiva yang mengelilingi cervix

2
gigi menuju jaringan yang lebih tebal pada mulut yang akan mengurangi trauma pada
gingiva. Jika gigi rata pada permukaan facial dan lingual, makanan lebih memungkinkan
merusak gingiva. Jadi kontur gigi merupakan cembungan natural dari masing masing gigi
geligi.

Embrasure
Adalah ruangan antara permukaan proksimal dua gigi yang berkontak yakni
embrasur fasial, lingual, insisal atau oklusal, dan gingival. Apabila gigi yang berdekatan
kontak, ruang kontinu yang mengelilingi setiap area kontak dapat di bagi ke dalam empat
embrasure triangular yang terpisah. Ruang ini merupakan ruang yang paling dekat dan
paling rapat dengan area kontak dimana gigi-geligi berkontak erat, dan melebat ke fasial
membentuk embrasure bukal atau labial, melebar ke lingual, dan melebar ke oklusal (atau
insisal) membentuk embrasure oklusal atau insisial. Ruang ke-4, servikal dari daerah
kontak dan diantara dua gigi yang berdekatan disebut, ruang interproksimal.
Ruang interproksimal apabila dilihat dari fasial atau lingual, merupakan embrasure
triangulat di antara gigi yang berdekatan di servikal area kontaknya. Sisi dari segitiga di
bentuk oleh permukaan proksimal gigi yang berdekatan, dengan apeks dari segitiga berada
pada kontak di antara dua gigi. Ruang ini diisi papilla interdental pada orang dengan
periodontal yang sehat. Kadang-kadang ruang itu disebut embrasure servikal atau
embrasure gingival.
Embrasure lingual biasanya lebih lebar daripada embrasure fasial, karena
kebanyakan gigi lebih sempit pada sisi lingual daripada sisi fasial dank arena titik
kontaknya berada fasial dari garis tengah fasiolingual mahkota.
Embrasure oklusal atau insisal biasanya dangkal dari permukaan oklusal atau tepi
insisal ke area kontak dan sempit dalam arah fasiolingual pada gigi geligi anterior, tetapi
melebar pada gigi posterior. Embrasure oklusal adalah area diantara linger marginal pada
dua gigi yang berdekatan dan oklusal dari area kontak. Di tempat ini benang gigi
ditempatkan sebelum melewatkan area kontak untuk membersihkan permukaan gigi pada
ruang interproksimal.
Bahan sterilisasi gigi
Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan cairan asam lemah dengan pH 5. Pada
kedokteran gigi biasanya digunakan larutan dengan konsentrasi 3-5%. Hidrogen peroksida
amat beracun terhadap sel, bereaksi dengan gugus SH. Melalui kontak dengan enzim
katalase dan gluthation-peroxidase, H2O2 melepaskan On (onascent) yang menghasilkan
buih bila berkontak dengan jaringan vital, darah, atau pus (nanah). Pada irigasi saluran
akar, pembentukan buih ini dapat membersihkan sisa jaringan dan sisa dentin. Dengan
terlepaskan On (onascent) maka bakteri anaerob akan dihancurkan.

3
Penggunaan larutan H2O2 3% diikuti dengan larutan irigasi lainnya misal akuades,
karena sisa oksigen peroksida dalam saluran akar harus dinetralisir atau dihilangkan. Irigasi
dilakukan secara berselang untuk menghilangkan efek On (onascent) karena On yang
terlepas dapat menyebabkan tekanan yang membesar pada saluran akar yang menutup dan
pembengkakan serta rasa sakit. Hidrogen peroksida merupakan larutan yang terbentuk dari
reaksi asam sulfat dan barium peroksida. (2) Hidrogen peroksida 3% apabila berinteraksi
dengan darah, pus, serum, air liur dan bahan organik lainnya akan menghasilkan H2O +
Onascent.
Triad Endodontik terdiri dari tiga tahap pokok perawatan saluran akar, yaitu
preparasi, sterilisasi, dan pengisian saluran akar. Pada tahap preparasi saluran akar
dilakukan pembersihan dan pembentukan saluran akar yang meliputi instrumentasi dengan
alat-alat endodontik dan irigasi saluran akar. Instrumentasi tersebut berkontak dan mengikir
dinding saluran akar sehingga terbentuk debris dentin dan lapisan smear. Lapisan smear
adalah kombinasi dari debris dentin, jaringan pulpa dan bakteri. Lapisan tersebut menutup
seluruh permukaan saluran akar serta menyumbat tubuli dentin. Adanya lapisan smear pada
permukaan dinding saluran akar akan menghambat proses penetrasi obat-obat sterilisasi
saluran akar dan juga menghambat proses adaptasi bahan pengisi saluran akar.
Irigasi yang baik pada saluran akar merupakan salah satu faktor yang paling
menentukan keberhasilan perawatan saluran akar, karena apabila tindakan irigasi dalam
perawatan saluran akar diabaikan, maka akan menyebabkan debris tidak terangkat sehingga
dapat mengakibatkan infeksi dan terjadi kegagalan perawatan endodontik. Irigasi saluran
akar berfungsi mengeluarkan fragmen kecil debris organik serpihan dentin dari saluran
akar. Larutan irigasi ideal adalah larutan yang dapat membunuh bakteri, melarutkan zat
organik maupun anorganik, dan tidak mengiritasi jaringan periapikal. Tujuan utama
dilakukan irigasi saluran akar sebelum, selama, dan sesudah dilakukan preparasi
biomekanik adalah untuk mengeluarkan debris yang lepas dan menghilangkan secara
kimiawi zat zat organik dan anorganik dari saluran akar. Suatu larutan irigasi saluran akar
yang baik harus mampu melarutkan kotoran organik dan anorganik, melancarkan alat
endodontik, membunuh mikroba, tidak toksik, dan ekonomis. Larutan irigasi yang baik
mempunyai daya antimikroba yang maksimal dengan toksisitas yang minimal dan tegangan
permukaan rendah. Selain itu bahan irigasi juga harus mampu membunuh bakteri,
melarutkan jaringan yang nekrotik, melumasi saluran akar, menghilangkan lapisan smear,
dan tidak mengiritasi jaringan sekitarnya.

4
Instrument preparasi
Bur untuk preparasi akses
Round bur metal / Steel bur : untuk menghilangkan jaringan karies

Endo acces bur: bentuk ujung nya bulat dan badannya konus, untuk preparasi akses pada
semua gigi berakar tunggal dan membuka pulp chamber gigi posterior

Bur diamond fissure: untuk meratakan dinding kavitas

5
DAFTAR PUSTAKA

Scheid, Rickne C. dan Gabriela Weiss. 2013. Woelfel Anatomi Gigi. Jakarta: EGC
Anusavice, Kenneth J. 2004. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta:
EGC.