Anda di halaman 1dari 13

Nama : Muhammad Irfan Fauzi

NIM : 1174020101
Kelas : KPI 1-C

1. Menurut saya, penggunaan bahasa asing untuk penamaan gedung, apartemen, kompleks,
merek dagang, dan lainnya tidaklah salah apabila terdapat terjemahan bahasa
Indonesianya. Seiring berkembangnya zaman, penggunaan bahasa asing menjadi salah
satu ciri modernisasi, contohnya bahasa Inggris. Masyarakat sekarang akan lebih tertarik
memasuki suatu tempat seperti supermall yang bernamakan bahasa Inggris, seperti
Transmart, Bandung Indoor Plaza, Bandung Electronic Centre, dan sebagainya.
Sedangkan tempat yang masih menggunakan bahasa Indonesia untuk penamaannya
dianggap kampungan atau ketinggalan zaman, contohnya seperti pasar-pasar tradisional
dan toko-toko di pinggiran.
Akan tetapi, jika nama suatu badan usaha tidak di-translate ke dalam bahasa Indonesia,
pemerintah harus menindaklanjuti hal tersebut. Menurut saya, sudah seharusnya
pemerintah dapat bertindak tegas terhadap penggunaan bahasa asing yang berlebihan
tersebut, karena sudah melanggar undang-undang. Dan juga harus adanya kesadaran dari
masyarakat terhadap penggunaan bahasa yang telah diberlakukan. Dengan adanya
penindakan tegas dari pemerintah dan kesadaran dari masyarakat pastilah penggunaan
bahasa Indonesia akan berjalan efektif, hal ini pun akan berimplikasi pada penarikan
minat turis asing yang ingin berkunjung dan lebih mengenal bahasa Indonesia. Apabila
kita mau perubahan dan mau bahasa Indonesia dikenal dunia, marilah kita bersama-sama
dengan penuh tanggung jawab dan rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam
kehidupan bermasyarakat terutama dalam pemberian nama fasilitas umum.

2. Kalimat setara adalah kalimat dengan keadaan sejajar satuan-satuan yang membentuk
kalimat, baik dari segi bentuk maupun kalimat. Contoh: Mereka bermain-main di taman.
Kata bermain-main bermakna saling main. Itu berarti pelakunya lebih dari satu.
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang mempunyai 2 pola atau lebih. Adapun pembagian
kalimat majemuk yaitu:
1) Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang unsur atau bagian-bagiannya
mempunyai hubungan sederajat, atau dengan kata lain, kalimat yang terjadi dari
gabungan beberapa kalimat tunggal yang setara. Kalimat Majemuk Setara adalah
penggabungan dari 2 kalimat/ lebih dengan menggunakan kata hubung.
Terdiri dari:
a) Kalimat majemuk setara sejalan
Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang
bersamaan situasinya.
b) Kalimat majemuk setara berlawanan
Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang isinya
menyatakan situasi yang berlawanan.
c) Kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat
Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang isi
bagian satu menyatakan sebab akibat dari bagian yang lain
2) Kalimat Majemuk Bertingkat
Adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak
setara/sederajat.
Jenis-jenisnya:
a) Kalimat majemuk hubungan h) Kalimat majemuk hubungan
waktu cara
b) Kalimat majemuk hubungan i) Kalimat majemuk hubungan
syarat sangkalan
c) Kalimat majemuk hubungan j) Kalimat majemuk hubungan
tujuan kenyataan
d) Kalimat majemuk konsensip k) Kalimat majemuk hubungan
e) Kalimat majemuk hubungan hasil
penyebaban l) Kalimat majemuk hubungan
f) Kalimat majemuk hubungan penjelasan
perbandingan m) Majemuk hubungan atributif
g) Kalimat majemuk hubungan
akibat
3) Kalimat Majemuk Campuran
Adalah kalimat yang merupakan hubungan antara majemuk setara dan majemuk
bertingkat.

Contoh kalimat setara di dalam suatu kalimat majemuk:


1) Nenek pergi ke warung, Ririn pergi ke pasar swalayan sedangkan Sirob pergi ke
lapangan bola.
2) Irfan anak yang pandai, tetapi kakaknya pemalas.
3) Tugas sekretaris adalah mengatur jadwal, menulis notulen, dan membuka acara.

3. Makna konotatif atau sering juga disebut makna kiasan, makna konotasional, makna
emotif, atau makna evaluatif. Makna konotasi merupakan makna yang tidak sebenarnya
dari suatu kata atau tidak didasarkan atas kondisi kebenaran (non truth conditional) dan
merupakan makna tambahan terhadap makna dasarnya yang berupa nilai rasa dan bersifat
subjektif sesuai penggunanya. Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak
tetap. Contohnya saja kata kamar kecil yang mengacu kepada kamar yang kecil
(denotatif), tetapi kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita kadang-
kadang lupa apakah suatu makna kata itu denotatif atau konotatif. Biasanya, makna
konotatif merupakan sindiran. Kata-kata yang bermakna konotatif atau kiasan biasanya
dipakai pada pembicaraan atau karangan nonilmiah seperti, berbalas pantun; peribahasa;
lawakan; drama; prosa; puisi; dan sebagainya.
Contoh kalimatnya sebagai berikut:
1) Ruko di Cibiru dilahap si jago merah tadi pagi.
2) Akhirnya, pengedar narkoba kelas kakap ditangkap aparat polisi.
3) Pengrajin anyaman terancam gulung tikar karena masyarakat masa kini lebih
menyukai hal kebarat-baratan.
4) Walaupun berat hati, Rona harus berusaha tegar menerima cobaan itu.
5) Hari menjadi buah bibir di pesantrennya karena keunikan yang dimiliki dirinya.
6) Irfan merupakan keturunan darah biru kerajaan Padjajaran.
7) Walaupun kalah dalam pertandingan, Rina tidak lantas gigit jari.
8) Para guru sangat menyukai Meri karena ringan tangan dan selalu ikhlas dalam
mengerjakan suatu hal.
9) Biruni angkat kaki dari kontrakannya.
10) Johny dibenci teman-temannya karena dia selalu bersilat lidah.

Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya yang bersifat lugas atau tidak
menimbulkan interpretasi tambahan. Makna denotatif disebut juga dengan istilah: makna
deno makna proposisional. Disebut juga makna denotasional, konseptual, referensial dan
ideasional, karena makna itu mengacu pada referen, konsep, atau ide tertentu dari suatu
referen. Memilih kata-kata bermakna denotatif lebih mudah daripada memilih kata-kata
bermakna konotatif. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan
makna.
Contoh:
1) Kebakaran terjadi di perumahan padat penduduk.
2) Bos pengedar narkoba akhirnya ditangkap polisi di kediamannya.
3) Para pedagang di Pasar Senen mengalami kebangkrutan.
4) Rina masih tidak ikhlas akan kematian kucingnya.
5) Anak Bu Lia menjadi pembicaraan masyarakat RW 09 karena dia mendapatkan
beasiswa ke Thailand.
6) Pak Uem merupakan satu-satunya keturunan bangsawan yang masih hidup.
7) Dia tidak kecewa setelah kekalahannya pada pertandingan kemarin.
8) Lastri merupakan salas satu siswi yang suka menolong teman-temannya.
9) Andri keluar dari kostannya karena menunggak bayaran bulanan.
10) Nando dijauhi teman-temannya karena pandai mencari alasan untuk tidak menepati
janjinya sendiri.

Pembicaraan makna konotatif biasanya dikaitkan atau dipertentangkan dengan


makna denotatif. Dasar pembedanya, menurut beberapa buku rujukan (seperti Larson
(1988) dan Lehrer (1974)) adalah ada atau tidaknya nilai rasa yang melekat pada
sebuah kata. Mislanya dalam bahasa Indonesia kata ramping, kurus, dan kerempeng
mempunyai makna denotatif yang sama yaitu merujuk pada bentuk tubuh seseorang yang
tidak gemuk. Tetapi ketiga kata itu memiliki nilai rasa yang tidak menyenangkan
(favorable), kata kurus tidak mempunyai nilai rasa apa-apa dan kata kerempeng memberi
rasa yang tidak menyenangkan (unfavorable). Kata yang memilik inilai rasa yang
menyenangkan, seperti kata ramping di atas disebut kata yang berkonotasi positif, yang
tidak memiliki nilai apa-apa disebut kata yang tidak berkonotasi (bisa juga berkonotasi
netral), dan kata yang memiliki nilai rasa tidak menyenangkan disebut kata yang
berkonotasi negatif.

4. Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah berkukuh bahwa Undang-Undang No. 11/
2008 tentang Pemerintah Aceh sudah merupakah hasil maksimal dan sesuai dengan isi
note kesepakatan damai (MOU) Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang
ditandatangani di Helsinki, Finlandia setahun yang lalu. (Republika 19 Agustus 2016
halaman 3)
5. Kata baku baku merupakan kata yang dipakai dalam situasi-situasi resmi, seperti dalam
perundang-undangan, rapat resmi, surat-menyurat, dan sebagainya. Kata baku adalah kata
yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah ditentukan,
atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah
bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI). Ketidakbakuan suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh salah
penulisan saja, akan tetapi bisa juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan
penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Biasanya kata tidak baku selalu muncul
dalam percakapan kita sehari-hari.
No. Kata Baku Kata Tidak Baku
1 Andal Handal
2 Bolpoin Bolpen
3 Cedera Cidera
4 Durian Duren
5 Ekstra Extra
6 Fosfor Pospor
7 Gua Goa
8 Ijazah Ijasah
9 Katalisis Katalisa
10 Lembab Lembap

6. Kata umum adalah kata-kata yang pemakaian dan maknanya bersifat umum dan
mencakup bidang yang luas. Kata umum adalah kata kata yang memiliki makna dan
cakupan pemakaian yang lebih luas. Kata kata yang termasuk dalam kata umum disebut
dengan hipernim. Kata khusus adalah kata-kata yang pemakaian dan maknanya terbatas
pada suatu bidang tertentu. Kata khusus adalah kata kata yang ruang lingkup dan
cakupan maknanya lebih sempit, atau disebut juga dengan hiponim.
Pada umumnya, kata umum memiliki beberapa macam kata khusus. Meskipun kata kata
khusus memiliki bentuk yang berbeda, maknanya tetaplah sama dengan makna kata
umum.
Contoh:
1) - Kata Umum : Hewan Peliharaan
Kalimat : Mauli baru saja pergi ke kota untuk membeli hewan peliharaan.
- Kata Khusus : Kucing, Anjing, Kelinci, Ikan
Kalimat : Kucingku suka sekali memakan ikan segar.
2) - Kata Umum : Mencintai
Kalimat : Aku mencintaimu setulus hatiku.
- Kata Khusus : Menyayangi, mengasihi
Kalimat : Ayah selalu menyayangi anak-anaknya dengan penuh cinta.
3) - Kata Umum : Mendatangi
Kalimat : Bapak Jokowi mendatangi korban banjir di posko pengungsian.
- Kata Khusus : Mampir, singgah, mengunjungi
Kalimat : Keluargaku mengunjungi rumah nenek di Sukabumi.
4) - Kata Umum : Sependapat
Kalimat : Para peserta sependapat dengan yang disampaikan Roni selaku ketua.
- Kata Khusus : Setuju, sepakat
Kalimat : Para siswa setuju dengan keputusan kepala sekolah.
5) - Kata Umum : Kendaraan
Kalimat : Ayah baru saja membeli kendaraan roda dua.
- Kata Khusus : Motor, mobil, bus, pesawat
Kalimat : Pesawat Air Asia baru saja lepas landas.
6) - Kata Umum : Bunga
Kalimat : Kumpulan bunga memberikan pemandangan yang tak bisa diganti
dari hal lainnya.
- Kata Khusus : Mawar, melati, anggrek
Kalimat : Sekuntum mawar merah dibeli Ahmad dari temannya.
7) - Kata Umum : Alat potong
Kalimat : Alat potong yang diperlukan dalam pemotongan hewan kurban
haruslah tajam.
- Kata Khusus : Pisau, golok, gunting
Kalimat : Para praja diwajibkan membawa golok untuk kegiatan di alam bebas.
8) - Kata Umum : Sayuran
Kalimat : Pak Joko menjual sayuran-sayuran yang segar.
- Kata Khusus : Wortel, bayam, sawi, kubis
Kalimat : Ibu sedang memasak sayur bayam, sedangkan aku belajar di kamar.
9) - Kata Umum : Sungai
Kalimat : Para warga desa membersihkan sungai yang sudah kotor dan bau.
- Kata Khusus : Sungai Ciliwung, Sungai Nil, Sungai Citarum
Kalimat : Sungai Ciliwung tercemar oleh limbah pabrik dan sampah dapur.
10) - Kata Umum : Suku
Kalimat : Indonesia kaya akan suku bangsa, bahasa, dan agama.
- Kata Khusus : Suku sunda, suku jawa, suku batak
Kalimat : Suku sunda memiliki adat istiadat yang unik dan patut dilestarikan.
11) - Kata Umum : Memukul
Kalimat : Orang itu dengan kejamnya memukul kucing yang tidak bersalah.
- Kata Khusus : Menghantam, menampar, mencubit
Kalimat : Rina mencubit Sakti dengan keras karena membalas perbuatan Sakti
kemarin.
12) - Kata Umum : Indah
Kalimat : Sugih melukis pemandangan Gunung Pangrango dengan indah.
- Kata Khusus : Elok, cantik, molek, menawan, menakjubkan, memesona
Kalimat : Para siswi tampil menawan pada acara pelepasan kelas 9.
13) - Kata Umum : Menyedihkan
Kalimat : Kondisi ekonomi Pak Joko sangatlah menyedihkan.
- Kata Khusus : Mengharukan, menyayat, memprihatinkan
Kalimat : Film Korea selalu berhasil menyayat hati para penontonnya.
14) - Kata Umum : Bahasa
Kalimat : Indonesia adalah negara dengan kekayaan bahasa terbanyak di dunia.
- Kata Khusus : Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Rusia
Kalimat : Para kaum muda berbondong-bondong meninggalkan mengasah
kemampuannya untuk pandai dalam bahasa Inggris.
15) - Kata Umum : Kata
Kalimat : Irfan pandai dalam bermain kata-kata.
- Kata Khusus : Kata baku, kata umum, kata umum
Kalimat : Para mahasiswa terkadang kebingungan membedakan antara kata
baku dan kata tidak baku.

7. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kat yang tepat dan
selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan/ makna/ efek sesuai
dengan harapan. Diksi atau pilihan kata bukan hanya memilih kata-kata yang cocok dan
tepat untuk digunakan dalam mengungkapkan gagasan atau ide, tetapi juga menyangkut
persoalan fraseologi.
Diksi dalam kalimat adalah pilihan kata yang tepat untuk ditempatkan dalam
kalimat sesuai makna, kesesuaian, kesopanan, dan dapat mewakili maksud atau gagasan.
Makna kata secara lesikal banyak yang sama, tetapi penggunaannya tidak sama.
Menurut Chaer, makna kata dapat dibedakan menjadi:
1) Makna denotasi dan makna konotasi
2) Makna lesikal dangramtikal
a) Lesikal adalah makna kata yang berdasarkan kamus. Lesikal dapat disebut juga
leksikon atau makna kata berdefinisi
b) Gramatikal adalah makna kata yang terjadi karena terdapat imbuhan dan diletakan
apda frase, klausa, atau diberi intonasi.
3) Makna referensial dan nonreferensial
a) Makna referensial adalah makna kata yang menunjukan sesuatu.
b) Makna nonreferensial adalah makna kebalikan dari referensial.
4) Makna konseptual dan asosiatif
a) Makna konseptual adalah makna kat ayang mendeskripsikan kata itu sendiri.
b) Makna asosiatif adalah makna kata yang menunjukan hubungan terkait dengan
makna kata tersebut.
5) Makna kata dan makna istilah
a) Makna kata adalah makna yang akan terlihat maknanya ketika terdapat suatu
kalimat.
b) Makna istilah adalah makna yang bersifat mutlak karena hanya digunakan pada
bagian-bagian tertentu saja.
6) Makna kias dan makna lugas
a) Makna kias adalah kata yang digunakan untuk mengutarakan makna secara tidak
langsung.
b) Makna lugas adalah jelas atau makna yang berlawanan dengan makna kias.
Contoh:
*Gramatikal
1) Pelukis itu merupakan orang yang sangat terkenal.
2) Lukisan Pak Cahyana terpampang di pameran kota.
3) Aku melukis Gunung Gede pada pagi hari.
*Denotasi dan Konotasi
1) Ibu membuatkan aku kopi yang sangat nikmat pagi ini.
2) Kulit Budi terlihat seperti kopi
3) Rina dalah kembang desa yang sudah sangat terkenal.
*Kias dan Lugas
1) Gadis di desa itu seperti bunga yang baru saja bermekaran.
2) Bunga di halaman rumah sudah layu.
3) Mawar merah adalah bunga kesukaan ibuku.

8. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali
gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada pada pikiran
pembaca atau penulis. Kalimat efektif dapat diartikan sebagai susunan kata yang
mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara
tentang bahasa Indonesia, kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini
adalah kaidah bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan (EYD). Adapun
syarat kalimat efektif yaitu:
1) Sesuai EYD
2) Tidak ambigu
3) Sistematis
4) Tidak bertele-tele
Ciri-ciri kalimat efektif:
1) Kesepadanan struktur
Contoh:
a) Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.
b) Dalam penyusunan makalah ini, saya dibantu oleh teman-teman saya
2) Keparalelan bentuk
Contoh:
a) Bunga mawa itu indah dan wangi.
b) Roni menangkap dan melempar bola dengan baik.
3) Ketegasan makna
Contoh:
a) Sapulah lantai dengan bersih!
b) Bukan satu, sepuluh atau seratus, tetapi negeri ini membutuhkan ribuan pemuda
yang berjiwa nasionalis dan patriotis.
4) Kehematan kata
Contoh:
a) Ibu masuk ke raung bersalin.
b) Siswa-siswi sedang mengerjakan soal Ujian Tengah Semester.
5) Kecermatan penalaran
Contoh:
a) Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu mendapatkan beasiswa ke Thailand.
b) Yang dibicarakan ialah sinetron-sinetron, drama, dan film layar lebar.
6) Kepaduan gagasan
Contoh:
a) Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah
meninggalkan rasa kemanusiaan.
b) Skripsi ini membahas pergaulan zaman sekarang.
7) Kelogisan bahasa
Contoh:
a) Bapak Kepala Sekolah dipersilakan menyampaikan sambutannya.
b) Untuk mengefesienkan waktu, seksi acara menghapus beberapa hal yang dianggap
tidak penting.

9. Pleonasme berasal dari bahasa Latin yaitu pleonasme (bahasa Griek disebut pleanazein)
yang artinya berlebihan. Dalam bahasa Indonesia, pleonasme merupakan pemakaian kata
yang tidak diperlukan karena maknanya sama dengan akta yang telah disebutkan atau
pemakaian kata-kata yang lebih dari apa yang diperlukan. Oleh karena itu, pleonasme
bukan saja dianggap gejala yang mengurangi keefektifan kalimat, melainkan termasuk
kesalahan atau penyimpangan yang harus dihindari pemakaiannya.
Contoh:
1) Para bapak-bapak sekalian diharapkan untuk menempati tempat duduk yang depan
terlebih dahulu.
2) Peserta lomba harus menyelesaikan berpuluh-puluh jenis rintangan.
3) Ayah beternak berbagai macam unggas seperti ayam, bebek, menthok, dan lain-lain.
4) Lilia sakit gigi sejak dari kemarin.
5) Para mahasiswa menggunakan sosial media Line untuk melakukan video call.
6) Fauqi mundur ke belakang secara perlahan karena tidak kuasa berdekatan dengan
ular.
7) Ayahku menjual barang-barang elektroniknya seperti kulkas, televisi, dan mesin cuci.
8) Pesawat Air Asia tiba-tiba turun rendah di bandara I Gusti Ngurah Rai.
9) Para siswi mempersiapkan kebaya wanita untuk acara perpisahan nanti.
10) Hawa api panas itu membantu menghangatkan tubuh Linda.

10.
a) Bahasa pegantar dalam kapasitasnya di dunia pendidikan menjadi media efektif dalam
menanamkan nilai-nilai harmoni pada proses pembelajaran untuk memperoleh
capaian yang lebih tinggi. Bahasa pengantar pun dimanfaatkan sebagai pijakan dalam
membentuk karakter masyarakat Indonesia yang berbudi.

b) Apa yang dimaksud dengan kalimat aktif dan kalimat pasif, berikan contoh 10
kalimatnya selain yang ada di dalam buku bahasa Indonesia?
Kalimat aktif adalah sebuah kalimat yang subjek (S) berperan sebagai pelaku yang
secara aktif melakukan suatu tindakan yang dikemukakan dalam predikat (P) kepada
objek (O).
Ciri-ciri kalimat aktif:
1) Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai
objeknya.
2) Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan Me- atau Ber-
3) Ada kalimat aktif yang memerlukan objek
4) Ada kalimat aktif yang tidak memerlukan objek. Setelah mendapat predikat subjek
ditambah pelengkap atau keterangan.
5) Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K
Jenis-jenis kalimat aktif:
1) Kalimat aktif transitif
2) Kalimat aktif intransitif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya mendapat/dikenai suatu tindakan yang
berupa predikat oleh objek.
Ciri-ciri kalimat pasif:
1. Subjek pada kalimat aktif menjadi objek pada kalimat pasif.
2. Predikat menggunakan awalan di-, ke-an atau ter-
3. Pada umumnya kata kerja didahului dengan kata ganti orang ku- dan kau-.
4. Kata oleh dalam kalimat pasif dapat dihilangkan dan tidak merubah makna.

Contoh:
1) - Ayah memberiku sepeda baru (aktif)
- Aku diberi sepeda oleh ayah (pasif)
2) - Ibu guru menegur para siswa yang ribut (aktif)
- Para siswa yang ribut ditegur oleh ibu guru (pasif)
3) - Siswa SMA 1 Cianjur memeanngkan perlombaan paskibra (aktif)
- Perlombaan paskibra dimenangkan oleh siswa SMA 1 Cianjur (pasif)
4) - Jedar memeluk teman Rinda yang menangis tersed-sedu (aktif)
- Teman Rinda yang menangis tersedu-sedu dipeluk oleh Jedar (pasif)
5) - Karangtaruna menyelenggarakan perlombaan agustusan (aktif)
- Perlombaan agustusan diselenggarakan oleh Karangtaruna (pasif)
6) - Andi membaca novel itu berkali-kali (aktif)
- Novel itu dibaca oleh Andi berkali-berkali (pasif)
7) - Aku membeli bunga ini di pasar (aktif)
- Bunga ini kubeli di pasar (pasif)
8) - Polisi merazia para pengendara motor yang melanggar (aktif)
- Pengendara motor yang melanggar dirazia polisi (pasif)
9) - Ibu memasak nasi (aktif)
- Nasi dimasak oleh ibu (pasif)
10) - Adik membeli sepatu Adidas (aktif)
- Sepatu Adidas dibeli oleh adik (pasif)