Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Kepemimpinan

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah Kepemimpinan ini dapat


memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Surabaya, 04 Maret 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB 1 ........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
1.3. Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
1.4. Manfaat Penulisan .......................................................................................... 2
BAB II ........................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ........................................................................................................... 3
2.1. Definisi Kepemimpinan ................................................................................. 3
2.2. Teori Kepemimpinan ...................................................................................... 4
2.3. Sifat, Watak, Peran Kepemimpinan ............................................................... 5
2.4. Gaya Kepemimpinan ...................................................................................... 7
2.5. Unsur-unsur dalam Kepemimpinan................................................................ 7
BAB III ......................................................................................................................... 9
PENUTUP ..................................................................................................................... 9
3.1. Kesimpulan ..................................................................................................... 9
3.2. Saran ............................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 11

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pemimpin merupakan seseorang yang diberikan kepercayaan untuk


memberikan komando atau arahan kepada orang-orang yang telah
memberikan kepercayaan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan harapan
pemberi kepercayaan tersebut akan lebih baik nasibnya dibandingkan dari
kepemimpinan sebelumnya. Peran pemimpin dalam suatu organisasi secara
mikro dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja dan kualitas kehidupan
kerja para bawahan, yang pada akhirnya keberhasilan bawahan ini secara
makro akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi. Sebab perilaku
organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku setiap individu yang ada dalam
organisasi tersebut.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri,


kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan
masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang
pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan
dengan baik.

1.2.Rumusan Masalah

1. Bagaimana Definis Kepemimpinan?


2. Teori teori untuk menjadi pemimpin yang baik
3. Gaya-Gaya Kepemimpinan
4. Unsur didalam kepemimpinan
5. Sifat, Watak dan Peran Kepemimpinan

1
1.3.Tujuan Penulisan

1. Melatih mahasiswa dalam menyusun paper dalam menambah


pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa
2. Agar mahasiswa dapat memahami dan mendalami materi
pengetahuan tentang kepemimpinan

1.4.Manfaat Penulisan

1. Penulis dapat belajar menganalisa masalah kepemimpinan yang


ada di Indonesia
2. Memberikan masukan dan pengalaman pada pihak civitas
akademik hubungan internasional mengenai Kepemimpinan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Definisi Kepemimpinan

Pemimpin adalah seorang yang mau, mampu dan dapat menggerakkan


oaring lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan kepemimpinan adalah
suatu seni (skill) untuk mempengaruhi orang lain, tingkah laku manusia dan
kemampuan untuk membimbing orang.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan


memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan
organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah


merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan
organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki
2 aspek yaitu :

1. Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi


kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
2. Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning,
organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

3
2.2.Teori Kepemimpinan

Banyak teori-teori tentang kepemimpinan antara lain yang dikemukakan


oleh Ralp M. Stogdill (1974:17), antara lain dikemukakan bahwa teori-teori
berkenaan dengan kepemimpinan ada beberapa seperti traits theory,
environmental theory, personal situational theory, interaction-expectation
theory, humanistic theory, exchange theory. Teori kepemimpinan yang
dikemukakan oleh beberapa sarjana dan dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Teori sifat (traits theory), teori ini melihat dari sudut pandang bahwa
kepemimpinan itu untuk berhasilnya seorang pemimpin itu harus memiliki
sifat-sifat tertentu, cirri-ciri atau perangai tertentu. Seorang pemimpin akan
berhasil apabila ia memiliki sifat-sifat, ciri-ciri, perangai tersebut.
Berdasarkan asumsi ini maka lalu dicarikan sifat-sifat yang umum yang harus
dimiliki seorang pemimpin agar berhasil efektif. Sifat tersebuta dijadikan
pedoman untuk mengembangkan kepemimpinan.
2. Teori lingkungan (environmental theory), teori ini berpendapat bahwa
munculnya pemimpin itu karena keadaan, tempat dan waktu atau pemimpin-
pemimpin lahir karena situasi dan kondisi yang memungkinkan atau kodusif
untuk itu. Teori ini memperhitungkan faktor situasi dan kondisi disebut juga
teori serba situasi. Kebangkitan dan kejatuhan seorang pemimpin itu
dikarenakan oleh situasi dan kondisi, apabila ia menguasai situasi dan kondisi
maka ia akan dapat menjadi pemimpin.
3. Teori pribadi dan situasi (personal-situational theory), teori ini berusaha
menjelaskan kepemimpinan sebagai akibat dari seperangkat kekuatan yang
tunggal. Teori ini pada dasarnya mengakui bahwa kepemimpinan merupakan
produk dari terkaitnya tiga faktor: a). perangai (sifat-sifat) pribadi dari
pemimpin; b). sifat dari kelompok dan anggota-anggotanya; dan c). kejadian-
kejadian atau masalah-masalah yang dihadapi oleh kelompok. Kepemimpinan
harus dipandang sebagai hubungan diantara orang-orang dan bukannya ciri-

4
ciri atau sifat-sifat dari seseorang individu yang terisolir. Jelas di sini bahwa
sifat-sifat atau ciri-ciri seseorang saja belum memungkinkan ia berkembang
menjadi pemimpin. Sifat-sifat atau ciri-ciri itu masih harus dikaitkan dengan
situasi dan kondisi. Seorang pemimpin akan berhasil jika pada waktu lahir
memiliki bakat-bakat atau sifat-sifat kepemimpinan yang kemudian
dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman.
4. Teori interaksi dan harapan (interaction-expectation theory), teori ini
mendasarkan diri pada variabel-variabel: aksi, reaksi, interaksi dan perasaan.
Seorang pemimpin menggerakkan pengikut dengan harapan-harapan bahwa ia
akan berhasil, ia akan mencapai tujuan organisasi, ia akan mendapat
keuntungan, penghargaan dan sebagainya. Demikian pula pengikut-pengikut
mereka mengikuti pemimpin dengan harapan-harapan seperti harpan si
pemimpin tadi oleh karena itu aksi-aksi si pemimpin harus berisi sesuai
dengan harapan untuk kemudian ditanggapi dengan reaksi, sehingga dengan
demikian terjadilah interaksi yang disertai dengan perasaan-perasaan tertentu.
Interaksi tersebut diusahakan dapat memenuhi harapan-harapan bersama.

2.3.Sifat, Watak, Peran Kepemimpinan

Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para sarjana berkenaan


dengan sifat-sifat yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pemimpin dan telah
banyak pula sederetan sifat, watak dan perangai yang dikemukakan yang
berbeda antara satu sarjana dengan yang lain. Ada beberapa sifat yang
dipandang sebaiknya dimiliki seorang pemimpin yang secara umum telah
dikenal, antara lain:

1. Toleransi (Tolerance). Seorang pemimpin yang berhasil tidak


menutup diri terhadap berbagai ide dan masukan dari pihak luar.
Seorang pemimpin seharusnya terbuka bagi segala pandangan,
gagasan, ide yang berasal dari pihak-pihak lain, dengan catatan

5
pandangan, gagasan atau ide tersebut memang konstruktif untuk
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh si pemimpin.
2. Kestabilan (Stability). Seorang pemimpin yang sukses
digambarkan memiliki keuletan dan kestabilan emosi. Pemimpin
mempunyai kepercayaan diri dan dapat mengendalikan diri dan
selalu ingin mengetahui terhadap banyak hal yang berhubungan
dengan pelaksanaan tugasnya.
3. Keterbukaan (Openness). Seorang pemimpin bersifat terbuka
dalam arti dapat diajak diskusi dan jujur atau fair play dalam
segala urusan, bijaksana dalam pengambilan keputusan dan
terbuka terhadap kritik dan saran.
4. Teguh Pendirian (Firmness). Seorang pemimpin yang berhasil
menunjukkan kemahiran dalam menilai situasi dan kondisi
secara keseluruhan, tajam dalam memilih dan membedakan fakta
dan cermat dan realistik dalam pengambilan kesimpulan dan
tidak mudah berubah dalam pendirian.
5. Kesungguhan (Serious Mindsetness). Seorang pemimpin
mempunyai kesungguhan dalam arti keseriusan dalam
pelaksanaan tugas untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya
dimasa datang. Dia berpegang pada tugasnya, belajar serta
menarik pengalaman dengan sebaik-baiknya terhadap kondisi
saat ini untuk memperbaikinya dimasa depan serta
mempersiapkan dengan sebaik-baiknya bawahan dalam
pelaksanaan tugas.

6
2.4.Gaya Kepemimpinan

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang


memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya
sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab
dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan
hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic: Gaya kepemimpinan
demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas
kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan
bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan
demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta
tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire: Pemimpin jenis ini hanya
terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara
aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

2.5.Unsur-unsur dalam Kepemimpinan

1. Unsur Manusia: Manusia sebagai pemimpin ataupun yang di pimpin, mereka


melakukan interaksi didalam ruang lingkup kepemimpinan tersebut. Interaksi
yang mereka bangun akan sangat berpengaruh dari sifat dan karakter seorang
pemimpin tersebut. Hubungan yang dipimpin dan sifat pemimpin serta
bagaimana memperlakukan manusia
2. Unsur Sarana: Unsur sarana kepemimpinan yang dimaksud adalah bekal
pengetahuan dan pengalaman yang menyangkut masalah manusia dan
kelompok. Dasar ilmu pengetahuan yang digunakan dalam hal ini ialah ilmu
psikologi, sosiologi, management dan lain sebagainya. Ketiga ilmu ini perlu
dikuasai oleh seorang pemimpin karena sangat membantu didalam
menjalankan roda kepemimpinannya.

7
3. Unsur Tujuan: Kepemimpinan itu akan terarah kalau ada tujuan yang hendak
dicapai. Tujuan ini merupakan sasaran akhir dari sebuah kepemimpinan. Ke
arah mana kelompok atau organisasi itu hendak di bawa atau digerakan unsur
tujuan inilah yang menentukannya. Karena itu jika organisasi ingin berjalan
dengan baik maka factor pertama yang harus ditanyakan oleh sang pemimpin
ialah apa yang penting bagi organisasi saat ini. Dari pertanyaan ini kelompok
akan digerakan untuk mencapai target yang hendak dicapai.

8
BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan


yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya
berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang
berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut
pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya,
keterampilan, bakat, sifat sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang
mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya
kepemimpinan yang akan diterapkan.

Pemimpin artinya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk


memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan
kekuasaan. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk
mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-
tugas yang harus dilaksanakan. Tipe-tipe kepemimpinan pada umumnya
adalah tipe kepemimpinan pribadi, Tipe kepemimpinan non pribadi, tipe
kepemimpinan otoriter, tipe kepemimpinan demokratis, tipe kepemimpinan
paternalistis, tipe kepemimpinan menurut bakat. Kepemimpinan merupakan
bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, namun kepemimpinan tersebut juga
dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang telah dilaluinya.
Sedangkan pemimpin adalah orang yang mendapat kepercayaan untuk
melaksanakan tugas dan tanggungjawab tertentu dalam suatu organisasi atau
kelompok.

9
3.2.Saran

Sebagai seorang pemimpin yang menginginkan kemajuan bagi Negara


dan rakyat yang dipimpinnya, hendaknya seorang pemimpin harus memiliki
Pengetahuan umum yang luas, Kemampuan, Sikap yang intuitif atau rasa
ingin tahu, Kemampuan Analitik, Ketrampilan berkomunikasi secara efektif,
Keterampilan Mendidik, Kemampuan Menentukan Prioritas, Naluri yang
Tepat, Keteladanan, Menjadi Pendengar yang Baik, Ketegasan dan
keberanian, serta orientasi masa depan. Semuanya itu akan sangat diperlukan
oleh seorang calon pemimpin sebagai persiapan mental yang menjadi saat
sekarang, belajar dari masa lalu dan rencana dimasa depan.

10
DAFTAR PUSTAKA

1. Chaniago, Nasrul Syakur, Manajemen Organisasi, Bandung, Citapustaka,


2011
2. http://www.Blogger Kejora /Tugas Dan Fungsi Kepemimpinan.html
3. Mesiono, Manajemen Organisasi, Bandung, Citapustaka, 2010.

11