Anda di halaman 1dari 55

SKRIPSI

EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT ASAM


TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE
PADA MAHASISWA KELAS K
TAHUN 2017

Di Ajukan Untuk Melengkapi salah satu persyaratan memperoleh Sarjana Sains


Terapan (S.ST) Pada Program Pendidikan Diploma IV
Bidan Pendidik STIKes Mega Rezky Makassar

NUR ALDA AFIAH


163145301416

PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK


STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
TAHUN 2017

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut WHO menentukan usia remaja antara 12-24 tahun.

Berdasarkan data dari beberapa negara, angka kejadian dismenore di dunia

cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 50% dari seluruh wanita di dunia

menderita akibat dismenore dalam sebuah siklus menstruasi (Liewellyn,

2005). Pada tahun 2012 prevalensi dismenorhea primer di Amerika Serikat

pada wanita umur 12 17 tahun adalah 59,7%, dengan derajat kesakitan

49% dismenorhea ringan, 37% dismenore sedang, dan 12% dismenorhea

berat yang mengakibatkan 23,6% dari penderitanya tidak masuk sekolah.

Lebih lanjut dalam sebuah studi longitudinal yang dilakukan di Swedia

melaporkan dismenorhea terjadi pada 90% wanita yang berusia kurang

dari 19 tahun dan 67% wanita yang berusia 24 tahun (french, 2005).

Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat besar, rata-rata lebih

50% perempuan disetiap Negara mengalami nyeri menstruasi

(Anurogo,2008). Menurut French (2005 dikutip dari Wedoanika, 2010)

sebuah studi epidemiologi pada populasi remaja (berusia 12-17 tahun) di

Amerika Serikat, melaporkan prevalensi nyeri menstruasi 59,7%, Dari

mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan.

Kejadian ini menyebabkan 14% remaja sering tidak masuk sekolah.

Penelitian di Swedia, 80% remaja usia 19-21 tahun mengalami

dismenorea, 15% membatasi aktifitas harian mereka ketika haid dan

2
membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi dismenorea, 8-10% tidak

mengikuti atau masuk sekolah (Desfietni, 2012)

Beberapa penelitian tentang dismenorea pada remaja menunjukkan

prevalensi yang cukup tinggi. Prevalensi dismenorea di Asia kurang lebih

sekitar (84,2%), dengan spesifikasi kejadian di Asia Timur laut sebanyak

(68,7%), di Asia Timur Tengah sebanyak (74,8%), dan hampir (50,0%) di

Asia Barat Laut. Prevalensi di Asia Tenggara menunjukkan angka yang

berbeda, Malaysia memperkirakan jumlah perempuan yang mengalami

dismenorea primer adalah (69,4%), Thailand (84,2%), dan Indonesia

sendiri diperkirakan (65%) usia reproduktif mengalami dismenorea primer

Angka kejadian nyeri menstruasi di Indonesia mencapai 60-70%,

Angka kejadian dismenorea tipe primer di Indonesia adalah sekitar

54,89%, sedangkan sisanya adalah penderita dengan tipe sekunder

.Seluruh remaja perempuan pubertas angka kejadian nyeri menstruasi

berkisar antara 45% sampai 75% .Dimana ketidak hadiran di sekolah

berkisar antara 13% sampai 51% serta 5% sampai 14% ketidak hadiran

tersebut disebabkan beratnya gejala yang terjadi. Sehingga nyeri

menstruasi merupakan penyebab utama absensi pada remaja putri.

Di sulawesi selatan sendiri belum terdapat data yang akurat tentang

remaja putri yang mengalami dismenore (Rifqah Utami,2013).Suatu studi

menyatakan akibat dismenore tersebut sekitar 10% hingga 18%,

dismenoreadalah penyebab utama absen dan tergangguaktifitaslain. Halini

diperkuat adanyapenelitian bahwa akibat keluhan dismenore berdampak

3
pada gangguan aktivitas seharihari sehingga menyebabkan

absensekolah/kuliah 3 hari. Hasil studi terbarumenunjukkan bahwa

hampir 10% remajayang dismenore mengalami absence rate 13hari

perbulan atauketidakmampuan wanita dalam melakukan tugasnya sehari

hari akibat nyeri hebat(Poureslami, dkk dalam Sulastri, 2006). Tingkatan

rasa sakit pada saat menstruasi adalah sakit ringan 47,7% dan sakit berat

sebanyak 47% (Jarret, dkk dalam Sulastri, 2006).

Mengurangi rasa nyeri pada dismenore primer dapat dilakukan dengan

beberapa cara,misalnya penggunaan kompres hangat, mengkonsumsi obat-

obatan analgetik, olahraga teratur, akupuntur dan mengkonsumsi produk-

produk herbal yang telah dipercaya khasiatnya (Smith, 2003). Produk

herbal atau fitofarmaka saat ini memang sedang menjadi alternatif utama

bagi para remaja putri yang ingin mengurangi rasa nyeri tanpamendapat

efek samping (Kylenorton, 2010).

Salah satu produk herbal yang biasa dikonsumsi dan telah familiar di

masyarakat untuk mengurangi nyeri haid adalah minuman kunyit asam

(Wieser, et al, 2007). Sebagian besar masyarakat Indonesia hanya percaya

bahwa memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman kunyit asam

dapatmengurangi keluhan dismenore primer. Namun, masih jarang

penelitian secara empiris, baik observasional ataupun eksperimental di

Indonesia yangmengungkapkan bahwa kandungan minuman kunyit asam

jawa yang mampu mengurangi rasa nyeri pada dismenorea primer.

4
Minuman kunyit asam jawa adalah suatu minuman yang diolah

dengan bahan utama kunyit dan asam (Limananti danTriratnawati, 2003).

Secara alamiah memang kunyit dipercaya memiliki kandungan bahan aktif

yang dapat berfungsi sebagai analgetika, antipiretika, dan

antiinflamasi(Norton, 2008) begitu jugaasam (asam jawa) yang memiliki

bahan aktif sebagai antiinflamasi, antipiretika, dan penenang(Nair, et al.,

2004). Selain itu dijelaskan bahwa minuman kunyit asam sebagai

pengurang rasa nyeri pada dismenorea primer memiliki efek samping

minimal dan tidak ada bahaya jika dikonsumsi sebagai suatu kebiasaan

(Limananti danTriratnawati, 2003)

Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan di STIKES Mega

Rezky Makassar pada januari 2017 terdapat 39 mahasiswa DIV Bidan

Pendidik kelas K yang sudah mengalami menstruasi.

Dengan melihat latar belakang diatas,peniliti tertarik untuk melakukan

penelitian yang berjudul Efektifitas Pemberian Ekstrak Kunyit Asam

Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore pada Mahasiswa Kelas K DIV

Bidan Pendidik STIKES Mega Rezky Makassar.

B. Rumusan Masalah

Adakah pengaruh Terapi Ekstrak Kunyit Asam Terhadap Penurunan

Dismenorha pada Mahasiswa Kelas K Prodi DIV Bidan Pendidik STIKES

Mega Rezky Makassar

5
C. Tujuan Peneliti

Untuk mengetahui apakah adanya pengaruh pemberian ekstrak kunyit

asam terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada mahasiswa DIV

Bidan Pendidik kelas K STIKES Mega Rezky Makassar.

D. Manfaat Peneliti

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam

pengembangan pengetahuan yang berkaitan dengan pelaksanaan

penurunan intensitas Dismenore pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik

kelas K di STIKES Mega Rezky Makassar.

2. Manfaat Institusi

Diharapkan dapat berguna sebagai salah satu hasil penemuan dan

kajian serta bahan acuan atau pedoman bagi institusi jurusan

kebidanan untuk penulisan proposal lainnya.

3. Manfaat Penelitian

Menambah wawasan baru tentang pengaruh pemberian kunyit

terhadap kejadian dismenore pada remaja putri dan Melatih peneliti

untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang ada

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Menstruasi

1. Pengertian menstruasi

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis

dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh

hormon reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan

antara usia remaja sampai menopause. Pada wanita siklus menstruasi

rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi

tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-

kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya

menstruasi rata-rata terjadi 5 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang

hilang akibat menstruasi adalah 10 mL hingga 80 mL per hari tetapi

biasanya dengan rata-rata 35 mL per harinya. (Nilda Syntia D, 2012)

Menstruasi adalah masa perdarahan yang terjadi pada perempuan

secara rutin setiap bulan selama masa suburnya kecuali apabila terjadi

kehamilan.Masa menstruasi biasa juga disebut dengan

mens,menstruasi,atau datang bulan .Pada saat menstruasi,darah yang

keluar sebenarnya merupakan darah akibat peluruhan dinding rahim

(endometrium).Darah menstruasi tersebut mengalir dari rahim menuju

leher rahir ,untuk kemudian keluar melalu vagina.

Menstruasi adalah perdarahan uterus yang terjadi secara siklik dan

dialami oleh sebagian wanita pada masa reproduksi. Menstruasi (haid)

7
adalah pendarahan secara periodic dan siklik dari uterus yang disertai

pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi

oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang

berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan

dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil

kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang

mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. (Manuaba, 2009)

Haid atau menstruasi atau datang bulan merupakan salah satu ciri

kedewasaan perempuan. Biasanya diawali pada usia remaja 9-12

tahun, dan ada sebagian kecil yang mengalami lebih lambat dari itu

13-15 tahun. Sejak saat itu perempuan akan terus mengalami haid

sepanjang hidupnya, setiap bulan hingga mencapai usia 45-55 tahun

atau biasa disebut menopouse. Masa rata-rata perempuan haid antara

3-8 hari dengan siklus rata-rata haid selama 28 hari, masa rata-rata

dan siklus rata-rata antara satu perempuan dengan perempuan yang

lain berbeda-beda dan sangat bervariasi (Anurogo & wulandari, 2011)

2. Siklus Menstruasi

a. Gambaran klinis menstruasi

Sebagian besar wanita pertengahan usia reproduktif,perdarahan

menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus

adalah 28 hari.Wanita dengan siklus ovulatorik,selang waktu

antara awal menstruasi hingga ovulasi-fase folikular-bervariasi

lamanya.Siklus yang diamati terjadi pada wanita yang mengalami

8
ovulasi.Selang waktu antara awal perdarahan menstruasi-fase

luteal-relatif konstan dengan rata-rata 14 2 hari pada kebanyakan

wanita (Grenspan,1998).

Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi.pada

umumnya lamanya 4 sampai 6 hari,tetapi antara 2 sampai 8 hari

masih dapat dianggap normal.pengeluaran darah menstruasi terdiri

dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur

dengan darah yang banyaknya tidak tentu.Biasanya darahnya

cair,tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar,bekuan

dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan.Ketidak

bekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu

sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium.siklus

menstruasi terdapat 4 fase yaitu:

a. Fase menstruasi atau deskuamasi

Fase ini,endometrium terlepas dari dinding uterus dengan

disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum

basale,fase ini berlangsung selama 3-4 hari.

b. Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi

Fase ini ,terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya

endometrium.kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi

dan berlangsung selama 4 hari.

9
c. Fase intermenstum atau fase proliferasi

Setelah luka sembuh,akan terjadi penebalan pada endometrium

3,5 mm.Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14

dari siklus menstruasi.

1. Fase proliferasi dini ,terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-

7.Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis

dan adanya regenerasi epitel.

2. Fase proliferasi madya,terjadi pada hari ke-8 sampai hari

ke-10.Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat

dikenali dari epitel permukaan yang terbentuk torak yang

tinggi.

3. Fase proliferasi akhir,berlangsung antara hari ke-11 sampai

hari ke-14.Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang

tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.

d. Fase pramenstruasi atau fase sekresi

Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai hari ke-28.Fase ini

endometrium kira-kira tetap tebalnya,tetapi bentuk kelenjar

berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan

getah yang makin lama makin nyata.Bagian dalam sel

endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan

sebagai bahan makanan untuk telur yang dinuahi.

Fase sekresi dibagai dalam 2 tahap yaitu :

10
1. Fase sekresi dini,pada fase ini endometrium lebih tipis dari

fase sebelumnya karena kehilangan cairan.

2. Fase sekresi lanjut,pada fase ini kelenjar dalam

endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-

kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang

mengandung glikogen dan lemak.Akhir masa ini,stroma

endometrium berubah kearah sel-sel,desidua,terutama yang

ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial.Keadaan ini

memudahkan terjadinya nidasi (hanafiah,1997).

3. Gangguan Menstruasi/Haid

a. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya haid (Hipermenore

atau menoraghia,Hipomenore).

b. Kelainan siklus haid (Polimenore,Oligomenore,Amenore)

c. Perdarahan diluar haid (Metroragia)

d. Gangguan haid yang ada hubungan dengan haid. ( Ketegangan

Prahaid,Dismenore).

4. Tanda dan gejala menstruasi

b. Perut terasa mulas,mual dan panas

c. Kram pada perut bagian bawah dan vagina

d. Kurang darah (anemia)

e. Perut kembung

f. Terasa nyeri saat buang air kecil

g. Tubuh tidak fit

11
h. Demam

i. Sakit kepala dan pusing

j. Keputihan

k. Gatal-gatal pada vagina

l. Emosi meningkat

m. Mudah tersinggung

n. Gelisah

o. Gangguan konsentrasi

p. Rasa takut

q. Suka tidur

r. Nyeri pada payudara

s. Bau badan tidak sedap

t. Timbul jerawat

Gangguan diatas disebabkan karena adanya kontraksi otot-otot

halus rahim yang dikrndalikan oleh interaksi hormon yang

dikeluarkan oleh hiphotalamus,kelenjar dibawah otak depan dan

indung telur (ovarium).Tetapi tidak semua wanita mengalami

gangguan diatas,tergantung kondisi psikis dan psikologis wanita

tersebut.

B. Tinjauan Tentang Dismenorea

1. Pengertian Dismenorea

Dismenorea adalah nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga

memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau

12
cara hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari

(Simanjuntak, 2008).

Dismenore adalah keluhan sewaktu haid dalam siklus teratur akibat

dari peningkatan kadar prostaglandin dalam darah haid (Pritchard,

MacDonald, & Gant, 1991). Dismenore didefenisikan sebagai kram

menstruasi yang menyakitkan dan dibagi menjadi dismenore primer

(tanpa patologi) dan dismenore sekunder(karena patologi) (Rees, et al.

2008).

Definisi lain dikatakan, dismenorea adalah suatu keadaan aliran

siklus menstruasi yang sulit atau menstruasi yang nyeri (Calis, et al.,

2009).

Disminorhea adalah nyeri sewaktu haid. Disminorhea terdiri dari

gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar

ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejalan gastrointestinal dan

gejala neurologis seperti kelemahan umum. (Nilda Syntia D, 2012).

2. Patofisiologi Dismenorea

Penelitian membuktikan bahwa dismenore primer disebabkan

karena adanya prostaglandin F2, yang merupakan stimulan

miometrium poten dan vasokonstriktor pada endometrium. Kadar

prostaglandin yang meningkat selalu ditemui pada wanita yang

mengalami dismenore dan tentu saja berkaitan erat dengan derajat nyeri

yang ditimbulkan. Peningkatan kadar ini dapat mencapai 3 kali dimulai

dari fase proliferatif hingga fase luteal, dan bahkan makin bertambah

13
ketika menstruasi. Peningkatan kadar prostaglandin inilah yang

meningkatkan tonus miometrium dan kontraksi uterus yang berlebihan.

Adapun hormon yang dihasilkan pituitari posterior yaitu vasopresin

yang terlibat dalam penurunan aliran menstrual dan terjadinya

dismenore. Selain itu, diperkirakan faktor psikis dan pola tidur turut

berpengaruh dengan timbulnya dismenore tetapi mekanisme terjadinya

dan pengaruhnya dengan dismenore belum jelas dan masih dipelajari

(Karim,2013).

Peningkatan kadar prostaglandin juga ditemui pada dismenore

sekunder, tetapi harus ditemui adanya kelainan patologis pada panggul

yang jelas untuk menegakkan diagnosa dismenore sekunder.

Faktor yang ditemukan dalam patogenesis dismenore sekunder

adalah endometriosis, pelvic inflammatory disease, kista dan tumor

ovarium, adenomiosis, fibroid, polip uteri, adanya kelainan kongenital,

pemasangan intrauterine device, transverse vaginal septum, pelvic

congestion syndromedan allen-masters syndrome(Karim,2013).

3. Pengaruh dismenorea pada remaja

Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam

kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu

mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10

sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis

yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak

perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri

14
haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis

akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga

mengakibatkan timbul rasa nyeri. Sekitar 70-90 % kasus nyeri haid

terjadi saat usia remaja dan dapat menimbulkan dampak konflik

emosional, ketegangan dan kegelisahan. Dari konflik emosional,

ketegangan dan kegelisahan akan mempengaruhi kecakapan dan

keterampilannya. Kecakapan dan keterampilan yang dimaksud berarti

luas, baik kecakapan personal yang mencakup; kecakapan mengenali

diri sendiri dan kecakapan berpikir rasional, kecakapan sosial ,

kecakapan akademik, maupun kecakapan vokasional. Kegiatan

pendidikan pada tahap melatih lebih mengarah pada konsep

pengembangan kemampuan motorik peserta didik. Karena dismenore

aktivitas belajar dalam pembelajaran bisa terganggu, konsentrasi

menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan

selama pembelajaran yang berlangsug tidak bisa ditangkap oleh

perempuan yang sedang mengalami dismenore. Oleh sebab itu

pelmasing-masing seperti memberikan penanganan yang tepat baik

secara farmakologis atau non farmakologis.

4. Jenis dismenore

Menurut laila (2011) dismenore dibagi menajdi 2 yaitu dismenore

prime dan dismenore sekunder :

15
a. Dismenore primer

Dismenorea primer adalah nyeri menstruasi yang dirasakan tanpa

adanya kelainan pada alat reproduksi.Dengan kata lain,ini adalah

rasa nyeri yang biasa dirasakan oleh perempuan saat mengalami

haid.Rasa nyeri ini biasanya terjadi setelah 12 bulan atau

lebih,dimulai sejak haid yang pertama.Bahkan,ada sebagian

perempuan yang selalu merasakan nyeri setiap menstruasi

datang.Untuk mengatasi dismenorea ini,salah satunya dapat

dilakukan dengan menggunakan sesuatu yang hangat pada bagian

perut yang nyeri.

Dismenorea primer dapat disebabkan oleh beberapa faktor,antara

lain kejiwaan,konstitusi,endokrin atau hormonal dan alergi.

1) Faktor kejiwaan

Pada remaja yang secara emosional tidak stabil (seperti

mudah marah dan cepat tersinggung),apalagi jika tidak

mengetahui serta tidak mendapatkan pengetahuan yang baik

tentang proses menstruasi,maka hal ini dapat menyebabkan

timbulnya nyeri menstruasi.

2) Faktor konstitusi

Faktor konstitusi erat kaitannya denga faktor kejiwaan yang

dapat pula menurunkan ketahanan tubuh terhadap rasa

nyeri.Adapun faktor konstitusi ini bentuknya seperti anemia

16
atau penyakit menahun yang dapat mempengaruhi

timbulnya nyeri saat menstruasi.

3) Faktor endokrin atau hormone

Faktor ini dikarenkan endometrium memproduksi hormone

prostaglandin F2 yang menyebabkan pergerakan otot-oto

polos.Jika jumlah prostaglandin yang berlebihan dilepaskan

ke dalam peredaran darah,maka akan menimbulkan nyeri

saat menstruasi.

4) Faktor alergi

Faktor ini merupakan teori yang dikemukakan setelah

dilakukan penelitian tentang hubungan antara dismenore dan

migraine atau asma.Melalui penelitian tersebut,diduga

bahwa penyebab alergi ini ialah karena adanya toksin haid.

b. Dismenorea sekunder

Dismenorea sekunder biasanya ditemukan jika terdapat penyakit

atau kelainan pada ala reproduksi.Nyeri dapat terasa

sebelum,selama,dan sesudah haid.Penyebab terjadinya dismenorea

sekunder bisa diakibatkan oleh salpingitis korinis,yaitu infeksi yang

lama pada saluran penghubung rahim ( uterus) dengan kandung

telur ( ovum).Kondisi ini paling sering ditemukan pada wanita

berusia 30-45 tahun.Untuk penanganannya perlu dilakukan

konsultasi dokter serta pengobatan dengan antibiotika dan

antiradang.

17
5. Karateristik Dismenorea

Menurut Morgan dan Hamilton (2009), dismenore primer

umumnya dimulai 1-3 tahun setelah menarce dan bertambah berat

setelah beberapa tahun sampai usia 23-27 tahun, lalu mulai mereda.

Dismenore terjadi pada wanita yang berusia antara 20 tahun hingga 24

tahun yang mana episode dismenore yang paling parah biasanya

berlaku pada usia sebelum 25 tahun (Azifah, 2010. Hal 1).

Umumnya terjadi pada wanita nulipara dan kerap menurun

signifikan setelah kelahiran anak. Lebih sering terjadi pada wanita

obesitas. Dismenore jarang terjadi pada wanita yang memiliki siklus

menstruasi yang tidak teratur.Dismenore berkaitan dengan aliran darah

menstruasi yang lama dan jarang terjadi pada atlet. Sedangkan pada

dismenore sekunder, kasus ini dimulai setelah usia 20 tahun dan nyeri

bersifat unilateral.Faktor risiko durasi dan tingkat keparahan dismenore

adalah usia menarche, periode menstrual yang panjang dan juga adanya

riwayat merokok (Azifah, 2010, hal 1).

6. Gejala Dismenorea

Dismeorea primer dapat menimbulkan gejala-gejala seperti kram

pada perut, ketidaknyamanan / kegelisahan satu atau dua hari sebelum

menstruasi, diare, mual dan muntah, pusing, nyeri kepala bahkan

pingsan. Dismenore sekunder memiliki gejala yang sesuai dengan apa

yang menyebabkannya, jika pasien tersebut mengalami endometriosis,

maka akan timbul gejala berupa nyeri yang lebih berat selama

18
menstruasi dan nyeri tersebut menetap serta bisa ditemukan tidak hanya

di bagian uterus.jika etiologinya merupaka PID,maka dapat timbul

gejala nyeri tekan pada palpasi serta massa adneksa yang teraba.Fibroid

uterus gejalanya berupa perubahan aliran menstruasi, nyeri kram dan

polip teraba. Prolaps uteri gejalanya berupa nyeri punggung serta

dispareuni (Morgan&Hamilton,2009).

7. Faktor-faktor Risiko Dismenorea

Menurut Damianus (2006), ada beberapa faktor resiko yang bisa

meningkatkan terjadinya dysmenorrhea yaitu:

a. Wanita yang merokok

b. Wanita yang minum alkohol selama menstruasi karena alkohol

akan memperpanjang nyeri pada saat menstruasi

c. Wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas

d. Wanita yang tidak memiliki anak

e. Menarche dini (wanita yang pertama menstruasi sebelum umur

12 tahun)

f. Mempunyai riwayat yang sama dalam keluarga.

8. Derajat nyeri haid (Dismenorea)

Setiap menstruasi menyebabkan rasa nyeri, terutama pada awal

menstruasi namun dengan kadar nyeri yang berbeda-beda. Menurut

Manuaba (1999) dismenore dibagi menjadi tiga tingkat keparahan,

yaitu:

19
a. Dismenore ringan

Seseorang akan mengalami nyeri atau nyeri masih dapat ditolerir

karena masih berada pada ambang rangsang, berlangsung beberapa

saat dan dapat melanjutkan kerja sehari-hari.Dismenore ringan

terdapat pada skala nyeri dengantingkatan 1-4 (Howard, dalam

Leppert, 2004).

b. Dismenore sedang

Seseorang mulai merespon nyerinya dengan merintih dan menekan-

nekan bagia yang nyeri,diperlukan obat penghilang rasa nyeri tanpa

perlu meninggalkan pekerjanya.Dismenore sedang terdapat pada

skala nyeri dengan tingkatan 5-6 (Horward, dalam Leppert, 2004).

c. Dismenore berat

Seseorang mengeluh karena adanya rasa terbakar dan ada

kemungkinan seseorang tidak mampu lagi melakukan pekerjaan

biasa dan perlu istirahat beberapa hari dapat disertai sakit kepala,

migrain, pingsan, diare, rasa tertekan, mual dan sakit perut.

Dismenore berat terdapat pada skala nyeri dengan tingkatan 7-10

(Howard, dalam Leppert, 2004)

9. Metode menilai nyeri

Intensitas nyeri (skala nyeri) adalah gambaran tentang seberapa

parah nyeri dirasakan individu, pengukuran intensitas nyeri sangat

subjektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang

20
sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda (Tamsuri,

2007).

Menurut Perry & Potter (2005), skala penilaian Numeric Rating

Scale (NRS)digunakan untuk menggantikan penilaian dengan deskripsi

kata. Klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. Skala yang

paling efektif digunakan untuk mengkaji intensitas nyeri sebelum dan

sesudah intervensi terapeutik.

Keterangan :

0 : Tidak nyeri

1-3 : Nyeri ringan

4-6 : Nyeri sedang

7-9 : Nyeri berat terkontrol

10 : Nyeri berat sekali

Faces pain score terdiri dari 6 gambar skala wajah kartun yang

bertingkat dari wajah yang tersenyum untuk tidak ada nyeri sampai

wajah yang berlinang air mata untuk nyeri paling buruk. Kelebihan

dari skala wajah ini yaitu anak dapat menunjukkan sendiri rasa nyeri

21
dialaminya sesuai dengan gambar yang telah ada dan membuat usaha

mendeskripsikan nyeri menjadi lebih sederhana (Wong & Baker, dalam

Potter & Perry, 2005).

Gambar skala penilaian nyeri faces pain score

10. Penanganan Dismenorea

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani dismenorea

sehingga angka kejadian dismenorea danmencegah keadaan dismenore

tidak bertambah berat (Wiknjosastro,2009)

a. Penerangan dan sehat

Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenore primer adalah

gangguan siklus menstruasi yang tidak berbahaya untuk

kesehatan.Hendaknya dalam masalah ini diadakan penjelasan dan

diskusi mengenai informasi dismenore,penanggulangan yang tepat

serta pencegahan agar dismenore tidak mengarah pada tingkat yang

sedang bahkan ke tingkat berat.Penjelasan tentang pemenuhan

nutirisi yang baik perlu diberikan,karen dengan pemenuhan nutrisi

yang baik maka status gizi remaja menjadi baik.Tidak menutup

kemungkinan bahwa ketahanan tubuh meningkat dan gangguan

menstruasi dapat dicegah.Nasehat mengenai makanan

22
bergizi,istirahat dan olahraga cukup dapat berguna dan terkadang

juga diperlukan psikoterapi.

b. Pemberian obal analgestic

Obat analgesik yang sering digunakan adalah preparat kombinasi

aspirin,fenasetin,dan kafein.Cinntih obat paten yang beredar

dipasaran antara lain ponstan,novalgin,acetaminophen dan

sebagainya.

c. Terapi hormonal

Tujuan terapi hormonal adalah menekan ovulasi.Tindakan ini

bersifat sementara dengan maksud untuk membuktikan bahwa

gangguan benra berupa dismenore primer,sehingga waita dapat

tetap melakukan aktifitas sehari-hari.Tujuan ini dapat dicapai

dengan pemberian pil kombinasi kontrasepsi.

d. Terapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin

Obat ini memegang peranan penting terhadap dismenore

primer.Termasuk disini indometasin dan naproksen.Kurang lebih

70% penderita mengalami perbaikan.Hendaknya pengobatan

diberikan sebelu haid mulai,satu sampai tiga hari sebelum haid dan

pada hari pertama

Menurut laila (2011) sakit saat menstruasi dapat diatasi dengan:

1. Mengompres dengan suhu panas

Suhu panas merupakan ramuan tradisional turun-temurun yang

patut dicoba.Gunakan bantal pemanas =,kompres handuk,atau

23
botol berisi air panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa

kram(bisa perut atau pinggang bagian belakang )suhu panas

diketahui bisa meminimalkan ketegangan otot.Setelah otot

rileks,nyeri pun akan berangsur hilang.

2. Minum-minuman hangat

Minum-minuman yang hangat juga berkhasiat untuk

mengurangi sakit pada saat menstruasi.Sebab,minuman hangat

dapat memberikan sensasi menghangatkan tubuh.Suhu panas

yang diberikan mampu meminimalkan otot yang berkontraksi

agar lebih rileks,seperti teh dan jahe bisa membuat tubuh rileks

serta pikiran menjadi fresh dan siap beraktivitas kembali.

3. Tidur dan istirahat yang cukup,serta olahraga teratur.

Dengan olahraga dapat meningkatkan pasokan darah ke organ

reproduksi sehingga memperlancar peredaran darah.Olahraga

teratur seperti jalan cepat,jogging,berlari,berenang,bersepeda

atau aerobik dapat memperbaiki kesehatan secara umum dan

menjaga siklus menstruasi agar tetap teratur.Beberapa wanita

mencapai keriganan melalui olahraga,yang tidak hanya

mengurangi stress tapi juga meningkatkan produksi endorphindi

otak yang merupakan penawar sakit alam tubuh.Tidak ada

pembatasan aktifitas selama haid.olahraga latihan

aerobik,seperti jalan cepat,bersepeda,atau berenang,membantu

memproduksi bahan alami yang dapat memblok rasa sakit.

24
4. Aroma terapi dan pemijitan juga dapat mengurangi rasa tidak

nyamana.Pijatan yang ringan dan melingkar dengan

menggunakan telunjuk pada perut bagian bawah akan

membantu menguragi nyeri haid.

5. Melakukan tarik nafas dalam secara perlahan-lahan untuk

relaksasi.Dengan tarik nafas dalam di percaya dapat

menurunkan intensitas nyeri.

6. Mengkonsumsi minuman kunyit asem.Kunyit memiliki agen-

agen akitf alami yang berfungsi sebagai

analgetika,antipiretika,dan antiinflamasi sedangkan asam jawa

memiliki agen-agen aktif yang juga berfungsi sebagai

antipiretika dan penenang atau pengurang tekanan

psikis.Sehingga akan mengurangi atau menghambat kontraksi

uterus

C. Tinjauan Tentang Kunyit

1. Pengertian Kunyit

Kunyit (Indonesia) adalah suatu tanaman yang sudah dikenal di

berbagai belahan dunia. Nama lain tanaman ini antara lain

saffron(Inggris), kurkuma(Belanda),kunir(Jawa), konyet(Sunda), dan

lain sebagainya (Olivia, et al., 2006).Tanaman kunyit tumbuh

bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu,

tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan

tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat

25
telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan

pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk

yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm

dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih atau

kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata.

Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah

jingga kekuning-kuningan (Scartezzini dan Speroni, 2000).

Kunyit salah satu tamanan rempah dan obat, habitat asli tanaman

ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini

kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia,

Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia

dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi

tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu

atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Nama lokal dari

kunyit adalah saffron (Ingris), kurkuma (Belanda), kunyit

(Indonesia), kunir (Jawa),koneng (Sunda), konyet (Madura) (Putri,

2011 : 91).

Kunir atau kunyit (curcuma longa Linn sinonim dengan

Curcuma domestica val.) termasuk salah satu tanaman rempah

dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Penyebaran tanaman ini

sampai ke Malaysia, Indonesia, Asia Selatan, Cina Selatan, Taiwan,

Filipina, Australia, bahkan Afrika. Anggota family zingiberaceae ini

dikenal dengan nama kunyet (Aceh), kuning(Gayo), kuning himik

26
(Batak), undre (Nias), kunyir, koneng, koneng temen(Sunda), kunir,

kunir bentis, temu kuning (Jawa), konyek, temo koneng(Madura),

guraci (Ternate).

Kunyit banyak tumbuh dihutan dan tinggi tanamannya bisa menncapai

1 meter. Lebar daun sekitar 7-8 cm, warna daun hijau, bibir daun

lirik kekuningan, dan bunga berwarna putih (Pewe, 2006 : 35).

2. Kandungan kunyit

Kunyit mengandung protein (6,3%), lemak (5,1%), mineral (3,5%),

karbohidrat (69,4%), dan moisture(13,1%). Terdapat minyak esensial

(5,8%) yang diperoleh melalui distilasi uap dari rhizome/rimpang

tanaman kunyit yang mendandung phellandrene(1%), sabinene(0.6%),

cineol(1%), borneol(0.5%), zingiberene (25%) dan

sesquiterpenes(53%). Curcumin(diferuloylmethane) (34%) membuat

warna rhizoma kunyit menjadi kuning dan terdiri dari curcuminI

(94%), curcuminII (6%) dan curcuminIII (0.3%). Derivat dari

curcumine, berupa demethoxy, bisdemethoxy, dan curcumenol juga

diperoleh melalui distilasi uap rhizomanya (Chattopadhyay, et al.,

2004).

3. Manfaat kunyit

Umbi akar kunyit yang berumur lebih dari 1 tahun berkhasiat untuk

membersihkan perut, terutama lambung. Umbi juga dapat merangsang

danmelepaskan sisa gas di usus, serta mencegah penggumpalan darah.

Selain itu, kunyit juga digunakan sebagaiobat antigatal dan anti kejang

27
serta dapat mengurangi pembengkakan selaput lender mulut. Kunyit

juga dapat mengobati bengkak dan menyembuhkan bidung yang

tersumbat. Rimpang kunyit sangat bermanfaat sebagai antikoagulan,

menurunkan tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah,

obat sakit perut, diare, usus buntu, rematik, bahan campuran kosmetik,

bakterisida, fungisida, dan stimulan otak (Agoes, 2010 : 68).

Kunyit dapat mengobati penyakit diabetes mellitus, tifus,

keputihan, melancarkan peredaran darah, menghilangkan flek diwajah,

megatasi pilek, gangguan haid, radang kulit, rematik, demam,

sakit kuning, hepatitis, diare, disentri dan gangguan pencernaan.

Selain itukunyit juga berkhasiat untuk mengata si radang, berfungsi

sebagai analgesik, karmianatif, peluruh haid serta dapat dipakai

sebagai obat luar untuk merawat kulit (astringen) (Murti dan Poerba,

2010: 55).Penyakit yang dapat diobati oleh kunyit, yaitu demam,

dyspepsia (perut kembung, nyeri, mual, tidak nafsu makan),

terlambat haid, eksem, keputihan, radang rahim, radang usus buntu,

hepatitis, sakit kuing, gatal akibat cacar air, radang gusi, radang

amandel, dan tekanan darah tinggi (Permadi, 2008 : 37).

Di Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena

berkhasiat menyejukan, membersihkan, mengeringkan,menghilangkan

gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit,

yaitu: sebagai bahan obat tradisional,haid tidak lancar, perut mulas

saat haid, memperlancar ASI, cangkrang (waterproken), amandel,

28
berak lender, morbili, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan

bumbu masak, dan sebagainya (Dalimartha, 2008 : 92).

Di Indonesia, khususnya daerah Jawa, kunyit banyak digunakan

sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan,

mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan.

Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional,

bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak,

peternakan, dan lain lain. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu

juga bermanfaat sebagai analgetika, antiinflamasi, antioksidan,

antimikroba, pencegah kanker, antitumor, dan menurunkan kadar

lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah (Olivia, et

al., 2006).

Kunyit juga dapat diminum sebagai ramuan herbal pereda rasa

nyeri menstruasi .Berikut adalah cara meramuanya.Ambillah tiga ruas

jari kunyit,kupas sampai bersih.Lalu,cuci,dan iris memanjang.Setelah

itu,seduh dengan air panas.Tambahkan asam jawa serta gula merah

hingga rasanya manis asam.

Ramuan ini dapat membantu melancarkan haid dan mengurangi

nyeri.Adanya kurkumin yang terkandung dalam kunyit dan fruit acid

dala asam jawa akan membuat darah haid menjadi lancar dan

mengurangi kram perut.

29
D. Tinjauan tentang Asam Jawa

1. Asam Jawa

Asam jawa termasuk tumbuhan tropis. Asal-usulnya diperkirakan

dari savana Afrika timur di mana jenis liarnya ditemukan, salah

satunya di Sudan. Semenjak ribuan tahun, tanaman ini telah

menjelajah ke Asia tropis, dan kemudian juga ke Karibia dan Amerika

Latin. Di banyak tempat yang bersesuaian, termasuk di Indonesia,

tanaman ini sebagian tumbuh liar seperti di hutan-hutan savana (El-

Siddig, et al., 2006).

Pohon asam berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami

masa gugur daun), tinggi sampai 30 m dan diameter batang di pangkal

hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan

memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun,

melebar dan membulat. Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13

cm, terletak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing,

merah jambu keputihan. Anak daun lonjong menyempit, 8-16 pasang,

masing-masing berukuran 0,5-1 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya

miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk

(El-Siddig, et al., 2006).

2. Kandungan Asam Jawa

Kandungan bahan aktif terpenting dari buah asam jawa adalah

xylose (18%). Sedang bahan lain yang bisa diperoleh antara lain

galaktosa (23%), glukosa (55%), dan arabinose (4%). Bahan lain yang

30
bisa diperoleh dari buah ini melalui dilusi menggunakan asam dan

pemanasan adalah xyloglycans, tannins, saponins, sesquiterpenes,

alkaloids, dan phlobatamins (Pauly, 1999). Selain agen-agen yang

dapat ditemukan di atas, ternyata baru-baru ini juga ditemukan agen

aktif yang sangat bermanfaat dalam bidang medis, yaitu anthocyanin

(Nair, et al., 2004).

3. Minuman Kunyit Asam

Minuman kunyit asam merupakan salah satu jenis minuman

tradisional yang sudah sangat populer di masyarakat, khususnya

daerah Jawa. Minuman ini merupakan suatu minuman yang dahulu

dikenal sebagai jamu tetapi karena kemajuan zaman dan efek yang

ditimbulkan oleh minuman ini, saat ini minuman kunyit asam tidak

dikenal sebagai jamu lagi. Minuman ini berbahan baku utama kunyit

dan asam. Saat ini minuman kunyit asam bisa diperoleh dengan jalan

membuat sendiri atau membeli produk jadi yang diproduksi pabrik

(Olivia, et al., 2006)

Minuman kunyit asam yang beredar di masyarakat biasanya terdiri

dari setengah kilogram kunyit, setengah kilogram asam jawa,

seperempat kilogram gula jawa, dan dua liter air. Kunyit yang telah

dipersiapkan harus dibersihkan, diparut, kemudian diperas untuk

diambil airnya. Air kunyit yang diperoleh, direbus dan dimasukkan

asam jawa, air, serta gula jawa. Setelah itu harus didihkan dan akan

diperoleh minuman kunyit asam (Dinda, 2007).

31
Kunyit asam yang biasanya jadi salah satu bahan resep makanan

ternyata memiliki manfaat khasiat dan kandungan yang bagus buat

kesehatan. Kunyit yang mempunyai nama lain Curcuma Domestica

val,kunyit mempunyai aktivitas sebagai anti inflamasi(anti

peradangan) aktivitas terhadap repti ulcer, anti toksis, anti

hiperlipidemia, dan aktivitas anti kanker dan asam jawa (tamarindus

indica) yang mengandung senyawa kimia antara lain asem appel, asam

sitrat,asam anggung, asam tetrat. Kunyit asam juga dapat

menyembuhkan penyakit seperti sakit keputihan,dismenore (nyeri

haid), perut mual, perut mules, perut kembung, diare, mabuk

kendaraan, demam. (Thomas,2008).

4. Kandungan dan pengaruh kunyit asam mengurangi keluhan

dismenorhea.

Untuk mengatasi nyeri haid (dismenore) dapat dilakukan dengan

pemberian obat analgesik dan anti inflamasi dan terapi ramuan herbal

yang telah di percaya khasiatnya yang berasal dari bahan-bahan

tanaman. Beberapa bahan tanaman dipercaya dapat mengurangi rasa

nyeri yaitu kunyit, asam jawa, kayu manis, cengkeh, jahe.

Salah satu produk herbal yang menjadi alternatif bagi para remaja

putri yang ingin mengurangi nyeri haid adalah minuman kunyit asam.

Minuman kunyit asam adalah minuman yang bahan utamanya berasal

dari kunyit dan asam. secara alamiah kunyit dipercaya memiliki

kandungan senyawa fenolik sebagai antioksidan, bermanfaat sebagai

32
analgetika, anti-inflamasi, antimikroba, serta pembersih darah.

Senyawa aktif yang terdapat pada kunyit yaitu curcumine. asam jawa

juga memiliki bahan aktif yaitu anthocyanin yang berfungsi sebagai

anti-inflamasi dan antipiretika.

Lebih spesifik dapat di jelaskan bahwa kandungan curcumine pada

kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat reaksi

cyclooxygenase (COX) sehingga menghambat atau mengurangi

terjadinya inflamasi sehingga akan mengurangi atau bahkan

menghambat kontraksi uterus yang menyebabkan nyeri haid.

E. Definis Operasional Pengaruh Pemberian Ekstrak Kunyit Asam

Terhadap Dismenorhea.

1. Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Jawa Terhadap Dismenorea

Minuman kunyit asam merupakan salah satu jenis minuman

tradisional yang sudah sangat populer di masyarakat, khususnya

daerah Jawa. Minuman ini merupakan suatu minuman yang dahulu

dikenal sebagai jamu tetapi karena kemajuan zaman dan efek yang

ditimbulkan oleh minuman ini, saat ini minuman kunyit asam tidak

dikenal sebagai jamu lagi. Minuman ini berbahan baku utama kunyit

dan asam. Saat ini minuman kunyit asam bisa diperoleh dengan jalan

membuat sendiri atau membeli produk jadi yang diproduksi pabrik

(Olivia, et al., 2006)

Minuman kunyit asam yang beredar di masyarakat biasanya terdiri

dari setengah kilogram kunyit, setengah kilogram asam jawa,

33
seperempat kilogram gula jawa, dan dua liter air. Kunyit yang telah

dipersiapkan harus dibersihkan, diparut, kemudian diperas untuk

diambil airnya. Air kunyit yang diperoleh, direbus dan dimasukkan

asam jawa, air, serta gula jawa. Setelah itu harus didihkan dan akan

diperoleh minuman kunyit asam (Dinda, 2007).

Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kebiasaan mengkonsumsi

minuman kunyit asam yang dilakukan oleh para remaja putri dapat

mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala-gejala dismenorea

primer. Hal ini sesuai dengan tinjauan teori yang telah diungkapkan

sebelumnya mengenai bahan-bahan aktif yang terdapat dalam kunyit

dan asam. Baik kunyit asam sebagai antiinflamasi, analgetika dan

antipiretika, maupun sebagai penenang yang bisa menghindarkan

stimulasi saraf simpatis dari stres yang sering dialami remaja putri oleh

karena aktivitasnya sehari-hari.

Jadi secara garis besar, sesuai dengan pendapat-pendapat peneliti

yang telah disebutkan sebelumya, mengenai buah rimpang kunyit dan

buah asam yang kemudian diolah menjadi minuman kunyit asam,

bahwa gabungan kedua komponen tersebut mengandung berbagai

bahan aktif alami yang dapat menurunkan aktivitas enzim

siklooksigenase (COX) sehingga dapat menurunkan reaksi inflamasi,

mengurangi pelepasan prostaglandin saat menstruasi, menekan

aktivitas sistem saraf otonom sehingga menekan terjadinya kontraksi

34
dan vasospasme uterus yang berlebihan, dan mengurangi stres

emosional yang bekerja melalui sistem saraf otonom.

Ramuan tradisional juga bisa mengurangi dismenore. Kunyit asam

yang biasanya jadi salah satu bahan resep makanan ternyata memiliki

manfaat khasiat dan kandungan yang bagus buat kesehatan. Kunyit

yang mempunyai nama lain Curcuma Domestica val,kunyit

mempunyai aktivitas sebagai anti inflamasi(anti peradangan) aktivitas

terhadap repti ulcer, anti toksis, anti hiperlipidemia, dan aktivitas anti

kanker dan asam jawa (tamarindus indica) yang mengandung senyawa

kimia antara lain asem appel, asam sitrat,asam anggung, asam tetrat.

Kunyit asam juga dapat menyembuhkan penyakit seperti sakit

keputihan,dismenore (nyeri haid), perut mual, perut mules, perut

kembung, diare, mabuk kendaraan, demam. (Thomas,2008).

Minuman herbal yang dari dahulu sudah diakui khasiatnya untuk

mengatasi nyeri haid.Minuman itu yaitu kunyit asam gula jawa atau

orang Jawa sering menyebutnya dengan jamu kunir asem. Minuman

ini dapat kamu bikin sendiri dirumah.Dengan minum jamu secara

teratur 2 x satu hari waktu haid, maka nyeri haid bakal sembuh dengan

baik.

35
F. Kerangka Konsep

Efektifitas pemberian
Intensitas Nyeri
Ekstrak kunyit asam
Dismenore

Keterangan :

: Variabel independen

: Variabel dependen

: Variabel yang diteliti

G. Definisi Operasional dan Kriteria Objektif

1. Intensitas Nyeri Dismenore

Disminorhea adalah nyeri sewaktu haid. Disminorhea terdiri dari

gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar

ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejalan gastrointestinal

dan gejala neurologis seperti kelemahan umum. (Nilda Syntia D,

2012).

a. Menderita Dismenorea : Jika seorang wanita mengalami

keluhan nyeri perut bagian bawah

pada masa menstruasi.

b. Tidak menderita dismenorea : Tidak mengalami keluhan nyeri

perut bagian bawah pada masa

menstruasi

2. Efektifitas Pemberian Ekstrak Kunyit Asam

Minuman kunyit asam adalah minuman yang bahan utamanya

36
berasal dari kunyit dan asam. secara alamiah kunyit dipercaya

memiliki kandungan senyawa fenolik sebagai antioksidan, bermanfaat

sebagai analgetika, anti-inflamasi, antimikroba, serta pembersih darah.

Senyawa aktif yang terdapat pada kunyit yaitu curcumine. asam jawa

juga memiliki bahan aktif yaitu anthocyanin yang berfungsi sebagai

anti-inflamasi dan antipiretika.mengkonsumsi minuman kunyit asam

yang dilakukan oleh para remaja putri dapat mengurangi atau bahkan

menghilangkan gejala-gejala dismenorea mengenai bahan-bahan aktif

yang terdapat dalam kunyit dan asam. Baik kunyit asam sebagai

antiinflamasi, analgetika dan antipiretika, maupun sebagai penenang

yang bisa menghindarkan stimulasi saraf simpatis dari stres yang

sering dialami remaja putri oleh karena aktivitasnya sehari-hari.

Kriteria Objektif:

a. Efektif : Sesuai uraian diatas berarti ekstrak kunyit

asam dapat menghilangkan dismenorhea

b. Tidak Efektif : Tidak sesuai dengan uraian di atas

H. Hipotesis Penelitian

1. Hipotesis Alternatif (Ha)

Ada pengaruh dari ekstrak kunyit asam terhadap nyeri haid pada

mahasiswa kelas K Prodi DIV Bidan Pendidik STIKES Makassar.

2. Hipotesis nol (H)

Tidak ada pengaruh dari ekstrak kunyit asam terhadap nyeri haid pada

mahasiswa kela K Prodi DIV Bidan Pendidik STIKES Makassar.

37
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen yang bersifat

kuantitatif. Dengan jenis penelitian adalah quasi ekperimen. Penelitian

eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh

pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian. (Carsel,

2016). Desain penelitian yang digunakan adalah one grup pretest-posttest,

Desain yang digunakan dapat digambarkan sebagai berikut :

O1 X O2
Keterangan :
O3 - O4
O1 : Pretest untuk kelompok eksperimen

X : Treatment atau perlakuan

O2 : Posttest untuk kelompok eksperimen

(Siswanto, 2014).

Prosedur pelaksanaan penelitian mulai dari tahap penentuan subjek

penelitian, pre-test, pemberian ekstrak kunyit asam, dan post-test. Adapun

gambarannya sebagai berikut :

1. Penentuan subjek ekperimen dilakukan terhadap mahasiswa semester VIII

D-IV Bidan Pendidik Kelas K STIKES Mega Rezky Makassar.

38
2. Pemberian pre-test terhadap subjek penelitian berupa pemberian kuesioner

penelitian yang berisi daftar pertanyaan tentang kejadian dismenorhea..

3. Pemberian ekstrak kunyit asam tehadap subjek penelitian.

4. Pemberian post-test terhadap subjek penelitian berupa pemberian

kuesioner berisi item pertanyaan tentang kejadian Dismenorhea.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Mega Rezky Makassar yang

bertempat di Jln Antang raya No.43.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s/d Juni 2017.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Siswanto, 2014)

Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswi D4 Bidan

Pendidik STIKes Mega Rezy Makassar Tahun 2016 sebanyak 39 orang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumalah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut (Siswanto, 2014)

Penarikan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling

39
dengan tekhnik total sampling yaitu semua populasi dijadiakn sebagai

sampel. (Siswanto, 2014).

D. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian yang digunakan adalah :

1. Kuesioner Rating-Scale, untuk penilaian sebelum dan sesudah dilakukan

perlakuan.

E. Tekhnik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawab. Kuesioner diberikan kepada sampel untuk memperoleh

gambaran tentang kejadian Dismenorhea sebelum (pretest) maupun

sesudah (postest) diberikan terapi ekstrak kunyit asam.

Kuesioner yang diberikan kepada responden penelitian, dimana

angket peneliti sifatnya tertutup, dengan dua pilihan jawaban yaitu Benar

dan Salah.

Tabel 4.0 Pembobotan Kuesioner Penelitian

Pilihan Jawaban Nilai

Benar 2

Salah 1

2. Observasi

Kriterianya ditentukan sendiri oleh peneliti berdasarkan persentase

kemunculan setiap aspek pada setiap kali pertemuan latihan. Kriteria untuk

40
penentuan hasil observasi dibuat berdasarkan hasil analisis persentase

mengikuti kurva normal yaitu nilai tertinggi 100 % dan angka terendah 0%

sehingga diperoleh kriteria sebagai berikut:

Tabel 4.1 Kriteria Hasil Observasi

PERSENTASE KATEGORI

60% - 100% Dismenorhea

0% - 59% Tidak Dismenorhea

F. Analisis Data

Setelah seluruh data yang diperoleh telah akurat, maka di adakan proses

analisa dengan dua cara, yaitu :

1. Analisis Univariat

Analisis statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan

tingkat stress akademik mahasiswa D3 kebidanan STIKes Mega Rezky

Makassar sebelum dan sesudah diberikan penerapan pendekatan rational

emotive behavior therapy, dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi

dan presentase dengan rumus presentase, yaitu :

f
P x100%
N

Di mana:

P : persentase

f : frekuensi

N : jumlah sampel

K : konstanta (100%). (Notoatmodjo, 2010)

41
2. Analisis Bivariat

a. Uji Kolmogrov (Normalitas data)

Untuk menguji hipotesis dengan statistic parametric (t-test

untuk satu sampel) mensyaratkan bahwa data setiap variable yang

akan di analisis harus terdistribusi normal. Oleh karena itu, sebelum

pengujian hipotesis dilakukan, maka terlebih dahulu akan dilakukan

pengujian normalitas data. Pada penelitian ini, uji normalitas data

menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov dengan bantuan SPSS 16,0.

Jika nilai sig. lebih besar dari taraf signifikan = 0,05 maka

berarti data berdistribusi normal, Sebaliknya, jika nilai sig. lebih kecil

dari = 0,05 maka berarti data tidak terdistribusi normal.

(Sugiyono, 2014).

b. Paired Samples T test ( Uji T Dua Sampel Bebas)

Dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik yaitu uji

t dua sampel bebas, dan skala pengukuran variable adalah skala

interval. Dalam pengujian tahap kesalahan ditetapkan sebesar 0,05 %.

Uji t dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian

mengenai Efektifitas Pemberian Ektrak Kunyit Asam Terhadap

Intensitas Nyeri Dismenorhea Pada Mahasiswa Kelas K D-IV Bidan

Pendidik STIKes Mega Rezky Makassar dengan menggunakan

aplikasi SPSS 16,0. Tingkat signifikansi yang digunakan 0,05 dengan

kriteria adalah :

42
a. Ho ditolak dan Ha diterima jika nilai P < yang berarti ada

pengaruh antara variable dependen dan variable independen.

b. Ho di terima dan Ha ditolak jika nilai P > yang berarti tidak ada

pengaruh antara variable dependen dan variable independen.

G. Etika Penelitian

Penelitian dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari berbagai

pihak yang berwenang. Etika penelitian ini menurut (Notoadmojo, 2010)

yaitu:

1. Informed consent

Lembar persetujuan yang akan diberikan kepada subjek yang akan

diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang akan

dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah

pengumpulan data. Jika responden bersedia untuk diteliti maka responden

harus menandatangani lembar persetujuan tersebut. Jika responden

menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak akan memaksa dan

menghormati hak-haknya.

2. Anomity

Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan

mencantumkan namanya pada lembar tersebut.

3. Confidenitiality (Kerahasiaan)

Kerahasiaan informasi dijamin oleh peneliti, hanya kelompok data

tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil riset sesuai

dengan tujuan peneliti.

43
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Tempat Penelitian

D IV Bidan Pendidik STIKES Mega Rezky Makassar mendapat izin

pendirian pada Tahum 2008 (898/D/T/2008), kemudian diakreditasi pada

tahun 2011. Ketua jurusan sekaligus sebagai Ketua Prodi yaitu Ibu

Dudun Nuryanti, S. ST., M. Keb sejak tahun 2009-2011, kemudian Ketua

Prodi kedua yaitu Hj Sumarni, S. ST., SKM., M. Kes sejak tahun 2011-

sekarang.

Adapun Visi dari program studi D IV Bidan Pendidik STIKes Mega

Rezky Makassar adalah menghasilkan tenaga bidan pendidik sebagai

lembaga profesi yang unggul dan terkemuka berlandaskan etika profesi

berstandar nasional menuju standar internasional. Misi dari Program

Studi ini adalah :

a. Mengembangkan sistem pendidikan Nasional yang berwawasan ke

depan

b. Memfasilitasi proses belajar mengajar secara teori, praktik dan

praktikum serta menjamin kualitas tenaga dosen atau pembimbing,

fasilitas pembelajaran, pengalaman klinik dengan pengelolaan yang

baik

c. Materi kurikulum dan sistem pembelajaran akan disesuaikan dengan

kebutuhan secara didik, masyarakat, stage holder sehingga alumni

44
yang dihasilkan merupakan tenaga yang professional dan siap pakai

bagi institusi maupun pembimbing mahasiswa di lahan praktik

d. Mengembangkan iklim belajar yang dinamis, berwawasan global

yang berakar pada etika profesi, norma budaya nasional.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di STIKes Mega Rezky

Makassar. Jenis penelitian ini adalah pendekatan eksperimen yang

bersifat kuantitatif yaitu Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian

ini adalah semua mahasiswa kelas K Prodi D IV Bidan Pendidik STIKes

Mega Rezky Makassar Tahun 2017 sebanyak 39 orang diperoleh sampel

sebanyak 15 orang dengan teknik pengambilan sampel Purposif

Sampling.Karakteristik responden berdasarkan.

Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Responden Karakteristik Berdasarkan
Usia Pada Kelas K STIKES Mega Rezky
Makassar Tahun 2017
Usia Frekuensi Presentase (%)
< 25 Tahun 14 93
>25 Tahun 1 7
Total 15 100

Sumber: Data Primer 2017


Berdasarkan Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa jumlah

responden karakteristik berdasarkan usia pada kelas K terdapat <25

tahun sebanyak 14 orang (93%) sedangkan pada usia >25 tahun

sebanyak 1 orang (7%).

45
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Responden Karakteristik Berdasarkan
Siklus Haid Pada Kelas K STIKES Mega Rezky
Makassar Tahun 2017
Siklus Haid Frekuensi Persentase (%)
28 hari 9 60
> 28 hari 6 40
Total 15 100

Sumber:Data Primer 2017


Berdasarkan Tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa jumlah responden

karakteristik berdasarkan siklus haid pada kelas K terdapat siklus haid

28 hari sebanyak 9 orang (60%) sedangkan siklus haid >28 hari

sebanyak 6 orang (40%).

1. Analisa Univariat

a. Distribusi Frekuensi Sebelum Pemberian Ektrak Kunyit Asam

Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian
Dismenorhea sebelum pemberian ektrak kunyit asam
pada kelas K STIKes Mega Rezky
Makassar Tahun 2017

Kejadian Persentase (%)


Frekuensi
Dismenorhea
Dismenorea 15 100

Tidak dismenorea 0 0

Jumlah 15 100

Sumber: Data Primer 2017

46
Berdasarkan Tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa jumlah responden

sebelum diberikan terapi ekstrak kunyit asam menunjukkan bahwa

dari 15 responden yang mengalami dismenore sebanyak 15 orang (100

%), dan yang mengalami tidak dismenore 0 orang (0 %).

b. Distribusi Frekuensi Setelah Pemberian Ekstrak Kunyit Asam

Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian
Dismenorhea sebelum pemberian ektrak kunyit asam
pada kelas K STIKes Mega Rezky
Makassar Tahun 2017

Kejadian Persentase (%)


Frekuensi
Dismenorhea
Dismenorea 4 26,7

Tidak dismenorea 11 73,3

Jumlah 15 100

Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan Tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa jumlah

responden setelah diberikan terapi ekstrak kunyit asam menunjukkan

bahwa dari 15 responden yang mengalami dismenore sebanyak 4 orang

(26,7 %), dan yang tidak dismenore 11 orang (73,7 %).

2. Analisa Bivariat

a. Uji Kolmogrof

Tabel 4.6
Uji Normalitas data

Kuesioner N Sig. Ket.


Hasil 15 0,418 0,05 Normal

47
Berdasarkan Tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa hasil uji

normalitas data adalah 0,418 > 0,05, yang berarti data terdistribusi

normal.

b. Uji T

Uji paired samples t-test (Uji T dua sampel berpasangan) dilakukan

untuk mengetahui pengaruh variable independent terhadap variable

dependent dengan tingkat kemaknaan = 0,05. Pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.7
Efektifitas Pemberian Ekstrak Kunyit Asam terhadap
Intensitas Nyeri Dismenorhea Pada Mahasiswa
Kelas K DIV Bidan Pendidik
STIKes Mega Rezky Makassar

Kejadian Dismenorhea N Mean SD P


Sebelum 15 1,00 0,000 0,041
Sesudah 15 1,27 0,458

Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa kejadian

dismenorhea sebelum pemberian ektrak kunyit asam diperoleh nilai

mean (rata-rata) yaitu 1,00 dan standar deviasi (simpangan baku)

yaitu 0,000. Sedangkan kejadian dismenorhea setelah pemberian

ekstrak kunyit asam diperoleh nilai mean (rata-rata) yaitu 1,27 dan

standar deviasi (simpangan baku) yaitu 0,458.

Berdasarkan hasil uji paired sampel t test di peroleh nilai p =

0,041 lebih kecil dari nilai yang ditetapkan yaitu 0,05. Dengan

demikian Ho di tolak dan Ha diterima yaitu ada pengaruh ekstrak

48
kunyit asam terhadap nyeri haid pada mahasiswa kelas K DIV Bidan

Pendidik STIKes Mega Rezky Makassar.

B. Pembahasan

Pengaruh Terapi Ekstrak Kunyit Asam terhadap Penurunan

Dismenorhea selama menstruasi pada hari pertama hingga ketiga sebelum

haid di Kelas K Prodi D IV Bidan Pendidik STIKes Mega Rezky

Makassar tahun 2017.Minuman kunyit asam merupakan salah satu jenis

minuman tradisional yang sudah sangat populer di masyarakat, khususnya

daerah Jawa. Minuman ini merupakan suatu minuman yang dahulu

dikenal sebagai jamu tetapi karena kemajuan zaman dan efek yang

ditimbulkan oleh minuman ini, saat ini minuman kunyit asam tidak

dikenal sebagai jamu lagi. Minuman ini berbahan baku utama kunyit dan

asam. Saat ini minuman kunyit asam bisa diperoleh dengan jalan

membuat sendiri atau membeli produk jadi yang diproduksi pabrik

(Olivia, et al., 2006).

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis

dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh

hormon reproduksi. Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi

seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini

memang sedikit mengganggu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah

medisnya disebut Dismenorhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.

Nyeri saat haid biasanya dialami oleh beberapa wanita bahkan ada juga

yang sampai pingsan. Hal tersebut terjadi kerena adanya penyumbatan di

49
saluran tempat keluarnya darah haid. Hal tersebut terjadi juga karena

ketidakseimbangan hormon. (Nilda Syntia D, 2012).

Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja

mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun.

Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap

perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang

mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri

haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan

hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa

nyeri.Hasil analisa univariat variabel skala nyeri dismenorhea sesudah (P

Nilai rata-rata skala nyeri sesudah (posttest)) diberikan terapi ekstrak

kunyit asam turun menjadi 3,8 sementara nilai rata-rata skala nyeri

sebelum (pretest) diberikan terapi adalah 6. Penurunan skala nyeri ini

disebabkan pemberian terapi ekstrak kunyit asam. Rata-rata penurunan

skala nyeri pada klien setelah diberikan terapi adalah 3,8.

Hasil uji statistic menggunakan paired t-test diperoleh value =

0,041 ( = 0,05), yang berarti P value lebih kecil dari . Dari

Perbandingan tersebut yang artinya secara statistik adalah Ho ditolak atau

Ha diterima dimana ada perbedaan rata-rata (mean) tingkat dismenorhea

sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi ekstrak kunyit asam.

Dengan kata lain ada pengaruh terapi ekstrak kunyit asam terhadap

penurunan nyeri dismenorhea pada Mahasiswa Kelas K Prodi D IV Bidan

Pendidik STIKes Mega Rezky Makassar Tahun 2017.

50
Dengan demikian, memberikan terapi ekstrak kunyit asam

merupakan alternative yang bisa dilakukan untuk mengurangi

dismenorhea karena berfungsi sebagai analgesik. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa terapi ekstrak kunyit asam berpengaruh terhadap

penurunan nyeri haid (dismenorhea) pada mahasiswi kelas K Prodi D IV

Bidan Pendidik STIKES Mega Rezky Makassar tahun 2017.

C. Keterbatasan Penelitian

Beberapa keterbatasan penelitian yang dirasakan oleh penulis adalah

sebagai berikut:

1. Penelitian dengan menggunakan metode eksperiment seringkali bersifat

subjektif bukan berdasarkan pengalaman responden yang nyata.

2. Penelitian dilakukan pada jam sekolah sehingga mahasiswa tidak

berkonsentrasi penuh dengan pertanyaan yang diberikan

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh terapi ekstrak kunyit

asam terhadap penurunan nyeri haid (dismenorhea) pada mahasiswi kelas

51
K prodi D IV bidan pendidik STIKES Mega Rezky Makassar, tanggal 02

Maret sampai dengan 09 Mei 2017 yang diperoleh, maka peneliti dapat

menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pemberian terapi ekstrak kunyit asam pada mahasiswi kelas K prodi D IV

bidan pendidik STIKES Mega Rezky Makassar sudah dilakukan secara

tepat.

2. Rata-rata terapi ekstrak kunyit asam terhadap penurunan tingkat

dismenorhea memberikan perubahan skala

3. Rata-rata skala nyeri dismenorhea sebelum (pretest) diberi terapi ekstrak

kunyit asam adalah 6 dengan kategori nyeri sedang, dengan nilai

minimum 4 dan nilai maksimum 8.

4. Rata-rata skala nyeri dismenorhea sesudah (posttest) diberi terapi ekstrak

kunyit asam adalah 3,8 dengan katogori nyeri ringan dengan nilai

minimum 3 dan nilai maksimum 5.

5. Pemberian terapi ekstrak kunyit asam terhadap skala nyeri dismenorhea

pada Mahasiswi Kelas K Prodi D IV Bidan Pendidik STIKES Mega

Rezky Makassar Tahun 2017 mengalami penurunan efektif.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka

penulis memberi saran sebagai berikut :

1. Diharapkan mahasiswi agar dapat menerapkan pemberian terapi ekstrak

kunyit asam saat mengalami dismenorhea untuk penurunan skala nyeri

52
2. Bagi remaja putri maupun wanita usia subur yang mengalami

dismenorhea pada saat menstruasi, sebaiknya diberikan informasi tentang

pemberian terapi ekstrak kunyit asam untuk penurunan nyeri haid

(dismenorhea) melalui penyuluhan maupun media lainnya.

3. Bagi Akademik sebaiknya memperhatikan mengenai terapi ini dengan

memperbanyak referensi seperti jurnal tentang kelebihan ekstrak kunyit

asam terhadap dismenorhea.

4. Bagi profesi kebidanan/ komunitas sebaiknya memahami lebih dalam

mengenai pemberian terapi ekstrak kunyit asam terhadap penurunan

dismenorhea agar dapat memanfaatkan alternative ini apabila menjadi

bidan desa maupun bidan komunitas.

DAFTAR PUSTAKA

Afiyanti Yati, Rachmawati NurImami. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif


dalam Riset Keperawatan. Raja grafindo Persada: Depok.
Alimul, H.A.2008.Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah.Salemba
Medika : Jakarta

53
Anonim, 2015, Profil Kesehatan Kota Makassar. Dinas Kesehatan Provinsi
Sulawesi Selatan. Makassar. H 97.
Anurogo, W. 2011. Cara Jitu Mengatasi Nyeri haid. Yogyakarta : C. V ANDI
OFFSET

Astrid Rakhma.2012.Gambaran Derajat Dismenore dan Upaya Penanganannya


Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Arjuna Depok Jawa Barat.
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/24158/1/AST
RIDA%20RAKHMA-fkik.pdf
Dalimartha, Hembing. 2004. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan. Jakarta :
Penebar Swadaya
Dwi Cahyono Aris.2015.Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap
Dismenorehttp://lppm.akperpamenang.ac.id/wp
content/uploads/2015/05/0505.pdf.
HK Joseph. 2011. Catatan Kuliah Ginekologi dan Obstetri (obsgyn). Nuha
Medika : Yogyakarta.
Lingga, 2010. Mengatasi Gangguan Menstruasi. Jogjakarta : Bookmarks
Diglossia Media.

Najmi, L.N.2011.Buku Pintar Menstruasi +Solusi Mengatasi Segala


Keluhannya.BukuBiru :Jogjakarta.
Saryono, Anggraeni DwiMekar. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif dan
Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan.Nuha Medika :Yogakarta.

Sido Muncul.Kunyit Asam.Diakses 15 Februari 2017.


http://sidomuncul.id/product/detail/3
S. Masri dan Effendi Sofian, 2015. Metode penelitian Survai. Jakarta : LP3ES.

Sophia, Frenita, dkk (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan disminorhea


pada siswi SMK Negeri 10 Medan

Sri Dewi Lestari .2013.Pengaruh Dismenore Pada Remaja


.http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/2725.
Sudjana, D, 2001. Metode & Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung : Falah
Production.

Sukarni, I.K.2013.Kehamilan Persalinan dan Nifas dilegkapi dengan


Patologi.Nuha Medika :Yogyakarta.
Sulistyaningsih, 2012. Metodologi Penelitian Kebidanan Kuantitatif-Kualitatif.
Yogyakarta : Graha Ilmu.

54
55