Anda di halaman 1dari 2

Nama : Novita Simorangkir

NIM : P0.73.24.2.15.026

Tingkat : III-A

M.K. : Anti Korupsi

Dosen : Tengku Sri Wahyuni, S.SiT, M.Keb.

Pertanyaan

1. Apakah yang melatarbelakangi terjadinya tindakan korupsi dari film pertama ?


2. Apakah factor eksternal dan internal yang menyebabkan Pak Lurah melakukan tindakan
korupsi ?
3. Apakah tindakan positif yang bisa mengantisipasi berkelanjutannya tindakan korupsi ?

Jawaban

1. Menurut pendapat saya, hal yang melatarbelakangi terjadinya tindakan korupsi adalah
factor dorongan dari dalam dari dalam diri sendiri (keingan,hasrat, kehendak, dan
sebagainya) dan factor rangsangan dari luar (misalnya dorongan dari teman-teman,
kesempatan, kurang control,dan sebagainya). Sehingga daalam hal ini, para penguasa
memanfaatkan jabatan dari tokoh politik untuk mendapatkan posisi aman dalam
melakukan tindakan korupsi.
2. Faktor eksternal yang menyebabkan Pak Lurah melakukan tindakan korupsi adalah Pak
Lurah mendapat hasutan dari para penguasa untuk membangun bangunan bangunan besar
sehingga pedesaan yang sebelumnya asri menjadi perkotaan sehingga Pak Lurah
mengingkarkan janjinya kepada masyarakat desa sebelum ia menjadi Lurah di desa
tersebut.
Faktor Internal yang menyebabkan Pak Lurah melakukan tindakan korupsi adalah ada
factor yang menguntungkan dirinya sendiri dengan memanfaatkan kepemilikan yang dia
punya yaitu jabatan yang dimilikinya.. sehingga dengan melakukan hal tersebut
kemungkinan dia bisa mendapat jabatan yang lebih tinggi atau komisi yang besar dari
jabatan yang dia miliki sebelumnya.\

3. Tindakan positif yang dapat di kutip dari kedua film untuk mengantisipasi berkelanjutanya
tindakan korupsi adalah adanya pembelaan tersendiri dari si perempuan untuk tidak
mengikuti kemauan pasangannya untuk mendaftarkan pernikahan mereka dengan cara
yang cepat atau menyogok salah satu pegawai KUA agar prosesnya cepat selesai. Karena
si perempuan bersikukuh tidak mau melakukan tindakan tersebut karena ia tidak ingin
calon pasangannya serupa dengan ayahnya yang notabene nya sering melakukan tindakan
menyuap atau menghalalkan cara agar apa yang dia inginkan tercapai. Kemudian si
perempuan juga terinspirasi oleh gurunya semasa ia kecil yang masih duduk di bangku
sekolah dasar. Gurunya tersebut tidak berkemauan untuk melakukan tindakan korupsi
dengan mempertahankan posisi nya dengan membayar kan uang kepada Yayasan sekolah
tersebut. Akhirnya Guru itu pun kehilangan pekerjaannya, karena baginya lebih baik
integritas daripada menodai hidupnya dengan tindakan dosa bagi dirinya, karena jujur itu
penting.