Anda di halaman 1dari 319

MDDUL 1

Konsep Dasar Sistem dan lnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas bagian yang paling mendasar dari sistem
...... informasi manajemen, yaitu sistem dan informasi. Untuk dapat
memahami sistem informasi manajemen dengan baik maka pembaca harus
memahami terlebih dahulu mengenai apa itu suatu sistem karena sistem
informasi manajemen itu sendiri adalah suatu sistem. Memahami informasi
juga merupakan hal yang sangat penting karena informasi ini adalah keluaran
dari sistem informasi manajemen.
Tidak ada di dunia ini yang tidak berbentuk sebagai suatu sistem. Semua
yang ada di dunia ini sebenarnya adalah suatu sistem. Misalnya, sistem
pendidikan, sistem pendengaran, sistem peredaran darah, sistem pencernaan,
sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem penerangan, sistem tata surya.
Memahami sistem yang paling mengena adalah pertama kali dengan
mempelajari definisinya. Dari definisinya maka dapat diketahui dengan
persis apa sebenarnya suatu sistem itu. Suatu sistem juga mempunyai
karakteristik. Suatu sistem juga dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa
kelompok. Tidak ada di dunia ini sistem yang benar-benar tertutup. Sistem
yang tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan
luamya. Hal yang ada adalah sistem terbuka atau sistem yang secara relatif
tertutup karena sistem selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya maka
lingkungan luar yang merugikan perlu dikendalikan. Oleh karena itu, sistem
yang baik harus mempunyai pengendalian.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan definisi sebuah sistem;
2. menjelaskan perbedaan sistem fisik dan sistem prosedural;
3. menjelaskan karakteristik dari suatu sistem;
4. menjelaskan klasifikasi sistem;
5. menjelaskan pengendalian sistem;
1.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

6. memahami pengendalian pencegahan;


7. memahami pengendalian umpan balik;
8. memahami pengendalian umpan maju;
9. menjelaskan definisi informasi;
10. mengetahui mutu sebuah informasi;
11. mengetahui arti penting suatu informasi bagi organisasi;
12. menjelaskan jenis sistem dan subsistem informasi;
13. menjelaskan pengendalian dalam sistem;
14. mengetahui penilaian sebuah informasi.

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belajar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jika jawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/MODUL 1 1. 3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Pengertian Sistem

A. PENDEKATAN PEMAHAMAN SISTEM

Kita hidup di dunia yang penuh dengan sistem. Lihat di sekeliling Anda
maka apa yang Anda lihat sebenarnya adalah kumpulan dari sistem-sistem.
Misalnya, sistem penerimaan mahasiswa baru, sistem perkuliahan, sistem
perguruan tinggi, sistem perekonomian, sistem bisnis, sistem peredaran bumi,
sistern transportasi. Lihat juga diri kita sendiri maka apa yang kita miliki juga
merupakan kumpulan dari sistem-sistem, misalnya sistem pencernaan
makanan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah dan lain sebagainya.
Demikian juga dengan sistem informasi yang juga merupakan suatu sistem.
Oleh karena itu, pemahaman suatu sistem terlebih dahulu akan sangat
membantu di dalam pemahaman sistem informasi.
Sistem (system) dapat dijelaskan dengan pendekatan prosedur dan
dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat
diartikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan
tertentu. Contoh sistem yang tepat didekati dengan pendekatan prosedur ini
adalah sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan sebagai kumpulan dari
prosedur-prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian
dan buku besar.
Dengan pendekatan komponen, sistem dapat diartikan sebagai kumpulan
dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem
yang dapat didekati dengan pendekatan ini misalnya adalah sistem komputer
yang didefinisikan sebagai kumpulan dari perangkat keras dan perangkat
lunak.
Kedua pendekatan ini adalah benar. Tidak ada pendekatan yang salah.
Beberapa penulis memilih salah satu dari pendekatan ini untuk memudahkan
menggambarkan sebuah sistem. Suatu sistem sebenarnya terdiri dari dua
bagian, yaitu struktur dan proses. Struktur adalah komponen dari sistem
tersebut dan proses adalah prosedurnya. Kedua pendekatan tersebut hanya
mengambil satu aspek dari sistem saja untuk menjelaskannya dari sudut
pandangan aspek tersebut. Untuk sistem yang lebih menekankan pada
prosesnya, pendekatan prosedur akan lebih mengena untuk menggambarkan
1.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

sistem tersebut. U ntuk sistem yang fisiknya lebih terlihat, pendekatan


komponen akan lebih jelas digunakan untuk menggambarkan sistemnya.
Sebagai ilustrasi, misalnya adalah sebuah mobil. Untuk menggambarkan
dan menjelaskan mobil kepada orang yang belum pernah melihat dan
mengenalnya, pendekatan komponen mungkin akan lebih mengena. Jika
dijelaskan dengan pendekatan prosedur maka suatu mobil sebagai suatu
sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur seperti
misalnya membuka pintunya, angkat kaki kiri masuk ke dalam mobil,
kemudian angkat kaki kanan untuk masuk ke dalam mobil sehingga dapat
duduk di belakang kemudi, menghidupkan mesin, memasukkan gigi
persneling dan menjalankan. Jika dijelaskan dengan pendekatan komponen
maka suatu mobil dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen-
komponen kerangka mobil, bodi mobil, tempat duduk, dashboard, mesin,
kemudi dan empat rodanya yang bekerja bersama-sama membentuk satu
kesatuan untuk mencapai tujuannya, yaitu membawa penumpang dari satu
tempat ke tempat yang lain dengan aman dan nyaman.
Dari kedua definisi di atas maka orang yang belum pernah melihat mobil
akan lebih mudah membayangkan seperti apa mobil itu melalui pendekatan
komponen dibandingkan melalui pendekatan prosedur. Sebagai pem-
buktiannya, untuk mengetes apakah orang tersebut sudah dapat
membayangkan seperti apa mobil itu, orang tersebut dapat diminta untuk
membuatkan miniatur mobil seperti apa yang sudah dipahaminya. Jika dia
memahami komponen-komponennya maka orang tersebut akan lebih mudah
membuat miniatur mobil dengan membuat masing-masing komponennya dan
merangkainya bersama-sama untuk membentuk suatu mobil. Jika yang
dipahaminya adalah prosedurnya maka akan sangat sulit bagi orang tersebut
untuk membuat miniatur mobil tersebut karena tidak mudah untuk
merancang "angkat kaki kiri masuk ke dalam mobil, kemudian angkat kaki
kanan untuk masuk ke dalam mobil sehingga dapat duduk di belakang
kemudi" menjadi suatu miniatur mobil.
Dari ilustrasi di atas maka suatu sistem seperti sistem informasi akan
lebih mudah dipahami dan dirancang jika didekati dengan pendekatan
komponen. Oleh karena itu, buku ini akan menggunakan pendekatan
komponen untuk menjelaskannya.
Pendekatan komponen merupakan pendekatan yang relatif baik
digunakan untuk menjelaskan suatu sistem informasi. Akan tetapi,
penggunaan pendekatan komponen ini mempunyai kelemahan. Kelemahan
utama penggunaan pendekatan ini adalah jika komponen-komponen dari
e EKMA4434/ MODUL 1 1. 5

sistem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja tidak
teridentifikasi maka akan gagal untuk menggambarkan sistem itu dengan
baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya.

B. DEFINISI SISTEM

Mempelajari suatu sistem akan lebih mengena hila mengetahui terlebih


dahulu apakah suatu sistem itu. Pengertian tentang sistem dapat pertama kali
didapat dari definisinya. Dengan demikian, definisi ini akan mempunyai
peranan yang penting di dalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem.
Secara umum, suatu sistem terdiri dari struktur dan proses. Beberapa
definisi dari sistem menyebutkan bahwa sistem terdiri dari struktur dan
proses. Akan tetapi, beberapa definisi dari sistem hanya menyebutkan
kumpulan dari struktur atau proses saja.
Sistem yang didefinisikan sebagai kumpulan dari struktur bukan berarti
sistem tersebut tidak mempunyai proses. Sistem ini tetap mempunyai proses,
tetapi strukturnya dianggap lebih dominan dan lebih ditekankan dari
prosesnya. Sistem yang strukturnya lebih dominan dari prosesnya adalah
sistem fisik. Sebaliknya, beberapa definisi sistem hanya menyebutkan suatu
sistem merupakan kumpulan dari proses saja. Sistem ini tetap mempunyai
struktur, tetapi prosesnya dianggap lebih dominan dan lebih ditekankan dari
strukturnya. Sistem yang prosesnya lebih dominan dari struktumya adalah
sistem prosedural.
Struktur dari suatu sistem disebut juga dengan nama lainnya komponen,
subsistem, elemen, dan blok bangunan. Berikut ini adalah contoh dari
beberapa definisi sistem yang menekankan pada struktur, elemen atau blok
bangunannya.
1. Suatu sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem
yang berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama (Moscove dan
Simkin, 1984).
2. Suatu sistem beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya untuk
mencapai sasaran (objectives) tertentu, suatu sistem menunjukkan
tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen-komponen di
dalam sistem dan di antara lingkungannya (Wu, 1984).
3. Suatu sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang
berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang kompleks di
dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum (Nash dan
Roberts, 1984).
1.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

4. Suatu sistem adalah sebagai kumpulan interaksi dari komponen-


komponen yang beroperasi di dalam suatu batas sistem. Batas sistem
akan menyaring tipe dan tingkat arus dari input serta output di antara
sistem dengan lingkungannya (Hicks, Jr. dan Leininger, 1986).
5. Suatu sistem adalah suatu kumpulan dari bagian-bagian yang ditata,
berinteraksi bersama-sama untuk melakukan suatu fungsi (Blissmer,
1985).

Beberapa definisi sistem lainnya menekankan pada kumpulan dari


proses. Proses dari suatu sistem disebut juga dengan nama lain siklus, dan
prosedur. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur ini
lebih menekankan pada urut-urutan operasi di dalam sistem. Prosedur
(procedure) didefinisikan oleh Fitz Gerald, et al. (1984) sebagai urut-urutan
yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang
harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when)
dikerjakan, dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Definisi mana yang akan digunakan? Apakah suatu sistem kumpulan
dari komponen-komponen atau kumpulan-kumpulan dari proses-proses?
Untuk sistem fisik yang memang terdiri dari banyak komponen-komponen
fisik maka pendekatan komponen lebih tepat. Untuk sistem prosedural yang
memang terdiri dari banyak proses-prosesnya maka pendekatan prosedur
lebih tepat digunakan. Untuk mempelajari sistem informasi manajemen, yang
merupakan sistem fisik maka pendekatan komponen yang lebih tepat
digunakan. Pendekatan komponen ini akan lebih mengena juga di dalam
mempelajari suatu sistem untuk tujuan analisis dan perancangan sistem
informasi. U ntuk menganalisis dan merencanakan suatu sistem, analis, dan
perancang sistem harus mengerti terlebih dahulu mengenai komponen-
komponen atau elemen-elemen atau subsistem-sub-sistem dari sistem
tersebut.

C. KARAKTERISTIK SISTEM

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu


mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),
lingkungan luar sistem (environments), penghubung (inteiface), masukan
(input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau
tujuan (goal).
e EKMA4434/ MODUL 1 1. 7

Lrngkungan luar
,_,_.~~~~....._~- l nterfa~

Subsis.tem
~- ~

-~.
---
Subsisten1
+ Boundary

~Boundary

. .
Input .. P~n.g olah ... Outpu.t

Gambar 1.1.
Karakteristik Suatu Sistem

1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-
komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem
atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak peduli betapapun
kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-
subsistem.
Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-
subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi
pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya.
Subsistem-subsistem dalam suatu sis tern tidak dapat berdiri lepas sendiri-
sendiri. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan
membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat
tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa sehingga
dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated). Umumnya
sistem yang luas terdiri dari subsistem-subsistem dan sistem yang lebih kecil
dapat terdiri dari subsistem-subsistem lagi atau terdiri dari komponen-
komponen. Integrasi dari sistem dicapai dari interaksi antara komponen-
komponennya dan dengan subsistem-subsistem yang lainnya.
1.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Di sistem akuntansi terdapat subsistem-subsistem yang telah disebutkan


di atas dan untuk masing-masing subsistem kemungkinan terdapat subsistem-
subsistem yang lebih kecillagi atau terdapat elemen-elemen atau komponen-
komponen dari sistem tersebut. Komponen-komponen dari sistem akuntansi
manual dapat terdiri dari dokumen-dokumen dasar sebagai komponen
masukan, catatan-catatan seperti misalnya buku jurnal, buku besar, buku
pembantu, neraca saldo serta peralatan-peralatannya merupakan komponen-
komponen pengolah dan laporan-laporan keuangan, misalnya neraca, laporan
laba/rugi, laporan perubahan modal, laporan laba yang ditahan, serta laporan-
laporan lainnya merupakan komponen keluaran. Selain elemen-elemen dari
sistem tersebut harus berinteraksi, sistem akuntansi sebagai subsistem dari
sistem bisnis harus dapat berintegrasi dengan subsistem-subsistem lainnya.
Integrasi ini dapat dilakukan dengan diterapkan prosedur-prosedur. Sebagai
ilustrasi, dokumen dasar yang berisi data transaksi merupakan komponen
masukan untuk sistem akuntansi. Dokumen dasar tersebut umumnya berasal
dari subsistem yang lainnya dalam sistem bisnis, dapat dari subsistem
penjualan, subsistem produksi, subsistem personalia. Arus dokumen dari
subsistem yang lain ke subsistem akuntansi melalui suatu prosedur sehingga
didapatkan integrasi dengan subsistem-subsistem yang lainnya.
Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan
suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut
dengan suprasistem. Misalnya, suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu
sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar disebut dengan
suprasistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem maka perusahaan
dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga hila perusahaan dipandang
sebagai suatu sistem maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau
sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem maka perusahaan adalah
suprasistem dan industri adalah supra dari suprasistem.
e EKMA4434/MODUL 1 1. 9

Supra dari suprasistem Suprasistem


Suprasistem Sistem


'
Sistem Subsistem


Subsistem Sub dari subsistem

Gambar 1.2.
Subsistem, Sistem, dan Suprasistem

2. Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luamya. Batas sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu
sis tern menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistern terse but.

3. Lingkungan Luar Sistem


Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem
yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan
dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara, sedangkan lingkungan
luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan
mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem
dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.
Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk
subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung
1.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk


satu kesatuan.

5. Masukan Sistem
Masukan sistem adalab energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan
sinyal (signal input). Maintenance input adalab energi yang dimasukkan
supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalab energi yang
diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contob, di dalam sistem
komputer, program adalab maintenance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputernya dan data adalab signal input untuk diolab
menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem
Keluaran adalab basil dari energi yang diolab dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat
merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.
Misalnya, untuk sistem komputer, panas yang dibasilkan adalab keluaran
yang tidak berguna merupakan basil sisa pembuangan, sedangkan informasi
adalab keluaran yang dibutubkan.

7. Pengolab Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolab atau sistem itu
sendiri sebagai pengolahnya. Pengolab yang akan mengubab masukan
menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolab masukan berupa
baban baku dan baban-baban yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
Sistem akuntansi akan mengolab data-data transaksi menjadi laporan-laporan
keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleb manajemen.

8. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu. Ada yang menyebutkan
maksud dari suatu sistem adalab untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan ada
yang menyebutkan mencapai suatu sasaran (objectives). Goal biasanya
dibubungkan dengan ruang lingkup yang lebib luas dan sasaran dalam ruang
lingkup yang lebib sempit. Apabila merupakan suatu sistem utama, misalnya
sistem bisnis maka istilab goallebib tepat diterapkan. untuk sistem akuntansi
atau sistem-sistem yang lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari
e EKMA4434/ MODUL 1 1.11

sistem bisnis maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi, tergantung dari
ruang lingkup dari mana memandang sistem tersebut.
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan
ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang
dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem
dikatakan berhasil hila mengenai sasaran atau tujuannya (perbedaan tujuan
dan sasaran lihat Gambar 1.2.

C. KLASIFIKASI SISTEM

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, di


antaranya adalah sebagai berikut ini.
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan
sistem fisik (physical system).
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang
tidak tampak secara fisik. Misalnya, sistem teologia, yaitu sistem yang
berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya, sistem
komputer, sistem akuntansi, sistem produksi.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan
sistem buatan manusia (human made system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terj adi melalui proses alam, tidak
dibuat manusia. Misalnya, sistem perputaran bumi. Sistem buatan
manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan
manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut
dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-
machine system. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh man-
machine system karena menyangkut penggunaan komputer yang
berinteraksi dengan manusia.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system)
dan sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi. lnteraksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan
pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer
adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan
berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah
1.12 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena


mengandung unsur probabilitas.
4. Sis tern diklasifikasikan sebagai sis tern tertutup (closed system) dan
sistem terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerj a secara
otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak di luarnya. Secara
teoretis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem
yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system
(secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup ).

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan


lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan
keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Oleh karena
sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luamya maka suatu
sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
Gambar 1.3 berikut menunjukkan sistem yang terbuka untuk sistem
pengendalian persediaan.

Sistem PeHegndalian
persediaan
~aerdasarkan Komputer
File lnduk
Pe-rsediaan
ll.aporan.
Unit Akhir
Baran a

Manusia yang
Manusia ............................................... .... Menentukan Barang1
Mana yang Perlu
Dipesan
Order
Pembelian
. ..

Gambar 1.3.
Sistem Terbuka Pengendalian Persediaan
e EKMA4434/MODUL 1 1.13

Pada sistem terbuka ini, pengendalian persediaan barang ditangani oleh


manusia. Dari hasil laporan yang dihasilkan komputer, dipilih satu per satu
unit barang yang sudah lebih kecil atau sama dengan reorder point untuk
dilakukan order pembelian. Bandingkan dengan sistem yang secara relatif
tertutup berikut ini.

Si stem Pengenuaitan persed.iaan


Berfiasat kan Komp_ute.r
File lnduk
Persediaan

Unit <=Reorder ?

Unit Akhir Dibatldlngkan


~---~ deAgan Reorder Point
dafam Prose_s Komputer
untuk Menentukan
Barang yang Akan
Dipesan
Order
Pembelian

Gambar 1.4.
Sistem Relatif Tertutup Pengendalian Persediaan

Dalam sistem yang relatif tertutup, proses komputer secara otomatis


yang akan menyeleksi barang manakah yang harus dipesan kembali tanpa
turut campur tangan manusia.

D. PENGENDALIAN SISTEM

Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus
melangsungkan hidupnya maka sistem harus mempunyai daya membela diri
atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu
sistem dapat berupa pengendalian umpan balik (feedback control system),
pengendalian umpan maju (feed forward control system) dan pengendalian
pencegahan (preventive control system).

1. Sistem Pengendalian Umpan Balik


Bentuk dasar dari sistem yang sederhana terdiri dari masukan, pengolah
dan keluaran yang tidak menyediakan suatu sistem pengendalian.
1.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Masukan ., JP'engdlattl '


.. Ke'luaran
- .. - - 4

Gambar 1.5.
Bentuk Dasar Suatu Sistem

Untuk maksud pengendalian, dapat ditambahkan suatu sistem


pengendalian umpan balik sebagai berikut ini.

.
Masakan JPengdlatil Keluaran
I1


Sfste:r-m
Peng~nc;t~n~n f4
u~rn ~an
.
B.afJk
.

Gambar 1.6.
Sistem dengan Sistem Pengendalian Umpan Balik

Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari


sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi
perbedaan-perbedaan atau penyimpangan-penyimpangan akan dikoreksi
untuk memperbaiki masukan sistem selanjutnya. Studi teoretis tentang sistem
pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetics. Istilah ini berasal dari
bahasa Yunani, yaitu hibernates yang berarti "orang yang mengatur",
penerapan suatu pengendalian dalam suatu sistem.
Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu
sebagai berikut.
a. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari
keluarannya.
b. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
c. Suatu unit pengendali (control unit) yang membandingkan hasil ukuran
sensor dengan suatu standar (standard).
d. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan
penyesuaian untuk masukan selanjutnya.
e EKMA4434/ MODUL 1 1.15

Masukan ~ Pengolah KeJuarao




Sensor

...
Unit tJnit
~ PengendaH
Pengatur
Sfstem
Pe ngendalian ~Standar
Utnpan Balik

Gam bar 1. 7.
Sistem Pengendalian Umpan Balik

Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative


feedback karena hasil balik yang negatif akan dikendalikan supaya rnenjadi
baik untuk masukan proses selanjutnya.
Contoh yang paling umurn dari sistem pengendalian umpan balik adalah
sistem thermostat di dalam alat pendingin (air conditioner). Kondisi
temperatur yang dihasilkan oleh alat pendingin akan diukur oleh suatu sensor
dan dibandingkan dengan standar temperatur yang tidak menyebabkan
ruangan menjadi lembab. Apabila temperatur terlalu dingin maka tungku
peruanas (furnace) sebagai unit pengatur dalam thermostat akan dihidupkan.
Apabila temperatur terlalu panas rnaka tungku akan dimatikan dan alat
pendingin akan bekerja kembali. Seandainya alat pendingin tidak mempunyai
pengendalian ini maka ruangan akan menjadi lernbab dan tujuan dari alat
pendingin tersebut tidak akan tercapai.
Sistem akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting system)
merupakan penerapan dari sistem pengendalian umpan balik dalarn sistem
akuntansi. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat berupa pusat biaya
(cost centre), pusat laba (profit centre) dan pusat investasi (investment
centre). Pada pusat biaya misalnya, biaya-biaya yang dapat dikendalikan
(controllable cost) dikendalikan dengan suatu anggaran yang sudah disusun.
Realisasi dari suatu biaya yang dikendalikan hila melebihi anggaran
(unfavorable) akan dianalisis penyebabnya dan akan diperbaiki untuk
masukan selanjutnya sehingga diharapkan biaya yang terjadi dapat
diminimumkan.
1.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

2. Sistem Pengendalian Umpan Maju


Sistem pengendalian umpan maju (feed forward control system) disebut
juga dengan istilah positive feedback (umpan balik positif). Positive
feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hasil
balik yang positif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan
perkembangan dari sistem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem
pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran
dihasilkan. Pengendalian seperti ini dianggap mempunyai kelemahan
bilamana penyimpangan dari keluaran dengan standar sangat besar. Padahal
keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat
mengakibatkan hal yang sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan
dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem
pengendalian umpan maju sehingga untuk hal-hal yang dianggap dapat
terj adi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terj adi, dilakukan
pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik
yang positif maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi
diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses terjadi di dalam
sistern, selalu dilakukan pengamatan dan cepat-cepat diatasi apabila mulai
terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.
Contoh penerapan sistem pengendalian umpan maju yang paling banyak
diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas.
Penerapan sistem pengendalian umpan balik pada sistem perencanaan kas
akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilamana saldo suatu saat
menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan
likuiditas perusahaan rendah, sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat
terganggu. Untuk mengatasi hal ini maka penerapan sistem pengendalian
umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas di masa
mendatang dengan membuat sistem anggaran kas. Kondisi yang dikendalikan
adalah semua proses kegiatan perusahaan dan keputusan-keputusan yang
mempengaruhi tingkat saldo kas. Proses ini diukur dari arus kas yang terjadi
melalui proses akuntansi dan dibandingkan dengan batasan saldo kas yang
diperbolehkan dalam anggaran kas yang telah dibuat. Apabila saldo kas yang
terjadi berada di luar batas saldo kas yang telah dianggarkan maka cepat-
cepat dilakukan tindakan pengaturan untuk memperbaiki saldo kas. Sebagai
pengatur adalah manajer keuangan yang akan melakukan tindak penyesuaian
terhadap saldo kas (misalnya dengan melakukan pinjaman bank jangka
pendek, menginvestasikan kelebihan dana). Apabila setiap saat proses yang
e EKMA4434/MODUL 1 1.17

mempengaruhi saldo kas selalu diawasi dan dikendalikan, diambil tindakan


secepatnya sebelurn terjadi hal yang fatal maka keluaran yang terjadi
diharapkan akan sesuai dengan yang diharapkan.

3. Sistem Pengendalian Pencegahan


Kalau sistern pengendalian umpan balik rnengendalikan keluarannya dan
sistem pengendalian umpan rnaju mengendalikan prosesnya rnaka sistem
pengendalian pencegahan mencoba untuk mengendalikan sistern di muka
sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang rnerugikan untuk
masuk ke dalam sis tern.

LATIHAN

Untuk rnernperdalam pemahaman Anda rnengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan:


a) Sistem.
b) Prosedur.
2) J elaskan apa yang And a ketahui tentang klasifikasi sis tern!
3) Jelaskan karakteristik suatu sistern!
4) Bedakan antara:
a) Pengendalian pencegahan.
b) Pencegahan umpan maju.
c) Pencegahan urnpan balik.

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kernbali uraian rnateri Kegiatan Belajar 1 di atas.


1.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

RANGKUMAN
------------------------------------

Suatu sistem terdiri dari struktur dan proses. Beberapa definisi dari
sistem menyebutkan bahwa sistem terdiri dari struktur dan proses. Akan
tetapi, beberapa definisi dari sistem hanya menyebutkan kumpulan dari
struktur atau proses saja.
Sistem fisik lebih didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen-
komponen yang bekerja sama untuk mencapai tujuannya. Sistem
prosedural lebih didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur
untuk mencapai tujuannya.
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu,
yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem
(boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung
(interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan
sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem
dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap
sistem tidak peduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-
komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-
sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat
mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan
suprasistem.
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem
tersebut.
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari
sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem
dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem
tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari
sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara,
sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup
dari sistem.
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem
dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
e EKMA4434/MODUL 1 1.19

sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang


lainnya.
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan
masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input
adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat
merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem
itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah
masukan menjadi keluaran.
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu. Ada yang menyebutkan
maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan
ada yang menyebutkan mencapai suatu sasaran (objectives). Goal
biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran
dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak
mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, di
antaranya sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik
(physical system), sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan
manusia (human made system), sistem tertentu (deterministic system)
dan sistem tak tentu (probabilistic system), dan sistem tertutup (closed
system) dan sistem terbuka (open system).
Oleh karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem
dapat terus melangsungkan hidupnya maka sistem harus mempunyai
daya membela diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian.
Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa pengendalian umpan balik
(feedback control system), pengendalian umpan maju (feed forward
control system) dan pengendalian pencegahan (preventive control
system).
1.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

TES FORMATIF 1
--------------------------------
Pilihlah satu j awaban yang paling tepat!

1) Suatu sis tern fisik adalah kumpulan dari ....


A. input
B. komponen-komponen
C. proses-proses
D. tujuan

2) Suatu sis tern prosedural adalah kumpulan dari ....


A. input
B. komponen-komponen
C. proses-proses
D. tujuan

3) Berikut ini yang tidak termasuk dalam karakteristik sis tern adalah ....
A. input
B. batas Sistem
C. entropi
D. tujuan

4) Sis tern yang lebih tinggi tingkatannya disebut dengan ....


A. subsistern
B. sis tern besar
C. suprasistem
D. prosedur

5) Bagian dari sistern yang rnerupakan sistem yang lebih kecil tingkatannya
disebut dengan ....
A. subsistern
B. lingkungan luar
C. suprasistern
D. prosedur

6) Sis tern yang terjadi rnelalui proses alarn, disebut dengan sistem ....
A. terbuka
B. alamiah
C. tertutup
D. tertentu
e EKMA4434/MODUL 1 1.21

7) Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat


diprediksi, disebut dengan sis tern ....
A. terbuka
B. alamiah
C. tertutup
D. tertentu

8) Sistem pengendalian yang dilakukan di-input dari sistem disebut dengan


sistem pengendalian ....
A. terbuka
B. pencegahan
C. umpan maju
D. umpan balik

9) Sistem pengendalian yang dilakukan di proses dari sistem disebut


dengan sistem pengendalian ....
A. terbuka
B. pencegahan
C. umpan maju
D. umpan balik

10) Sistem pengendalian yang dilakukan di-output dari sistem disebut


dengan sistem pengendalian ....
A. terbuka
B. pencegahan
C. umpan maju
D. umpan balik

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
1.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/MODUL 1 1.23

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Konsep Dasar I nformasi

nformasi diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh suatu


organisasi. Seperti halnya manusia yang membutuhkan darah yang
mengalir di tubuhnya, organisasi juga membutuhkan informasi ini. Suatu
organisasi yang kurang atau tidak mendapatkan informasi tidak akan berhasil.

A. DEFINISI INFORMASI

Apakah sebenarnya informasi itu sehingga sangat penting artinya bagi


suatu sistem? Informasi (information) didefinisikan oleh Hartono (2005)
sebagai data yang diolah ke dalam bentuk yang berguna bagi para
pemakainya.
Dari definisi informasi ini, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah:
1. data yang diolah;
2. menj adi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi para
pemakainya.

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari
bentuk tunggal datum atau data-item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-
kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Di dalam
dunia bisnis kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah perubahan dari
suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya, penjualan adalah
transaksi perubahan nilai barang menj adi nilai uang atau nilai piutang
dagang.

B. SIKLUS INFORMASI

Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat berceritera


banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model
untuk dihasilkan informasi.
Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf-huruf atau alfabet,
angka-angka, bentuk-bentuk suara, sinyal-sinyal, gambar-gambar.
1.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

AH di DIOLAH '

FE .
Saya ~uUah di
KULI Di.olah F6L)GM
A u
SAY

OATA iNFQRMASI
(Belurn Berarti) (Bentuk. yang Lebih Beratti)

Gambar 1.8.
Data yang Diolah menjadi lnformasi

Di dalam kegiatan suatu perusahaan, misalnya dari basil transaksi


penjualan oleh sejumlah salesman, dihasilkan sejumlah faktur-faktur yang
merupakan data dari penjualan pada suatu periode tertentu. Faktur-faktur
penjualan tersebut masih belum dapat berceritera banyak kepada manajemen.
Untuk keperluan pengambilan keputusan maka faktur-faktur tersebut perlu
diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu informasi. Beraneka ragam informasi
dapat dihasilkan darinya, misalnya:
1. informasi berupa laporan penjualan tiap-tiap salesman, berguna bagi
manajemen untuk menetapkan besarnya komisi dan bonus;
2. informasi berupa laporan penjualan tiap-tiap daerah, berguna bagi
manajemen untuk pelaksanaan promosi dan pengiklanan;
3. informasi berupa laporan penjualan tiap-tiap jenis barang, berguna bagi
manajemen untuk mengevaluasi barang yang tidak atau kurang laku
terjual.
INFORMASI


FAKTU~R DIOLAH 1----

Gam bar 1. 9.
Faktur sebagai Data Diolah Menghasilkan Beraneka Ragam lnformasi

Telah disinggung bahwa data yang diolah untuk menghasilkan informasi


menggunakan suatu model proses yang tertentu. Misalnya, data temperatur
ruangan yang didapat adalah dalam satuan derajat Fahrenheit dan data ini
masih dalam bentuk yang kurang berarti bagi penerimanya yang terbiasa
e EKMA4434/MODUL 1 1.25

dengan satuan derajat Celsius. Supaya dapat lebih berarti dan berguna dalam
bentuk informasi maka perlu diolah dengan melalui suatu model tertentu.
Dalam hal ini, dipergunakan model matematik yang berupa rumus konversi
dari satuan derajat Fahrenheit menjadi satuan derajat Celsius.
lnp!Jt Proses Oultput

. -

Gam bar 1.1 0.


Data yang Diolah melalui Suatu Model Tertentu

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima


kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain
yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap
sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya
membentuk suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus informasi
(information cycle). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data
(data processing cycles).
..
Pros_es
:(M~d~f)
-I dl :.

I'
l.
I
lnf1Lif r

:(Datal) Oulp.d.~
I
'
.,1 nlbtrr.lati.on)

Data
:S:asls
- -
(O.itangk_Qp) Da.-ta-

K~p.u~y:~aH
Hasil

Tindakan lrinda:ka.n

. -- -

Gam bar 1. 11.


Siklus lnformasi
1.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

C. KUALITAS INFORMASI

Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu
informasi. Untuk menjadi suatu informasi maka data yang diolah tersebut
harus berguna bagi pemakainya.
Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung oleh tiga pilar,
yaitu tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu
(timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate).

lnforma.si

bergun.a.

c
ro
~
CJ.)
-CJ.)
~

Gambar 1. 12.
Pilar-pilar lnformasi yang Berguna

Misalnya, seorang asing dari luar negeri membutuhkan informasi tentang


temperatur dari suatu ruangan dan menanyakannya kepada Anda. Dari
termostat yang ada menunjukkan bahwa temperatur ruangannya adalah
sebesar 20C. Anda mengatakan kepadanya bahwa temperaturnya adalah 20
derajat Celcius. Akan tetapi dia mengatakan itu bukan sebagai informasi
untuknya karena dia tidak tahu berapa 20C tersebut. Nilai 20C ini masih
merupakan data bagi dia dan perlu diolah terlebih dahulu untuk menjadi
informasi. Dengan menggunakan model matematis, yaitu F = 1,8 x C + 32
maka besarnya temperatur ruangan tersebut dalam Fahrenheit adalah sebesar
1,8 x 20 + 32 = 68F. Nilai 68F ini sekarang sudah merupakan informasi
bagi dia karena nilai ini merupakan nilai yang dipahaminya dan berguna
untuknya.
Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu
informasi. Misalnya kemudian, ternan Anda menanyakan kembali temperatur
ruangan tersebut. Anda menjawab bahwa temperaturnya adalah 68F. Dia
mengatakan bahwa itu bukan informasi bagi dia karena dia tidak mengerti
e EKMA4434/ MODUL 1 1.27

satuan Fahrenheit. Anda mendesak bahwa itu sudah merupakan suatu


informasi karena Anda berargumentasi bahwa nilai itu merupakan data, yaitu
20C, yang telah diolah sebelumnya dengan menggunakan model matematis
F = 1,8 x C + 32. Walaupun nilai 68F merupakan basil dari pengolahan data,
tetapi tidak berguna bagi ternan Anda yang hanya paham dengan satuan
Celsius. Nilai dalam Fahrenheit tersebut harus diolah kembali menjadi nilai
Celsius. Oleh karena itu, data yang diolah saja belum tentu cukup menjadi
suatu informasi. Untuk menjadi suatu informasi maka data yang diolah
tersebut harus berguna bagi pemakainya.
Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan
sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).
Sebagai misalnya adalah Anda adalah seorang manajer keuangan suatu
perusahaan. Anda meminta informasi keuangan kepada bagian sistem
informasi dan bukannya Anda mendapatkan informasi tentang keuangan,
tetapi yang Anda peroleh adalah laporan tentang karyawan-karyawan yang
terlambat datangnya. Anda mengatakan bahwa laporan yang Anda terima ini
bukan informasi (information) tetapi sampah (garbage). Laporan ini bukan
informasi bagi Anda karena tidak berguna bagi Anda. Laporan ini tidak
berguna karena tidak relevan (relevance) bagi Anda. Laporan semacam ini
mungkin merupakan informasi yang relevan untuk manajer bawah di bagian
sumber daya manusia, tetapi tidak relevan untuk manajer keuangan seperti
And a.
Anda kemudian mengembalikan laporan ini dan berpesan bahwa ini
tidak sesuai untuk Anda, yang Anda butuhkan adalah informasi keuangan
tentang arus kas. Seminggu kemudian, bagian sistem informasi menyerahkan
laporan yang Anda minta ini. Setelah Anda lihat, laporan ini memang yang
Anda butuhkan, yaitu laporan arus kas perusahaan. Akan tetapi, Anda
mengatakan lagi bahwa ini masih sampah karena masih belum berguna bagi
Anda. Laporan ini Anda anggap terlambat dan tidak tepat waktunya
(timeliness) karena Anda membutuhkannya minggu kemarin tetapi diterima
sekarang. Laporan ini Anda butuhkan untuk melihat jumlah dana yang masih
menganggur di perusahaan dan akan dimasukkan ke investasi saham.
Keterlambatan seminggu dari laporan ini sangat fatal karena harga-harga
saham dan kondisi perekonomian selama seminggu sudah sangat besar
perubahannya.
Anda kemudian mengembalikan lagi laporan ini dan berpesan kembali
bahwa besok jika Anda membutuhkan laporan harus segera diberikan tepat
waktunya. Bagian sistem informasi kemudian merespon ini dengan sangat
1.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

cepatnya. Pada waktu Anda membutuhkan laporan, bagian sistem informasi


langsung menyediakannya bagi Anda. Akan tetapi, lagi-lagi Anda
mengatakan bahwa laporan ini masih belum informasi bagi Anda, tetapi
masih sampah. Anda beralasan bahwa laporan ini masih belum berguna bagi
Anda karena banyak nilai yang masih tidak akurat (accurate) sehingga dapat
menyesatkan pengambilan keputusan yang akan Anda ambil.
Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa menghasilkan informasi merupakan
hal yang tidak mudah. Banyak sistem informasi yang gagal dalam
penerapannya karena sebenamya sistem tersebut bukan sistem informasi,
tetapi adalah sistem sampah. Sistem sampah ini tidak menghasilkan
informasi, tetapi menghasilkan sampah. Jika yang dihasilkan adalah sampah
maka basil dari sistem ini tidak akan digunakan oleh pemakainya karena
merupakan basil yang tidak berguna. Untuk menjadi sistem informasi maka
hasil dari sistem itu harus berupa informasi yang berguna, yaitu harus
memenuhi ketiga kriteria relevan, tepat waktu dan akurat. Satu saja kriteria
ini tidak dipenuhi maka basil dari sistem tersebut adalah sampah.

LATIHAN
-----......; ~

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang Anda pahami tentang informasi!


2) Informasi tidak sama dengan output. Jelaskan!
3) Sumber dari informasi adalah data. Jelaskan apa yang disebut dengan
data. Apa bedanya data dengan kejadian-kejadian (event)? Jelaskan dan
beri contohnya!
4) Data merupakan bentuk yang masih belum berguna. Untuk dapat
berguna maka data perlu diolah melewati suatu siklus pengolahan data.
Gambarkan siklus ini.
5) Jelaskan kriteria kualitas informasi sebagai berikut ini.
a) Relevan (relevance).
b) Tepat waktu (timeliness).
c) Tepat nilainya atau akurat (accurate).
e EKMA4434/MODUL 1 1.29

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Informasi sangat dibutuhkan oleh organisasi. Informasi


(information) didefinisikan oleh Hartono (2005) sebagai data yang
diolah ke dalam bentuk yang berguna bagi para pemakainya.
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak
dari bentuk tunggal datum atau data-item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-
kej adian (event) adalah sesuatu yang terj adi pada saat yang tertentu.
Data merupakan bentuk yang belum dapat berceritera banyak
sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model
untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan
informasi menggunakan suatu model proses yang tertentu. Data yang
diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian
menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan, dan melakukan
tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan
membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai
input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk
suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus informasi (information
cycle). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data
processing cycles).
Untuk menjadi suatu informasi maka data yang diolah tersebut
harus berguna bagi pemakainya. Untuk dapat berguna maka informasi
hams didukung oleh tiga pilar, yaitu tepat kepada orangnya atau relevan
(relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat
(accurate).
1.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

TES FORMATIF 2
-------------------------------
Pilihlah satu j awaban yang paling tepat!

1) Definisi dari informasi (information) adalah sebagai berikut ....


A. data yang telah diolah
B. data yang diolah ke dalam bentuk yang berguna bagi para
pemakainya
C. data yang diolah ke dalam bentuk yang berguna
D. output hasil pengolahan data

2) Data dapat dalam bentuk ....


A. kejadian-kejadian (events)
B. model-model
C. huruf-huruf
D. tidak ada yang benar

3) Dari hasil data penjualan yang tercatat di faktur penjualan setelah diolah
dapat dihasilkan bermacam-macam informasi sebagai berikut ini,
kecuali informasi ....
A. berupa laporan penjualan tiap-tiap salesman
B. barang yang dijual
C. berupa laporan penjualan tiap-tiap jenis barang
D. sediaan di gudang

4) Siklus mengolah data menjadi informasi disebut dengan siklus ....


A. informasi (information cycle)
B. pengolahan informasi (information processing cycle)
C. data (data eye le)
D. data dikembangkan (extended data cycle)

5) Untuk merubah input menjadi output diperlukan komponen ....


A. model
B. basis data
C. keputusan tindakan
D. hasil tindakan

6) Berikut ini yang tidak termasuk dalam komponen siklus pengolahan data
(data processing cycle) adalah ....
A. basis data
B. input
e EKMA4434/ MODUL 1 1.31

C. output
D. teknologi

7) Informasi yang berguna harus memenuhi kriteria ....


A. relevan, murah, dan tepat waktu
B. relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya
C. murah, tepat waktu, dan tepat nilainya
D. relevan, murah, dan tepat nilainya

8) Kriteria informasi yang tepat kepada orang yang membutuhkannya


disebut dengan ....
A. relevance
B. cheap
C. timeliness
D. accurate

9) Kriteria informasi yang tidak terlambat jika dibutuhkan oleh pemakainya


disebut dengan ....
A. relevance
B. cheap
C. timeliness
D. accurate

10) Kriteria informasi yang nilainya dapat dipercaya oleh pemakainya


disebut dengan ....
A. relevance
B. cheap
C. timeliness
D. accurate

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal
1.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 1 1.33

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) B
2) c 2) c
3) c 3) D
4) c 4) A
5) A 5) A
6) B 6) D
7) D 7) B
8) B 8) A
9) c 9) c
10) D 10) D
1.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Daftar Pustaka

Blissmer, Robert H. (1986). Computer Annual. New York: John Wiley &
Sons, Inc.

Burch, John; Grudnitski, Gary. (1986). Information Systems Theory and


Practice. Fourth Edition. New York: John Wiley & Sons.

Hartono, Jogiyanto. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Penerbit Andi.

Hick Jr., James 0; Leininger, Wayne E. (1981). Accounting Information


Systems. St. Paul, Minnesota: West Publishing Co.

Moscove, Stephen A.; Simkin, Mark G. (1984). Accounting Information


Systems Concepts and Practice for Effective Decision Making. Second
Edition. New York: John Wiley & Sons.

Nash, John F.; Roberts, Martin B. (1984). Accounting Information Systems.


First Edition. New York: Macmillan Publishing Company.

Wu, Frederick H. (1984). Accounting Information System Theory and


Practice. Tokyo: McGraw-Hill Book Company Japan. International
Student Edition.
MDDUL 2

Konsep Sistem lnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto H.M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas tentang sistem informasi. Untuk dapat


...... memahami sistem informasi dengan baik maka pembaca perlu
mengetahui tentang perkembangan dari sistem informasi itu sendiri.
Pengertian tentang sistem informasi itu sendiri perlu dipahami. Oleh karena
sistem informasi adalah sistem fisik maka komponen-komponen yang
membentuk sistem informasi itu sendiri juga perlu dipahami.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan pengertian dan arti penting sistem informasi bagi

orgamsas1;
2. menjelaskan perkembangan dari sistem informasi;
3. menjelaskan peran-peran dari sistem informasi;
4. menjelaskan konsep dasar sistem informasi manajemen;
5. menjelaskan kerangka kerja sistem informasi;
6. menjelaskan rancang bangun dan komponen-komponen sistem
informasi;
7. menjelaskan integrasi sis tern informasi;
8. menjelaskan model pengolahan data;
9. menjelaskan model matematik;
10. menjelaskan modellogikal;
11. menunjukkan contoh-contoh aplikasi sistem informasi dalam organisasi;
12. menjelaskan sistem informasi dan organisasi.
2.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belaj ar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jika jawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/ MODUL 2 2.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Perkembangan Sistem lnformasi

istem informasi telah berkembang dengan sangat pesatnya. Jika diamati,


setiap satu dekade, terj adi perkembangan yang cukup signifikan dari
sistem teknologi informasi (STI). Dimulai dari era akuntansi pada tahun
1950, beranjak ke era operasional mulai tahun 1960, ke era informasi mulai
tahun 1970, menuju ke era jejaring dimulai tahun 1980 sampai ke era jejaring
global di mulai tahun 1990. Sistem teknologi informasi telah banyak sekali
mengalami perubahan-perubahan.

A. ERA AKUNTANSI DAN OPERASIONAL

Perkembangan dari sistem teknologi informasi tidak terlepas dari


perkembangan sistem komputer. Komputer pertama selesai dibuat tahun
1946, yaitu Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC). Pada
era komputer pertama ini, aplikasi yang banyak dilakukan adalah aplikasi
teknik karena pada waktu itu komputer dimaksudkan sebagai alat untuk
menghitung (computer). IBM yang pertama kali melihat kesempatan bahwa
komputer dapat digunakan untuk aplikasi bisnis. Pada tahun 1964 IBM
memperkenalkan komputer IBM S 360. IBM memberi nama S 360 yang
artinya System 360 dengan maksud komputer ini dapat melayani semua
aplikasi sepanjang 360 derajat (satu lingkaran penuh). Maksud satu lingkaran
ini adalah separuh lingkaran untuk aplikasi teknik dan separuh lingkaran
lainnya untuk aplikasi bisnis.
Sejak dikenalkannya IBM S 360, komputer mulai digunakan untuk
aplikasi bisnis yang merupakan tonggak awal sistem teknologi informasi.
Aplikasi bisnis pada awal tahun ini masih merupakan aplikasi untuk sistem
pengolahan transaksi (SPT) atau Transaction Processing Systems (TPS).
Aplikasi TPS digunakan untuk merekamkan data aplikasi bisnis ke dalam
basis data (database) yang selanjutnya dari basis data ini dapat dihasilkan
laporan-laporan operasi bisnis. Laporan-laporan dari basil basis data pada
periode ini banyak berupa informasi pencatatan nilai (score-keeping
information) untuk manajemen level bawah.
Disebut dengan sistem pengolahan transaksi (transaction processing
systems) karena sistem ini menangkap transaksi-transaksi bisnis yang terjadi,
2.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

mencatatnya di dokumen-dokumen dasar, memasukkannya ke dalam sistem


informasi dan merekamkannya ke basis data dan mengolahnya menjadi
informasi-informasi pencatatan nilai (score-keeping information).
Laporan-laporan yang berisi informasi pencatatan nilai digunakan oleh:
1. mereka yang terlibat di transaksinya (misalnya pelanggan yang
menerima faktur karena pemesanan barang, pengirim barang yang
menerima informasi perintah pengiriman barang);
2. manajer-manajer level bawah yang menggunakan informasi ini untuk
pengendalian operasi (misalnya mandor untuk mengontrol karyawan
yang tidak masuk, supervisor penjualan yang mengontrol penjualan
harian);
3. stakeholders yang meminta pertanggungjawaban manajer (misalnya
shareholders, kreditor, pemerintah yang meminta laporan keuangan yang
berupa ringkasan transaksi keuangan perusahaan).

piihalk yang
bertransaks~
Laporan-
data TPS ~alporan
trarnsaksil score- stakeho~ders
b isn~s keeping


rna naj er-ma 1a1e~rr

Ieveii bawah

IBasils
Data

Gambar 2.1.
S1stem Pengolahan Transaks1

Transaksi-transaksi bisnis terjadi di tingkat bawah (operasional)


organisasi. Transaksi-transaksi bisnis ini dapat berupa transaksi-transaksi
keuangan dan non-keuangan. Transaksi-transaksi bisnis keuangan
operasional ini ditangani oleh TPS sistem informasi akuntansi, sedang
transaksi-transaksi bisnis non-keuangan operasional ini ditangani oleh TPS
masing-masing sistem informasinya. Karena sebagian besar transaksi-
transaksi bisnis operasional ini merupakan transaksi keuangan maka TPS
banyak dihubungkan dengan sistem informasi akuntansi sebagai bagian dari
sistem informasi akuntansi untuk mengolah transaksi tingkat operasional.
e EKMA4434/MODUL 2 2.5

Perkembangan sistem teknologi informasi dimulai pada tahun 1964 yaitu


pada saat IBM memperkenalkan Magnetic Type/Selectric Type (MT/ST)
writer, yaitu mesin ketik elektronik yang dapat merekamkan ke pita
magnetik. Tahun ini merupakan awal dari aplikasi pengolahan kata (word
processing) yang sederhana jika dibandingkan dengan aplikasi pengolahan
kata sekarang. Aplikasi pengolahan kata termasuk dalam aplikasi Office
Automation System (OAS). Office Automation System (OAS) sekarang tidak
hanya terdiri dari aplikasi pengolahan kata, tetapi juga aplikasi desktop
publishing, pembuatan skedul (scheduling), surat elektronik (e-mail), surat
suara (voice mail), facsimile, konferensi elektronik (electronic conference).

B. ERA INFORMASI

Dengan tersedianya basis data yang cukup lengkap dari TPS, laporan-
laporan berisi informasi score-keeping untuk manajemen tingkat bawah saja
dianggap kurang cukup. Manajer-manajer fungsi mulai merasakan manfaat
dari sistem teknologi informasi. Manajer-manajer fungsi ini, yaitu manajer-
manajer pemasaran, akuntansi, keuangan, produksi, sumber daya manusia
untuk semua tingkatan mulai membutuhkan sistem teknologi informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan mereka. Sistem-sistem teknologi
informasi ini disebut dengan sistem informasi manajemen (SIM) atau sistem
teknologi informasi fungsional karena berada di fungsi-fungsi organisasi,
yang terdiri dari sistem informasi pemasaran (SIPEM), sistem informasi
akuntansi (SIAKU atau SIA), sistem informasi keuangan (SIKEU), sistem
informasi produksi (SIPRO) dan sistem informasi sumber daya manusia
(SISDM). Sistem informasi manajemen (SIM) ini mulai diterapkan pada awal
tahun 1970 di Amerika Serikat. Sistem informasi manajemen ini memberikan
informasi kepada manajemen bawah, menengah dan atas. Informasi untuk
manajer menengah lebih bersifat informasi pengarahan perhatian (attention
directing information) yang sangat berguna untuk manajer menengah
mengarahkan perhatiannya pada sesuatu yang menyimpang. Informasi untuk
manajer atas lebih bersifat informasi pemecahan masalah (problem solving
information).
Gambar berikut ini menunjukkan sistem informasi manajemen (SIM)
dan sistem-sistem bagiannya.
2.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Sistem lnfbrrnasi Manajemen (1970)

SI AKU

SIKEU
. .. .
~

S IPRO SfSDM .

Gambar 2.2.
Sistem lnformasi Manajemen

Awal tahun 1970-an, teknologi juga mulai digunakan di proses produksi.


Teknologi ini adalah teknologi komputer dan robot untuk mengendalikan
proses produksi supaya efisien dan efektif. Efisien karena menggantikan
tenaga manusia dengan teknologi dan efektif karena lebih tepat dan dapat
diandalkan daripada manusia. Penerapan teknologi ini di proses produksi
disebut dengan sistem pengendali proses (SPP) atau process control systems
(PCS). Termasuk dalam PCS adalah Computer Aided Manufacturing (CAM),
Computer Integrated Manufacturing (CIM), robot.

C. ERA JEJARING

Tahun 1980-an merupakan era jejaring. Jejaring area lokal (local area
network) mulai banyak digunakan di dalam organisasi. Dengan adanya
jejaring lokal ini maka komputer-komputer mikro telah berada di atas meja
eksekutif secara online.
Dengan bertambahnya persaingan yang semakin ketat, manajer
menengah ke atas membutuhkan informasi lebih lanjut. Sistem informasi
manajemen (SIM) yang ada menjadi tidak mencukupi. SIM ini hanya
memberikan informasi yang periodik. Informasi lainnya yang lebih bersifat
ad hoc menjadi dibutuhkan oleh manajer.
Dengan bertambahnya kebutuhan informasi ad hoc ditambah dengan
tersedianya jejaring komputer yang memungkinkan manajer menggunakan
e EKMA4434/MODUL 2 2.7

komputer secara online maka manajer-manajer, terutama manajer-manajer


tingkat menengah membutuhkan sistem informasi yang lebih interaktif dan
online. Pada tahun 1980-an, suatu sistern interaktif dan online yang dikenal
dengan nama sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decision Support
Systems (DSS) mulai dikenalkan oleh ilmuwan dari Massachusetts Institute
of Technology (MIT), yaitu Michael S. Scott Morton, G. Anthony Gorry dan
Peter G. W. Keen. Sistem pendukung keputusan (SPK) banyak diterapkan
untuk manajemen tingkat menengah. Sistem penunjang keputusan (SPK) atau
Decision Support Systems (DSS) merupakan sistem interaktif dan ad-hoc
untuk mendukung keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision)
manajer-manajer tingkat menengah.
Aplikasi lain yang dikenal tahun 1980-an adalah kelompok sistem pakar
atau expert systems (ES). Berbeda dengan DSS yang mengandalkan basis
data yang ada, sistem pakar (SP) atau expert system (ES) mengandalkan basis
pengetahuan (knowledge base) yang harus diisi dari seorang pakar. Dengan
adanya knowledge dari pakar yang di sistem maka kehadiran pakar tidak
diperlukan lagi dan sistem pakar dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai
pengganti pakar untuk memberikanjasa konsultasi.
Bersamaan dengan perkembangan DSS dan ES, awal tahun 1980 juga
diwarnai dengan perkembangan sistem otomatisasi kantor (SOK) atau office
automation systems (OAS). Sistem ini memberikan fasilitas pengolahan kata,
pengolahan dokumen, penjadwalan, komunikasi dan kolaborasi antar manajer
di dalam organisasi melalui jaringan intranet. Sistem otomatisasi kantor
(SOK) atau office automation systems (OAS) menyediakan fasilitas
komunikasi lewat e-mail maupun chat dan menyediakan fasilitas kolaborasi
lewat video conference atau teleconference.

D. ERA JEJARING GLOBAL

Era jejaring global disebut juga dengan era internet. Sistem informasi
yang muncul pada era ini adalah sistem informasi strategik yang berbasis
pada internet. Jika TPS dan SIM digunakan untuk efisiensi dan efektivitas
maka SIS merupakan sistem-sistem teknologi informasi yang digunakan
untuk mendapatkan keuntungan strategik. TPS dan SIM lebih condong untuk
efisiensi, yaitu mengganti tenaga manusia dengan teknologi dan untuk
efektivitas, yaitu mendukung manajer mencapai sasarannya dengan lebih
baik. Akan tetapi, mulai tahun 1990 dengan persaingan bisnis yang ketat
2.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

tersebut, efisiensi, dan efektivitas saja tidak cukup. Perusahaan harus dapat
memenangkan persaingan lewat keunggulan kompetisi. SIS merupakan
sistem-sistem teknologi informasi yang dimaksudkan untuk mendapatkan
keunggulan kompetitif. Sistem informasi strategik (SIS) atau strategic
information system (SIS) didefinisikan sebagai sistem-sistem teknologi
informasi apapun dan di tingkat manapun di dalam organisasi (dapat TPS,
SIM, DSS, ES, EIS ataupun yang lainnya) yang dapat memberikan
keuntungan strategik.
Sistem informasi eksekutif atau Executive Information Systems (EIS)
juga muncul di era ini. Sistem informasi eksekutif (SIE) atau Executive
Information Systems (EIS) diperlukan oleh eksekutif puncak karena
persaingan bisnis yang lebih tajam yang menuntut eksekutif didukung oleh
sistem teknologi informasi yang interaktif, mudah digunakan dan mempunyai
fasilitas drill down (dapat menggali ke data sedetail mungkin). Sistem
teknologi informasi ini disebut dengan EIS.
Dengan perkembangan teori organisasi yang lebih menekankan pada
grup atau team, penggunaan Decision Support Systems (DSS) juga
berkembang ke arah Group Support Systems (GSS). Group Support Systems
(GSS) merupakan DSS yang digunakan untuk pengambilan keputusan secara
team yang dipercaya akan menghasilkan keputusan yang lebih baik karena
adanya sinergi dan kontak sosial di dalam team atau grup tersebut. GSS
mulai populer digunakan pada pertengahan tahun 1990-an.
Pada pertengahan tahun 1990-an juga mulai digunakan Geographic
Information Systems (GIS), yang merupakan sistem teknologi informasi
apapun baik itu SIM atau DSS yang menggunakan tampilan peta geografis.
Contoh sistem ini adalah yang digunakan di jaringan toko Wal Mart untuk
melihat pergeseran perilaku konsumen di seluruh negeri di Amerika Serikat.
Dengan menampilkan peta Amerika Serikat, sistem GIS dapat menunjukkan
pergeseran selera konsumen dari satu tempat ke tempat yang lain.
Perkembangan terakhir dari sistem teknologi informasi adalah dengan
dikembangkannya jaringan saraf (neural) buatan atau Artificial Neural
Network (ANN). Artificial Neural Network (ANN) merupakan sistem
teknologi informasi yang mencoba meniru kerja dari jaringan saraf otak.
Perbedaannya dengan sistem teknologi informasi yang lain adalah, ANN
mempunyai kelebihan proses belajar seperti halnya otak sehingga proses
yang sama selanjutnya akan dilakukan dengan lebih baik. Contoh ANN yang
populer adalah yang digunakan untuk memilih saham terbaik di pasar modal.
e EKMA4434/MODUL 2 2.9

ANN masih diragukan kemampuannya dibandingkan dengan otak manusia.


Pertanyaannya adalah apakah proses berpikir dari otak manusia benar-benar
dapat ditiru bahkan lebih baik? Waktu nanti yang akan menjawab.
Dari perkembangannya, sistem-sistem teknologi informasi dapat
diringkaskan dalam gambar berikut ini.

.
-
- -

ERA AKUNTANSI DA.N


-
. 'TPS
0PERAS10NAL (1994) . I

Sistem lnformasi 'M anajemen ( 1970)


.-
PCS
.( 1970).
SIAKU

ERA INFORMASI
SIKEU

SIPRO . SIS'DM

.
DSS ES 1 '

ERA OAS
(1 g.ao) .

ERAJEJARJNG EIS ANN


GLOBAL (1990) (2000)

Gambar 2.3.
Hubungan antara Sistem-sistem lnformasi

E. ORGANISASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Di bagian sebelumnya, perkembangan peran sistem teknologi informasi


dapat dikelompokkan ke dalam lima era, yaitu era akuntansi, era operasional,
era informasi, era jejaring dan era jejaring global. Tidak hanya sistem
2.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

teknologi informasi yang mengalami perkembangan peran, demikian juga


organisasinya. Dengan berkembangnya teknologi dan dengan berubahnya
cara perusahaan untuk beroperasi dan berkompetensi maka organisasi sistem
teknologi informasi juga dituntut untuk berubah. Perkembangan organisasi
sistem teknologi informasi juga dapat dikelompokkan ke dalam lima era
tersebut, yaitu era akuntansi, era operasional, era informasi, era jejaring, dan
era jejaring global.
Era akuntansi (accounting era) dimulai awal1950 sampai awal 1960-an.
Disebut dengan era akuntansi (accounting era) karena fokus dari aplikasinya
adalah untuk aplikasi akuntansi seperti aplikasi penggajian, piutang dagang,
kas dan lainnya. Metode pemasukan datanya masih menggunakan sistem
batch, yaitu input dikumpulkan untuk satu periode tertentu terlebih dahulu
baru kemudian bersama-sama dimasukkan ke sistem teknologi informasi.
Basis data dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti
COBOL. Staf sistem teknologi informasi lebih banyak meng-
implementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi. Oleh karena era
akuntansi berfokus pada pengolahan data akuntansi maka pada waktu itu,
departemen sistem teknologi informasi disebut dengan nama departemen
pengolahan data elektronik (department of electronic data processing). Letak
departemen pengolahan data elektronik ini biasanya di bawah departemen
akuntansi.
Era operasional (operational era) dimulai dari pertengahan 1960-an
sampai dengan pertengahan 1970-an. Disebut dengan era operasional
(operational era) karena aplikasi sistem teknologi informasi ini tidak hanya
untuk akuntansi, tetapi untuk aplikasi operasi yang lainnya seperti misalnya
untuk pengendalian persediaan dan penjadwalan produksi. Metode
pemasukan datanya sudah mengarah ke sistem online, yaitu data yang
ditangkap langsung dimasukkan ke sistem teknologi informasi. Basis data
dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti COBOL.
Peranan staf sistem teknologi informasi masih sama, yaitu lebih banyak
mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi dan
operasionalnya. Departemen sistem teknologi informasi pada era ini masih
disebut dengan nama departemen pengolahan data elektronik (department of
electronic data processing). Letak departemen pengolahan data elektronik ini
masih di bawah departemen akuntansi.
Era informasi (information era) dimulai dari akhir tahun 1970-an sampai
dengan awal 1980-an. Disebut dengan era informasi (information era)
e EKMA4434/MODUL 2 2.11

karena aplikasi sistem teknologi informasi ini tidak hanya untuk akuntansi
dan operasional saj a, tetapi sudah digunakan sebagai informasi pengambilan
keputusan oleh manajemen. Metode pemasukan datanya secara sistem online.
Basis data relational sudah digunakan. Basis data banyak dikembangkan
menggunakan paket Data Base Management System (DBMS). Peranan staf
sistem teknologi informasi sudah berkembang, yaitu selain mengembangkan,
mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi-aplikasi sistem
teknologi informasi, juga mendukung dan membantu pengembangan sistem
oleh pemakai sistem (end user computing) karena era ini lebih menekankan
pada pemberian informasi pada manajemen, bukan pada pengolahan
transaksinya maka departemen sistem teknologi informasi pada era ini
disebut dengan nama departemen sistem informasi (information system
department). Letak departemen informasi ini sudah berdiri sendiri sebagai
suatu fungsi baru di organisasi. Fungsi atau departemen sistem informasi
sejajar dengan fungsi-fungsi lainnya di organisasi seperti fungsi pemasaran,
keuangan produksi dan lainnya. Manajer yang menangani departemen ini
disebut dengan manajer sistem informasi.
Era jejaring (wired society era) dimulai dari pertengahan tahun 1980-an.
Disebut dengan era jejaring (wired society era) karena bagian-bagian dan
fungsi-fungsi di dalam organisasi sudah mulai dihubungkan dengan jaringan
sistem teknologi informasi untuk membentuk jaringan area lokal (local area
network). Pada era ini muncul sistem-sistem informasi yang sudah online.
Departemen sistem teknologi informasi pada era ini disebut dengan nama
departemen teknologi informasi (information technology department) atau
dikenal dengan nama departemen TI (IT department).
Era jejaring global (global wired society era) dimulai dari pertengahan
tahun 1990-an. Disebut dengan era jejaring global (global wired society
era) karena perusahaan-perusahaan sudah dihubungkan dengan jaringan
sistem teknologi informasi secara global dengan teknologi telekomunikasi
melalui internet. Departemen sistem teknologi informasi pada era ini masih
disebut dengan nama departemen teknologi informasi (information
technology department). Nama lain dari departemen ini adalah departemen
sistem teknologi informasi (departemen STI).
2.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Tabel 2.1.
Nama Departemen Sistem Teknologi lnformasi

Era Nama Departemen Sistem Teknolo i lnformasi


Era akuntansi Departemen Pengolahan Data Elektronik Departemen PDE
Era operasi Departemen Pen olahan Data Elektronik Departemen PDE
Era informasi Departemen Sistem lnformasi Departemen Sl
Era earin Departemen Teknolo i lnformasi Departemen Tl
Era jejaring Departemen Teknologi lnformasi (Departemen Tl) atau Departemen
lobal Sistem Teknolo i lnformasi Departemen STI

F. PERAN MANAJER SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang memimpin


dan mengelola organisasi sistem teknologi informasi. Dulunya, manajer STI
ini lebih berorientasi pada masalah teknikal dan teknologinya serta
penekanannya untuk efisiensi. Sekarang, manajer STI harus mempunyai
pengetahuan bisnis secara umum, berorientasi pada manusia dan
penekanannya pada memenangkan kompetisi. Karena sistem teknologi
informasi digunakan untuk keuntungan strategik, pengetahuan bisnis
dibutuhkan supaya manajer STI dapat berkomunikasi dengan manajer puncak
perusahaan. Martin, et al. (1999) bahkan menyebutkan bahwa sekarang
manajer STI harus mempunyai 80% pengetahuan bisnis dan 20% sisanya
adalah pengetahuan teknikalnya.

Tabel 2.2.
Perubahan Peran Manajer STI

Peran Dulu Peran Sekarang


BOo/o pengetahuan teknikal BOo/o pengetahuan bisnis
Berorientasi pada teknologi Berorientasi pada manusia
Penekanan pada efisiensi Penekanan pada kompetisi

Beberapa perusahaan besar selain mempunyai manajer STI, mereka juga


mempunyai Chief Information Officer (CIO). CIO biasanya merupakan staf
dari Chief Executive Officer (CEO) dan menjadi team manajemen puncak.
Fungsi dari CIO adalah sebagai jembatan antara CEO dengan manajer STI.
Rockart, et al. (1996) menunjukkan bahwa peran manajer STI yang
paling utama adalah menyelaraskan strategi bisnis dan strategi STI secara
komunikasi dua arah. Peran kedua adalah menciptakan hubungan yang
efektif dengan manajemen lini. Peran lainnya dapat dilihat di figur berikut

Inl.
e EKMA4434/MODUL 2 2.13

Tabel 2.3.
Peran Manajer STI

1. Men 'elaraskan strate i bisnis dan STI secara dua arah.


2. Menciptakan hubun an yan efektif den an manaemen lini.
3. Merencanakan, merancan , dan men~ im )lementasikan sistem-sistem baru.
4. Membangun dan mengelola infrastruktur.
5. Menin1 katkan keahlian or anisasi STI.
6. Men elola ker'a sama den an pemasok.

7. Memban un kiner'a ''an tin I.

8. Mendesain ulang dan mengelola organisasi STI.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) J elaskan perkembangan dari sis tern informasi!


2) Aplikasi apa saja yang termasuk dalam sistem otomatisasi kantor?
3) Jelaskan apa yang disebut dengan TPS?
4) Jelaskan apa yang dimaksud dengan SIM?
5) Jelaskan apa itu:
a) PCS.
b) DSS dan GSS .
c) ES.
6) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang:
a) EIS.
b) SIS.
c) GIS.
d) ANN.

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.


2.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

RANGKUMAN
------------------------------------

Perkembangan sistem informasi dimulai dari era akuntansi pada


tahun 1950, beranjak ke era operasional mulai tahun 1960, ke era
informasi mulai tahun 1970, menuju ke era jejaring dimulai tahun 1980
sampai ke era jejaring global di mulai tahun 1990. Perkembangan dari
sistem teknologi informasi tidak terlepas dari perkembangan sistem
komputer. Komputer pertama selesai dibuat tahun 1946, yaitu Electronic
Numerical Integrator and Computer (ENIAC).
Era akuntansi ditandai dengan munculnya aplikasi untuk sistem
pengolahan transaksi (SPT) atau Transaction Processing Systems (TPS).
Aplikasi TPS digunakan untuk merekamkan data aplikasi bisnis ke
dalam basis data (database) yang selanjutnya dari basis data ini dapat
dihasilkan laporan-laporan keuangan.
Era informasi ditandai dengan munculnya aplikasi sistem informasi
manajemen (SIM) atau sistem teknologi informasi fungsional karena
berada di fungsi-fungsi organisasi, yang terdiri dari sis tern informasi
pemasaran (SIPEM), sistem informasi akuntansi (SIAKU atau SIA),
sistem informasi keuangan (SIKEU), sistem informasi produksi (SIPRO)
dan sistem informasi sumber daya manusia (SISDM). Sistem lainnya
yang muncul di era ini adalah sistem pengendali proses (SPP) atau
process control systems (PCS). Yang termasuk dalam PCS adalah
Computer Aided Manufacturing (CAM), Computer Integrated
Manufacturing (CIM), robot.
Era jejaring memungkinkan manajer-manajer untuk mengakses
informasi secara online. Sistem-sistem online yang muncul di era
jejaring adalah sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decision
Support Systems (DSS), sistem pakar atau ES (expert systems) dan
sistem otomatisasi kantor (SOK) atau Office Automation Systems (OAS).
Era jejaring global disebut juga dengan era internet. Sistem
informasi yang muncul pada era ini adalah sistem informasi strategik
(SIS) yang berbasis pada internet. Sistem-sistem lainnya yang muncul di
era ini adalah sistem informasi eksekutif atau Executive Information
Systems (EIS), Group Support Systems (GSS). Group Support Systems
(GSS), Geographic In:formation Systems (GIS) dan jaringan saraf
(neural) buatan atau Artificial Neural Network (ANN).
Sistem informasi strategik (SIS) atau strategic information system
(SIS) adalah sistem informasi yang digunakan untuk memenangkan
persaingan. Strategic information system (SIS) didefinisikan sebagai
e EKMA4434/MODUL 2 2.15

sistem-sistem teknologi informasi apapun dan di tingkat manapun di


dalam organisasi.
Sistern inforrnasi eksekutif atau Executive Information Systems
(EIS) juga muncul di era ini. Sistem informasi eksekutif (SIE) atau
Executive Information Systems (EIS) diperlukan oleh eksekutif puncak
karena persaingan bisnis yang lebih tajam yang menuntut eksekutif
didukung oleh sistem teknologi informasi yang interaktif, mudah
digunakan dan mempunyai fasilitas drill down (dapat menggali ke data
sedetail mungkin). Sistem teknologi informasi ini disebut dengan EIS.
Group Support Systems (GSS) mulai populer digunakan pada
pertengahan tahun 1990-an. Group Support Systems (GSS) merupakan
DSS yang digunakan untuk pengambilan keputusan secara team yang
dipercaya akan menghasilkan keputusan yang lebih baik karena adanya
sinergi dan kontak sosial di dalam team atau grup tersebut. Pertengahan
tahun 1990-an juga mulai digunakan Geographic Information Systems
(GIS), yang merupakan sistem teknologi informasi yang menggunakan
tampilan peta geo grafis.
Perkembangan terakhir dari sistem teknologi informasi adalah
dengan dikembangkannya jaringan saraf (neural) buatan atau Artificial
Neural Network (ANN). Artificial Neural Network (ANN) merupakan
sistem teknologi informasi yang mencoba meniru kerja dari jaringan
saraf otak.
Tidak hanya sistem teknologi informasi yang mengalami
perkembangan peran, demikian juga organisasinya. Dengan
berkembangnya teknologi dan dengan berubahnya cara perusahaan
untuk beroperasi dan berkompetensi maka organisasi sistem teknologi
informasi juga dituntut untuk berubah. Perkembangan organisasi sistem
teknologi informasi juga dapat dikelompokkan ke dalam lima era
tersebut, yaitu era akuntansi, era operasional, era informasi, era jejaring,
dan era jejaring global.
Oleh karena era akuntansi berfokus pada pengolahan data akuntansi
maka nama dari departemen sistem teknologi informasi disebut dengan
nama departemen pengolahan data elektronik (department of electronic
data processing). Letak departemen pengolahan data elektronik ini
biasanya di bawah departemen akuntansi. Departemen sistem teknologi
inforrnasi pada era operasional masih disebut dengan nama departemen
pengolahan data elektronik (department of electronic data processing).
Letak departemen pengolahan data elektronik ini masih di bawah
departemen akuntansi. Departemen sistem teknologi informasi pada era
informasi disebut dengan nama departemen sistem informasi
(information system department). Letak departemen informasi ini sudah
berdiri sendiri sebagai suatu fungsi baru di organisasi. Fungsi atau
2.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

departemen sistem informasi sejajar dengan fungsi-fungsi lainnya di


organisasi seperti fungsi pemasaran, keuangan produksi dan lainnya.
Manajer yang menangani departemen ini disebut dengan manajer sistem
informasi. Departemen sistem teknologi informasi pada era jejaring
disebut dengan nama departemen teknologi informasi (information
technology department) atau dikenal dengan nama departemen TI (IT
department). Departemen sistem teknologi informasi pada era jejaring
global masih disebut dengan nama departemen teknologi informasi
(information technology department). Nama lain dari departemen ini
adalah departemen sistem teknologi informasi (departemen STI).
Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang
memimpin dan mengelola organisasi sistem teknologi informasi.
Dulunya, manajer STI ini lebih berorientasi pada masalah teknikal dan
teknologinya serta penekanannya untuk efisiensi. Oleh karena sistem
teknologi informasi digunakan untuk keuntungan strategik, pengetahuan
bisnis dibutuhkan supaya manajer STI dapat berkomunikasi dengan
manajer puncak perusahaan. Martin, et al. (1999) bahkan menyebutkan
bahwa sekarang manajer STI harus mempunyai 80% pengetahuan bisnis
dan 20% sisanya adalah pengetahuan teknikalnya. Beberapa perusahaan
besar selain mempunyai manajer STI, mereka juga mempunyai Chief
Information Officer (CIO). CIO biasanya merupakan staf dari Chief
Executive Officer (CEO) dan menjadi team manajemen puncak. Fungsi
dari CIO adalah sebagai jembatan antara CEO dengan manajer STI.

T E S F 0 R MAT IF 1_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Pada tahun 1964 IBM mengeluarkan komputer yang disebut dengan . . ..


A. IBM S350
B. IBM S360
C. IBM S370
D. IBM S380

2) Arti dari S360 oleh yang dimaksudkan oleh IBM adalah ....
A. menunjukkan dibuat tahun 1960
B. seri ke-3 di tahun 1960
C. satu lingkaran
D. berisi dengan 360 tabung hampa udara
e EKMA4434/ MODUL 2 2.17

3) Salah satu aplikasi dari Office Automation System (OAS) terdiri dari ....
A. menghidupkan lampu kantor dengan otomatis
B. menghidupkan komputer dengan otomatis
C. pembuatan skedul
D. menghasilkan laporan keuangan

4) Era informasi ditandai dengan munculnya ....


A. TPS
B. SIM
C. DSS
D. EIS

5) Era jejaring ditandai dengan munculnya ....


A. TPS
B. SIM
C. DSS
D. EIS

6) Era jejaring global ditandai dengan munculnya ....


A. TPS
B. SIM
C. DSS
D. EIS

7) Era jejaring memungkinkan manajer-manajer organisasi mengakses


informasi secara ....
A. Offline
B. Online
C. Lewat internet
D. Lewat extranet

8) Sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decision Support Systems


(DSS) digunakan untuk mendukung keputusan ....
A. setengah terstruktur (semi-structured)
B. terstruktur (structured)
C. tidak terstruktur (unstructured)
D. sangat terstruktur (very structured)

9) Sistem informasi eksekutif atau Executive Information Systems (EIS)


diperlukan oleh eksekutif tingkat ....
A. atas
B. menengah
2.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. bawah
D. semua tingkatan karena semuanya membutuhkan informasi

10) Tipe sistern informasi yang menggunakan peta geografis adalah ....
A. DSS
B. GDSS
C. GSS
D. GIS

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/MODUL 2 2.19

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Komponen-komponen Sistem lnformasi

ugas dari sistem informasi adalah untuk melakukan siklus pengolahan


data ini. Untuk melakukan siklus ini maka sebagai suatu sistem
diperlukan komponen-komponen tertentu. Telah diketahui bahwa data perlu
diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Siklus ini
disebut dengan siklus pengolahan data (data processing life cycle) atau
disebut juga dengan nama siklus informasi (information life cycle).
Data Diolattl lnformasi
Input ...
r ModeJ .. Output

Gambar 2.4.
Siklus Pengolahan Data

Dari gambar di atas terlihat, bahwa untuk melakukan siklus pengolahan


data diperlukan tiga buah komponen, yaitu komponen input, komponen
model dan komponen output. Dengan demikian, sistem informasi yang juga
melakukan proses pengolahan data juga akan membutuhkan tiga komponen

tnt.
Data yang masih belum diolah perlu disimpan untuk pengolahan lebih
lanjut karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada
umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap
saat dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di
simpanan (storage) dalam bentuk basis data (database). Data yang ada di
basis data ini yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan informasi.
Siklus pengolahan data yang dikembangkan ini disebut dengan extended data
processing life cycle.
2.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Data Diolah lnformas.i


.. ...

" -

Input '0":: MadeJ


- -
Output

Basis
Data

Gambar 2.5.
Siklus Pengolahan Data yang Dikembangkan

Dari siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan


pengolahan data maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu
komponen basis data. Dengan demikian, komponen-komponen sistem
informasi yaitu komponen input, komponen model, dan komponen output
sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah keempat komponen ini telah
cukup membentuk suatu sistem informasi untuk mencapai tujuannya. Untuk
menjawab pertanyaan ini maka perlu diuji apakah tujuan dari sistem
informasi, yaitu menghasilkan informasi yang berguna dapat dicapai.
lnformasi yang relevan (relevance) dapat dicapai dengan komponen model.
Informasi yang tepat waktu (timeliness) dapat dicapai dengan komponen
teknologi. Komponen teknologi sistem komputer mempercepat proses
pengolahan data dan komponen teknologi telekomunikasi mempercepat
proses transmisi data sehingga membuat informasi dapat disajikan tepat
waktunya.
Informasi yang akurat (accurate) dapat dicapai dengan komponen
kontrol. Komponen kontrol atau pengendalian akan menjaga sistem informasi
dari kesalahan-kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Komponen
kontrol membuat sistem informasi menghasilkan informasi yang akurat.
Dengan demikian, sistem informasi mempunyai enam buah komponen,
yaitu (1) komponen input atau komponen masukan, (2) komponen model,
(3) komponen output atau komponen keluaran, (4) komponen teknologi,
(5) komponen basis data dan (6) komponen kontrol atau komponen
pengendalian. Keenam komponen ini harus ada bersama-sama dan
membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada
maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu
e EKMA4434/MODUL 2 2.21

pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan


informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Komponen-komponen dari
sis tern ini dapat digambarkan sebagai berikut ini.

Input ... Model ... Output


'

Basis
Data Teknoro9i

Ko.ntrdl

Gambar 2.6.
Komponen dari Sistem lnformasi

A. KOMPONEN INPUT

Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.


Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan
informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika
tidak mempunyai komponen input. Jika sistem informasi tidak pernah
mendapatkan input, tetapi dapat menghasilkan output, ini merupakan hal
yang ajaib (miracle). Input yang masuk ke dalam sistem informasi dapat
langsung diolah menjadi informasi atau jika belum dibutuhkan sekarang
dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk basis data
(database).
Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem ini.
Data dari sistem informasi dapat berasal dari luar organisasi, misalnya data
saham dari pasar modal atau dari dalam organisasi, seperti data penjualan.
Data dari dalam organisasi yang merupakan input sistem informasi
sebenarnya adalah output dari bagian lain di organisasi. Misalnya data
penjualan sebenarnya merupakan output dari transaksi penjualan di
departemen penjualan.
2.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen


dasar. Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang
digunakan untuk menangkap (capture) dari data yang terjadi. Dokumen dasar
sangat penting di dalam arus data sistem informasi. Dokumen dasar ini dapat
membantu di dalam penanganan arus data sistem informasi, yaitu:
1. dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan
ditangkap;
2. data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat;
3. dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang
dibutuhkan disebutkan satu per satu di dalam dokumen dasarnya;
4. bertindak sebagai pendistribusi data karena sejumlah tembusan dari
formulir-formulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau
departemen-departemen yang membutuhkannya;
5. dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu
transaksi yang sah sehingga sangat berguna untuk pelacakan
pemeriksaan (audit trail);
6. dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung
(backup) dari file-file data di komputer.

Proses selanjutnya setelah data tercatat di dokumen dasar adalah


memasukkan data tersebut ke dalam sistem informasi (data entry) . Proses
menangkap data dan memasukkannya ke dalam sistem informasi dapat
digambarkan sebagai berikut ini.

Proses
data - - - Dokurnen
memasukkan
dasar data

Gam bar 2. 7.
Proses Memasukkan Data yang Ditangkap di Dokumen Dasar

Beberapa aplikasi yang online tidak membutuhkan dokumen dasar untuk


menangkap data. Data yang ada langsung dimasukkan ke dalam sistem
informasi. Contohnya, aplikasi yang menggunakan data berupa suara (voice)
yang langsung di masukkan ke sistem informasi langsung oleh pemakai
sistem atau lewat operator dan operator langsung memasukkannya ke sistem
informasi.
e EKMA4434/ MODUL 2 2.23

B. KOMPONEN OUTPUT

Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang


berguna bagi para pemakainya. Output merupakan komponen yang harus ada
di sistem informasi. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan
output, tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima
masuk ke dalam lubang yang dalam (deep hole). Output dari sistem informasi
dibuat dengan menggunakan data yang ada di basis data dan diproses
menggunakan model yang tertentu.

LAPORAN BARANG YANG HARUS DIPESAN KEMBALI


Tanggal Laporan: 9/9/99

No. Kode Unit Reorder Unit


Nama Barang
Urut Baran Sisa Point Dipesan
1 102 Baju 5 5 7
2 103 Celana 5 7 9
3 104 Dasi 10 15 20
4 255 Sabuk 2 3 5
5 297 Sepatu 3 10 15

Gambar 2.8.
Contoh Output yang Berupa Laporan

C. KOMPONEN BASIS DATA

Basis data (database) adalah kumpulan dari data yang saling


berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Dari
definisi ini, terdapat tiga hal yang berhubungan dengan basis data, yaitu
sebagai berikut ini.
1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data
(database).
2. Simpanan permanen (storage) untuk menyimpan basis data tersebut.
Simpanan ini merupakan bagian dari teknologi perangkat keras yang
digunakan di sistem informasi. Simpanan permanen yang umumnya
digunakan berupa hardisk.
3. Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya. Perangkat lunak ini
dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman
2.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak paket perangkat
lunak yang disediakan untuk memanipulasi basis data. Paket perangkat
lunak ini disebut dengan Data Base Management Systems (DBMS),
contohnya DBMS yang terkenal misalnya adalah dBASE, Fox Base,
Microsoft Access, Oracle.

DBMS yang populer untuk mengolah basis data sekarang ini adalah
RDBMS (Relational Data Base Management System). RDBMS
menggambarkan suatu file basis data seperti suatu tabel, yaitu bagian kolom
menggambarkan field dari data dan bagian baris menunjukkan record dari
data. Gambar berikut ini menunjukkan suatu file basis data induk yang
menunjukkan rekaman sediaan barang dagangan.

Nama File: MASTER- BARANG.DBF

Rec# KodeBrg NamaBrg HargaPokok HargaJual UnitSisa ReorderPoint


1 101 Arloji 50000 75000 7 5
2 102 Baju 10000 20000 5 5
3 103 Celana 12000 25000 5 7
4 104 Dasi 5000 15000 10 15
5 105 Ember 3000 5000 3 2

Gam bar 2. 9.
File Basis Data lnduk Persediaan Barang Dagangan

D. KOMPONEN MODEL

Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang
diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model-model tertentu. Model-
model yang digunakan di sistem informasi dapat berupa model logika yang
menunjukkan suatu proses perbandingan logika atau model matematik yang
menunjukkan proses perhitungan matematika.
Di contoh output "Laporan barang yang harus dipesan kembali" pada
Gambar 2.6 terlihat dua macam model yang digunakan untuk menghasilkan
laporan ini. Model yang pertama adalah model logika untuk menyeleksi
barang mana yang sudah harus dipesan kembali. Barang yang harus dipesan
kembali adalah barang yang unit sisanya sudah lebih kecil atau sama dengan
titik pemesanan kembali (reorder point). Model ini nantinya akan
e EKMA4434/ MODUL 2 2.25

diprogramkan dan muncul di algoritma program mencetak laporan ini


sebagai berikut.

if UnitSisa <=ReorderPoint then


cetak barang ini 'karena item barang perlu dipesan kembali
else
skip 'item barang belum perlu dipesan kembali
endif

Gambar 2.10
Model Logika Mencetak Item ini Perlu Dipesan Kembali

Model kedua yang digunakan adalah model matematik untuk


menghitung unit yang harus dipesan. Misalnya adalah barang dengan kode
"102" yang harus dipesan kembali sebanyak 7 unit. Pertanyaannya adalah
mengapa harus dipesan sebanyak 7 unit? Mengapa tidak lebih atau kurang
dari 7 unit? Pemesanan kembali sebanyak 7 unit merupakan jumlah yang
paling ekonomis yang sudah dihitung melalui model matematik Economics
Order Quantity (EOQ).

E. KOMPONEN TEKNOLOGI

Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi.


Tanpa adanya teknologi yang mendukung maka sistem informasi tidak akan
dapat menghasilkan informasi yang tepat waktunya. Komponen teknologi
mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen
teknologi dapat dikelompokkan ke dalam dua macam kategori, yaitu
teknologi sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) dan
teknologi sistem telekomunikasi.

F. KOMPONEN KONTROL

Komponen kontrol juga merupakan komponen yang penting dan harus


ada di sistem informasi. Komponen kontrol ini digunakan untuk menjamin
bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi
yang akurat.
Sistem pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat
diklasifikasikan sebagai sistem pengendalian secara umum (general control
system) dan sistem pengendalian aplikasi (application control system). Lebih
2.26 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

lanjut, pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-


pengendalian sebagai berikut ini.
1. Pengendalian organisasi.
2. Pengendalian dokumentasi.
3. Pengendalian perangkat keras.
4. Pengendalian keamanan fisik.
5. Pengendalian keamanan data.
6. Pengendalian komunikasi.

Pengendalian aplikasi dapat diklasifikasikan sebagai pengendalian


masukan (input control), pengendalian proses (processing control) dan
pengendalian keluaran (output control). Pengendalian aplikasi umumnya
merupakan pengendalian yang sudah diprogramkan di perangkat lunaknya.
Pengendalian aplikasi, di antaranya control digit check, reasonable check,
zero balance check, matching check, echo check, batch control check .

.-
Pen:gen dalian ApJikasi
' -

Pengehdaiian '
Pehgenaalian ~- Pangeh d aJi a~ri
Ma~o kan Proses
. .. Ke l~uaran
~ -~-

Pengendalian S-ecara Umum


P.engerrdallian argantsasi P~nge ndaUan d ok~m en_ta~i
..Pengendallian perangkat keras PengendaJian ke.amanan fisH<

Gambar 2. 11.
Komponen pengendalian

G. KOMPONEN MANUSIA

Manusia bukan komponen dari sistem informasi. Manusia sebagai


komponen dari sistem informasi merupakan perdebatan yang sengit. Manusia
adalah komponen dari organisasi. Sebagai suatu sistem, organisasi
mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi,
struktur organisasi, kultur, tugas-tugas, dan manusia sebagai berikut ini.
e EKMA4434/ MODUL 2 2.27

Strul<tur Tug.as-
9~gani sasi , tug:as

Sistem
Ku.ltur
l'nformasi

- - ~------:--...-- _ -

Gambar 2.12.
Komponen-komponen Organisasi yang Membentuk Sistem Sosio-Teknologi

Komponen-komponen lainnya dari organisasi selain komponen sistem


informasi adalah komponen sosial dan komponen sistem informasi adalah
komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut dengan sistem
sosio-teknologi (socio-technological system).
Salah satu komponen dari organisasi adalah manusia. Manusia adalah
komponen dari organisasi bukan komponen dari sistem informasi. Di dalam
organisasi, manusia berinteraksi dengan sistem informasi, yaitu manusia
mengoperasikan sistem informasi dan menggunakan informasi yang
dihasilkannya. Dengan demikian, manusia adalah subjek dan sistem
informasi adalah objek yang digunakan oleh subjeknya. Dalam
pengembangan sistem informasi, yang harus dikembangkan adalah
komponen-komponen dari sistem informasinya. Setelah sistem informasi
selesai dikembangkan, sistem informasi ini mulai diterapkan di organisasi
menjadi komponen atau subsistem dari organisasi. Mulai saat itu, sistem
informasi berinteraksi dengan manusia yang merupakan komponen lain dari
organisasi. Manusia dilatih untuk mengoperasikan dan menggunakan sistem
informasi ini.
2.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

~~ -~
!

, ~
- -..--c
...
__.;..
....,_,..
LATIHAN

---- ~ - .

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa itu siklus pengolahan data? J elaskan!


a) Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai!
b) Siklus pengolahan data.
2) Siklus pengolahan data yang dikembangkan. Sebutkan dan jelaskan
komponen-komponen dari sistem teknologi informasi!
3) Jelaskan mengapa komponen-komponen dari sistem teknologi informasi
harus ada. Bagaimana jika beberapa komponen tidak ada? Bagaimana
jika beberapa komponen baru ditambahkan? Jelaskan!
4) Bedakan antara model matematik dan modellogika!
5) Jelaskan mengapa suatu sistem teknologi informasi memerlukan
pengendalian!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Untuk dapat menghasilkan informasi yang relevan (relevance), tepat


waktu (timeliness) dan akurat (accurate), sistem informasi memerlukan
enam komponen, yaitu (1) komponen input atau komponen masukan,
(2) komponen model, (3) komponen output atau komponen keluaran,
(4) komponen teknologi, (5) komponen basis data dan (6) komponen
kontrol atau komponen pengendalian. Keenam komponen ini harus ada
bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih
komponen tersebut tidak ada maka sistem informasi tidak akan dapat
mencapai tujuannya.
Manusia bukan komponen dari sistem informasi. Manusia adalah
komponen dari organisasi. Sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai
beberapa komponen atau subsistem, yaitu teknologi (termasuk sistem
informasi), struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Dengan
e EKMA4434/MODUL 2 2.29

demikian, manusia adalah komponen dari organisasi bukan komponen


dari sistem informasi.

TES FORMATIF 2
-------------------------------
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu
siklus. Siklus ini disebut dengan siklus ....
A. pengolahan informasi (information processing life cycle)
B. informasi (information cycle)
C. basis data (database life cycle)
D. pengembangan sistem (system development life cycle)

2) Untuk melakukan siklus pengolahan data diperlukan komponen-


komponen ....
A. input, proses, dan output
B. input, basis data, dan output
C. input, model, dan output
D. input, model, dan basis data

3) Siklus pengolahan data yang dikembangkan (extended data processing


life cycle) merupakan siklus pengolahan data dengan menambahkan
sebuah komponen, yaitu ....
A. model
B. kontrol
C. teknologi
D. basis data

4) Komponen model diperlukan untuk membuat output menjadi ....


A. relevan
B. tepat waktu
C. tepat teknologi
D. tepat nilai

5) Komponen kontrol diperlukan untuk membuat output menjadi ....


A. relevan
B. tepat waktu
C. tepat teknologi
D. tepat nilai
2.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

6) Komponen teknologi diperlukan untuk membuat output menjadi ....


A. relevan
B. tepat waktu
C. tepat teknologi
D. tepat nilai

7) Berikut ini yang tidak termasuk komponen-komponen dari sistem


informasi adalah ....
A. input
B. proses
C. output
D. basis data

8) Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen


dasar. Dokumen dasar (source document) mempunyai banyak manfaat,
kecuali dapat ....
A. menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan
ditangkap
B. dapat die atat dengan jelas, konsisten dan akurat
C. membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah
sehingga sangat berguna untuk pelacakan pemeriksaan (audit trail)
D. digunakan sebagai bukti pengolahan data

9) Basis data (database) adalah ....


A. kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya
B. kumpulan dari file yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya
C. data yang paling sederhana
D. bagian dari metadata

10) Berikut ini adalah pengendalian-pengendalian secara umum, kecuali


pengendalian ....
A. organisasi
B. dokumentasi
C. masukan
D. keamanan fisik

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
e EKMA4434/MODUL 2 2.31

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80- 89o/o = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80o/o atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
2.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) B
2) c 2) c
3) c 3) D
4) B 4) A
5) c 5) D
6) D 6) B
7) B 7) B
8) A 8) D
9) A 9) B
10) D 10) c
e EKMA4434/ MODUL 2 2.33

Daftar Pustaka

Hartono, Jogiyanto. (2000). Sistem lnformasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Hartono, Jogiyanto. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan


Terstruktur, Teori, dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Hartono, Jogiyanto. (2007). Sistem lnformasi Strategik. Edisi 2. Yogyakarta:


Penerbit Andi.

Hartono, Jogiyanto. (2005). Sistem Teknologi lnformasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Penerbit Andi.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. DeHayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (1999). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Third Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

Rockart, John F.; Michael J. Erl; Jeanne W. Ross. (1996). "Eight Imperatives
for the New IT Organization," Sloan Management Review 38, Fall.
MDDUL 3

Pengambilan Keputusan Manajemen


dan lnformasi yang Dibutuhkan

Prof. Dr. Jogiyanto, H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas pengambilan keputusan manajemen. Dengan


memahami karakteristik pengambilan keputusan manajemen maka
..IL.

dapat dirancang suatu sistem informasi yang tepat untuk manajemen


bersangkutan. Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar
pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang
penting di dalam menyediakan informasi untuk manajemen semua tingkatan.
Tiap-tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan
informasi yang berbeda. Oleh karena itu, untuk dapat menyediakan informasi
yang relevan dan berguna bagi manajemen maka pengembang sistem
informasi harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh
manajem.en dan tipe keputusannya.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan pelaku-pelaku atau aktor-aktor yang berkaitan atau yang
berkepentingan dalam SIM mulai dari top, middle, dan lower
management;
2. menjelaskan konsep dasar pengambilan keputusan;
3. menjelaskan hubungan antara atau arti penting sistem informasi bagi
pengambilan keputusan;
4. menjelaskan tipe kegiatan manajemen;
5. menjelaskan tipe keputusan manajemen;
6. menjelaskan peran manajemen dalam sistem informasi;
7. menjelaskan pengaruh gaya kognitif dalam pengambilan keputusan;
8. menjelaskan tipe informasi yang diperlukan manajemen;
9. menjelaskan karakteristik informasi manajemen pada organisasi;
10. menjelaskan metode pemilihan altematif informasi dalam pengambilan
keputusan.
3.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belaj ar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/MODUL 3 3.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Pengambilan Keputusan Manajemen

A. TIPE KEGIATAN MANAJEMEN

Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam


organisasi. Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
manajemen tingkat bawah (tingkat operasional), manajemen tingkat
menengah (tingkat taktik), dan manajemen tingkat atas (tingkat strategik).
Kegiatan-kegiatan manajemen mempengaruhi pengolahan informasi
karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing tingkatan.
Kebutuhan informasi yang berbeda ini dapat diketahui dari masing-masing
kegiatan manajemen tersebut. Kegiatan manajemen untuk masing-masing
tingkatan dapat dikategorikan sebagai berikut ini.
1. Perencanaan strategik (strategic planning) merupakan kegiatan
manajemen tingkat atas.
2. Pengendalian manajemen (management control) merupakan kegiatan
manajemen tingkat menengah.
3. Pengendalian operasi (operational control) merupakan kegiatan
manajemen tingkat bawah.

Manajemen.
tingkat
a.tas.

. Manajemen tingkat menengah

Manajemen tingk.at bawah

Gambar 3.1.
Tingkatan Manajemen
3.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

1. Perencanaan Strategik
Anthony dan Dearden (1980) mendefinisikan perencanaan strategik
sebagai proses penentuan tujuan-tujuan (goals) dari organisasi dan strategi-
strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Pada dasarnya perencanaan strategik, meliputi berikut ini.

a. Proses evaluasi ling kung an luar organisasi


Lingkungan luar organisasi selalu berubah secara konstan dan
perubahan-perubahan ini mungkin dapat mengakibatkan perubahan terhadap
strategi-strategi. Pengaruh dari lingkungan luar dapat berupa kesempatan-
kesempatan pasar, teknologi, tekanan-tekanan politik, sosial, persaingan,
inflasi dan lain sebagainya. Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya
organisasi. Oleh karena itu, manajemen tingkat atas harus pandai
mengevaluasinya. Manajemen tingkat atas harus dapat bereaksi terhadap
kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh lingkungan luar, misalnya
produk baru, pasar baru, pengembangan pasar. Selain itu, manajemen tingkat
atas harus tanggap terhadap tekanan-tekanan dari lingkungan luar yang dapat
merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi
kesempatan.

b. Penetapan tujuan
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi
yang dimiliki oleh manajemen. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat
atas di dalam proses perencanaan strategik yang bersifat jangka panjang
(long-range). Misalnya, tujuan perusahaan adalah dalam waktu 5 tahun
menjadi penjual yang terbesar di dalam industri dengan menguasai 60%
pasar.

c. Penentuan strategi
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Inilah yang disebut dengan strategi. Dengan strategi semua kemampuan yang
berupa sumber-sumber daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat
diraih. Sumber-sumber daya organisasi dapat berupa sumber-sumber daya
yang terlihat seperti misalnya material, modal, personil serta sumber-sumber
daya kesempatan-kesempatan lingkungan luar organisasi. Contoh strategi
adalah strategi low cost leadership, inovasi, fokus. Manajemen dapat memilih
e EKMA4434/MODUL 3 3.5

satu atau lebih strategi yang sesuai dengan lingkungan persaingannya.


Apabila strategi ini berhasil dilakukan maka tujuan organisasi akan dapat
tercapai. Strategi ditentukan dan diformulasikan oleh manajemen tingkat atas
dan diimplementasikan oleh manajemen tingkat menengah dan tingkat
bawah.

2. Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen (management control) adalah sistem untuk
meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah
ditetapkan dengan efektif dan efisien. Pengendalian manajemen merupakan
tingkatan taktik (tactical level), yaitu bagaimana manajemen tingkat
menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan
dengan berhasil. Taktik yang dijalankan biasanya bersifat jangka pendek,
kurang atau sama dengan satu tahun.
Masing-masing manajemen bagian bertanggung jawab mengendalikan
penggunaan sumber-sumber daya di dalam organisasi dengan efisien dan
efektif. Pusat-pusat pertanggungjawaban (responsibility centers) merupakan
komponen dari sistem pengendalian manajemen, yang dapat berbentuk pusat
biaya (cost center), pusat laba (profit center) dan pusat investasi (investment
center). Sasaran-sasaran (objectives) harus dipasang supaya sumber-sumber
daya menjadi optimal. Penetapan standar adalah penerapan sasaran-sasaran
yang akan dicapai. Masing-masing manajer pusat pertanggungjawaban
mewujudkan strategi yang dirancang oleh manajemen atas dengan cara
mengendalikan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dari sasaran yang
akan dicapai.
Di dalam pengendalian manajemen terdapat proses yang menunjukkan
apa yang harus dilakukan oleh manajer. Proses pengendalian manajemen
terdiri dari tahapan pembuatan program kerja (programming), penyusunan
anggaran (budgeting), pelaksanaan dan pengukuran (operating and
measurement), serta pelaporan dan analisis (reporting and analysis).

3. Pengendalian Operasi
Pengendalian operasi (operational control) adalah sistem untuk
meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif
dan efisien. Pengendalian operasi ini merupakan penerapan program yang
telah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi dilakukan
3.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

di bawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada


tugas-tugas tingkat bawah.
Kegiatan-kegiatan dalam manajemen tingkat atas lebih menjurus ke
perencanaan jangka panjang dan penentuan-penentuan strategi. Lebih bawah
tingkatannya, kegiatan manajemen lebih menjurus ke hal-hal yang sifatnya
terperinci dan operasional.

B. TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN

Pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan manajemen


di dalam pemilihan altematif untuk mencapai sasaran. Kegiatan dilaksanakan
setelah keputusan diambil. Keputusan yang dilakukan oleh manajer tingkat
bawah sifatnya adalah rutin dan berulang-ulang yang disebut dengan istilah
terprogram (programmed) atau keputusan terstruktur (structured decision).
Terprogram bukan berarti keputusan yang dibuat oleh komputer melalui
suatu program komputer, tetapi berupa suatu kumpulan prosedur yang
dilakukan berulang-ulang. Keputusan pada tingkat yang lebih tinggi sifatnya
adalah lebih tidak terprogram atau lebih tidak terstruktur.
Secara ringkas, keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan ke
dalam tiga tipe, yaitu sebagai berikut ini.
1. Keputusan terprogram (programmed decision) atau keputusan terstruktur
(structured decision).
2. Keputusan setengah terprogram (semi-programmed decision) atau
keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision).
3. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision) atau keputusan
tidak terstruktur (unstructured decision).

1. Keputusan Tidak Terstruktur


Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision) adalah keputusan
yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini
terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan
tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan
biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal
yang sangat penting di dalam pengambilan keputusan tidak terstruktur.
Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan
tidak terstruktur yang jarang terjadi.
e EKMA4434/MODUL 3 3.7

2. Keputusan Setengah Terstruktur


Keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision) adalah
keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin
dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan tipe ini seringnya bersifat rumit
dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh dari keputusan tipe ini misalnya adalah keputusan membeli sistem
komputer yang lebih canggih. Contoh yang lainnya adalah keputusan alokasi
dana promosi.

3. Keputusan Terstruktur
Keputusan terstruktur (structured decision) adalah keputusan yang
berulang-ulang dan rutin sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur
terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah. Contoh dari
keputusan tipe ini misalnya adalah keputusan pemesanan barang, keputusan
penagihan piutang.

Karakter:istik K~put,Wsan Manajemen: Tipe k.egiatan manajemsn:

1 ..Tidak berulang-ulang
2. Tidak ferprogram:
~.. tioak t~r:~tr~ktur
, 4. Tidak muda'b di-
predi~si
.Perencanaan
strategi
5. lnformasi tidak . Manajemen
i. Peng;aw.asan - .mudah~ terse<iia ti rrg-kat atas
langsu,ng Pengendalian
2~ Te!prog-r-a_
m mana}jem.err Man~jeme.n.
3! Terstrukfur tihgkat menenga.h
4. Mudah dipredik~i engeliidalian ,
5:.. lnfo.tmasi umu.nitl.Ya
I ' 'Manajemen
oper.asi
mudah~ ters<?di.a .
tingkat baw.ah

Gambar 3.2.
Tipe Keputusan Manajemen

C. PERAN MANAJEMEN

Menurut Henry Mintzberg, ahli manajemen dari Kanada, manajer


mempunyai beberapa peran yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori,
yaitu peran hubungan personal (interpersonal), peran informasi
(informational), dan peran keputusan (decisional).
3.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Peran interpersonal, yaitu peran hubungan personal dapat terdiri dari


figur kepala (figure head), pemimpin (leader) dan sebagai penghubung
(liaison). Sebagai figur kepala (figure head), manajer mewakili organisasi
untuk kegiatan-kegiatan di luar organisasi. Sebagai pemimpin (leader),
manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi dan mendukung
bawahan-bawahannya. Sebagai penghubung (liaison), manajer meng-
hubungkan personal-personal di semua tingkatan manajemen.
Peran informasi (informational), yaitu peran dari manajer sebagai pusat
saraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yang paling
mutakhir dan sebagai penyebar (disseminator) informasi ke seluruh personal
di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara
(spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yang
dimilikinya.
Peran keputusan (decisional) yang dilakukan oleh manajer adalah
sebagai entrepreneur, sebagai orang yang menangani gangguan (disturbance
handler), sebagai orang yang mengalokasikan sumber-sumber daya (resource
allocator) organisasi dan sebagai negosiator (negotiator) jika terjadi konflik
di dalam organisasi.
Untuk menjalankan peranannya, manajer-manajer di organisasi
membutuhkan sistem informasi. Sistem-sistem informasi ini dapat digunakan
oleh manajer-manajer untuk mendukung kegiatan dan perannya.

D. GAYA KOGNITIF PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pengambilan keputusan bukan proses satu aktivitas saja, tetapi melewati


beberapa aktivitas. Herbert Simon, ahli kognitif pemenang nobel,
memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan, yaitu
intelligence, design, choice dan implementation. Tahap pertama, yaitu
intelligence adalah tahap pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan
permasalahannya. Pada tahap pertama ini, informasi yang dikumpulkan dapat
diperoleh dari sistem informasi manajemen. Tahap kedua, yaitu design
adalah tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif-alternatif pemecahan
masalah. Tahap kedua ini dapat dilakukan dengan menggunakan decision
support system yang memberikan banyak altematif pilihan solusi yang dapat
dipilih. Tahap ketiga, yaitu choice adalah tahap memilih solusi dari alternatif-
alternatif yang disediakan. Tahap ini juga dapat dilakukan dengan memilih
alternatif-alternatif solusi yang disediakan oleh decision support system.
Tahap keempat yaitu implementation adalah tahap melaksanakan keputusan
dan melaporkan hasilnya.
e EKMA4434/MODUL 3 3.9

Sistem-sistem informasi yang dapat digunakan untuk masing-masing


tahap kegiatan pengambilan keputusan dapat dilihat di gambar berikut ini.

Tabel 3.1.
Tahapan Pengambilan Keputusan dan Sistem lnformasinya

Tahapan Pen ambilan Keputusan Sistem lnformasi


Intelligence Sistem informasi manajemen
Design Decision Support System
Choice Decision Support System
Implementation -

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang:


a) Tingkatan manajemen.
b) Kegiatan manajemen.
c) Tipe keputusan manajemen.
2) Jelaskan dan bedakan antara kegiatan-kegiatan berikut ini.
a) Perencanaan strategik (strategic planning).
b) Pengendalian manajemen (management control).
c) Pengendalian operasi (operational control)
3) Apa yang disebut dengan pusat pertanggungjawaban. Ada berapa macam
pusat pertanggungjawaban? Jelaskan!
4) J elaskan perbedaan antara:
a) Keputusan terprogram (programmed decision).
b) Keputusan setengah terprogram (semi-programmed decision).
c) Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision).
5) Jelaskan perbedaan antara:
a) Keputusan terstruktur (structured decision).
b) Keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision).
c) Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision).

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.


3.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

RANGKUMAN
------------------------------------

Untuk dapat memahami pengambilan keputusan manajemen dengan


lebih baik maka perlu dipahami juga beberapa hal yang berhubungan
dengan pengambilan keputusan manajemen ini, meliputi tipe kegiatan
manajemennya, tipe keputusan yang dilakukan manajemen, peran
manajemennya, dan tahapan-tahapan pengambilan mereka.
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam
organisasi. Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi tiga bagian,
yaitu manajemen tingkat bawah (tingkat operasional), manajemen
tingkat menengah (tingkat taktik), dan manajemen tingkat atas (tingkat
strategik). Kegiatan manajemen untuk masing-masing tingkatan dapat
dikategorikan sebagai (1) perencanaan strategik (strategic planning),
merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, (2) pengendalian
manajemen (management control), merupakan kegiatan manajemen
tingkat menengah, dan (3) pengendalian operasi (operational control),
merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah.
Pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan
manajemen di dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran.
Kegiatan dilaksanakan setelah keputusan diambil. Keputusan yang
dilakukan oleh manajer berbeda untuk masing-masing tingkatan
manajemennya, yaitu (1) keputusan terprogram (programmed decision)
atau keputusan terstruktur (structured decision), (2) keputusan setengah
terprogram (semi-programmed decision) atau keputusan setengah
terstruktur (semi-structured decision), dan (3) keputusan tidak
terprogram (nonprogrammed decision) atau keputusan tidak terstruktur
(unstructured decision).
Manajemen tidak hanya mempunyai peran tunggal. Kenyataannya,
menurut Henry Mintzberg, manajemen mempunyai beberapa peran yang
dapat diklasifikasikan sebagai ( 1) peran hubungan personal
(interpersonal), (2) peran informasi (informational) dan (3) peran
keputusan (decisional).
Pengambilan keputusan bukan proses satu aktivitas saja, tetapi
melewati beberapa aktivitas. Herbert Simon memperkenalkan empat
aktivitas dalam proses pengambilan keputusan, yaitu intelligence,
design, choice, dan implementation.
e EKMA4434/MODUL 3 3.11

TES FORMATIF 1
--------------------------------
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam


organisasi. Tingkat taktik merupakan tingkatan manajemen ....
A. bawah
B. menengah
C. atas
D. menengah atas

2) Kegiatan manajemen strategik merupakan tingkatan manajemen ....


A. bawah
B. menengah
C. atas
D. menengah atas

3) Pusat-pusat pertanggungjawaban dibuat dalam rangka kegiatan



manaJemen ....
A. perencanaan strategik (strategic planning)
B. pengendalian manajemen (management control)
C. pengendalian operasi (operational control)
D. pengendalian akuntansi (accounting control)

4) Mengevaluasi lingkungan luar organisasi merupakan bagian dari


kegiatan manajemen ....
A. perencanaan strategik (strategic planning)
B. pengendalian manajemen (management control)
C. pengendalian operasi (operational control)
D. pengendalian akuntansi (accounting control)

5) Contoh strategi yang dapat diformulasikan oleh manajemen, kecuali ....


A. low cost leadership
B. promosi
C. inovasi
D. fokus

6) Berikut ini yang tidak termasuk dalam proses di pengendalian


manajemen adalah sebagai berikut ....
A. pembuatan strategi
B. pembuatan program kerja (programming)
3.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. penyusunan anggaran (budgeting)


D. pelaksanaan dan pengukuran (operating and measurement)

7) Kegiatan-kegiatan dalam manajemen tingkat atas lebih menjurus ke


perencanaan jangka panjang dan penentuan-penentuan strategi. Lebih
bawah tingkatannya, kegiatan manajemen lebih menjurus ke hal-hal
yang sifatnya ....
A. terperinci dan operasional
B. tidak rutin
C. lebih luas
D. setengah terstruktur

8) Keputusan terprogram adalah keputusan ....


A. tidak rutin, seperti proses program komputer
B. sifatnya adalah rutin dan berulang-ulang
C. tidak terstruktur (unstructured decision)
D. dibuat oleh komputer melalui suatu program komputer

9) Peran pemimpin (leader) merupakan bagian dari peran ....


A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

10) Peran penghubung (liaison) merupakan bagian dari peran ....


A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

11) Peran penyebar (disseminator) informasi ke seluruh personal di


organisasi merupakan bagian dari peran ....
A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

12) Peran juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan


tentang informasi organisasi merupakan bagian dari peran ....
A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
e EKMA4434/ MODUL 3 3.13

C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

13) Peran yang menangani gangguan (disturbance handler) merupakan


bagian dari peran ....
A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

14) Peran mengalokasikan sumber-sumber daya (resource allocator)


organisasi merupakan bagian dari peran ....
A. hubungan personal (interpersonal)
B. informasi (informational)
C. strategik (strategical)
D. keputusan (decisional)

15) Pengambilan keputusan yang dihubungkan dengan kognitif terdiri dari


beberapa aktivitas, yaitu ....
A. pengendalian operasi (operational control), pengendalian
manajemen (management control), dan perencanaan strategik
(strategic planning)
B. keputusan terstruktur (structured decision), keputusan setengah
terstruktur (semi structured decision), dan keputusan tidak
terstruktur (unstructured decision)
C. intelligence, design, choice dan implementation
D. decision, control, dan planning

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
3.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/MODUL 3 3.15

KEGIATAN BELAL.JAR 2

lnformasi untuk
Pengambilan Keputusan Manajemen

anajemen membutuhkan informasi untuk pengambilan keputusan


...... mereka. Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen berbeda untuk
masing-masing manajer yang berbeda, tergantung dari tingkatan
manajemennya. lnformasi yang berbeda ini berimplikasi pada tipe dan
karakteristik informasi yang berbeda.

A. TIPE INFORMASI

Sistem informasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul


data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan-laporan keuangan
saja, tetapi mempunyai peranan yang lebih penting di dalam menyediakan
informasi bagi manajemen untuk fungsi-fungsi perencanaan, alokasi-alokasi
sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan-laporan dari sistem
informasi memberikan informasi kepada manajemen mengenai
permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam organisasi untuk menjadi
suatu bukti yang berguna di dalam menentukan tindakan yang diambil.
Sistem informasi dapat menyediakan tiga macam tipe informasi, masing-
masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan manajemen yang
berbeda, yaitu sebagai berikut.

1. Informasi Pengumpulan Data (Scorekeeping Information)


lnformasi pengumpulan data (scorekeeping information) merupakan
informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab
pertanyaan: Am I doing well or badly? (Apakah saya sudah mengerjakannya
dengan baik atau belum?). Informasi ini berguna bagi manajer bawah untuk
mengevaluasi kinerja personil-personilnya.

2. Informasi Pengarahan Perhatian (Attention Directing Information)


Informasi pengarahan perhatian (attention directing information)
merupakan informasi untuk membantu manajemen memusatkan perhatian
pada masalah-masalah yang menyimpang, ketidakberesan, ketidakefisienan
dan kesempatan-kesempatan yang dapat dilakukan. Informasi ini untuk
menjawab pertanyaan: What problem should I look into? (Permasalahan
3.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

apakah yang seharusnya saya amati?). Informasi ini akan membantu


manajemen menengah untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi.

3. Informasi Pemecahan Masalah (Problem Solving Information)


Informasi pemecahan masalah (problem solving information) merupakan
informasi untuk membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan
permasalahan yang dihadapinya. Informasi ini untuk menjawab pertanyaan:
Of the several ways of doing the job, which is the best? (Manakah yang
terbaik dari beberapa cara melakukan pekerjaan?). Problem solving biasanya
dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulang-ulang serta
situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat
atas.

l'n formasi
Petencanaatn
@emee~han
strategi
masatah
M~nfJJem~n
-
. tingkat atas
Peo.gertoaJian JnfoYmasl
rnanajernen Manajemen p~ngarrahavr
'tiogkat menengab. pe. rha.t~a n
-
PengendaJian lnf~rmasi
Man~jemen
opera~t ting_kat bawah pengumpuJan
data
Gambar 3.3.
Ti pe Informasi

B. KARAKTERISTIK INFORMASI

Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen


maka manajemen membutuhkan informasi yang berguna. Untuk tiap-tiap
tingkatan manajemen dengan kegiatannya yang berbeda, dibutuhkan
informasi dengan karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik informasi
misalnya adalah kepadatan informasinya, luas informasinya, frekuensi
informasinya, skedul informasinya, waktu informasinya, akses informasinya
dan sumber informasinya.
e EKMA4434/MODUL 3 3.17

1. Kepadatan Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah
terperinci (detail) dan kurang padat karena terutama digunakan untuk
pengendalian operasi. Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya,
mempunyai karakteristik informasi yang semakin tersaring (terjilter), lebih
ringkas dan padat.

Lebih atas:
- Serna kin tersaring (terfilter)
.. Lebih ringkas
-. Padat

.L~bih bawah::
- Terperincf (~eta!()
- KlJr,ang. padat"

Gambar 3.4.
Kepadatan lnformasi

2. Luas Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah
terfokus pada suatu masalah tertentu karena digunakan oleh manajer bawah
yang mempunyai tugas yang khusus. Untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, membutuhkan informasi dengan karakteristik informasi yang
semakin luas karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yang
luas.

Lebih atas~
- Tida.k tertbkus
- Lebjh IUas

Lebih
... bawah:
- Terfokus
- Tidak luas

Gambar 3.5.
Luas Informasi
3.18 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

3. Frekuensi Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, frekuensi informasi yang diterimanya
adalah rutin karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas
yang terstruktur dengan pola yang berulang-ulang dari waktu ke waktu.
Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, frekuensi informasinya
adalah tidak rutin atau ad hoc (mendadak) karena manajemen atas
berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola dan
waktunya tidakjelas.

Lebih atas:
-Tfdak rutin
- ad-hoc (menctada_
k)

Lebib bawah:
-Rutin
- Tidak mendadak

Gambar 3.6.
Frekuensi lnformasi

4. Skedul Informasi
Untuk rnanajemen tingkat bawah, informasi yang diterimanya
mempunyai jadwal atau skedul yang jelas dan periodik karena digunakan
oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang terstruktur. Untuk
manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, skedul informasinya adalah tidak
terskedul karena manajemen atas berhubungan dengan pengambilan
keputusan tidak terstruktur.

Lebjh
- atas:
. .
- .Jadual tidak jeJa:s
- Tidak terskedul
- Tldak periodik

- bawah~
Lebih. . .
- Jadual jelas
- Sk-edul jelas
~ Periodik

Gam bar 3. 7.
Skedul lnformasi
e EKMA4434/MODUL 3 3.19

5. Waktu Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah
informasi historis karena digunakan oleh manajer bawah di dalam
pengendalian operasi yang memeriksa tugas-tugas rutin yang sudah terjadi.
Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, waktu informasinya lebih
ke masa depan berupa informasi prediksi karena digunakan oleh manajemen
atas untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut nilai masa
depan.
Lebih atas:
- Prediksi
- Masa depan

Lebi'h bawah:
- Historls
- Masa IBiu

Gambar 3.8.
Waktu lnformasi

6. Akses Informasi
Manajemen tingkat bawah membutuhkan informasi yang periodenya
jelas dan berulang-ulang sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem
informasi yang memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan
demikian, akses informasi untuk manajemen bawah dapat tidak secara online,
tetapi dapat secara offline. Sebaliknya, untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, periode informasi yang dibutuhkannya tidak jelas sehingga
manajer-manajer tingkat atas perlu disediakan akses online untuk mengambil
informasi kapan pun mereka membutuhkannya.

Leblh atas;
-Online

Lebih bawah:
-offline

Gam bar 3. 9.
Akses Informasi
3.20 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

7. Somber Informasi
Oleh karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pada pengendalian
operasi internal perusahaan maka manajer-manajer tingkat bawah lebih
membutuhkan informasi dengan data yang bersumber dari internal
perusahaan sendiri. Semakin bawah tingkatannya, manajer-manajer juga
membutuhkan informasi yang sumber datanya berasal dari transaksi
keuangan perusahaan. Akan tetapi, manajer-manajer tingkat atas lebih
berorientasi pada masalah perencanaan strategik yang berhubungan dengan
lingkungan luar perusahaan sehingga membutuhkan informasi dengan data
yang bersumber pada eksternal perusahaan. Semakin atas tingkatannya,
manajer-manajer juga membutuhkan informasi yang sumber datanya berasal
dari transaksi non-keuangan perusahaan. Penelitian Jones dan McLeod
(1980) menunjukkan bahwa pengendalian tingkat atas menerima informasi
eksternal sebesar 48%.

Lebih atas~
Eksternal
- Lebih non-keuangan

Lebih bawah:
- IJ71ternal
- Leoih keuangan

Gam bar 3.1 0.


Sumber lnformas1

Secara keseluruhan, hubungan antara karakteristik informasi dengan tipe


kegiatan manajemennya adalah tampak pada gambar berikut ini.
e EKMA4434/MODUL 3 3.21

Tipe kegiatan manajemen: Tipe informasi Karakteristik informasi:

r\ 1.2.Tersaring
Luas
, padat
- -
_ 1.

3. Ad Hoc, tidak rutin


4 . Tidak terskedul
5. Masa depan,
Perencanaan lnformasi prediksi
- . ...o
; - -- -
n o rn o ,-.-::.h-::.n
t-''-'11 l v V U I l U I I - - -6: 0n1hw---
Manajemen masalah 7. Eksternal
tingkat atas
~-------=.----:.. - - - - . -. - - - - 1. Terinci. _
tidak padat
Pengendalian lnformasi 2. Terfokus
Manajemen
.

mana1emen

oenaarahan ~ R1 1fin
~

"' ''""'"''.
tingkat menengah perhatian 4. Terskedul , periodik
5. Historis

Pengendafian IVIanaJemen .. rnfofmasr 6. Off:..iine
operas1

tingkat bawah + pengumpulan 7. Internal
. _data

Gambar 3.11.
Tahapan Pengambilan Keputusan dan Sistem lnformasinya

Gambar di atas menunjukkan bahwa tingkatan manajemen yang berbeda


membutuhkan informasi yang berbeda karakteristiknya, misalnya manajemen
tingkat bawah yang merupakan tingkat operational membutuhkan laporan
yang terperinci mengenai semua penjualan yang terjadi untuk tiap-tiap
daerah. Informasi yang berguna untuk manajemen menengah yang
merupakan tingkat taktik harus lebih tersaring untuk pengendalian
manajemen dan dapat berupa informasi penjualan total masing-masing
daerah, sedangkan manajemen tingkat atas yang merupakan tingkatan
strategik membutuhkan informasi yang lebih tersaring lagi, yaitu dapat
berupa informasi total penjualan keseluruhan.

C. SISTEM-SISTEM INFORMASI DI FUNGSI-FUNGSI


ORGANISASI

Sistem-sistem informasi dapat diterapkan secara internal dan eksternal


perusahaan. Secara eksternal, sistem-sistem informasi yang ada ditarik ke
luar menjangkau ke pemasok dan pelanggan. Secara internal, sistem-sistem
informasi dapat diterapkan di dalam fungsi-fungsi organisasi atau di
tingkatan-tingkatan organisasi.
Tergantung dari perusahaannya, jika struktur organisasi didasarkan pada
fungsi-fungsi organisasinya maka unit-unit di perusahaan dikelompokkan ke
dalam beberapa fungsi atau departemen, seperti akuntansi, keuangan,
pemasaran, produksi, sumber daya manusia. Konsep sistem informasi di
modul sebelumnya yang terdiri dari enam komponen jika diterapkan ke
3.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

dalam fungsi akuntansi akan menjadi sistem informasi akuntansi (accounting


information system). Jika konsep sistem yang sama diterapkan di fungsi
keuangan maka akan menjadi sistem informasi keuangan (financial
information system). Jika konsep yang sama diterapkan di fungsi pemasaran
akan menjadi sistem informasi pemasaran (marketing information system).
Jika konsep yang sama diterapkan di fungsi produksi akan menjadi sistem
informasi produksi (production information system atau manufacturing
information system) dan jika konsep yang sama diterapkan di fungsi sumber
daya manusia akan menjadi sistem informasi sumber daya manusia (human
resource information system). Sistem-sistem informasi ini dikenal dengan
nama sistem-sistem informasi manajemen (management information systems)
yang sudah diterapkan di Amerika Serikat pada tahun 1970-an.
Sistem-sistem informasi fungsional (junctional information systems) ini
dimaksudkan untuk menyediakan informasi kepada manajer-manajer fungsi.
Misalnya, sistem informasi pemasaran merupakan sistem informasi yang
diterapkan di fungsi pemasaran untuk menyediakan informasi bagi manajer-
manajer di fungsi pemasaran ini. Manajer-manajer fungsi dapat
dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu manajer bawah, menengah,
dan atas.
e EKMA4434/ MODUL 3 3.23

IM.&n~~~ t_ingkat

afas:
fPer~nc~naan strateiik.

.c:
Manaje1 Ungkat m~n ~ngah: s...:
ro
Pe(1gendaUan rnan~jemen. ~
c:::
err
(/)
-~
~
.qr
co "':''
E -o
.:::;
CD 0 ~
~ ~
~

0..
.""
~
-c
fJ')
0...
(j) ~
~~
0) 0)
Manaj.e r t ingkat ba.wah: c~
Pengendalian operasi 1..{ tt u.. ~

c
c ~
co
0) co -
'(f)

1:: en .:::t!.
ro co ]
.co
'::J E -o
e -
(J).

~ ~
::::J
0.. c
-co
Ul'
._
en
ro
-
f.()
co
--co
Ul~
(U

E~
E
"-
g m
E >-
~
0 0 ...,..
0 0 CU
1:0
-E -E
"+- '+-,
c c
-.E c
-E ~
........

(])
OJ
+-'
en
........ 2V) 2 E
-
(j)
-~
(/') -
Cl)
..f1 ::l
t-n([J

Siste.m lnformasi Akuntansi

Gambar 3.12.
Sistem-sistem lnformasi Fungsional di Fungsi-fungsi Organisasi

Pada Gambar 3.12 terlihat bahwa sis tern informasi akuntansi mendasari
sistem-sistem informasi fungsional yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa
sistem-sistem informasi lainnya berhubungan dengan sistem informasi
akuntansi. Sistem informasi akuntansi mendasari yang lainnya karena semua
sistem-sistem informasi lainnya membutuhkan data keuangan yang sudah ada
di sistem informasi akuntansi. Ini mempunyai implikasi bahwa suatu
perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan
untuk membangun sistem informasi akuntansi yang baik terlebih dahulu.
Sistem informasi akuntansi menyimpan semua data keuangan dari semua
fungsi organisasi di basis datanya. Selanjutnya, apabila ingin membangun
sistem-sistem informasi lainnya, data keuangan dari sistem ini tidak perlu
dibuat dan disimpan lagi di basis data fungsi bersangkutan, tetapi dapat
diambilkan dari sistem informasi akuntansi.
3.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

D. SISTEM-SISTEM INFORMASI DI TINGKATAN ORGANISASI

Perkembangan persaingan menyebabkan manajer-manajer fungsi merasa


tidak cukup mendapatkan informasi dari sistem informasi manajemen di
fungsinya karena sistem informasi fungsional ini hanya menyediakan
informasi yang rutin. Oleh karena persaingan yang lebih kompleks memaksa
manajer untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat waktu untuk
mendukung permasalahan mereka yang ad hoc. Untuk keperluan ini,
manajemen membutuhkan sistem-sistem informasi tambahan yang khusus
yang berbeda untuk masing-masing tingkatannya. Gambar berikut ini
menunjukkan sistem-sistem informasi di tingkatan manajemen.

CD' Execuflve
lnfor,matlon
d
~ System (ElS)
-~ Perencanaan
- - -
_(].} ~ ~

...... strqtegi
0
~~

Manajemen
c-
- ~ . at-as
tinakat
.o
~
.cu
.-
~
~

::s
Decision Support
System (D.SS), GSSJ
Pengendalian
' .
111an~Jemen Mana}emen
-~
GIS., ES, ANN tingkat r:nenengah
Q)
Q
-~ Transaction Processtng
0 Sy,stem ,(TPS), ERA.- Penge_ndalian
qper~~ l Ma:najemen
Process Control tlngkat bawah
System (PCS).

Gambar 3.13.
Sistem-sistem lnformasi di Tingkatan Manajemen

Manajer tingkat bawah secara umum membutuhkan sistem informasi


transaction processing systems (TPS) dan Enterprise Resource Planning
(ERP) untuk mendukung kegiatan operasionalnya. ERP merupakan sistem
informasi yang terintegrasi meliputi beberapa fungsi-fungsi di organisasi.
Contoh dari ERP adalah SAP. Sebenarnya ERP tidak hanya untuk manajer
tingkat bawah, tetapi juga menghasilkan informasi yang berguna untuk
manajer-manajer tingkat menengah dan atas. Manajer tingkat bawah di fungsi
produksi membutuhkan sistem pengontrol proses produksi atau process
control system (PCS) untuk membantu proses produksi menghasilkan produk
yang berkualitas.
e EKMA4434/ MODUL 3 3.25

Manajer tingkat menengah membutuhkan sistem-sistem informasi


tambahan seperti decision support system (DSS), group support system
(GSS), geographic information system (GIS), expert system (ES) dan
artificial neural network (ANN).
Manajer tingkat atas membutuhkan tambahan sistem informasi khusus
yang disebut dengan executive information system (EIS) atau juga disebut
executive support system (ESS).
Semua manajer di semua tingkatan dihubungkan dengan office
automation system (OAS). OAS menyediakan fasilitas untuk melakukan
komunikasi (e-mail, chat dan lainnya) dan kolaborasi (misalnya
teleconference) antar-orang di organisasi.

E. KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI

Dari pembahasan-pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan


bagaimana hubungan antara manajemen, informasi yang dibutuhkan, dan
sistem-sistem informasi yang diperlukan sebagai berikut ini.
1. Manajemen mempunyai tingkatan yang berbeda, yaitu tingkatan bawah,
menengah dan atas.
2. Kegiatan manajemen masing-masing tingkatan berbeda, yaitu
pengendalian operasi untuk manajemen tingkat bawah, pengendalian
manajemen untuk tingkat menengah dan perencanaan strategik untuk
tingkat atas.
3. Oleh karena tipe kegiatan manajemennya yang berbeda untuk tiap
tingkatan maka karakteristik kegiatannya juga berbeda untuk masing-
masing tingkatan, misalnya untuk tingkat bawah lebih terstruktur dan
berulang-ulang, sedang untuk tingkat atas lebih tidak terstruktur atau
tidak berulang-ulang.
4. Oleh karena ketiga tingkatan manajemen mempunyai tipe dan
karakteristik kegiatannya yang berbeda maka informasi yang dibutuhkan
oleh masing-masing tingkatan juga berbeda. Tipe informasi untuk
tingkat bawah lebih ke pengumpulan dan tabulasi data yang disebut
dengan informasi pengumpulan data (scorekeeping information). Tipe
informasi yang dibutuhkan manajemen menengah untuk pengendalian
manajemen digunakan untuk memperbaiki penyimpangan-
penyimpangan yang ada sehingga tipe informasinya lebih ke informasi
pengarahan perhatian (attention directing information). Manajer tingkat
3.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

atas dengan kegiatannya berupa perencanaan strategik membutuhkan


informasi untuk pemecahan masalah (problem solving information).
5. Tipe informasi untuk masing-masing tingkatan manajemen berbeda.
Oleh karena informasi ini berbeda untuk kegiatan manajemen yang
berbeda maka karakteristik informasi yang disajikan juga berbeda
supaya memenuhi kebutuhan manajemen yang menggunakannya.
Misalnya, untuk manajemen bawah, informasi yang disajikan harus
terinci (untuk pengawasan internal) dan dapat diserahkan secara periodik
(karena kegiatan manajemennya terstruktur dan berulang-ulang secara
rutin dan jelas) sehingga untuk manajemen bawah dapat disajikan akses
informasi yang tidak online. Untuk manajemen atas, informasi yang
disajikan harus ringkas dan harus disajikan sewaktu-waktu dibutuhkan
(karena kegiatan manajemennya tidak terstruktur) sehingga untuk
manajemen atas dibutuhkan akses informasi yang online.
6. Dari tipe dan karakteristik kegiatan manajemen dan informasi yang
dibutuhkan maka dapat ditentukan sistem-sistem yang diperlukannya,
misalnya Executive Information System (EIS) untuk manajemen tingkat
atas, DSS dan ES untuk manajemen tingkat menengah. Misalnya EIS,
dengan mengetahui tipe dan karakteristik informasi yang dibutuhkan
maka sistem EIS ini harus dirancang dan mempunyai karakteristik yang
sesuai dengan karakteristik kegiatan manajemen dan karakteristik
informasi yang dibutuhkannya, yaitu EIS harus berupa sistem online,
informasinya tersaring dan padat, sumber informasinya dari luar,
menyediakan informasi yang ad hoc, tidak terskedul, ruang lingkupnya
luas dan menyediakan informasi prediksi. Demikian juga dengan sistem-
sistem informasi fungsional, yaitu sistem informasi akuntansi, sistem
informasi pemasaran, sistem informasi keuangan, sistem informasi
sumber daya manusia dan sistem informasi produksi yang digunakan
untuk semua tingkatan manajemen harus dapat memberikan informasi
yang berbeda tipe dan karakteristiknya untuk masing-masing tingkatan
manajemen yang berbeda.
e EKMA4434/MODUL 3 3.27

- -.' .......
-~ LA T I H A N
I '
- .., -~
' .., - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) J elaskan dan bedakan tentang:


a) lnformasi pengumpulan data (scorekeeping information).
b) Informasi pengarahan perhatian (attention directing information).
c) Informasi pemecahan masalah (problem solving information).
2) Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen dengan kegiatannya yang berbeda,
dibutuhkan informasi dengan karakteristik yang berbeda pula. Jelaskan
karakteristik dari informasi.
3) Untuk menjalankan peranannya, manajer-manajer di organisasi
membutuhkan sistem informasi. Sebutkan sistem-sistem informasi yang
dapat digunakan di masing-masing peran manajer.
4) Sebutkan sistem-sistem informasi apa saja yang ada di fungsi-fungsi

orgamsas1.
5) Sebutkan sistem-sistem informasi apa saja yang ada di level-level

orgamsas1.

Petunjuk Jawaban latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen berbeda untuk masing-


masing manajer yang berbeda, tergantung dari tingkatan manajemennya.
Informasi yang berbeda ini berimplikasi pada tipe dan karakteristik
informasi yang berbeda.
Sistem informasi dapat menyediakan tiga macam tipe informasi,
masing-masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan
manajemen yang berbeda, yaitu 1) informasi pengumpulan data
(scorekeeping information) , 2.) informasi pengarahan perhatian
(attention directing information), dan 3) informasi pemecahan masalah
(problem solving information). Informasi pengumpulan data
3.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

(scorekeeping information) digunakan untuk manajemen level bawah


untuk menjawab pertanyaan: Am I doing well or badly? (Apakah saya
sudah mengerjakannya dengan baik atau belum?). lnformasi pengarahan
perhatian (attention directing information). Informasi pengarahan
perhatian (attention directing information) merupakan informasi untuk
membantu manajemen atas menjawab pertanyaan: What problem should
I look into? (Permasalahan apakah yang seharusnya saya amati?).
Informasi pemecahan masalah (problem solving information) merupakan
informasi untuk membantu manajer atas menjawab pertanyaan: Of the
several ways of doing the job, which is the best? (Manakah yang terbaik
dari beberapa cara melakukan pekerjaan?).
Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen dengan kegiatannya yang
berbeda, dibutuhkan informasi dengan karakteristik yang berbeda pula.
Karakteristik informasi misalnya adalah kepadatan informasinya, luas
informasinya, frekuensi informasinya, skedul informasinya, waktu
informasinya, akses informasinya dan sumber informasinya.
Manajemen di fungsi-fungsi organisasi membutuhkan sistem-sistem
informasi. Sistem-sistem informasi ini disebut dengan nama sistem-
sistem informasi fungsional (junctional information systems) atau
dikenal dengan nama sistem-sistem informasi manajemen (management
information systems). Sistem-sistem informasi ini adalah sistem
informasi akuntansi (accounting information system), sistem informasi
keuangan (financial information system), sistem informasi pemasaran
(marketing information system), sistem informasi produksi (production
information system atau manufacturing information system), dan sistem
informasi sumber daya manusia (human resource information system).
Sistem informasi akuntansi mendasari sistem-sistem fungsional
lainnya karena semua sistem-sistem informasi lainnya membutuhkan
data keuangan yang sudah ada di sistem informasi akuntansi. Ini
mempunyai implikasi bahwa suatu perusahaan yang akan membangun
sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem
informasi akuntansi yang baik terlebih dahulu.
Sistem-sistem informasi juga diterapkan di level-level organisasi.
Manajer tingkat bawah secara umum membutuhkan sistem informasi
transaction processing systems (TPS) dan sistem pengontrol proses
produksi atau process control system (PCS) untuk membantu proses
produksi menghasilkan produk yang berkualitas. Manajer tingkat
menengah membutuhkan sistem-sistem informasi tambahan seperti
decision support system (DSS), group support system (GSS), geographic
information system (GIS), expert system (ES) dan artificial neural
network (ANN). Manajer tingkat atas membutuhkan tambahan sistem
informasi khusus yang disebut dengan executive information system
e EKMA4434/MODUL 3 3.29

(EIS) atau juga disebut executive support system (ESS). Semua manajer
di semua tingkatan dihubungkan dengan office automation system
(OAS).

TES F'ORMATIF' 2- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) lnformasi untuk level bawah disebut dengan ....


A. informasi pengumpulan data (scorekeeping information)
B. informasi pengarahan perhatian (attention directing information)
C. informasi pemecahan masalah (problem solving information)
D. informasi manajemen (management information)

2) Informasi untuk level menengah disebut dengan ....


A. informasi pengumpulan data (scorekeeping information)
B. informasi pengarahan perhatian (attention directing information)
C. informasi pemecahan masalah (problem solving information)
D. informasi manajemen (management information)

3) Informasi untuk level atas disebut dengan ....


A. informasi pengumpulan data (scorekeeping information)
B. informasi pengarahan perhatian (attention directing information)
C. informasi pemecahan masalah (problem solving information)
D. informasi manajemen (management information)

4) Informasi untuk menjawab pertanyaan "Am I doing well or


badly?"(Apakah saya sudah mengerjakannya dengan baik atau belum?)
berguna terutama untuk manajer level ....
A. bawah
B. menengah
C. atas
D. semua level

5) Informasi untuk menjawab pertanyaan "What problem should I look


into?" (Permasalahan apakah yang seharusnya saya amati?) berguna
terutama untuk manajer level ....
A. bawah
B. menengah
C. atas
D. semua level
3.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

6) lnformasi untuk menjawab pertanyaan "Of the several ways of doing the
job, which is the best?" (Manakah yang terbaik dari beberapa cara
melakukan pekerjaan?) berguna terutama untuk manajer level ....
A. bawah
B. menengah
C. atas
D. semua level

7) Berikut ini yang termasuk dalam karakteristik informasi adalah ....


A. kepadatan informasinya, luas informasinya, dan pemakai
informasinya
B. frekuensi informasinya, skedul informasinya, dan waktu
informasinya
C. akses informasinya, pemakai informasinya dan sumber informasinya
D. frekuensi informasinya, akses informasinya, dan pemakai
informasinya

8) Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik kepadatan informasinya


adalah ....
A. terperinci (detail) dan kurang padat
B. semakin tersaring (ter-filter), lebih ringkas dan padat
C. terfokus pada suatu masalah tertentu
D. informasi yang semakin luas

9) Untuk manajemen tingkat atas, karakteristik luas informasinya


adalah ....
A. terfokus pada suatu masalah tertentu
B. informasi yang semakin luas
C. rutin
D. tidak rutin atau ad hoc (mendadak)

10) Untuk manajemen tingkat atas, frekuensi informasi yang diterimanya


adalah ....
A. tidak rutin atau ad hoc (mendadak)
B. semakin tersaring (ter-filter), lebih ringkas dan padat
C. informasi yang semakin luas
D. tidak terskedul

11) Untuk manajemen tingkat bawah, skedul informasi yang diterimanya ....
A. semakin tersaring (ter-filter), lebih ringkas dan padat
B. informasi yang semakin luas
e EKMA4434/MODUL 3 3.31

C. mempunyai jadwal atau skedul yang jelas dan periodik


D. tidak terskedul

12) Untuk manajemen tingkat bawah, waktu informasi yang dibutuhkan


adalah ....
A. terperinci (detail) dan kurang padat
B. semakin tersaring (ter-filter), lebih ringkas dan padat
C. terfokus pada suatu masalah tertentu
D. informasi historis

13) Akses informasi untuk manajemen atas ....


A. mempunyai jadwal atau skedul yang jelas dan periodik
B. tidak terskedul
C. tidak secara online, tetapi lebih secara offline
D. tidak secara offline, tetapi lebih secara online

14) Sumber informasi untuk manajemen atas lebih ....


A. tidak terskedul
B. tidak secara online, tetapi lebih secara offline
C. bersumber dari internal perusahaan sendiri
D. bersumber pada eksternal perusahaan

15) Berikut ini yang tidak termasuk dalam sistem informasi fungsional
adalah ....
A. sistem informasi akuntansi (accounting information system)
B. sistern informasi keuangan (financial information system)
C. sistem informasi pemasaran (marketing information system)
D. sistem informasi eksekutif (executive information system)

16) Nama lain dari sis tern informasi fungsional adalah ....
A. sistern informasi eksekutif (executive information system)
B. sistem informasi sumber daya manusia (human resource
information system)
C. sistem informasi strategik (strategic information system)
D. sistem informasi manajemen (management information systems)

17) Suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi


manajemennya, disarankan pertama untuk membangun terlebih
dahulu ....
A. sistem informasi akuntansi (accounting information system)
B. sistern informasi keuangan (financial information system)
3.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. sistem informasi pemasaran (marketing information system)


D. sistern informasi eksekutif (executive information system)

18) Manajer tingkat bawah secara umum membutuhkan sis tern informasi ....
A. Transaction processing systems (TPS) dan process control system
(PCS)
B. Decision support system (DSS), group support system (GSS),
geographic information system (GIS), expert system (ES) dan
artificial neural network (ANN)
C. Executive information system (EIS) atau executive support system
(ESS)
D. Office automation system (OAS)

19) Manajer tingkat menengah secara umum membutuhkan sistem


informasi ....
A. Transaction processing systems (TPS) dan process control system
(PCS)
B. Decision support system (DSS), group support system (GSS),
geographic information system (GIS), expert system (ES) dan
artificial neural network (ANN)
C. Executive information system (EIS) atau executive support system
(ESS)
D. Office automation system (OAS)

20) Manajer tingkat atas secara umum membutuhkan sistern informasi ....
A. Transaction processing systems (TPS) dan process control system
(PCS)
B. Decision support system (DSS), group support system (GSS),
geographic information system (GIS), expert system (ES) dan
artificial neural network (ANN)
C. Executive information system (EIS) atau executive support system
(ESS)
D. Office automation system (OAS)

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
e EKMA4434/MODUL 3 3.33

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
3.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) A
2) c 2) B
3) B 3) c
4) A 4) A
5) B 5) B
6) A 6) c
7) A 7) B
8) B 8) A
9) A 9) B
10) A 10) A
11) B 11) A
12) B 12) D
13) D 13) D
14) D 14) D
15) c 15) D
16) D
17) A
18) A
19) B
20) c
e EKMA4434/MODUL 3 3.35

Daftar Pustaka

Anthony, Robert, N. Dearden, John. (1980). Management Control Systems.


Fourth Edition. Homewood, Illinois: Richard D. Irwin, Inc.

Jones, Jack, William, and McLeod, Raymond, Jr. "The Structure of


Executive Information System: An Exploratory Analysis," Decision
Sciences 17 (Spring 1986): 220-249.
MDDUL 4

Aplikasi Sistem lnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto, H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas aplikasi sistem-sistem informasi di organisasi .


...... Sistern informasi dapat diaplikasikan di organisasi di fungsi-fungsi
organisasi dan level-level organisasi. Modul ini akan membahas dengan lebih
terinci sistem-sistem informasi tersebut.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan penerapan sistem informasi dalam di fungsi-fungsi

organtsast;
2. memahami apa yang disebut dengan sistem pengolahan transaksi;
3. memahami apa yang disebut dengan sistem informasi manajemen;
4. menjelaskan penerapan sistem informasi di level-level organisasi;
5. memahami sistem otomatisasi kantor;
6. mengaplikasikan sistem informasi;
7. memahami enterprise resource planning;
8. mengetahui strategi dalam kompetisi informasi;
9. menjelaskan hubungan dan arti penting sis tern informasi strategi bisnis;
10. menjelaskan tantangan dan peluang sistem informasi manajemen.

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belajar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jika jawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/ MODUL 4 4.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Aplikasi Sistem lnformasi di


Fungsi-fungsi Organisasi

istem informasi dapat diterapkan di dalam fungsi-fungsi organisasi a tau


di tingkatan-tingkatan organisasi. Tergantung dari perusahaannya jika
struktur perusahaan didasarkan pada fungsi-fungsi organisasinya maka unit-
unit di perusahaan dikelompokkan ke dalam beberapa fungsi atau
departemen, seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, sumber daya

manus1a.
Sistem informasi terdiri dari enam komponen, yaitu input, model, output,
teknologi, basis data, dan kontrol. Jika keenam komponen sistem informasi
ini diterapkan ke dalam fungsi-fungsi organisasi akan menj adi sistem-sistem
informasi fungsional atau yang disebut dengan nama lain sistem informasi
manajemen (management information systems). Jika keenam komponen
sistem informasi diterapkan di fungsi akuntansi akan menjadi sistem
informasi akuntansi (accounting information system). Jika konsep sistem
yang sama diterapkan di fungsi keuangan maka akan menjadi sistem
informasi keuangan (financial information system). Sistem-sistem informasi
lainnya yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi adalah sis tern informasi
pemasaran (marketing information system), sistem informasi produksi
(production information system atau manufacturing information system) dan
sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system).
Sistem-sistem informasi di fungsi-fungsi organisasi ini dapat berdiri
sendiri-sendiri di masing-masing fungsi a tau terinte grasi satu dengan yang
lainnya. Di era sekarang, yaitu era jejaring dan era data warehouse ini, sis tern
informasi yang terintegrasi dengan basis data yang terintegrasi sudah tidak
dapat dielakkan lagi. Salah satu paket komputer yang terkenal yang berisi
dengan modul-modul sistem-sistem informasi fungsional ini adalah ERP
(Enterprise Resource Planning). Dengan nama-nama produknya, misalnya
adalah SAP, Baan, J. D. Edwards, Oracle dan PeopleSoft. Salah satu
penyebab produk ERP sukses adalah karena mengintegrasikan sistem-sistem
informasi fungsional.
4.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

A. SISTEM-SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL

Sistem informasi manajemen dapat digunakan untuk mendukung


kegiatan-kegiatan yang ada di fungsi-fungsi bisnis. Fungsi-fungsi bisnis, di
antaranya area akuntansi, produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya
manusia. Sistem-sistem informasi manajemen yang diterapkan di area fungsi-
fungsi tersebut dikenal dengan nama sistem-sistem informasi fungsional
(junctional information systems) atau sistem-sistem informasi bisnis
(business information systems) yang terdiri dari sistem informasi pemasaran,
sistem informasi pemanufakturan atau sistem informasi produksi, sistem
informasi sumber daya manusia, sistem informasi akuntansi dan sistem
informasi keuangan sebagai berikut ini.
Gambar berikut ini menunjukkan sistem-sistem informasi fungsional
beserta aplikasi-aplikasi di masing-masing areanya. Aplikasi-aplikasi ini
merupakan aplikasi-aplikasi untuk manajemen ketiga tingkatan.
e EKMA4434/ MODUL 4 4.5

Sistem lnformasf Fung.sio.nal

.
Sumber Daya Preduksi/
Akuntansr Pernasaran 'K euangan
Manl:!sia
. Operasi
' '

o Utang o Advertasi dan o Perencanaan o Perencanaan o Perencanaan


o Piutang promosi tenaga kerja produksj aliran kas:
o Pengan-ggaran o Perencanaan o Perencanaan o Perencanaan .a Perencanaan
o Akuntans~ biaya harga sukseks1 fenag~ lang- :struktur modal 1

o Akuntansi aktiva o H.'iset pasar <;> Pe.renoanaan .sung o Perencanaan


tefap o Perencanaan pelatihan d Perencanaara penggunaan
o.:J.urn.ar produk o Peren.c anaan kebutuhan modal
o Kontrol sediaan o Perencanaan penilaian kinerja .material o Pere.ncanaan
o Pemrosesan p&- kanal distribusi' d Analisis biaya o P:erencanaar:t keuntungari
sanan o Prakiraan pen- tena_ga kerja kebutuhan ka- tahunan
o Peoggajian jualan GAnali,sis ang'- pasitas o Perencana~n
o Akuntansi ~ajak o Analisjs ang- ga.ran '0 PenjadwaJan inve&tasi
u Neraca garan pema- o Anallsis perpu- pro.duks.f o Perencanaan
o Laporan laba-. saran taran tenag.a o Analisis pro~uk kebijakan
cu'g:i o Analisis pal1g- kerja tiyitas pekerja di'Jiden
u taporan p.~im:.. s-a pasar o .Anaii:sh::; kt::Co- o Arlalbb procluk_:.., o ?er~ncanadn
bahan modal o Ana 1ists Iayah-
1
c0kkan karier tivitas mesir) budjet modal
o laporan arus an kon.sumen o AnaUsis kom- o Kontrol per~- o Anal isis dana
kas o Analisis distr.1- pensasi watan o Ar.lalisis varian
o Laporan la ba busi o Anal.i sis rekr.u t- o Kontrol proses o Analisis profita- I

komprehensl.f. 0 AnallsJs profita- men produksi bi litas


bilitas produk 0 Analists p~-la- o Kontrol kualitas o Anal isis lik ui-
o Ana'lfsi_s pro- iihan dan pe- o Knntrol biaya di.tas
mosi ngembangan o Kontrol barang o Analisis mana-
o Analisis p.e nju- karyawan dalam proses- jemeo aktiva
alan dan tren o Statistil~ pel"lg- o Pemakaian o Analisis nilai
,...y p~c..~.-ar
v-v q_~ . . . o1 1'\VJ
'""'""', -
~ - nali.!.:,
~- am._
,, r T -- - - .materia! - --- - - pasaf------
surne:m 0. Pe'rekrutan
. . o Pemanfaatan
.. o An_a lisis biayp
o Pemenwhan . 0 Penjadwal.an mesm modaJ
back order wawanc-ara o Pemakaian o Anal isis diskon
o Penagihan o Evaluast keaM- tenaga kerja o. Laporan kas
o Penjualan me- Iian o Pemakaian kecil
nurut t'empat a Evaluasi ki-

overhead o Laporan pen~
produk., sales- neqa o Status barang rimaan kas-
man. o Daftar p~ng .daJam pros,e s '0 Lapor~n p.enge-
gajian o Pengerjaan luaran kas
D Perhitungan ulang a Laporan umur
bonus o Kontr.ol.. pi.utang

o Kehadiran penge[Jaan o L aporan piuta.,.\g
o Kegiatan Kar- o Permintaan jatuh tempo
y~wan. pe.mbelian tdan o Laporan hutang
penerimaan }atuh tempo
o Robnt o Laporan-laporan
o Computer pajak
assisted
man.afacturi!Jg
o Kontrol mesin
o Kontrol spesifi-
-- k.asi.khusus

Gambar 4.1.
Sistem-sistem lnformasi Fungsional dan Aplikasinya
4.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

1. Sistem Informasi Akuntansi


Akuntansi menyediakan cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian-
kejadian bisnis dalam bentuk informasi keuangan kepada para pemakainya.
Dari definisi akuntansi ini maka sistem informasi akuntansi (SIA) atau
accounting information systems (AIS) dapat didefinisikan sebagai sistem
informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan
yang berguna bagi pemakainya. Sistem informasi akuntansi (SIMAK atau
SIA) merupakan sistem informasi yang merekam dan melaporkan transaksi
bisnis, aliran dana dalam organisasi, dan menghasilkan laporan keuangan.
Sistem informasi akuntansi (SIA) atau accounting information systems
(AIS) adalah penerapan sistem informasi ke sistem akuntansi manual. Sistem
akuntansi manual mempunyai beberapa sistem-sistem bagian (subsystems)
yang berupa siklus-siklus akuntansi, yaitu:
a. siklus pendapatan (revenue cycle);
b. siklus pengeluaran kas (expenditure cycle);
c. siklus konversi (conversion cycle);
d. siklus manajemen sumber daya manusia (human resource management
cycle);
e. siklus buku besar dan pelaporan keuangan (general ledger and financial
reporting cycle).

Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi dari sumber data


sampai ke proses pencatatan atau pengolahan akuntansinya. Siklus
pendapatan merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan,
otorisasi kredit, pengambilan barang, pengiriman barang, penagihan sampai
penerimaan kas. Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas
dari proses pembelian sampai ke proses pembayarannya. Siklus konversi
merupakan siklus produksi dari bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus
ini masuk ke kategori akuntansi biaya. Siklus manajemen sumber daya
manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan pelaporan
keuangan berupa prosedur pencatatan atau perekaman ke jurnal dan buku
besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambilkan
dari file buku besar.
Siklus akuntansi merupakan prosedur yang juga berfungsi sebagai
penghubung (interface) antara fungsi-fungsi di organisasi. Sebagai
penghubung (interface), siklus-siklus akuntansi akan membawa output dari
suatu fungsi menjadi input ke fungsi lainnya, termasuk fungsi akuntansi.
e EKMA4434/ MODUL 4 4.7

Gambar berikut menunjukkan siklus akuntansi akan memberikan input


kepada sistem informasi akuntansi.

Siklus
Pendapatan
~aporan-laporan
~ operast

Sikfus
Perrgelu.aran
c-
Laporan~apqra n

Si~us
Konv~rsi
.. Data
K~u.angan Mpdel
A~untansi
- -
.. pengambilan
kepulus.an
rnanaj~rial

SrkJus
Sumber
Manusia Laporan:='JHparan
oaya ~
sb~wards h ip
I

Slklus BuKu
Bes.at dati
P:el.aporan
- - - . - - - . . . -

Gambar 4.2.
Siklus-siklus Akuntansi

Melalui informasi yang dihasilkannya, sistem informasi akuntansi


mempunyai tiga tujuan utama (Wilkinson, 2000) sebagai berikut ini.
a. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to support the day-to-day
operations)
Sistem informasi akuntansi mempunyai sistem bagian yang disebut
dengan TPS (transaction processing systems) yang mengolah data
transaksi menjadi informasi yang berguna untuk melakukan kegiatan-
kegiatan operasi sehari-hari. Pemakai informasi ini misalnya adalah:
1) karyawan yang menerima cek pembayaran;
2) supervisor yang memeriksa penjualan tiap harinya;
3) pelanggan yang menerima faktur;
4) pemasok yang menerima order pembelian;
5) kasir yang menerima perintah pembayaran.
4.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

b. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision


making by internal decision makers)
Informasi dari SIA juga diperlukan oleh manajemen sebagai dasar
pengambilan keputusannya. Manajemen menengah membutuhkan
informasi akuntansi untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang
terj adi antara yang dibudgetkan dengan nilai realisasi yang dilaporkan
oleh sistem informasi akuntansi. Contoh lainnya, manajemen atas
membutuhkan informasi akuntansi untuk perencanaan, misalnya
informasi penjualan untuk perencanaan arus kas.
c. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan
pertanggungjawaban (to fulfill obligations relating to stewardship)
Manajemen perusahaan perlu melaporkan kegiatannya kepada
stakeholder. Stakeholder dapat berupa pemilik, pemegang saham,
kreditor, serikat pekerja, pemerintah, otoritas pasar modal dan lain
sebagainya. Informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh stakeholder
adalah informasi tentang laporan keuangan yang terdiri dari neraca
(posisi keuangan pada tanggal tertentu, misalnya pada tanggal akhir
tahun), laporan laba-rugi (laba atau rugi yang diperoleh organisasi
selama satu periode tertentu, misalnya selama 1 tahun) dan laporan arus
kas.

2. Sistem Informasi Pemasaran (SIMPEM)


Sistem informasi pemasaran (SIMPEM) atau marketing information
system (MKTIS) merupakan sistem informasi yang diterapkan di fungsi
pemasaran. Sistem Informasi Pemasaran (SIMPEM) adalah sistem informasi
yang mendukung perencanaan, kontrol, dan pemrosesan transaksi yang
dibutuhkan untuk penyelesaian aktivitas pemasaran seperti manajemen
penjualan, advertising, dan promosi.
Sistem Informasi Pemasaran (SIMPEM) memberikan informasi kepada
semua tingkatan manajer di fungsi pemasaran. Informasi yang dihasilkan
oleh Sistem Informasi Pemasaran (SIMPEM) dapat dikelompokkan ke dalam
lima macam kelompok informasi, yaitu informasi mengenai tempat (place),
produk (product), promosi (promotion), harga (price), dan informasi
terintergrasi dari keempatnya (integrating mix).
e EKMA4434/MODUL 4 4.9

3. Sistem Informasi Produksi (SIMPRO)


Sistem Informasi Pemanufakturan atau Sistem Informasi Produksi
(SIMPRO) merupakan penerapan sistem informasi di fungsi produksi. Sistem
produksi terdiri dari dua macam, yaitu sistem produksi fisik dan sistem
informasinya. Sistem produksi fisik merupakan sistem fisik untuk
mengendalikan alat-alat produksi. Sistem ini disebut juga dengan nama
sistem pengendalian produksi atau production control system (PCS). Sistem
PCS ini berada di level operasi atau level bawah. PCS terdiri dari CAD,
CAM, Robot dan CIM. Computer Aided Design (CAD) merupakan sistem
komputer yang digunakan untuk membantu proses perancangan, misalnya
perancangan produk. Computer Assisted Manufacturing (CAM) merupakan
sistem komputer yang membantu proses produksi supaya lebih efisien dan
efektif. Contoh dari CAM adalah komputer yang mengatur ketebalan dari
lembaran-lembaran aluminium tipis untuk proses produksi kertas
pembungkus kado dari bahan aluminium. Robot digunakan untuk
menggantikan manusia dan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi
dan pekerjaan-pekerjaan bahaya. Computer Integrated Manufacturing (CIM)
merupakan sistem-sistem gabungan terintegrasi antara sistem produksi fisik
(CAM, robot) dengan sistem informasi produksinya. Dengan terintegrasinya
sistem produksi fisik maka basil dari sistem produksi fisik dapat masuk
sebagai data di sistem informasinya.
Berbeda dengan PCS, sistem informasi produksi menghasilkan informasi
kepada manajer-manajer di fungsi produksi. Sistem Informasi
Pemanufakturan atau Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) adalah sistem
informasi yang mendukung perencanaan, kontrol, dan penyelesaian proses
manufaktur. Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) memberikan informasi
kepada semua tingkatan manajer di fungsi produksi. Informasi yang
dihasilkan oleh Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) dapat dikelompokkan
ke dalam informasi mengenai proses produksi, sediaan, kualitas produksi,
dan biaya produksi.

4. Sistem Informasi Somber Daya Manusia


Sistem informasi sumber daya manusia (SIMSDM) atau human resource
information system (HRIS) adalah penerapan sistem informasi di fungsi
produksi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi sumber daya
manusia. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SIMSDM) adalah sistem
informasi yang mendukung aktivitas manajemen seperti perekrutan, seleksi,
4.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

dan penerimaan, penempatan dan penilaian performa, dan pelatihan dan


pengembangan. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SIMSDM)
memberikan informasi kepada semua tingkatan manajer di fungsi sumber
daya manusia. Informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Sumber
Daya Manusia (SIMSDM) dapat dikelompokkan ke dalam informasi
mengenai perencanaan tenaga kerja, pengolahan tenaga kerja, rekruitmen,
benefit, dan lingkungan kerj a.

5. Sistem Informasi Keuangan


Sistem informasi keuangan (SIMKEU) ataufinancial information system
(FIS) merupakan penerapan sistem informasi di fungsi keuangan untuk
mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi keuangan.
Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU) adalah sistem informasi yang
mendukung manajer keuangan dalam mengatur keuangan bisnis serta alokasi
dan kontrol terhadap sumber daya keuangan. Informasi yang dihasilkan oleh
Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU) dapat dikelompokkan ke dalam
informasi mengenai forecast keuangan, modal kerja, investasi, pendanaan,
budget modal, dan anggaran dan pajak.

B. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu perangkat lunak paket


dengan aplikasi yang terintegrasi untuk digunakan secara luas di organisasi.
ERP termasuk transaction processing system (TPS) ditambah dengan sistem-
sistem informasi fungsional yang terintegrasi.
Aplikasi ERP meliputi fungsi-fungsi akuntansi, keuangan, sumber daya
manusia, pemasaran dan logistik. Aplikasi ERP di fungsi akuntansi meliputi
modul-modul, seperti buku besar, piutang dagang, utang dagang, aktiva tetap,
manajemen kas dan akuntansi biaya. Aplikasi ERP di keuangan, di antaranya
meliputi modul-modul analisis portofolio, analisis risiko, analisis kredit,
manajemen aktiva, sewa guna dan manajemen real estate. Aplikasi ERP di
sumber daya manusia termasuk di antaranya modul-modul rekruitmen,
penggajian, manajemen personil, pengembangan karyawan, dan manajemen
kompensasi. Aplikasi ERP di pemasaran, di antaranya manajemen relasi
pelanggan, pemasukan order, pemrosesan order. Aplikasi ERP di logistik, di
antaranya perencanaan produksi, manajemen material, manajemen pabrik.
e EKMA4434/MODUL 4 4.11

Paket ERP berbeda dengan paket-paket komersial yang lainnya.


Perbedaannya adalah sebagai berikut ini.
1. Modul-modul ERP terintegrasi lewat basis data yang umum. Sebagai
misalnya, apabila terjadi transaksi order penjualan di suatu tempat maka
basil dari transaksi ini akan langsung berakibat di basis data untuk modul
yang lainnya, misalnya modul akuntansi, logistik, pengiriman.
2. Modul-modul ERP dirancang sesuai dengan proses bisnis yang
mengikuti proses rantai nilai (value chain) atau rantai penyediaan
(supply chain).

Martin, et al. (2002) membagi dua tujuan organisasi membeli paket ERP,
yaitu sebagai berikut.
1. Untuk menerapkan aktivitas-aktivitas mata rantai (value chain), yaitu
aktivitas mulai dari logistik bahan mentah, produksi, logistik bahan jadi,
penjualan dan pemasaran dan jasa purna jual.
2. Untuk mendukung aktivitas bisnis fungsional meliputi proses-proses
akuntansi, keuangan, sumber daya manusia dan fungsi-fungsi lainnya.

Perusahaan SAP (System Analyze and Programmentwicklung) didirikan


pada tahun 1972 oleh 5 orang mantan karyawan IBM di Mannheim, Jerman.
Selanjutnya, perusahaan SAP berganti nama menjadi Systeme, Anwendungen,
Produkte in der Datenverarbeitung (System, Applications and Product in
Data Processing) kantor pusatnya di Walldorf, Jerman. Pemakai SAP
diantaranya adalah perusahaan kimia Dow Chemical Company dan E.I. du
Pont de Nemours & Company, perusahaan minyak Chevron Corporation dan
Exxon Corporation, perusahaan komputer Apple Computer, IBM dan Intel.
Produk pertama SAP adalah aplikasi SAP R/2 yang dikeluarkan tahun
1979. Aplikasi SAP R/2 dijalankan di komputer mainframe. R/2 berarti two-
tiers, yaitu menggunakan dua tingkatan dengan tingkatan pertama adalah
dumb terminal dan tingkatan kedua adalah mainframe dengan basis datanya.
Pada tahun 1987, SAP mengembangkan produk SAP R/3. SAP R/3
dibuat dengan menggunakan bahasa generasi keempat, yaitu ABAP/4. SAP
R/3 dianggap sebagai paket terunggul di kategori ERP. Keunggulan SAP
adalah kemampuannya untuk mengatasi bahasa dan mata uang berbeda jika
digunakan secara global. Oleh karena SAP sangat terintegrasi maka
pertukaran informasi akan menjadi global. Contohnya, item yang dibeli oleh
manajemen material akan dikirim langsung ke bagian akuntansi keuangan
dan pengendalian. Selain itu, SAP menawarkan berbagai keuntungan yang
4.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

lain, yaitu otomatisasi alur kerja seperti permintaan pembelian yang akan
mengurangi kertas kerja, fitur keamanan akan mengurangi kebutuhan
berbagai tingkat otorisasi, pembuat laporan SAP memberikan kemudahan
pengguna untuk mencari data sampai tingkat paling bawah.
Aplikasi SAP R/3 dijalankan di client server system. R/3 berarti three
tiers, yaitu menggunakan tiga tingkatan dengan tingkatan pertama adalah
client atau intelligent terminal, tingkatan kedua adalah application server
(apps server) temp at program-program aplikasinya dan tingkatan ketiga
adalah database server tempat basis datanya.
Pada tanggal 11 Juni 1997, perusahaan SAP mengumumkan instalasi
SAP R/3 yang ke 10.000 yang digunakan di perusahaan kosmetik L'Oreal
dengan kantor pusat di Clichy Perancis. SAP R/3 digunakan untuk
menstandarkan proses keuangan grup perusahaan ini yang tersebar di 59
negara untuk mempercepat proses konsolidasi keuangan. SAP R/3 akan
digunakan oleh 3000 karyawan L'Oreal di bawah sistem operasi Windows
NT. Aplikasi SAP R/3 yang akan dipasang adalah akuntansi keuangan,
pengendalian, manajemen material, penjualan dan distribusi, serta keuangan.
Pada tahun 1999, SAP meluncurkan mySAP.com, yaitu versi SAP R/3
yang digunakan secara komprehensif dengan aplikasi internet dengan
menambahkan aplikasi e-business, termasuk customer relationship
management (CRM) dan supply chain management (SCM). Termasuk di
dalam mySAP.com adalah modul Workplace yang memungkinkan karyawan
di perusahaan dapat mengakses informasi perusahaannya, jasa-jasa yang
ditawarkan dan program-program aplikasi untuk dijalankan lewat internet
dan modul Marketplace yang menyediakan akses internet ke komunitas
perdagangan online.
Implementasi SAP menentukan keberhasilan penerapan SAP.
Implementasi SAP memerlukan biaya, waktu, dan sumber daya manusia
yang tidak sedikit. Keberhasilan implementasi SAP R/3 ditentukan oleh
seluruh elemen dalam organisasi.
e EKMA4434/MODUL 4 4.13

- - -.' .......
-~ L AT I H A N
I '
- .., -~
' .., - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Apa itu SPT (Sistem Pengolahan Transaksi) atau TPS (transaction


processing systems)? Jelaskan!
2) Sebutkan sistem-sistem informasi apa saja yang dapat dimasukkan dalam
kategori sistem-sistem informasi fungsional (junctional information
systems) atau sistem-sistem informasi bisnis (business information
systems).
3) Jelaskan dengan singkat apa itu:
a) Sistem Informasi Akuntansi (SIMAK atau SIA).
b) Sistem Informasi Pemasaran (SIMPEM).
c) Sis tern Informasi Pemanufakturan atau Sistem Informasi Produksi
(SIMPRO).
d) Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SIMSDM).
e) Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU).
4) Melalui informasi yang dihasilkannya, sis tern informasi akuntansi
mempunyai tiga tujuan utama. Jelaskan tujuan-tujuan ini.
5) Jelaskan dan gambarkan hubungan antara siklus-siklus akuntansi dengan
sistem informasi akuntansi.
6) Jelaskan apa itu Enterprise Resource Planning (ERP)?
7) Jelaskan apa yang membuat paket ERP berbeda dengan paket-paket
komersial yang lainnya?
8) Bedakan antara SAP R/2 dan SAP R/3!
9) Jelaskan mengenai mySAP.com!
10) Bedakan antara two-tiers dengan three-tiers?

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.


4.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

RANGKUMAN
------------------------------------

Penerapan sistem informasi ke fungsi-fungsi organisasi disebut


dengan sistem-sistem informasi fungsional atau yang disebut dengan
nama lain sistem informasi manajemen (management information
systems), yang terdiri dari sistem informasi akuntansi (accounting
information system), sistem informasi keuangan (financial information
system), sistem informasi pemasaran (marketing information system),
sistem informasi produksi (production information system atau
manufacturing information system), dan sistem informasi sumber daya
manusia (human resource information system).
Sistem Informasi Akuntansi (SIMAK atau SIA) merupakan sistem
informasi yang merekam dan melaporkan transaksi bisnis, aliran dana
dalam organisasi, dan menghasilkan laporan keuangan. Sistem informasi
akuntansi (SIA) atau accounting information systems (AIS) adalah
penerapan sistem informasi ke sistem akuntansi manual. Sistem
akuntansi manual mempunyai beberapa sistem-sistem bagian
(subsystems) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Sistem informasi
akuntansi mempunyai tiga tujuan utama (Wilkinson, 2000), yaitu
(1) untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to support the day-to-
day operations), (2) mendukung pengambilan keputusan manajemen (to
support decision making by internal decision makers), dan (3) untuk
memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban
(to fulfill obligations relating to stewardship).
Sistem informasi pemasaran (SIMPEM) atau marketing information
system (MKTIS) merupakan sistem informasi yang diterapkan di fungsi
pemasaran. Informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Pemasaran
(SIMPEM) dapat dikelompokkan ke dalam lima macam kelompok
informasi, yaitu informasi mengenai temp at (place), produk (product),
promosi (promotion), harga (price), dan informasi terintegrasi dari
keempatnya (integrating mix).
Sistem Informasi Pemanufakturan atau Sistem Informasi Produksi
(SIMPRO) merupakan penerapan sistem informasi di fungsi produksi.
Sistem produksi terdiri dari dua macam, yaitu sistem produksi fisik dan
sistem informasinya. Sistem produksi fisik merupakan sistem fisik untuk
mengendalikan alat-alat produksi yang disebut juga dengan nama sistem
pengendalian produksi atau production control system (PCS). Berbeda
dengan PCS, sistem informasi produksi menghasilkan informasi kepada
manajer-manajer di fungsi produksi. Sistem Informasi Pemanufakturan
atau Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) adalah sistem informasi yang
e EKMA4434/MODUL 4 4.15

mendukung perencanaan, kontrol, dan penyelesaian proses manufaktur.


Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) memberikan informasi kepada
semua tingkatan manajer di fungsi produksi. lnformasi yang dihasilkan
oleh Sistem Informasi Produksi (SIMPRO) dapat dikelompokkan ke
dalam informasi mengenai proses produksi, sediaan, kualitas produksi,
dan biaya produksi.
Sistem informasi sumber daya manusia (SIMSDM) atau human
resource information system (HRIS) adalah penerapan sistem informasi
di fungsi produksi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di
fungsi sumber daya manusia. lnformasi yang dihasilkan oleh Sistem
lnformasi Sumber Daya Manusia (SIMSDM) dapat dikelompokkan ke
dalam informasi mengenai perencanaan tenaga kerja, pengolahan tenaga
kerj a, rekruitmen, benefit, dan lingkungan kerj a.
Sistem informasi keuangan (SIMKEU) atau financial information
system (FIS) merupakan penerapan sistem informasi di fungsi keuangan
untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi keuangan.
Informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU)
dapat dikelompokkan ke dalam informasi mengenai forecast keuangan,
modal kerja, investasi, pendanaan, budget modal, dan anggaran dan
pajak.
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu perangkat lunak
paket dengan aplikasi yang terintegrasi untuk digunakan secara luas di
organisasi. ERP termasuk transaction processing system (TPS) ditambah
dengan sistem-sistem informasi fungsional yang terintegrasi.
Produk pertama SAP adalah aplikasi SAP R/2 yang dikeluarkan
tahun 1979. Aplikasi SAP R/2 dijalankan di komputer mainframe. R/2
berarti two-tiers, yaitu menggunakan dua tingkatan dengan tingkatan
pertama adalah dumb terminal dan tingkatan kedua adalah mainframe
dengan basis datanya. Aplikasi SAP R/3 dijalankan di client server
system. R/3 berarti three tiers, yaitu menggunakan tiga tingkatan dengan
tingkatan pertama adalah client atau intelligent terminal, tingkatan kedua
adalah application server (apps server) tempat program-program
aplikasinya dan tingkatan ketiga adalah database server tempat basis
datanya. Pada tahun 1999, SAP meluncurkan mySAP.com yaitu versi
SAP R/3 yang digunakan secara komprehensif dengan aplikasi internet
dengan menambahkan aplikasi e-business, termasuk customer
relationship management (CRM) dan supply chain management (SCM).
4.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

TES FORMATIF 1
--------------------------------
Pilihlah satu j awaban yang paling tepat!

1) Laporan berikut ini dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi (SIAKU),


yaitu ....
A. advertensi dan promosi
B. perencanaan harga
C. laporan laba komprehensif
D. riset pasar

2) Laporan berikut ini dihasilkan oleh sistem informasi pemasaran


(SIPEM), yaitu analisis ....
A. profitabilitas produk
B. perputaran tenaga kerj a
C. kecocokkan karir
D. kompensasi

3) Laporan berikut ini dihasilkan oleh sistem informasi sumber daya


manusia (SISDM), yaitu ....
A. perencanaan kebutuhan material
B. perencanaan kebutuhan kapasitas
C. penjadwalan produksi
D. analisis kompensasi

4) Laporan berikut ini dihasilkan oleh sistem informasi produksi (SIPRO),


yaitu perencanaan ....
A. kebutuhan material
B. aliran kas
C. struktur modal
D. penggunaan modal

5) Laporan berikut ini dihasilkan oleh sistem informasi keuangan (SIKEU),


yaitu ....
A. pemrosesan pesanan
B. perencanaan penggunaan modal
C. laporan laba-rugi
D. laporan perubahan modal

6) Berikut ini yang tidak termasuk dalam siklus akuntansi adalah ... .
A. siklus pendapatan (revenue cycle)
B. siklus pengeluaran kas (expenditure cycle)
e EKMA4434/MODUL 4 4.17

C. siklus keuangan (financial cycle)



D. siklus manajemen sumber daya manus1a (human resource
management cycle)

7) Berikut ini yang tidak termasuk tujuan dari sistem informasi akuntansi
adalah ....
A. untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to support the day-to-
day operations)
B. mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision
making by internal decision makers)
C. untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-
jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship)
D. untuk memberi informasi perilaku konsumen (to provide
information about customers behavior)

8) Sis tern informasi fungsional yang terintegrasi disebut dengan ....


A. sistem informasi manajemen
B. Enterprise Resource Planning (ERP)
C. Transaction processing system (TPS)
D. System analyse und Programmentwicklung (SAP)

9) Paket ERP berbeda dengan paket-paket komersial yang lainnya.


Perbedaannya adalah berikut ini, kecuali modul-modul ....
A. ERP terintegrasi lewat basis data yang umum
B. ERP dirancang sesuai dengan proses bisnis yang mengikuti proses
rantai nilai (value chain)
C. ERP terintegrasi lewat informasi yang dibutuhkan
D. ERP dirancang sesuai dengan proses bisnis yang mengikuti proses
rantai penyediaan (supply chain)

10) Produk SAP singkatan dari ....


A. Systemanalyse und Programmentwicklung
B. Systeme, Anwendungen, Produkte in der Datenverarbeitung
C. System, Applications and Production in Data Processing
D. System, Applications and Program

11) SAP yang digunakan di komputer mainframe adalah ....


A. SAP R/2
B. SAP R/3
C. mySAP.com
D. SAP Mainframe
4.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 4 4.19

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Aplikasi Sistem lnformasi di


Level-level Organisasi

anajemen dapat dibagi menjadi tiga level, yaitu level bawah (level
...... operasional), level menengah (level taktik) dan level atas (level
strategik). Oleh karena setiap level manajemen melakukan kegiatan yang
berbeda, mereka juga membutuhkan informasi dan sistem informasi yang
berbeda.

A. SISTEM-SISTEM INFORMASI DI LEVEL BAWAH

Sistem-sistem informasi di level bawah atau di level operasi mendukung


manajer operasi untuk melakukan kegiatannya. Tujuan utama dari sistem
informasi di level ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin
untuk keperluan mengontrol arus dari transaksi yang terjadi di organisasi.
Sistem informasi semacam ini yang berbasis pada transaksi disebut dengan
Transaction Processing Systems (TPS) dan Process Control Systems (PCS).
PCS sudah dibahas di Kegiatan Belajar 1 di modul ini. PCS bagian dari
sistem informasi produksi untuk level bawah.

B. SISTEM-SISTEM INFORMASI DI LEVEL MENENGAH

Sistem-sistem informasi di level menengah digunakan untuk


pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen yang sifatnya setengah
terstruktur (semi structured). Sistem-sistem informasi ini, di antaranya sistem
pakar (SP) atau expert Systems (ES), jaringan neural buatan (JNB) atau
artificial neural network (ANN), sistem penunjang keputusan (SPK) atau
decision support systems (DSS) atau group support systems (GSS), sistem
informasi geografis (SIG) atau geographic information systems (GIS).

1. Sistem Pakar (SP)


Sistem pakar (SP) atau expert system (ES) adalah sistem informasi yang
berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk
konsultasi. Sistem pakar ini dapat berisi dengan pengetahuan (knowledge)
4.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

dari satu atau lebih pakar. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini
digunakan sebagai dasar oleh sistem pakar untuk menjawab pertanyaan
(konsultasi).
Sistem pakar mempunyai tiga komponen utama, yaitu 0 user
interface, 8 inference engine dan @ knowledge base seperti tampak di
gambar berikut ini.

Sistem Pakar
' '

pemal<ai lnference Klilowledge


sistern ~......----~ .... Interface ...- .
~ ...

engtne ~ .;.. base
C)
pakar
.__ ___. m.emakai
proses 0 8 ..

s1su~rn oan

konsultasi
Knowledge acquislti'on
dan extraction

Pengetahuan
dari pakar atau
dari dokumen
-------- -- - J--------------------------1
Gambar 4.3.
Komponen-komponen Sistem Pakar

User interface merupakan media yang digunakan oleh sistem pakar


untuk berhubungan input (menerima data dan pertanyaan konsultasi) dan
output (menghasilkan jawaban) dengan pemakainya. Umumnya interface
yang dipakai oleh sistem pakar adalah keyboard dengan monitor. Di masa
depan, penghubung ini harus dalam bentuk multimedia sehingga pemakai
sistem dapat berhubungan dengan sistem pakar lewat komunikasi suara.
Inference engine adalah perangkat lunak di sistem pakar yang akan
mengevaluasi aturan-aturan (rules) yang disediakan oleh knowledge base
dengan urutan-urutan tertentu untuk memberikan jawaban dari pertanyaan-
pertanyaan pemakai sistem dan alasan-alasan konsultasi dengan pemakai
sistem. Inference engine dapat dibangun dengan menggunakan bahasa
pemrograman umum seperti misalnya bahasa C atau dengan bahasa
pemrograman khusus, misalnya Lisp dan Prolog. Sekarang, inference engine
tidak perlu dibangun, tetapi sudah tersedia dalam bentuk paket yang disebut
dengan Expert System Shell (atau ES Shell). ES Shell yang dijual komersial
pertama adalah Knowledge Engineering Environment (KEE). KEE
e EKMA4434/MODUL 4 4.21

dimaksudkan untuk aplikasi sistem pakar di komputer yang menggunakan


bahasa Lisp. Beberapa ES Shelllainnya tidak menuntut penggunaan Lisp atau
Prolog. Beberapa ES Shell yang ada misalnya adalah Exsys, Level - 5,
CLIPS dan Guru.
Komponen ketiga dari sistem pakar adalah knowledge base (basis
pengetahuan). Knowledge base dibentuk dari aturan-aturan (rules) yang
berkaitan satu dengan yang lainnya. Pengetahuan yang disimpan di
knowledge base ini diambil dari kepandaian pakar. Jika kepandaian seorang
pakar belum didokumentasikan maka diperlukan ahli khusus untuk dapat
mengambilnya. Orang yang ahli di bidang mengambil pengetahuan dari
pakar disebut dengan knowledge engineer. Proses dari pengambilan ini
disebut dengan knowledge engineering atau knowledge acquisition atau
knowledge extraction.

2. Jaringan Neural Artifisial (JNA)


Jaringan neural artifisial (artificial neural network) merupakan jaringan
neural buatan yang mencoba meniru jaringan neural manusia. Perancangan
dari j aringan neural atifisial diilhami dengan struktur dari otak manusia.
J aringan neural artifisial masih dalam tahap pengembangan dan riset.
J aringan neural artifisial berbeda dengan sis tern pakar dalam beberapa hal.
Jaringan neural artifisial mempunyai intelegensi yang dapat belajar dan
berpikir seperti layaknya otak manusia. Dengan demikian, jaringan neural
artifisial dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya
untuk perbaikan-perbaikan proses selanjutnya. Oleh karena jaringan neural
arifisial dapat belajar maka jaringan neural artifisial ini dapat dilatih dan
mengembangkan dirinya sendiri sehingga basil yang diberikan oleh jaringan
neural artifisial ini tidak harus sama dari waktu ke waktu. Berbeda dengan
sistem pakar yang tidak dapat belajar dan tidak dapat dilatih sehingga semua
aturan-aturan dan pengetahuan harus dimasukkan ke dalam sistem pakar.
Sistem pakar tidak dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.
Jaringan neural artifisial mulai banyak diterapkan di aplikasi bisnis,
walaupun masih dalam tahap pengembangan. Beberapa riset di bisnis
menunjukkan bahwa memprediksi dengan menggunakan perangkat lunak
j aringan neural artifisial akan didapatkan basil yang lebih tepat dibandingkan
dengan cara prediksi metode konvensional. Oleh karena itu, jaringan neural
artifisial mulai banyak digunakan untuk memprediksi harga saham,
memprediksi kebangkrutan perusahaan, memprediksi kapan saham harus
dijual atau dibeli dan memprediksi ranking dari obligasi.
4.22 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

3. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)


Suatu sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support systems
(DSS) didefinisikan sebagai suatu sistem informasi untuk membantu manajer
level menengah untuk proses pengambilan keputusan setengah terstruktur
(semi structured) supaya lebih efektif dengan menggunakan model-model
analitis dan data yang tersedia.
Dari definisi di atas maka dapat diketahui tujuan dari SPK (sistem
penunjang keputusan) adalah sebagai berikut ini.
a. Membantu manajer mengambil keputusan setengah terstruktur yang
dihadapi oleh manajer level menengah.
b. Membantu atau mendukung manajemen mengambil keputusan bukan
menggantikannya.
c. Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajemen bukan
untuk meningkatkan efisiensi. Walaupun waktu manajer penting
(efisiensi ), tetapi efektivitas merupakan tujuan utama penggunaan SPK.

Sistem penunjang keputusan (SPK) mempunyai 3 komponen utama,


yaitu 0 dialog management, 8 model management dan 8 data management
seperti gambar berikut ini.

Sistem Penunj.ang Keputusan (SPK)

M.odel
Manajemen
Pemakat ~=+ 1 .Dialog
Sistem
... .. .. Ma_n~jemen

Data
Manajemen

Gambar 4.4.
Komponen Sistem Penunjang Keputusan

Ketiga komponen ini merupakan komponen utama dari sistem penunjang


keputusan. Komponen pertama adalah dialog management atau user
inteiface, yaitu komponen untuk berdialog dengan pemakai sistem.
Komponen ini di dalam sistem informasi merupakan komponen input dan
komponen output. Komponen kedua dari adalah model management, yaitu
e EKMA4434/MODUL 4 4.23

komponen yang merubah data menjadi informasi yang relevan. Model-model


yang banyak digunakan di sistem penunjang keputusan adalah model
matematik optimisasi, misalnya linear programming, dynamic programming.
Komponen ketiga adalah data management, yaitu komponen basis data yang
terdiri dari semua basis data yang dapat diakses. Seperti halnya sistem
informasi pada umumnya, sistem penunjang keputusan juga mempunyai
komponen lain, yaitu komponen teknologi dan kontrol. Komponen teknologi
terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.
Sekarang, SPK (sistem penunjang keputusan) dibedakan ke dalam dua
tipe (Dhar and Stein, 1997), yaitu SPK berbasis pada model (model driven
DSS) dan SPK berbasis pada data (data driven DSS). SPK yang lama yang
dibangun pada tahun 1980-an hanya berbasis pada model (model driven DSS)
dengan menggunakan data secukupnya. SPK sekarang selain berbasis pada
model tetapi juga mengandalkan basis data yang besar, misalnya
mengandalkan data warehouse. Data driven DSS lebih mengandalkan data
yang besar. SPK ini akan mengizinkan pemakai sistem untuk mengambil
informasi dari data yang jumlahnya sangat besar. Online analytical
processing (OLAP) dan data mining dapat digunakan untuk menganalisis
data yang besar ini.
Online analytical processing (OLAP) merupakan sistem informasi
fungsional yang sudah ada yang mempunyai basis data yang lengkap
ditambah dengan kemampuan mengambil data dan menganalisisnya secara
online. OLAP biasanya menggunakan DBMS dan bahasa kueri sehingga
memudahkan manajer semua tingkat untuk menggunakannya.
Datamining adalah teknik yang digunakan untuk menemukan pola dan
hubungan antara item-item data di data warehouse. Data warehouse adalah
salinan dari data dalam bentuk basis data yang terintegrasi, sedang datamart
adalah salinan dari sebagian porsi basis data yang terintegrasi.

4. Sistem Penunjang Keputusan Grup (SPKG)


Sistem penunjang keputusan grup (SPKG) atau group decision-support
system (GDSS) adalah SPK yang digunakan oleh beberapa pengambil
keputusan bersama-sama secara grup. SPK grup ini muncul karena
perdebatan pada awal-awal tahun 1990-an bahwa pengambilan keputusan
secara grup akan lebih baik dari secara individual karena grup dianggap dapat
memberikan sinergi akibat dari kontak sosial antar mereka. Riset juga
membuktikan bahwa penyediaan sistem komputer untuk mendukung
keputusan grup menghasilkan komunikasi lebih mudah, melindungi identitas
4.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

pengusul ide dan hasilnya adalah meningkatkan efisiensi, kreativitas dan


kualitas pengambilan keputusan (Jessup dan Tansuk, 1991).

5. Sistem Informasi Geografik (SIG)


Perusahaan jaringan toko ritel Wal Mart mengumpulkan semua basis
data di masing-masing tokonya yang tersebar di Amerika Serikat ke dalam
data warehouse di kantor pusat. Dengan menggunakan data mining, manajer
di W al Mart dapat menganalisis perilaku konsumen secara nasional serentak.
Wal Mart menampilkan informasi ini dalam bentuk peta wilayah Amerika
Serikat dan dapat melihat pergerakan pola perilaku konsumen antar waktu
dan antar tempat di seluruh tokonya di Amerika Serikat. Dari tampilan ini
dapat dilihat pergeseran-pergeseran penjualan yang terjadi dan perilaku
konsumen dapat dipelajari sehingga alokasi promosi dan produk dapat
dioptimalkan. Oleh karena sistem ini menggunakan bentuk peta secara
geografis maka sistem ini juga dikenal dengan nama geographic information
systems atau sistem informasi geografik.

C. SISTEM-SISTEM INFORMASI DI LEVEL ATAS

Sistem informasi eksekutif (SIE) atau executive information system (EIS)


adalah sistem informasi yang digunakan oleh manajer tingkat atas untuk
membantu pemecahan masalah tidak terstruktur (unstructured). SIE
mempunyai karakteristik yang khusus. Karakteristik dari SIE adalah sebagai
berikut ini.
1. Dirancang untuk eksekutif puncak.
2. Menggunakan data internal dan ekstemal.
3. U ntuk pemecahan tidak terstruktur.
4. Untuk membantu perencanaan dan perumusan strategik.
5. Digunakan secara online oleh eksekutif.
6. Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menyaring data.
7. Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menggali data sampai ke
data terkecil (drill down).
8. Harus mudah digunakan.
9. Menggunakan teks, grafik dan tabel yang mudah dicema.

Sistem informasi eksekutif (SIE) sama dengan sistem penunjang


eksekutif (SPE) atau executive support system (ESS). Walaupun SPE dan SIE
e EKMA4434/MODUL 4 4.25

adalah sama, tetapi ada yang membedakannya. Perbedaannya adalah bahwa


SIE tidak menggunakan sistem otomatisasi kantor, sedang SPE
menggunakannya.

D. SISTEM OTOMATISASI KANTOR

Sistem informasi yang menghubungkan ke tiga level manajemen adalah


sistem otomatisasi kantor (SOK) atau office automation systems (AOS).
Sistem otomatisi kantor (SOK) atau office automation system (OAS)
didefinisikan oleh O'Brien (1996) sebagai sistem informasi berbasis
telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan
mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi
elektronik lainnya di antara individual, grup-grup kerja dan organisasi-

orgamsas1.
Sistem kantor otomatis terdiri dari (1) sistem komunikasi elektronik, (2)
sistem kolaborasi elektronik, (3) sistem publikasi dan pengolahan imej
elektronik dan (4) sistern pengelolaan kantor seperti di gambar berikut ini .

.
Ststem Otomatisa_
si Kantor

,,

Sistem S1st~m Sistem PubHkasl Sistem


Komunikasi Kolaborasi dan Pengolahan Pengetolaan
61ektronik E.lektronik rmej Elektronik 'Kantor
' .
.
-&mail - Teleconference - Desktop Publishing - Desktop
-Voice mail - Tel~commuting - .Electronic Document Accessories.
- F-acsjmlle

Management. - Eleofronic
.. Bulletin Board - Presentation G raphics Scheduling
System - Mulfirnedia Presentation

Gambar 4.5.
Area Sistem Otomatisasi Kantor
4.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

~~ -~
!

, ~
- -..--c
...
__.;..
....,_,..
LATIHAN

---- ~ - .

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Sebutkan sistem-sistem informasi apa saja yang dapat digunakan khusus


di manajemen tingkat bawah, tingkat menengah, dan tingkat atas.
2) Apa definisi dari:
a) Sistem pakar (SP) atau expert system (ES).
b) J aringan neural artifisial (JNA) atau artificial neural network
(ANN).
c) Sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support systems
(DSS).
d) Sistem penunjang keputusan grup (SPKG) atau group decision-
support system (GDSS) .
e) Sistem informasi geografik (SIG) atau Geographic information
systems (GIS).
t) Sistem informasi eksekutif (SIE) atau executive information system
(EIS).
3) Apa kegunaan dari sistem pakar? Jelaskan!
4) Sistem pakar mempunyai tiga komponen utama. Sebutkan dan
jelaskan komponen-komponen ini!
5) Apa tujuan dari sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support
systems (DSS)?
6) Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen dari sistem penunjang
keputusan (SPK)!
7) Secara umum, sistem informasi eksekutif (SIE) tidak hanya berbeda
dengan sistem penunjang keputusan (SPK), tetapi juga berbeda dengan
sistem informasi lainnya karena SIE mempunyai karakteristik yang
khusus. Sebutkan dan jelaskan karakteristik-karakteristik khusus dari
SIE ini!
8) Apa yang dimaksud dengan sistem otomatisi kantor (SOK) atau office
automation system (OAS)?
9) Apa yang dimaksud dengan sistem komunikasi elektronik (electronic
comntunication system)? Aplikasi -aplikasi yang termasuk dalam sistem
ini adalah e-mail, voice mail, facsimile dan bulletin board system (BBS).
Jelaskan aplikasi-aplikasi ini!
e EKMA4434/MODUL 4 4.27

10) Apa yang dimaksud dengan sistem kolaborasi elektronik? Aplikasi-


aplikasi yang termasuk dalam sistem ini adalah teleconference dan
telecommuting. Jelaskan aplikasi-aplikasi ini!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Sistem-sistem informasi dapat diterapkan di semua level


manajemen, yaitu di level bawah (level operasional), level menengah
(level taktik) dan level atas (level strategik).
Sistem-sistem informasi di level bawah atau di level operasi
digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk keperluan
mengontrol arus dari transaksi yang terjadi di organisasi. Sistem
informasi semacam ini yang berbasis pada transaksi disebut dengan
Transaction Processing Systems (TPS) dan Process Control Systems
(PCS).
Sistem-sistem informasi di level menengah digunakan untuk
pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen yang sifatnya
setengah terstruktur (semi structured). Sistem-sistem informasi ini, di
antaranya sistem pakar (SP) atau expert Systems (ES), jaringan neural
buatan (JNB) atau artificial neural network (ANN), sistem penunjang
keputusan (SPK) atau decision support systems (DSS) atau group
support systems (GSS), sistem informasi geografik (SIG) atau
geographic information systems (GIS).
Sistem informasi di level atas menengah digunakan oleh manajer
tingkat atas untuk membantu pemecahan masalah tidak terstruktur
(unstructured). Sistem informasi ini disebut dengan nama sistem
informasi eksekutif (SIE) atau executive information system (EIS). Nama
lain dari sistem informasi eksekutif (SIE) adalah sistem penunjang
eksekutif (SPE) atau executive support system (ESS).
Sistem informasi yang menghubungkan ke tiga level manajemen
adalah sistem otomatisasi kantor (SOK) atau office automation systems
(AOS). Sistem otomatisasi kantor (SOK) terdiri dari sistem Komunikasi
elektronik, sistem kolaborasi elektronik, sistem publikasi dan
pengolahan imej elektronik, dan sis tern pengelolaan kantor.
4.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

TES FORMATIF 2
--------------------------------
Pilihlah satu j awaban yang paling tepat!

1) Sistem-sistem informasi di level menengah digunakan untuk . ...


A. menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk keperluan mengontrol
arus dari transaksi yang terj adi di organisasi
B. pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen yang sifatnya
setengah terstruktur (semi structured)
C. membantu pemecahan masalah tidak terstruktur (unstructured)
D. komunikasi dan kolaborasi semua kegiatan manajemen

2) Berikut ini yang termasuk dalam sistem informasi di level atas


adalah ....
A. Transaction Processing Systems (TPS), Process Control Systems
(PCS)
B. Sistern pakar (SP) atau expert Systems (ES), J aringan neural buatan
(JNB) atau artificial neural network (ANN), Sistem penunjang
keputusan (SPK) atau decision support systems (DSS)
C. Sistern informasi eksekutif (executive information systems)
D. Sistern otomatisasi kantor (office automation systems)

3) Berikut ini yang termasuk dalam sis tern informasi di semua level
adalah . .. .
A. Transaction Processing Systems (TPS), Process Control Systems
(PCS)
B. Sistem pakar (SP) atau expert Systems (ES), Jaringan neural buatan
(JNB) atau artificial neural network (ANN), Sistem penunjang
keputusan (SPK) atau decision support systems (DSS)
C. Sistern informasi eksekutif (executive information systems)
D. Sistern otomatisasi kantor (office automation systems)

4) Sistem pakar (SP) atau expert system (ES) adalah sistem informasi yang
berisi dengan ....
A. pakar-pakar
B. pengetahuan dari pakar
C. masalah-masalah kepakaran
D. konsultasi

5) Berikut ini yang tidak termasuk komponen dari sistem pakar adalah ....
A. user interface
B. inference engine
e EKMA4434/ MODUL 4 4.29

C. knowledge base
D. experts

6) Inference engine digunakan untuk ....


A. menghubungkan input (menerima data dan pertanyaan konsultasi)
dan output (menghasilkan jawaban) dengan pemakainya
B. perangkat lunak di sistem pakar yang akan mengevaluasi aturan-
aturan (rules) yang disediakan oleh knowledge base
C. mesin komputer yang digunakan untuk memproses data
D. suatu perangkat keras tambahan di sistem pakar

7) Inference engine dapat dibuat dengan menggunakan, kecuali ....


A. bahasa pemrograman umum seperti misalnya bahasa C
B. bahasa pemrograman khusus, misalnya Lisp dan Prolog
C. dengan paket yang disebut dengan Expert System Shell (atau ES
Shell)
D. DBMS

8) ES Shell yang dijual komersial pertama adalah ....


A. Guru
B. KEE (Knowledge Engineering Environment)
C. Level-S
D. Lisp

9) ES Shell dapat diperoleh dengan cara ....


A. dibuat sendiri dengan bahasa Lisp
B. dibuat sendiri dengan bahas Pro log
C. dibuat dengan bahasa basis data
D. dibeli dalam bentuk paket perangkat lunak

10) Beberapa ES Shell yang ada, kecuali ....


A. Exsys
B. Level-7
C. CLIPS
D. Guru

11) Proses dari pengambilan pengetahuan untuk diletakkan di sistern pakar


disebut dengan ....
A. Knowledge engineer
B. Knowledge acquisition
C. Knowledge extractor
D. Knowledge consultation
4.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

12) Berikut ini yang bukan kelebihan dari jaringan neural artifisial (artificial
neural network) dibandingkan dengan sistem pakar adalah jaringan
neural artifisial ....
A. mempunyai intelegensi yang dapat belaj ar dan berpikir seperti
layaknya otak manusia
B. dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya
untuk perbaikan-perbaikan proses selanjutnya
C. dapat dilatih dan mengembangkan dirinya sendiri
D. akan memberikan basil yang selalu sama dari waktu ke waktu

13) Berikut ini yang tidak termasuk tujuan dari SPK (sistem penunjang
keputusan) adalah ....
A. membantu manajer mengambil keputusan setengah terstruktur yang
dihadapi oleh manajer level menengah
B. membantu atau mendukung manajemen mengambil keputusan
bukan menggantikannya
C. membantu manajer untuk bekerja sama
D. meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajemen bukan
untuk meningkatkan efisiensi

14) Komponen utama dari sistem penunjang keputusan (SPK) adalah ....
A. dialog management, inference engine, dan data management
B. dialog management, model management, dan data management
C. dialog management, model management, dan knowledge
management
D. dialog management, inference engine, dan knowledge management

15) Sistem penunjang keputusan (SPK) yang mengandalkan basis data yang
besar, misalnya mengandalkan data warehouse adalah ....
A. Model driven DSS
B. Data driven DSS
C. Database Management Systems (DBMS)
D. Data mining

16) Ciri-ciri dari On-line analytical processing (OLAP) adalah ....


A. merupakan sistem informasi fungsional yang sudah ada yang
mempunyai basis data yang lengkap ditambah dengan kemampuan
mengambil data dan menganalisisnya secara offline
B. OLAP biasanya menggunakan DBMS dan bahasa kueri sehingga
memudahkan manajer semua tingkat untuk menggunakannya
C. menggunakan teknik drill-down
D. digunakan secara grup
e EKMA4434/MODUL 4 4.31

17) Manajer di Wal Mart dapat menganalisis perilaku konsumen secara


nasional serentak dengan menampilkan informasi ini dalam bentuk peta
wilayah Amerika Serikat dan dapat melihat pergerakan pola perilaku
konsumen antar waktu dan antar tempat di seluruh tokonya di Amerika
Serikat. Sistem informasi ini disebut dengan ....
A. Transaction Processing Systems (TPS), Process Control Systems
(PCS)
B. Jaringan neural buatan (JNB) atau artificial neural network (ANN)
C. Sistem informasi geografik (geographic information systems) atau
sistem informasi geografik
D. Sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support systems
(DSS)

18) Sistem informasi eksekutif (SIE) atau executive information system (EIS)
adalah sis tern informasi yang digunakan oleh ....
A. manajer tingkat menengah untuk membantu pemecahan masalah
tidak terstruktur (unstructured)
B. manajer tingkat atas untuk membantu pemecahan masalah tidak
terstruktur (unstructured)
C. eksekutif untuk membantu pemecahan masalah setengah terstruktur
(semi structured)
D. sernua tingkatan rnanajer

19) Berikut ini yang tidak merupakan ciri -ciri khusus dari sistem informasi
eksekutif (SIE) atau executive information system (EIS) adalah ....
A. dirancang untuk eksekutif puncak dengan menggunakan data
internal dan eksternal untuk pemecahan tidak terstruktur, yaitu
membantu perencanaan dan perumusan strategik
B. digunakan secara offline oleh eksekutif
C. mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menyaring data dan
mengambil dan menggali data sampai ke data terkecil (drill down)
D. harus mudah digunakan, misalnya menggunakan teks, grafik dan
tabel yang mudah dicerna

20) Sistem informasi eksekutif (SIE) dengan sistem penunjang eksekutif


(SPE) atau executive support system (ESS) adalah ....
A. sama tidak ada perbedaannya sama sekali
B. walaupun SPE dan SIE adalah sama, tetapi ada yang
membedakannya. Perbedaannya adalah bahwa SIE tidak
menggunakan sistem otomatisasi kantor, sedang SPE
menggunakannya
4.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. walaupun SPE dan SIE adalah sama, tetapi ada yang


membedakannya. Perbedaannya adalah bahwa SIE tidak
menggunakan internet, sedang SPE menggunakannya
D. sangat berbeda, dua sistem yang lain

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/MODUL 4 4.33

KEGIATAN BELAL.JAR 3

Aplikasi Sistem lnformasi untuk


Keunggulan Kompetitif

eranan sistem teknologi informasi telah banyak bergeser sejak dari


awalnya. Mulai dari peranannya untuk efisiensi, yaitu menggantikan
manusia dengan teknologi informasi yang lebih efisien sampai ke peranannya
untuk efektivitas, yaitu menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
manajemen yang efektif. Sekarang, peranan sistem teknologi informasi tidak
hanya untuk efisiensi dan efekti vitas, tetapi sudah untuk kompetisi. Sistern
teknologi informasi sekarang digunakan sebagai senjata kompetisi
(competitive weapon) yang ampuh untuk memenangkan persaingan. Sistem
informasi untuk keunggulan kompetisi (competitive advantage) seperti ini
disebut dengan sistem informasi strategik (SIS) atau strategic information
system.

A. SISTEM INFORMASI STRATEGIK

Sistem teknologi informasi dikatakan strategikjika aplikasi dari satu atau


lebih sistem-sistem teknologi informasi tersebut mendukung dan
melaksanakan atau mengimplementasikan satu atau lebih strategi-strategi
kompetisi. Tiga strategi umum yang biasanya perusahaan menerapkan untuk
menghadapi pesaing-pesaingnya menurut Porter (1985) adalah cost
leadership, differentiation, dan focus. Strategi-strategi lainnya, yaitu
innovation, alliance, dan growth.

1. Cost Leadership Strategy


Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya terendah di dalam industri,
yaitu dengan cara:
a. menurunkan secara drastis biaya proses bisnis dengan melakukan
rekayasa proses bisnis (business process reengineering),
b. menurunkan biaya dari pemasok, dan
c. menurunkan biaya ke pelanggan.
4.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

2. Differentiation Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
menyediakan produk atau jasa yang berbeda atau unik dengan nilai yang
lebih besar kepada pelanggan dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya,
yaitu dengan cara menggunakan teknologi informasi untuk membuat produk
atau jasa yang berbeda, dan menggunakan teknologi informasi untuk
mengurangi keuntungan diferensi dari pesaing.

3. Focus Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
membantu perusahaan memfokuskan pada produk atau jasa khusus di suatu
niche khusus di dalam organisasi.

4. Innovation Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
menemukan cara khusus dalam berbisnis, yaitu dengan menyediakan produk
atau jasa inovasi terbaru yang belum dilakukan oleh pesaing-pesaingnya,
yaitu dengan cara:
a. membuat market baru dengan melibatkan teknologi informasi, misalnya
adalah Merril Lynch bekerja sama dengan Bank One menghasilkan
produk inovasi baru yang dikenal dengan nama Cash Management
Account (CMA);
b. membuat cara baru menjual produk dan jasa yang melibatkan teknologi
informasi, misalnya adalah McKesson Drug Corp., American Hospital
Supply Company (AHSC), American Airline.

5. Alliance Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
membuat hubungan kerja sama yang menguntungkan (information
partnership) dengan pemasok, perusahaan lain dan bahkan dengan pesaing-
pesaingnya, yaitu dengan cara menggunakan sistem informasi antar
organisasi untuk menghubungkan sistem-sistem informasi perusahaan lain.

6. Growth Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika membantu
mengembangkan dan mendiversifikasi pasar. Contoh perusahaan yang
e EKMA4434/MODUL 4 4.35

melakukan strategi ini misalnya adalah Citicorp yang menggunakan ATM


pertama kali di kota New York untuk mendapatkan banyak nasabah baru.

7. Quality Strategy
Suatu sistem informasi dikatakan mendukung strategi ini jika dapat
membantu meningkatkan kualitas dari produk dan jasa, yaitu dengan cara:
a. menggunakan robot, CAM atau CIM untuk meningkatkan kualitas
produk;
b. menggunakan teknologi informasi untuk peningkatan berkelanjutan
(continuous improvement) dari produk. Contoh perusahaan yang
menerapkan ini adalah Caterpillar Company (CAT).

B. SISTEM INFORMASI ANT AR ORGANISASI

Strategic information system juga menghubungkan antara perusahaan


dengan pemasok dan perusahaan dengan pelanggan secara on-line.
Contohnya, di industri penerbangan, yaitu perusahaan-perusahaan
penerbangan, agen-agen perjalanan dan konsumen dihubungkan dengan suatu
jaringan sistem pemesanan tiket pesawat terbang (airline reservation system).
Di industri perbankan, bank-bank dihubungkan dengan nasabah dengan
menggunakan ATM. Di industri distributor obat, seperti perusahaan-
perusahaan American Hospital Supply Company dan McKesson Corp.,
mereka menghubungkan sistem-sistem teknologi informasinya dengan
konsumen dalam bentuk pemasukan pemesanan secara elektronik (electronic
order entry).
Sampai pertengahan tahun 1990-an, cara utama untuk menarik teknologi
informasi ke luar sampai ke pemasok atau ke pelanggan, yaitu dengan cara
mengembangkan suatu sistem yang disebut dengan interorganization systems
(lOS). Suatu lOS akan menggandeng sistem informasi suatu bisnis dengan
sistem informasi bisnis lainnya. Suatu lOS adalah sistem pengolahan data
dan komunikasi data yang melibatkan dua atau lebih organisasi.
Beberapa perusahaan, seperti misalnya GM, W al Mart dan Kmart
meminta pemasoknya untuk menggunakan lOS untuk penawaran produknya.
Beberapa perusahaan sekarang tidak hanya menggunakan lOS untuk
mengirimkan order penjualan secara elektronik, tetapi mulai
menggunakannya untuk menggabungkan sistem persediaannya secara
elektronik langsung ke komputer pemasok. Dengan sistem ini, pemasok akan
4.36 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

mengetahui posisi persediaan kliennya dan secara otomatis akan


mengirimkan order penjualan kepada klien jika item persediaan sudah
waktunya untuk diisi kembali.
Tipe umum dari lOS yang menggunakan teknologi yang standar adalah
yang disebut dengan electronic data interchange (EDI), yaitu suatu
penggunaan sistem komputer yang standar di beberapa organisasi terpisah
untuk dapat mengirimkan data secara elektronik lewat dokumen-dokumen
bisnis. Dokumen-dokumen bisnis yang umumnya dikomunikasikan lewat
EDI adalah order pembelian, order penjualan, permintaan daftar harga, klaim
asuransi. Supaya data di dalam dokumen yang dikirimkan secara elektronik
dapat dipahami oleh komputer penerima maka aplikasi EDI ini harus
didasarkan pada format dokumen dan protokol yang standar yang dipahami
oleh masing-masing sistem di masing-masing organisasi.
EDI sekarang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di sektor
pabrikan dan di sektor eceran. Misalnya adalah perusahaan mobil Chrysler
memasuki tahun 1990-an dengan 1600 pemasok untuk 14 pabrik perakitan
mobil dan truknya di Amerika Utara. EDI di perusahaan ini mendukung
sebanyak 17 juta transaksi dengan pemasok per tahunnya. Oleh karena JIT
untuk produksi telah diterapkan pada tahun 1984, perusahaan telah berhasil
mengurangi persediaannya dari 5 hari ke 48 jam dan menghemat $1 miliar
dari j aringan persediaannya.
Penerapan EDI mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut ini.
1. Mempercepat kegiatan bisnis
Data bisnis akan dikirim, diterima, dievaluasi, dan diproses dengan
kecepatan yang tinggi.
2. Pengurangan modal kerja yang dibutuhkan
Pengurangan di persediaan dan piutang dagang akan mengakibatkan
pengurangan dari modal kerj a.
3. Penghematan biaya
Dengan EDI, biaya pemrosesan order pembelian akan sangat dihemat.
Misalnya penghematan biaya karena EDI di sektor eceran mencapai
sebesar $300 juta setahunnya. Penghematan ini disebabkan oleh
penurunan biaya karena penurunan kesalahan pemasukan data yang
menurunkan biaya pemasukan data ulang.
e EKMA4434/MODUL 4 4.37

4. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan pemasok


EDI dapat menumbuhkan hubungan kerja sama yang baik dalam bentuk
partnership dengan pelanggan atau dengan pemasoknya untuk
memenangkan keuntungan strategik.
5. Memungkinkan untuk melakukan perdagangan intemasional
Biaya penanganan dokumen untuk perdagangan internasional dapat
mencapai sekitar 7% dari nilai barang yang diperdagangkan. Demikian
juga waktu tunggu pengiriman dokumen secara internasional dapat
dipercepat.

<

-- !J LATIHAN
1

. --
.-

-- - - -.._.,;
..
.,_,-#'

-
~

.
------------------------------------------

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Peranan sis tern teknologi informasi sekarang tidak hanya untuk efisiensi
dan efektivitas, tetapi sudah untuk kompetisi. Jelaskan maksudnya!
2) Sistem teknologi informasi yang digunakan untuk peran kompetisi
disebut dengan sistem informasi strategik (SIS) atau strategic
information system. Jelaskan apa SIS?
3) Jelaskan macam-macam strategi perusahaan sebagai berikut ini.
a) Cost leadership.
b) Differentiation.
c) Focus.
d) Innovation.
e) Alliances.
f) Growth.
4) Apa yang disebut dengan interorganization systems (lOS)? Jelaskan!
5) Sebutkan keuntungan-keuntungan menggunakan electronic data
inte rchang e (EDI)!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 3 di atas.


4.38 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

RANGKUMAN
------------------------------------

Peranan sistem teknologi informasi telah banyak bergeser dari


peranannya untuk efisiensi sampai ke peranannya untuk efektivitas yaitu
menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen yang
efektif. Sekarang, peranan sistem teknologi informasi tidak hanya untuk
efisiensi dan efektivitas, tetapi sudah untuk kompetisi. Sistem teknologi
informasi sekarang digunakan sebagai senj ata kompetisi (competitive
weapon) yang ampuh untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi
untuk keunggulan kompetisi (competitive advantage) seperti ini disebut
dengan sistem informasi strategik (SIS) atau strategic information
system.
Beberapa strategi yang biasanya perusahaan menerapkan untuk
menghadapi pesaing-pesaingnya menurut Porter (1980) adalah cost
leadership, differentiation, focus, innovation, alliance dan growth.
Sistem teknologi informasi dikatakan strategik jika aplikasi dari satu
atau lebih sistem-sistem teknologi informasi tersebut mendukung dan
melaksanakan atau mengimplementasikan satu atau lebih strategi-
strategi kompetisi tersebut.
Strategic information system juga menghubungkan antara
perusahaan dengan pemasok dan perusahaan dengan pelanggan secara
on-line. Cara utama untuk menarik teknologi informasi ke luar sampai
ke pemasok atau ke pelanggan, yaitu dengan cara mengembangkan suatu
sistem yang disebut dengan interorganization systems (lOS). Suatu lOS
adalah sistem pengolahan data dan komunikasi data yang melibatkan
dua atau lebih organisasi. Tipe umum dari lOS yang menggunakan
teknologi yang standar adalah yang disebut dengan electronic data
interchange (EDI), yaitu suatu penggunaan sistem komputer yang
standar di beberapa organisasi terpisah untuk dapat mengirimkan data
secara elektronik lewat dokumen-dokumen bisnis.
e EKMA4434/MODUL 4 4.39

TES FORMATIF 3
--------------------------------
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Peranan sistem teknologi informasi telah banyak bergeser sejak dari


awalnya. Urut-urutan peran dari sistem teknologi informasi adalah
per an ....
A. efisiensi, efektivitas, strategik, komunikasi, dan kolaborasi
B. efektivitas, efisiensi, strategik, komunikasi, dan kolaborasi
C. strategik, efisiensi, efektivitas, komunikasi, dan kolaborasi
D. komunikasi dan kolaborasi, efisiensi, efektivitas, dan strategik

2) Peran efisiensi dari sistem teknologi informasi adalah ....


A. peran menggantikan manusia dengan teknologi informasi
B. menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen
C. menyediakan alat kolaborasi yang handal bagi manajemen
D. digunakan untuk memenangkan persaingan

3) Sistem informasi untuk keunggulan kompetisi (competitive advantage)


seperti ini disebut dengan nama ....
A. sistem informasi strategik (SIS) atau strategic information system
B. sis tern informasi eksekutif (SIE) atau executive information system
C. sistem dukungan eksekutif (SDE) atau executive support system
D. sistem informasi manajemen (SIM) atau management information
system

4) Sis tern teknologi informasi dikatakan strategik apabila aplikasi dari satu
atau lebih sistem-sistem teknologi informasi tersebut ....
A. menganalisis satu atau lebih strategi-strategi kompetisi
B. memformulasikan satu atau lebih strategi-strategi kompetisi
C. mengimplementasikan satu atau lebih strategi -strategi kompetisi
D. mengevaluasi satu atau lebih strategi -strategi kompetisi

5) Tiga strategi umum yang utama yang biasanya perusahaan menerapkan


untuk menghadapi pesaing-pesaingnya menurut Porter (1980) adalah ....
A. differentiation, alliance, dan focus
B. differentiation, growth, dan focus
C. cost leadership, growth, dan focus
D. cost leadership, differentiation, dan focus
4.40 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

6) Suatu sistem informasi dikatakan mendukung cost leadership strategy


jika dapat ....
A. mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya terendah di dalam
industri
B. menyediakan produk atau jasa yang berbeda atau unik dengan nilai
yang lebih besar kepada pelanggan dibandingkan dengan pesaing-

pesa1ngnya
C. membantu perusahaan memfokuskan pada produk atau jasa khusus
di suatu niche khusus di dalam organisasi
D. menemukan cara khusus dalam berbisnis yaitu dengan menyediakan
produk atau jasa inovasi terbaru yang belum dilakukan oleh pesaing-

pesa1ngnya

7) Suatu sistem informasi dikatakan mendukung differentiation strategy


jika dapat ....
A. mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya terendah di dalam
industri
B. menyediakan produk atau jasa yang berbeda atau unik dengan nilai
yang lebih besar kepada pelanggan dibandingkan dengan pesaing-

pesa1ngnya
C. membantu perusahaan memfokuskan pada produk atau jasa khusus
di suatu niche khusus di dalam organisasi
D. menemukan cara khusus dalam berbisnis, yaitu dengan
menyediakan produk atau jasa inovasi terbaru yang belum dilakukan
oleh pesaing-pesaingnya

8) Suatu sistem informasi dikatakan mendukung focus strategy jika


dapat ....
A. mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya terendah di dalam
industri
B. menyediakan produk atau jasa yang berbeda atau unik dengan nilai
yang lebih besar kepada pelanggan dibandingkan dengan pesaing-

pesa1ngnya
C. membantu perusahaan memfokuskan pada produk atau jasa khusus
di suatu niche khusus di dalam organisasi
D. menemukan cara khusus dalam berbisnis yaitu dengan menyediakan
produk atau jasa inovasi terbaru yang belurn dilakukan oleh pesaing-

pesa1ngnya
e EKMA4434/MODUL 4 4.41

9) Suatu sistem informasi dikatakan mendukung innovation strategy


jika ....
A. dapat mencapai posisi sebagai produsen dengan biaya terendah di
dalam industri
B. dapat menyediakan produk atau jasa yang berbeda atau unik dengan
nilai yang lebih besar kepada pelanggan dibandingkan dengan

pesa1ng-pesa1ngnya
C. dapat membantu perusahaan memfokuskan pada produk atau jasa
khusus di suatu niche khusus di dalam organisasi
D. dapat menemukan cara khusus dalam berbisnis yaitu dengan
menyediakan produk atau jasa inovasi terbaru yang belum dilakukan
oleh pesaing-pesaingnya

10) Untuk menarik teknologi informasi ke luar sampai ke pemasok atau ke


pelanggan dapat dilakukan dengan cara mengembangkan suatu sistem
yang disebut dengan ....
A. Interorganization systems (lOS)
B. Extranet
C. Sistem informasi strategik
D. Sistern kantor otomatis

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 3, terutama bagian yang
belum dikuasai.
4.42 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2 Tes Formatif 3


1) c 1) B 1) A
2) A 2) c 2) A
3) D 3) D 3) A
4) A 4) B 4) c
5) B 5) D 5) D
6) c 6) B 6) A
7) D 7) D 7) B
8) c 8) B 8) c
9) B 9) D 9) D
10) A 10) B 10) A
11) B
12) D
13) c
14) B
15) B
16) B
17) c
18) B
19) B
20) B
e EKMA4434/ MODUL 4 4.43

Daftar Pustaka

Jessup, Leonard, and David Tansuk. (1991). "Decision Making in an


Automated Environment: The Effect on Anonymity and Proximity with
a Group Decision Support System." Decision Sciences Journal. Spring.

Jogiyanto, H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto, H.M. (2002). Sistem Informasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Y ogyakarta: BPFE.

Martin, E. Wainright; Carol, W. Brown; Daniel, W. De Hayes; Jeffrey, A.


Hoffer dan William, C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James, A. (1996). Management Information Systems: Managing


Information Technology in the Networked Enterprise. Third edition.
Chicago: Richard D. Irwin.

Porter, Michael, E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining


Superior Performance. New York: Free Press.

Wilkinson, Joseph, W.; Michael, J. Cerullo; Vasant, Raval; Bernard Wong-


On-Wing. (2000). Accounting Information Systems: Essential Concepts
and Applications. Fourth Edition. New York: John Willey and Sons, Inc.
MDDUL 5

Pengembangan Sistem lnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas pengembangan sistem informasi. Untuk dapat


...... memanfaatkan keuntungan yang ditawarkan oleh sistem informasi
maka sistem informasi ini perlu dibangun. Membangun sistem informasi di
organisasi disebut dengan istilah mengembangkan sistem informasi.
Pengembangan sistem informasi yang banyak dilakukan adalah
pengembangan sistem informasi yang disebut dengan systems development
life cycle (SDLC). Supaya pengembangan sistem informasi dapat dilakukan
dengan lebih berhasil maka suatu metodologi pengembangan sistem perlu
digunakan. Metodologi pengembangan sistem informasi yang banyak
digunakan dan akan dibahas di modul ini adalah metodologi pengembangan
sis tern terstruktur.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini Anda diharapkan mampu:
1. mengembangkan sistem informasi;
2. memahami metode SDLC;
3. menjelaskan analisis sistem informasi pada organisasi;
4. menjelaskan desain sistem informasi pada organisasi;
5. menjelaskan implementasi sistem informasi pada organisasi;
6. memahami strategi konversi;
7. menjelaskan pemeliharaan sistem informasi;
8. memahami metodologi pengembangan sistem terstruktur;
9. memahami pendekatan top-down pada metodologi pengembangan sistem
terstruktur;
10. memahami pendekatan decomposition pada metodologi pengembangan
sistem terstruktur;
11. memahami alat-alat yang digunakan di metodologi pengembangan
sis tern terstruktur.
5.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belaj ar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/ MODUL 5 5.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Siklus Hidup Pengembangan Sistem

A. TAHAPAN-TAHAPAN DI SDLC

Metode siklus hidup pengembangan sistem atau system development life


cycle (SDLC) mempunyai beberapa tahapan. Sesuai dengan namanya, SDLC
dimulai dari suatu tahapan sampai tahapan terakhir dan kembali lagi ke
tahapan awal membentuk suatu siklus atau daur hidup.
Tahapan-tahapan dalam metode SDLC adalah sebagai berikut ini.
1. Analisis sistem (system analysis)
a. Studi pendahuluan.
b. Studi kelayakan.
c. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pemakai.
d. Memahami sistem yang ada.
e. Menganalisis basil penelitian.
2. Perancangan sistem (system design)
a. Perancangan awal.
b. Perancangan rinci.
3. Implementasi sis tern (system implementation)
4. Operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance)

Siklus atau daur hidup pengembangan sistem tampak jika sistem yang
sudah dikembangkan dan dioperasikan tidak dapat dirawat lagi sehingga
dibutuhkan pengembangan sistem kembali yang tampak di gambar berikut

llli.
5.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e


Analisis S ~stem.

't
Perancangan Sistem
.

...

lmplementasl Sistern
'

...
Operasi dan Perawatan
Sistem

Gambar 5.1.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem

1. Analisis Sistem
Tahap awal dari SDLC adalah analisis sistem (system analysis). Tahap
ini dilakukan oleh analis sistem (system analyst). Analis sistem (system
analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk mengembangkan sistem
secara profesional. Alasan menggunakan analis sistem di metode SDLC
adalah karena metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi
informasi yang kompleks. STI yang kompleks perlu dianalisis oleh orang
yang ahli di bidangnya sehingga permasalahan dapat dipecahkan dan
kebutuhan pemakai sistem dapat diidentifikasi dengan benar.
Tahap di analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut ini.

a. Studi pendahuluan
Kegiatan awal dari analisis sistem adalah studi awal atau studi
pendahuluan tentang jenis, ruang lingkup, dan pemahaman awal dari proyek
pengembangan STI ini. Dari studi pendahuluan ini dapat diperoleh hasil
pemahaman sistem secara awal, perkiraan biaya yang dibutuhkan, dan waktu
yang diperlukan untuk pengembangan STI ini.

b. Studi kelayakan
Setelah studi pendahuluan dilakukan, langkah berikutnya yang
diperlukan oleh analisis sistem adalah melakukan studi kelayakan (feasibility
e EKMA4434/MODUL 5 5.5

study). Studi kelayakan (feasibility study) terdiri dari lima macam kelayakan
yang disebut dengan TELOS, yaitu studi kelayakan Teknologi, studi
kelayakan Ekonomis, studi kelayakan Legal, studi kelayakan Operasi, dan
studi kelayakan Sosial. Studi kelayakan ini dimaksudkan bahwa secara
teknologi, ekonomi, legal, operasi dan sosial, pengembangan STI dapat
dilakukan dan layak. Pengembangan STI layak secara teknologi jika
teknologi yang dibutuhkan dapat tersedia dan diperoleh. Pengembangan STI
dikatakan layak secara ekonomis jika manfaat yang diperolehnya lebih besar
dari biaya yang dikeluarkannya dan dana yang digunakan untuk
membangunnya tersedia. Pengembangan STI dikatakan layak secara legal
jika tidak melanggar peraturan dan hukum yang berlaku. Pengembangan STI
dikatakan layak secara operasi jika STI yang dihasilkan dapat dioperasikan
dan dijalankan. Pengembangan STI dikatakan layak secara sosial jika basil
dari STI tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap lingkungan sosialnya.
Kelayakan ekonomis diperoleh jika manfaat dari STI lebih besar dari
biaya-biayanya dan dana yang dibutuhkan tersedia. Manfaat yang diperoleh
dari STI dapat berbentuk manfaat-manfaat berujud (tangible benefits) dan
manfaat-manfaat tidak berujud (intangible benefits). Manfaat-manfaat
berujud (tangible benefits) merupakan manfaat-manfaat yang langsung dapat
diukur dengan nilai uang. Contoh manfaat-manfaat ini adalah manfaat
penurunan biaya persediaan, manfaat penurunan biaya operasi, manfaat
penurunan biaya alat tulis, manfaat peningkatan penjualan. Manfaat-manfaat
tidak berujud (intangible benefits) merupakan manfaat-manfaat yang tidak
langsung dapat diukur dengan nilai uang. Contoh manfaat-manfaat ini adalah
manfaat peningkatan pengambilan keputusan manajemen, manfaat
peningkatan kepuasan pelanggan, manfaat peningkatan moral pekerja. Oleh
karena kelayakan ekonomis diukur dengan satuan uang maka manfaat-
manfaat tidak nampak harus dinilai uangkan. Beberapa metode tersedia untuk
menilai uangkan manfaat-manfaat tidak nampak seperti metode nilai
ekspektasi (expected value).
Metode nilai ekspektasi (expected value) dilakukan dengan
mengidentifikasi kejadian-kejadian (outcomes) yang akan terjadi akibat dari
manfaat tidak berujud dikalikan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya.
Misalnya, manfaat tidak berujud adalah kepuasan pelanggan. Kejadian akibat
kepuasan pelanggan adalah menaikkan penjualannya. Untuk menghitung
nilai rupiah kepuasan pelanggan dapat dilakukan pertama kali
mengidentifikasi kenaikan penjualan akibat dari tingkat kepuasan langganan.
5.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Dimisalkan penjualan sebelumnya adalah Rp20.000.000,00. Jika pelanggan


"sangat puas," diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 25 % dari
penjualan sebelumnya atau akan didapatkan kenaikan penjualan sebesar
25 % x Rp20.000.000,00 yaitu sebesar Rp5.000.000,00 Jika pelanggan
"puas," diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 20% dari penjualan
sebelumnya atau akan didapatkan kenaikan penjualan sebesar 20% x
Rp20.000.000,00, yaitu sebesar Rp4.000.000,00. Jika pelanggan "cukup
puas," diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 10% dari penjualan
sebelumnya atau akan didapatkan kenaikan penjualan sebesar 10% x
Rp20.000.000,00, yaitu sebesar Rp2.000.000,00.

Tabel 5.1.
Nilai Ekspektasi Kenaikan Penjualan Akibat Kepuasan Pelanggan

Kenaikan Probabilitas
I Kepuasan pelanggan Oi X Pi
penjualan (Oi) terjadinya (Pi)
1 Sangatpuas 25% atau Rp5.000.000,00 50% Rp2.500.000,00
2 Puas 20% atau Rp4.000.000,00 40% Rp1.600.000,00
3 Cukup puas 10% atau Rp2.000.000,00 10% Rp 200.000,00

Nilai ekspektasi atau NE dihitung dengan menjumlahkan semua


kejadian-kejadian (outcomes) dengan nilai probabilitas terjadinya sebagai
berikut ini.
k
NE= Loixpi
i=l
Dengan demikian, besarnya nilai kepuasan pelanggan diperkirakan
adalah sebesar Rp2.500.000,00 + Rp1.600.000,00 + Rp200.000,00 =
Rp4.300.000,00.

c. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai


Langkah selanjutnya jika STI layak dikembangkan adalah
mengidentifikasi masalah di sistem lama supaya dapat diperbaiki di sistem
yang baru. Mengidentifikasi masalah dilakukan dengan mengidentifikasi
penyebab masalahnya. Penyebab masalah merupakan sumber dari
permasalahan yang harus diperbaiki.
Setelah diketahui sumber dan tempat permasalahannya, langkah
selanjutnya adalah memahami sistem yang ada untuk mendapatkan data dan
menganalisis permasalahannya. Memahami sistem yang ada dapat dilakukan
dengan melakukan penelitian untuk mendapatkan data tentang sistem yang
ada.
e EKMA4434/MODUL 5 5.7

d. Menganalisis hasil penelitian


Setelah penelitian dilakukan dan hasil penelitian dikumpulkan, langkah
selanjutnya adalah menganalisis hasil penelitian ini. Menganalisis hasil
penelitian terdiri dari menganalisis kelemahan sistem yang lama dan
menganalisis kebutuhan informasi pemakai.
Menganalisis kelemahan sistem yang lama dimaksudkan untuk
menemukan penyebab sebenarnya permasalahan-permasalahan yang terjadi
sehingga sistem yang lama tidak berfungsi. Sistem yang lama akan diganti
dengan sistem yang baru. Permasalahan-permasalahan di sistem yang lama
perlu ditemukan dan diperbaiki dengan sistem yang baru. Jika sistem yang
baru merupakan sistem teknologi informasi maka perbaikan dari sistem yang
lama berupa perbaikan-perbaikan dalam bentuk informasi yang disediakan
oleh sistem yang baru. Supaya sistem yang baru berhasil, informasi-informasi
yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Menganalisis
kebutuhan informasi pemakai perlu dilakukan untuk menghasilkan informasi
yang relevan.

2. Perancangan Sistem
Tahap berikutnya dari SDLC setelah tahap analisis sistem adalah tahap
perancangan sistem (system design). Tahap perancangan sistem mempunyai
dua tujuan utama, yaitu sebagai berikut ini.
a. Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi
kepada pemakai sistem secara logika.
b. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap
kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya.

Tujuan perancangan sistem yang pertama lebih dikenal dengan istilah


perancangan sistem secara logika (logical system design) atau perancangan
sistem secara umum (general system design). Tujuan perancangan sistem
yang kedua lebih dikenal dengan istilah perancangan sistem secara terinci
(detail system design).

a. Perancangan sistem secara umum


Tujuan dari perancangan sistem secara umum (general system design)
atau perancangan sistem secara logika (logical system design) atau
perancangan sistem secara konsep (conceptual system design) adalah untuk
memberikan gambaran secara umum kepada pemakai sistem tentang sistem
5.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

teknologi informasi yang baru. Perancangan sistem secara umum merupakan


persiapan dari perancangan sistem secara terinci. Jika STI langsung
dirancang secara terinci dan pemakai sistem tidak menyetujuinya maka akan
sangat mahal dan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya.
Supaya tidak merubah terlalu rinci maka untuk persetujuan dari pemakai
sistem, STI perlu dirancang secara umum terlebih dahulu. Perancangan
sistem secara umum lebih diarahkan kepada pemakai sistem untuk
menyetujuinya ke perancangan sistem selanjutnya yaitu perancangan sistem
secara terinci. Sebelum pemakai sistem setuju terhadap perancangan sistem
secara umum, perancangan sistem secara terinci tidak akan dilakukan.

b. Perancangan sistem terinci


Jika perancangan sistem secara umum untuk menjawab pertanyaan apa
yang dibutuhkan dari komponen-komponen sistem teknologi informasi,
perancangan sistem secara terinci untuk menjawab pertanyaan bagaimana
dan seperti apa bentuk dari komponen-komponennya. Perancangan sistem
secara terinci (detailed system design) atau perancangan sis tern fisik
(physical system design) dimaksudkan untuk menggambarkan bentuk secara
fisik dari komponen-komponen STI yang akan dibangun oleh pemrogram
dan ahli teknik lainnya.

3. Implementasi Sistem
Tahap berikutnya setelah sistem selesai di rancang dan dibangun adalah
tahap implementasi sistem. Implementasi sis tern (system implementation)
adalah tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan.
Tahap implementasi sistem terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut

liD.
a. Mempersiapkan rencana implementasi.
b. Melakukan kegiatan implementasi
1) Memilih dan melatih personil.
2) Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem.
3) Mengetes sis tern.
4) Melakukan konversi sistern.
c. Menindaklanjuti implementasi.
e EKMA4434/MODUL 5 5.9

Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau


meninggalkan sistem yang lama dengan sistem yang baru. Untuk mengganti
sistem yang lama dengan sistem yang baru diperlukan suatu pendekatan atau
strategi supaya berhasil. Pendekatan atau strategi konversi yang ada adalah
sebagai berikut ini.

a. Konversi paralel
Pendekatan atau strategi konversi paralel (parallel conversion) dilakukan
dengan mengoperasikan sistem yang baru bersama-sama dengan sistem yang
lama selama satu periode waktu tertentu. Kedua sistem ini dioperasikan
bersama-sama untuk meyakinkan bahwa sistem yang baru telah benar-benar
beroperasi dengan sukses sebelum sistem yang lama dihentikan. Kebaikan
sistem ini adalah risiko penerapan yang rendah, yaitu jika sistem yang baru
gagal, sistem yang lama masih tetap beroperasi. Kelemahan dari pendekatan
ini adalah biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena dua sistem berjalan
bersama-sama maka biaya operasi sistem-sistemnya menjadi mahal.
Pendekatan ini banyak digunakan untuk sistem yang kompleks dan besar.

b. Konversi pilot
Pendekatan atau strategi konversi pilot (pilot conversion) atau
pendekatan konversi lokasi (location conversion) dilakukan bertahap pada
suatu lokasi sebagai suatu percontohan dan jika berhasil dilanjutkan ke lokasi
yang lainnya. Pendekatan ini biasanya dilakukan hila suatu sistem yang
sejenis akan diterapkan di banyak bagian atau lokasi atau departemen.
Kebaikan dari pendekatan ini adalah risiko kegagalan penerapan sistem
sedang, yaitu kegagalan sistem mungkin terjadi hanya terletak pada lokasi
konversi yang awal saja karena kesalahan pada lokasi sebelumnya dapat
dibetulkan terlebih dahulu sehingga tidak terj adi kesalahan pada lokasi
berikutnya. Kelemahan dari pendekatan ini adalah waktu konversi dapat
menjadi lama karena dilakukan tidak langsung untuk seluruh lokasi tetapi
bertahap untuk masing-masing lokasi.

c. Konversi bertahap
Pendekatan atau strategi konversi bertahap (phasing conversion atau
stepped conversion atau staged conversion atau phase-in conversion atau
phased cut-over conversion) dilakukan dengan menerapkan masing-masing
modul dari sistem secara bertahap dan urut. Pendekatan ini dilakukan dengan
5.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

menerapkan sebuah modul terlebih dahulu dan jika sukses maka disusul oleh
modul lainnya sampai semua modul selesai diterapkan. Kebaikan dari
pendekatan ini adalah risiko kegagalan penerapan sistem sedang yaitu
kegagalan sistem mungkin terjadi hanya terletak pada modul konversi yang
awal saja karena kesalahan pada modul sebelumnya dapat dibetulkan terlebih
dahulu. Kelemahan dari pendekatan ini adalah waktu konversi dapat menjadi
lama karena dilakukan tidak langsung untuk seluruh modul, tetapi bertahap
untuk masing-masing modul.

d. Konversi langsung
Pendekatan atau strategi konversi langsung (direct conversion atau direct
cutover atau cold turkey conversion atau abrupt cutover) dilakukan dengan
mengganti sistem yang lama langsung dengan sistem yang baru. Kebaikan
dari pendekatan ini adalah pada biaya konversinya yang tidak terlalu besar.
Kelemahan dari pendekatan ini adalah risiko yang harus ditanggung besar
karena kegagalan sistem yang baru dapat berakibat fatal berhentinya kegiatan
dari sistem karena sistem yang lama juga sudah dihentikan.

4. Operasi dan Perawatan Sistem


Setelah sistem diimplementasikan dengan berhasil, sistem akan
dioperasikan dan dirawat. Tahap ini disebut dengan operasi dan perawatan
sistem (system operation and maintenance). Sistem perlu dirawat karena
beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini.
a. Sistem mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi sehingga
kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki.
b. Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari
pemakai sistem.
c. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.
d. Sistem perlu ditingkatkan.

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE SDLC

Metode SDLC mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.


Kelebihan-kelebihan dari metode ini adalah sebagai berikut ini.
1. Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman
mengembangkan sistem.
2. Akan memberikan basil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis
dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.
e EKMA4434/MODUL 5 5.11

Di samping kelebiban-kelebibannya, metode SDLC juga mempunyai


beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan dari metode ini adalab
sebagai berikut.
1. Hanya menyediakan tabapan-tabapan saja, tetapi tidak menyediakan
metodologi (cara dan alat-alat) untuk mengembangkan sistem sebingga
harus digabungkan dengan metodologi yang ada yaitu misalnya
metodologi pengembangan sistem terstruktur.
2. Hasil dari SDLC san gat tergantung dari basil di tabap analisis sebingga
jika terdapat kesalaban analisis, akan terbawa terus dengan basil sistem
yang kurang memuaskan.
3. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sistem
harus dikembangkan sampai selesai semua terlebib dabulu.
4. Dibutubkan biaya yang relatif lebih besar dibandingkan dengan metode
lainnya.
5. Hasil dari sis tern tidak luwes untuk dimodifikasi karena perlu dilakukan
analisis kembali.

~
. .
.

. . ---~.. """!"sz LA T I H A N
-
. ~
' ,
- a- i~ ----------------------------------------

Untuk memperdalam pemabaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlab latiban berikut!

1) Jelaskan tentang siklus bidup pengembangan sistem atau system


development life cycle (SDLC) sebagai berikut ini.
a) Tabapan-tabapannya.
b) Mengapa metode ini disebut dengan metode konvensional?
Jelaskan!
2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisis sistem (system analysis)!
3) Apa tujuan dari analisis sistem? Jelaskan!
4) Apa studi kelayakan (feasibility study)?
5) Apa itu TELOS? Jelaskan!
6) J elaskan metode nilai ekspektasi (expected value) untuk merubab nilai
manfaat-manfaat tidak berujud menjadi nilai-nilai keuangan!
7) Jelaskan strategi-strategi untuk implementasi sistem. Jelaskan kelebiban
dan kekurangan dari masing-masing strategi!
5.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

8) Apa yang dimaksud dengan gunung es biaya perawatan sistem? Apa


implikasinya dalam kelayakan sistem? Jelaskan!
9) Bagaimana cara mengurangi biaya perawatan sistem? Jelaskan!
10) Jelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari SDLC!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.

RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Metode siklus hidup pengembangan sistem atau system development


life cycle (SDLC) mempunyai beberapa tahapan. Tahapan-tahapan
dalam metode SDLC adalah (1) analisis sistem (system analysis),
(2) perancangan sistem (system design), (3) implementasi sistem
(system implementation), dan (4) operasi dan perawatan sistem (system
operation and maintenance).
Tahap awal dari SDLC adalah analisis sistem (system analysis).
Tahap ini dilakukan oleh analis sistem (system analyst). Analis sistem
(system analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk
mengembangkan sistem secara profesional. Alasan menggunakan analis
sistem di metode SDLC adalah karena metode ini digunakan untuk
mengembangkan sistem teknologi informasi yang kompleks. STI yang
kompleks perlu dianalisis oleh orang yang ahli di bidangnya sehingga
permasalahan dapat dipecahkan dan kebutuhan pemakai sistem dapat
diidentifikasi dengan benar.
Kegiatan awal dari analisis sistem adalah studi awal atau studi
pendahuluan tentang jenis, ruang lingkup, dan pemahaman awal dari
proyek pengembangan STI ini. Dari studi pendahuluan ini dapat
diperoleh hasil pemahaman sistem secara awal, perkiraan biaya yang
dibutuhkan dan waktu yang diperlukan untuk pengembangan STI ini.
Setelah studi pendahuluan dilakukan, langkah berikutnya yang
diperlukan oleh analisis sistem adalah melakukan studi kelayakan
(feasibility study). Studi kelayakan (feasibility study) terdiri dari lima
macam kelayakan yang disebut dengan TELOS, yaitu studi kelayakan
Teknologi, studi kelayakan Ekonomis, studi kelayakan Legal, studi
kelayakan Operasi, dan studi kelayakan Sosial.
Kelayakan ekonomis diperoleh jika manfaat dari STI lebih besar
dari biaya-biayanya dan dana yang dibutuhkan tersedia. Manfaat yang
e EKMA4434/ MODUL 5 5.13

diperoleh dari STI dapat berbentuk manfaat-manfaat berujud (tangible


benefits) dan manfaat-manfaat tidak berujud (intangible benefits).
Manfaat-manfaat berujud (tangible benefits) merupakan manfaat-
manfaat yang langsung dapat diukur dengan nilai uang. Manfaat-
manfaat tidak berujud (intangible benefits) merupakan manfaat-manfaat
yang tidak langsung dapat diukur dengan nilai uang. Oleh karena
kelayakan ekonomis diukur dengan satuan uang maka manfaat-manfaat
tidak nampak harus dinilai uangkan. Beberapa metode tersedia untuk
menilai uangkan manfaat-manfaat tidak nampak seperti metode nilai
ekspektasi (expected value).
Langkah selanjutnya jika STI layak dikembangkan adalah
mengidentifikasi masalah di sistem lama supaya dapat diperbaiki di
sistem yang baru. Mengidentifikasi masalah dilakukan dengan
mengidentifikasi penyebab masalahnya. Penyebab masalah merupakan
sumber dari permasalahan yang harus diperbaiki.
Setelah penelitian dilakukan dan basil penelitian dikumpulkan,
langkah selanjutnya adalah menganalisis basil penelitian ini.
Menganalisis basil penelitian terdiri dari menganalisis kelemahan sistem
yang lama dan menganalisis kebutuhan informasi pemakai.
Tahap kedua dari SDLC setelah tahap analisis sistem adalah tahap
perancangan sistem (system design). Tahap perancangan sistem
mempunyai dua tujuan utama, yaitu (1) memberikan gambaran secara
umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem secara
logika, dan (2) memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun
yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya.
Tahap ketiga adalah tahap implementasi sistem. Implementasi
sistem (system implementation) adalah tahap meletakkan sistem supaya
siap dioperasikan. Implementasi sistem juga merupakan proses
mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan sistem yang
baru. Untuk mengganti sistem yang lama dengan sistem yang baru
diperlukan suatu pendekatan atau strategi supaya berhasil. Pendekatan
atau strategi konversi yang ada adalah ( 1) konversi paralel (parallel
conversion), (2) konversi pilot (pilot conversion) atau konversi lokasi
(location conversion), (3) konversi bertahap (phasing conversion atau
stepped conversion atau staged conversion atau phase-in conversion atau
phased cut-over conversion), dilakukan dengan menerapkan masing-
masing modul dari sistem secara bertahap dan urut. Pendekatan I dan (4)
konversi langsung (direct conversion atau direct cutover atau cold turkey
conversion atau abrupt cutover).
Tahap keempat disebut dengan operasi dan perawatan sistem
(system operation and maintenance). Sistem perlu dirawat karena
beberapa hal, yaitu (1) sistem mengandung kesalahan yang perlu
5.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

diperbaiki, (2) sistern rnengalarni perubahan-perubahan karena


perrnintaan baru dari pernakai sis tern, (3) sistern mengalarni perubahan
karena perubahan lingkungan luar, dan (4) sistem perlu ditingkatkan.
Metode SDLC mempunyai beberapa kelebihan. Di samping
kelebihan-kelebihannya, metode SDLC juga mempunyai beberapa
kekurangan.

TES FDRMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Metode siklus hidup pengembangan sistem atau system development life


cycle (SDLC) mernpunyai beberapa tahapan. Urutan tahapan-tahapan
dalam metode SDLC adalah ....
A. analisis sistern (system analysis), implementasi sistem (system
implementation), perancangan sis tern (system design), dan operasi
dan perawatan sistem (system operation and maintenance)
B. analisis sistem (system analysis), perancangan sistem (system
design), implementasi sistern (system implementation), dan operasi
dan perawatan sistern (system operation and maintenance)
C. perancangan sis tern (system design), analisis sis tern (system
analysis), implernentasi sistem (system implementation), dan operasi
dan perawatan sistem (system operation and maintenance)
D. perancangan sistem (system design), analisis sistem (system
analysis), operasi dan perawatan sistem (system operation and
maintenance), dan implementasi sis tern (system implementation)

2) Mengidentifikasi perrnasalahan dan kebutuhan pernakai merupakan


aktivitas di tahapan .. ..
A. analisis sistern (system analysis)
B. perancangan sistern (system design)
C. implementasi sis tern (system implementation)
D. operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance)

3) Mernaharni sis tern yang ada merupakan akti vitas di tahapan ....
A. analisis sistem (system analysis)
B. perancangan sis tern (system design)
C. implementasi sistem (system implementation)
D. operasi dan perawatan sis tern (system operation and maintenance)
e EKMA4434/ MODUL 5 5.15

4) Perancangan awal merupakan aktivitas di tahapan ....


A. analisis sistem (system analysis)
B. perancangan sistern (system design)
C. implementasi sistem (system implementation)
D. operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance)

5) Orang yang ahli di tahap analis sistem disebut dengan ....


A. pengembang sistem (system developer)
B. pemrogram (programmer)
C. analis sistem (system analyst)
D. teknisi (technician)

6) Berikut ini yang tidak termasuk dalam studi kelayakan (feasibility study)
TELOS adalah kelayakan ....
A. teknologi
B. ekonomis
C. organisasi
D. sosial

7) Contoh dari manfaat-manfaat berujud (tangible benefits) adalah


manfaat ....
A. peningkatan pengambilan keputusan manajemen
B. penurunan biaya persediaan.
C. peningkatan kepuasan pelanggan
D. peningkatan moral pekerja

8) Manfaat-manfaat tidak berujud (intangible benefits) adalah manfaat-


manfaat yang ....
A. langsung dapat diukur dengan nilai uang
B. tidak langsung dapat diukur dengan nilai uang
C. sama sekali tidak dapat diukur dengan nilai uang
D. tidak dapat dilihat

9) Contoh manfaat-manfaat tidak berujud (intangible benefits) adalah


manfaat ....
A. penurunan biaya operasi
B. penurunan biaya alat tulis
C. peningkatan penjualan
D. peningkatan moral pekerja
5.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

10) Metode untuk menilai uangkan manfaat-manfaat tidak berujud


adalah metode ....
A. nilai ekspektasi (expected value)
B. rata-rata (mean)
C. nilai sekarang (present value)
D. tren (trend)

11) Misalnya, manfaat tidak berujud dari penerapan suatu sis tern informasi
adalah peningkatan kepuasan pelanggan dan penjualan sebelumnya
adalah Rp20.000.000,00. Jika pelanggan "sangat puas" (probabilitasnya
adalah 50%) diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 50% dari
penjualan sebelumnya. Jika pelanggan "puas" (probabilitasnya adalah
50%) diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 30% dari
penjualan sebelumnya. Jika pelanggan "cukup puas" (probabilitasnya
adalah 50%) diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 20% dari
penjualan sebelumnya. Besamya nilai kepuasan pelanggan diperkirakan
adalah sebesar ....
A. Rp2.500.000,00
B. Rp1.600.000,00
C. Rp7 .600.000,00
D. Rp4.300.000,00

12) Nama lain dari perancangan sistem secara umum (general system design)
adalah perancangan sistern ....
A. secara rasional (rasional system design)
B. secara konsep (conceptual system design)
C. umum (general system design)
D. secara fisik (physical system design)

13) Nama lain dari perancangan sistem secara sis tern secara terinci (detailed
system design) adalah perancangan sistem ....
A. secara rasional (rasional system design)
B. secara konsep (conceptual system design)
C. umum (general system design)
D. secara fisik (physical system design)

14) Berikut ini yang bukan merupakan kegiatan di tahapan implementasi


sistem adalah ....
A. memilih dan melatih personil
B. menghitung besarnya simpanan untuk basis data
C. mengetes sistem
D. melakukan konversi sistem
e EKMA4434/MODUL 5 5.17

15) Pendekatan atau strategi konversi yang dilakukan dengan


mengoperasikan sistem yang baru bersama-sama dengan sistem yang
lama selama satu periode waktu tertentu disebut dengan konversi ....
A. paralel (parallel conversion)
B. pilot (pilot conversion)
C. bertahap (phasing conversion)
D. langsung (direct conversion)

16) Pendekatan atau strategi konversi yang dilakukan dengan bertahap pada
suatu lokasi sebagai suatu percontohan dan jika berhasil dilanjutkan ke
lokasi yang lainnya disebut dengan konversi ....
A. paralel (parallel conversion)
B. pilot (pilot conversion)
C. bertahap (phasing conversion)
D. langsung (direct conversion)

17) Pendekatan atau strategi konversi yang dilakukan dengan mengganti


sistem yang lama langsung dengan sistem yang baru disebut dengan
konversi ....
A. paralel (parallel conversion)
B. pilot (pilot conversion)
C. bertahap (phasing conversion)
D. langsung (direct conversion)

18) Pendekatan atau strategi konversi yang dilakukan dengan menerapkan


masing-masing modul dari sistem secara bertahap dan urut disebut
dengan konversi ....
A. paralel (parallel conversion)
B. pilot (pilot conversion)
C. bertahap (phasing conversion)
D. langsung (direct conversion)

19) Pendekatan atau strategi konversi yang paling berisiko untuk dilakukan
adalah konversi ....
A. paralel (parallel conversion)
B. pilot (pilot conversion)
C. bertahap (phasing conversion)
D. langsung (direct conversion)
5.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

20) Setelah sistem diimplementasikan dengan berhasil, sistem akan


dioperasikan dan dirawat. Sistem perlu dirawat karena beberapa hal
berikut, kecuali sis tern ....
A. mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi sehingga
kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki
B. akan dihentikan sehingga perlu dirawat terlebih dahulu
C. mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar
D. perlu ditingkatkan kualitasnya

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 5 5.19

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Metodologi Pengembangan
Sistem lnformasi Terstruktur

etode SDLC hanya memberikan tahapan-tahapan (apa yang harus


...... dilakukan) dalam mengembangkan sistem tetapi tidak memberikan
cara (bagaimana mengembangkannya) dan alat (apa yang harus digunakan)
untuk mengembangkannya. Supaya pengembang sistem dapat bekerja dengan
efisien dan efektif maka metodologi pengembangan sistem perlu diketahui.
Metodologi pengembangan sistem (system development methodology)
memberikan cara dan alat pengembangan sistem tersebut.
Metodologi pengembangan sistem yang populer dan banyak digunakan
1
adalah metodologi pengembangan sistem terstruktur (structured approach).
Metodologi pendekatan terstruktur (structured approach) memberikan
beberapa cara dan beberapa alat pengembangan sistem.

A. CARA PENGEMBANGAN SISTEM

Metodologi pendekatan terstruktur (structured approach) memberikan


cara top down dan cara dekomposisi dalam pengembangan sistem informasi.

1. Cara Atas Turon


Cara pertama yang disarankan oleh pendekatan terstruktur adalah cara
atas turun. Cara atas turun (top down) berlawanan dengan cara bawah naik
(bottom up). Cara atas turun (top down) dimulai dari atas yaitu kebutuhan
informasi pemakai dan turun sampai ke data untuk memenuhi kebutuhan ini.
Jika dihubungkan dengan perancangan enam komponen sistem teknologi
informasi maka cara atas turun dimulai dengan perancangan komponen
output, komponen model, komponen basis data, komponen input, komponen
teknologi, dan komponen pengendalian.
Cara bawah naik (bottom up) dimulai dari bawah yaitu dari ketersediaan
data naik sampai ke informasi yang dibutuhkan ke pemakai. Jika
dihubungkan dengan perancangan enam komponen sistem teknologi
informasi maka cara bawah naik dimulai dengan perancangan komponen

1
Lihat lebih detil di buku Jogiyanto HM, "Analisis dan Disain Sistem Informasi
Pendekatan Terstruktur: Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis," Yogyakarta, Andi
Offset, edisi kedua, 2001.
5.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

input, komponen basis data, komponen output, komponen model, komponen


teknologi, dan komponen pengendalian.
Cara atas turun (top down) lebih disarankan dibandingkan dengan cara
bawah atas (bottom up). Alasannya adalah cara atas turun (top down) dimulai
dari kebutuhan informasi pemakai yang harus dipenuhi, sedangkan cara
bawah naik (bottom up) dimulai dari data yang tersedia sehingga kebutuhan
informasi pemakai belum tentu dapat dipenuhi jika data tidak tersedia.
Alasan lainnya adalah cara atas turun (top down) lebih didukung oleh
pemakai sistem karena berhubungan dengan kebutuhan mereka.

2. Cara Dekomposisi
Cara kedua yang disarankan oleh pendekatan terstruktur adalah cara
dekomposisi. Cara dekomposisi (decomposition approach) atau disebut juga
dengan cara moduler (modulair approach) memecah sistem yang rumit
menjadi beberapa bagian sistem yang disebut dengan modul-modul yang
lebih sederhana. Modul-modul ini kemudian akan dirangkai kembali menjadi
sistem yang utuh.
Kebaikan cara ini adalah (a) membuat sistem yang rumit menjadi mudah
dipahami dalam bentuk-bentuk modul yang lebih sederhana, (b) dapat
dilakukan pembagian kerja mengembangkan sistem sesuai dengan modul-
modulnya, (c) sebagai dokumentasi yang baik untuk memahami sistem dan
(d) menyediakan jejak audit (audit trail) dan proses menemukan kesalahan
sistem (debugging) yang baik jika sistem mempunyai beberapa kesalahan
yang akan diperbaiki.

B. ALAT-ALAT PENGEMBANGAN SISTEM

Beberapa alat (tools) diperlukan untuk metodologi pengembangan sistem


terstruktur. Alat-alat yang tersedia untuk pendekatan ini, di antaranya hagan
alir sistem (system flow chart), diagram arus data (dataflow diagram), kamus
data (data dictionary), hagan alir program (program flow chart), hagan
terstruktur (structured chart), structured english, pseudocode dan tabel
2
keputusan (decision table) .
Alat -alat ini akan digunakan oleh analis sistem untuk berkomunikasi
dengan pemakai sistem dan teknisi sistem (pemrogram dan teknisi lainnya).
Alat-alat yang digunakan oleh analis sistem untuk berkomunikasi dengan

2
Juga lihat lebih detail di buku Jogiyanto HM, "Analisis dan Desain Sistem
Informasi Pendekatan Terstruktur: Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis,"
Yogyakarta, Andi Offset, edisi kedua, 2001, modul A sampai dengan modul 0.
e EKMA4434/ MODUL 5 5.21

pemakai sistem adalah diagram arus data (DAD), kamus data (KD) dan
hagan alir sistem, sedangkan alat-alat yang digunakan oleh analis sistem
untuk herkomunikasi dengan teknisi sistem adalah diagram arus data (DAD),
kamus data (KD), hagan alir program, tahel keputusan, structured english,
pseudo code dan hagan terstruktur.

1. Alat-alat Komunikasi di Tahap Analisis


Analis sistem perlu herkomunikasi dengan pemakai sistem. Komunikasi
ini hanyak terj adi di proses analisis pada tahap pengemhangan sistem. Pada
tahap ini, analis sistem perlu menyampaikan basil analisisnya kepada
pemakai sistem. Hasil analisisnya adalah pemahaman tentang sistem yang
lama dan kehutuhan-kehutuhan informasi yang dihutuhkan oleh pemakai
sistem. Analis sistem memhutuhkan alat supaya komunikasi dengan pemakai
mengena. Alat-alat komunikasi yang digunakan di tahap ini adalah hagan alir
sistem (systems flowchart), diagram arus data (data flow diagram), dan
kamus data (data dictionary).

a. Bagan alir sistem dan hagan alir dokumen


Bagan alir sistem (system flowchart) digunakan untuk menggamharkan
proses dari sistem yang lama atau sistem haru yang diusulkan. Bagan alir
sistem juga menunjukkan arus dari dokumen-dokumen yang ada di organisasi
sehingga disehut juga dengan nama hagan alir dokumen (document flow
chart). Gamhar herikut ini menunjukkan suatu hagan alir sistem.
Gamhar herikut ini menunjukkan suatu hagan alir sistem.
5.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Petanggar.1 Order Penjualan Bagian Kredlt

-o rder Menerim:a Order


Pel angg.~n order 1 Penjualan
Pelang ~an

Order t
Pelanggan Mengevaluasi
kredlt

Mempersiapkan
. Order. Order
Penjualan 1 Penjuala n

,
. .
Order
Pelanggan
''f-,.---rr.
/ _,.:::::::.1....._
(u rder
__,

\ I
1 Penjua!an

Q[der
~:
1 1
Peranggan ,, Ke biiiing
..... h:;
Order
1 Penjualar:l '
,,
-
......
-
- ' Ke gudang

\ I

v
Gambar 5.2 .
Bagan Alir Dokumen Order Penjualan

b. Diagram arus data


Proses dari sistem yang lama dan yang baru dapat juga digambarkan
dengan diagram arus data (DFD). Jika bagan alir dokumen lebih
menunjukkan dokumen yang mengalir di dalam organisasi, diagram arus data
(DAD) atau data flow diagram (DFD) lebih menunjukkan data yang
mengalir dari satu entiti ke entiti yang lain. DAD mencoba untuk
menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top
level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dalam
e EKMA4434/MODUL 5 5.23

bentuk modul-modul (disebut dengan lower level). Karena prinsip kerja DAD
adalah dekomposisi, yaitu memecah sistem yang kompleks menjadi beberapa
modul-modul yang lebih mudah dipahami dan lebih terinci maka alat ini
sangat tepat untuk pendekatan struktur yang juga menyarankan cara
dekomposisi seperti ini.
Hal yang akan digambar pertama kali dalam DAD adalah diagram level
atas (top level diagram) yang juga disebut dengan diagram konteks (context
diagram). Dari context diagram ini kemudian akan digambar menjadi lebih
terinci lagi yang disebut dengan overview diagram atau diagram level 0. Dari
diagram level 0 ini dapat dipecah-pecah kembali menjadi diagram-diagram
yang lebih terinci menj adi diagram level 1, diagram level 2, dan seterusnya
sampai dianggap sudah cukup rinci untuk tidak dipecah kembali.
Gambar berikut ini menunjukkan proses dekomposisi dari diagram arus
data.
5.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

cantext diagram (top- l.eveJ) Dekomp.osis


atau
X pemecahan
a
lebih terlnct
, ...
Q.
y /~
I
I
I"---~ z-
, . .
----1~..:, - 6
..:r-------,

b , '""' ' ,
/ '
I \
/
......
/ ' .......

,
0
~

1 D'1-
a X.. ' -.
A B
~

.
'
c .
X
}
D
-

.....
'\
c
'......__..
''
'
.._; -- -- --- - - -- ---- -- - - - - .
. "
Dla_
gram level 1

y I 2 .1' p I 2.2
~. 1--+

0.2 c

Gambar 5.3.
Dekomposisi Diagram Arus Data
e EKMA4434/MODUL 5 5.25

Dari gambar diagram level 0 sistem penjualan terlibat babwa sistem ini
terdiri dari tiga proses utama, yaitu (1) memproses order, (2) memverifikasi
kredit dan (3) merekamkan dan posting ke buku besar. Sistem ini melibatkan
empat entiti dan tujub file basis data, yaitu file induk langganan (D 1), file
transaksi order penjualan (D2), file transaksi penjualan (D3), file transaksi
piutang dagang (D4), file transaksi barang (D5), file induk persediaan (D6)
dan file induk buku besar (D7). Beberapa data juga mengalir dari satu entiti
ke proses (data order langganan) atau dari proses ke proses (misalnya data
order penjualan) atau dari proses ke entiti (misalnya data tembusan
permintaan sediaan) atau dari proses ke file basis data (misalnya data
transaksi penjualan) atau dari file basis data ke proses (misalnya data order
penj ualan).

c. Kamus data
Data yang mengalir di diagram arus data perlu dijelaskan detailnya. Alat
kamus data (KD) dapat digunakan untuk maksud ini. Kamus data (KD) atau
data dictionary (DD) adalab katalog fakta tentang data yang mengalir di
sistem. Kamus data ini menjelaskan atribut dari data yaitu tentang nama dari
arus data, aliasnya, bentuk media data (dokumen dasar atau laporan a tau
layar komputer, variabel, parameter), arusnya (dari mana ke mana),
penjelasannya, periode waktunya, volume datanya dan struktur datanya.

2. Alat-alat Komunikasi di Tahap Perancangan


Di tabap perancangan, analis sistem banyak berkomunikasi dengan
teknisi sistem, yaitu dengan pemrogram komputer, ahli basis data, ahli
telekomunikasi. Sistem analis membutubkan alat komunikasi yang efektif
supaya teknisi sistem dapat memabami dan memudahkan basil analisis untuk
diubab menjadi sistem secara fisik.
Di tabap ini, analis sistem masib memerlukan beberapa alat yang sama
dengan yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan pemakai sistem. Alat-
alat ini adalab diagram arus data dan kamus data. Alasan analis sistem juga
menggunakan alat-alat ini untuk berkomunikasi dengan teknisi sistem adalab
teknisi sistem juga perlu memabami basil analis sebagai langkab awal
membangun sistem secara fisik.
Alat-alat komunikasi lainnya seperti hagan alir program, hagan
terstruktur, tabel keputusan, structured english, dan pseudo code dibutubkan
oleb teknisi sistem untuk membangun sistem secara fisik, misalnya untuk
5.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

membuat program komputer, membangun basis data. Pertama kali yang


umumnya dilakukan oleh teknisi sistem adalah memahami logik dari alur
program di hagan alir program, hagan terstruktur dan tabel keputusan.
Setelah teknisi sistem memahami logik dari alur program, teknisi sistem
harus membuat kode-kode dari program.
Membuat kode-kode program akan sangat terbantu dengan melihat ke
alur program yang sudah dituliskan dalam bentuk structured english dan
pseudo code. Analis sistem sudah merubah alur dari program yang lebih
umum di hagan alir program, hagan terstruktur dan tabel keputusan menjadi
alur program yang lebih detail di structured english dan pseudo code. Teknisi
sistem hanya merubah kata-kata di structured english dan pseudo code
dengan kata-kata yang digunakan di bahasa pemrograman yang dipilih tanpa
merubah alur logik dari program. Dengan menggunakan alat-alat komunikasi
seperti ini, pekerjaan pembuatan program oleh teknisi sistem akan sangat
terbantu.

a. Bagan alir program


Bagan alir program selanjutnya dapat digunakan untuk menggambarkan
proses dari program dari modul-modul yang ada di hagan terstruktur. Bagan
alir program (program flowchart) adalah hagan alir yang menunjukkan
logaritma dari proses program.
Berikut ini merupakan contoh suatu contoh hagan alir program.
e EKMA4434/MODUL 5 5.27

Mulai

. tidak. Potongan
Langganan =
untuk
noealef' ?
pengeGer

ya

Po.tongan
untu.k
dealer

H'itung
penjualan
bersih

'
Tampilkan
. Penjualan
BersLh

Mula!

Gambar 5.4.
Bagan Alir Program Menghitung Nilai Penjualan

b. Bagan terstruktur
Untuk keperluan pembuatan program, proses di bagan alir program yang
lebih rinci dengan menunjukkan variabel-variabel atau parameter-parameter
yang akan digunakan di program dapat digambarkan dalam bentuk bagan
terstruktur (structured chart). Bagan terstruktur (structured chart) digunakan
untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan hubungan elemen data dan
elemen kontrol antar modul-modul sistem secara berjenjang.

c. Tabel keputusan
Jika program mengandung banyak sekali penyeleksian kondisi yang
harus dilakukan, penulisan langsung ke pseudo code akan sangat sulit dan
mernpunyai risiko kesalahan. Tabel keputusan dapat digunakan terlebih
5.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

dahulu untuk maksud ini. Tabel keputusan (decision table) adalah tabel yang
digunakan sebagai alat bantu menyelesaikan logika penyeleksian kondisi di
dalam program.

d. Pseudo code
Pseudo berarti imitasi atau mirip dan code berarti kode program
sehingga pseudo code dapat diartikan sebagai kode yang mirip dengan
instruksi kode program komputer. Pseudo code berbasis pada statesmen-
statesmen dari bahasa program yang akan digunakan oleh pemrogram.
Pseudo code akan sangat bermanfaat bagi pemrogram karena mirip dengan
kode-kode program yang digunakan oleh pemrogram.
V ariasi lain dari pseudo code adalah structured english. Perbedaannya
adalah jika pseudo code berbasis pada statesmen kode program, structured
english berbasis pada bahasa Inggris.

LATIHAN
-- - - -......,;;
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa yang dimaksud dengan metodologi pengembangan sistem (system


development methodology)?
2) Mengapa pengembangan sistem membutuhkan metodologi
pengembangan sistem?
3) Metodologi pengembangan sistem yang populer dan banyak digunakan
adalah metodologi pengembangan sistem terstruktur (structured
approach). Jelaskan metodologi pengembangan terstruktur ini!
4) Metodologi pengembangan sistem terstruktur (structured approach)
menggunakan cara top down dan dekomposisi (decomposition
approach). Jelaskan cara-cara ini!
5) Beberapa alat (tools) diperlukan untuk metodologi pengembangan sistem
terstruktur. Mengapa alat-alat diperlukan di dalam pengembangan
sistem? J elaskan!
6) Alat-alat apa yang dibutuhkan di tahap analisis dan di tahap
perancangan. Mengapa alat-alat yang dibutuhkan berbeda di kedua
tahapan pengembangan sistem tersebut?
e EKMA4434/MODUL 5 5.29

7) Apa yang disehut dengan hagan alir sistem (system flowchart). Jelaskan!
8) Proses dari sistem yang lama dan yang haru dapat juga digamharkan
dengan diagram arus data (DAD). Jelaskan apa itu diagram arus data
(DAD)!
9) Bagaimana DAD melakukan proses dekomposisi? Jelaskan!
10) Jelaskan tentang kamus data (KD) atau data dictionary (DD)!
11) Jelaskan tentang hagan alir program (program flowchart)!
12) Jelaskan tentang hagan terstruktur (structured chart)!
13) Jelaskan tentang tahel keputusan (decision table)!
14) Apa artinya pseudo? Apa artinya code? Apa artinya pseudo code?
15) Jelaskan perhedaan antara pseudo code dengan structured english!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kemhali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Supaya pengemhang sistem dapat hekerja dengan efisien dan efektif


maka metodologi pengemhangan sistem perlu diketahui. Metodologi
pengemhangan sistem (system development methodology) memherikan
cara dan alat pengemhangan sistem tersehut. Metodologi pengemhangan
sistem yang populer dan hanyak digunakan adalah metodologi
pengemhangan sistem terstruktur (structured approach).
Metodologi pendekatan terstruktur (structured approach)
memherikan cara top down dan cara dekomposisi dalam pengemhangan
sistem informasi. Cara atas turun (top down) dimulai dari atas yaitu
kehutuhan informasi pemakai dan turun sampai ke data untuk memenuhi
kehutuhan ini. Cara hawah naik (bottom up) dimulai dari hawah yaitu
dari ketersediaan data naik sampai ke informasi yang dihutuhkan ke
pemakai.
Cara kedua yang disarankan oleh pendekatan terstruktur adalah cara
dekomposisi. Cara dekomposisi (decomposition approach) atau disehut
juga dengan cara moduler (modulair approach) memecah sistem yang
rumit menjadi heherapa hagian sistem yang disehut dengan modul-
modul yang lehih sederhana. Modul-modul ini kemudian akan dirangkai
kemhali menjadi sistem yang utuh. Kehaikan cara ini adalah
(1) memhuat sistem yang rumit menjadi mudah dipahami dalam hentuk-
5.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

hentuk modul yang lehih sederhana, (2) dapat dilakukan pemhagian


kerja mengemhangkan sistem sesuai dengan modul-modulnya,
(3) sehagai dokumentasi yang haik untuk memahami sistem dan
(4) menyediakan jejak audit (audit trail) dan proses menemukan
kesalahan sistem (debugging) yang haik jika sistem mempunyai
heherapa kesalahan yang akan diperhaiki.
Beherapa alat (tools) diperlukan untuk metodologi pengemhangan
sis tern terstruktur. Alat-alat yang tersedia untuk pendekatan ini, di
antaranya hagan alir sistem (system flow chart), diagram arus data (data
flow diagram), kamus data (data dictionary), hagan alir program
(program flow chart), hagan terstruktur (structured chart), structured
english, pseudo code dan tahel keputusan (decision table).

TES FDRMATIF 2

Pilihlah satu jawahan yang paling tepat!

1) Metodologi pengemhangan sistem (system development methodology)


adalah ....
A. cara pengemhangan sistem
B. alat pengemhangan sistem
C. cara dan alat pengemhangan sistem
D. hagian dari SDLC

2) Metodologi pendekatan terstruktur (structured approach) memherikan


cara ....
A. hawah naik (bottom up)
B. atas turun (top down)
C. hawah naik (bottom up) dan atas turun (top down)
D. atas naik (top up)

3) Cara pengemhangan sistem yang dimulai dari atas, yaitu kehutuhan


informasi pemakai dan turun sampai ke data untuk memenuhi kebutuhan
ini disehut dengan ....
A. hawah naik (bottom up)
B. atas turun (top down)
C. atas naik (top up)
D. dekomposisi (decomposition)
e EKMA4434/ MODUL 5 5.31

4) Cara pengembangan sistem yang dimulai di mulai dari bawah yaitu dari
ketersediaan data naik sampai ke informasi yang dibutuhkan ke pemakai
disebut dengan ....
A. bawah naik (bottom up)
B. atas turun (top down)
C. atas naik (top up)
D. dekomposisi (decomposition)

5) Cara pengembangan sistem yang memecah sistem yang rumit menjadi


beberapa bagian dari sistem yang menjadi modul-modul yang lebih
sederhana disebut dengan ....
A. bawah naik (bottom up)
B. atas turun (top down)
C. atas naik (top up)
D. dekomposisi (decomposition)

6) Kebaikan dari cara dekomposisi (decomposition approach) adalah ....


A. membuat sistem menjadi murah dikembangkan
B. dapat dikerjakan oleh seorang saja tanpa harus dilakukan pembagian
kerja untuk mengembangkan sistemnya
C. menyediakan jejak audit (audit trail) yang baik
D. menyediakan tampilan basil yang lebih baik

7) Alat yang digunakan untuk menggambarkan proses dari sistem yang


lama atau sis tern baru yang diusulkan disebut dengan ....
A. bagan alir sistem (system flow chart)
B. diagram arus data (dataflow diagram)
C. bagan terstruktur (structured chart)
D. pseudo code

8) Alat yang digunakan untuk menunjukkan data yang mengalir dari satu
entiti ke entiti yang lain disebut dengan ....
A. bagan alir sistem (system flow chart)
B. diagram arus data (dataflow diagram)
C. bagan terstruktur (structured chart)
D. pseudo code

9) Alat yang digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan


hubungan elemen data dan elemen kontrol antarmodul-modul sistem
secara berj enj ang disebut dengan ....
A. bagan alir sistem (system flow chart)
B. diagram arus data (dataflow diagram)
5.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. bagan terstruktur (structured chart)


D. pseudo code

10) Berikut ini yang akan digambar pertama kali dalam DAD adalah ....
A. Levell
B. Lower level
C. Diagram level atas (top level diagram)
D. Diagram overview (overview diagram)

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 5 5.33

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) c
2) A 2) B
3) A 3) B
4) B 4) A
5) c 5) D
6) c 6) c
7) B 7) A
8) B 8) B
9) D 9) c
10) A 10) c
11) c
12) B
13) D
14) B
15) A
16) B
17) D
18) c
19) D
20) B
5.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Daftar Pustaka

Jogiyanto, H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto, H.M. (2002). Sistem Informasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Jogiyanto, H.M. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Andi Offset.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. De Hayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James, A., Marakas, George, M. (2007). Management Information


Systems. Eight Edition. Boston: McGraw-Hill.
MDDUL 6

Teknologi Sistem tnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas teknologi yang digunakan di sistem informasi


...... manajemen. Teknologi yang digunakan dapat berupa teknologi sistem
komputer. Teknologi sistem komputer (computer system) terdiri dari
perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Tanpa perangkat
lunak, perangkat keras hanya berfungsi sebagai benda metal saja yang tidak
dapat mengerjakan sesuatu. Tanpa perangkat keras, perangkat lunak hanya
merupakan kode-kode komputer saja yang tidak dapat menggerakkan
perangkat kerasnya. Oleh karena itu, perangkat keras dan perangkat lunak
harus bekerja bersama-sama membentuk suatu sistem, yaitu sistem komputer.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan sifat output;
2. menjelaskan jenis output;
3. menjelaskan pusat unit pemrosesan;
4. mengetahui teknologi komputer;
5. menjelaskan sistem hardware;
6. menjelaskan sistem software;
7. mengetahui sistem operasi komputer;
8. mengetahui sistemjaringan komputer;
9. mengetahui generasi-generasi bahasa program;
10. mengetahui bahasa-bahasa program.

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
6.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu


kegiatan belajar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/MODUL 6 6.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Teknologi Perangkat Keras

erangkat keras (hardware) sebagai subsistem dari sistem komputer juga


mempunyai komponen, yaitu komponen alat masukan (input device),
komponen alat pemroses (processing device), komponen alat keluaran
(output device), dan komponen alat simpanan luar (storage).

A. ALAT MASUKAN

Alat masukan (input device/input unit/input equipment) adalah alat yang


digunakan untuk menerima masukan yang dapat berupa masukan data
ataupun masukan program. Beberapa alat masukan mempunyai fungsi ganda,
yaitu sebagai alat masukan dan sekaligus sebagai alat keluaran (output) untuk
menampilkan basil. Alat input/output (1/0) demikian ini disebut dengan
terminal.
Alat masukan dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan, yaitu
keyboard, pointing device, scanner, censor, dan voice recognizer.

1. Keyboard
Keyboard adalah alat input yang paling umum dan banyak digunakan.
Input dimasukkan ke alat proses dengan cara mengetikkan lewat penekanan
tombol yang ada di keyboard. Keyboard sebagai alat input biasanya
didampingi dengan suatu tampilan (display) yang akan menampilkan apa
yang ditekan di keyboard. Keyboard dengan display ini merupakan suatu
terminal. Beberapa alat input yang menggunakan keyboard untuk
memasukkan input adalah visual display terminal, financial transaction
terminal dan point-of-sale terminal.

2. Pointing Device
Untuk keperluan tertentu, misalnya pembuatan grafik atau gambar atau
pemilihan suatu icon di layar, penggunaan keyboard kurang memuaskan.
Alat input yang berupa pointing device akan lebih tepat digunakan, yang
termasuk dalam kategori alat ini adalah mouse, touch screen, light pen, dan
digitizer graphic tablet.
6.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

3. Scanner
Alat masukan scanner bekerja dengan cara meraba secara elektronik
input yang akan dibaca. Alat peraba banyak digunakan karena akan membuat
proses pemasukan data lebih cepat dan akurat dibandingkan jika harus
dimasukkan lewat keyboard. Alat masukan scanner dapat berupa Magnetic
Ink Character Recognition (MICR) reader, dan optical data reader.
Bentuk pertama dari alat peraba (scanner) adalah alat pembaca pengenal
karakter tinta magnetik atau Magnetic Ink Character Recognition (MICR)
reader. MICR reader banyak digunakan di bank-bank di Amerika Serikat
untuk transaksi cek. Bank memproses cek yang ditulis dengan tinta magnetik
pada bagian bawah dari cek dengan alat MICR. Nomor di cek yang
menunjukkan kode bank serta nomor rekening nasabah bank dicetak
langsung dengan tinta magnetik. Nilai cek yang dikeluarkan kemudian
dituliskan pada tempat berikutnya. Alat pembaca MICR akan meraba dan
membaca nilai-nilai tersebut.
Dengan MICR dibutuhkan tinta magnetik yang khusus supaya bisa
dibaca oleh alatnya. Optical data reader mempunyai kemampuan untuk
membaca data langsung dari kertas biasa dan tanpa menggunakan tinta
magnetik yang khusus. Optical data reader dapat berupa Optical Character
Recognition (OCR) reader, OCR tag reader, bar code reader, dan Optical
Mark Recognition (OMR) reader.
Keterbatasan dari MICR selain harus ditulis dengan tinta magnetik yang
khusus, juga terbatasnya jumlah macam karakter yang dipergunakan, yaitu
hanya tersedia 14 macam karakter saja. Walaupun OCR lebih mahal, tetapi
mempunyai kelebihan jumlah macam karakter yang dapat dipergunakan.
Bentuk karakter yang paling populer adalah OCR A yang dikembangkan oleh
Business Equipment Manufacture Association (BEMA). Bentuk karakter lain
yang dapat dibaca oleh OCR reader adalah bentuk OCR B dan bentuk OCR
E. OCR E mempunyai bentuk yang sama dengan bentuk karakter pada
MICR.
OCR reader dapat membaca dokumen yang ditulis dengan tangan.
Beberapa OCR reader masih mampu mengenal karakter yang dibaca
walaupun 80% dari karakter tersebut tidak jelas. OCR reader yang lama
masih mempunyai tingkat kesalahan pembacaan yang cukup tinggi, yaitu
sampai 15%, tetapi OCR reader yang sekarang, tingkat kesalahan pembacaan
kecil, yaitu kurang dari 1% atau tanpa kesalahan sama sekali apabila karakter
yang ditulis cukup sempurna. OCR reader secara optik meraba masing-
e EKMA4434/MODUL 6 6.5

masing karakter yang dibaca dan dibandingkan dengan bentuk karakter yang
disimpan di memori OCR.
OCR tag reader banyak dipergunakan di toko-toko serba ada untuk
membaca label data barang yang dijual yang dicetak dengan bentuk (font)
karakter OCR. OCR tag reader dilekatkan pada POS terminal yang
dihubungkan dengan pusat komputer.
Alat tambahan lain yang dilekatkan di POS terminal selain OCR tag
reader adalah bar code reader untuk membaca label data barang dagangan
yang dicetak dalam bentuk kode batang (bar code). Bar code reader dapat
berupa bar code wand (alat peraba berbentuk batang pena) dan bar code
window (alat peraba berbentuk jendela kaca). Bar code wand membaca kode
batang dengan menggeserkan batang penanya ke kode batangnya, sedang bar
code window membaca kode batang dengan menggeserkan kode batangnya
di jendela peraba. Kode batang (bar code) yang paling banyak dipergunakan
adalah sistem Universal Product Code (UPC). UPC menggunakan 10 kode
digit yang terdiri dari 5 digit pertama menunjukkan identitas pabrik dan
5 digit berikutnya menunjukkan kode barang dan ukurannya. Alat peraba
kode batang melakukan kesalahan pembacaan kurang dari 1 kesalahan dari
10,000 transaksi pembacaan, sedang operator berpengalaman melakukan
1 kali kesalahan penekanan tombol keyboard dari 1000 kali penekanan
tombol.
Optical Mark Recognition (OMR) reader sekarang banyak digunakan
untuk penilaian test (test scoring). Jawaban dari tes yang diberikan dijawab di
kertas mark sense form dengan menandai tempat jawaban menggunakan
pensil hitam (umumnyajenis 2B). OMR reader juga banyak digunakan untuk
membaca basil dari daftar pertanyaan (questionnaires), registrasi mahasiswa.

4. Censor
Censor merupakan alat yang mampu secara langsung menangkap data
kejadian fisik. Data analog dikumpulkan oleh alat sensor dan dimasukkan ke
pengubah analog-to-digital converter yang berikutnya akan diproses oleh
komputer.
Alat camera digital memungkinkan untuk menangkap objek gambar
yang disimpan di memori kamera ini yang selanjutnya dapat di kirimkan ke
komputer untuk diproses lebih lanjut. Selain camera digital, untuk
menangkap objek yang bergerak banyak digunakan camera recorder
(camcorder). Camera digital dan camcorder dan alat sensor lainnya mulai
6.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

banyak dihubungkan langsung di komputer untuk digunakan sebagai alat


konferensi jarak jauh untuk menangkap objek di muka kamera dan
menampilkannya di layar di tempat yang terpisah.

5. Voice Recognizer
Voice recognizer atau speech recognizer membuat komputer mengerti
omongan manusia. Voice recognizer menggunakan microphone untuk
menangkap suara input. Digital camera, camcorder dan voice recognizer
termasuk dalam perlengkapan dasar multimedia dan mulai banyak digunakan
untuk teleconference.

B. ALA T PEMROSES

Alat pemroses (processing device) adalah alat di mana instruksi-instruksi


program dieksekusi untuk memproses data yang dimasukkan lewat alat
masukan yang hasilnya nanti akan ditampilkan di alat output. Alat pemroses
terdiri dari central processor atau Central Processing Unit (CPU) dan main
memory.

1. Central Processing Unit


Central Processing Unit (CPU) merupakan tempat pemrosesan instruksi-
instruksi program. Pada komputer mikro, processor ini disebut dengan
microprocessor. CPU terdiri dari dua bagian utama, yaitu unit kendali
(control unit) dan unit aritmatika dan logika (arithmetic and logic unit). Di
samping dua bagian utama tersebut, CPU mempunyai beberapa simpanan
yang berukuran kecil yang disebut dengan register.
Control unit mengartikan instruksi-instruksi dari program komputer,
membawa data dari alat input ke main memory, mengambil data dari main
memory untuk diolah. Apabila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika
atau perbandingan logika, control unit mengirim instruksi tersebut ke
arithmetic and logic unit. Hasil dari pengolahan data ini dibawa oleh control
unit ke main memory untuk disimpan. Dengan demikian, tugas dari control
unit adalah sebagai berikut ini.
a. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
b. Mengambil instruksi-instruksi dari main memory.
c. Mengambil data dari main memory kalau diperlukan oleh proses.
e EKMA4434/MODUL 6 6.7

d. Mengirim instruksi ke arithmetic and logic unit apabila ada perhitungan


aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari
arithmetic and logic unit.
e. Menyimpan basil proses ke main memory.

Tugas utama dari arithmetic and logic unit (ALU) adalah melakukan
semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan
instruksi program. ALU melakukan operasi aritmatika dengan dasar
pertambahan, sedang operasi aritmatika yang lainnya, seperti pengurangan,
perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Oleh karena
dasar operasi aritmatika di ALU adalah penjumlahan maka sirkuit elektronik
di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut
adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika
sesuai dengan instruksi program.
Register merupakan simpanan kecil yang mempunyai kecepatan tinggi,
lebih cepat sekitar 5 sampai 10 kali dibandingkan dengan kecepatan
perekaman atau pengambilan data di main memory. Register digunakan untuk
menyimpan instruksi dan data yang sedang diproses oleh CPU, sedang
instruksi-instruksi dan data lainnya yang menunggu giliran untuk diproses
masih disimpan di main memory.

2. Memori Utama
CPU hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang
ukurannya kecil sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang
dibutuhkan untuk keseluruhan proses dari program. Untuk mengatasi hal ini
maka di alat pemroses dilengkapi dengan simpanan yang kapasitasnya lebih
besar, yaitu main memory atau disebut juga dengan main storage atau
internal memory atau internal storage atau primary storage atau temporary
storage atau immediate access storage. Memori utama (main memory) terdiri
dari random access memory (RAM) dan read only memory (ROM).
Random Access Memory (RAM) digunakan untuk menyimpan program
dan data yang akan diproses oleh CPU. RAM dapat dibayangkan sebagai
sekumpulan kotak-kotak yang masing-masing kotak dapat menyimpan suatu
penggal informasi baik berupa data maupun instruksi. Tiap-tiap lokasi dari
kotak ditunjukkan oleh suatu alamat (address). Alamat memori (address)
merupakan suatu nomor yang menunjukkan lokasi tertentu dari kotak

memor1.
6.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kode yang dipergunakan untuk mewakili suatu karakter tergantung dari


komputer yang digunakan, dapat berbentuk sistem kode Binary Coded
Decimal (BCD), sistem kode Extended Binary Coded Decimal Interchange
Code (EBCDIC) atau sistem kode American Standard Code for Information
Interchange (ASCII). Kode BCD banyak digunakan di komputer generasi
awal. Kode EBCDIC (diucapkan ib-si-dik) dikembangkan oleh IBM pada
tahun 1950-an, menggunakan 8 bit dan banyak digunakan di komputer besar
(mainframe). Kode ASCII (diucapkan aski) dikembangkan oleh American
National Standards Institute (ANSI) dan banyak digunakan di komputer
mikro.
Read Only Memory (ROM), dari namanya, memori ini hanya dapat
dibaca saja dan tidak dapat diisi. lsi ROM sudah diisi oleh pabrik
pembuatnya, berupa bootstrap program dan Basic Input Output Systems
(BIOS). Bootstrap program diperlukan untuk mengambil pertama kali sistem
operasi dari diskette atau dari harddisk. Proses ini disebut dengan booting.
Basic Input Output Systems (BIOS) merupakan perangkat lunak untuk
mengoperasikan alat-alat input/output di sistem komputer. lnstruksi-instruksi
yang tersimpan di ROM ini disebut juga dengan microinstructions atau
microcode atau disebut juga denganfirmware karena hardware dan software
dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. ROM itu sendiri adalah hardware
sedang micro instructions adalah software.

C. ALAT KELUARAN

Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke


dalam 3 macam bentuk, yaitu tulisan (huruf, kata, angka, karakter khusus,
dan simbol-simbol lain), image (bentuk grafik atau gambar) dan suara
(bentuk musik atau omongan). Untuk mendapatkan bentuk-bentuk output
tersebut maka dibutuhkan alat untuk menampilkannya, yaitu alat keluaran
atau alat output atau output device atau output unit. Alat keluaran dapat
berbentuk hard copy device dan soft copy device.

1. Hard Copy Device


Hard copy device merupakan alat keluaran yang digunakan untuk
mencetak tulisan (kata, angka, karakter khusus, dan simbol-simbollain) serta
imej berupa grafik atau gambar pada media hard (keras), misalnya kertas
atau film.
e EKMA4434/ MODUL 6 6.9

Output berbentuk hard copy sifatnya adalah permanen dan lebih portable
(dapat dilepas dari alat output-nya dan dapat dibawa ke mana-mana). Alat
output hard copy device yang umum dipergunakan adalah printer yang
digolongkan ke dalam dua kategori impact printer dan nonimpact printer.
Alat output hard copy device yang lain adalah plotter dan computer output to
microfilm.

2. Soft Copy Device


Soft copy device merupakan alat yang digunakan untuk menampilkan
tulisan (kata, angka, karakter khusus, dan simbol-simbollain), image (grafik
atau gambar) dan suara (voice) pada media soft (lunak) yang berupa sinyal
elektronik. Termasuk dalam soft copy device adalah video display, flat panel
display, dan speaker.

D. ALA T SIMPANAN LUAR

Main memory di dalam alat pemroses merupakan simpanan yang


kapasitasnya tidak begitu besar dan umumnya bersifat volatile, yaitu
informasi yang dikandungnya akan hilang hila aliran listrik terputus. Kadang-
kadang diperlukan suatu simpanan yang mempunyai kapasitas besar dan
bersifat nonvolatile untuk menyimpan data dan program dalam kurun waktu
yang tertentu. Simpan an yang mempunyai ciri -ciri tersebut adalah external
memory (simpanan luar karena terletak di luar alat prosesnya) atau disebut
mass storage (simpanan masal karena kapasitasnya umumnya lebih besar
dari main memory) atau disebut secondary storage (simpanan kedua,
simpanan pertama adalah main memory) atau disebut auxiliary storage
(simpanan tambahan, simpanan utama adalah main memory) atau disebut
permanent storage (simpanan tetap karena nonvolatile) atau disebut juga
backing storage (simpanan pendukung) atau disebut juga computer data bank
(bank data komputer).
Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam sequential-access storage
device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut dan direct-access
storage device (DASD) atau alat simpanan pengaksesan langsung. Data yang
disimpan di sequential-access storage device (SASD) tidak dapat dilakukan
pengaksesan secara langsung di posisinya (seperti mencari lagu di pita
cassette). Kapasitas SASD cukup besar dan harga per bit informasi yang
dapat direkam murah, tetapi kecepatannya juga lebih lambat. Data yang
6.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

disimpan di direct-access storage device (DASD) dapat dilakukan


pengaksesan secara langsung di posisinya (seperti mencari lagu di piringan
hitam atau di CD ROM). Dibandingkan dengan main memory, kapasitas
DASD umumnya lebih besar dan harga per bit informasi yang dapat direkam
lebih murah, tetapi kecepatannya lebih lambat.
Simpanan luar yang termasuk dalam SASD adalah punched card, paper
tape dan magnetic tape. Simpanan luar yang termasuk dalam DASD di
antaranya adalah magnetic disk, tape strip cartridge dan optical disk.
Magnetic disk (piringan/disk magnetik) adalah simpanan luar yang
terbuat dari satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam
yang terbuat dari metal atau dari plastik dan permukaannya dilapisi dengan
lapisan magnet iron-oxide. Disk magnetik yang terbuat dari plastik dan terdiri
dari sebuah piringan saja disebut dengan floppy disk, yaitu micro disk dan
mini disk, sedangkan yang terbuat dari metal dan terdiri dari banyak piringan
disebut dengan harddisk.
Pita magnetik relatif harganya lebih murah dibandingkan dengan disk
magnetik, sedangkan disk magnetik mempunyai waktu pengaksesan yang
lebih cepat dibandingkan dengan pita magnetik. Ide untuk menggabungkan
keduanya diterapkan pada suatu simpanan luar tape strip cartridge. IBM
menyebut tape strip cartridge dengan istilah mass storage systems. Misalnya,
IBM 3.850 mass storage systems menggunakan suatu strip pita magnetik
yang panjangnya 770 inci dengan Iebar 3 inci. Masing-masing strip pita
magnetik digulung dan disimpan di suatu silinder cartridge berdiameter 2 inci
dan panjangnya 4 inci. Tiap-tiap cartridge dapat menyimpan data sampai 50
juta byte dan diletakkan pada suatu tempat berbentuk sel-sel yang
menyerupai rumah lebah tempat madu (honeycomb). Tiap-tiap sel digunakan
untuk menempatkan sebuah cartridge.
Teknologi optical disk sekarang banyak digunakan pada peralatan video
elektronik dan musik sebagai pengganti pita cassette biasa yang disebut
dengan video disk. Optical disk mulai banyak digunakan di komputer mikro.
Optical disk ini disebut juga dengan nama compact disk-read only memory
(CD-ROM), compact disks atau laser optical disks. CD-ROM mempunyai
ukuran diameter 12 em (4,75 inci) dan dapat menyimpan sampai dengan 660
MB (megabyte) yang ekuivalen dengan lebih dari 400 micro disk berukuran
1,44 MB. CD-ROM menggunakan teknologi sinar laser dan bersifat WORM
(write once, read many) yaitu hanya dapat direkam sekali, tidak dapat
dihapus, tetapi dapat dibaca berkali-kali. Dengan teknologi Compact Disk-
e EKMA4434/ MODUL 6 6.11

Recordable (CD-R) memungkinkan seseorang untuk membuat CD-ROM


sendiri dengan merekamkan data ke CD ROM menggunakan alat rekam CD-
R. Teknologi terbaru adalah CD-ReWritable (CD-RW), yaitu teknologi CD
yang dapat direkam berulang-ulang. Teknologi Digital video disks (DVD),
atau disebut juga Digital Versatile Disks, merupakan optical disk yang
mempunyai ukuran fisik sama dengan CD-ROM, tetapi dengan kapasitas
yang lebih besar. Sebuah DVD dapat menyimpan minimum 4.7 GB yang
cukup untuk merekam film dengan masa putar 2 jam.

E. UKURAN MEMORI

Kapasitas dari memori secara umum, baik memori utama ataupun


memori luar dihitung dengan satuan byte. Satu byte terdiri dari 8 binary digit
(bit) jika komputernya menggunakan kode bilangan 8 bit (misalnya kode
EBCDIC dan ASCII). Seribu bytes (tepatnya 1024 bytes) disebut dengan satu
kilobyte (KB). Satu megabyte (MB) terdiri dari 1024 kilobytes. Satu gigabyte
(GB) terdiri dari 1024 megabytes dan satu terabyte (TB) terdiri dari 1024
gigabytes.

Tabel 6.1.
Satuan Ukuran Memori Komputer

Kapasitas Ukuran
8 bit byte
1024 bytes kilobytes
1024 kilobytes atau 1.048.576 bytes megabytes
1024 megabytes atau 1.073.741.824 bytes gigabytes
1024 i abytes atau 1.099.511.627.776 bytes terabytes

Memori utama mempunyai kapasitas lebih kecil dibandingkan dengan


ukuran memori luar. Memori utama untuk komputer PC, misalnya adalah
256MB, sedang memori luarnya misalnya adalah 80GB.

F. UKURAN KECEPATAN PROSES

Kecepatan proses komputer ditunjukkan dengan satuan kecepatan


komputer siklus mesin (machine cycle) per detiknya. Komputer yang lambat
mempunyai kecepatan proses dengan ukuran milliseconds (ribuan siklus
mesin per detik). Komputer yang lebih cepat menggunakan ukuran
6.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

microseconds Gutaan siklus mesin per detik). Komputer yang lebih cepat lagi
menggunakan ukuran nanoseconds (miliaran siklus mesin per detik).
Komputer yang sangat cepat menggunakan ukuran picoseconds (triliunan
siklus mesin per detik). Ukuran lain dari siklus mesin per detik adalah satuan
Hertz. Kecepatan proses 1 KHz (Kilo Hertz) sama dengan seribu siklus mesin
per detik, 1 MHz (Mega Hertz) sama dengan 1 juta siklus mesin per detik, 1
GHz (Giga Hertz) sama dengan 1 miliar siklus mesin per detik dan 1 THz
(Tera Hertz) sama dengan 1 triliun siklus mesin per detik.

Tabel 6.2.
Satuan Kecepatan Proses Komputer Berdasarkan Siklus Mesin

Kecepatan Ukuran
Ribuan siklus per detik Milliseconds atau KHz (Kilo Hertz)
Jutaan siklus per detik Microseconds atau MHz (Mega Hertz)
Miliaran siklus per detik Nanoseconds atau GHz (Giga Hertz)
Triliunan siklus per detik Picoseconds atau THz (Tera Hertz)

Satuan ukuran lain dari kecepatan komputer adalah dihitung dari


kecepatannya mengolah instruksi program. Ukuran satuan Millions of
Instructions Per Second (MIPS) menunjukkan kemampuan mengolah jutaan
instruksi program per detik. Satuan ukuran lainnya dari kecepatan komputer
adalah dihitung dari kecepatannya memproses perhitungan dasar
(pertambahan) bilangan pecahan (floating point). Ukuran satuan Millions of
FLOATing points per Second (MFLOATS) menunjukkan kemampuan
menghitung jutaan bilangan pecahan per detik.

G. KLASIFIKASI KOMPUTER

Komputer dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Ada yang


mengklasifikasikan berdasarkan kecepatannya, kapasitas simpanannya,
ukuran fisiknya, jumlah terminalnya, harganya. Pengklasifikasian yang
umum adalah berdasarkan kemampuannya, yaitu kecepatan dan kapasitasnya.
Berdasarkan hal ini, komputer dapat diklasifikasikan sebagai komputer
mikro, komputer mini, komputer mainframe, dan komputer super.
e EKMA4434/MODUL 6 6.13

Tabel 6.3.
Kategori Komputer dan Kecepatannya

Kecepatan Sampai Den an


Kategori
Giga Penggunaan
Komputer MFiops MIPS
Hertz
Komputer Mikro 250 75 1,5 Pemakaian Pribadi
Klien di Client-server system
Workstation 500 150 3 Server di Client-server system
Komputer Mini 1000 300 6 Server di Client-server system
Komputer 2000 600 12 Komputer pusat dengan banyak
Mainframe terminal
Lembaga Sains untuk penelitian
Lembaga Militer
Lembaga bisnis besar
Komputer Super 200.000 60.000 1.200 Sarna dengan mainframe

~- -
-~ -; LATIHAN
-----------------------------------------
-----
' - 1'(
--

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa itu sistem komputer (computer system)? Apa komponen-


komponennya? Mengapa komponen-komponen tersebut harus ada?
Jelaskan!
2) Sebutkan komponen-komponen dari perangkat keras (hardware)!
3) Apa itu alat masukan (input device)? Sebutkan macam-macam dari alat
masukan!
4) Apa itu alat pemroses (processing device)? Sebutkan macam-macam dari
alat pemroses!
5) Jelaskan apa itu CPU (Central Processing Unit)? Sebutkan komponen-
komponen dari CPU!
6) Jelaskan ukuran dari memori!
7) Bedakan antara kode Binary Coded Decimal (BCD) dengan sistem kode
Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC) dan
dengan sistem kode American Standard Code for Information
Interchange (ASCII)!
8) Apa itu alat keluaran (output device)? Sebutkan macam-macam dari alat
keluaran!
6.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

9) Apa itu alat simpanan luar (external memory device)? Sebutkan macam-
macam dari alat simpanan luar!
10) Jelaskan dan gambarkan hubungan dari komponen-komponen perangkat
keras sistem komputer!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.

RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Perangkat keras (hardware) sebagai subsistem dari sistem komputer


juga mempunyai komponen, yaitu komponen alat masukan (input
device), komponen alat pemroses (processing device), komponen alat
keluaran (output device) dan komponen alat simpanan luar (storage).
Alat masukan (input device/input unit/input equipment) adalah alat
yang digunakan untuk menerima masukan yang dapat berupa masukan
data ataupun masukan program. Beberapa alat masukan mempunyai
fungsi ganda, yaitu sebagai alat masukan dan sekaligus sebagai alat
keluaran (output) untuk menampilkan basil. Alat input/output (I/0)
demikian ini disebut dengan terminal.
Alat masukan dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan, yaitu
keyboard, pointing device, scanner, censor, dan voice recognizer.
Beberapa alat input yang menggunakan keyboard untuk memasukkan
input adalah visual display terminal, financial transaction terminal dan
point-of-sale terminal. Termasuk dalam kategori alat pointing device
adalah mouse, touch screen, light pen, dan digitizer graphic tablet. Alat
masukan scanner dapat berupa Magnetic Ink Character Recognition
(MICR) reader dan optical data reader. Alat masukan censor adalah
camera digital dan camera recorder (camcorder). Voice recognizer
menggunakan microphone untuk menangkap suara input.
Alat pemroses (processing device) adalah alat di mana instruksi-
instruksi program dieksekusi untuk memproses data yang dimasukkan
lewat alat masukan yang hasilnya nanti akan ditampilkan di alat output.
Alat pemroses terdiri dari central processor atau Central Processing
Unit (CPU) dan main memory.
Alat keluaran dapat berbentuk hard copy device dan soft copy
device. Hard copy device merupakan alat keluaran yang digunakan
untuk mencetak tulisan (kata, angka, karakter khusus, dan simbol-simbol
e EKMA4434/MODUL 6 6.15

lain) serta imej berupa grafik atau gambar pada media hard (keras),
misalnya kertas atau film. Alat output hard copy device yang umum
dipergunakan adalah printer yang digolongkan ke dalam dua kategori
impact printer dan nonimpact printer. Alat output hard copy device yang
lain adalah plotter dan computer output to microfilm. Termasuk dalam
soft copy device adalah video display, flat panel display dan speaker.
Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam sequential-access
storage device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut dan direct-
access storage device (DASD) atau alat simpanan pengaksesan
langsung. Simpanan luar yang termasuk dalam SASD adalah punched
card, paper tape dan magnetic tape. Simpanan luar yang termasuk
dalam DASD, di antaranya magnetic disk, tape strip cartridge dan
optical disk.
Kapasitas dari memori secara umum, baik memori utama ataupun
memori luar dihitung dengan satuan byte. Satu byte terdiri dari 8 binary
digit (bit) jika komputernya menggunakan kode bilangan 8 bit (misalnya
kode EBCDIC dan ASCII). Seribu bytes (tepatnya 1024 bytes) disebut
dengan satu kilobyte (KB). Satu megabyte (MB) terdiri dari 1024
kilobytes. Satu gigabyte (GB) terdiri dari 1024 megabytes dan satu
terabyte (TB) terdiri dari 1024 gigabytes.
Kecepatan proses komputer ditunjukkan dengan satuan kecepatan
komputer siklus mesin (machine cycle) per detiknya. Komputer yang
lambat mempunyai kecepatan proses dengan ukuran milliseconds
(ribuan siklus mesin per detik). Komputer yang lebih cepat
menggunakan ukuran microseconds Uutaan siklus mesin per detik).
Komputer yang lebih cepat lagi menggunakan ukuran nanoseconds
(miliaran siklus mesin per detik). Komputer yang sangat cepat
menggunakan ukuran picoseconds (triliunan siklus mesin per detik).
Ukuran lain dari siklus mesin per detik adalah satuan Hertz. Kecepatan
proses 1 KHz (Kilo Hertz) sama dengan seribu siklus mesin per detik, 1
MHz (Mega Hertz) sama dengan 1 juta siklus mesin per detik, 1 GHz
(Giga Hertz) sama dengan 1 miliar siklus mesin per detik dan 1 THz
(Tera Hertz) sama dengan 1 triliun siklus mesin per detik.
Satuan ukuran lain dari kecepatan komputer adalah dihitung dari
kecepatannya mengolah instruksi program. Ukuran satuan MIPS
(Millions of Instructions Per Second) menunjukkan kemampuan
mengolah jutaan instruksi program per detik. Satuan ukuran lainnya dari
kecepatan komputer adalah dihitung dari kecepatannya memproses
perhitungan dasar (pertambahan) bilangan pecahan (floating point).
Ukuran satuan Millions of FLOATing points per Second (MFLOATS)
menunjukkan kemampuan menghitung jutaan bilangan pecahan per
detik.
6.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Komputer dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal.


Pengklasifikasian yang umum adalah berdasarkan kemampuannya, yaitu
kecepatan dan kapasitasnya. Berdasarkan hal ini, komputer dapat
diklasifikasikan sebagai komputer mikro, komputer mini, komputer
mainframe dan komputer super.

TES FORMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Berikut ini yang bukan komponen dari perangkat keras adalah ....
A. alat masukan (input device)
B. alat keluaran (output device)
C. alat simpanan luar (storage)
D. basis data (database)

2) Berikut ini yang termasuk dalam alat masukan adalah ....


A. keyboard, pointing device, control unit, dan voice recognizer
B. keyboard, pointing device, scanner, censor dan voice recognizer
C. keyboard, pointing device, scanner, ALU dan voice recognizer
D. keyboard, pointing device, plotter, censor dan voice recognizer

3) Berikut ini yang termasuk dalam kategori alat pointing device adalah ....
A. mouse, touch screen, light pen, dan digitizer graphic tablet
B. magnetic Ink Character Recognition (MICR) reader, dan optical
data reader
C. visual display terminal, mouse, dan optical data reader
D. visual display terminal, plotter, dan point-of-sale terminal

4) Alat peraba yang membaca tulisan di cek keuangan disebut dengan ....
A. magnetic ink character recognition (MICR) reader
B. optical data reader
C. bar code wand
D. tag reader

5) Kode batang (bar code) yang paling banyak dipergunakan adalah ....
A. Universal Product Code
B. Universal Bar Code Method
C. Universal Bar Product
D. Bar Code Universal
e EKMA4434/ MODUL 6 6.17

6) Berikut ini yang bukan nama lain dari memori utama adalah ....
A. main storage
B. temporary storage
C. immediate access storage
D. external storage

7) Berikut ini yang digunakan untuk menyimpan program dan data


adalah ....
A. RAM
B. ROM
C. BIOS
D. OS

8) Kode yang digunakan untuk mewakili suatu karakter untuk komputer


mikro adalah ....
A. Binary Coded Decimal (BCD)
B. Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC)
C. American Standard Code for Information Interchange (ASCII)
D. American National Standard Institute (ANSI)

9) Kecepatan komputer yang dinyatakan dalam jutaan siklus per detik


disebut dengan ....
A. Miliseconds atau KHz (Kilo Hertz)
B. Microconds atau MHz (Mega Hertz)
C. Nanoseconds atau GHz (GigaHertz)
D. Picoseconds atau THz (Tera Hertz)

10) Berikut ini yang termasuk dalam direct-access storage device (DASD)
adalah ....
A. punched card
B. paper tape
C. magnetic tape
D. tape strip cartridge

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal
6.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 6 6.19

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Teknologi Perangkat Lunak

erangkat keras komputer tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa adanya
perangkat lunak. Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan
berfungsi apabila instruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya.
lnstruksi-instruksi tersebut disebut dengan perangkat lunak (software).
Perangkat lunak dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian besar, yaitu
sebagai berikut ini.
1. Perangkat lunak sistem (system software), yaitu perangkat lunak yang
mengoperasikan sistem komputernya. Perangkat lunak sistem dapat
dikelompokkan lagi menj adi 3 bagian sebagai berikut ini.
a. Perangkat lunak sistem operasi (operating system), yaitu program
yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi operasi dari
sistem komputer.
b. Perangkat lunak sistem bantuan (utility), yaitu program yang ditulis
untuk bantuan yang berhubungan dengan sistem komputer, misalnya
memformat disk, menyalin disk, mencegah, dan membersihkan

VIrUS.
c. Perangkat lunak bahasa (language software), yaitu program yang
digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis
dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat
dimengerti oleh komputer.
2. Perangkat lunak aplikasi (application software), yaitu program yang
ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan
suatu aplikasi tertentu.

A. PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI

Sistem operasi (operating system atau banyak disebut dengan


singkatannya OS) merupakan program yang ditulis untuk mengendalikan dan
mengkoordinasi kegiatan operasi dari sistem komputer. OS berfungsi seperti
manajer di dalam suatu perusahaan, yaitu bertanggung jawab,
mengendalikan, dan mengoordinasikan semua operasi kegiatan perusahaan
secara efisien dan efektif.
6.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

OS secara formal pertama kali dikembangkan untuk komputer IBM 701


pada tahun 1954 dan pada tahun 1955 oleh General Motors Research
Laboratories. Pada waktu itu, tujuan utama dari OS adalah untuk mengurangi
waktu menganggur (idle time) dari CPU dan digunakan untuk menjalankan
beberapa tugas (job) komputer bersama-sama secara dikumpulkan terlebih
dahulu (batch). OS yang pertama tersebut masih belum baik dan kurang
sempurna dibandingkan dengan OS sekarang yang ada. Pada bulan April
1964, IBM memperkenalkan OS yang disebut dengan OS/360 untuk
dipergunakan pada semua seri komputer Sistem 360. Sekarang, OS dapat
dipergunakan untuk bermacam-macam komputer. Suatu komputer dapat
menggunakan satu atau lebih OS. Suatu OS mungkin hanya dapat digunakan
untuk satu merek komputer saja atau dapat diterapkan pada beberapa merek
komputer. Apple DOS merupakan contoh suatu OS yang hanya dapat
digunakan pada komputer Apple, sedang CP/M, MS-DOS, Windows dan
UNIX merupakan contoh OS yang dapat diterapkan pada beberapa merek
komputer. Apple DOS, CP/M, Windows dan MS-DOS merupakan OS untuk
komputer mikro, sedang UNIX merupakan OS baik untuk komputer mikro
maupun komputer mini.
Sistem Operasi (OS) secara umum mempunyai fungsi seperti manajemen
di dalam perusahaan yang harus mengelola sumber-sumber daya (resources)
dari perusahaan. Sumber-sumber daya sistem komputer yang harus dikelola
oleh sistem operasi supaya efisien dan efektif adalah memori utama,
processor, memori luar (harddisk) dan alat-alat I/0 lainnya. Oleh karena
sebagai manajer, sistem operasi harus melakukan kegiatan-kegiatan
manajemen memori (memory management), manajemen alat pengolah
(processor management), manajemen informasi di disk (information
management), dan manajemen alat-alat 110 (device management).

B. PERANGKAT LUNAK SISTEM BANTUAN

OS juga menyediakan fasilitas sejumlah program bantuan yang disebut


dengan operating system service atau utility (bantuan). Program-program
bantuan ini misalnya adalah text editor (di Windows adalah notepad),
beberapa bantuan untuk menangani disk (misalnya memformat, menyalin,
mengecek disk dan lain sebagainya), menangani file (mengurutkan isi file,
mencari file), menangani tampilan (menyetel ukuran layar) dan penanganan
peralatan lainnya.
e EKMA4434/ MODUL 6 6.21

C. PERANGKAT LUNAK BAHASA

Language software (perangkat lunak bahasa) merupakan program khusus


yang sudah disediakan oleh pabrik komputer atau sudah dibuat oleh
perusahaan perangkat lunak, yang digunakan untuk mengembangkan
program aplikasi. Program ini berfungsi sebagai penerjemah antara program
yang ditulis dengan bahasa awam sehari-hari menjadi bahasa mesin (machine
language) yang dimengerti oleh komputer. Apabila language software tidak
tersedia maka pembuat program harus menulis programnya langsung dengan
bahasa mesin yang berbentuk bilangan-bilangan binari. Bahasa mesin
merupakan program generasi pertama.
Bahasa mesin (machine language) merupakan perangkat lunak bahasa
generasi pertama. Suatu instruksi program yang ditulis dalam bahasa mesin
dapat berbentuk sebagai berikut.

000100110010

Tanpa mengetahui arti tertentu dari masing-masing bagian dari bilangan


binari tersebut secara persis maka akan sangat sulit untuk mengerti dengan
benar maksud dari instruksi tersebut.
Oleh karena penulisan program dengan bahasa mesin dirasakan terlalu
sulit dan memakan banyak waktu maka dikembangkan language software
sebagai alternatif penulisan program yang lebih mudah. Perangkat lunak
bahasa (language software) generasi kedua adalah assembler. Assembler
merupakan program yang digunakan untuk menerjemahkan program aplikasi
yang ditulis dengan bahasa perakit (assembly language) atau bahasa
pemrograman simbolik (symbolic programming language) menjadi bahasa
mesin. Dengan bahasa simbolik, masing-masing op-code dalam bahasa mesin
tidak ditulis dengan bentuk bilangan binari, tetapi dengan suatu kode
simbolik singkatan tertentu yang disebut dengan mnemonic. Instruksi
program yang ditulis dengan mnemonic akan diterjemahkan ke dalam bentuk
bilangan binari bahasa mesin dengan menggunakan assembler.
W alaupun menulis program dengan bahasa simbolik lebih mudah
dibandingkan dengan menulis program dengan bahasa mesin, tetapi masih
tetap sulit. Bahasa perakit masih merupakan bahasa yang dekat dengan mesin
sehingga tetap masih sulit. Untuk mengatasi hal ini, telah dikembangkan
suatu bahasa yang lebih dekat dengan pemakai komputer, yaitu bahasa
tingkat tinggi (high level language). Source program yang ditulis dengan
6.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

bahasa tingkat tinggi, harus diterjemahkan menjadi program bahasa mesin


dengan suatu program penerjemah, yaitu compiler dan interpreter. Bahasa
tingkat tinggi yang sifatnya compiler di antaranya adalah FORTRAN,
COBOL, PAS CAL, dan C language; sedangkan yang bersifat interpreter
adalah BASIC dan beberapa bahasa tingkat tinggi yang disediakan oleh Data
Base Management Systems (DBMS). Contoh berikut ini merupakan program
sederhana yang ditulis dengan bahasa C.

/# Contoh program bahasa C #/


main()
(
print ("Halo say a mahasiswa UT");
)

Gambar 6.3.
Contoh Program yang Ditulis dengan Bahasa C

Perangkat lunak bahasa generasi keempat disebut juga dengan perangkat


lunak bahasa non-prosedural (nonprocedural language) atau productivity
language atau perangkat lunak bahasa tingkat sang at tinggi (very high-level
language). Disebut dengan perangkat lunak non-prosedural karena pemakai
komputer dapat membuat program aplikasi dengan mudah, yaitu hanya
memberikan instruksi apa yang harus diselesaikan bukan menginstruksikan
secara rinci apa harus dikerjakan seperti di generasi ketiga. Disebut dengan
productivity language karena pembuatan program aplikasi dengan bahasa ini
lebih mudah dibandingkan dengan bahasa generasi sebelumnya sehingga
pemrogram dapat meningkatkan produktivitasnya. Disebut dengan very high-
level language menunjukkan tingkatan lebih tinggi dari high bahasa tingkat
tinggi (high-level language) generasi ketiga. Perangkat lunak bahasa generasi
keempat dapat dikelompokkan sebagai alat komputer mikro (microcomputer
tools), bahasa kueri (query language) dan pembuat laporan (report
generator), bahasa grafik (graphics language), pembuat aplikasi (application
generator), paket perangkat lunak aplikasi (application software package)
dan bahasa tingkat sangat tinggi (very high-level programming language).
Gambar berikut ini menunjukkan pembagian ini dengan nama-nama produk
yang tersedia. Di gambar, semakin ke kiri, yaitu mengarah ke komputer
mikro lebih berorientasi dan banyak digunakan oleh user, sedang mengarah
ke kanan lebih berorientasi atau ban yak digunakan oleh programmer.
e EKMA4434/ MODUL 6 6.23

Berortentasi ke pemakai Berorlenta.si ke


..- (user) pemrogram

Alat Bahasa kuerl Bahasa Petnbuat
- ... - Bahasa
kompute.r dan pernbt.fat ,g"r~fi k .aplikasi pemrograma:n
mikro l~pora n tingk~t s~ngat
tinggi
Excell Easytrieve .systat FOCUS APl
Access l ntel l~ct SAS Graph OMS Nomad2
dBASE Querry-by- Harvard SAS
exampJe Graphics Mapper
SOL ld_
eal
RfDG-111 Natural
Jnquire CSP
. ..
Sumber: Laudon and Laudon, ( 1996).

Gambar 6.4.
Pembagian Bahasa Generasi Keempat

Beberapa perangkat lunak bahasa lainnya tidak dapat dimasukkan ke


dalam kategori-kategori sebelumnya. Misalnya, tidak dapat dimasukkan
sebagai kategori generasi keempat walaupun keberadaannya sama dengan
perangkat lunak generasi keempat karena mereka mempunyai konsep yang
berbeda. Perangkat-perangkat lunak bahasa ini adalah OOP (Object-Oriented
Programming), Bahasa Visual (Visual Language) dan bahasa-bahasa yang
digunakan untuk pembuatan aplikasi internet seperti misalnya Java dan
HTML (HyperText Markup Language).

D. PERANGKAT LUNAK APLIKASI

Perangkat lunak aplikasi (application software) merupakan program


yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam aplikasi yang
tertentu yang sudah dibuat oleh pabrik pembuat perangkat lunak aplikasi.
Program aplikasi dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bahasa
(language software). Perangkat lunak aplikasi dapat berupa perangkat lunak
aplikasi tujuan umum (general purpose application software) dan perangkat
lunak aplikasi tujuan khusus (special purpose application software).
Perangkat lunak aplikasi tujuan umum (general purpose application
software) ditulis untuk keperluan kebanyakan pemakai komputer secara
umum. Aplikasi yang banyak dibutuhkan secara umum misalnya adalah
aplikasi pengolah kata (word processing), kertas kerja elektronik
(spreadsheet), DBMS (Data Base Management Systems), pengolah grafik
6.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

(graphic editor). Program-program paket aplikasi tujuan umum ini juga


dikategorikan sebagai kelompok bahasa generasi keempat karena juga
menyediakan bahasa atau makro yang dapat digunakan oleh pemakai
komputer untuk keperluannya, misalnya pengolah kata menyediakan HTML,
kertas kerja elektronik menyediakan makro dan fungsi-fungsi perhitungan,
DBMS menyediakan bahasa kueri, pengolah grafik menyediakan bahasa
grafik.
Perangkat lunak aplikasi tujuan khusus (special purpose application
software) ditulis untuk keperluan khusus. Aplikasi khusus di organisasi bisnis
yang banyak dibutuhkan misalnya adalah aplikasi buku besar (general
ledger), pengendalian persediaan (inventory control) di bidang akuntansi,
manajemen kas (cash management), anggaran modal (capital budgeting) di
bidang keuangan, CAD (Computer Aided Design), pengendalian produksi
(production control) di bidang produksi, analisis penjualan (sales analysis),
analisis langganan (customers analysis) di bidang pemasaran.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa itu perangkat lunak (software)?


2) Perangkat lunak dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian besar, yaitu
perangkat lunak sistem (systen1 software) dan perangkat lunak aplikasi
(application software). Jelaskan!
3) Apa itu sistem operasi (operating system atau OS)? Jelaskan
perkembangan dari OS!
4) Apa itu language software (perangkat lunak bahasa)?
5) Apa yang dimaksud dengan pemrograman visual (visual programming)?
Jelaskan!
6) Apa itu Hypertext Markup Language (HTML)?
7) Jelaskan apa itu perangkat lunak aplikasi? Berilah contoh perangkat-
perangkat lunak aplikasi yang khusus dan yang umum!
8) Apa yang disebut dengan booting? Program apa yang dibutuhkan untuk
proses ini dan bagaimana proses dari booting?
9) Bedakan antara bahasa generasi ketiga dengan generasi keempat!
10) Apa itu BIOS. Bagaimana hubungan BIOS dengan sistem operasi dan
sis tern operasi dan perangkat keras? J elaskan!
e EKMA4434/MODUL 6 6.25

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Perangkat lunak dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian besar,


yaitu perangkat lunak sistem (system software), yaitu perangkat lunak
yang mengoperasikan sistem komputernya yang terdiri dari perangkat
lunak sistem operasi (operating system), perangkat lunak sis tern bantuan
(utility), perangkat lunak bahasa (language software), dan perangkat
lunak aplikasi (application software).
Sistem operasi (operating system atau banyak disebut dengan
singkatannya OS) merupakan program yang ditulis untuk
mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan operasi dari sistem
komputer. Sistem Operasi (OS) melakukan kegiatan-kegiatan
manajemen memori (memory management), manajemen alat pengolah
(processor management), manajemen informasi di disk (information
management) dan manajemen alat-alat 1/0 (device management).
OS juga menyediakan fasilitas sejumlah program bantuan yang
disebut dengan operating system service atau utility (bantuan). Program-
program bantuan ini misalnya adalah text editor (di Windows adalah
notepad), beberapa bantuan untuk menangani disk (misalnya
memformat, menyalin, mengecek disk), menangani file (mengurutkan isi
file, mencari file), menangani tampilan (menyetel ukuran layar) dan
penanganan peralatan lainnya.
Language software (perangkat lunak bahasa) merupakan program
khusus yang sudah disediakan oleh pabrik komputer atau sudah dibuat
oleh perusahaan perangkat lunak, yang digunakan untuk
mengembangkan program aplikasi. Bahasa mesin (machine language)
merupakan perangkat lunak bahasa generasi pertama. Perangkat lunak
bahasa (language software) generasi kedua adalah assembler. Assembler
m.erupakan program yang digunakan untuk menerjemahkan program.
aplikasi yang ditulis dengan bahasa perakit (assembly language) atau
bahasa pernrograman simbolik (symbolic programming language)
menjadi bahasa mesin. Bahasa generasi ketiga adalah bahasa yang lebih
dekat dengan pemakai komputer, yaitu bahasa tingkat tinggi (high level
language). Bahasa tingkat tinggi yang sifatnya compiler, di antaranya
6.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

adalah FORTRAN, COBOL, PASCAL dan C language, sedangkan yang


bersifat interpreter adalah BASIC dan beberapa bahasa tingkat tinggi
yang disediakan oleh Data Base Management Systems (DBMS).
Perangkat lunak bahasa generasi keempat disebut juga dengan perangkat
lunak bahasa non-prosedural (nonprocedural language) atau
productivity language atau perangkat lunak bahasa tingkat sangat tinggi
(very high-level language). Perangkat lunak bahasa generasi keempat
dapat dikelompokkan sebagai alat komputer mikro (microcomputer
tools), bahasa kueri (query language) dan pembuat laporan (report
generator), bahasa grafik (graphics language), pembuat aplikasi
(application generator), paket perangkat lunak aplikasi (application
software package), dan bahasa tingkat sangat tinggi (very high-level
programming language). Beberapa perangkat lunak bahasa lainnya
adalah Object-Oriented Programming (OOP), Bahasa Visual (Visual
Language) dan bahasa-bahasa yang digunakan untuk pembuatan aplikasi
internet seperti misalnya Java dan HyperText Markup Language
(HTML).
Perangkat lunak aplikasi (application software) merupakan program
yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam aplikasi
yang tertentu yang sudah dibuat oleh pabrik pembuat perangkat lunak
aplikasi. Perangkat lunak aplikasi dapat berupa perangkat lunak aplikasi
tujuan umum (general purpose application software) dan perangkat
lunak aplikasi tujuan khusus (special purpose application software).

T E S F 0 R MAT I F 2;;....___ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Perangkat lunak dapat diklasifikasikan ke dalam ....


A. perangkat lunak sistem (system software) dan perangkat lunak
aplikasi (application software)
B. perangkat lunak sistem (system software) dan perangkat lunak
bantuan (utility software)
C. perangkat lunak aplikasi (application software) dan perangkat lunak
sis tern operasi (operating system)
D. perangkat lunak aplikasi (application software) dan perangkat lunak
bahasa (language software)

2) Berikut ini yang tidak termasuk dalam perangkat lunak sis tern adalah ....
A. perangkat lunak sis tern operasi (operating system)
B. perangkat lunak sis tern bantuan (utility)
e EKMA4434/ MODUL 6 6.27

C. perangkat lunak bahasa (language software)


D. perangkat lunak aplikasi (application software)

3) Perangkat lunak yang disimpan di ROM adalah ....


A. Bootstrap
B. Basic
C. DBMS
D. Utility

4) Sistem operasi (operating system atau banyak disebut dengan


singkatannya OS) pertama kali dikembangkan untuk ....
A. Komputer IBM 370
B. Komputer IBM 701
C. Komputer Apple lie
D. Komputer IBM PC

5) OS yang pertama mempunyai tujuan utama untuk ....


A. mengurangi waktu menganggur (idle time) dari CPU
B. menjalankan beberapa tugas (job) komputer bersama-sama secara
serentak
C. menjalankan aplikasi secara serentak
D. membuka window secara serentak

6) Pada bulan April 1964, IBM memperkenalkan OS yang terkenal yang


disebut dengan ....
A. IBM PC DOS
B. OS/360
C. CP/M
D. UNIX

7) Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh sistern operasi adalah ....


A. manajemen basis data (database management), manajemen alat
pengolah (processor management), manajemen informasi di disk
(information management), dan manajemen alat-alat 1/0 (device
management)
B. manajemen memori (memory management), manajemen produksi
(production management), manajemen informasi di disk
(information management), dan manajemen alat-alat 1/0 (device
management)
6.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

C. manajemen basis data (database management), manajemen produksi


(production management), manajemen informasi di disk
(information management), dan manajemen alat-alat 1/0 (device
management)
D. manajemen memori (memory management), manajemen alat
pengolah (processor management), manajemen sumber daya
manusia (human resource management), dan manajemen alat-alat
I/0 (device management)

8) OS juga menyediakan fasilitas sejumlah program bantuan yang disebut


dengan operating system service atau utility (bantuan). Program-program
bantuan ini, kecuali ....
A. text editor
B. memformat disk
C. menyalin disk
D. membuat program

9) Berikut yang termasuk language software (perangkat lunak bahasa)


generasi pertama adalah ....
A. bahasa mesin (machine language)
B. bahasa perakit (assembly language)
C. bahasa tingkat tinggi (high level language)
D. bahasa non-prosedural (nonprocedural language)

10) Berikut yang termasuk language software (perangkat lunak bahasa)


generasi kedua adalah ....
A. bahasa mesin (machine language)
B. bahasa perakit (assembly language)
C. bahasa tingkat tinggi (high level language)
D. bahasa non-prosedural (nonprocedural language)

11) Berikut yang termasuk language software (perangkat lunak bahasa)


generasi ketiga adalah ....
A. bahasa mesin (machine language)
B. bahasa perakit (assembly language)
C. bahasa tingkat tinggi (high level language)
D. bahasa non-prosedural (nonprocedural language)

12) Berikut ini yang termasuk language software (perangkat lunak bahasa)
generasi keempat adalah ....
A. bahasa mesin (machine language)
B. bahasa perakit (assembly language)
e EKMA4434/MODUL 6 6.29

C. bahasa tingkat tinggi (high level language)


D. bahasa non-prosedural (nonprocedural language)

13) Suatu instruksi program yang dalam berbentuk 000100110010 ditulis


menggunakan bahasa ....
A. mesin
B. perakit
C. tingkat tinggi
D. visual

14) Bahasa komputer yang ditulis dengan kode simbolik mnemonic disebut
dengan bahasa ....
A. simbolik
B. mesin
C. numerik
D. awam

15) Bahasa tingkat tinggi yang sifatnya compiler, di antaranya ....


A. Basic
B. DBMS
C. Assembler
D. C language

16) Bahasa tingkat tinggi yang sifatnya interpreter adalah ....


A. FORTRAN
B. COBOL
C. Basic
D. PASCAL

17) Perangkat lunak bahasa generasi keempat disebut juga dengan perangkat
lunak bahasa non-prosedural (nonprocedural language) karena ....
A. pemakai komputer dapat membuat program aplikasi dengan mudah
tanpa lewat prosedur-prosedur pembuatan program yang rinci dan
rumit
B. pembuatan program aplikasi dengan bahasa ini lebih mudah
dibandingkan dengan bahasa generasi sebelumnya sehingga
pemrogram dapat meningkatkan produktivitasnya
C. menunjukkan tingkatan lebih tinggi dari high bahasa tingkat tinggi
(high-level language) generasi ketiga
D. program dapat dibuat secara otomatis oleh kompiler
6.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

18) Perangkat lunak bahasa generasi keempat disebut juga dengan perangkat
lunak produktivitas (productivity language) karena ....
A. pemakai komputer dapat membuat program aplikasi dengan mudah
tanpa lewat prosedur-prosedur pembuatan program yang rinci dan
rumit
B. pembuatan program aplikasi dengan bahasa ini lebih mudah
dibandingkan dengan bahasa generasi sebelumnya sehingga
pemrogram dapat meningkatkan produktivitasnya
C. menunjukkan tingkatan lebih tinggi dari high bahasa tingkat tinggi
(high-level language) generasi ketiga
D. program dapat dibuat secara otomatis oleh kompiler

19) Berikut ini yang termasuk dalam kelompok perangkat lunak bahasa
generasi keempat adalah ....
A. Bahasa C
B. DBMS
C. SQL
D. HTML (HyperText Markup Language)

20) Perangkat lunak aplikasi tujuan umum (general purpose application


software), di antaranya ....
A. aplikasi pengolah kata (word processing)
B. aplikasi pengendalian persediaan (inventory control)
C. aplikasi manajemen kas (cash management)
D. aplikasi analisis langganan (customers analysis)

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah j a waban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
e EKMA4434/MODUL 6 6.31

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
6.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) D 1) A
2) B 2) D
3) A 3) A
4) A 4) A
5) A 5) A
6) A 6) B
7) A 7) A
8) c 8) D
9) B 9) A
10) D 10) B
11) c
12) D
13) A
14) A
15) D
16) c
17) A
18) B
19) c
20) A
e EKMA4434/ MODUL 6 6.33

Daftar Pustaka

Jogiyanto, H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto, H.M. (2002). Sistem Informasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Jogiyanto, H.M. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Andi Offset.

Loudon, Kenneth C., dan Jane P. Loudon. (1996). Management Information


Systems: Organization and Technology. Fourth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall, Inc.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. De Hayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James A., Marakas, George M. (2007). Management Information


Systems. Eight Edition. Boston: McGraw-Hill.
MDDUL 7

Basis Data

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas tentang basis data (database). Basis data
...... merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa basis
data maka tidak akan dapat dihasilkan informasi yang dibutuhkan tepat waktu
karena basis data adalah sumber utama dari informasi. Modul ini dimulai
dengan membahas definisi basis data.
Sebelum basis data digunakan, data disimpan di simpanan luar dengan
pendekatan tradisional. Perbedaan antara pendekatan tradisional dan
pendekatan basis data juga akan dibahas. Basis data disusun dengan suatu
jenjang. Jenjang dari data dimulai dari karakter sampai dengan file. Macam-
macam file juga akan dibahas.
Modul ini juga akan membahas bagaimana suatu data disimpan di
simpanan luar secara logikal yang disebut dengan organisasi file. Untuk
dapat membedakan dengan baik antara file tradisional dengan basis data,
modul ini juga membahas organisasi file keduanya, yaitu organisasi file
tradisional dan organisasi file basis data.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan konsep basis data;
2. menjelaskan perbedaan antara pendekatan tradisional dan pendekatan
basis data;
3. memahami jenjang dari data;
4. memahami macam-macam file yang ada;
5. membedakan basis data logikal dan basis data fisik;
6. mengetahui proses basis data;
7. mengetahui organisasi basis data;
8. mengetahui software pendukung basis data;
9. mengetahui penggunaan perangkat lunak basis data;
10. mengetahui basis data sebagai pendukung sistem informasi;
7.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

11. mengetahui basis data multidimensi;


12. menjelaskan administrasi basis data;
13. menjelaskan struktur basis data;
14. menjelaskan organisasi dan manajemen basis data.

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belajar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/MODUL 7 7.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Konsep Basis Data

egiatan Belajar 1 ini akan membahas konsep dari basis data. Kegiatan
Belajar 1 ini dimulai dengan membahas definisi basis data. Data dapat
disimpan dengan dua cara, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan basis
data. Basis data disusun dengan suatu jenjang, yaitu dari data sampai dengan
file. Macam-macam file juga akan dibahas.

A. DEFINISI BASIS DATA

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling


berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis
data merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi
karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai.
Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut dengan database
system. Sistem basis data (database system) adalah suatu sistem informasi
yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang
bermacam-macam di dalam suatu organisasi. Dengan sistem basis data ini
tiap-tiap orang atau bagian dapat memandang basis data dari beberapa sudut
pandangan yang berbeda. Bagian kredit dapat memandangnya sebagai data
piutang. Bagian penjualan dapat memandangnya sebagai data penjualan.
Bagian personalia dapat memandangnya sebagai data karyawan. Bagian
penggajian dapat memandangnya sebagai data penggajian. Semuanya
terintegrasi dalam sebuah data yang umum. Berbeda dengan sistem
pengolahan data tradisional (traditional data processing systems), sumber
data ditangani sendiri-sendiri untuk tiap-tiap aplikasi.

B. PENDEKATAN TRADISIONAL DAN PENDEKATAN BASIS


DATA

Pendekatan tradisional mengumpulkan data ke dalam file-file yang tidak


berhubungan satu dengan yang lainnya. Biasanya tiap-tiap file dirancang
untuk aplikasi yang tertentu.
7.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

ApllkasJ File
Kredit Piutang

Aplika$i File
Penjuala.n P.enjualan

Aplika~l. File
Karyawan .Karyawan .

ApUk~~l File
Pengg,ajian Gajl

Gambar 7.1.
File dalam Pendekatan Tradisional

Pendekatan tradisional ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu


sebagai berikut.
1. Terjadi duplikasi data (data redundancy)
Oleh karena tiap-tiap aplikasi membentuk file data tersendiri, akan dapat
menimbulkan duplikasi data yang sama. Misalnya, dua buah file, yaitu
file karyawan dan file data gaji sebagai berikut ini.

File data karyawan:

Kode Kar 'awan Nama Karyawan Alamat Sex Dept. Go I.

File data gaji:

Kode Karyawan Nama Kar'awan Dept. Gol. Ga"i

Terjadi duplikasi data

Gambar 7.2.
Terjadi Duplikasi di File Tradisional
e EKMA4434/ MODUL 7 7.5

Kedua file tersebut, yaitu file data karyawan digunakan untuk aplikasi
personalia dan file data gaji digunakan untuk aplikasi penggajian, berisi
beberapa item data yang sama sehingga terj adi duplikasi. Akibat lebih
lanjut dari duplikasi data ini adalah:
a. modifikasi dari data yang duplikat harus dilakukan untuk beberapa
file sehingga kurang efisien;
b. pemborosan tempat simpanan luar.
2. Tidak terjadi hubungan data (data reliability).
Karena tiap-tiap aplikasi menyelenggarakan file tersendiri maka
hubungan data ke file di aplikasi yang lain tidak ada. Misalnya aplikasi
penjualan menyelenggarakan file data penjualan dengan struktur sebagai
berikut:

File penjualan:

Tanggal Transaksi Nomor Faktur Kode Transaksi Nilai Penjualan Potongan Penjualan

Gambar 7.3.
Struktur File Data Penjualan

Apabila pada aplikasi ini diinginkan laporan penjualan yang


menampilkan nama salesman yang menjual maka tidak dapat dilakukan
karena data salesman tersebut tidak terdapat dalam file penjualan.
Sebenarnya data salesman tersebut ada di file personalia. Disebabkan
karena hubungan data untuk aplikasi lain tidak dapat dilakukan, terpaksa
data salesman juga harus dimasukkan dalam file penjualan, dan sebagai
akibat lebih lanjutnya terjadi duplikasi data.

File penjualan:

Tanggal Nom or Kode Nilai Potongan Nama


Transaksi Faktur Transaksi Penualan Penualan Salesman

Terjadi duplikasi data


Gambar 7.4.
Terjadi Duplikasi Data dalam Pendekatan Tradisional
7.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Pendekatan basis data mencoba memperbaiki kelemahan-kelemahan


yang terjadi di pendekatan tradisional, yaitu sebagai berikut.
1. Duplikasi data (data redundancy) dikurangi
Karena basis data merupakan kumpulan dari semua data secara umum
maka dapat digunakan bersama-sama untuk semua aplikasi sehingga
duplikasi data dapat dikurangi.
2. Hubungan data (data reliability) dapat ditingkatkan
Karena data dikumpulkan bersama-sama maka hubungan dari data dapat
ditingkatkan, yang berarti data di file tertentu dapat dihubungkan dengan
data di file-file lainnya.

C. JENJANG DATA

Sampai dengan membentuk suatu basis data, data mempunyai jenjang


mulai dari karakter-karakter (characters), item data (data item atau field),
record, file dan kemudian basis data. Jenjang ini dapat digambarkan sebagai
berikut.

Basis .data

y
IFile


Record


Data Item atau Field

...
Karakter-karakter

Gambar 7.5.
Jenjang dari Data

1. Karakter-karakter
Karakter-karakter merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa
karakter numerik, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special
characters) yang membentuk suatu item data.
e EKMA4434/ MODUL 7 7.7

2. Field
Suatufield menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan
suatu item dari data, misalnya nama, alamat. Kumpulan darifield membentuk
suatu record. Ada 3 hal yang penting dalam suatu field, yaitu sebagai berikut.
a. Nama darifield (field name)
Field harus diberi nama untuk membedakanfield yang satu denganfield
yang lainnya.
b. Representasi darifield (field representation)
Representasi darifield menunjukkan tipe darifield (field type) serta lebar
darifield (field width). Field dapat bertipe numerik ataupun huruf. Lebar
dari field menunjukkan ruang maksimum dari field yang dapat diisi
dengan karakter-karakter data.
c. Nilai darifield (field value)
Nilai dari field menunjukkan isi dari field untuk masing-masing record.

3. Record
Kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan
suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk
suatu file. Misalnya, file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data
tiap-tiap karyawan.

4. File
File terdiri dari beberapa record yang menggambarkan satu kesatuan
data yang sejenis. Misalnya, file mata kuliah berisi data tentang semua mata
kuliah yang ada.

5. Basis data
Kumpulan dari file membentuk suatu basis data.
7.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Basis Data

-
NoMhs Kode- MK Semester Tahun Nilai
Record#t 8598 EKA1 71 1 .
06/07 A
06/07 c
.

Re-cbrd#2 85_98 '


EKA172 1
. Rf\Q.q
"' ... _- -- - -- ---- - EKU200 I 1
nRln7
- - - .. I B -
Record#4 8600 EKU201 1 06/07 A


'
Record#n 9010 EKA1 71 1 06/07 B
~ .
- ~- - -- -
Lebar Field
--- -- .......... . .... - - .
l
- - ...... .. --
Nlla1 Field
....... . .

Gambar 7.6.
Dari Karakter Sampai Basis data

D. TIPEFILE

File di dalam pemrosesan aplikasi dapat dikategorikan ke dalam


beberapa tipe tergantung dari kegunaannya, sebagai berikut.
1. File induk (master file)
Di dalam aplikasi, file ini merupakan file yang penting karena berisi
beberapa record yang sangat perlu di dalam organisasi. File ini akan
tetap terus ada selama hidup dari sistem. File induk dapat dikategorikan
lagi menjadi berikut ini.
a. File induk acuan (reference master file), yaitu file induk yang
record-nya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya, file
daftar gaji, file daftar mata kuliah.
b. File induk dinamik (dynamic master file), yaitu file induk yang nilai
dari record-record-nya sering berubah atau sering dimutakhirkan
(updated) sebagai basil dari suatu transaksi. Misalnya, file induk
data barang, yang setiap saat field unitnya harus dimutakhirkan bila
terjadi transaksi.
e EKMA4434/ MODUL 7 7.9

2. File transaksi (transaction file).


File transaksi disebut juga dengan nama input file. File ini digunakan
untuk merekam data basil dari transaksi yang terj adi. Contob dari file
transaksi adalab file penjualan, yang berisi data basil transaksi penjualan.
3. File laporan (report file).
File ini disebut juga dengan nama output file, yaitu file yang berisi
informasi yang akan ditampilkan. lsi dari file ini biasanya diambilkan
dari field di satu atau lebib master file untuk mempersiapkan pembuatan
laporan.
4. File sejarab (history file).
File sejarab (history file) disebut juga dengan nama file arsip (archival
file) merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudab tidak aktif
lagi, tetapi masib disimpan sebagai arsip.
5. File pelindung (back up file).
File pelindung merupakan salinan dari file-file yang masib aktif di dalam
basis data pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung
atau cadangan apabila file basis data yang aktif mengalami kerusakan
atau bilang.

E. FILE SECARA FISIK DAN FILE SECARA LOGIKA

File secara fisik menunjukkan bagaimana file tersebut secara fisik


disusun dan disimpan di media simpanan luar, misalnya pita magnetik atau
disk magnetik. File secara logika menyangkut bagaimana bubungan antara
data dipandang untuk menyediakan informasi kepada pemakai di basis data.
Di dalam merancang suatu file, biasanya dirancang secara logika. Tugas
pengubaban dari file secara logika ke bentuk nyata secara fisik diselesaikan
dengan suatu perangkat lunak.
7.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

~~ -~
!

, ~
- -..--c
...
__.;..
....,_,..
LATIHAN

---- ~ - .

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) J elaskan apa yang Anda ketahui ten tang basis data (database)!
2) Pembuatan file di simpanan luar dapat dibentuk dengan pendekatan
tradisional maupun dengan pendekatan basis data. Jelaskan sebagai
berikut ini.
a) Pendekatan tradisional (traditional approach).
b) Pendekatan basis data (database approach).
3) Pendekatan tradisional ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:
a) Terjadi duplikasi data (data redundancy).
b) Tidak terjadi hubungan data (data reliability) yang baik.
c) Jelaskan kelemahan-kelemahan ini dan bagaimana pendekatan basis
data dapat memperbaikinya!
4) Sampai dengan membentuk suatu basis data, data mempunyai jenjang.
Gambarkan jenjang dari data ini!
5) J elaskan tipe-tipe file berikut ini.
a) File induk (master file).
b) File transaksi (transaction file).
c) File laporan (report file).
d) File sejarah (history file).
e) File pelindung (back up file).

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.

RANGKUMAN

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling


berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut dengan database
system. Sis tern basis data (database system) adalah suatu sistern
e EKMA4434/ MODUL 7 7.11

informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling


berbubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk
beberapa aplikasi yang berrnacam-macam di dalam suatu organisasi.
Pendekatan tradisional mengumpulkan data ke dalam file-file yang
tidak berbubungan satu dengan yang lainnya. Oleb karenanya,
pendekatan tradisional ini mempunyai beberapa kelemaban, yaitu:
terjadi duplikasi data (data redundancy) dan tidak terjadi bubungan data
(data reliability) yang baik.
Pendekatan basis data mencoba memperbaiki kelemaban-kelemaban
yang terj adi di pendekatan tradisional sebingga duplikasi data (data
redundancy) dikurangi dan bubungan data (data reliability) dapat
ditingkatkan.
Sampai dengan membentuk suatu basis data, data mempunyai
jenjang. Jenjang data ini mulai dari karakter-karakter (characters), item
data (data item ataufield), record, file dan kemudian basis data.
File di dalam pemrosesan aplikasi dapat dikategorikan ke dalam
beberapa tipe tergantung dari kegunaannya. Tipe-tipe file ini adalah file
induk (master file), file transaksi (transaction file), file laporan (report
file), file sejarab (history file), dan file pelindung (back up file).
File induk merupakan file yang penting karena berisi record-record
yang sangat perlu di dalam organisasi. File ini akan tetap terus ada
selama bidup dari sistem. File induk dapat dikategorikan lagi menjadi
file induk acuan (reference master file), yaitu file induk yang record-nya
relatif statis, jarang berubab nilainya, dan file induk dinamik (dynamic
master file), yaitu file induk yang nilai dari record-record-nya sering
berubab atau sering dimutakhirkan (updated) sebagai basil dari suatu
transaksi.
File transaksi (transaction file) disebut juga dengan nama input file.
File ini digunakan untuk merekam data basil dari transaksi yang terj adi.
File laporan (report file) disebut juga dengan nama output file, yaitu
file yang berisi informasi yang akan ditampilkan. lsi dari file ini
biasanya diambilkan dari field di satu atau lebib master file untuk
mempersiapkan pembuatan laporan.
File sej arab (history file )disebut juga dengan nama file arsip
(archival file) merupakan file yang berisi data mas a lalu yang sudab
tidak aktif lagi, tetapi masib disimpan sebagai arsip.
File pelindung (back up file) merupakan salinan dari file-file yang
masib aktif di dalam basis data pada suatu saat tertentu. File ini
digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif
mengalami kerusakan atau bilang.
File secara fisik menunjukkan bagaimana file tersebut secara fisik
disusun dan disimpan di media simpanan luar, misalnya pita magnetik
7.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

atau disk magnetik. File secara logika menyangkut bagaimana hubungan


antara data dipandang untuk menyediakan informasi kepada pemakai di
basis data.

TES FORMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Basis data (database) adalah kumpulan dari file yang saling ....
A. berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer, dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya
B. tidak berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer, dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya
C. berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer, dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya
D. berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer, dan tidak perlu digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya

2) Penerapan basis data dalam sis tern informasi disebut dengan ....
A. sistem manajemen basis data (database management system)
B. sistem basis data (database system)
C. sistern file (file system)
D. sistem pengolahan data (data processing system)

3) Mengumpulkan data ke dalam file-file yang tidak berhubungan satu


dengan yang lainnya disebut dengan ....
A. pendekatan basis data (database approach)
B. pendekatan tradisional (traditional approach)
C. pendekatan logika (logical approach)
D. pendekatan fisik (physical approach)

4) Terjadinya duplikasi data (data redundancy) disebabkan oleh ....


A. pendekatan basis data (database approach)
B. pendekatan tradisional (traditional approach)
C. pendekatan logika (logical approach)
D. pendekatan fisik (physical approach)
e EKMA4434/ MODUL 7 7.13

5) Jenjang dari data yang benar adalah ....


A. karakter-karakter (characters), record, field, file, dan basis data
B. karakter-karakter (characters), record, file, field, dan basis data
C. karakter-karakter (characters), field, record, file, dan basis data
D. basis data, karakter-karakter (characters), field, record, dan file

6) Huruf atau angka merupakan suatu ....


A. karakter-karakter (characters)
B. field
C. record
D. file

7) Suatu atribut yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya
nama, alamat merupakan suatu ....
A. karakter-karakter (characters)
B. field
C. record
D. file

8) Kumpulan dari field membentuk suatu ....


A. karakter-karakter (characters)
B. field
C. record
D. file

9) Kumpulan dari record membentuk suatu ....


A. karakter-karakter (characters)
B. field
C. file
D. basis data

10) File induk yang record-nya relatif statis, jarang berubah nilainya,
misalnya adalah file daftar gaji disebut dengan nama ....
A. file induk dinamik (dynamic master file)
B. file induk acuan (reference master file)
C. file transaksi (transaction file)
D. file laporan (report file)
7.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

11) File induk yang nilai dari record-nya sering berubab atau sering
dimutakhirkan (updated) sebagai basil dari suatu transaksi disebut
dengan nama ....
A. file induk dinamik (dynamic master file)
B. file induk acuan (reference master file)
C. file transaksi (transaction file)
D. file sejarab (history file)

12) File daftar mata kuliab adalab contob dari ....


A. file induk dinamik (dynamic master file)
B. file induk acuan (reference master file)
C. file pelindung (back up file)
D. file laporan (report file)

13) File induk data barang misalnya adalab merupakan contob dari ....
A. file induk dinamik (dynamic master file)
B. file induk acuan (reference master file)
C. file pelindung (back up file)
D. file transaksi (transaction file)

14) File penjualan, misalnya merupakan contob dari ....


A. file induk dinamik (dynamic master file)
B. file induk acuan (reference master file)
C. file pelindung (back up file)
D. file transaksi (transaction file)

15) File yang digunakan untuk merekam data basil dari transaksi disebut
dengan ....
A file induk (master file)
B. file input (input file)
C. file laporan (report file)
D file sejarab (history file)

16) File yang berisi data masa lalu yang sudab tidak aktif lagi, tetapi masib
disimpan disebut dengan ....
A file induk (master file)
B. file input (input file)
C. file bistori (history file)
D. file pelindung (back up file)
e EKMA4434/MODUL 7 7.15

17) Nama lain dari file transaksi (transaction file) adalah ....
A. file induk (master file)
B. file arsip (archival file)
C. file input (input file)
D. file output (output file)

18) File yang berisi dengan salinan dari file-file yang masih aktif di dalam
basis data pada suatu saat tertentu disebut dengan ....
A file induk (master file)
B. file input (input file)
C. file laporan (report file)
D. file pelindung (back up file)

19) File direkam di simpan luar dalam bentuk file secara ....
A. fisik
B. logika
C. konsep
D. tradisional

20) Dalam merancang suatu file, biasanya yang dirancang adalah file
secara ....
A. fisik
B. logika
C. rancangan
D. tradisional

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
7.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 7 7.17

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Organisasi File

ata disimpan dalam bentuk file. Kegiatan Belajar 2 ini akan membahas
bagaimana organisasi dari suatu file data. File data dapat diorganisasi-
kan baik secara tradisional maupun secara basis data.
Organisasi file secara tradisional dapat berupa organisasi file urut
(sequential file), file urut berindeks (indexed sequential file) atau sering
disebut juga dengan Indexed Sequential Access Method (ISAM), dan file
akses langsung (direct access file) atau disebut juga dengan file alamat
langsung (direct address file).
Organisasi file basis data mencoba meningkatkan struktur dari data
supaya integrasi data antara satu file dengan file yang lainnya lebih
meningkat, dengan menunjukkan hubungan dari data yang satu dengan data
yang lainnya dalam file yang lain. Organisasi file basis data dapat berbentuk
struktur data berjenjang (hierarchical data structure), struktur data jaringan
(network data structure), dan struktur data hubungan (relational data
structure).
Data yang sudah direkam dengan pendekatan basis data dengan struktur
data hubungan (relational data structure), selanjutnya dapat diakses dengan
mudah oleh pemakai sistem informasi. Paket yang mulai banyak digunakan
untuk mengakses basis data ini disebut dengan OMS (database Management
System).

A. ORGANISASI FILE TRADISIONAL

Organisasi file dihubungkan dengan pengaturan dari record di dalam file


secara fisik pada media simpanan luar. File dapat diorganisasikan secara urut
(sequential organization) atau secara acak (random organization).
Pengaksesan file dihubungkan dengan prosedur atau metode yang digunakan
untuk mengakses record dari media simpanannya. Pengaksesan file dapat
dilakukan secara urut (sequential access) atau secara langsung (direct
access). W alaupun organisasi file dan pengaksesan file dapat dip andang
secara terpisah, tetapi biasanya pembahasan mengenai organisasi file
menyangkut keduanya, yaitu dapat berupa seperti berikut.
7.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

1. File urut (sequential file) merupakan file dengan organisasi urut


(sequential organization) dan dengan pengaksesan secara urut
(sequential access).
2. File urut berindeks (indexed sequential file) atau sering disebut juga
dengan Indexed Sequential Access Method (ISAM) merupakan file
dengan organisasi urut (sequential organization) dan dengan
pengaksesan secara langsung (direct access).
3. File akses langsung (direct access file) atau disebut juga dengan file
alamat langsung (direct address file) merupakan file dengan organisasi
acak (random organization) dan dengan pengaksesan secara langsung
(direct access).

Organisasi file seperti ini disebut dengan organisasi file tradisional atau
konvensional. Disebut demikian karena telah ada sebelum struktur basis data
dikembangkan.

1. Organisasi File Urut


Di dalam organisasi file urut, tiap-tiap record disimpan dengan urutan
yang sudah tertentu. File urut ini kadang-kadang disebut juga sebagai file
datar (flat file) karena tidak memberikan hubungan record yang berjenjang.
Urutan dari record-record dalam file urut biasanya dipilih dari salah satu
field yang ada, yang disebut denganfield kunci (key field).

Kode Langganan Nama Langganan Ala mat


01234 Amir Di ~one~ oro 234 Bandun
01235 Badu Beo 38 Yogyakarta
01236 Candra Beo 39 Yo~ yakarta
01240 Dodi Ja alan 725 Semaran
01241 Edi Wulung 22 Semarang

Urut Berdasarkan Key Field

Gambar 7.7.
Organisasi File Urut
7.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Pengaksesan data pada file urut berindeks ini dilakukan dengan


mencarinya terlebih dahulu di file indeks. Misalnya, kode dosen "089" akan
diakses. Pertama kali indeks dicari pada file indeks secara urut. Kode dosen
"089" berada di antara kode dosen "055" dan kode dosen "100" yang berarti
pada file urut terdapat di antara record dengan alamat relatif 06 dan alamat
relatif 10. Kontrol kemudian dipindahkan ke alamat relatif 06 pada file urut
dan dilakukan pencarian secara urut mulai dari alamat relatif 06 sampai
dengan alamat relatif 10.

3. Organisasi File Akses Langsung


Di dalam organisasi file akses langsung, record diletakkan tanpa
memandang urutannya. Tiap-tiap record di DASD terletak pada alamat yang
tertentu. Tiap-tiap record dapat diakses tanpa harus membaca dari record
pertama, tetapi dapat langsung menuju pada record yang dimaksud. Hal ini
dimungkinkan karena alamat dari record yang dikehendaki dapat ditentukan
terlebih dahulu. Dua buah cara dapat dipergunakan untuk menentukan alamat
dari record yang dikehendaki, yaitu sebagai berikut.

a. Direct conversion
Dengan cara konversi langsung (direct conversion), setiap nilai darifield
kunci menunjukkan secara langsung alamat di media simpanan luar yang
berisi record bersangkutan. Sebagai contoh, suatu disk mempunyai 40 track
dan tiap-tiap track terdiri dari 8 sector. Misalnya, tiap sector dalam track
dapat menyimpan data sebanyak 10 record. Berarti tiap track dapat
menyimpan data sebanyak 8 x 10 record= 80 record (tiap track terdiri dari 8
sector). Suatu record dengan nilai kunci field-nya adalah 1832 dapat terletak
pada alamat:

track (1832/80) = 22
sector (1832-80x22)/10 = 7
urutan record (1832-80x22-10x7) = 2

b. Hashing method
Metode hashing disebut juga dengan randomizing method atau algorithm
method atau transformation method. Dengan metode ini, nilai darifield kunci
ditransformasikan menggunakan operasi algoritma matematika supaya
didapatkan alamat fisik dari record. Cara yang paling banyak dilakukan
e EKMA4434/MODUL 7 7.21

dalam metode ini adalah dengan membagi nilai field kunci dengan suatu
bilangan prima. Bilangan prima yang digunakan adalah bilangan prima
terdekat dari jumlah record yang akan dialamati. Permasalahan dalam
metode hashing adalah adanya nilai field kunci yang kembar sehingga
alamatnya juga sama. Masalah ini disebut dengan collision. Untuk mengatasi
hal ini dapat disediakan lokasi tambahan di disk untuk menampung record
dengan nilai field kunci yang sama. Sebagai contoh misalnya jumlah record
yang akan dialamati adalah sebanyak 8 buah record. Untuk menampung
collision maka disediakan lokasi tambahan, misalnya diambil sebesar 40%,
berarti sebanyak 12 lokasi yang harus disediakan.

B. ORGANISASI FILE BASIS DATA

Penekanan pada kegiatan pengolahan data adalah pada kemampuan


untuk mengakses data dengan cepat serta efisien dalam penggunaan media
simpanan luarnya. Faktor yang mempengaruhi ini adalah organisasi dari file
data. Organisasi data secara konvensional dirasakan kurang mengena lagi
karena berorientasi pada file, artinya data cenderung hanya berhubungan
dengan data yang lainnya dalam satu file saja, kurang ada hubungan dengan
data lain yang berada di file lain. Sebagai akibatnya integrasi data dengan file
yang lainnya kurang dan sulit. Menyadari hal ini mulai dikembangkan
metode-metode baru untuk organisasi file yang lebih baik, yang kemudian
dikenal dengan organisasi file basis data.
Organisasi file basis data ini mencoba meningkatkan struktur dari data
supaya integrasi data antara satu file dengan file yang lainnya lebih
meningkat, dengan menunjukkan hubungan dari data yang satu dengan data
yang lainnya dalam file yang lain. Berikutnya dikembangkan suatu struktur
data yang baru, yaitu struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
dan struktur data jaringan (network data structure). Struktur data jaringan
kemudian distandarisasikan pada tahun 1971 oleh Data Base Task Group
(DBTG) yang merupakan panitia dari COmmittee on DAta SYstem
Languages (CODASYL). Struktur data jaringan ini sekarang dikenal dengan
nama model DBTG. Juga pada tahun 1970 dan 1971 muncul dua buah paper
oleh E.F. Codd yang mendefinisikan struktur data yang lain, yaitu struktur
data hubungan (relational data structure).
7.22 SISTEM INFDRMASI MANA..JEMEN e

1. Struktur Data Berjenjang


Struktur data berjenjang (hierarchical data structure) atau disebut juga
dengan nama struktur data pohon (tree data structure) menunjukkan
hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti pohon. Suatu pohon
dibentuk dari beberapa elemen grup data yang berjenjang, disebut dengan
node. Node yang paling atas atau level 1 disebut dengan akar (root). Tiap-
tiap node dapat bercabang ke node-node yang lain. Data yang diwakili
dengan struktur pohon ini harus memenuhi dua kondisi, yaitu sebagai
berikut.
a. Pohon hanya mempunyai sebuah root saja.
b. Tiap-tiap node, kecuali root hanya dapat mempunyai sebuah orang tua
saja tetapi tiap-tiap node dapat mempunyai beberapa anak.

Oramgtua Anak
dati dari

- -
Orangtu_a _A_naK
dari .d_ari

Gambar 7.9.
Struktur Pohon
Keterangan:
1. Node 1 adalah root dan merupakan orang tua dari (parent of) node 2, 3, dan 4.
2. Node 2, 3, dan 4 adalah node level 2 yang merupakan anak dari (children of)
node 1. Node 2 adalah orang tua dari (parent of) node 5 dan 6. Node 4 adalah
orang tua dari node 7, 8, dan 9.
3. Node 5 dan 6 adalah node leve13 dan merupakan anak dari (children of) node 2.
4. Node 7, 8, dan 9 adalah node level 3 dan merupakan anak dari node 4.

Contoh dari suatu struktur pohon misalnya adalah struktur data suatu
fakultas sebagai berikut ini.
e EKMA4434/ MODUL 7 7.23

Fqkulta.s

Dosen Mahasiswa
- . -

____.......____
Sejat7an . Sejarah Sejarah
Kelas
jab atan pang kat nilai

Gambar 7.10.
Skema Struktur Data Pohon Suatu Fakultas

Hubungan dari satu node ke node lain dapat berupa:


1. Hubungan satu-ke-satu (one-to -one).
2. Hubungan satu-ke-banyak (one-to-many).
3. Hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many).

Hubungan data antara fakultas dengan tenaga nonedukatif, dosen dan


mahasiswa adalah hubungan satu-ke-banyak (one-to-many). Satu fakultas ini
mempunyai beberapa tenaga nonedukatif, beberapa dosen dan beberapa
mahasiswa. Seorang tenaga nonedukatif mengalami beberapa kali perubahan
jabatan, berarti hubungannya adalah satu-ke-banyak. Tiap-tiap dosen
mengalami beberapa kali kenaikan pangkat dan mengajar beberapa kelas.
Sebuah kelas hanya diajar oleh seorang dosen, tetapi seorang dosen dapat
mengajar beberapa kelas sehingga hubungannya adalah satu-ke-banyak.
Bilamana tiap-tiap kelas mempunyai lebih dari seorang dosen yang mengajar,
berarti hubungannya adalah banyak-ke-banyak (many-to-many). Demikian
juga dengan tiap-tiap mahasiswa mempunyai beberapa nilai untuk mata
kuliah yang sudah ditempuhnya, berarti hubungannyajuga satu-ke-banyak.

2. Struktur Data Jaringan


Struktur data jaringan (network data structure) disebut juga dengan
complex data structure. Kalau struktur data pohon tiap-tiap node tidak dapat
mempunyai lebih dari satu orang tua maka pada struktur data jaringan ini,
tiap-tiap node dapat mempunyai lebih dari satu orang tua.
7.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Orangtua
Anak
.dari
:dari

Orangtua Anak
dari dar

Gambar 7.11.
Struktur Data Jaringan

3. Struktur Data Hubungan


Struktur data hubungan (relational data structure) mempunyai dua
karakteristik, yaitu sebagai berikut.
a. File dalam bentuk tabel yang persis dengan file urut.
b. Hubungan antara record didasarkan pada nilai dari field kunci, bukan
berdasarkan alamat atau pointer di dalam record seperti pada struktur
data pohon danjaringan.

Maksud utama dari model struktur data hubungan ini adalah meletakkan
semua hubungan data dalam bentuk tabel dua dimensi. Data di dalam model
ini dapat diidentifikasi dalam hubungan nyata terhadap item data yang ada di
dalam record. Ini merupakan keuntungan yang penting dibandingkan dengan
model berjenjang atau model jaringan. Lebih lanjut akan lebih mudah bagi
mereka yang akan merancang basis data menggunakan model hubungan.
Sebagai akibatnya, model hubungan ini banyak dipergunakan dan
dikembangkan mulai dari komputer-komputer mikro sampai ke komputer
besar. Seperti telah disebutkan, bahwa model hubungan ini menggunakan
tabel dua dimensi yang menggambarkan hubungan antara data. Kolom dari
tabel menunjukkan atribut (attribute) dari file. Atribut ini menunjukkan item-
item data atau field. Masing-masing baris dari record di dalam tabel basis
data disebut dengan tuple.
e EKMA4434/MODUL 7 7.25

....- Atribut

Rec# KodeDsn: Nama Dsm Gelar


'
01 001 .
Barvanto M:as.teJ II
02 '
00"5 SudLbyo. M,a_s.ter
03 010 .
Oatur P I:Joktor
04.
~
015 frla'litnah ~

~
~
Master ~
I''
.05 - 020
- ~
EkiK-
- ~
Doktor
06 055 .B udi Purwanto oo~tor
07 056 Jot;: ivanto. HM t:Joktor Tuple
08 057. Akhmad Mutaklhlr Master
f\Q
-.1...,
(,1Q()
"' ....,
"'-'
.lnni
"" " ' I
..

I I
. . .
~t:)tl~rl i
......_, "'-" +'t& I ....... ..._,. I
nnktnr
..... '"'. " ""'~... I
10 1100 Bambanc SCJ'liarto D.o_k tor
1'1 1105 '
Af:. .us-Sunar Master
12 111 o. Hari'anto oaktor
1,3 1t1 5 .
l?lele Sunaryo Dok;to.r
II
1:4 -
1J17 Yanto Doktor
-
15 1119' Wiaradi Master
'1'& 1120 Prastiono Doktot I:'
17 1r25 Suwarto Oo.ktor ~ I:
1.8 1127 ArLef Doktor
119 1r53 D.idit O:o ktor
20 I'
1t55 Dudi Doktor

Gambar 7.12.
Atribut dan Tuple dari File Basis Data Model Hubungan

Supaya tidak selalu menggarnbarkan file data dalam bentuk tabel maka
dapat diwakili dengan suatu notasi sebagai berikut.

DATA_DOSEN (Kode Dsn, Narna_Dsn, Gelar)

DATA_DOSEN merupakan nama dari file basis datanya dan elemen-


elemen di dalam tanda kurang merupakan nama-nama dari atribut atau field.
Di dalarn istilah relational, kurnpulan dari atribut disebut dengan domain.
Atribut di dalam domain yang digarisbawahi menunjukkan field kunci (key
field).

C. BASIS DATA MANAGEMENT SYSTEM

Data Base Management System (DBMS atau DMS) adalah paket


perangkat lunak yang kompleks digunakan untuk memanipulasi basis data.
Banyak sekali paket DBMS yang telah beredar. Untuk mernilih paket mana
yang tepat untuk digunakan, ada beberapa kriteria yang harus diikuti.
7.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

Kriteria-kriteria paket DBMS yang baik, di antaranya harus mudah


digunakan, kemampuan membuka file pada suatu saat secara serentak,
kecepatan pengolahannya, kemampuan memodifikasi struktur data,
kemampuan indexing, mempunyai query language, kemampuan hubungan
dengan file yang lain, harga dari paket tersebut, dan dukungan purna jual bila
ada versi yang lebih baru.

D. DATABASE ADMINISTRATOR

Database Administrator (DBA) adalah orang yang bertanggung jawab


terhadap penanganan basis data di dalam suatu organisasi. Umumnya DBA
bertanggung jawab terhadap area-area sebagai berikut ini.
1. Perancangan dan koordinasi secara keseluruhan dari database.
2. Mengembangkan skema.
3. Bertanggung jawab terhadap keamanan dari basis data.
4. Menentukan organisasi dari data.
5. Membuat dokumentasi sistem dan penggunaannya.
6. Menjadi penengah antara pemakai dan manajemen.
7. Melatih dan mendidik personil yang berhubungan dengan basis data.
8. Bertanggung jawab terhadap seluruh operasi dari sistem dasar data.
9. Penerapan terhadap DBMS.
10. Pengetesan dan pemeliharaan dari sis tern basis data.
11. Menerapkan prosedur darurat di dalam kasus terj adinya kegagalan
sistem atau kerusakan basis data.

LATIHAN
-- __..... -

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang:


a) Organisasi secara urut (sequential organization).
b) Organisasi secara acak (random organization).
2) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang:
a) Pengaksesan file secara urut (sequential access).
b) Pengaksesan file secara langsung (direct access).
e EKMA4434/MODUL 7 7.27

3) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang organisasi file tradisional


berikut ini.
a) File urut (sequential file).
b) File urut berindeks (indexed sequential file).
c) Indexed Sequential Access Method (ISAM).
d) File akses langsung (direct access file).
4) Di dalam organisasi file akses langsung, record diletakkan tanpa
memandang urutannya. Tiap-tiap record dapat diakses tanpa harus
membaca dari record pertama, tetapi dapat langsung menuju pada record
yang dimaksud. Dua buah cara dapat dipergunakan untuk menentukan
alamat dari record yang dikehendaki, yaitu:
a) Direct conversion.
b) Hashing method.
Jelaskan kedua metode ini!
5) J elaskan organisasi file basis data berikut ini.
a) Struktur data berjenjang (hierarchical data structure).
b) Struktur data jaringan (network data structure).
c) Struktur data hubungan (relational data structure).

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

File tradisional dapat diorganisasikan secara urut (sequential


organization) atau secara acak (random organization), sedang
pengaksesan file dapat dilakukan secara urut (sequential access) atau
secara langsung (direct access). W alaupun organisasi file dan
pengaksesan file dapat dipandang secara terpisah, tetapi biasanya
pembahasan mengenai organisasi file menyangkut keduanya, yaitu
(1) file urut (sequential file), (2) file urut berindeks (indexed sequential
file) atau sering disebut juga dengan Indexed Sequential Access Method
(ISAM), (3) file akses langsung (direct access file) atau disebut juga
dengan file alamat langsung (direct address file).
Di dalam organisasi file urut, tiap-tiap record disimpan dengan
urutan yang sudah tertentu. File urut ini kadang-kadang disebut juga
7.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

sebagai file datar (flat file) karena tidak memberikan hubungan record
yang berjenjang. Urutan dari record-record dalam file urut biasanya
dipilih dari salah satu field yang ada, yang disebut dengan field kunci
(key field).
Dengan organisasi file urut berindeks, record diatur secara urut
pada media DASD. Untuk pengaksesannya secara langsung, tabel-
tabel indeks perlu dibuat untuk tujuan menunjukkan alamat dari masing-
masing record yang akan diakses.
Di dalam organisasi file akses langsung, record diletakkan tanpa
memandang urutannya. Tiap-tiap record di DASD terletak pada alamat
yang tertentu. Tiap-tiap record dapat diakses tanpa harus membaca dari
record pertama, tetapi dapat langsung menuju pada record yang
dimaksud. Hal ini dimungkinkan karena alamat dari record yang
dikehendaki dapat ditentukan terlebih dahulu. Dua buah cara dapat
dipergunakan untuk menentukan alamat dari record yang dikehendaki,
yaitu dengan cara konversi langsung (direct conversion), dan dengan
metode hashing disebut juga dengan randomizing method atau algorithm
method atau transformation method.
Organisasi data secara konvensional dirasakan kurang mengena lagi
karena berorientasi pada file, artinya data cenderung hanya berhubungan
dengan data yang lainnya dalam satu file saja, kurang ada hubungan
dengan data lain yang berada di file lain. Organisasi file basis data ini
mencoba meningkatkan struktur dari data supaya integrasi data antara
satu file dengan file yang lainnya lebih meningkat, dengan menunjukkan
hubungan dari data yang satu dengan data yang lainnya dalam file yang
lain. Organisasi file basis data dapat berupa struktur data berjenjang
(hierarchical data structure), struktur data jaringan (network data
structure), dan struktur data hubungan (relational data structure).
Struktur data berjenjang (hierarchical data structure) atau disebut
juga dengan nama struktur data pohon (tree data structure)
menunjukkan hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti
pohon. Suatu pohon dibentuk dari beberapa elemen grup data yang
berjenjang, disebut dengan node. Hubungan dari satu node ke node lain
dapat berupa hubungan satu-ke-satu (one-to-one), hubungan satu-ke-
banyak (one-to-many), dan hubungan banyak-ke-banyak (many-to-
many).
Struktur data jaringan (network data structure) disebut juga dengan
complex data structure. Kalau struktur data pohon tiap-tiap node tidak
dapat mempunyai lebih dari satu orang tua maka pada struktur data
jaringan ini, tiap-tiap node dapat mempunyai lebih dari satu orang tua.
Struktur data hubungan (relational data structure) mempunyai dua
karakteristik, yaitu file dalam bentuk tabel yang persis dengan file urut,
e EKMA4434/MODUL 7 7.29

dan hubungan antara record didasarkan pada nilai darifield kunci, bukan
berdasarkan alamat atau pointer di dalam record seperti pada struktur
data pohon dan jaringan. Maksud utama dari model struktur data
hubungan ini adalah meletakkan semua hubungan data dalam bentuk
tabel dua dimensi.
Data Base Management System (DBMS atau DMS) adalah paket
perangkat lunak yang kompleks digunakan untuk memanipulasi basis
data. Banyak sekali paket DBMS yang telah beredar. Untuk memilih
paket mana yang tepat untuk digunakan perlu digunakan pedoman untuk
menentukannya.

TES F'ORMATIF' 2

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Berikut ini yang termasuk dalam organisasi file tradisional adalah ....
A. struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
B. struktur datajaringan (network data structure)
C. organisasi secara acak (random organization)
D. struktur data hubungan (relational data structure)

2) Dihubungkan dengan cara mengaksesnya, yang termasuk dalam


organisasi file tradisional adalah ....
A. struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
B. struktur data jaringan (network data structure)
C. organisasi secara acak (random organization)
D. struktur data hubungan (relational data structure)

3) File dengan organisasi urut (sequential organization) dan dengan


pengaksesan secara lang sung (direct access) disebut dengan ....
A. file urut (sequential file)
B. Indexed Sequential Access Method (ISAM)
C. file akses langsung (direct access file)
D. file indeks (indexed file)

4) File dengan organisasi urut (sequential organization) dan dengan


pengaksesan secara urut (sequential access) disebut dengan ....
A. file urut (sequential file)
B. Indexed Sequential Access Method (ISAM)
C. file akses langsung (direct access file)
D. file indeks (indexed file)
7.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

5) File dengan organisasi acak (random organization) dan dengan


pengaksesan secara lang sung (direct access) disebut dengan ....
A. file urut (sequential file)
B. ISAM (Indexed Sequential Access Method)
C. file akses langsung (direct access file)
D. file indeks (indexed file)

6) Organisasi file berikut ini

Nomor- Mhs Nama- Mhs IPK


85234 Amir 2,75
87235 Badu 3,00
89236 Candra 3,25
89240 Dodi 3,80
89241 Edi 2,25

rnerupakan:
A. file urut (sequential file)
B. Indexed Sequential Access Method (ISAM)
C. file akses langsung (direct access file)
D. file indeks (indexed file)

7) Cara yang dilakukan dengan rnenggunakan setiap nilai dari field kunci
yang menunjukkan secara langsung alamat di media simpanan luar yang
berisi record yang dicari, disebut dengan ....
A. Direct Access Storage Device (DASD)
B. Sequential Access Storage Device (SASD)
C. Direct conversion
D. Metode hashing

8) Misalnya, suatu disk mempunyai 40 track dan tiap-tiap track terdiri dari
8 sector dan tiap sector dalam track dapat menyimpan data sebanyak
10 record. Dengan metode konversi langsung, untuk suatu record
dengan nilai kunci field- nya adalah 850 dapat terletak pada alamat
track ....
A. 10
B. 11
C. 12
D. 13
e EKMA4434/ MODUL 7 7.31

9) Cara yang dilakukan dengan menggunakan nilai dari field kunci


ditransformasikan menggunakan operasi algoritma matematika, misalnya
dibagi dengan bilangan prima tertentu, supaya didapatkan alarnat fisik
dari record, disebut dengan ....
A. Direct Access Storage Device (DASD)
B. Sequential Access Storage Device (SASD)
C. Direct conversion
D. Metode hashing

10) Masalah dalam metode hashing adalah terj adinya collision, yaitu ....
A. disk penuh sehingga tidak dapat digunakan untuk merekam data
B. pencarian data tidak ditemukan karena data tidak ditemukan
C. adanya nilaifield kunci yang kembar sehingga alamatnya juga sama
D. jumlah record melebihi maksimum kapasitas yang diizinkan

11) Masalah collision di metode hashing dapat diselesaikan dengan cara ....
A. mencari kembali data yang tidak ditentukan
B. menyediakan lokasi tambahan di disk untuk menampung record
dengan nilaifield kunci yang sama
C. salah satu record dengan nilaifield kunci yang sama dibuang
D. beberapa record dibuang

12) Berikut ini yang termasuk dalam organisasi file basis data adalah ....
A. file urut (sequential file)
B. file urut berindeks (indexed sequential file)
C. organisasi secara acak (random organization)
D. struktur data hubungan (relational data structure)

13) Berikut ini yang menstandarisasi struktur data jaringan adalah ....
A. ANSI
B. ASCII
C. IEEE
D. DBTG

14) Struktur data yang membentuk suatu jenjang seperti pohon dengan tiap-
tiap nodenya, kecuali root hanya dapat mempunyai sebuah orang tua saja
tetapi tiap-tiap node dapat mempunyai beberapa anak disebut dengan ....
A. struktur data hubungan (relational data structure)
B. struktur data jaringan (network data structure)
C. struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
D. struktur data semantik (semantic data structure)
7.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

15) Struktur data yang membentuk suatu jenjang seperti pohon dengan tiap-
tiap nodenya, kecuali root dapat mempunyai banyak orang tua saja dan
tiap-tiap node dapat mempunyai beberapa anak disebut dengan ....
A. struktur data hubungan (relational data structure)
B. struktur data j aringan (network data structure)
C. struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
D. struktur data semantik (semantic data structure)

16) Sebuah kelas hanya diaj ar oleh seorang do sen, tetapi seorang do sen
dapat mengajar beberapa kelas sehingga hubungannya struktur datanya
adalah ....
A. hubungan satu-ke-satu (one-to-one)
B. hubungan satu-ke-banyak (one-to-many)
C. hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many)
D. hubungan banyak-ke-satu (many-to-one)

17) Sebuah kelas diajar oleh team dosen, dan seorang dosen dapat mengajar
beberapa kelas sehingga hubungannya struktur datanya adalah ....
A. hubungan satu-ke-satu (one-to-one)
B. hubungan satu-ke-banyak (one-to-many)
C. hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many)
D. hubungan banyak-ke-satu (many-to-one)

18) Struktur data yang berbentuk tabel dengan hubungan antara record
didasarkan pada nilai darifield kunci, disebut dengan ....
A. struktur data hubungan (relational data structure)
B. struktur data j aringan (network data structure)
C. struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
D. struktur data semantik (semantic data structure)

19) Struktur data hubungan (relational data structure) menggunakan tabel


dua dimensi yang menggambarkan hubungan antara data. Kolom dari
tabel menunjukkan ....
A. tuple
B. atribut (attribute) dari file
C. pointer
D. index
e EKMA4434/ MODUL 7 7.33

20) Record di struktur data hubungan (relational data structure) disebut


dengan ....
A. tuple
B. atribut (attribute) dari file
C. pointer
D. index

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda hams mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
7.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) c 1) c
2) B 2) B
3) B 3) B
4) B 4) A
5) c 5) c
6) A 6) A
7) A 7) c
8) c 8) A
9) c 9) D
10) B 10) c
11) A 11) B
12) B 12) D
13) A 13) D
14) D 14) c
15) B 15) B
16) c 16) B
17) c 17) c
18) D 18) A
19) A 19) B
20) B 20) A
e EKMA4434/MODUL 7 7.35

Daftar Pustaka

Jogiyanto H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto H.M. (2002). Sistem lnformasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Y ogyakarta: BPFE.

Jogiyanto H.M. (2005). Sistem Teknologi lnformasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Andi Offset.

Jogiyanto H.M. (2005). Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer,


Pemrograman, Sistem Informasi, dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta:
Andi Offset.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. De Hayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James A., Marakas, George M. (2007). Management Information


Systems. Eight Edition. Boston: McGraw-Hill.
MDDUL 8

Pengendalian Sistem lnformasi

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul ini akan membahas pengendalian yang harus dipasang di sistem


...... informasi. Tujuan dari sistem informasi tidak akan mengena jika
sistem ini terganggu sehingga sistem informasi harus mempunyai pertahanan
terhadap gangguan-gangguan tersebut dan pertahanan itu harus dilakukan
terus-menerus. Pertahanan dari sistem informasi sering disebut dengan
pengendalian dan keamanan sistem informasi (information systems control
and security) yang didefinisikan sebagai penjagaan terhadap fasilitas dan
proses komputer dari gangguan-gangguan yang disengaja maupun yang
insidental tidak disengaja yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan,
kerusakan-kerusakan atau pencurian-pencurian sumber-sumber daya sistem
informasi secara tidak sah.
Sistem teknologi informasi mempunyai dua kelompok pengendalian
yang perlu dikelola terus-menerus selama sistem tersebut masih dioperasikan
di dalam organisasi. Pengendalian-pengendalian ini adalah pengendalian-
pengendalian secara umum (general controls) dan pengendalian-
pengendalian aplikasi (application controls).
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan pengendalian umum;
2. menjelaskan pengendalian manajemen;
3. menjelaskan pengendalian organisasi;
4. menjelaskan pengendalian dokumen sistem;
5. menjelaskan pengendalian perubahan program hardware dan software;
6. menjelaskan pengendalian akses;
7. menjelaskan pengendalian otorisasi input;
8. menjelaskan pengendalian komunikasi data;
9. menjelaskan pengendalian pengolahan;
10. menjelaskan pengendalian output.
8.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belaj ar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/MODUL B 8.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Pengendalian secara Umum

istem informasi perlu dipasang dengan pengendalian-pengendalian


sehingga dapat mencegah dan mendeteksi gangguan-gangguan yang akan
terjadi. Pengendalian-pengendalian di sistem informasi adalah pengendalian
secara umum (general controls) dan pengendalian aplikasi (application
controls).
Pengendalian-pengendalian secara umum (general controls) merupakan
pengendalian-pengendalian sistem teknologi informasi yang paling luar yang
harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasinya. Jika
pengendalian-pengendalian secara umum dapat dilewati maka pengendalian-
pengendalian aplikasi akan diaktifkan.
Pengendalian-pengendalian secara umum terdiri dari beberapa bagian,
yaitu sebagai berikut ini.
1. Pengendalian organisasi.
2. Pengendalian dokumentasi.
3. Pengendalian kerusakan perangkat keras.
4. Pengendalian keamanan fisik.
5. Pengendalian keamanan data.

A. PENGENDALIAN ORGANISASI

Perencanaan yang baik dan organisasi sistem informasi yang


berfungsi seperti yang diharapkan merupakan pengendalian organisasi yang
baik. Pengendalian organisasi ini dapat tercapai apabila ada pemisahan tugas
(segregation of duties) dan pemisahan tanggung jawab (segregation of
responsibilities) yang tegas. Pemisahan ini dapat berupa pemisahan tug as dan
tanggung jawab di antara departemen dan pemisahan tugas dan tanggung
jawab di dalam departemen sistem informasi itu sendiri.
Pemisahan tugas dan tanggung jawab di antara departemen dapat berupa
1
sebagai berikut ini.

1
Logika mengapa bagian-bagian tersebut harus dipisahkan tugas dan tanggung
jawabnya dapat dilihat di buku Jogiyanto H.M, "Sistem Informasi: Konsep Dasar
dan Komponen," BPFE, edisi 2, 2000.
8.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

1. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara pemberi wewenang


transaksi dengan bagian yang menyimpan aktiva bersangkutan.
2. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara pemberi wewenang
transaksi dengan bagian yang melakukan pengolahan data.
3. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagian penyimpanan aktiva
dengan bagian pelaksanaan.
4. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagian pelaksanaan dengan
bagian yang melakukan pengolahan data.
5. Pemisahan tugas antara bagian penyimpanan aktiva dengan bagian
pengolahan data.
6. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang melakukan koreksi
kesalahan transaksi dengan bagian pengolahan data.

Fungsi-fungsi utama dalam departemen sistem informasi harus


dipisahkan tugas dan tanggung jawabnya. Fungsi-fungsi utama yang perlu
dipisahkan tugas dan tanggung jawabnya adalah (1) bagian pengontrol data,
(2) bagian yang mempersiapkan data, (3) bagian operasi komputer, (4) bagian
pustaka data, (5) bagian pemrogram dan pengembangan sistem, dan
(6) bagian pusat informasi (information center).
Bagian pengontrol data (data control section) berfungsi sebagai
penengah antara departemen-departemen lainnya dengan departemen sistem
informasi. Personil-personil bagian ini sering disebut dengan data control
group. Data control group yang menerima data dari departemen-departemen
lainnya, mengagendakannya, membuat batch control total, mengawasi
jalannya pengolahan data, memonitor koreksi-koreksi kesalahan selama
pengolahan data dan mendistribusikan output kepada pemakai yang berhak.
Bagian yang mempersiapkan data (data preparation section) berfungsi
untuk mempersiapkan data, melengkapinya (misalnya menambah dengan
kode-kode yang diperlukan), dan memverifikasi kebenarannya sehingga siap
untuk dimasukkan ke dalam sistem.
Bagian yang mengoperasikan data (data processing section) merupakan
bagian yang berfungsi mengolah data sampai dihasilkan laporan. Personil
bagian ini disebut dengan computer operator dan bekerja sesuai dengan
prosedur yang tertulis di dalam manual pengoperasian.
Bagian penyimpan data (data library section) berfungsi menjaga
ruangan penyimpan data yang disebut dengan perpustakaan data.
Perpustakaan data (data library) merupakan tempat di mana data dan
e EKMA4434/ MODUL B 8.5

program disimpan dalam bentuk media simpanan luar. Personil bagian ini
disebut dengan pustakawan (librarian). Tujuan utama dari fungsi
perpustakaan data ini adalah untuk pemisahan tugas dan tanggung jawab
antara bagian yang menyimpan data dengan bagian yang akan meng-
gunakannya untuk operasi sehingga dapat mencegah orang yang tidak berhak
untuk mengaksesnya.
Bagian pemrograman dan pengembangan sistem berfungsi di dalam
pembuatan program dan pengembangan sistem informasi, personil bagian ini
disebut dengan pemrogram (programmer) dan analis sistem (system analyst).
Bagian ini harus dipisahkan dengan bagian operasi dan tidak boleh terlibat
dalam pengoperasian secara langsung karena dapat mengubah program yang
dipergunakan untuk maksud-maksud negatif.
Bagian pusat informasi (information center atau disebut juga dengan /C)
dibuat dengan maksud untuk membantu para manajernya membuat program
aplikasi sendiri untuk keperluan end user computing (EUC) atau end user
development (EUD).

B. PENGENDALIAN DOKUMENTASI

Dokumentasi dapat dianggap sebagai materi yang tertulis atau sesuatu


yang menyediakan informasi tentang sesuatu subjek. Dokumentasi dapat
berisi tentang deskripsi-deskripsi, penjelasan-penjelasan, hagan alir, daftar-
daftar, cetakan basil komputer, contoh-contoh objek dari sistem informasi.
Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut ini.
1. Mempelajari cara mengoperasikan sistem.
2. Sebagai bahan pelatihan.
3. Dasar pengembangan sistem lebih lanjut.
4. Dasar apabila akan memodifikasi atau perbaikan-perbaikan sistem di
kemudian hari.
5. Materi acuan bagi auditor.

Dokumentasi yang ada di departemen sistem informasi, di antaranya


berikut ini.

1. Dokumentasi Dokumen Dasar


Merupakan dokumentasi yang berisi kumpulan dokumen-dokumen dasar
sebagai bukti transaksi yang digunakan dalam sistem. Misalnya, faktur
penjualan, order penjualan, order pembelian, surat pengiriman barang, time-
card.
8.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

2. Dokumentasi Daftar Rekening (Chart of Account)


Merupakan dokumentasi yang menunjukkan informasi mengenai
rekening-rekening yang dipergunakan di dalam transaksi. Daftar rekening
berisi daftar dari kode rekening, nama rekening, klasifikasinya (aktiva, utang,
modal, pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya), serta petunjuk dari masing-
masing rekening bagaimana rekening tersebut dipergunakan.

3. Dokumentasi Prosedur Manual


Merupakan dokumentasi yang menunjukkan arus dari dokumen-
dokumen dasar di dalam perusahaan. Dokumentasi ini menyediakan
informasi mengenai bagian mana yang menyiapkan dokumen dasar, jumlah
tembusannya, bagian-bagian mana saja yang mengarsipkannya, dan kepada
bagian mana saja dokumen dasar tersebut harus dikirimkan.

4. Dokumentasi Prosedur
Dokumentasi prosedur dapat berisi prosedur-prosedur yang harus
dilakukan pada suatu keadaan tertentu, seperti prosedur pengetesan program,
prosedur penggunaan file, prosedur pembuatan back up dan restore.

5. Dokumentasi Sistem
Dokumentasi sistem menunjukkan bentuk dari sistem informasi yang
digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart). Pada dokumentasi
ini dapat terlihat deskripsi dari input yang digunakan, deskripsi output yang
digunakan, deskripsi output yang dihasilkan, deskripsi file-file yang
digunakan, berita-berita kesalahan pengolahan dan daftar-daftar pengendalian
untuk tiap-tiap sistem pengolahan. Dokumentasi sistem merupakan dokumen
yang dibutuhkan oleh sistem analis, pemakai sistem, dan auditor.

6. Dokumentasi Program
Dokumentasi program menggambarkan logika dari program dalam
bentuk bagan alir program (program flowchart), tabel keputusan (decision
table) dan bentuk pengendalian program. Dokumentasi program sangat
dibutuhkan oleh programmer apabila akan memodifikasi atau
mengembangkan program.
e EKMA4434/ MODUL B 8.7

7. Dokumentasi Operasi
Dokumentasi operasi berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-
prosedur mengoperasikan program. Dokumentasi ini sangat berguna untuk
operator.

8. Dokumentasi Data
Dokumentasi data berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam
database yang digunakan oleh sistem informasi. Hal yang paling banyak
membutuhkan dokumentasi adalah data base administrator (DBA) dan
auditor.

C. PENGENDALIAN KERUSAKAN PERANGKAT KERAS

Proses pengolahan data dapat terganggu jika terjadi kerusakan perangkat


keras yang dapat menyebabkan kemacetan proses. Untuk mencegah hal ini
maka dapat dilakukan dengan pengendalian perangkat keras, menyediakan
perangkat keras cadangan, dan membeli asuransi.
Pengendalian perangkat keras komputer (hardware controls) merupakan
pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh
pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi
kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware malfunction).
Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check),
pemeriksaan gaung (echo check), pemeriksaan baca setelah rekam (read after
write check), pemeriksaan baca ulang (dual read check), dan pemeriksaan
validitas (validity check).

1. Parity Check
RAM mempunyai kemampuan untuk melakukan pengecekan dari data
yang disimpannya, yang disebut dengan istilah parity check. Apabila data
hilang atau rusak, dapat diketahui dari sebuah bit tambahan yang disebut
dengan parity bit atau check bit. Misalnya, 1 byte memory di RAM terdiri
dari 8 bit, sebagai parity bit digunakan sebuah bit tambahan sehingga
menjadi 9 bit.

2. Echo Check
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk meyakinkan bahwa alat-alat
input/output, misalnya printer, tape drive, disk drive masih tetap berfungsi
8.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

dengan memuaskan hila akan dipergunakan. Apabila alat 1/0 tersebut akan
digunakan, CPU mengirimkan sinyal ke alat tersebut dan alat 1/0 akan
mengirim sinyal balik ke CPU tentang statusnya, apakah masih berfungsi
dengan memuaskan atau tidak. Apabila ada ketidakberesan dengan alat 1/0,
CPU akan memberitahukannya. Misalnya, suatu program aplikasi akan
mencetak basil di printer maka CPU akan menghubungi printer dengan
mengirimkan suatu sinyal. Apabila printer tidak siap atau rusak, CPU dapat
mengetahuinya dan akan menampilkan keadaan ini di layar terminal,
misalnya dengan berita "Printer is not ready."

3. Read After Write Check


Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk meyakinkan bahwa data yang
telah direkamkan ke media simpanan luar telah terekam dengan baik dan
benar. Untuk mengetahui hal ini, setelah data direkamkan maka dibaca
kembali untuk dibandingkan dengan data yang direkamkan, kalau sama
berarti telah terekam dengan benar.

4. Dual Read Check


Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk meyakinkan apakah data yang
telah dibaca telah dibaca dengan benar. Untuk maksud ini, data yang dibaca,
dibaca sekali lagi dan dibandingkan keduanya, apabila sama berarti telah
dibaca dengan benar tanpa kesalahan.

5. Validity Check
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk meyakinkan bahwa data
telah dikodekan dengan benar. Pada sistem komputer, angka, dan karakter
diwakili dengan suatu kode komputer dalam bentuk digit biner (binary
digit). Apabila data akan dikirimkan atau diterima dari alat-alat lainnya,
kemungkinan kode yang dipergunakan oleh alat satu dengan alat lainnya
berbeda. Apabila kodenya berbeda maka data yang diterima harus dikodekan
kembali sesuai dengan kode yang dipergunakan oleh alat tersebut. Hasil
pengkodean tersebut harus sah dan harus sesuai dengan alat penerimanya.
Kalau tidak sesuai dengan alat penerimanya maka dapat dikatakan, alat
penerima tersebut tidak kompatibel dengan alat pengirimnya. Misalnya, basil
yang tampak di layar terminal akan dicetak di printer. Hasil tersebut
kemudian dikirimkan ke printer untuk dicetak. Apabila printer tidak dapat
e EKMA4434/MODUL B 8.9

mengodekan kembali basil tersebut dengan benar maka berarti printer


tersebut tidak kompatibel.

D. PENGENDALIAN KEAMANAN FISIK

Pengendalian keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan


terhadap perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia di dalam perusahaan.
Hal-hal yang menyebabkan tidak amannya fisik sistem di antaranya adalah
pencurian, sabotase, kegagalan arus listrik yang dapat merusakkan basis data,
api, temperatur (yang terlalu panas merusakkan komponen dan terlalu dingin
dapat menyebabkan ruangan menjadi lembab menyebabkan komponen
berkarat), debu (partikel debu dapat merusak media simpanan luar) dan
bencana alam (seperti gempa bumi, angin ribut, banjir, dan petir).
Pengendalian keamanan fisik dapat dilakukan sebagai berikut ini.
1. Pengawasan terhadap pengaksesan fisik
Pengawasan ini merupakan proteksi yang berupa pembatasan terhadap
orang-orang yang akan masuk ke bagian yang penting. Apabila
keleluasaan untuk dapat keluar masuk bagian yang penting selalu
diawasi maka kesempatan untuk melakukan hal-hal yang merugikan
dapat dicegah atau paling sedikit dapat dikurangi. Pengawasan ini dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut ini.
a. Penempatan satpam.
b. Pengisian agenda kunjungan.
c. Penggunaan tanda pengenal.
d. Pemakaian kartu.
e. Penggunaan Closed-Circuit Television.
f. Penggunaan pengracik kertas.
g. Tersedianya pintu arah yang membuka ke luar.
2. Pengaturan lokasi fisik
Lokasi dari ruang komputer merupakan pertimbangan yang penting di
dalam perencanaan sekuriti. Pengendalian terhadap lokasi fisik yang baik
dari ruang komputer dapat berupa hal sebagai berikut ini.
a. Lokasi yang tidak terganggu oleh lingkungan.
b. Gedung yang terpisah.
c. Tersedia fasilitas cadangan.
8.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

3. Penerapan alat-alat pengaman


Alat-alat pengaman tambahan dapat digunakan untuk mengendalikan
hal-hal yang dapat terjadi yang dapat menyebabkan sesuatu yang fatal.
Alat-alat pengaman tersebut dapat berupa sebagai berikut ini.
a. Saluran air.
b. Alat pemadam kebakaran.
c. Uninterruptible Power Systems (UPS) digunakan untuk mengatasi
apabila arus listrik tiba-tiba terputus. UPS berisi accu yang dapat
menggantikan fungsi arus listrik seketika hila arus listrik terputus
dan dapat tahan berjam-jam. Dengan demikian, proses pengolahan
data tidak terganggu dan dapat dilanjutkan atau dihentikan seketika.
4. Stabilizer
5. Air Conditioner (AC) berfungsi untuk mengatur temperatur dalam
ruangan. Komputer mainframe yang besar biasanya membutuhkan
temperatur yang cukup dingin untuk mendinginkan sirkuitnya.
Temperatur yang ideal untuk suatu sistem komputer berkisar dari
10-35C.
6. Pendeteksi kebakaran.

E. PENGENDALIAN KEAMANAN DATA

Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap


keamanan data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang, rusak
dan diakses oleh orang yang tidak berhak. Beberapa cara pengendalian telah
banyak diterapkan untuk maksud ini, di antaranya adalah sebagai berikut ini.

1. Dipergunakan Data Log


Agenda (log) dapat digunakan pada proses pengolahan data untuk
memonitor, mencatat, dan mengidentifikasikan data. Di samping data log,
dapat juga dipergunakan transaction log, yaitu suatu file yang akan berisi
nama-nama pemakai komputer, tanggal, jam, tipe pengolahannya, lokasinya
tentang penggunaan sistem informasi yang perlu diketahui.

2. Proteksi File
Beberapa alat atau teknik telah tersedia untuk menjaga file dari
penggunaan yang tidak benar yang dapat menyebabkan rusak atau
tergantinya data dengan nilai yang tidak benar, di antaranya berikut ini.
e EKMA4434/MODUL B 8.11

a. Cinein proteksi pita magnetik (tape protection ring)


Cincin ini digunakan pada pita magnetik yang dapat memproteksi pita
magnetik dari over-written (data yang lama tertindih dengan data
rekaman baru sehingga data sebelumnya hilang). Apabila cincin dilepas
maka pita magnetik tidak dapat direkami dengan data sehingga data yang
sudah ada tidak tertindih (no ring-no write).
b. Write-protect tab
Suatu tab yang dapat digeser naik atau turun di disket untuk membuat
disket hanya dapat dibaca.
c. Label eksternal dan label internal
Label eksternal merupakan label yang ditampilkan di luar bungkus
simpanan luar untuk menunjukkan isi darinya supaya tidak salah
ditumpangi isinya. Selain label eksternal, label internal menunjukkan
informasi yang direkam di simpanan luar berupa informasi tentang nama
dan nomor simpanan luarnya.
d. Read-only storage
Read-only storage adalah alat simpanan luar di mana data yang
tersimpan di dalamnya hanya dapat dibaca saja. Data yang telah
tersimpan di dalamnya tidak dapat diubah oleh instruksi-instruksi
program yang dibuat oleh pemakai.

3. Pembatasan Pengaksesan (Access Restriction)


Tujuan sekuriti yang penting adalah untuk mencegah personil yang tidak
berwewenang untuk dapat mengakses data. Pengaksesan data oleh yang tidak
berhak biasanya mempunyai maksud penyelewengan harta kekayaan milik
perusahaan. Misalnya, penjaga gudang yang dapat mengakses data record
persediaan barang dan mengubahnya, akan sangat mudah mengambil barang
yang datanya diubah tersebut. Pengaksesan harus dibatasi untuk mereka yang
tidak berhak, yaitu dapat dengan cara isolasi fisik, otorisasi dan identifikasi,
serta pembatasan pemakaian.

4. Data Backup dan Recovery


Pengendalian backup dan recovery diperlukan untuk berjaga-jaga bila
file atau database mengalami kerusakan atau kehilangan data atau kesalahan
data. Backup adalah salinan dari file atau database di tempat yang terpisah
dan recovery adalah file atau database yang telah dibetulkan dari kesalahan
atau kerusakan atau kehilangan datanya.
8.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

~~ -~
!

, ~
- -..--c
...
__.;..
....,_,..
LATIHAN

---- ~ - .

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa itu pengendalian-pengendalian secara umum (general controls)?


Sebutkan pengendalian-pengendalian apa saja yang termasuk di
dalamnya!
2) Pengendalian organisasi dapat tercapai hila ada pemisahan tugas
(segregation of duties) dan pemisahan tanggung jawab (segregation of
responsibilities) yang tegas. Beri beberapa contoh pemisahan tug as dan
tanggung jawab di antara departemen yang Anda ketahui. Jelaskan
mengapa pemisahan tugas dan tanggung jawab itu diperlukan!
3) Jelaskan tugas dan fungsi masing-masing bagian atau orang-orang
berikut ini.
a) Bagian pengontrol data (data control section).
b) Data control group.
c) Bagian yang mempersiapkan data (data preparation section).
d) Bagian yang mengoperasikan data (data processing section).
e) Bagian penyimpan data (data library section).
f) Pustakawan (librarian).
g) Bagian pemrograman dan pengembangan sistem.
h) Programmer (pemrogram).
i) Analis sistem (system analyst).
j) Bagian pusat informasi (information center atau /C).
4) Jelaskan apa yang didokumenkan di dokumentasi-dokumentasi berikut

Inl.
a) Dokumentasi dokumen dasar.
b) Dokumentasi daftar rekening (chart of account).
c) Dokumentasi prosedur manual.
d) Dokumentasi prosedur.
e) Dokumentasi sistern.
f) Dokumentasi program.
g) Dokumentasi operasi.
h) Dokumentasi data.
e EKMA4434/MODUL B 8.13

5) Apa yang dimaksud dan tujuan dari:


a) Pengendalian perangkat keras komputer (hardware controls)?
b) Pengendalian keamanan fisik?
c) Pengendalian keamanan data?
d) Pembatasan pengaksesan (access restriction)?

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.

RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pengendalian-pengendalian yang dapat dipasang di sistem informasi


adalah pengendalian secara umum (general controls) dan pengendalian
aplikasi (application controls). Pengendalian-pengendalian secara umum
(general controls) merupakan pengendalian-pengendalian sistem
teknologi informasi yang paling luar yang harus dihadapi terlebih dahulu
oleh pemakai sistem informasinya. Jika pengendalian-pengendalian
secara umum dapat dilewati maka pengendalian-pengendalian aplikasi
akan diaktifkan.
Pengendalian-pengendalian secara umum terdiri dari beberapa
bagian, yaitu ( 1) pengendalian organisasi, (2) pengendalian
dokumentasi, (3) pengendalian kerusakan perangkat keras,
(4) pengendalian keamanan fisik, dan (5) pengendalian keamanan data.
Pengendalian organisasi ini dapat tercapai bila ada pemisahan tugas
(segregation of duties) dan pemisahan tanggung jawab (segregation of
responsibilities) yang tegas. Pemisahan ini dapat berupa pemisahan
tugas dan tanggung jawab di antara departemen dan pemisahan tugas
dan tanggung jawab di dalam departemen sistem informasi itu sendiri.
Fungsi-fungsi utama dalam departemen sistem informasi harus
dipisahkan tugas dan tanggung jawabnya. Fungsi-fungsi utama yang
perlu dipisahkan tugas dan tanggung jawabnya adalah (1) bagian
pengontrol data, (2) bagian yang mempersiapkan data, 3) bagian operasi
komputer, (4) bagian pustaka data, (5) bagian pemrogram dan
pengembangan sistem dan (6) bagian pusat informasi (information
center).
Dokumentasi juga merupakan pengendalian yang penting. Dengan
adanya dokumentasi, kesalahan-kesalahan sistem dapat mudah dipelajari
dan dilacak lewat dokumentasinya. Dokumentasi yang ada di
8.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

departemen sistem informasi, di antaranya dokumentasi dokumen dasar,


dokumentasi daftar rekening (chart of account), dokumentasi prosedur
manual, dokumentasi prosedur, dokumentasi sistem, dokumentasi
program, dokumentasi operasi, dokumentasi data.
Pengendalian perangkat keras komputer (hardware controls)
merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu
(built in) oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk
mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras
(hardware malfunction). Pengendalian perangkat keras dapat berupa
pemeriksaan pariti (parity check), pemeriksaan gaung (echo check),
pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check), pemeriksaan
baca ulang (dual read check) dan pemeriksaan validitas (validity check).
Pengendalian keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga
keamanan terhadap perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia di
dalam perusahaan. Pengendalian keamanan fisik dapat dilakukan lewat
pengawasan terhadap pengaksesan fisik, pengaturan lokasi fisik,
penerapan alat-alat pengaman, memasang stabilizer, memasang
pendingin, dan memasang deteksi kebakaran.
Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan
terhadap keamanan data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak
hilang, rusak dan diakses oleh orang yang tidak berhak. B eberapa cara
pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini, di antaranya
adalah dipergunakan Data Log, proteksi file, pembatasan pengaksesan
(access restriction), dan data back-up dan recovery.

TES FORMATIF 1- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Pengendalian-pengendalian secara umum (general controls) merupakan


pengendalian-pengendalian dari sistem teknologi informasi yang ....
A. paling akhir diterapkan
B. paling luar diterapkan yang harus dihadapi terlebih dahulu oleh
pemakai sistem informasinya
C. jika pengendalian-pengendalian aplikasi dapat dilewati maka
pengendalian-pengendalian umum baru diaktifkan
D. bersifat umum saja sehingga tidak perlu ada pengendalian yang

resllli
e EKMA4434/MODUL B 8.15

2) Berikut ini yang tidak termasuk dalam pengendalian-pengendalian secara


umum adalah pengendalian ....
A. organisasi
B. dokumentasi
C. pengolahan
D. kerusakan perangkat keras

3) Pembagian tug as merupakan bagian dari pengendalian ....


A. organisasi
B. dokumentasi
C. pengolahan
D. keamanan data

4) Pengendalian organisasi dapat tercapai apabila terj adi ....


A. pemisahan tugas (segregation of duties) saja
B. cukup pemisahan tanggung jawab (segregation of responsibilities)
yang tegas
C. keduanya, yaitu pemisahan tugas (segregation of duties) saja dan
pemisahan tanggung jawab (segregation of responsibilities)
D. organisasi yang tidak fiktif

5) Pemisahan tugas dan tanggung jawab di antara departemen dapat


dilakukan berikut ini, kecuali pemisahan tugas dan tanggung jawab
antara ....
A. pemberi wewenang transaksi dengan bagian yang menyimpan aktiva
bersangkutan
B. pemberi wewenang transaksi dengan bagian yang melakukan
pengolahan data
C. bagian penyimpanan aktiva dengan bagian koreksi kesalahan
D. bagian pelaksanaan dengan bagian yang melakukan pengolahan data

6) Data control group berada di bagian ....


A. pengontrol data
B. operasi komputer
C. pustaka data
D. pusat informasi (information center)
8.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

7) Bagian yang menerima data dari departemen-departemen lainnya,


mengagendakannya, membuat batch control total, mengawasi jalannya
pengolahan data, memonitor koreksi-koreksi kesalahan selama
pengolahan data dan mendistribusikan output kepada pemakai yang
berhak disebut dengan bagian ....
A. kontrol internal
B. backup dan recovery
C. pengolahan data
D. pengontrol data

8) Operator komputer bekerja di bagian ....


A. pengontrol data
B. operasi komputer
C. pustaka data
D. pusat informasi (information center)

9) Bagian yang berfungsi menjaga ruangan penytmpan data disebut
dengan bagian ....
A. pengontrol data
B. operasi komputer
C. pustaka data
D. pusat informasi (information center)

10) Bagian yang dibuat dengan maksud untuk membantu para manajemya
membuat program aplikasi sendiri untuk keperluan end user computing
(EUC) atau end user development (EUD) disebut dengan bagian ....
A. pengontrol data
B. operasi komputer
C. pustaka data
D. pusat informasi (information center)

11) Dokumentasi merupakan hal yang penting untuk keperluan-keperluan


pengendalian sebagai berikut, kecuali ....
A. mempelajari cara mengoperasikan sistem
B. sebagai bahan pelatihan
C. materi acuan untuk pemakai sistem
D. dasar apabila akan memodifikasi atau perbaikan-perbaikan sistem di
kemudian hari
e EKMA4434/MODUL B 8.17

12) Dokumentasi yang menunjukkan informasi mengenai rekening-rekening


yang dipergunakan di dalam transaksi, misalnya kode rekening dan nama
rekening disebut dengan dokumentasi ....
A. daftar rekening (chart of account)
B. prosedur manual
C. prosedur
D. sistem

13) Dokumentasi yang berisi kumpulan dokumen-dokumen dasar sebagai


bukti transaksi yang digunakan dalam sistem, misalnya faktur penjualan,
order penjualan disebut dengan dokumentasi ....
A. dokumen dasar
B. program
C. operasi
D. data

14) Dokumentasi yang menunjukkan bentuk dari sistem informasi yang


digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) yang berisi
dengan deskripsi dari input yang digunakan, deskripsi output yang
digunakan, deskripsi output yang dihasilkan, deskripsi file-file yang
digunakan dan lainnya disebut dengan dokumentasi ....
A. daftar rekening (chart of account)
B. prosedur manual
C. prosedur
D. sistem

15) Pengendalian perangkat keras komputer (hardware controls) merupakan


pengendalian yang ....
A. harus dipasang oleh pembuat sistem informasi
B. sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik
pembuatnya
C. menjaga perangkat keras tidak dicuri
D. pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan program
di perangkat keras

16) Apabila memori di RAM rusak maka dapat dideteksi dengan


pengendalian yang disebut dengan pemeriksaan ....
A. pariti (parity check)
B. gaung (echo check)
C. baca setelah rekam (read after write check)
D. validitas (validity check)
8.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

17) Pengendalian yang membaca kembali data untuk dibandingkan dengan


data yang direkamkan disebut dengan pemeriksaan ....
A. pariti (parity check)
B. (echo check)
C. baca setelah rekam (read after write check)
D. baca ulang (dual read check)

18) Pengendalian yang dilakukan membaca sekali lagi data yang sudah
dibaca sebelumnya dan dibandingkan keduanya disebut dengan
pemeriksaan ....
A. pariti (parity check)
B. gaung (echo check)
C. baca setelah rekam (read after write check)
D. baca ulang (dual read check)

19) Pengendalian yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa data telah


dikodekan dengan benar disebut dengan pemeriksaan ....
A. pariti (parity check)
B. gaung (echo check)
C. baca setelah rekam (read after write check)
D. validitas (validity check)

20) Pengendalian yang berupa pembatasan terhadap orang-orang yang akan


masuk ke bagian yang penting merupakan pengendalian ....
A. pengawasan terhadap pengaksesan fisik
B. pengaturan lokasi fisik
C. pengendalian keamanan data
D. pembatasan pengaksesan data

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80- 89o/o = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
e EKMA4434/MODUL B 8.19

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
8.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

KEGIATAN BELAL.JAR 2

Pengendalian Aplikasi

engendalian-pengendalian aplikasi (application controls) merupakan


pengendalian-pengendalian yang dipasang pada pengolahan aplikasinya,
yaitu pengendalian-pengendalian pada tahap masukan yang disebut dengan
pengendalian-pengendalian masukan (input controls), pengendalian-
pengendalian pengolahan (processing controls) dan pengendalian-
pengendalian keluaran (output controls).

A. PENGENDALIAN-PENGENDALIAN MASUKAN

Pengendalian masukan (input control) mempunyai tujuan untuk


meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap, terkumpul
semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses
pengolahannya. Pengendalian masukan ini merupakan pengendalian aplikasi
yang penting karena input yang salah, output-nya juga akan salah. Sampah
yang masuk sampah pula yang keluar (GIGO atau singkatan dari Garbage In
Garbage Out). Juga input data yang salah bila telah melewati tahap
pengolahan, akan sangat sulit untuk dideteksi sehingga pada tahap input ini,
data input harus benar-benar bebas dari kesalahan terlebih dahulu.
Pengendalian pada tahap pemasukan data (data entry) ini berupa
pengecekan yang telah terprogram di dalam program aplikasi dan disebut
dengan programmed check (pengecekan terprogram). Pengendalian-
pengendalian yang ada di programmed check dapat berupa sebagai berikut

Inl.

1. Echo Check
Data yang diketikkan pada keyboard untuk dimasukkan ke komputer
akan ditampilkan (echo) pada layar terminal. Dengan demikian, operator
dapat membandingkan antara data yang diketikkan dengan data yang
seharusnya dimasukkan. Program dibuat sedemikian rupa dengan
memberikan kesempatan pada operator untuk membetulkannya bila data
yang diketikkan salah. Kesalahan ini tidak dapat dideteksi oleh komputer
sehingga harus diperiksa oleh operator.
e EKMA4434/ MODUL B 8.21

2. Existence Check
Kode yang dimasukkan dibandingkan dengan daftar kode-kode yang
valid dan sudah diprogram. Misalnya, transaksi penjualan hanya mempunyai
dua jenis penjualan saja, yaitu penjualan tunai (kode penjualannya adalah 'T')
dan penjualan kredit (kode penjualannya adalah 'K'). Apabila dimasukkan
kode selain 'T' atau 'K' berarti kode tersebut adalah salah. karena kode
tersebut tidak ada.

3. Matching Check
Pengecekan ini dilakukan dengan membandingkan kode yang
dimasukkan dengan field di file induk bersangkutan. Misalnya, pada
transaksi penjualan, barang yang dijual dimasukkan ke komputer
menggunakan kode barang. Kode barang yang dimasukkan ini akan dicari
dan dicocokkan dengan kode barang yang ada di file induk persediaan barang
dagangan. Apabila tidak ketemu berarti kemungkinan kode barang tersebut
salah atau barang tersebut tidak ada.

4. Field Check
Field dari data yang dimasukkan diperiksa kebenarannya dengan
mencocokkan nilai dari field data tersebut dengan tipe field-nya, apakah
bertipe numerik, alfabetik ataukah tanggal. Misalnya, tipe field numerik harus
diisi dengan data numerik. Apabila diisi dengan data bukan numerik berarti
salah.

5. Sign Check
Field dari data yang bertipe numerik dapat diperiksa untuk menentukan
apakah telah berisi dengan nilai yang mempunyai tanda yang benar, positif
ataukah negatif. Misalnya, unit barang yang dijual harus bemilai positif,
apabila negatif berarti salah.

6. Relationship Check atau Logical Check


Hubungan antara item-item data input harus sesuai dan masuk akal.
Pengecekan ini berfungsi untuk memeriksa hubungan antara item-item data
input yang dimasukkan ke komputer. Kalau tidak masuk akal maka akan
ditolak oleh komputer. Misalnya, transaksi biaya yang terjadi harus
mempunyai lawan kas atau utang biaya. Apabila lawannya selain kas atau
hutang biaya, berarti hubungannya tidak benar.
8.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

7. Limit Check atau Reasonable Check


Nilai dari input data diperiksa apakah cukup beralasan atau tidak.
Misalnya, nilai data gaji bulanan yang dimasukkan untuk seorang karyawan
sebesar lima puluh juta rupiah adalah tidak beralasan. Contoh lain, tanggal
transaksi yang terjadi adalah 30 Februari 1987 adalah tidak beralasan.

8. Range Check
Nilai yang dimasukkan juga dapat diseleksi supaya tidak keluar dari
jangkauan nilai yang sudah ditentukan. Misalnya, suatu organisasi
mempunyai 5 buah departemen yang diberi kode A sampai dengan E. Kalau
nilai input data di luar departemen tersebut, misalnya departemennya adalah
'G' berarti salah karena di luar range dari departemen yang ada.

9. Self-Checking Digit Check


Self-checking digit check adalah pengecekan untuk memeriksa kebenaran
dari digit-digit data yang dimasukkan. Pengecekan ini dipergunakan karena
operator cenderung melakukan kesalahan memasukkan digit-digit data.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi terhadap digit-digit data adalah
sebagai berikut ini.
a. Kelebihan digit atau karakter, misalnya kode 8598 ditulis 85598.
b. Pemotongan digit atau karakter, misalnya kode 85988210 ditulis 859210.
c. Kesalahan penulisan digit atau karakter, misalnya kode 8598 ditulis
8593.
d. Peletakan posisi digit atau karakter yang salah, misalnya kode 8598
ditulis 8958.
e. Kesalahan acak digit atau karakter, yang merupakan gabungan dari
kesalahan-kesalahan di atas, misalnya kode 859882 ditulis 858920.

Untuk maksud mendeteksi kesalahan-kesalahan tersebut maka dapat


dilakukan pengecekan ini. Pada self-checking digit check, masing-masing
posisi digit diberi bobot nilai. Nilai masing-masing digit dikalikan dengan
bobotnya dan dijumlahkan. Hasil penjumlahan kemudian dibagi dengan
nilai 11. Sisa pembagian ini merupakan check digit. Bilangan 11
dipergunakan sebagai bilangan pembagi karena merupakan bilangan yang
ideal untuk cara ini. Pembagi 11 akan mendapatkan sisa pembagian nilai dari
0 sampai 9 (sebanyak 10 buah). Jika digunakan pembagi lain, misalnya
dipergunakan pembagi 5 maka sisa pembagiannya hanya sebanyak 5 buah
e EKMA4434/MODUL B 8.23

kemungkinan saja, yaitu digit 0 sampai dengan digit 4. Kalau dipergunakan


pembagi yang lebih besar dari 11 akan didapatkan sisa pembagian yang lebih
dari satu digit dan akan memboroskan. Misalnya, kode 8598 dengan self-
checking digit check, kode tersebut akan ditambah dengan sebuah digit, yaitu
check digit sehingga menjadi 5 digit. Check digit dapat dihitung dengan
beberapa cara sebagai berikut ini.
Perhitungan check digit biasanya dilakukan dengan menggunakan
bilangan prima. Cara ini dilakukan dengan masing-masing posisi digit diberi
bobot nilai sesuai dengan bilangan prima, yaitu 2, 3, 5, 7, 13, dan seterusnya
sebagai berikut: 8 x 2 = 16, 5 x 3 = 15, 9 x 5 = 45, 8 x 7 = 56. Hasil
penjumlahan, yaitu 132 dibagi dengan pembagi 11 akan didapatkan nilai 12
dengan sisa pembagian 0. Sisa pembagian 0 ini merupakan check digit
sehingga kodenya sekarang menjadi 85980.
Misalnya akan dimasukkan kode langganan tertentu, yaitu kode
langganan 85980. Jika operator memasukkan kode tersebut terbalik menjadi
89580 maka akan dapat dideteksi oleh program aplikasinya. Program
komputer dapat mendeteksi kesalahannya karena kode yang dimasukkan
tersebut akan dihitung kembali check digit-nya, yaitu 8 x 2 = 16, 9 x 3 = 27,
5 x 5 = 25, 8 x 7 =56. Hasil penjumlahan adalah 124. Hasil penjumlahan ini
dibagi dengan 11 didapatkan nilai 11 dengan sisa 3. dan dibandingkan
dengan check digit yang ada pada kodenya. Apabila tidak sama, berarti kode
yang dimasukkan salah. Check digit yang ada pada kode yang dimasukkan
temyata tidak sama dengan yang dihitung ulang oleh komputer, berarti kode
yang dimasukkan tersebut tidak benar.

10. Sequence Check


Untuk kasus-kasus tertentu, data yang dimasukkan sebagai input data
harus dimasukkan dengan urutan record yang tertentu. Misalnya data
penerimaan kas harus dimasukkan sesuai dengan urutan tanggal transaksinya.
Sequence check memeriksa urutan dari record data yang dimasukkan dengan
cara membandingkan nilai field record tersebut dengan nilai field record
sebelumnya yang terakhir dimasukkan.

11. Label Check


Untuk menghindari kesalahan penggunaan file maka label internal yang
ada di pita magnetik atau di disk magnetik dapat diperiksa untuk dicocokkan
dengan yang seharusnya digunakan.
8.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

12. Batch Control Total Check


Batch control total check umumnya diterapkan pada pengolahan data
dengan metode batch processing, yaitu transaksi dikumpulkan terlebih
dahulu selama satu periode tertentu dan bersama-sama digunakan untuk
meng-update file induk. Untuk meyakinkan apakah kumpulan transaksi
tersebut sudah lengkap dan sudah benar atau belum maka dapat dilakukan
batch control total check, yang dapat berupa sebagai berikut ini.
a. Financial total adalah total dari nilai rupiah suatu field, misalnya total
dari nilai penjualan.
b. Hash total adalah total dari kode-kode suatufield yang bukan merupakan
nilai rupiah, misalnya total dari kode barang.
c. Record count adalah total dari jumlah lembar dokumen dasar atau
jumlah record.

Kumpulan dari data transaksi yang akan dimasukkan ke dalam komputer


sebelumnya dihitung terlebih dahulu mengenai nilai totalnya (dapat berupa
financial total, hash total atau record count). Nilai-nilai total tersebut dicatat
pada batch cover sheet.
Setelah kumpulan data terekam di file transaksi, sebelum digunakan
untuk meng-update file induk, suatu program komputer digunakan untuk
menghitung kembali total dari transaksi yang terjadi. Hasil perhitungan oleh
komputer dibandingkan dengan nilai yang ada di batch cover sheet dan harus
sama. Apabila berbeda, berarti data yang terekam tersebut masih belum benar
dan harus dibetulkan terlebih dahulu.

13. Zero-Balance Check


Apabila transaksi yang dimasukkan merupakan nilai-nilai yang saling
mengimbangi, misalnya nilai-nilai debet dan nilai-nilai kredit maka nilai-nilai
tersebut harus imbang atau kalau dikurangkan selisihnya harus nol. Zero-
balance check akan melakukan pengecekan selisih antara dua sisi tersebut
harus imbang. Misalnya, transaksi jurnal umum yang melibatkan beberapa
rekening maka total dari rekening-rekening debit harus sama dengan total
nilai dari rekening-rekening kredit.
e EKMA4434/MODUL B 8.25

B. PENGENDALIAN-PENGENDALIAN PENGOLAHAN

Tujuan dari pengendalian-pengendalian pengolaban (processing


controls) ini adalab untuk mencegab kesalaban-kesalaban yang terjadi selama
proses pengolaban data yang dilakukan setelab data dimasukkan ke dalam
komputer. Kesalaban pengolaban dapat terjadi karena program aplikasi yang
digunakan untuk mengolab data mengandung kesalaban.
Kesalaban-kesalaban yang umumnya disebabkan oleb kesalaban dalam
program adalab sebagai berikut ini.

1. Overflow
Oveiflow terjadi jika proses pengolaban mengandung perbitungan-
perhitungan yang basilnya terlalu besar atau terlalu kecil sebingga tidak muat
untuk disimpan di memori komputer. Apabila terjadi overflow maka basil
dari proses pengolaban data menjadi tidak tepat lagi.

2. Kesalahan Logika Program


Kesalaban logika program merupakan kesalaban yang sering terjadi,
apalagi bila program tidak diuji dengan teliti. Kesalaban ini merupakan
kesalaban yang berbabaya dan sulit untuk dilacak karena kesalaban logika
tidak dapat ditunjukkan oleb komputer dan tetap akan didapatkan basilnya,
tetapi dengan basil yang salab.

3. Logika Program yang Tidak Lengkap


Walaupun mungkin dalam program tidak ada kesalaban-kesalaban dari
logika dan semua kondisi logika telab benar, tetapi mungkin juga ada
beberapa kondisi logika yang terlewat. Misalnya, saldo akhir dari kas atau
unit akbir dari persediaan barang dagangan yang terekam sebarusnya tidak
boleb bemilai negatif. Kemungkinan dalam suatu transaksi dapat
menyebabkan nilai-nilai yang terekam tersebut menjadi negatif disebabkan
karena kondisi untuk menyeleksi logika ini terlewat. Kalau kondisi semacam
ini terlewat maka basil dari pengolaban data menjadi tidak benar lagi.

4. Penanganan Pembulatan yang Salah


Permasalaban pembulatan terjadi bila tingkat ketepatan yang diinginkan
dari perhitungan aritmetika lebib kecil dari tingkat ketepatan yang terjadi.
Penanganan pembulatan yang salab dapat dilakukan secara sengaja oleb
programmer ataupun mungkin tidak disengaja.
8.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

5. Kesalahan Akibat Kehilangan atau Kerusakan Record


Pada metode pengolahan dikumpulkan (batch processing method), file
transaksi berisi data kumpulan dari data transaksi selama periode tertentu.
W alaupun kelengkapan dan kebenaran dari isi file transaksi ini telah
divalidasi di tahap input, tetapi pada waktu proses update dapat juga terjadi
beberapa record yang hilang atau mengalami kerusakan data sehingga data
yang diproses menj adi tidak benar.

6. Kesalahan Urutan Proses


Record di file induk akan di-update oleh data transaksi. Sebelum
dilakukan proses peng -update-an ini, apabila terj adi penambahan data baru
atau penghapusan data atau perubahan-perubahan terhadap file induk maka
proses-proses ini harus dilakukan terlebih dahulu, kalau tidak maka dapat
mengakibatkan terjadinya kesalahan-kesalahan. Misalnya, ada langganan
baru yang melakukan transaksi kredit dengan perusahaan maka data
langganan baru ini harus direkamkan terlebih dahulu ke file induk
sebelum dilakukan proses update. Apabila tidak maka pada waktu meng-
update file induk, data langganan tersebut tidak akan ditemukan di file
induk.

7. Kesalahan Data di File Acuan


Banyak program yang menggunakan file acuan (reference file) atau file
tabel (table file) untuk menyimpan data yang relatif konstan. Contoh suatu
file acuan, misalnya dapat berupa file yang berisi tarif gaji berdasarkan
golongannya. Apabila data di file acuan mengalami kesalahan, berarti proses
program yang menggunakannya juga akan salah.

8. Kesalahan Proses Serentak


Kesalahan proses serentak (concurrency) terjadi apabila sebuah file basis
data dipergunakan oleh lebih dari seorang pemakai dalam network. Misalnya
basis data dihubungkan dengan dua buah terminal yang berada di bagian
penjualan dan di bagian pembelian. Pada saat yang sama, secara serentak
kedua bagian tersebut melakukan transaksi yang menggunakan file induk
persediaan barang dagangan yang sama dan secara serentak dalam waktu
yang sama meng-update file induk persediaan yang sama.
e EKMA4434/ MODUL B 8.27

Pengecekan-pengecekan kesalahan pengolahan harus dapat dideteksi.


Pengontrolan untuk mengecek kesalahan-kesalahan pengolahan dapat berupa
sebagai berikut ini.

1. Control Total Check


Control total check selain dilakukan pada pengendalian masukan, juga
dapat digunakan pada pengendalian pengolahan. Pada pengendalian
masukan, control total check biasanya dilakukan pada batch processing
method untuk meyakinkan bahwa semua data yang dimasukkan sudah
lengkap dan sudah benar. Pada tahap pengolahan, control total check dapat
dipergunakan untuk mendeteksi apakah semua data yang diolah telah lengkap
dan telah benar. Control total yang dihitung oleh komputer sewaktu proses
pengolahan dapat dicetak di printer dan hasilnya kemudian dibandingkan
dengan total yang seharusnya. Apabila hasilnya tidak sama, berarti data yang
diolah tidak lengkap atau mungkin mengandung kesalahan nilai. Pengecekan
ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan pembulatan,
kesalahan akibat hilangnya atau rusaknya data.

2. Matching Check
Pada tahap pengolahan data, pencarian data di suatu file yang tidak
ketemu harus dapat dideteksi. Matching check merupakan pengendalian
untuk melakukan hal ini. Misalnya, pada waktu melakukan proses update
dari transaksi penjualan kredit, apabila data suatu langganan tidak ada di file
induk piutang langganan maka harus ditampilkan dalam layar sebagai suatu
kesalahan sehingga kesalahan ini dapat dideteksi. Apabila kesalahan ini tidak
terdeteksi maka piutang langganan tersebut tidak akan tercatat. Matching
check pada batch processing method dapat digunakan juga untuk mendeteksi
kesalahan dari urutan data. Pada online processing method, pengecekan ini
pada tahap input dan pada tahap pengolahan dapat di dalam satu program.

3. Reference File Check


Kesalahan penggunaan data yang diambil dari file acuan (reference file)
dapat dideteksi dengan cara mencetak isi file acuan yang digunakan setelah
dilakukannya proses pengolahan. Hasil cetakan isi file acuan kemudian dapat
diperiksa kebenarannya. Apabila file acuan cukup besar dan diputuskan
untuk tidak mencetak isinya maka dapat dilakukan pengecekan yang lain,
yaitu control total (misalnya hash total) dari nilai-nilai di file acuan. Nilai
8.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

dari control total tersebut yang dihitung oleh komputer dapat diperiksa
sehingga dapat diketahui apabila file acuan mengalami perubahan-perubahan
nilai yang tidak benar.

4. Limit and Reasonable Check


Seperti halnya pada pengendalian input, pengecekan terhadap batas limit
dan kewajaran suatu nilai perlu juga dilakukan pada tahap pengolahan. Pada
tahap input, pengecekan ini ditujukan pada kewajaran dari data input yang
dimasukkan ke komputer, sedangkan pada tahap pengolahan, pengecekan ini
ditujukan pada hasil pengolahannya. Pengecekan ini misalnya untuk
mengecek saldo akhir kas hasil dari suatu transaksi kas yang tidak boleh
negatif. Saldo akhir kas yang negatif adalah nilai yang tidak wajar. Untuk
membedakan lebih lanjut antara pengecekan kewajaran yang dilakukan pada
tahap input dengan pengecekan kewajaran pada tahap pengolahan dapat
terlihat pada ilustrasi sebagai berikut ini. Transaksi penjualan untuk barang X
rata-rata per harinya adalah sekitar 5 unit saja dan sangat sulit untuk menjual
lebih dari itu. Suatu ketika dimasukkan data penjualan untuk barang X
tersebut sebesar 1.000 unit maka nilai 1.000 unit tersebut adalah tidak wajar.
Pengecekan kewajaran ini dilakukan pada tahap input, sedangkan
pengecekan pada tahap pengolahannya dapat ditujukan pada pengecekan
untuk saldo akhir dari barang setelah dilakukannya pengolahan. Kalau dari
hasil pengolahan didapati saldo untuk suatu barang bernilai negatif maka
merupakan nilai yang tidak wajar karena tidak mungkin persediaan suatu
barang bernilai negatif. Pengecekan kewajaran ini dapat juga diterapkan
untuk pengecekan kesalahan logika program yang tidak benar yang dapat
menyebabkan hasil pengolahan menjadi tidak wajar.

5. Cross Footing Check


Cross footing check dilakukan dengan menjumlahkan masing-masing
item data secara ke samping (horizontal) dan secara independen juga
dilakukan penjumlahan secara tegak (vertikal). Total penjumlahan ke
samping dan total penjumlahan tegak dapat dicocokkan secara menyilang dan
harus didapatkan hasil yang sama.

6. Record Locking
Proses konkurensi terjadi karena record yang sama di dalam suatu file
dipergunakan oleh lebih dari satu pemakai. Untuk mengatasi konkurensi
e EKMA4434/MODUL B 8.29

dapat dilakukan dengan mengunci record yang sedang dipergunakan


sehingga tidak dapat dipergunakan oleh pemakai yang lain.

Pengendalian-pengendalian pengolahan lainnya yang perlu dilakukan


jika sistem informasi menggunakan suatu jaringan komunikasi untuk
mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat yang lain adalah
pengendalian-pengendalian komunikasi. Pengendalian-pengendalian
komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses
mentransmisikan data dan untuk mencegah keamanan dari data selama
pengiriman data tersebut. Dengan demikian, pengendalian komunikasi dapat
terdiri dari dua bagian, yaitu pengendalian-pengendalian kesalahan transmisi
dan pengendalian-pengendalian keamanan data transmisi.
Dalam suatu transmisi data dapat terjadi gangguan-gangguan yang tidak
diharapkan. Gangguan-gangguan tersebut disebut dengan noise. Apabila
terj adi noise maka data yang ditransmisikan akan terj adi kesalahan. Di dalam
transmisi data yang penting, kesalahan-kesalahan transmisi harus dapat
dideteksi dan dibetulkan. Pengendalian-pengendalian kesalahan transmisi
dapat dilakukan dengan teknik pantulan (echo technique), pengecekan pariti
dua koordinat (two-coordinate parity checking) atau cyclic redundancy
checking.

C. PEGENDALIAN-PENGENDALIAN KELUARAN

Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data


dapat disajikan dalam dua bentuk utama, yaitu dalam bentuk hard copy dan
dalam bentuk soft copy. Dalam bentuk hard copy yang paling banyak
dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan alat cetak
(printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk
tampilan di layar terminal. Pengendalian-pengendalian keluaran dimaksud-
kan untuk diterapkan pada kedua macam bentuk keluaran tersebut.
Untuk menghasilkan laporan yang berbentuk hard copy dapat
dilakukan melalui beberapa tahapan, dan tiap-tiap tahapan ini perlu dilakukan
pengendalian-pengendalian, yaitu sebagai berikut ini.
1. Pengendalian-pengendalian pada tahap menyediakan media laporan.
2. Pengendalian-pengendalian pada tahap memproses program yang
menghasilkan laporan.
8.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

3. Pengendalian-pengendalian pada tahap pembuatan laporan di file


(printer file).
4. Pengendalian-pengendalian pada tahap pengumpulan laporan.
5. Pengendalian-pengendalian pada tahap mencetak laporan di media keras
(kertas).
6. Pengendalian-pengendalian pada tahap mengkaji ulang laporan.
7. Pengendalian-pengendalian pada tahap pemilahan laporan.
8. Pengendalian-pengendalian pada tahap distribusi laporan.
9. Pengendalian-pengendalian pada tahap kaji ulang laporan oleh pemakai
laporan.
10. Pengendalian-pengendalian pada tahap pengarsipan laporan.
11. Pengendalian-pengendalian pada tahap pemusnahan laporan yang sudah
tidak diperlukan.

LATIHAN
----- -.....;

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian-pengendalian aplikasi


(application controls)?
2) Jelaskan tujuan dari:
a) Pengendalian masukan (input control).
b) Pengendalian pengolahan (processing control).
c) Pengendalian keluaran (output control).
3) Jelaskan pengendalian-pengendalian masukan yang berupa programmed
check (pengecekan terprogram) berikut ini.
a) Echo check.
b) Existence check.
c) Matching check.
d) Field check.
e) Sign check.
f) Relationship check atau logical check.
g) Limit check atau reasonable check.
h) Range check.
i) Self-checking digit check.
e EKMA4434/MODUL B 8.31

j) Sequence check.
k) Label check.
1) Batch control total check.
m) Zero-balance check.
4) Suatu kode nomor mahasiswa 8210 akan ditambah dengan sebuah check
digit. Berapa nilai check digit tersebut jika dihitung dengan cara bilangan
prima (prime number)? Jelaskan!
5) Di dalam proses batch control total check, beberapa istilah berikut ini
akan ditemui. Jelaskan.
a) Financial total.
b) Hash total.
c) Record count.

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Pengendalian-pengendalian aplikasi (application controls)


merupakan pengendalian-pengendalian yang dipasang pada pengolahan
aplikasinya. Pengendalian-pengendalian aplikasi (application controls)
terdiri dari pengendalian-pengendalian masukan (input controls),
pengendalian-pengendalian pengolahan (processing controls) dan
pengendalian-pengendalian keluaran (output controls).
Pengendalian masukan (input control) mempunyai tujuan untuk
meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap, terkumpul
semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses
pengolahannya. Pengendalian pada tahap pemasukan data (data entry)
merupakan pengecekan yang telah terprogram di dalam program aplikasi
dan disebut dengan programmed check (pengecekan terprogram).
Pengendalian-pengendalian yang ada diprogrammed check dapat berupa
echo check, existence check, matching check, field check, sign check,
relationship check atau logical check, limit check atau reasonable check,
range check, self-checking digit check, sequence check, label check,
batch control total check, dan zero-balance check.
Tujuan dari pengendalian-pengendalian pengolahan (processing
controls) adalah untuk mencegah kesalahan-kesalahan yang terjadi
8.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan


ke dalam komputer. Kesalahan- kesalahan yang umumnya disebabkan
oleh kesalahan dalam program adalah overflow, kesalahan logika
program, logika program yang tidak lengkap, penanganan pembulatan
yang salah, kesalahan akibat kehilangan atau kerusakan record,
kesalahan urutan proses, kesalahan data di file acuan, dan kesalahan
proses serentak. Pengecekan-pengecekan kesalahan pengolahan harus
dapat dideteksi. Pengontrolan untuk mengecek kesalahan-kesalahan
pengolahan dapat berupa control total check, matching check, reference
file check, limit and reasonable check, cross footing check, dan record
locking.
Pengendalian-pengendalian pengolahan lainnya yang perlu
dilakukan jika sis tern informasi menggunakan suatu jaringan komunikasi
untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat yang lain adalah
pengendalian-pengendalian komunikasi. Pengendalian-pengendalian
komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses
mentransmisikan data dan untuk mencegah keamanan dari data selama
pengiriman data tersebut. Pengendalian-pengendalian kesalahan
transmisi dapat dilakukan dengan teknik pantulan (echo technique),
pengecekan pariti dua koordinat (two-coordinate parity checking) atau
cyclic redundancy checking.
Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data
dapat disajikan dalam dua bentuk utama, yaitu dalam bentuk hard copy
dan dalam bentuk soft copy. Dalam bentuk hard copy yang paling
banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan
alat cetak (printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum
adalah berbentuk tampilan di layar terminal. Pengendalian-pengendalian
keluaran dimaksudkan untuk diterapkan pada kedua macam bentuk
keluaran tersebut.

TES F'ORMATIF' 2

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Berikut ini yang tidak termasuk dalam pengendalian aplikasi adalah ....
A. pengendalian-pengendalian masukan (input controls)
B. pengendalian-pengendalian pengolahan (processing controls)
C. pengendalian-pengendalian organisasi
D. pengendalian-pengendalian keluaran (output controls)
e EKMA4434/MODUL B 8.33

2) Programmed check adalah ....


A. pengecekan yang sudah diprogramkan
B. cek pembayaran yang diprogramkan
C. pengecekan program
D. program yang sudah dicek

3) Pengecekan yang menampilkan kembali data yang diketikkan pada layar


terminal disebut dengan ....
A. label check
B. batch control total check
C. echo check
D. existence check

4) Pengecekan yang membandingkan data yang dimasukkan dengan daftar


kode-kode yang valid dan sudah diprogram disebut dengan ....
A. matching check
B. existence check
C. field check
D. sign check

5) Pengecekan yang dilakukan dengan membandingkan kode yang


dimasukkan denganfield di file induk bersangkutan disebut dengan ....
A. matching check
B. field check
C. sign check
D. relationship check atau logical check

6) Pengecekan yang dilakukan dengan memeriksa kebenarannya data yang


dimasukkan dengan mencocokkan nilai dari field data tersebut dengan
tipe field-nya disebut dengan ....
A. matching check
B. field check
C. sign check
D. relationship check atau logical check

7) Pengecekan unit barang yang dijual harus bernilai positif merupakan


contoh dari ....
A. label check
B. batch control total check
C. sign check
D. relationship check atau logical check
8.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

8) Pengecekan suatu transaksi biaya yang terjadi harus mempunyai lawan


rekeningnya kas atau utang biaya merupakan contoh dari ....
A. limit check atau reasonable check
B. range check
C. sign check
D. relationship check atau logical check

9) Pengecekan suatu tanggal transaksi yang terjadi adalah 30 Februari 1987


adalah data yang salah merupakan contoh dari ....
A. limit check atau reasonable check
B. self-checking digit check
C. sequence check
D. label check

10) Pengecekan nilai yang dimasukkan supaya tidak keluar dari jangkauan
nilai yang sudah ditentukan merupakan ....
A. limit check atau reasonable check
B. range check
C. sign check
D. batch control total check

11) Pengecekan untuk yang memeriksa kebenaran dari digit-digit data yang
dimasukkan disebut dengan ....
A. limit check atau reasonable check
B. range check
C. zero-balance check
D. self-checking digit check

12) Pengecekan yang memeriksa input data yang harus dimasukkan dengan
urutan record yang tertentu disebut dengan ....
A. limit check atau reasonable check
B. range check
C. sequence check
D. zero-balance check

13) Pengecekan yang memeriksa input data yang harus dimasukkan dengan
urutan record yang tertentu disebut dengan ....
A. limit check atau reasonable check
B. range check
C. sequence check
D. zero-balance check
e EKMA4434/MODUL B 8.35

14) Pengecekan untuk meyakinkan kelengkapan dan kebenaran kumpulan


transaksi disebut dengan ....
A. range check
B. batch control total check
C. matching check
D. field check

15) Pengecekan di batch control total check yang menghitung total dari nilai
rupiah suatu field disebut dengan ....
A. self-checking digit check
B. hash total
C. financial total
D. field total

16) Pengecekan di batch control total check yang menghitung total dari nilai
bukan rupiah suatufield disebut dengan ....
A. self-checking digit check
B. hash total
C. financial total
D. record count

17) Pengecekan di batch control total check yang menghitung jumlah dari
lembar dokumen yang dimasukkan disebut dengan ....
A. self-checking digit check
B. hash total
C. financial total
D. record count

18) Pengecekan yang melakukan perhitungan selisih antara dua nilai harus
sama disebut dengan ....
A. limit check atau reasonable check
B. zero-balance check
C. range check
D. sequence check

19) Pengecekan yang dilakukan dengan menjumlahkan masing-masing item


data secara ke samping (horizontal) dan secara tegak (vertikal) dan
kemudian membandingkan nilai total keduanya disebut dengan ....
A. reference file check
B. limit and reasonable check
C. cross footing check
D. record locking
8.36 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

20) Pengecekan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan akibat


konkurensi disebut dengan ....
A. reference file check
B. limit and reasonable check
C. cross footing check
D. record locking

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda hams mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL B 8.37

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) c
2) c 2) A
3) A 3) c
4) c 4) B
5) c 5) A
6) A 6) B
7) D 7) c
8) B 8) D
9) c 9) A
10) D 10) B
11) c 11) D
12) A 12) c
13) A 13) c
14) D 14) B
15) B 15) c
16) A 16) B
17) c 17) c
18) D 18) B
19) D 19) c
20) A 20) D
8.38 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Daftar Pustaka

Jogiyanto H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto H.M. (2002). Sistem Informasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Y ogyakarta: BPFE.

Jogiyanto H.M. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Andi Offset.

Loudon, Kenneth C., dan Jane P. Loudon. (1996). Management Information


Systems: Organization and Technology. Fourth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall, Inc.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. De Hayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James A., Marakas, George M. (2007). Management Information


Systems. Eight Edition. Boston: McGraw-Hill.
MDDUL 9

Internet dan E-business

Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt.

PENDAHULUAN

odul sebelumnya telah membahas sistem informasi strategik yang


...... mulai banyak menggunakan internet untuk menjangkau pelanggan-
pelanggan, pemasok-pemasok dan perusahaan-perusahaan aliansi lainnya.
Aplikasi internet untuk kepentingan bisnis disebut dengan e-commerce. Ada
yang tidak membedakan antara e-commerce dengan e-business dan banyak
pula yang membedakan keduanya. Modul ini akan membahas internet,
penerapannya ke e-commerce dan bedanya dengan e-business.
Sesudah mempelajari dengan baik modul ini, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan suatu jaringan kerja komputer;
2. menjelaskan komponen-kornponen yang membentukjaringan komputer;
3. menjelaskan macarn-macarn media transmisi dapat digunakan sebagai
kanal transmisi;
4. memahami arti bandwidth (lebar band) dan ukurannya;
5. memahami alat pemroses komunikasi (communication processor);
6. memahami arti internet;
7. memahami domain alamat internet;
8. memahami protokol yang digunakan di internet;
9. memahami world wide web;
10. memahami hypertext dan dua hal yang berhubungan dengannya yaitu
http (hypertext transfer protocol) dan html (hypertext markup language);
11. menjelaskan lokasi dan retrieving informasi dengan rnenggunakan
internet;
12. menjelaskan adrninistrasi web;
13. menjelaskan sistem bisnis elektronik.
9.2 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Untuk dapat memahami isi modul ini, Anda dapat melakukan strategi
sebagai berikut ini.
1. Baca materi tiap-tiap kegiatan belajar sampai selesai.
2. Ulangi kembali membaca materi ini untuk masing-masing alinea dan
renungkan apakah maksud dari alinea ini telah dipahami. Jika belum
memahami, kembali lagi membaca alinea tersebut.
3. Untuk meyakinkan bahwa Anda sudah benar-benar memahami suatu
kegiatan belaj ar, latihan-latihan dapat dibuat. Latihan-latihan yang belum
dapat dijawab dapat dicari kembali jawabannya dengan membaca materi
yang bersangkutan.
4. Untuk pemahaman lebih terinci, tes formatif dapat dijawab. Jikajawaban
Anda kurang dari 80% maka Anda harus membaca ulang kembali bagian
yang belum dipahami.
5. Uji kembali hal-hal yang penting yang tidak boleh dilewati dengan
mengartikan masing-masing istilah-istilah penting yang diberikan di
masing-masing kegiatan belajar.
e EKMA4434/ MODUL 9 9.3

KEGIATAN BELAL.JAR 1

Internet

istem informasi mulai menghubungkan dua atau lebih organisasi. Bentuk


sis tern ini disebut dengan inter-organizational systems. Salah satu
aplikasi dari inter-organizational systems adalah Electronic Data
Interchange (ED I). Dalam praktiknya aplikasi EDI dapat menggunakan jalur
telepon biasa, value added network atau menggunakan internet sebagai jalur
komunikasinya. Aplikasi EDI dengan internet mulai banyak diterapkan.
Tidak hanya aplikasi EDI mulai menggunakan internet, tetapi hubungan ke
pelanggan pun mulai menggunakan internet.
Kegiatan belajar ini akan membahas internet. Internet dilakukan dengan
membentuk jejaring komputer secara global. Sebelum internet dibahas,
jejaring komputer juga akan dibahas terlebih dahulu.

A. JEJARING KOMPUTER

Sistem informasi sekarang memanfaatkan alat telekomunikasi untuk


membentuk suatu jaringan kerja komputer. Di dalam sistem telekomunikasi,
istilah jejaring (network) digunakan bila paling sedikit dua atau lebih alat-alat
dihubungkan satu dengan yang lainnya. J aringan komputer ini me-
mungkinkan tidak hanya organisasi yang sama dihubungkan satu dengan
yang lainnya untuk pengiriman data, tetapi juga dengan organisasi yang lain
dan bahkan langsung dengan pemasok dan konsumen. Dengan cara seperti
ini sekarang perusahaan dapat memperoleh keuntungan strategik karena
perusahaan dapat lebih dekat dengan pemasok dan pelanggan. Upaya-upaya
ini telah mulai banyak dilakukan, misalnya jaringan ATM, yaitu menarik
sistem informasi bank ke luar mendekati nasabah dengan menggunakan
teknologi telekomunikasi. Contoh lainnya, toko buku maya lewat jaringan
internet. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi telekomunikasi ke dalam
teknologi sistem komputer merupakan hal yang penting.
Untuk membentuk jejaring komputer secara global, dibutuhkan beberapa
komponen, yaitu sebagai berikut ini.

1. Komputer atau terminal pengirim untuk meng1r1m data a tau
informasin ya.
9.4 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

2. Media transmisi (transmission media) atau jalur atau kanal komunikasi


(communication channel) yang akan membawa data yang dikirimkan
dari sumber data ke penerima.
3. Pemroses komunikasi (communication processor) merupakan alat
pendukung transmisi data, misalnya modem.
4. Perangkat lunak komunikasi (communication software) yang akan
mengendalikan proses komunikasi data.
5. Komputer atau terminal penerima.

Sebelum data dikirimkan maka data perlu dipersiapkan terlebih dahulu.


Komputer pengirim mempunyai tugas melakukan hal ini. Demikian juga
komputer penerima perlu melakukan tugas-tugas menerima kiriman data.
Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai kanal transmisi, yaitu
dapat berupa kabel, radiasi elektromagnetik, dan satelit. Apabila sumber data
dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area yang lokal maka
dapat digunakan kabel sebagai media transmisinya. Kabel dapat berbentuk
kabel tembaga biasa (kabel UTP) yang digunakan pada telepon atau coaxial
cable atau fiber optic cable. Kabel tembaga bias a karena bentuknya dipelintir
disebut juga dengan nama twisted wire. Coaxial cable merupakan kabel yang
dibungkus dengan metal yang lembek. Coaxial cable mempunyai tingkat
transmisi data yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel biasa, tetapi lebih
mahal. Fiber optic cable (kabel serat optik) dibuat dari serabut-serabut kaca
(optical fibers) yang tip is dengan diameter sebesar diameter rambut man usia.
Fiber optic cable mempunyai kecepatan pengiriman data sampai 10 kali lebih
besar dari coaxial cable.
Bandwidth (lebar band) menunjukkan sejumlah data yang dapat
ditransmisikan untuk satu unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bits per
second (bps) atau characters per second (cps). Bandwidth dengan satuannya
bps atau cps menyatakan ukuran dari kapasitas kanal transmisi, bukan ukuran
kecepatan. Transmisi data dengan ukuran 1.000 bits per second tidak dapat
dikatakan lebih cepat dari transmisi data dengan ukuran 200 bits per second,
tetapi dapat dikatakan bahwa lebih banyak data yang dapat dikirimkan pada
satu unit waktu yang tertentu.
Selain komputer, dalam sistem komunikasi data diperlukan beberapa
perangkat keras lainnya yang dipergunakan untuk proses pengiriman data
yaitu pemroses komunikasi (communication processor). Contoh alat
pemroses komunikasi adalah modem. Umumnya jalur transmisi menyalurkan
e EKMA4434/MODUL 9 9.5

data dalam bentuk data analog, sedang data yang dihasilkan oleh sumber
pengiriman berbentuk data digital. Suatu modem (modulator-demodulator)
atau disebut juga data set diperlukan untuk mengubah data dari bentuk digital
ke bentuk analog.
Komunikasi data melibatkan dua atau lebih perangkat keras yang
dihubungkan. Supaya perangkat-perangkat keras ini dapat melakukan
konektivitas maka diperlukan perangkat lunak komunikasi. Perangkat lunak
komunikasi yang digunakan di internet misalnya adalah internet explorer
atau internet browser. Perangkat lunak ini berisi dengan protokol (protocol)
yang diperlukan untuk konektivitas.

B. DOMAIN INTERNET

Internet merupakan singkatan dari interconnected network atau jaringan-


j aringan saling terkoneksi dari sistem-sistem komputer yang dapat saling
diakses. Internet juga sering disebut dengan kependekannya, yaitu Net.
Internet diluncurkan pertama kali pada tahun 1969 sebagai proyek gabungan
antara Defense Advanced Research Project Agency (DARPA), yang
merupakan agensi pemerintah untuk membangun internet untuk keperluan
pertahanan militer, dengan empat universitas di Amerika Serikat.
Internet menghubungkan sistem komputer di satu tempat dengan sistem
komputer di tempat lain. Sistem komputer yang dihubungkan dapat berupa
sebuah komputer tunggal atau jaringan komputer lokal atau local area
network (LAN) di suatu lokasi. Komunikasi antar sistem komputer ini
menggunakan media transmisi gelombang radio (microwave), satelit,
jaringan telepon dan serat optik (fiber optic).
Masing-masing sistem komputer yang dihubungkan dengan internet
diberi alamat protokol internet (alamat PI) atau Internet Protocol address
(IP address) yang unik. Alamat PI (/P Address) terdiri dari empat kelompok
angka digit yang dipisahkan dengan titik dan masing-masing kelompok
bernilai dari angka 0-255, dengan format sebagai berikut: 999.999.999.999.
4
Dengan demikian terdapat kombinasi alamat PI sebanyak (256 ) alamat atau
sebanyak 4,294,967,296 alamat PI.
Untuk mengorganisasikan alamat PI lebih lanjut supaya lebih mudah
ditemukan dan diakses, sistem komputer yang dihubungkan dengan internet
juga dapat diberi protokol jasa nama domain (Domain Name Service Protocol
atau DNS Protocol). DNS dapat berupa .edu untuk institusi pendidikan
9.6 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

(rnisalnya temple.edu), .gov untuk pemerintah (rnisalnya sec.gov), .com


untuk organisasi komersial (rnisalnya yahoo.com), .org untuk organisasi
umum lainnya, .net untuk penyedia jasa jaringan dan .mil untuk rniliter. DSN
dapat juga dikelompokkan berdasarkan negaranya, rnisalnya .id untuk
Indonesia (rnisalnya bapepam.go.id), .ja untuk jepang dan lainnya. Misalnya,
suatu sistem komputer akan dihubungkan ke alamat PI temple.edu. Pertama
kali komputer ini akan mencari di daftar alamatnya yaitu di memori utama
apakah nama ini sudah pemah diakses. Jika sudah pernah diakses, biasanya
alamat PI masih ada di sana atau dicari di hard disk nama-nama alamat PI
favorit yang disimpan oleh komputer. Jika ditemukan alamat PI maka
komputer ini dapat langsung menghubungkan ke alamat PI ini. Jika alamat PI
tidak ketemu maka akan dicari di komputer-komputer atasnya sampai
ketemu. Jika semua komputer-komputer atasnya tidak menemukan alamat ini
maka akan dicari di komputer penyelenggara domain, yaitu server edu karena
semua nama dengan .edu didaftarkan di server tersebut.
Penyelenggara domain yang pertama adalah Internet Assignment
Numbers Authority (lANA). Lembaga ini dikontrol oleh pemerintah Amerika
Serikat. Lembaga ini bertanggung-jawab mengontrol nama domain internet
dan nomor alamat IP. Sekarang lembaga ini diganti dengan lembaga yang
lebih luas dan bertaraf intemasional, yaitu Internet Corporation for Assigned
Names and Numbers (ICANN). Lembaga ini menambah nama domain seperti
.biz untuk business, .name untuk nama individual, .pro untuk profesional
seperti akuntan, dokter dan lainnya, .aero untuk perusahaan penerbangan dan
lainnya.

C. PROTOKOL INTERNET

Kemampuan komputer untuk berkomunikasi dan berbagi komunikasi


satu dengan yang lainnya disebut dengan connectivity. Untuk mencapai
connectivity dibutuhkan standar komunikasi data yang disebut dengan
protocol.
Protocol adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan yang berhubungan
dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data
dapat dilakukan dengan benar. Jabatan tangan merupakan contoh dari
protocol antara dua manusia yang akan berkomunikasi. Di istilah komputer
jabatan tangan (handshaking) menunjukkan suatu protocol dari komunikasi
data bila dua buah alat dihubungkan satu dengan yang lainnya untuk
e EKMA4434/MODUL 9 9.7

menentukan bahwa keduanya telah kompatibel. Supaya kompatibel maka


pada waktu transmisi data, keduanya harus mempunyai transfer rate (tingkat
pengiriman) yang sama, format datanya harus sama, tipe transmisinya harus
sama dan mode transmisinya juga harus sama.
Berita-berita elektronik (electronic messages) dikirimkan di internet
dalam bentuk paket-paket (packets). Internet membutuhkan suatu protokol
(protocol) untuk mengontrol pengiriman paket-paket ini supaya dapat
diterima dengan baik oleh komputer penerima. Protokol (protocol) adalah
suatu kumpulan aturan-aturan yang mengendalikan sistem-sistem yang
berhubungan sehingga dapat beroperasi dan berkomunikasi dengan
kompatibel dan lancar. Protokol di internet diorganisasikan dalam bentuk
lapisan-lapisan. Lapisan tingkat paling bawah adalah protokol internet
(internet protocol atau IP) dan Transmission Control Protocol (TCP).
Bersama-sama dengan Internet Protocol (IP), protokol-protokol ini disingkat
menjadi TCPIIP yang mempunyai tugas meyakinkan bahwa paket-paket
berita-berita elektronik dikirimkan dan diterima dengan benar dari satu
sistem komputer ke sistem komputer yang lain. Protokol yang tingkatannya
lebih tinggi adalah File Transfer Protocol (FTP) yang digunakan untuk
memuat (uploading) berkas-berkas (files) yang akan dikirim dan mengambil
(downloading) berkas-berkas (files) yang sudah diterima. Protokol tingkat
lebih tinggi lainnya adalah Simple Mail Transfer Protocol (SMPT) untuk
mengirim e-mail dan TELNET untuk emulasi terminal jaringan.

D. WORLD WIDE WEB

World Wide Web atau WWW atau W3 atau cukup disebut dengan Web
(dalam bahasa Indonesia diusulkan menjadi JJJ atau Jelajah Jagad Jembar
atau Jaringan Jagad Jembar) merupakan suatu sistem informasi multimedia
yang memanfaatkan internet untuk mempublikasikan informasi. Informasi
multimedia di WWW dibuat dengan menggunakan hypertext. Dokumen
hypertext disimpan di server web (misalnya di geocities.com) dan diakses
dengan menggunakan browser (misalnya Microsoft Internet Explorer). Dua
hal yang berhubungan dengan hypertext adalah Hypertext Transfer Protocol
(HTTP) dan Hypertext Markup Language (HTML). Informasi tentang web
ini dapat diakses di www.w3.org.
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protokol (kumpulan dari
aturan-aturan komunikasi) yang mengatur komunikasi antara server web
9.8 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

dengan web browser. Tiap-tiap dokumen web mempunyai sebuah alamat


yang disebut dengan Uniform Resource Locator (URL). Untuk mengakses
suatu dokumen web maka dapat dituliskan URL misalnya sebagai berikut:
http://temple.edu/index.html. Pertama kata http: menunjukkan bahwa URL
akan diakses dengan menggunakan HTTP (halaman web dapat juga diakses
dengan protokol lain, misalnya menggunakan FTP: atau GOPHER:). Kata
kedua setelah // adalah alamat dari server, yaitu temple.edu. Kata terakhir,
yaitu /index.html adalah lokasi dari dokumen web.
Hypertext Markup Language (HTML) merupakan bahasa yang
digunakan untuk menentukan isi dan struktur dari halaman-halaman web.
Bahasa HTML ini berkembang terus seiring dengan berkembangnya web-
sites (situs-situs web yang semakin banyak dibuat). Generasi baru dari bahasa
HTML ini adalah eXtensible Markup Language (XML) dan penerapannya di
pelaporan akuntansi, yaitu eXtensible Business Reporting Language (XBRL).
Dengan eXtensible Markup Language (XML), nilai data dapat dituliskan
di halaman web dengan menggunakan nama variabel. Misalnya, statesmen
<LABA-PERLEMBAR="Rp">7500<1LABA-PERLEMBAR> rnenunjukkan
bahwa laba per lembar saharn perusahaan yang laporan keuangannya di
tampilkan di web ini adalah sebesar Rp7500,00. Dengan keluwesan seperti
ini maka search engine dapat diprogram untuk mencari situs-situs web yang
menampilkan laporan keuangan untuk perusahaan-perusahaan dengan nilai
LABA-PERLEMBAR yang tertentu (misalnya yang lebih besar dari
Rp5000,00) dan kemudian nilainya dapat disimpan di basis data. Perusahaan
perangkat lunak Microsoft dan IBM sedang bekerja sama dengan industri
akuntansi, pelaporan-pelaporan keuangan untuk mengembangkan XML
untuk pelaporan bisnis yang disebut dengan eXtensible Business Reporting
Language (XBRL). XBRL ini gratis dan inforrnasi lebih lanjut dapat dilihat
di www.xbrl.org.

_
' .:J..-.
LATIHAN
~ ---------------------

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa yang Anda ketahui mengenai inter-organizational systems?


2) Jelaskan tentang Electronic Data Interchange (EDI)!
e EKMA4434/MODUL 9 9.9

3) Apa itu internet? Kapan internet pertama kali diluncurkan dan oleh
siapa?
4) Beberapa protokol digunakan di internet. J elaskan protokol-protokol
berikut ini.
a) Internet Protocol address (IP address).
b) Domain Name Service Protocol atau DNS Protocol).
c) Transmission Control Protocol (TCP).
d) File Transfer Protocol (FTP).
e) Simple Mail Transfer Protocol (SMPT).
5) Bedakan antara HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTML
(Hypertext Markup Language).

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 1 di atas.

RANGKUMAN

Untuk membentuk jejaring komputer secara global, dibutuhkan


beberapa komponen, yaitu komputer atau terminal pengirim, media
transmisi dan (transmission media) atau jalur atau kanal komunikasi
(communication channel), pemroses komunikasi (communication
processor), perangkat lunak komunikasi (communication software), dan
komputer atau terminal penerima.
Sistem informasi yang dihubungkan ke organisasi -organisasi lain
disebut dengan inter-organizational systems. Salah satu aplikasi dari
inter-organizational systems adalah Electronic Data Interchange (EDI) ..
Dalam praktiknya aplikasi EDI dapat menggunakan jalur telepon biasa,
value added network atau menggunakan internet sebagai jalur
komunikasinya. Aplikasi EDI dengan internet mulai banyak diterapkan.
Aplikasi internet untuk kepentingan bisnis disebut dengan e-
commerce. Ada yang tidak membedakan antara e-commerce dengan e-
business dan banyak pula yang membedakan keduanya.
Internet merupakan singkatan dari interconnected network atau
jaringan-jaringan saling terkoneksi dari sistem-sistem komputer yang
dapat saling diakses. Internet juga sering disebut dengan kependekannya,
yaitu Net. Internet menghubungkan sistem komputer di satu tempat
dengan sistem komputer di tempat lain. Masing-masing sistem komputer
9.10 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

yang dihubungkan dengan internet diberi alamat protokol internet


(alamat PI) atau Internet Protocol address (IP address) yang unik.
Untuk mengorganisasikan alamat PI lebih lanjut supaya lebih
mudah ditemukan dan diakses, sistem komputer yang dihubungkan
dengan internet juga dapat diberi protokol jasa nama domain (Domain
Name Service Protocol atau DNS Protocol). DNS dapat berupa .edu
untuk institusi pendidikan (misalnya temple.edu), .gov untuk pemerintah
(misalnya sec.gov), .com untuk organisasi komersial (misalnya
yahoo.com), .org untuk organisasi umum lainnya, .net untuk penyedia
jasa jaringan dan .mil untuk militer. DSN dapat juga dikelompokkan
berdasarkan negaranya, misalnya .id untuk Indonesia.
Internet membutuhkan suatu protokol (protocol) untuk mengontrol
pengiriman paket-paket supaya dapat diterima dengan baik oleh
komputer penerima. Protokol (protocol) adalah suatu kumpulan aturan-
aturan yang mengendalikan sistem-sistem yang berhubungan sehingga
dapat beroperasi dan berkomunikasi dengan kompatibel dan lancar.
Protokol di internet adalah protokol internet (internet protocol atau IP),
Transmission Control Protocol (TCP), File Transfer Protocol (FfP).,
dan Simple Mail Transfer Protocol (SMPT).
World Wide Web atau WWW atau W3 atau cukup disebut
dengan Web merupakan suatu sistem informasi multimedia yang
memanfaatkan internet untuk mempublikasikan informasi. Informasi
multimedia di WWW dibuat dengan menggunakan hypertext. dan
diakses dengan menggunakan browser (rnisalnya Microsoft Internet
Explorer). HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol
(kumpulan dari aturan-aturan komunikasi) yang mengatur komunikasi
antara server web dengan web browser. HTML (Hypertext Markup
Language) merupakan bahasa yang digunakan untuk menentukan isi dan
struktur dari halaman-halaman web. Bahasa HTML ini berkembang
terus seiring dengan berkembangnya web-sites (situs-situs web yang
semakin banyak dibuat). Generasi baru dari bahasa HTML ini adalah
XML (eXtensible Markup Language) dan penerapannya di pelaporan
akuntansi, yaitu XBRL (eXtensible Business Reporting Language).
e EKMA4434/MODUL 9 9.11

TES FORMATIF 1
--------------------------------
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Di komunikasi data, media transmisi (transmission media) atau jalur atau


kanal komunikasi (communication channel) digunakan untuk . .. .
A. mengirim data atau informasinya
B. membawa data yang dikirimkan dari sumber data ke penerima
C. mendukung transmisi data
D. mengendalikan proses komunikasi data

2) Pemroses komunikasi (con1munication processor) digunakan untuk ....


A. mengirim data atau informasinya
B. membawa data yang dikirimkan dari sumber data ke penerima
C. mendukung transmisi data
D. mengendalikan proses komunikasi data

3) Perangkat lunak komunikasi (communication software) digunakan


untuk ....
A. mengirim data atau informasinya
B. membawa data yang dikirimkan dari sumber data ke penerima
C. mendukung transmisi data
D. mengendalikan proses komunikasi data

4) Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai kanal transmisi,


kecuali ....
A. kabel
B. micorwave
C. modem
D. satelit

5) Di antara kabel berikut ini yang mempunyai tingkat transmisi data yang
paling tinggi adalah ....
A. kabel UTP
B. coaxial cable
C. fiber optic cable
D. twisted wire
9.12 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

6) Istilah yang menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan


untuk satu unit waktu disebut dengan ....
A. kecepatan transmisi
B. Hertz
C. Bandwidth
D. Mfloat

7) Ukuran dari kapasitas kanal transmisi dinyatakan dalam satuan ....


A. Bits per second (bps)
B. Characters per page (cpp)
C. Page per minute (ppm)
D. Megahertz (MHz)

8) Modem adalah alat untuk mengubah data dari bentuk ....


A. analog ke bentuk digital
B. analog ke bentuk huruf
C. digital ke bentuk analog dan sebaliknya
D. huruf ke bentuk angka

9) Nama lain dari modem adalah ....


A. USB
B. UPS
C. data set
D. front end processor

10) Internet merupakan singkatan dari ....


A. interconnection netware
B. international network
C. international netware
D. interconnected network

11) Internet diluncurkan pertama oleh ....


A. Internet Assignment Numbers Authority (lANA)
B. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN)
C. Defense Advanced Research Project Agency (DARPA)
D. Internet Developer Authority (IDA)

12) Masing-masing sistem komputer yang dihubungkan dengan internet


diberi alamat yang disebut dengan ....
A. Internet Protocol address
B. Domain address
C. Internet Provider address
D. Internet Developer address
e EKMA4434/ MODUL 9 9.13

13) Alamat .com misalnya di Yahoo.com merupakan ....


A. Internet Protocol address
B. Domain address
C. Internet Provider address
D. Internet Developer address

14) Kumpulan aturan-aturan yang mengendalikan sistem-sistem yang


berhubungan sehingga dapat beroperasi dan berkomunikasi dengan
kompatibel dan lancar disebut dengan ....
A. handshaking
B. protocol
C. browser
D. explorer

15) Lapisan tingkat paling bawah dari protokol di internet adalah ....
A. TCP/IP
B. File Transfer Protocol (FTP)
C. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT)
D. TELNET

16) Protokol yang mempunyai tugas meyakinkan bahwa paket-paket berita-


berita elektronik dikirimkan dan diterima dengan benar dari satu sistem
komputer ke sistern komputer yang lain disebut dengan ....
A. TCP/IP
B. File Transfer Protocol (FTP)
C. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT)
D. TELNET

17) Protokol yang digunakan untuk memuat (uploading) berkas-berkas


(files) yang akan dikirim dan mengambil (downloading) berkas-berkas
(files) yang sudah diterima disebut dengan ....
A. TCP/IP
B. File Transfer Protocol (FTP)
C. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT)
D. Hypertext Transfer Protocol

18) Protokol yang digunakan untuk mengirim e-mail disebut dengan ....
A. TCP/IP
B. File Transfer Protocol (FTP)
C. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT)
D. Hypertext Transfer Protocol
9.14 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

19) Protokol (kumpulan dari aturan-aturan komunikasi) yang mengatur


komunikasi antara server web dengan web browser disebut dengan ....
A. TCP/IP
B. File Transfer Protocol (FTP)
C. Simple Mail Transfer Protocol (SMPT)
D. Hypertext Transfer Protocol

20) Bahasa yang digunakan untuk menentukan isi dan struktur dari halaman-
halaman web disebut dengan ....
A. Bahasa internet (internet language)
B. Hypertext Markup Language (HTML)
C. Extension Markup Language (EML)
D. Extension Business Reporting Language (EBRL)

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 9 9.15

KEGIATAN BELAL.JAR 2

E-Commerce dan E-Business

enggunaan internet untuk melakukan transaksi bisnis sudah merupakan


hal yang umum. Penggunaan internet untuk kegiatan bisnis ini disebut
dengan e-commerce atau e-business. Ada yang tidak membedakan antara
e-commerce atau e-business, tetapi ada juga yang membedakannya.
Penerapan e-commerce atau e-business tidak hanya sekedar penggunaan
teknologi internet saja kegiatan bisnis, tetapi memerlukan suatu model bisnis
di belakangnya, Keberhasilan e-commerce atau e-business terletak bagaimana
penerapan model bisnis untuk memperoleh keuntungan kompetitif. Kegiatan
belajar ini akan membahas e-commerce atau e-business ini.

A. DEFINISI E-COMMERCE

Beberapa definisi telah diberikan untuk e-commerce (electronic


commerce). Martin, et al. (1999) mendefinisikan e-commerce sebagai
penggunaan TI untuk melakukan kegiatan bisnis antara dua atau lebih
organisasi atau antara sebuah organisasi dengan satu atau lebih pelanggan
akhir (end-customer), melalui satu atau lebih jaringan komputer.
Dari definisi yang luas ini maka e-commerce dapat diklasifikasikan ke
dalam dua aplikasi sebagai berikut ini.

1. Aplikasi Electronic Commerce antara Organisasi-organisasi Bisnis


Sistem aplikasi e-commerce yang melibatkan organisasi-organisasi
bisnis ini sering disebut dengan sistem interorganisasi (interorganizational
system atau lOS) atau business to business (B2B). Dengan sistem
interorganisasi ini, memungkinkan suatu perusahaan untuk lebih efisien dan
efektif melakukan kegiatan bisnis dengan supplier, dengan langganan-
langganan atau dengan dealer-dealer dan distributor-distributornya. Contoh
sukses dari aplikasi ini misalnya adalah SABRE, yaitu sistem reservasi tiket
yang dimiliki oleh American Airline dan electronic data interchange (EDI).
9.16 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

2. Aplikasi Electronic Commerce antara Organisasi Bisnis dengan


Pelanggan Akhir
Aplikasi e-commerce yang paling banyak dibicarakan sekarang ini
adalah aplikasi e-commerce yang menggunakan jasa internet melalui jaringan
World Wide Web (WWW). Aplikasi ini disebut juga dengan istilah B2C
(business to customers). Dengan menggunakan internet maka memungkinkan
suatu perusahaan untuk menjangkau sampai ke pelanggan-pelanggan
akhirnya di mana pun, siapa pun, dan kapan pun. Konsep ini konsisten
dengan konsep reach and range oleh Keen (1991), yaitu mengusulkan
perusahaan-perusahaan yang menggunakan TI supaya mendapatkan
keunggulan strategik untuk menarik jangkauan dari TI sampai ke pelanggan-
pelanggan akhir.

Di akhir tahun 1990-an, e-commerce mulai menggunakan teknologi


internet, terutama menggunakan teknologi web. -commerce lewat internet
juga mempunyai keuntungan yang sama dengan yang dimiliki oleh EDI.
Keuntungan yang lain lewat internet adalah pengurangan biaya yang lebih
besar dibandingkan dengan pengurangan biaya akibat penggunaan EDI
karena biaya akses internet lebih murah dibandingkan dengan biaya
komunikasi dengan EDI. Tambahan keuntungan lainnya adalah penggunaan
internet dapat menjangkau lebih jauh sampai ke pelanggan-akhir. Lebih
lanjut, Martin, et al. (1999) mengutarakan tambahan keuntungan e-commerce
lewat internet dibandingkan dengan lewat EDI adalah sebagai berikut ini.
1. Distribusi yang lebih murah dari dokumen dan produk digital.
2. Kemampuan memberikan layanan dukungan kepada pelanggan.
3. Kanal pemasaran yang baru.
4. Mempunyai kemampuan untuk menarik pelanggan baru.
5. Menyediakan satu titik lokasi kontak untuk bermacam-macam produk
danjasa.
6. Dapat digunakan sebagai media riset pasar.

Selain keuntungan yang diperoleh e-commerce dari penggunaan internet,


beberapa hambatan juga ditemui, seperti misalnya sebagai berikut ini.
1. Keamanan
2. Keamanan akses.
3. Keamanan transmisi.
4. Beban trafik yang terlalu banyak.
e EKMA4434/MODUL 9 9.17

5. Kesulitan sensor.
6. Kesulitan mengukur kinerja dari situs, apakah keberhasilannya akan
diukur dari jumlah orang yang mengunjungi atau diukur dengan cara
lain.

B. E-BUSINESS

Tidak dapat dipungkiri bahwa peranan e-commerce sangat besar di


dalam merubah model bisnis konvensional, merubah struktur biaya transaksi,
dan merubah hubungan transaksi antara pembeli-pembeli, penjual-penjual
dan setiap orang yang terlibat di dalamnya. Peranan e-commerce ini tidak
hanya terjadi dalam sekejap, tetapi lewat beberapa tahapan sebagai berikut

lill.

1. Tahap Pertama (1994-1997)


Tahapan ini merupakan tahapan awal e-commerce yang masih berbentuk
web-site. Banyak perusahaan membangun situs jaringan yang memberikan
informasi dan pengunjung dapat meninggalkan nama dan alamat untuk
dihubungi kembali oleh perusahaan.

2. Tahap Kedua (1997-2000)


Pada tahap ini e-commerce sudah mulai digunakan untuk transaksi jual
dan beli lewat media digital. Fokus dari e-commerce ini adalah melakukan
order pembelian.

3. Tahap Ketiga (2000-Sekarang)


Fokus dari e-commerce ini adalah untuk mendapatkan keuntungan.
Keuntungan tidak hanya meningkatkan pendapatan kotor, tetapi juga
meningkatkan marjin kotor. Kalakota dan Robinson (2001) menyebutnya
sebagai e-business yang berbeda dengan e-commerce.

-business tidak hanya jual dan beli lewat situs jaringan, tetapi lebih
diarahkan ke strategi bisnis yang merubah model atau struktur bisnis, dengan
bantuan teknologi internet memaksimumkan nilai kepada langganan dan
meningkatkan laba kepada perusahaan. Menurut Turban, et al. (2002),
e-business lebih luas dari e-commerce, yaitu tidak hanya melibatkan
penjualan dan pembelian barang-barang dan jasa-jasa, tetapi juga melibatkan
9.18 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

pelayanan kepada pelanggan-pelanggan, kerja sama-kerja sama dengan


partner-partner bisnis, dan melakukan transaksi elektronik di dalam suatu
organisasi. Bagaimanapun juga, banyak yang mengatakan walaupun berbeda,
e-commerce dan e-business merupakan dua istilah yang saling menggantikan.

1
C. MODEL BISNIS

Teknologi tidak hanya sebagai pemikiran berikutnya dari pembentukan


strategi bisnis, tetapi lebih ke penyebab dan pemicunya. -business akan
menyebabkan dan memicu perusahaan untuk meningkatkan labanya.
Penerapan e-business membutuhkan pemikiran ulang dan perancangan ulang
dari model-model bisnis yang baru. Menurut Kalakota dan Robinson (2001)
ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan laba, bahkan untuk
bertahan, di era informasi e-business. Di dunia bisnis sekarang ini yang satu
bisnis terkait dengan bisnis lain di rantai nilai industri jika salah satu entitas
di rantai nilai ini melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan-perusahaan
di atas dan di bawah rantai nilai entitas ini harus menyesuaikannya dengan
melakukan bisnis juga secara elektronik jika tidak ingin mengambil risiko
diganti atau dikeluarkan dari rantai nilainya.
Penerapan e-business tidak hanya sekedar penerapan internet atau
teknologi dari sisi teknisnya saja, tetapi lebih dari perubahan struktur bisnis.
-business sekarang dipandang sebagai transformasi struktur bisnis yang
merubah cara dan model bisnis untuk bersaing mendapatkan laba. Sebagai
contohnya adalah Encyclopedia Britannica yang dulu berbisnis menawarkan
barangnya di toko, lewat salesman atau lewat katalog-katalog. Dengan
adanya internet, perusahaan ini terpaksa merubah model bisnisnya dengan
menjualnya lewat internet. Dengan perubahan lingkungan bisnis yang tajam
dengan banyaknya informasi gratis yang dapat diperoleh lewat internet,
sekali lagi perusahaan ini merubah model bisnisnya untuk menyediakan
barangnya lewat internet dengan gratis. Perusahaan ini mendapatkan laba dari
sumber-sumber lain seperti iklan yang dipasang di situsnya.
Contoh lainnya adalah IBM dan DEC (Digital Equipment Corporation)
di sekitar tahun 1980-an. Di pasar PC, kedua perusahaan ini mulai dikalahkan
oleh pendatang baru, seperti Compaq, Dell dan Gateway. Akhirnya

1
Lebih lanjut tentang model bisnis dapat dilihat di buku Jogiyanto Hartono,
Sistem Informasi Strategik: Memenangkan Persaingan dengan Sistem Teknologi
Informasi, Yogyakarta, Penerbit Andi, edisi 2, 2005.
e EKMA4434/MODUL 9 9.19

perusahaan DEC malah di akuisisi oleh Compaq. Kegagalan perusahaan DEC


disebabkan manajemen DEC melakukan dua kesalahan besar. Hal pertama,
perusahaan ini tidak mau merubah struktur bisnisnya dari komputer skala
menengah ke PC dan bahkan ke client server system. Kedua, perusahaan
terlambat menerapkan e-business di dalam proses bisnisnya.
Perubahan struktur atau model bisnis sudah mulai merambah ke semua
industri bisnis, seperti jasa keuangan, distribusi barang, pengecer, agen.
Dengan e-business, industri-industri ini mulai mentransformasikan dirinya
dari model bisnis yang konvensional menjadi model-model bisnis yang baru
seperti misalnya penyedia jasa aplikasi, penyedia jasa internet, portal.
Transformasi struktur tidak hanya terjadi di aktiva-aktiva berujud
(tangible assets), seperti proses dan produk-produk yang dijual oleh
perusahaan, tetapi juga terjadi di aktiva-aktiva tidak berujud (intangible
assets) semacam merek, hubungan dengan pemasok dan pelanggan. Menurut
Kalakota dan Robinson (2001) informasi tentang aktiva tidak berujud di
sekitar produk dan jasa yang ditawarkan ini lebih penting dibandingkan
dengan produk dan jasanya sendiri.
Transformasi model atau struktur bisnis bukan hal yang mudah terutama
pada perusahaan yang sudah mapan dengan model tradisionalnya. Alasannya
adalah yang pertama, manajemen merasa model konvensional tersebut
merupakan model yang sudah tepat dan menghasilkan laba. Pemikiran seperti
ini benar j ika kondisi persaingan statis tidak dinamis yang berubah terus
karena banyak faktor lingkungan. Kedua, keengganan untuk mentransformasi
ke struktur baru karena banyaknya modal yang sudah ditanamkan (misalnya
aktiva-aktiva tetap) yang tidak dapat dikembalikan karena perubahan
struktur. Mereka juga tidak mau mengorbankan lini produknya yang sudah
berhasil bertahun-tahun. Misalnya, perusahaan Toys "R"Us sudah
menanamkan modalnya berupa lebih dari 1000 toko mainannya. Untuk
perusahaan ini akan sangat sulit merealokasikan aktivanya yang mahal dan
banyak ini dalam waktu singkat dengan melakukan transformasi radikal ke
penjualan secara elektronik. Dalam hal ini, transformasi model akan sangat
mudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan berbasis e-business yang
masih baru (e-start-up). Untuk dapat mempertahankan dirinya dari
perusahaan-perusahaan baru berbasis e-business, perusahaan-perusahaan
yang sudah mapan dengan model konvensional harus mempunyai
perencanaan strategi terarah ke transformasi struktur ini. Perusahaan-
perusahaan ini harus bekerja keras dan cepat untuk melakukan perubahan.
9.20 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Aktiva-aktiva di struktur lama harus cepat diganti dan biaya-biaya yang


sudah masuk lubang dalam (sunk costs) yang sudah tidak dapat dikembalikan
lagi karena melekat pada struktur lama harus dilupakan dan memulai sesuatu
yang baru.
Cerita tentang CompuServe dan Prodigy merupakan contoh pemimpin
pasar yang tidak mentransformasi model bisnisnya dengan cepat. Didirikan
pada tahun 1969, perusahaan CompuServe menawarkan akses internet dan
informasi kepada pelanggan-pelanggannya. Informasi yang dapat diakses
dapat berupa informasi olahraga, perjalanan, bisnis, sumber-sumber untuk
profesional, berita-berita ekonomi, politik dan lainnya yang terbaru dan basis
data yang dapat digunakan untuk melacak. Prodigy muncul pada tahun 1990
sebagai kerja sama antara IBM dan Sears. Pada puncaknya, Prodigy memiliki
2 juta pelanggan tetap. Pada awal tahun 1990, baik CompuServe dan Prodigy
mendominasi dan menikmati posisi unggul di Internet bisnis sampai akhirnya
datang pesaing baru bernama American Online (AOL). Perusahaan AOL
merupakan perusahaan yang kecil dibandingkan dengan CompuServe dan
Prodigy tetapi lebih agresif dan mulai mengambil banyak pangsa pasar. AOL
mengirimkan jutaan disket kepada calon pelanggan potensial dan hanya
dengan menginstal perangkat lunak yang ada di dalam disket, pelanggan baru
sudah dapat akses ke AOL. Pada tahun 1995 karena mulai kalah bersaing,
Sears mau menjual bagiannya di Prodigy ke IBM dan tidak terlaksana karena
IBM merasa harganya masih terlalu tinggi. Pada akhirnya di tahun 1996, baik
Sears dan IBM menjual Prodigy ke karyawan-karyawannya. Pada tahun
1998, CompuServe dijual pada AOL. Untuk lima jasa online di tahun 1994,
empat dimiliki oleh perusahaan besar, yaitu Prodigy oleh Sears dan IBM,
Delphi oleh New Corp., Genie oleh General Electric dan CompuServe oleh
H&R Block. Yang kelima adalah AOL.
Kalau dulu AOL yang cepat mentransformasi struktur bisnisnya,
sekarang kebalikannya, AOL yang kalah cepat mentransformasi struktur
bisnisnya. Pelanggan di AOL harus membayar biaya langganan per bulannya
untuk dapat mengakses informasi dan jasa pelayanan online lainnya yang
ditawarkan oleh AOL. Dengan masuknya pemain baru, seperti Yahoo! dan
Google yang menawarkan jasa gratis, AOL harus cepat merubah struktur
bisnisnya jika ingin bertahan.
Ilustrasi ini menunjukkan bahwa perusahaan sekarang menghadapi
tantangan yang besar, yaitu transformasi model terus-menerus, menghindari
status quo, mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi tren yang muncul
di masa depan dan mengantisipasinya dengan lebih cepat dibandingkan
e EKMA4434/MODUL 9 9.21

dengan pesaing-pesaingnya, membuat keputusan yang cepat, melupakan sunk


costs dan membuat model bisnis yang baru.
Perusabaan tidak boleb banya berdiri memandang tegak kepada
pesaingnya. Perusabaan barus berdiri tegak memandang dan mengantisipasi
masa depan. Perusabaan tidak boleb banya berfantasi dengan basil-basil
solusi yang membuai. Perusabaan barus melakukan tindakan perbaikan terus-
menerus, inovasi dan cepat, serta mengambil keputusan yang tepat. Jika
model bisnis perusabaan sudab ketinggalan dan salab dan dibangun dengan
asumsi-asumsi konvensional maka perusabaan tidak akan dapat bertaban.
Untuk mengbadapi tantangan sekarang ini, untuk dapat bertaban dan
memenangkan persaingan maka struktur atau model perusabaan perlu di
rancang ulang terus-menerus disesuaikan dengan kondisi persaingannya.
Untuk melakukan transformasi struktur ini dapat dilakukan dengan
mendisagregasi dan reagregrasi rantai nilai.
Nilai dari suatu bisnis adalah produk atau jasa yang dijualnya dan juga
kebutuban-kebutuban pelanggan yang disediakannya. Kebutuban-kebutuban
ini adalab basil akbir termasuk produk dan jasa yang akan diterima oleb
pelanggan. Disagregrasi rantai nilai adalab memisabkan cara-cara (means)
dengan akhir-akhir (ends). Means adalab produk atau jasa yang dijual dan
ends adalab kebutuban-kebutuban akhir yang diminta oleb pelanggan tidak
banya sekedar produk atau jasa yang dijual. Disagregasi membutubkan
perusabaan untuk mengidentifikasikan, menilai dan memelibara inti dari
bisnisnya, yaitu kebutuban-kebutuban pelanggan yang dipuaskan lewat
produk atau jasa yang dijual dan pelayanan dan informasi di sekitar produk
atau jasanya. Cara ini memungkinkan perusabaan untuk mengurai struktur-
struktur yang lama, berpikir kembali kemampuan-kemampuan inti dan
mengidentifikasikan bentuk dan sumber-sumber baru dari nilai yang akan
diberikan kepada pelanggannya.
Reagregasi berarti mengumpulkan kembali nilai-nilai yang sudab diurai.
Reagregrasi barus diarabkan ke visi yang sudab diperbarui berbasiskan pada
kebutuban-kebutuban pelanggan yang akan dilayani. Reagregasi barus dapat
memperlancar arus nilai di rantai nilai secara keseluruhan. Dengan basil dari
agregrasi ini, dibarapkan pelanggan akan mendapatkan nilai yang
diinginkannya, bahkan akan mendapatkan sesuatu yang lebib dari
sebelumnya, lebib nyaman, lebib berinteraksi, lebib menantang dan
memberikan pengalaman baru kepada pelanggan. Tujuan dari agregrasi ini
adalab memberikan nilai lebih kepada pelanggan lewat biaya yang lebib
murah dan peningkatan diferensiasi dibandingkan dengan pesaing-
9.22 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

pesaingnya. Menggunakan teknologi untuk reagrgrasi di rantai nilai


merupakan hal yang sangat fundamental di era ekonomi digital ini.

D. TIPOLOGI MODEL-MODEL BISNIS

Tapscott, et al. (2000) menggolongkan tipologi model bisnis secara


elektronik (e-business) ke dalam lima macam model berdasarkan tingkat
kontrol ekonomis dan tingkat nilai integrasinya.

Men gorgan isas i


,sendiri Agora Ali ansi
(a{!iatJce)

-...
0 Jaril'il_gan
.....c distrib.usi'
0 distributive
..
~
network

Aggr~gasi Rantai ntrar


(a:ggregatlbn) (vatu& chain)
Hiera.rki

Rendah

Nilai lntegrasl Ti.hggi.

Gambar 9.1.
Tipologi E-business menurut Tapscott, et al. (2000)

Tipologi model e-business menurut Tapscott, et al. (2000) adalah


sebagai berikut ini.
1. Agora adalah suatu e-commerce yang merupakan suatu tempat di mana
pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi. Contohnya,
e-bay.com.
2. Aggregasi (aggregation) adalah e-commerce yang menggabungkan
(aggregasi) beberapa pemasok ke dalam satu buah toko online yang
nyaman. Contohnya, amazon.com.
3. Aliansi (alliance) adalah kerja sama beberapa anggota untuk mencapai
tujuan tertentu.
4. Rantai nilai (value chain) adalah jaringan integrasi vertikal yang
menambah nilai ke input berikutnya.
e EKMA4434/ MODUL 9 9.23

5. Jaringan distribusi (distributive network) menyediakan jasa


mengalokasikan dan mendistribusikan daripada memproduksi dan
membeli barang-barang, jasa dan informasi. Contohnya, WSprldCom
dan UPS.

Pengelompokan lainnya dari model e-business adalah


mengelompokkannya berdasarkan siapa yang berpartisipasi dalam transaksi,
yaitu business to consumer (B2C) dan business to business (B2B). Tiga
model tersedia untuk B2C sebagai berikut.

1. Toko Online (Online Stores), Pasar (Marketplaces) dan Jasa-jasa


Toko online, pasar dan jasa-jasa menyediakan hampir semua kebutuhan
bahan yang dapat dipilih dan dibeli lewat web. Barang-barang yang tersedia
dari komputer, buku, majalah, pakaian, peralatan kantor, jam, musik, video,
elektronik, mainan, obat, alat kecantikan, makanan, dan sampai ke mobil.
Keuntungan dari toko online ini adalah:
a. menyediakan informasi produk yang lengkap yang dapat digunakan oleh
konsumen untuk mempertimbangkan keputusannya untuk membeli;
b. menyediakan informasi ketersediaan barang;
c. mengurangi biaya ruangan toko bagi penjual;
d. biaya mencetak brosur, katalog-katalog dapat dihemat.

2. Pengumpul lsi atau Pengagregasi lsi (Content Aggregators) dan


Portal
Pengumpul-pengumpul (aggregators) merupakan distributor yang
mengumpulkan banyak penjual dan memberikan informasi barang dan jasa
dari penjual-penjual secara online. Pembeli dapat membandingkan barang-
barang atau jasa-jasa yang ditawarkan dan kemudian dapat membeli lang sung
kepada penjual secara online atau secara manual. Pembeli dapat membeli
secara online karena aggregator menghubungkan (link) ke alamat situs web
penjual.

3. Penyedia lnfrastruktur (Infrastructure Providers)


Sekarang ini banyak perusahaan yang masuk ke dalam industri teknologi
tinggi atau yang terkenal dengan nama perusahaan-perusahaan high-tech
industry. Perusahaan-perusahaan ini membangun, menyediakan, dan menjual
9.24 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

infrastruktur teknologi jaringan. Bisnis-bisnis yang menyediakan


infrastruktur teknologi adalah contohnya seperti berikut.
a. Pabrikan-pabrikan ekuipmen dan komponen (equipment/ component
manufacturers).
b. Perusahaan-perusahaan perangkat lunak (software firms).
c. Penyedia-penyedia perangkat lunak khusus dan jasa integrasi (custom
software and integration service providers).

E. PENCIPTAAN NILAI

Untuk dapat menyediakan kebutuhan-kebutuhan pelanggan (ends),


perusahaan tidak hanya harus menyediakan produk atau jasa (means), tetapi
juga nilai-nilai berupa pelayanan dan informasi yang disediakan di sekeliling
produk dan jasanya. Perusahaan-perusahaan yang visionari, seperti Dell,
Amazon.com, dan Domino's Pizza berhasil karena mereka menyediakan
kebutuhan-kebutuhan pelanggannya dengan meningkatkan produk,
memotong harga dan meningkatkan kualitas pelayanan terus-menerus.
Nilai-nilai yang dapat disediakan oleh perusahaan di sekitar produk atau
jasa yang dijual adalah sebagai berikut ini.
1. Kecepatan layanan.
2. Kecepatan layanan merupakan respon yang cepat, instan, akurat, dan
adaptif terhadap kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Perusahaan yang
visioner melekatkan kecepatan pelayanan ini di dalam produk dan jasa
yang dijualnya.
3. Nyaman.
4. Pelanggan menilai kenyamanan dengan mendapatkan semua basil
dengan sekali belanja (one-stop shopping). Pelanggan yang kebutuhan-
kebutuhan harus dipenuhi berkali-kali belanja di waktu yang berbeda
atau di tempat-tempat berbeda tidak akan merasa nyaman. Mereka akan
merasa nyaman jika semua kebutuhannya akan terpenuhi dengan sekali
belanja. Ini berarti pelanggan menuntut integrasi yang baik sepanjang
rantai nilai.
5. Personalisasi.
6. Pelanggan menginginkan perusahaan untuk melayaninya secara
individual dengan kebutuhan-kebutuhan akhir yang dapat berbeda
dengan pelanggan lain.
7. Harga.
e EKMA4434/MODUL 9 9.25

8. Harga produk dan jasa adalah relatif. Harga yang ditawarkan harus
masuk akal. Harga harus dihubungkan dengan kebutuhan-kebutuhan
akhir yang diterima pelanggan dan dapat bersaing dengan harga akhir
yang ditawarkan pesaing-pesaingnya.

Perusahaan e-business dapat mempercepat inovasi nilai (value


innovation) di sepanjang nilai dimensi jasa, yaitu kecepatan layanan,
kenyamanan, personalisasi dan harga. Pelanggan sekarang menghadapi
banyak produk yang semacam dengan opsi-opsi pilihan yang banyak, dengan
harga-harga yang berbeda. Oleh karena kurangnya waktu yang tersedia,
pelanggan akan mencari dengan usaha yang paling minimal produk yang
termurah, yang paling terkenal dengan kualitas terbaik. Misalnya, suatu
produk yang harganya Rp10,500,00 (lebih mahal Rp50,00 dari pesaing
terdekatnya), kurang terkenal dengan kualitas 97% baik akan kalah dengan
produk yang memenuhi satu dari ketiga kriteria tersebut. Oleh karena itu,
Kalakota dan Robinson (2001) menunjukkan perusahaan-perusahaan
e-business harus mendengarkan pelanggan-pelanggannya, menciptakan
inovasi nilai sehingga menjadi perusahaan "yang termurah," "paling
dikenal," dengan "kualitas terbaik."
Termurah bukan berarti kualitas yang rendah. Misalnya, Wal-Mart
dengan semboyannya "Every day low prices." Pelanggan yang membeli
produk atau j as a dari perusahaan yang "paling dikenal" akan merasa yakin
akan apa yang akan diterimanya karena perusahaan tersebut sudah terkenal
membuktikan komitmennya. Contohnya, McDonald, Kentucky Fried
Chicken, Wendy's, Pizza Hut, Domino's Pizza di sektor gerai makanan, Coca
Cola, Pepsi di sektor minuman, Yahoo!, Google di penyedia jasa internet dan
lain sebagainya. Memberikan "kualitas terbaik" berarti memasukkan proses
yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas akhir, meningkatkan hubungan
yang baik dengan pelanggan-pelanggan dan pemasok-pemasok sampai ke
tingkat kerja sama yang menguntungkan, saling membantu dan saling
percaya. Contohnya adalah American Express yang memberikan jaminan
"Return Protection Refund," yaitu menjamin akan mengembalikan nilai
barang yang dikembalikan jika penjual tidak mau menerima pengembalian
barang. Contoh lainnya, Domino's pizza yang menjamin pengiriman pizza
maksimum 30 menit sejak dipesan sampai ke tangan pemesan. Kualitas yang
diberikan oleh perusahaan-perusahaan ini akan meningkatkan kepercayaan
9.26 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

pelanggan bahwa perusahaan akan melayani dengan kualitas terbaik yang


tidak bisa diberikan oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

-- ::; LATIHAN
j I

.
.

- ..
.._-il*
~
._
------------------------------------------
-----......;
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang e-commerce!


2) Bagaimana klasifikasi e-commerce? Jelaskan!
3) Martin, et al. (1999) mengutarakan tambahan keuntungan e-commerce
lewat internet dibandingkan dengan lewat EDI. Jelaskan tambahan
keuntungan tersebut!
4) Selain keuntungan yang diperoleh e-commerce dari penggunaan internet,
beberapa hambatan juga ditemui. Jelaskan hambatan-hambatan dalam
menggunakan e-commerce!
5) Peranan e-commerce ini tidak hanya terjadi dalam sekejap, tetapi lewat
beberapa tahapan. Jelaskan tahapan-tahapan perkembangan e-commerce!
6) Beberapa penulis membedakan e-commerce dengan e-business. Jelaskan
definisi e-business menurut:
a) Kalakota dan Robinson (2001).
b) Turban, et al. (2002).
7) Penerapan e-business membutuhkan pemikiran ulang dan perancangan
ulang dari model-model bisnis yang baru. Jelaskan apa yang Anda
pahami mengenai model bisnis!
8) Jelaskan macam-macam e-business berikut ini!
a) Agora.
b) Agregasi (aggregation).
c) Aliansi (alliance).
d) Rantai nilai (value chain)
e) Jaringan distribusi (distributive network)
9) Jelaskan juga modele-business berikut ini.
a) Toko online (online stores), pasar (marketplaces).
b) Pengumpul isi atau pengagregasi isi (content aggregators).
c) Penyedia infrastruktur (infrastructure providers).
e EKMA4434/MODUL 9 9.27

10) Penerapan e-business yang baik dapat digunakan untuk meningkat nilai-
nilai di sekitar produk atau jasa yang dijual. Jelaskan nilai-nilai ini!

Petunjuk Jawaban Latihan

Pelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 di atas.

RANGKUMAN

Beberapa definisi telah diberikan untuk e-commerce (electronic


commerce). Martin, et al. (1999) mendefinisikan e-commerce sebagai
penggunaan TI untuk melakukan kegiatan bisnis antara dua atau lebih
organisasi atau antara sebuah organisasi dengan satu atau lebih
pelanggan akhir (end-customer), melalui satu atau lebih jaringan
komputer. Dari definisi yang luas ini maka e-commerce dapat
diklasifikasikan ke dalam dua aplikasi, yaitu aplikasi electronic
commerce antara organisasi-organisasi bisnis, dan aplikasi electronic
commerce antara organisasi bisnis dengan pelanggan akhir.
Di akhir tahun 1990-an, e-commerce mulai menggunakan teknologi
internet, terutama menggunakan teknologi web. -commerce lewat
internet juga mempunyai keuntungan yang sama dengan yang dimiliki
oleh EDI. Keuntungan yang lain adalah pengurangan biaya yang lebih,
dapat menjangkau lebih jauh sampai ke pelanggan-akhir. Martin, et al.
(1999) mengutarakan tambahan keuntungan e-commerce lewat internet
dibandingkan dengan lewat EDI adalah dalam hal distribusi yang lebih
murah dari dokumen dan produk digital, kemampuan memberikan
layanan dukungan kepada pelanggan, kanal pemasaran yang baru,
mempunyai kemampuan untuk menarik pelanggan baru, menyediakan
satu titik lokasi kontak untuk bermacam-macam produk dan jasa, serta
dapat digunakan sebagai media riset pasar. Selain keuntungan yang
diperoleh e-commerce dari penggunaan internet, beberapa hambatan
juga ditemui dalam penggunaan e-commerce.
Peranan e-commerce ini tidak hanya terjadi dalam sekejap, tetapi
lewat beberapa tahapan, yaitu tahap pertama (1994-1997) yang
merupakan tahapan awal e-commerce yang masih berbentuk web-site.
Tahap kedua (1997-2000) adalah penggunaan e-commerce untuk
transaksi jual dan beli lewat media digital. Tahap ketiga
(2000-sekarang) adalah fokus dari e-commerce ini adalah untuk
mendapatkan keuntungan.
9.28 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN e

E-business tidak hanya jual dan beli lewat situs jaringan, tetapi lebih
diarahkan ke strategi bisnis yang merubah model atau struktur bisnis,
dengan bantuan teknologi internet memaksimumkan nilai kepada
langganan dan meningkatkan laba kepada perusahaan. Menurut Turban,
et al. (2002), e-business lebih luas dari e-commerce, yaitu tidak hanya
melibatkan penjualan dan pembelian barang-barang dan jasa-jasa, tetapi
juga melibatkan pelayanan kepada pelanggan-pelanggan, kerja sama-
kerja sama dengan partner-partner bisnis, dan melakukan transaksi
elektronik di dalam suatu organisasi.
Penerapan e-business tidak hanya sekedar penerapan internet atau
teknologi dari sisi teknisnya saja, tetapi lebih dari perubahan struktur
bisnis. E-business sekarang dipandang sebagai transformasi struktur
bisnis yang merubah cara dan model bisnis untuk bersaing mendapatkan
lab a.
Tapscott, et al. (2000) menggolongkan tipologi model bisnis secara
elektronik (e-business) ke dalam lima macam model berdasarkan tingkat
kontrol ekonornis dan tingkat nilai integrasinya, yaitu agora, aggregasi
(aggregation), aliansi (alliance), rantai nilai (value chain), dan jaringan
distribusi (distributive network).
Pengelompokan lainnya dari model e-business adalah
mengelompokkannya berdasarkan siapa yang berpartisipasi dalam
transaksi, yaitu business to consumer (B2C) dan business to business
(B2B). Tiga model untuk B2C adalah (1) toko online (online stores),
pasar (marketplaces) dan jasa-jasa, (2) pengumpul isi atau pengagregasi
isi (content aggregators) dan portal, dan (3) penyedia infrastruktur
(infrastructure providers).
Dengan menggunakan e-business, perusahaan dapat menciptakan
nilai-nilai di sekitar produk atau jasa yang dijual. Nilai-nilai ini adalah
(1) kecepatan layanan, (2) kenyamanan, (3) personalisasi, dan (4) harga.

TES FDRMATIF 2- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Aplikasi electronic commerce antara organisasi-organisasi bisnis disebut


dengan ....
A. B2B
B. B2C
C. B2G
D. G2G
e EKMA4434/ MODUL 9 9.29

2) Electronic data interchange (ED I) merupakan aplikasi dari ....


A. B2B
B. B2C
C. B2G
D. G2G

3) Aplikasi e-commerce yang menggunakan jasa internet melalui jaringan


World Wide Web (WWW) untuk menjual barang termasuk penerapan
dari ....
A. B2B
B. B2C
C. B2G
D. G2G

4) Tahap awal dari e-commerce adalah ....


A. web-site yang memberikan informasi dan pengunjung dapat
meninggalkan nama dan alamat untuk dihubungi kembali oleh
perusahaan
B. untuk transaksi j ual dan beli lew at media digital
C. untuk mendapatkan keuntungan
D. untuk memenangkan persaingan

5) Penerapan e-business tidak hanya sekedar penerapan internet atau


teknologi dari sisi teknisnya saja, tetapi lebih dari itu, yaitu ....
A. penyediaan web site
B. perubahan struktur bisnis yang merubah cara dan model bisnis untuk
bersaing mendapatkan laba
C. untuk komunikasi bisnis
D. struktur bisnis tidak berubah

6) Perusahaan DEC di akuisisi oleh Compaq. Kegagalan perusahaan DEC


disebabkan manajemen DEC melakukan suatu kesalahan besar, yaitu ....
A. tidak menggunakan internet
B. hanya menjuallewat toko manual saja
C. tidak mau merubah struktur bisnisnya
D. tidak punya modal
9.30 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

7) Suatu e-commerce yang merupakan suatu tempat di mana pembeli dan


penjual bertemu untuk melakukan transaksi, misalnya e-bay.com adalah
tipologi dari ....
A. agora
B. aggregasi (aggregation)
C. aliansi (alliance)
D. rantai nilai (value chain)

8) Suatu e-commerce yang menggabungkan (aggregasi) beberapa pemasok


ke dalam satu buah toko online yang nyaman, misalnya amazon.com
adalah tipologi dari ....
A. agora
B. aggregasi (aggregation)
C. aliansi (alliance)
D. jaringan distribusi (distributive network)

9) Suatu e-commerce yang kerja sama beberapa perusahaan untuk


mencapai tujuan tertentu adalah tipologi dari ....
A. agora
B. aggregasi (aggregation)
C. aliansi (alliance)
D. jaringan distribusi (distributive network)

10) Suatu e-commerce yang jaringan integrasi vertikal yang menambah nilai
ke input berikutnya adalah tipologi dari ....
A. aggregasi (aggregation)
B. aliansi (alliance)
C. rantai nilai (value chain)
D. toko online (online stores)

11) Suatu e-commerce yang menyediakan jasa mengalokasikan dan


mendistribusikan daripada memproduksi dan membeli barang-barang,
jasa dan informasi adalah tipologi dari ....
A. aliansi (alliance)
B. rantai nilai (value chain)
C. toko online (online stores)
D. jaringan distribusi (distributive network)

12) Suatu e-commerce yang menyediakan hampir semua kebutuhan bahan


yang dapat dipilih dan dibeli lewat web disebut dengan ....
A. pasar (marketplaces)
B. pengumpul isi atau pengagregasi isi (content aggregators)
e EKMA4434/MODUL 9 9.31

C. penyedia infrastruktur (infrastructure providers)


D. rantai nilai (value chain)

13) Suatu e-commerce yang mengumpulkan banyak penjual dan memberikan


informasi barang dan jasa dari penjual-penjual secara online disebut
dengan ....
A. pasar (marketplaces)
B. pengumpul isi atau pengagregasi isi (content aggregators)
C. penyedia infrastruktur (infrastructure providers)
D. rantai nilai (value chain)

14) Keuntungan dari toko online adalah sebagai berikut, kecuali ....
A. menyediakan informasi produk yang lengkap yang dapat digunakan
oleh konsumen untuk mempertimbangkan keputusannya untuk
membeli
B. menyediakan informasi ketersediaan barang
C. mengurangi biaya ruangan toko bagi penjual
D. menyediakan kerja sama bisnis dengan perusahaan lain

15) Suatu e-commerce yang menyediakan perangkat lunak khusus dan jasa
integrasi (custom software and integration service providers) disebut
dengan ....
A. pasar (marketplaces)
B. pengumpul isi atau pengagregasi isi (content aggregators)
C. penyedia infrastruktur (infrastructure providers)
D. rantai nilai (value chain)

16) Nilai-nilai yang dapat disediakan oleh perusahaan di sekitar produk atau
jasa yang dijual dengan menggunakan e-business adalah sebagai berikut
ini, kecuali ....
A. kecepatan layanan
B. kenyamanan belanja
C. pelayanan secara individual
D. keamanan akses

17) Perusahaan yang menjual buku secara online adalah ....


A. E-bay
B. AOL
C. Amazon.com
D. Dell
9.32 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

18) Disagregrasi rantai nilai di e-business adalah ....


A. mengumpulkan kembali nilai-nilai yang sudah diurai
B. memisahkan cara-cara (means) dengan akhir-akhir (ends)
C. menghentikan bisnis
D. menerapkan konsep value chain ke e-business

19) Reagregrasi rantai nilai di e-business adalah ....


A. mengumpulkan kembali nilai-nilai yang sudah diurai
B. memisahkan cara-cara (means) dengan akhir-akhir (ends)
C. menghentikan bisnis
D. menerapkan konsep value chain ke e-business

20) Berikut ini yang disebut dengan ends di rantai e-business adalah ....
A. Sunk costs
B. Tidak lagi menggunakan internet dan kembali menjual secara
manual
C. Produk atau jasa yang dijual
D. Kebutuhan-kebutuhan akhir yang diminta oleh pelanggan tidak
hanya sekedar produk atau jasa yang dijual

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Selamat! Jika masih di bawah
80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian
yang belum dikuasai.
e EKMA4434/ MODUL 9 9.33

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) B 1) A
2) c 2) A
3) D 3) B
4) c 4) A
5) c 5) B
6) c 6) c
7) A 7) A
8) c 8) B
9) c 9) c
10) D 10) c
11) c 11) D
12) A 12) A
13) B 13) B
14) B 14) D
15) A 15) c
16) A 16) D
17) B 17) c
18) D 18) B
19) B 19) A
20) D
9.34 SISTEM INFDRMASI MANA.JEMEN

Daftar Pustaka

Jogiyanto H.M. (2001). Sistem Analis dan Desain Pendekatan Terstruktur,


Teori dan Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto H.M. (2002). Sistem Informasi: Konsep Dasar dan Komponen.


Edisi 2. Y ogyakarta: BPFE.

Jogiyanto H.M. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Edisi 3. Yogyakarta:


Andi Offset.

Jogiyanto H.M. (2005). Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer,


Pemrograman, Sistem Informasi, dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta:
Andi Offset.

Kalakota, R.; dan Robinson, M. (2001). E-Business 2.0: Roadmap for


Success. Boston: Addison-Wesley.

Loudon, Kenneth C., dan Jane P. Loudon. (1996). Management Information


Systems: Organization and Technology. Fourth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall, Inc.

Martin, E. Wainright; Carol W. Brown; Daniel W. De Hayes; Jeffrey A.


Hoffer dan William C. Perkins. (2002). Managing Information
technology: What Managers Need to Know. Fifth Edition. New Jersey:
Prentice-Hall Inc.

O'Brien, James A., Marakas, George M. (2007). Management Information


Systems. Eight Edition. Boston: McGraw-Hill.

Tapscott Don, David Ticoll dan Alex Lowy. (2000). Digital Capital:
Harvesting the Power of Business Webs. Boston: Harvard Business
School Press.

Turban, E.; King D.; Lee, J.; Warkentin, M; Chung. M. (2002). Electronic
Commerce: A Managerial Perspective. Upper Saddle River, NJ: Pearson
Education, Inc.