Anda di halaman 1dari 20

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Proses Manajemen


Follet yang dikutip oleh Wijayanti (2008) mengartikan manajemen sebagai seni
dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Menurut Stoner yang dikutip oleh
Wijayanti, (2008) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-
sumber daya manusia organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.
Gulick dalam Wijayanti (2008) mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang
ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa
dan bagaimana manusia bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan membuat
sistem ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Sedangkan menurut G.R Terry (2010) menjelaskan bahwa manajemen merupakan
suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, dan
pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lain.
Schein (2008) memberi definisi manajemen sebagai profesi. Menurutnya
manajemen merupakan suatu profesi yang dituntut untuk bekerja secara profesional,
karakteristiknya adalah para professional membuat keputusan berdsarkan prinsip-prinsip
umum, para professional mendapatkan status mereka karena mereka mencapai standar
prestasi kerja tertentu, dan para profesional harus ditentukan suatu kode etik yang kuat.
Terry (2005) memberi pengertian manajemen yaitu suatu proses atau kerangka
kerja, yang melibatkan bimbingan atau pebgarahan suatu kelompok orang-orang kearah
tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata. Hal tersebut meliputi
pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana
melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan mengukur
efektivitas dari usaha-usaha yang telah dilakukan.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 7


Dari beberapa definisi yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen
merupakan usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk menentukan dan mencapai
tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pengarahan dan pengawasan (actuacting&directing),
pengendalian (controlling). Manajemen merupakan sebuah kegiatan pelaksanaannya
disebut manajing dan orang yang melakukannya disebut manajer. Manajemen dibutuhkan
setidaknya untuk mencapai tujuan, menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang
saling bertentangan, dan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Manajemen terdiri dari
berbagai unsur, yakni man, money, method, machine, market, material.
1. Man : Sumber daya manusia
2. Money : Uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan
3. Method : Cara atau sistem untuk mencapai tujuan
4. Machine : Mesin atau alat untuk berproduksi
5. Material : Bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan

B. Fungsi Pengarahan Dan Pengawasan


Fungsi pengarahan (Directing) adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan,
agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya
tujuan perusahan, karyawan, dan masyarakat (Hasibuan, 2005).
Tujuan pokok dari pengawasan dan pengarahan menurut Notoatmodjo (2006)
adalah agar kegiatan-kegiatan dan orang-orang yang melakukan kegiatan yang telah
direncanakan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan-
penyimpangan yang memungkinkan tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Pengarahan adalah upaya pengambilan keputusan secara berkesinambungan dan
terus menerus yang terwujud dalam bentuk ataupun petunjuk guna dipakai
sebagaipedoman dalam organisasi. Pengarahan dapat diartikan memberikan bimbingan
serta mengendalikan para pekerja dalam melakukan tugas guna mencapai tujuan yang
telah ditetapkan (Azwar.A, 2010). Pengarahan adalah fase kerja manajemen, dimana
manajer berusaha memotivasi, membina komunikasi, menangani konflik, kerja sama, dan
negosiasi (Marquis dan Huston, 2010). Implementasi dari fungsi pengarahan atau
koordinasi dalam MPKP jiwa meliputi kegiatan operan, pre conference, postconference,
iklim motivasi, supervisi dan delegasi (Keliat, 2006).

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 8


C. Komponen Pengarahan dan Pengawasan (Directing&Actuating)
1. Motivasi
Motivasi adalah perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang untuk memuaskan
kebutuhannya. Karena kebutuhan manusia bervariasi, motivasi memiliki rentang yang
sangat luas. Pemenuhan kebutuhan individu merupakan salah satu cara memotivasi
(Marquis & Houston, 2010). Motivasi ialah upaya untuk menimbulkan rangsangan,
dorongan pada seseorang ataupun kelompok masyarakat tersebut mau berbuat dan
bekerjasama secara optimal melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Azwar.A, 2010). Iklim motivasi dapat
ditumbuhkan melalui kegiatan berikut (Keliat, 2009) :
a. Memberikan harapan yang jelas kepada staf dan mengkomunikasikan harapan
tersebut secara efektif.
b. Bersikap adil dan konsisten terhadap semua staf.
c. Membuat keputusan yang bijaksana
d. Mengembangkan konsep kerja kelompok.
e. Melibatkan staf dalam pengambilan semua keputusan.
f. Memberikan reinforcement sesering mungkin
Diruang MPKP penciptaan iklim motivasi diterapkan dengan cara sebagai
berikut :
a. Budaya pemberian reinforcement positip. Reinforcement positip adalah upaya
menguatkan perilaku positip dengan memberikan reward. Masing-masing staf
dibudayakan untuk saling memberikan pujian yang tulus terhadap kinerja staf.
b. Doa bersama sebelum memulai kegiatan yang dilakukan setiap pergantian dinas.
Dengan berdoa, diharapkan timbul self awareness (kesadaran diri) dan dorongan
spiritual.
c. Memanggil staf secara berkala untuk mengidentifikasi masalah setiap
personilsecara mendalam dan membantu penyelesaiannya.
d. Manajemen sumber daya manusia melalui penerapan pengembangan jenjangkarir
dan kompetensi
e. Sistem reward yang adil sesuai dengan kinerja.
Motivasi seseorang berkaitan erat dengan produktivitas dan kinerja yang
ditampilkan. Pengaruh motivasi, prestasi, pengakuan pada perawat pelaksana sangat
signifikan dalam peningkatan kinerja perawat pelaksana (Amelia.R, 2008).

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 9


2. Komunikasi
Berkomunikasi merupakan salah satu fungsi pokok manajemen khususnya
pengarahan. Komunikasi adalah proses tukar menukar pikiran, perasaan, pendapat, dan
saran yang terjadi antara dua manusia atau lebih yang bekerja sama. Pada profesi
keperawatan komunikasi menjadi lebih bermakna karena merupakan metode utama
dalam mengimplementasikan proses keperawatan. Kemampuan keterampilan dalam
berkomunikasi yang baik dan efektif tidak diperoleh begitu saja tetapi harus dipelajari
dan dipraktekkan dalam kegitan pelayanan keperawatan. Manajer keperawatan harus
memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang baik. Kepala ruangan setiap hari
berkomunikasi dengan pasien, staf, dan atasan setiap hari (Nursalam, 2012).
a. Bentuk komunikasi
Bentuk komunikasi terbagi dua yaitu komunikasi vebal/non verbal dan
kommunikasi formal dan non formal.Jenis komunikasi yang paling lazim
digunakan di rumah sakit dalam pelayanan keperawatan adalah pertukaran
informasi secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi
verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu sedankan keuntungannya
memungkinkan tiap individu untuk berespon secara langsung. Komunikasi verbal
yang efektif harus jelas dan ringkas, perbendaharaan kata harus bias dipahami,
selaan dan kesempatan berbicara dan waktu yang tepat sangat menentukan untuk
mengungkapkan perasaan. Komunikasi non verbal merupakan cara paling
menyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.
b. Tujuan komunikasi
Tujuan dari komunikasi menurut Marquis (2010) adalah untuk mengetahui
perilaku orang lain, memahami kebijakan dan pedoman organisasi untuk
disampaikan kepada staf, menciptakan suasana yang konduksif, member pujian,
membimbing untuk mencapai tujuan organisasi, dan member umban balik/koreksi.
c. Hambatan dalam komunikasi
Dalam berkomunikasi ada beberapa faktor yang menghambat komunikasi
sehingga tujuan organisasi tidak tercapai. Faktor penghambat dalam komunikasi
yaitu pemimpin semata-mata sebagai pemberi informasi, kurang merangsang

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 10


kreatifitas, pengaruh kolegalitas, sikap otoriter, pengetahuan yang tidak adekuat,
perencanaan yang lemah, kurang mampu mendengar dengan penuh perhatian,
emosi yang tidak stabil dan kepribadian yang kurang matang.
d. Cara komunikasi untuk mencapai sasaran
Komunikasi yang efektif dapat mencapai sasaran yang kita harapkan maka
hal-hal yanh harus dilakukan menurut (Marquis, 2010) adalah:
1) Ciptakan saluran komunikasi melalui dialog, ronde keperawatan, iklim
keterbukaan untuk menghindari kesalah pahaman dan meningkatkan kerjasama.
2) Bersikap terbuka dan supel.
3) Bersikap asertif, kemampuan pemimpin khususnya untukmenyampaikan umpan
balik negative secara konstruktif.
4) Mendengarkan secara aktif, rela mendengarkan, member waktu, memberi contoh
dan menghindari kesalahpahaman.
5) Umban balik yaitu pemimpin memberikan umpan balik untuk meningkatkan
kesadaran diri stafnya dan member petunjuk/bimbingan.
6) Mengkomunikasikan visi organisasi secara jelas. Komunikasi visi akan
meningkatkan motivasi dan semangat tim untuk mencapai tujuan.
7) Membuat hubungan dan jaringan yaitu menciptakan hubungan diantara masing-
masing anggota sehingga informasi dapat dipahami dan dilaksanakan. Jaringan
untuk mendapatkan informasiaktual, ide-ide baru dari luar organisasi.
Adapun bentuk komunikasi di ruang MPKP Jiwa (Keliat, 2009) yaitu :
a) Pre conference
Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai
operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua
tim atau penanggung jawab tim. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu
orang, maka pre conference ditiadakan. Komunikasi Katim dan perawat
pelaksana setelah selesai operan mengenai rencana kegiatan pada shift tersebut
yang dipimpin oleh Katim.
b) Post conference
adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan
sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikutnya. Komunikasi
Katim dan perawat pelaksana tentang hasilkegiatan sepanjang shift dan
dilakukan sebelum operan kepada shift berikutnya. Konferensi merupakan

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 11


pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan sebelum atau
setelah melakukan operan dinaas, sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas
perawatan pelaksanaan konference sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri
sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.
c) Operan
Komunikasi dan serah terima antara sift pagi, sore dan malam. Operan dari
dinas malam ke dinas sore dipimpin oleh kepala ruangan, sedangkan operan
dari dinas sore ke dinas malam dipimpin oleh penanggung jawab sift sore.

3. Supervisi
Supervisi berasal dari kata super (bahasa Latin yang berarti diatas) dan videre
(bahasa Latin yang berarti melihat). Bila dilihat dari asal kata aslinya, supervisi berarti
melihat dari atas. Pengertian supervisi secara umum adalah melakukan pengamatan
secara langsung dan berkala oleh atasan terhadap pekerjaan yang dilakukan
bawahan untuk kemudian bila ditemukan masalah,segera diberikan bantuan yang
bersifat langsung guna mengatasinya.
Supervisi adalah suatu aktivitas pengawasan yang biasa dilakukan untuk
memastikan bahwa suatu proses pekerjaan dilakukan sesuai dengan yang seharusnnya.
Dalam aktivitas supervisi ini pihak yang melakukan supervisi disebut supervisior.
Seorang supervisior dituntut untuk dapat menguasai paling tidak dua hal penting agar
proses supervisi menjadi bernilai tambah, yaitu kemampuan teknis sesuai proses
pekerjaan yang ditangani dan kemampuan managemen. Supervisi adalah suatu
aktivitas pengawasan yang biasa dilakukan untuk memastikan bahwa suatu proses
pekerjaan dilakukan sesuai dengan yang seharusnnya. Dalam aktivitas supervisi ini
pihak yang melakukan supervisi disebut supervisior. Seorang supervisior dituntut
untuk dapat menguasai paling tidak dua hal penting agar proses supervisi menjadi
bernilai tambah, yaitu kemampuan teknis sesuai proses pekerjaan yang ditangani dan
kemampuan managemen (Simamora, 2012).
Supervisi merupakan bagian yang penting dalam menejemen serta keseluruhan
tanggung jawab pemimpin. Pemahaman ini juga ada dalam manajemen keperawatan.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 12


Sehingga untuk mengelola asuhan keperawatan dibutuhkan kemampuan supervisi dari
seorang manajer keperawatan. Supervisi adalah suatu proses kemudahan untuk
penyelesaiam tugas-tugas keperawatan. Dimana supervisor merencanakan,
mengarahkan, membimbing, mengajar seta mengevaluasi secara terus menerus pada
setiap perawat (Swansburg 1999 dalam Suyanto 2009).
Supervisi atau pengawasan adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan
kegiatan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut berjalan sesuai tujuan organisasi
dan standar yang telah ditetapkan. Supervisi dilaksanakan oleh orang yang memiliki
kemampuan yang cakap dalam bidang yang disupervisi. Dalam struktur
organisasi,supervisi biasanya dilakukan oleh atasan terhadap bawahan atau konsultan
terhadap pelaksana. Dengan supervisi, kegiatan yang dilakukan diharapkan sesuai
dengan tujuan organisasi,tidak menyimpang,dan menciptakan hasil seperti yang
diinginkan. Supervisi tidak diartikan sebagai pemeriksaan atau mencari kesalahan, tapi
lebih diartikan sebagai pengawasan partisipatif, yaitu mendahulukan penghargaan
terhadap pencapaian atau hal positif yang dilakukan dan memberikan jalan keluar
untuk hal yang masih belum dapat dilakukan. Dengan demikian,bawahan tidak
merasakan bahwa ia sedang dinilai. Namun,ia juga dibimbing untuk melakukan
pekerjaaannya dengan benar (Keliat Anna, 2006).
MPKP kegiatan supervisi dilaksanakan secara optimal untuk menjamin
kegiatan pelayanan di MPKP sesuai standar mutu professional yang telah
ditetapkan.Supervisi dilakukan oleh perawat yang memiliki kompetensi baik dalam
manajemen maupun asuhan keperawatan serta menguasai pilar-pilar profesionalisme
yang diterapkan di MPKP. Materi supervisi atau pengawasan disesuaikan dengan
uraian tugas dari masing-masing staf perawat yang disupervisi.Materi supervisi untuk
kepala ruangan berkaitan dengan kemampuan managerial dan kemampuan asuhan
keperawatan. Ketua tim disupervisi terkait dengan kemampuan pengelolaan di timnya
dan kemampuan asuhan kperawatan. Dilain pihak, perawat pelaksana disupervisi
terkait dengan kemampuan asuhan keperawatan yang dilaksanakan.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 13


Agar supervisi dapat menjadi alat pembinaan dan tidak menjadi momok bagi
staf, perlu disusun jadwal supervisi dan standar kinerja masing-masing staf.
1. Kepala ruang rawat (Karu)
Karu bertanggung jawab dalam supervisi keperawatan kepada pasien. Karu
merupakan ujung tombak tercapai tidaknya tujuan pelayanan keperawatan di rumah
sakit. Ia bertanggungjawab mengawasi perawat pelaksana dalam melakukan praktik
keperawatan.
2. Pengawas perawatan
Pengawas bertanggung jawab terhadap supervisi pelayanan keperawatan pada
areanya yaitu beberapa Karu yang ada pada Unit Pelaksana Fungsional (UPF).
3. Tujuan Pelaksanaan Supervisi
a. Tujuan Umum
Memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada perawat dan staf agar
personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya,dalam melaksanakan
tugas dan melaksanakan proses pelayanan asuhan keperawatan.
b. Tujuan khusus
1) Meningkatkan kinerja perawat dalam perannya sebagai pelayanan asuhan
keperawatan sehingga berhasil membantu pasien untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal.
2) Meningkatkan efektifitas sistem pelayanan keperawatan sehingga berdaya
guna,berhasil guna dan keefektifan sarana dan efisiensi prasarana untuk
dikelola dan dimanfaatkan dengan baik
3) Meningkatkan kualitas pengelolaan pelayanan situasi secara umum.
4. Manfaat Supervisi
Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik, akan diperoleh banyak manfaat.
Manfaat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Supervisi dapat lebih meningkatkan efektifitas kerja
b. Peningkatan efektifitas kerja ini erat hubungannya dengan peningkatan
pengetahuan dan keterampilan bawahan,serta makin terbinanya hubungan dan
suasana kerja yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 14


c. Supervisi dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja
Peningkatan efisiensi kerja ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya
kesalahan yang dilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber daya
(tenaga,harta dan sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah. Apabila kedua
peningkatan ini dapat diwujudkan, sama artinya dengan telah tercapainya tujuan
suatu organisasi. Sesungguhnya tujuan pokok dari supervisi ialah menjamin
pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah direncanakan secara benar dan tepat,
dalam arti lebih efektif dan efisien, sehingga tujuan yang telah ditetapkan
organisasi dapat dicapai dengan memuaskan (Suarli & Bahtiar, 2009).
5. Fungsi Supervisi
a. Dalam keperawatan fungsi supervisi adalah untuk mengatur dan mengorganisir
proses pemberian pelayanan keperawatan yang menyangkut pelaksanaan
kebijakan pelayanan keperawatan tentang standar asuhan yang telah disepakati.
b. Fungsi utama supervisi modern adalah menilai dalam memperbaiki factor-factor
yang mempengaruhi proses pemberian pelayanan asuhan keperawatan.
c. Fungsi utama supervisi dalam keperawatan adalah mengkoordinasikan,
menstimuli, dan mendorong ke arah peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
d. Fungsi supervisi adalah membantu (assisting), memberi support (supporting) dan
mangajak untuk diikutsertakan (sharing).
6. Penerapan Supervisi di Ruang MPKP
Di MPKP kegiatan supervisi dilaksanakan secara optimal untuk menjamin
kegiatan pelayanan di MPKP sesuai standar mutu professional yang telah
ditetapkan. Supervisi dilakukan oleh perawat yang memiliki kompetensi baik dalam
manajemen maupun asuhan keperawatan serta menguasai pilar-pilar
profesionalisme yang diterapkan di MPKP. Untuk itu pengawasan berjenjang
dilakukan sebagai berikut :
a. Kepala Seksi Keperawatan atau konsultan melakukan pengawasan terhadap
Kepala ruang
b. Kepala ruang melakukan pengawasan terhadap Ketua Tim dan Perawat
Pelaksana

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 15


c. Ketua Tim melakukan pengawasan terhadap Perawat Pelaksana
Materi supervisi atau pengawasan disesuaikan dengan uraian tugas dari
masing-masing staf perawat yang disupervisi. Materi supervisi untuk kepala ruangan
berkaitan dengan kemampuan managerial dan kemampuan asuhan keperawatan.
Ketua tim disupervisi terkait dengan kemampuan pengelolaan di timnya dan
kemampuan asuhan kperawatan. Di lain pihak, perawat pelaksana di supervisi terkait
dengan kemampuan asuhan keperawatan yang dilaksanakan. Agar supervisi dapat
menjadi alat pembinaan dan tidak menjadi momok bagi staf,perlu disusun jadwal
supervisi dan standar kinerja masing-masing staf.

4. Manajemen konflik
Manajemen konflik adalah perbedaan pandangan atau ide antara satu orang
dengan orang lain. Dalam organisasi yang dibentuk dari sekumpulan orang yang
memiliki latar belakang yang berbeda, konflik mudah terjadi. Demikian juga di
ruangan MPKP konflik pun bisa terjadi. Untuk mengantisipasi terjadinya konflik maka
perlu dibididayakan upaya-upaya mengantisipasi konflik dan mengatasi konflik sedini
mungkin di raung MPKP.
Cara-cara penanganan konflik ada beberapa macam, meliputi bersaing,
berkolaborasi, menghindar, mengakomodasi, berkompromi dan bermusyawarah.
Upaya mengatasi konflik yang diterapkan di MPKP adalah upaya yang win-win
solution. Suatu upaya berkolaborasi. Untuk itu pembudayaan kolaborasi antar staf
menjadi prioritas utama dalam menyelenggarakan pengelolaan ruangan MPKP.

5. Koordinasi dan kolaborasi


a. Koordinasi
Koordinasi adalah salah satu fungsi manajemen yang tidak bisa terpisah dari
fungsi manajemen lainnya, karena fungsi koordinasi adalah fungsi yang
menghubungkan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Banyak literature mengatakan
bahwa fungsi koordinasi merupakan fungsi manajemen yang paling penting.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 16


Dengan mengoptimalkan fungsi koordinasi, organisasi akan menjadi semakin baik
dan menghindari resiko yang mengancam organisasi.
Koordinasi berarti mengikat, mempersatukan dan menyelaraskan semua
aktivitas dan usaha. Dari pengertian itu dapat disimpulkan bahwa fungsi
manajemen lainnya membutuhkan koordinasi. Secara singkat fungsi koordinasi
terkandung dalam fungsi-fungsi lainnya. Contohnya, fungsi perencanaan
membutuhkan koordinasi yaitu dalam menyusun rencana, seorang pemimpin harus
melakukan koordinasi dengan bawahan untuk mengumpulkan data yang valid
dalam merumuskan rencana kedepan. Begitu pula dengan fungsi manajemen
lainnya.
Sifat mengikat dari fungsi koordinasi membuat fungsi lainnya tidak dapat
berjalan tanpa ada koordinasi, apalagi menghubungkan dengan fungsi manajemen
yang lainnya. Inti dari fungsi koordinasi adalah komunikasi, karena dengan
komunikasi semua orang mampu melakukan hubungan dengan orang lain, bidang
pemasaran bisa berkoordinasi dengan bidang keuangan, dan bidang sumber daya
manusia bisa berkoordinasi dengan pemimpin organisasi.
b. Kolaborasi
Istilah kolaborasi biasanya digunakan untuk menjelaskan praktik dua pihak
atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dan melibatkan proses kerja masing
-masing maupun kerja bersama dalam mencapai tujuan bersama tersebut. Motivasi
utamanya biasanya adalah memperoleh hasil-hasil kolektif yang tidak mungkin
dicapai jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri. Selain seperti dalam
kerjasama, para pihak berkolaborasi biasanya dengan harapan mendapatkan hasil-
hasil yang inovatif, terobosan, dan/atau istimewa atau luar biasa, serta prestasi
kolektif yang memuaskan. Kolaborasi biasanya dilakukan agar memungkinkan
muncul/berkembangnya saling pengertian dan realisasi visi bersama dalam
lingkungan dan system yang kompleks.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 17


6. Pendelegasian
Pendelegasian merupakan proses terorganisasi dalam kerangka hidup
organisasi/keorganisasian untuk secara langsung melibatkan sebanyak mungkin orang
atau pribadi dalam pembuatan keputusan, pengarahan, dan pengerjaan kerja yang
berkaitan dengan pemastian tugas (Simamora, 2012).
Menurut Hasibuan (2007:68), Pendelegasian wewenang adalah memberikan
sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator (pemberi wewenang) kepada
delegate (penerima wewenang) untuk dikerjakannya atas nama delegator. Menurut
Stoner (2000:434) dalam Kesumnajaya (2010), pendelegasian wewenang adalah
pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seorang bawahan untuk
menyelesaikan aktivitas tertentu.
Pendelegasian wewenang adalah konsekuensi dari semakin besarnya
organisasi.Bila atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan
oleh satu orang, maka ia perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar
pimpinan dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi.
Pendelegasian ialah tindakan mempercayakan tugas (yang pasti dan jelas),
kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada
bawahan secara individu dalam setiap posisi tugas. Pendelegasian dilakukan dengan
cara membagi tugas, kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, serta
pertanggungjawaban, yang ditetapkan dalam suatu penjabaran/deskripsi tugas formil
dalam organisasi.
Delegasi dapat diartikan sebagai penyelesaian suatu pekerjaan melalui orang
lain. Atau pemberian tugas kepada seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan
tujuan organisasi.
Delegasi kepada orang lain di tempat kerja melibatkan empat komponen
utama: delegator, delegatee, tugas,dan klien/situasi.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 18


a. Delegator
Delegator adalah orang yang memberikan delegasi kepada orang lain.
Delegator memiliki wewenang untuk mendelegasikan, karena posisinya di suatu
organisasi dan memiliki ijin pemerintah untuk melakukan tugas-tugas lainnya.
Delegator dapat mendelegasikan tugas dan tanggung jawab (responsibility), tetapi
tanggung gugat (accountability) tetap ada pada delegator.
b. Delegatee
Delegatee adalah seseorang yang menerima Delegasi dari delegator.
Delegatee menerima arahan untuk apa yang harus dilakukan dari delegator..
Delegatee memiliki hak untuk menolak utau menerima tugas-tugas yang diberikan
oleh delegator sesuai dengan kemampuan.
c. Tugas
Tugas adalah kewajiban yang dimiliki seorang dan harus dilaksanakan atau di
kerjakan untuk mencapai hasil yang ditentukan. Tugas/kewajiban yang
didelegasikan umumnya harus sebuah tugas rutin. Tugas-tugas rutin memiliki hasil
yang diprediksi, serta terdapat metode dan langkah langkah untuk menyelesaikan
tugas tersebut.
d. Klien/ Situasi
Klien adalah seseorang yang menjadi objek dalam tugas yang di delegasikan.
Sedangkan Situasi adalah suatu keadaan yang mencakup waktu dan tempat dimana
delegator merasa perlu untuk melekukan pendelegasian tugas dan kewajibannya.
Identifikasi klien tertentu atau situasi untuk didelegasikan perawatan diperlukan
untuk memastikan bahwa tujuan untuk perawatan pasien dapat dipenuhi oleh
delegatee. (Wijayanti, 2008)

1. Dasar Pendelegasian
Pokok pembahasan tentang dasar pendelegasian ini berupaya untuk menjawab
pertanyaan "mengapa pendelegasian itu penting?" atau "mengapa pendelegasian itu
dibutuhkan dalam hidup dan kerja suatu organisasi?" Pendelegasian itu sangat penting
bagi hidup dan kerja setiap organisasi dengan alasan-alasan mendasar berikut di bawah
ini.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 19


a. Pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain, sesuatu yang
hanya dapat diwujudkannya melalui pendelegasian.
b. Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab
tugas (agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal).
c. Dengan pendelegasian, pekerjaan keorganisasian dapat berjalan dengan baik tanpa
kehadiran pemimpin puncak atau atasan secara langsung.
d. Dalam pendelegasian, pemimpin memercayakan tugas, wewenang, hak, tanggung
jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sekaligus "menuntut" adanya hasil
kerja yang pasti dari bawahan.
e. Dalam pendelegasian, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan kerja sehingga
bawahan dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh dalam
pelaksanaan kerja.

2. Prinsip prinsip pendelegasian tugas di MPKP :


a. Pendelegasian tugas yang terencana harus menggunakan format pendelegasian tugas.
b. Personil yang menerima pendelegasian tugas adalah personil yang berkompeten dan
setara dengan kemampuan yang digantikan tugasnya.
c. Uraian tugas yang didelegasikan harus secara verbal dan terperinci, disertai tertulis.
d. Pejabat yang mengatur pendelegasian tugas wajib memonitor pelaksanaan tugas dan
menjadi rujukan bila ada kesulitan yan dihadapi.
e. Setelah selesai pendelegasian dilakukan serah terima tugas yang sudah dilaksanakan
sebelumnya.
Pendelegasian adalah melakukan pekerjaan melalui orang lain. Dalam organisasi
pendelegasian dilakukan agar aktivitas organisasi tetap berjalan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Delegasi dilaksanakan di MPKP dalam bentuk pendelegasian
tugas oleh Kepala ruang kepada Ketua Tim, Ketua Tim kepada perawat pelaksana.
Pendelegasian dilakukan melalui mekanisme pelimpahan tugas dan wewenang.
Pendelegasian tugas ini dilakukan secara berjenjang. Penerapannya dibagi menjadi dua
jenis yaitu pendelegasian terencana dan pendelegasian insidentil. Pendelegasian

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 20


terencana adalah pendelegasian yang secara otomatis terjadi sebagai konsekuensi sistem
penugasan yang diterapkan di ruang MPKP. Bentuknya dapat berupa :
a. Pendelegasian tugas kepala ruang kepada Ketua Tim untuk menggantikan tugas
sementara karena alasan tertentu
b. Pendelegasian tugas Kepala ruang kepada Penanggung Jawab Shift
c. Pendelegasian Ketua Tim kepada perawat pelaksanaan tindakan keperawatan yang
telah direncanakan.
Pendelegasian insidentil terjadi apabila salah satu personil ruang MPKP
berhalangan hadir maka pendelegasian tugas harus dilakukan. Dalam hal ini yang
mengatur pendelegasian adalah Kepala Seksi Perawatan, Kepala ruang, Ketua Tim, atau
Penanggung Jawab Shift, tergantung pada personil yang berhalangan. Mekanismenya
sebagai berikut :
a. Bila Kepala ruang berhalangan, Kepala Seksi menunjuk salah satu Ketua Tim untuk
menggantikan tugas Kepala ruang.
b. Bila Ketua Tim berhalangan hadir maka Kepala ruang menunjuk salah satu anggota
Tim (perawat pelaksana) menjalankan tugas ketua Tim.
c. Bila ada perawat pelaksana yang berhalangan hadir sehingga satu tim kekurangan
personil maka Kepala ruang atau penanggung jawab Shift berwenang memindahkan
perawat pelaksana dari tim lain masuk tim yang kekurangan personil tersebut atau
Ketua tim melimpahkan pasien kepada perawat pelaksana yang hadir.

3. Sifat Delegasi
Perlu diingat bahwa pendelegasian tidak sama pada setiap tingkat hierarki
organisasi. Besar kecilnya pendelegasian adalah sesuai dengan tugas, hak, wewenang,
kewajiban, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban setiap individu dalam hierarki
organisasi. Pendelegasian tidak dapat ditransfer dari satu tugas ke tugas yang lain dalam
suatu organisasi karena satu pendelegasian berlaku untuk satu tugas saja.
Pemimpin Sering Tidak Mendelegasikan Tugas Karena berbagai alasan, yaitu
pemimpin tidak tahu atau takut, dan mempertahankan status quo, serta tidak
memercayai orang lain/mencurigai orang lain.
a. Pemimpin sering mendelegasikan semua tugas karena pemimpin tidak tahu ataupun
ingin membebaskan diri/meringankan diri dari kewajibannya.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 21


b. Pemimpin sering mendelegasikan sedikit tugas karena pemimpin takut atau sangat
hati-hati, atau kurang/tidak percaya.
c. Pemimpin dapat dan patut mendelegasikan tugas dengan bertanggung jawab.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 22


4. Pelaksanaan Pendelegasian
Lima benar untuk pelaksanaan delegasi :
a. Tugas yang benar (Right Task)
Right Task adalah bagaiman delegator mampu mengidentifikasi dan mendegasikan
tugasnya dengan jelas dan tepat kepada delegetee, sehingga tugas yang tersebut dapat
dilaksankan sesuai dengan intruksi dan arahan yang diberikan. Hindari
mendelegasikan tugas-tugas yang remeh yang sekiranya mampu dikerjakan sendiri,
karena pelaksanaan delegasi adalah membagi pekerjaan serta tugas penting yang
sangat menonjol dan harus dilaksankan.
b. Orang yang benar (Right Person)
Right Person adalah seseorang yang dipandang sebagai orang yang tepat untuk
melakukan delegasi ataupun menerima delegasi. Dalam hal ini delegasi melibatkan
perawat sebagai salah satu delegator atau delegatee. Tetapkan tujuan perawatan klien
tertentu dan kegiatan dengan orang untuk mempercayakan dengan tanggung-jawab
sesuai otoritas sebuah tantangan.
c. Keadaan yang benar (Right Circumstance)
Right Circumstance adalah Situasi dan kondisi yang tepat dalam melaksankan
pendelegasian baik untuk delegator dan delegatee. Misalkan dalam pendelegasian
asuhan keperawatan, Situasi untuk mendelegasikan Asuhan keperawatan diperlukan
untuk memastikan bahwa tujuan untuk perawatan pasien dapat dipenuhi oleh
perawat.
d. Arah/komunikasi yang benar (Right direction/communication).
Dalam melakukan pendelegasian hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan
yaitu komunikasi. Karena dalam mendelegasikan tugas, komunikasi saat
mengarahkan dan menjelaskan tugas harus secara Jelas, akurat dan mudah dipahami.
Petunjuk yang disampaikan juga harus jelas dan dimengerti oleh delegatee.
Berkomunikasi dengan baik, bila akan mendelegasikan tugas, sebaiknya dijelaskan
secara gamblang, sehingga yang bersangkutan tidak perlu bertanya-tanya kembali
kepada delegator.
e. Pengawasan yang benar (Right Supervision)

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 23


Pengawasan personil penting untuk memastikan keselamatan dan kelengkapan
perawatan klien. Bila terjadi kesalahan sebaiknya diberikan umpan balik dalam
bentuk saran terbaik dan beri kritik & keluhan. (G.R Terry, 2010)
5. Manfaat Delegasi
Melaksanakan delegasi tidaklah mudah. Pelaksanaan delegasi memerlukan waktu,
upaya dan motivasi. Jika kita tidak yakin akan adanya manfaat dalam pelaksanaan
delegasi, anda tidak akan termotivasi untuk melaksanakannya. Berikut ini adalah
beberapa keuntungan besar yang dapat dipertimbangkan :
a. Memiliki lebih banyak waktu untuk melaksanakan fungsi manajerial oleh para
manajer seharusnya menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penempatan
staf, pengarahan, pengendalian dan inofasi. Namun sebaliknya, tanpa adanya
delegasi mereka akan terperangkap kedalam berbagai pekerjaan yang remeh,
mengatasi kesulitan-kesulitan, menanggapi gangguan, dan memperbaiki kesalahan
yang dilakukan oleh orang lain.
b. Meringankan tekanan Kebanyakan manajer berorientasi kepada tindakan-tindakan
(action oriented). Mereka lebih senang berada ditengah kegiatan, lebihsenang
bertindak ketimbang mengawasi. Tidak adanya pelaksanaan delegasi menyebabkan
kecendrungan tersebut tidak dapat di kndalikan.
c. Mengembangkan manusia Pelaksanaan delegasi juga memungkinkan mereka untuk
menerima tanggung jawab yang lebih besar secara perlahan-lahan dalam lingkungan
yang penuh pengertian, untuk mempersiapkan mereka bagi perkembangan lebih
lanjut. Pelaksanaan delegasi mendorong mereka untuk lebih kreatif dan
menggunakan bakat yang mereka miliki untuk mmpraktekkan keterampilan dalam
menyelesaikan persoalan.
d. Menciptakan suasana penuh motivasi Motivasi hanyalah membantu orang lain untuk
meraih apa yang dapat mereka capai. Kaena pelaksanaan delegasi memerlukan
pengetahuan tentang tujuan, kemampuan, dan keinginan pribadi karyawan, maka
akan lebih baik jika manajer dapat memberikan peluang kepada para individu untuk
menonjol dalam bidang yang sesuai dengan kemampuan mereka khususnya.

6. Proses Pendelegasian

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 24


a. Memutuskan Apa yang harus Didelegasikan
Salah satu langkah utama yang harus diambil bila memutuskan apa yang harus
didelegasikan adalah mengadakan suatu analisis lengkap tentang kegiatan pekerjaan.
Buatlah formulir, pada kolom sebelah kiri, tuliskan semua kegiatan yang Anda lakukan
dan keputusan yang bisa diambil. Jangan sampai ada yang terlewat. Jika anda yang
harus membuka pintu kantor pada pagi hari, tuliskanlah itu. Jika Anda kadang-kadang
menerima telepon untuk atasan Anda, catatlah itu.
b. Analisis Kegiatan
Kemudian, untuk setiap kegiatan, perkirakanlah waktu yang diperlukan tiap
bulan untuk mengerjakannya, dan catatlah angka itu pada kolom sebelah kanan.
Barangkali baru untuk pertama kali inilah Anda mengetahui jumlah waktu yang Anda
gunakan untuk berbagai kegiatan itu. Hal tersebut akan membuat Anda mengerti
berapa biaya atau nilai kegiatan tersebut bagi Anda dan perusahaan Anda. Anda juga
harus berhati-hati untuk tidak merasionalisasikan alasan mengapa Anda
mempertahankan suatu pekerjaan. Jujurlah terhadap diri sendiri. Tak akan ada orang
lain yang perlu melihat catatan itu.
Pelaksanaan delegasi mencakup proses pelatihan dan pengembangan, dan
semua karyawan Anda harus diikutsertakan dalam proses ini. Anda harus membuat
seimbang semua beban kerja pada waktu delegasi dilaksanakan. Tidaklah praktis untuk
menugaskan semuanya kepada satu orang saja. Namun, jika memang hanya terdapat
satu orang yang menurut pendapat Anda mempunyai pendidikan latar belakang, dan
kemampuan yang diperlukan untuk diberi pelatihan bagi tugas khusus tersebut, maka
masukkanlah hanya satu itu saja. Pada awalnya pembinaan dan pelatihan memang
memerlukan waktu. Tetapi jika Anda melihat hasilnya, maka investasi tersebut akan
sepadan nilainya. Setelah Anda tahu perkiraan jumlah waktunya, Anda harus
menentukan bagaimana caranya sehingga mereka akan terbebas dari pekerjaan rutin
sebanyak waktu tersebut. Ada kemungkinan bahwa waktu mereka sudah cukup
tersedia, tetapi lebih besar kemungkinanya bahwa Anda harus menghilangkan,
menggabungkan, atau memberikan kepada orang lain beberapa pekerjaan yang
sekarang sedang mereka tangani.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 25


c. Mengklarifikasi Penugasan Anda
Pada saat memberikan tugas kepada seorang karyawan, pastikan bahwa Anda
telah memberikan semua informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu.
Jangan sekali-kali beranggapan bahwa para karyawan mengerti seluruh penjelasan
Anda tentang tugas itu. Walaupun sangat penting bagi Anda bahwa mereka sungguh-
sungguh mengerti apa yang Anda katakan, jangan menghina dengan meminta mereka
untuk mengulangi apa yang telah Anda katakan. Cara itu sudah kuno.
Pendelegasian dapat dilakukan dengan memerhatikan beberapa faktor penting
berikut ini:
1) Tugas yang tepat harus diberikan kepada orang yang tepat pula, sesuai dengan
kapasitas/kompetensi yang ada padanya.
2) Tugas yang tepat yang akan didelegasikan harus sepadan dengan wewenang, hak,
tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang tepat pula.
3) Memercayakan suatu tugas harus disertai perhitungan waktu yang tepat, kondisi
yang tepat dalam suatu sistem manajemen terpadu yang baik.
4) Pendelegasian harus dilaksanakan dengan ekspektasi pragmatis yang didukung oleh
sistem pengawasan yang baik guna menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja serta
produksi yang tinggi.
5) Pemimpin sebagai pemberi tugas harus secara konsisten memberikan dukungan
penuh ("backing") kepada setiap bawahan yang menerima pendelegasian tugas
darinya.
6) Pendelegasian yang dilaksanakan dengan cara yang tepat.

Praktik Stase Manajemen Keperawatan Profesi Ners 25 UNW 26