Anda di halaman 1dari 7

BAB 14

Diskusi

1. Jelaskan bagaimana perkembangan strategi (manajemen) dari konsep pemegang saham sampai
dengan pemangku kepentingan.

Jawab : Hal. 244

Perkembangan strategi dalam menajemen perusahaan modern seperti sekarang ini telah
terjadi pergeseran strategi, dari strategi perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemegang
saham (stockholder), bergeser menjadi memaksimalkan keuntungan bagi semua yang berkepentingan
dalam perusahaan/para pemangku kepentingan (stakeholder), yaitu perseorangan atau kelompok yang
memiliki kepentingan dalam kegiatan perusahaan , seperti karyawan, manajemen, pembeli,
masyarakat, pemasok, pemegang saham, distributor , dan pemerintah. Akn tetapi, konsep laba yang
bisa dikesampingkan dan merupakan alat yang penting bagi perusahaan untuk menciptakan manfaat
bagi para pemangku kepentingan.

2. Bagaimana strategi generik dilakukan meurut Michael P. Porter dan Minztberg dalam meraih
keunggulan bersaing?

Jawab : Hal. 245

Menurut Michael P. Porter dalam bukunya Dynamic Theory of Strategy (1991) ada 3
strategi generik yang dapat dilakukan dalam meraih keunngulan bersaing yaitu :
Pertama, tujuan perusahaan dan kebijakan fungsi-fungsi manajemen (sepreti produksi dan pemasaran)
harus secara kolektif memperlihatkan posisi yang kuat di pasar.
Kedua, tujuan dan kebijaksanaan tersebut ditumbuhkan berdasarkan pada kekuatan perusahaan serta
diperbarui terus (dinamin) sesuai dengan perubahan peluang dan ancaman lingkungan eksternal.
Ketiga, Perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus sebagai pendrong untuk
menjalankan perusahaan, misalnya dengan reputasi merek dan biaya produksi yang rendah.
Kompetensi khusus ini harus dikembangkan terus-menerus secara dinamis. Bila kompenetensi khusus
ini tidak diubah, tingkat keuntungan perusahaan bisa menurun.

Menurut Mintztberg (1990) dalam teori design school, perusahaan harus mendesain strategi
perushaan yang cocok antar peluang dan ancaman eksternal dengan kemmapuan internal yang
memadai dan berpedoman kepada pilihan alternatif dari grand strategy, kemudian disukung dengan
menumbuhkan kapabilitas inti yang mrtupakan kompetensi khusus dari pengelolaan sumber daya
perusahaan.

3. Mengapa theory resouce-based strategy dianggap lebih cocok bagi perusahaan yang mengalami
gejolak dan krisis ekonomi?

Jawab : Hal. 246

Karena teori ini mengutamakan pengembangan kapabilitas internal yang unggul, tidak
transparan, sukar ditiru dan dialihkan oleh pesaing, dan memberi daya saing jangka panjang yang
melebihi tuntutan-tuntutan masa kini di pasar untuk meraih keuntungan yang berkesinambungan dan
kebal terhadap resesi.
4. Identifikasi beberapa kompetensi inti yang dimiliki oleh bebrapa perusahaan kecil untuk dapat
bersaing di pasar global.

Jawab : Hal. 247-248

Menurut Grant (1991), yang dikutip oleh Albert Wijaya (1994) ada beberapa langkah untuk
identifikasi beberapa kompentensi inti yang dimiliki oleh beberapa perusahaan kecil untuk dapat
bersaing di pasar global sekaligus langkah untuk mengembangkan resouces-based-strategy, antara
lain mencaku hal-hal berikut:

a. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi sumber daya. Sumber daya itu di antaranya:


Teknologi yang dimiliki;
Kapabilitas karyawan;
Paten dan merk;
Keuangan;
Kecanggihan pemasaran;
Pelayanan pada perdagangan.
b. Mengidentifikasi dan mengevalusai kapabilitas.
c. Menyortir dan mengembangkan untul diaplikasikan dipasar untuk mencapai keuntungan yang
tinggi secara berkesinambungan yang sulit ditiru atau disaingi. Pada tahap ini, kapabilitas
perlu dipelihara dalam hal berikut (1) Harus tahan lama; (2) Harus tidak transparan.
d. Memformulasikan strategi pengembangan sumber daya inti (core resouce) dan copability
selektif mungkin pada semua kegiatan manajemen. Sementara itu, perusahaan harus
mempelajari perkembangan manajemen dan kemungkinan masa depan untuk
mempertahankan daya saing perusahaan secara berkesinambungan.
5. Jelaskan bagaimana konsep New 7-Ss dari DAveni diterapkan pada usaha baru, usaha kecil, dan
usaha menengah.

Jawab : 253-254

Konsep The New 7-Ss ini meliputi pokok-pokom dasar sebagai berikut:

a) Superior stakeholder satisfacation, yaitu memberi kepuasan istimewa di atas rata-rata kepada
semua unsur yang memiliki kepentingan dalam perusahaan tanpa terkecuali, seperti pemasok,
karyawan, manajer, pemegang saham, konsumen, pemerintah dan masyarakat sekitarnya.
b) Strategic soothsaying, yaitu startegi yang memfokuskan pada sasaran, artinya perusahaan
harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.
c) Positioning for speed, yaitu strategi untuk menentukan posisi perusahaan secara cepat dipasar.
d) Positioning for surprise, yaitu membuat posisi yang mencengangkan melalui barang dan jasa-
jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga
konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan.
e) Shifting the role of the game, yaitu mengubah poa-pola persaingan perusahaan yang
dimainkan sehingga pesaing terganggu (disruption) dengan pola-pola yang berbeda.
f) Signaling strategic intent, yaitu mengutamakan pada perasaan dan pendekatan kepada
karyawan, relasi dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja
perusahaan.
g) Simultaneous and sequnetial strategic thrusts, yaitu mengembanggan faktor-faktor pendorong
atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan (thrusts) melaluin penciptaan barang-
barang dan jasa-jasa yang selalu memeberi kepuasan kepada konsumen.
BAB 14

KOMPETENSI INTI dan STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN

Kompetensi Inti Kewirausahaan

Menurut Collin ontgomery (1998: 5), strategi perusahaan adalah cara-cara perusahaan menciptakan
nilai melalui konfigurasi dan koordinasi aktivitas multipemasaran. Pergeseran strategi, dari strategi
perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham (stockholder), bergeser menjadi
memaksimalkan keuntungan bagi semua yang berkepentingan dalam perusahaan/para pemangku
kepentingan (stakeholder), yaitu perseorangan atau kelompok yang memiliki kepentingan dalam
kegiatan perusahaan , seperti karyawan, manajemen, pembeli, masyarakat, pemasok, pemegang
saham, distributor , dan pemerintah. Akn tetapi, konsep laba yang bisa dikesampingkan dan
merupakan alat yang penting bagi perusahaan untuk menciptakan manfaat bagi para pemangku
kepentingan.

Dalam teori ekonomi mikro neoklasik dari mazhab Austria, mengemukakan bahwa perusahaan bisa
memperoleh keuntungan bila memiliki keunggulan yang unik menghindari persaingan sempurna.

Menurut Schumpeter (1934) keuntungan tersebut hanya bisa tercipta dari penemuan tang dilakukan
oleh para wirausahawan.

Menurut Dynamic Theory of Strategy dari Porter (1991), suatu perusahaan dapat mencapai
keberhasilan bila tiga kondisi depenuhi, yaitu:

Pertama Tujuan Perusahaan dan fungsi-fungsi manajemen harus kolektif

Kedua Tujuan dan kebijaksanaan tersebut tumbuh berdasar pada kekuatan perusahaan yang dinamis

Ketiga Perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus sebagai pendorong dan
penggerak perusahaan.

Gary Hamel dan C.K. Prahalad dalam karyanya Competing For The Future (1994), Mengemukakan
beberapa definisi kompetensi inti (core competency) sebagai berikut

1. Kompetensi inti menggambarkan kemampuan kepemimpinan dalam serangkaian produk atau jasa

2. Kompetensi adalah sekumpulan keterampilan dan teknlogi yang dimiliki perusahaan untuk
bersaing.

3. Kompetensi inti adalah keterampilan yang memungkinkan perusahaan memberikan manfaat


fundamental terhadap pelanggan

4. Suatu keunikan bersaing dan memberikan kontribusi terhadap nilai dan biaya konsumen

Menurut Resouce Based Theory perusahaan dapat meraih keuntungan melalui hal-hal berikut:

1. Pola organisasi dan administrasi yang baik


2. Perpaduan aset berwujud seperti SDM dan sumber daya takberwujud seperti kebiasaan
3. Budaya perusahaan
4. Proses kerja dan penyesuaian yamg segera
Strategi bersaing dalam kewirausahaan

Konsep steategi pemasaran dalam kewirausahaan menurut Mintzberg (1990) sebagai berikut:

1. Probe (penelitian dan pengembangan)


2. Product (produk barang dan jasa)
3. Price (Harga)
4. Place (Tempat)
5. Promoyio (promosi)

Dalam manajemen strategis yang baru, Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya
denganstrategi, yaitu perencanaan (plan), pola (patern), posisi (position), perspektif (perspective), dan
permainan atau taktik (play).

Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing (Michael Porter)

Dalam karyanya Competitive Strategy, Michael E. Porter (1997 dan 1998) mengungkapkan beberapa
strategi yang dapat digunakan perusahaan dalam bersaing:

1. Persaingan merupakan keberhasilan dan kegagalan


2. Nilai yang diciptakan oleh perusahaan bagi pelanggan
3. Dua dasar keunggulan bersaing (biaya rendah/low cost, diferensiasi/differentiation dan
strategi fokus/focus strategy

Strategi generik (generic strategy) pada dasarnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk
menciptakan keunggulan.

Resiko Strategi Generik

Biaya Rendah Diferensiasi Fokus


Pesaing meniru Pesaing meniru Strategi fokus ditiru
Teknologi berubah Basis diferensiasi Segmen sasaran
Keunggulan biaya tidak kurang penting bagi menjadi tidak menarik
bertahan lama pembeli Struktur rusak
Diferensiasi tidak Permintaan menjadi
berlaku lama tidak muncul

Strategi The New 7s S (DAveni)

Richard A. DAveni (1994: 243) D,Aveni mengajukan tujuh kuncui keberhasilan perusahaan dalam
hypercompetitive environment yang dikenal juga The New 7-Ss yaitu:

1. Superior stakeholder satisfication


2. Stategic soothsaying
3. Positioning for speed
4. Positioning for surprise
5. Shifting the role of the game
6. Signaling strategic intent
7. Simulations and sequential strategic thrusts
BAB 15

Etika Bisnis dan Berwirausaha

Norma-Norma dan Etika Bisnis/Berwirausaha

Salah satu aspek yang sangat populer dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis adalah etika
dan moral bisnis. Etika bisnis selaind dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur
yang berpengaruh dalam perusahaan, juga sangat menentukan majy atau mundurnya perusahaan.

Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas para pemangku kepentingan dalam
membuat keputusan dan memecahkan persoalan.

Yang termasuk pemangku kepentinagan adalah :

1. Para pengusaha atau mitra usaha


2. Petani dan pemasok bahan baku
3. Organisasi pekerja
4. Pemerintah (mengatur kelancaran aktivitas usaha)
5. Bank (penyandang dana)
6. Investor (penanam modal)
7. Masyarakat umum yang dilayani
8. Pelanggan serta konsumen pembeli produk

Selainkelompok kelompok tersebut, beberapa kelompok lain yang berperan dalam perusahaan adalah
para pemangku kepentingan kunci (key stakeholders), seperti manajer, direktor, kelompok khusus.

Selain etika dan perilaku menurut Zimmerer (1996: 22), ada 3 tingkatan norma etika, yaitu:

1. Hukum
2. Kebijakan dan prosedur organisasi
3. Moral sikap mental individual

Perinsip-perinsip Etika dan Perilaku Bisnis/Berwirausaha

Menurut pendapat Michael Josephson (1988) yang dikuti oleh Zimmerer (1996: 27-28), secara
universal, ada 10 perinsip etika yang mengarahkan perilaku, yaitu:

1. Kejujuran
2. Integritas
3. Memelihara janji
4. Kesetiaan
5. Kewajaran/keadilan
6. Suka membantu orang lain
7. Hormat kepada orang lain
8. Warga negara yang bertanggung jawab
9. Mengejar keunggulan
10. Dapat dipertanggung jawabkan

Cara-cara mempertahankan Standar Etika Bisni/Berwirausaha

1. Ciptakan kepercayaan perusahaan


2. Kembangkan kode etik
3. Jalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Lindungi hak perorangan
5. Adakan pelatihan etika
6. Lakukan audit secara periodik
7. Pertahankan stadar tinggi tentang tingkah laku, tidak hanya aturan
8. Hindari contoh etika yang tercela setiap saat dan etika diawali dari atasan
9. Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
10. Libatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika

Tanggung Jawab Perusahaan terhadap Pemangku Kepentingan

Menurut Zimmerer, ada 5 macam pertanggungjawaban perusahaan, yaitu:

1. Tanggung jasab terhadap lingkungan


2. Tanggung jawab terhadap karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
4. Tanggung jawab terhadap investor
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat