Anda di halaman 1dari 18

kuliah bidan itu indah

Selasa, 24 April 2012


KEBIDANAN KOMUNITAS

A. Definisi Kebidanan Komunitas

Kebidanan komunitas adalah memberikan asuhan kebidanan pada

masyarakat baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang terfokus pada

pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), kesehatan

reproduksi termasuk usia wanita adiyuswa secara paripurna. Hubungan-hubungan

individual dalam sebuah komunitas akan membangun dan mendukung terbentuknya

suatu system kepercayaan atau keyakinan baik tentang arti keluarga, konsep sehat

maupun sakit sehingga diperlukan bidan di masyarakat. Kebidanan komunitas

merupakan konsep dasar bidan melayani keluarga dan masyarakat yang mencakup

bidan sebagai penyedia layanan dan komunitas sebagai sasaran yang dipengaruhi

oleh IPTEK dan lingkungan.

Komunitas digambarkan sebagai sebuah lingkungan fisik dimana seorang tinggal

beserta aspek-aspek sosialnya. Hubungan-hubungan individual dalam sebuah

komunitas akan membangun dan mendukung terbentuknya suatu system

kepercayaan atau keyakinan baik tentang arti keluarga, konsep sehat maupun sakit.

Masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat

tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana

factor utama yang menjadi dasar adalah interaksi yang lebih besar diantara para

anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayah. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan

social yang ditandai oleh suatu derajat hubungan social tertentu


B. Tujuan Kebidanan Komunitas

Pelayanan kebidanan komunitas adalah bagian dari upaya kesehatan

keluarga. Kesehatan keluarga merupakan salah satu kegiatan dari upaya kesehatan

di masyarakat yang ditujukan kepada keluarga. Penyelenggaraan kesehatan

keluarga bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat, bahagia dan sejahtera.

Kesehatan anak diselenggarakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan

perkembangan anak.

Jadi tujuan dari pelayanan kebidanan komunitas adalah meningkatkan

kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga sehingga terwujud keluarga sehat

sejahtera dalam komunitas tertentu. ( Syahlan, 1996 : 15 )

Sebagai bidan yang bekerja di komunitas maka bidan harus memahami perannya di

komunitas, yaitu :

1. Sebagai Pendidik

2. Sebagai Pelaksana (Provider)

Sesuai dengan tugas pokok bidan adalah memberikan pelayanan kebidanan kepada

komunitas. Disini bidan bertindak sebagai pelaksana pelayanan kebidanan. Sebagai

pelaksana, bidan harus menguasai pengetahuan dan teknologi kebidanan

3. Sebagai Pengelola

4. Sebagai Peneliti

5. Sebagai Pemberdaya

6. Sebagai Pembela klien (advokat )

7. Sebagai Kolaborator
8. Sebagai Perencana

C. ISUSE KEBIDANAN DI KOMUNITAS

A. Kematian Ibu dan bayi

Kematian ibu adalah kematian perempuan selama masa kehamilan,atau

dalam 42 minggu hari setelah persalinan dari setiap penyebab yang berhubungan

dengan dan atau diperburuk oleh kehamilan atau penangannya,tetapi bukan karena

kecelakaan ( WHO-SEARO,1998)

Angka kematian Ibu(AKI) menurut Survei Demografi Kesehatan

Indonesia(SDKI,2003) masih cukup tinggi,yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup.

Berarti kematian ibu terjadi 18.300 setiap tahun ,1.500 setiap bulan,352 setiap

minggu,50 setiap hari dan 2 jam ,dengan estimasi ibu bersalin(Bulin)/tahun=5 juta.

Sebagian besar kematian perempuan disebabkan komplikasi karena hamil

dan bersalin,yakni

No. Penyebab kematian ibu Jumlah(presentasi)

1 Perdarahan 28%

2 Eklampsi 24%

3 Infeksi 11%

4 aborsi yang tidak aman 5%

5 trauma obstetric 3%

6 lain-lain 11%

perdarahan 28%,eklampsi 24%,infeksi 11%,aborsi yang tidak aman 5% persalinan

lama ,trauma obstetric 3 % dan lain-lain 11%. Penyebab kematian ibu terbesar

adalah [erdarahan dan eklampsi , kedua sebab itu sebenarnya dapat dicegah

dengan pemeriksaan antenatal care yang memadai atau penerapan teknolgi

kesehatan yang ada. Namun demikian ,banyak factor yang mempengaruhi baik
politis maupun teknis,sehingga teknologi kesehatan kurang dapat diterapkan secara

sempurna di tingkat Masyarakat.. pada saat kesehatan didekatkan ke masyarakat

belum tentu masyarakat memanfaatkan.nya karena berbagai alas an yang

dikategorikan sebagai penyebab tidak langsung kematian ibu,yakni social ekonomi

pendidikan ,kedudukan dan peranan wanita ,social budaya dan transportasi. Hal

tersebut sangat memicu terjadinya tiga terlambat empat terlalu yaitu

keterbatasannya kesempatan memperoleh informasi dan pengetahuan

baru,hambatan membuat keputusan,terbatasnya akses memperoleh informasi

pendidikan memadai dan kelangkaan pelayanann kesehatan yang peka terhadap

kebutuan perempuan.( Anonim,1998)

Survey WHO tahun 2002 dan 2004 menyebutkan,kematian bayi baru lahir

No Penyebab kematian Bayi Jumlah

1. Asfiksia 27%

2 BBLR 210%

3 Tetanus 4%

4 Malnutrisi 54%

5 Diare 19%

6 Pneumonia 19%

7 Campak 7%,

8 Malaria 5%.

disebabkan asfiksia 27%,BBLR 24%,tetanus 10%,sisanya infeksi,pendarahan dan

masalah asupan. Kematian anak ,masih menurut WHO, di sebabkan malnutrisi

sebesar 54% yang bermuara pada berbagai penyakit,yaitu diare 19%,pneumonia

19%,campak 7%,malaria 5%.


Departemen umum Departemen Kesehatan RI menurut Menkes adalah

menurunkanangka kematian bayi dan 33/1000 menjadi 26/1000 kelahiran hidup .

demikian pula,prevalensi gizi kurang pada balita ditekan dari 25,8 % menjadi

20%,umur harapan hidup .dari 66,2tahun menjadi 70,6 tahun. Untuk mencapai target

tersebut telah disiapkan Departemen Kesehatan dalam empat strategi pokok yakni

1. Penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan

2. Mendekatkan akses keluarga miskin daan rentan terhadap layanan kesehatan

berkualitas

3. Meningkatkan surveilence

4. Meningkatkatk pembiayaan dibidang kesehatann.

Keselamatan dan kesejahteraan perempuan dan anak sangat penting tidak

saja bagi pemenuhan hak hidup sehat bagi mereka,tapi juga dalam mengatasi

masalah ekonomi,social dan tantangan pembangunan( Pesan Kunci Hari Kesehatan

Dunia,2005)

Faktor Hambatan Kesempata

pengaruh n

Norma- Masih banyaknya Dengan adanya

norma dan masyarakat yang kepercayaan

hirarki masih mempercayai tersebut,bagaimana

sosial dukun sebagai bidan dapat

penolong mendekati dukun

persalinannya. untuk melakukan

mitra antara bidan

dan dukun

Struktur - -

kelebagaan

Faktor Banyaknya Kebijakan


Ekonomi masyarakat yang pemerintah yang

berpikir bahwa khususnya dalam

melahirkan pada bidang

Yankes kesehatan,telah

membutuhkan biaya banyak

yang mengeluarkan

banyak,karenabanyak kebijakan tentang

masyarakat yang kesehatan

masih memiliki gratis,yang

kemampuan ekonomi diharapkan

nya yang rendah. masyarakat dapat

memiliki kesadaran

untuk

memeriksakan

kesehatan ibu

hamil dan bayinya

pada pelayanan

kesehatan yang

terbaik

Fa Masih banyak Dengan adanya

ktor politik kepentingan politik kekuatan

yang berasakan politik,dapat

kepentingan diadakan

kelompok sehinga kerjasama lintas

bantuan yang sector,dimana

diperuntukan bagi masyarakat

penurunan angka khususnya ibu dan

kematian ibu dan bayi bayinya dapat

diselewengkan menerima nasihat

kearah sebuah dari pemerintahan


kekuassan sehingga yang dianggap

dana tersebut tidak sebagai

tepat sasaran,,,dan panutannya.

berujung pada

kepentingan

Nepotisme

Parameter - -

Hukum

Training - -

Sikap - -

komunitas

terhadap

fihak luar

spt LSM

B. Kehamilan Remaja

Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak

ditentukan oleh kesiapan tiga hal

1. Kesiapan fisik secara umum seorang perempuan yang disebut siap secara fisik,jika

ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya,yaitu sekitar 20 tahun ,ketika

tubuhnya yaitu sekitar 20 tahun,ketika tubuhnya berhenti tumbuh,sehingga usia 20

tahun bias dijadikan pedoman keiapan fisik.

2. Kesiapan mental/emosi psikis,adalah saat dimana seorang perempuan dan

pasangannya merasa relah ingin mempunyai anak merasa telah siap menjadi orag

tua termaksud mengasuh dan mendidik anak.


3. Kesiapan ekonomi social ,secara ideal jika seorang bayi dilahirkn maka ia akan

membutuhkan tidak hanya kasih saying orang tuannya ,tetapi juga sarana yang

membuat bayinya bias tumbuh dan berkembang.

Beberapa ,salah yang dapat timbul pada kehamilan remaja(usia dibawah 20 tahun.

1. .Pada umumnya ibu muda(remaja) kurang memperhatikan kehamilannya,termaksud

control kehamilan . ini berdampak pada meningkatnya resiko kehamilan

2. Ibu muda(remaja)pada waktu hamil sering mengalami ketidak aturan tekanan darah

yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta kejangan yang berakibat

pada kematian

3. Penelitian juga memperlihatkan bahwa kehamilan usia muda seringkali berkaitan

dengan munculnya kanker mulut rahim.

Faktor Hambata Kesempata

pengaruh n n

Norma-noma Adanya Dengan adanya adat

dan hirarki masyarakat yang atau sutu norma yang

terlalu kental dapat dipatuhi yang


sosial
dengan adat untuk berasaskan dengan

menikahkan anak memperhatikan

gadisnya di usia kesehatan reproduksi

muda tanpa para remaja.

memperhatikan

hak reproduksi

dalam

mempersiapkan

kehamilannya

Struktur

kelembagaan

Faktor Ekonomi Dengan tidak Dengan adanya

adanya kesiapan ekonomi yang


Ekonomi yang baik,masyarakat

baik bagi khususnya

ibu,akan perempuan dapat

menyebabkan menempuh

ketidak siapan pendidikan yang

bayi dalam tinggi untuk

memenuhi menambah

kebutuhan pengetahuan,agar

bayinya pengetahuan

tentang kesehatan

reproduksi.

Faktor politik - Suatu kebijakan

pemerintah dapat

memberikan

penyuluhan uuntuk

bagaimana

masyarakat dapat

khususnya

perempuan dapat

meyiapka

kehamilannya dengan

matang melalui

program BKKBN

misalnya.

Parameter - -

Hukum

Training

Sikap

komunitas

terhadap fihak

luar spt LSM


C. Unsafe Abortion

Menrut Fast about abortion: info kit on womwns health,institute for social

study and action,Maret 1991,dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai

penghentian kehamilan setelah tertanamnya ovum yang telah dibuahi dalam

rahim,sebel usia janin berusia mencapai 20 minggu.

Di Indonesia belum ada batasan resmi mengenai aborsi. Dalam kamus

Bahasa Indonesia (Prof.JS.Badudu dan Prof.Sutan Muhammad Zain 1996) abortus

didefinisikan sebagai terjadinya keguguran janin; melakukan abortus sebagai

melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tidak mengiginkan bakal bayi

yang ia kandung.

Yang dimaksud dengan aborsi tidak aman adalah (unsafe abortion adalah

penghentian kehamilan yan dilakukan oleh orang yang tidak terlatih/kompeten dan

menggunakan saran yang tidak memadai ,sehingga menimbulkan banyak

komplikasi bahakan kematian. Banyaknya kematian akibat aborsi yang tidak aman

tentu sangat memprihatinkan.

Faktor Hambatan Kesempa

pengaruh tan

Norma-noma Dengan minimnya Dengan adanya

dan hirarki norma yag dimiliki norma agama

sosial oleh yang diajarkan

sipelaku,khususnya sedini mungkin

kehamilan di luar pada masyarakat

nikah yang membuat tidak dian segan

pelaku melakuakan melakukan hal-

aborsi yang tidak hal yangtentunya

amankarena malu masyrrakat


terhadap

lingkungannya.

Struktur - -

kelembagaan

Faktor Karena adanya Dengan adanya

Ekonomi kelemahan pada kesiapan ekonomi

yang
ekonomi,dan factor
memadai ,seorang
kemisinan yang
ibu akan siap
mebuat ibu
dalam hal
mengugurkan
menyiapkan
kandungannya
kehamilannya
secara tidak aman hingga kelahiran

dan mengambil anaknya

alternative ke dukun tersebut,hingga

karena merasa tidak akan

terjadinya aborsi
biaya nya
yang tidak aman -
lebihngkan ke

dokter.

Faktor politik - -

Parameter Lemahnya hukum di Bila ada sanksi

Hukum Indonesia yang tegas untuk per-

mengatasi UU hukum di

permasalahan Indonesia yang

aborsi yang tidak melarang

aman di pelegalan aborsi

Indonesia,tidak ada yang tidak aman

sanksi tegas untuk

menindaki pelaku

hal tersebut

Training - -
Sikap - -

komunitas

terhadap fihak

luar spt LSM

D. Bayi berat lahir rendah(BBLR)

Kriteria BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500

gram. Diperkirakan,kejadian BBLR di Indonesia berkisar antara 14-17% dari seluruh

kelahiran. Penetapan angka tersebut berkaitan dengan pertubuhan janin yang

sesuai dengan masa gestasi(umur kehamilan yang normal). Umumnya bayi yang

normal berat badannya mencapai 2500 gram pada usia kehamilan sekitar 38

minggu . usia kehamilan normal sendiri berkisar antara 38-42 minggu.

BBLR bias dibagi menjadi Bayi Berat Lahir Sangat Rendah(BBLR),yaitu

dengan berat lahir 1000-1500 gram dan Bayi Berat Amat Sangat

Rendah(BBLASR),yaitu dengan berat kurang 1000 gram.

Antisipasi kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah pada masa hamil

1. Perhatikan suplai makanan baik kualitas maupun kuantitas atau 1 kali lebih sering

daripada sebelum hamil.

2. Periksa kehamilan secara teratur minimal 4 kali. Bila kenaikan berat badannya

kurang dari 1 kg perbulan ,ibunperlu segera meminta pertolongan ke puskesmas

3. Ibu hamil minimum tablet zat besi secara teratur setiap hari 1 tablet,minimum 90

tablet

4. Kurangi kerja yang melelahkan ,istirahat yang cukup dan tidur lebih awal

5. Menjaga jarak antara kehamilan paling dekat 2 tahun.

Faktor saling pengaruh antara profil aktifitas dan profil akses dan kontrol.
Faktor pengaruh Hambatan Kesempa

tan

Norma-noma Banyak Mitos- Dengan

dan hirarki mitos di Sosekbud yang

sosial masyarakat yang ada harusnya

membuat masyarakat dapat

pelarangan memilah yang

konsumsi makan- mana mitos yang

makanan yang ditinggalkan oleh

sebenarnya nenek moyang

bergizi bagi untuk yang dapat

ibu dan bagi berguna bagi

perkembangan masyarakat

janin namun di khususnya ibu

tetap di hamil dan yang

aplikasikan tanpa mana yang bukan

alas an ilmiah hal yang dapat

sehingga ibu merugikan ibu

kekurangan hamil,sehingga

makanan yang perkebangan

banyak janinnya dapat

mengandung gizi berkembang

untuk dirinya dan secara normal

bayinya

Struktur - Adanya program

kelembagaan garatis kunjungan

wajib selama

ANC dari

pemerintah

Faktor Ekonomi .dengan Ekonomi -


yang pas-pasan

terkadang ibu

hamil tidak dapat

memenuhi

kandungan gizi

dan bayinya.

Faktor politik - -

Parameter

Hukum

Training - -

Sikap komunitas - -

terhadap fihak

luar spt LSM

E. Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual adalh penyakit infeksi yang kebanyakan ditulari

melalui hubungan seksual melalui (oral,anal,lewat vagina). PMS juga diartikan

sebagai penyakit kelamin . harus diperhatikan bahwa PMS menyerang sekitar alat

kelamin,tapi gejalahnya dapat muncul dan menyerang mata,mulut,saluran

penceraanaan ,hati,otak dan organ tubuh lainnya contohnya: HIV/AIDS dan Hepatitis

B dapat ditularkan melalui hubungan seksual ,tetapi keuanya tidak terlalu

menyerang alat kelamin.

Pada umumnya PMS membahayakan organ-organ reproduksi,pada wanita,

PMS menghancurkan dinding vagina atau leher rahim,biasanya tanpa tanda-tanda

infeksi.
Ada beberpa akibat negative yang dapat ditimbulkan PMS yaitu

1. Kemandulan

2. Kegugura

3. Kanker rahim

4. Merusak penglihatan,otak dan hati

5. Menular kepada bayi,melalui air susu ibu

6. Rentan terhadap penyakit AIDS dan hepatitis B

Ada beberpa jenis PMS ,tetapi yang paling umum dan yang paling penting

untuk diperhaitikan adalah

1. Gonorea;menyebabkan kemandulan

2. Klamidia;menyebabkan kemandulan

3. Herpes kelamin;menyebabkan gejalah yang biasa muncul dan hilang seumur hidup

4. Sifilis;menyebabbkan kerusakan erat pada klamin jika tidak diobati

5. Hepatitis B menyebbkan kerusakan pada hati.

6. HIV/AIDS menghancurkan system kekebalan tubuh bahkan meninggal

Solusi sementara untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah

penyuluhan kesehatan terutama tentang PMS,oleh Bidan Komunitas dapat

dilakukan test darah dan pemeriksaan kesehatan terutama pada wanita dan

remaja ,dengan tujuan masyarakat sadar akan akibat yang diderita jika sudah

menderita PMS.

Diposting oleh Ainul Muslihatul Muslimah di 19.00


Reaksi:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

1 komentar:

1.
milla28 Februari 2016 07.36

terimakasih infonya
http://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/

Balas

Muat yang lain...


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer
KONSEP PARITAS / PARTUS

KONSEP PARITAS / PARTUS Pengertian paritas Paritas adalah banyaknya


kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita (BKKBN...

KEBIDANAN KOMUNITAS

A. Definisi Kebidanan Komunitas Kebidanan komunitas adalah


memberikan asuhan kebidanan pada masyarakat baik individu, ...

GARDNERELLA VAGINALIS

GARDNERELLA VAGINALIS Sifat bakteri Gardnerella adalah salah satu genus


dari bakteri gram-variabel y...

PERUBAHAN FISIOLOGIS MASA NIFAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setelah ibu melahirkan,


maka ibu memasuki masa...

PRIMARY HEALTH CARE (PHC)

Dr. Suparyanto, M.Kes PRIMARY HEALTH CARE (PHC) LATAR BELAKANG


PHC Berakhirnya PD II, menimbulkan kerusakan di segala b...

Pengertian Persalinan

TUGAS MAKALAH ASKEB II TENTANG PENGERTIAN PERSALINAN DAN


TUJUAN ASUHAN PERSALINAN ...

Askeb Kala III


BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kala III merupakan tahap ketiga
persalinan yang berlangsu...

PERUBAHAN FISIOLOGIS MASA NIFAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setelah ibu melahirkan,


maka ibu memasuki masa...

ASKEB ANAK SAKIT GE

oleh : Ainul Mushlihatul Muslimah BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian


Gastro Enteritis Ada...

PEMWRIKSAAN LEOPOLD

Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang
berada dalam fundus uteri. Petunjuk cara pemeriksaan : Atu...

Cari JUDUL disini

PENGUNJUNG
75307

About Me

Ainul Muslihatul Muslimah


Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia
tak ada hal yang sulit...karena itu semua tergantung pada kita sendiri..dan hanya
kitalah yang membuat sesuatu itu sulit.. saya anak pertama dari 3 bersaudara, pernah
bersekolah di SDN Gending 1, SMPN 1 Gending, SMAN 1 Gending semuanya masih
dikawasan Probolinggo.. tapi sekarang sudah kuliah di STIKes ICMe Jombang DIV
kebidanan..
Lihat profil lengkapku

Pengikut
Arsip Blog
2013 (4)

2012 (4)
o Oktober (2)
o April (2)
LEPTOSPIROSIS ( PENYAKIT KENCING TIKUS)
KEBIDANAN KOMUNITAS

2011 (40)

Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.

http://ainul-mushlihatul-muslimah.blogspot.co.id/2012/04/kebidanan-komunitas.html