Anda di halaman 1dari 30

BAB I

LANDASAN TEORI

1.1. Mengenal Microsoft Excel1


Microsoft Excel merupakan program dari Microsoft Office yang
dikhususkan untuk pengolahan lembar kerja (worksheet) atau biasa dikenal
dengan istilah spreadsheet program. Excel biasa identik dengan pengolahan
angka, dengan menggunakan Excel kita dapat membuat proposal biaya, rencana
bisnis, form aplikasi, buku kerja akuntansi, dan masih banyak jenis dokumen lain
yang memerlukan perhitungan angka. Selain itu lembar kerja Excel juga dapat
menampilkan data dalam bentuk grafik dan gambar. Pengolahan database
sederhana juga dimungkinkan dalam aplikasi Microsoft Excel.
Microsoft Excel 2007 memiliki tampilan antarmuka berbeda dari versi
versi sebelumnya. Kali ini dikelompokkan dalam beberapa tab yaitu: Home,
Insert, Page Layout, Formulas, Data, Review, dan View.

1.1.1. Jenis-jenis Pointer2


Berbeda dengan pointer dalam Microsoft Word, dalam Excel pointer selain
berguna sebagai penunjuk cell atau objek juga dapat digunakan untuk operasi lain.
Berikut beberapa jenis pointer dalam Excel beserta fungsinya
Tabel 1.1. Jenis-jenis Pointer Penggerak Excel Beserta Fungsinya
Jenis Pointer Fungsi
Memilih cell/range
Memindahkan cell dan objek
Memperlebar/mempersempit Kolom
Memperlebar/mempersempit Baris
+ Mengkopi cell dan fungsi didalamnya
Sumber: Danu Wira, Excel 2007 Dari Dasar Spreadsheet Hingga Database Sederhana.2007
1.1.2. Tombol Penggerak Pointer3

1 Danu wira.,excel 2007 dari dasar spreadsheet hingga database sederhana 2007, hlm. 2
2 Ibid., hlm. 3
3 Ibid., hlm. 3
Untuk anda dapat bekerja dengan baik dan cepat dalam Excel 2007, anda
dapat memanfaatkan beberapa konfigurasi khusus untuk menggerakkan
pointer/kursor. Berikut daftar tombol-tombol penggerak pointer :
Tabel 1.2. Daftar Tombol-tombol Penggerak Pointer
Tombol Fungsi
Anak panah Kanan Menggerakkan pointer satu cell ke kanan

Anak panah kiri Menggerakkan pointer satu cell ke kiri


Anak panah bawah Menggerakkan pointer satu cell ke bawah

Anak panah atas Menggerakkan pointer satu cell ke atas


Page Down Menggulung dokumen satu layar ke bawah
Page Up Menggulung dokumen satu layar ke atas
[ctrl] + Pointer ke kanan ke akhir data (data tanpa selang)
[ctrl] + Pointer ke kiri ke akhir data (data tanpa selang)
[ctrl] + Pointer ke bawah ke akhir data (data tanpa selang)
[ctrl] + Pointer ke atas ke akhir data (data tanpa selang)
Home Pointer ke awal baris
[ctrl] + Home Ke awal worksheet (A1)
[ctrl] + End Ke akhir sebuah data (bedakan dengan data tanpa selang)
Alt + Page Down Menggulung dokumen satu layar ke kanan
Alt + Page Up Menggulung dokumen satu layar ke kiri
[ctrl] + Page Down Pindah ke sheet berikutnya
[ctrl] + Page Up Pindah ke sheet sebelumnya
Sumber: Danu Wira, Excel 2007 Dari Dasar Spreadsheet Hingga Database Sederhana.2007

Tabel 1.2. Daftar Tombol-tombol Penggerak Pointer (Lanjutan)


Tombol Fungsi
[ctrl] + F6 Pindah ke workbook berikutnya, untuk kembali ke
workbook sebelumnya tekan [ctrl] + F6
F6
Berpindah antar jendela jika jendela dibagi dua
Tab Menggerakkan pointer dalam worksheet yang
diproteksi
Sumber: Danu Wira, Excel 2007 Dari Dasar Spreadsheet Hingga Database Sederhana.2007
1.1.3. Instruksi-instruksi Blok4
Terkadang, bekerja dalam grup/kumpulan sel. Misalnya saja bila ingin
merubah jenis huruf beberapa kolom dan (atau) baris, ingin merubah rumus
beberapa kolom dan (atau baris), copy-paste atau mendelete data beberapa kolom
dan (atau) baris, dll. Dalam kondisi2 seperti ini, anda dapat menggunakan
range/blok sel ini untuk memudahkan kerja anda. Range dinamakan menurut
alamat sel di ujung kiri atas sampai ujung kanan bawah.
Tabel 1.3. Daftar Instruksi-instruksi Blok dengan Mouse
Perintah Fungsi
Klik batang kolom (Column Headers) Memblok 1 kolom
Klik batang baris (Row Headers) Memblok 1 baris
Klik + seret mouse (drag) Memblok sekumpulan data (range)
[ctrl] + klik atau seret Memblok beberapa range
Sumber: Danu Wira, Excel 2007 Dari Dasar Spreadsheet Hingga Database Sederhana.2007

Tabel 1.4. Daftar Instruksi-instruksi Blok dengan Keyboard

Tombol Fungsi
Shift + Anak panah kanan Memblok 1 cell ke kanan
Shift + Anak panah kiri Memblok 1 cell ke kiri
Shift + Anak panah bawah Memblok 1 cell ke bawah
Shift + Page U Memblok kolom 1 layar ke atas
Tabel 1.4. Daftar Instruksi-instruksi Blok dengan Keyboard (Lanjutan)
Tombol Fungsi
Shift + Page Down Memblok kolom 1 layar ke bawah
Shift + Spasi
Memblok 1 cell baris
[ctrl] + Spasi
Shift + Anak panah atas Memblok 1 cell kolom
[ctrl] + A
Memblok 1 cell ke atas
[ctrl] + Shift + anak panah kanan
Memblok seluruh isi worksheet
Memblok mulai dari posisi pointer hingga ke
akhir data (dalam baris)
[ctrl] + Shift + anak panah kiri Memblok mulai dari posisi pointer hingga ke
awal data (dalam baris)
[ctrl] + Shift + anak panah atas Memblok mulai dari posisi pointer hingga ke
awal data (dalam kolom)
[ctrl] + Shift + anak panah bawah Memblok mulai dari posisi pointer hingga ke

4 Ibid., hlm. 3-4


akhir data (dalam kolom)
[ctrl] + Shift + home Memblok mulai dari posisi pointer hingga ke
awal data (A1)
Sumber: Danu Wira, Excel 2007 Dari Dasar Spreadsheet Hingga Database Sederhana.2007

1.2. Pengenalan Kepada SPSS For Windows5


Perisian SPSS versi 17.0 for windows adalah sebuah perisian yang di
gunakan untuk menganalisa data kualitatif dan kuantitatif, yang mana berupaya
melakukan kerja-kerja menganalisis dan mengurus sekumpulan data, malah mesra
pengguna serta berada di dalam persekitaran halaman grafik dengan teknologi
GUI (Graphical User Interface)
Sekumpulan data-data dinyatakan seperti berikut:
1. Data-data hasil dari satu kajian yang menggunakan borang soal selidik dan
juga perkhidmatan atas talian ( on-line survery )
2. Data-data yang di perolehi daripada Pangkalan Data seperti Informix,
MySQL, Oracle dan yang seumpamanya. Ianya mungkin maklumat berkaitan
dengan keputusan peperiksaan, maklumat staf dan lain-lainnya.
Dengan menggunakan perisian SPSS data-data tersebut boleh di analisa
melalui penghasilan jadual-jadual statistik seperti:
a. Jadwal Frekuensi
b. Jadwal dua hala (Crostabulation)
c. Deskriptif (Descriptives)
d. Charta dan sebagainya.
SPSS mempunyai antaramuka dan arahan yang boleh di lakukan dengan
hanya menggerakan kursor ke bahagian menu dan ini akan menyebabkan dialog
box di buka. Mudahnya, hanya dengan mengisi tempat kosong dan pilih jenis
analisa statistik menerusi panduan yang diberikan . Kelebihan menggunakan GUI
ialah selagi maklumat yang di perlukan tidak lengkap, butang OK tidak akan
boleh di klik. Ini bermakna SPSS akan memastikan semua maklumat yang di
perlukan sudah di isi dengan sempurna.

5 Rahim Bin Utah. 2013. SPSS versi 2, hlm. 4


SPSS versi 17.0 for windows adalah serasi sepenuhnya dengan
persekitaran sistem pengoperasian Windows XP dan keatas. Spesifikasi keperluan
perkakasan yang di perlukan untuk memboleh SPSS beroperasi adalah seperti
berikut:
a. Sistem pengoperasian Windows XP dan Vista.
b. Memiliki RAM sekurang-kurangnya 1GB
c. Sekurang-kurangnya 120 MB ruangan pada cakera keras.
d. Paparan resolusi sekurang-kurangnya 800 x 600 dengan 16 bit warna.

1.2.1. Jenis-jenis Data yang Serasi6


SPSS boleh melakukan kerja menganalisis data hanya pada data yang
dibina atau di masukkan menggunakan SPSS data editor. Bagaimanapun, data
yang di bina menggunakan beberapa format lain atau menggunakan perisian lain
seperti Excel boleh juga dianalisis menggunakan SPSS for windows setelah
melalui proses tertentu.
Jenis-jenis fail data yang boleh diterima oleh SPSS adalah seperti berikut:
a. Fail data SPSS versi terdahulu yang dibina dengan menggunakan SPSS
Data Editor (format .sav)
b. Fail data yang dibina dengan menggunakan SPSS Syntax (format .SPS)
c. SpreadSheet:Excel
d. SpreadSheet:Lotus
e. Database:Dbase(*.dbf, *.mdf, MySQL dan sebagainya)
f. Fail data dalam bentuk ASCII

1.2.2. Kaedah Menganalisis Data7


Beberapa kaedah boleh di gunakan untuk menganalisis data tetapi
bukanlah sebagai perkara yang perlu di patuhi, sebagai panduan langkah-langkah
berikutnya boleh di jadikan sebagai panduan di dalam melakukan proses
menganalisis kebanyakan data.

6 Ibid., hlm. 5
7 Ibid., hlm. 5-6
1. Peringkat Fail Data.
a. Menguruskan data-data, seperti menamakan pemboleh ubah,
melabelkan pemboleh ubah, menentukan sifat pemboleh ubah,
mungkin juga mengimport data-data daripada sumber fail yang lain
atau mungkin memasukkan data menggunakan SPSS data editor.
2. Peringkat Melaksanakan Prosedur.
a. Di dalam mod SPSS Data Editor, dengan melakukan beberapa siri
ujian, seperti membuat pemeriksaan pada data bagi memastikan
sekurang-kurangnya tiada ralat, membuat tranformasi data, memilih
prosedur statistik yang sesuai seperti Frequencies, Crosstab,
Descriptive dan sebagainya.
b. Menghasilkan carta statistik dan sebagainya.
c. Menjalankan ujian statistik seperti Korelasi, Chi-square, Anova, t-test
dan sebagainya.
3. Peringkat mengeluarkan laporan.
a. Melaksanakan prosedur pada peringkat kedua, akan menghasilkan
laporan seperti jadual frekuensi, graf dan sebagainya pada tetingkap
yang dipanggil output viewer.
b. Dari sini boleh melakukan kerja-kerja percetakan, penyuntingan
kandungan seperti minda jadual, carta dengan menggunakan
kemudahan pivot table. dan menyimpan fail laporan serta
memindahkan hasil laporan ke perisian lain seperti MSWord, Power
point dan Excel.

1.2.3. Proses Penyediaan Borang Soal Selidik8


Jika sudah biasa di dalam proses penyediaan borang soal selidik anda
boleh tinggalkan atau skip sahaja bahagian ini.Memahami kaedah menyediakan
borang soal selidik perlu di buat dengan teliti dan bersesuaian dengan tujuan
kajian di jalankan. Pemilihan soalan serta format jawaban perlulah sekata dan

8 Ibid., hlm. 7
bermakna. Malah perlu di sesuaikan sifat data dengan jenis ujian statistik yang
bakal di gunakan nanti.
Selalunya soalan boleh di kelaskan kepada dua kumpulan yaitu soalan
jenis tertutup (Close-ended question) dan soalan terbuka (Open-ended question).
Soalan tertutup melibatkan siri pilihan jawapan yang anda sediakan. Responden
mungkin di minta menjawab samada dengan menanda, pangkah atau bulatkan
pada jawapan. Sebagai contoh pilihan jawapan adalah seperti Ya atau Tidak,
Lelaki atau Perempuan dan sebagainya.
Soalan tertutup atau bentuk pilihan jawaban adalah mudah untuk anda
memindahkan maklumat ke dalam SPSS data editor. Sebagai contoh jawapan Ya
mungkin boleh di berikan kod perwakilan 1. manakala jawaban Tidak mungkin
boleh dikodkan sebagai 2. Kadangkala kita tidak boleh meneka kesemua
kemungkinan jawaban yang akan diberikan oleh responden. Sebab itulah kita
memerlukan bentuk soalan yang terbuka (open-ended). Sebagai contoh: Apakah
faktor utama penyebab ketegangan di dalam kehidupan harian anda?
Jawaban yang di beri adalah berbagai. Anda perlulah melihat pada keseluruhan
jawaban pada setiap borang soal selidik terlebih dahulu, dan kemudian anda boleh
membuat kod perwakilan yang mewakili mana-mana jawaban yang hampir sama
atau maksud yang sama.
Setiap faktor mungkin boleh anda kodkan perwakilannya seperti berikut,
contoh: Kerja = 1, Kewangan = 2, Perhubungan = 3 , rakan kerja = 4 dan
sebagainya. Contoh-contoh soalan apabila anda mengemukakan soalan kepada
responden, kadangkala anda perlu memilih format jawapan yang sesuai apabila
anda mahu melaksanakan analisa statistik inferan, sesetengah analisa contoh
seperti korelasi (corelation) memerlukan skor yang bersambung atau skala
selang/nisbah. Daripada nilai yang terendah hinggalah kepada yang tertinggi.
Sebagai contoh, umur responden, mungkin anda boleh memberikan soalan
berikut; Bulatkan mana-mana jawapan yang berkaitan dengan umur anda.( kurang
30 tahun, 31 hingga 50 tahun, dan lebih dari 50 tahun) data sebegini tidak sesuai
untuk tujuan analisa korelasi. Jadi pastikan anda bertanya umur sebenar
responden, atau boleh dikategorikan juga sebagai soalan terbuka.
Cuba besarkan julat jawaban responden sebaik yang mungkin, jangan
hanya memberi pilihan jawapan samada responden bersetuju atau tidak, gunakan
skala Likert-type. Misalnya jika ada mencari darjah kebolehpercayaan atau
keyakinan pada data, anda perlu ada jawapan lebih daripada 3 kategori bagi setiap
soalan di dalam kumpulan yang sama. Contoh, adakah anda mengalami rasa sakit
dan sengal pada tulang belakang?
1. Ya
2. Kadang-kadang
3. Tidak
Kesakitan pada bahu mungkin berpunca pada kedudukan postur yang salah
1. Amat tidak bersetuju
2. Tidak bersetuju
3. Mungkin
4. Bersetuju
5. Amat bersetuju
Ada kalanya anda mungkin perlukan skil jawapan daripada 1 hingga 10, ia
bergantung kepada kesesuai data dan keperluan analisa, misalnya anda mahu
mengetahui tahap kepuasan bekerja responden.
Apa-apa pun format jawapan yang dipilih, anda hendaklah menerangkan
dengan jelas arahan jawapan, samada anda mahu responden menanda atau tik
pada kotak, bulatkan pada nombor atau tanda dengan mengaris.

1.2.4. Menyediakan Buku Kod dan Mereka Bentuk Borang Soal Selidik9
Terdapat banyak pendekatan di dalam penyediaan soal selidik, tiada satu
peraturan yang perlu dipatuhi. Walau bagaimana pun terdapat beberapa panduan
yang sering di gunapakai dan ianya dapat membantu penyelidik di dalam kaedah
penyediaan data dengan lebih mudah dan sempurna.
Berikut merupakan beberapa kaedah yang boleh diikuti:
1. Soal selidik perlulah di buat dengan mengikut format yang standard.
2. Menyediakan koding manual.

9 Ibid., hlm.8-9
3. Elakan daripada membuat soalan terlalu panjang dan sukar di fahami.
4. Perkataan dengan dua maksud yang berlainan.
5. Soalan yang merujuk kepada emosi.
6. Seboleh-bolehnya elakan daripada membuat open ended-question.

1.3. Spreadsheet 10
Perkataan spreadsheet sebenarnya berasal dari istilah di ilmu akuntasi,
yang mengacu pada kertas kerja yang yang besar dengan isian basis dan kolom
yang berisi transaksi-transaksi bisnis. Kertas kerja itu meliputi hal-hal seperti
biaya-biaya, penghasilan, pajak dan yang lainnya.
Dengan berkembangnya komputer yang kemudian merambah ke dunia
bisnis, banyak software dibuat untuk mengelola satu atau beberapa spreadsheet.
Isilah tersebut kemudian digunakan dengan tambahan kata electronic, hingga
secara lengkap disebut Electronic Spreadsheet. Istilah itu bermakna lembar kerja
elektronik yang berfungsi mengelola data dan informasi yang di tampilkan dalam
bentuk baris dan kolom.

1.4. Kegunaan Excel 200011


Seperti telah disebut diatas Microsoft Excel 2000 (biasa disingkat Excel)
adalah sebuah program spreadsheet, yaitu program yang digunakan untuk
melakukan pengelolahan data pada sebuah kertas kerja elektronik (electronic
spreadsheet). Hal ini berarti Excel akan berguna pada pengelolahan data numerik
dalam berbagai bidang, seperti:
1. Memprediksi penjualan untuk beberapa waktu ke depan.
2. Alokasi anggaran iklan pada beberapa devisi perusahaan.
3. Analisis laporan keuangan.
4. Analisis hubungan volume biaya dan laba.
5. Menilai efektifitas iklan, dan sebagainya.

1.5. Persyaratan Hardware12


Untuk mengoperasikan Microsoft Excel 2000, persyaratan hardware
(perangkat keras) yang harus dipenuhi adalah:
10 Santoso, Singgih. 2003. Microsoft Excel Mengolah Data Secara Profesional. Yogyakarta:
Andi hlm 1
11 Ibid., hlm. 5
12 Ibid., hlm. 6
1. Prosesor : pentinium 75 MHZ atau yang lebih tinggi.
2. Operating system : Microsoft Windows 95 atau yang lebih tinggi (seperti
Windows 98). Juga bisa digunakan pada Microsoft Windows NT versi 4 ke
atas.
3. Memori (RAM) : minimal 16 MB RAM untuk operation umumnya Excel 2000
akan bekerja dengan baik pada kapasitas RAM 32 MB atau lebih.
4. Harddisk : Untuk instalasi typical diperlukan sekitar 147 MB.
5. CD-ROM drive : Untuk instalasi typical diperlukan sekitar 147 MB
6. Tambahan : Akses pada internet dan modem dengan kecepatan yang memadai
jika user ingin menjalankan fasilitas-fasilitas tertentu dari Excel, seperti link
Excel ke web dan sebagainya).

1.6. Cara Memperoleh Informasi13


Microsoft Excel menyediakan informasi tentang cara menggunakan
Microsoft Excel yang sangat lengkap. Ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk memperoleh informasi, diantaranya:
1. Ketik masalah atau pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya pada kotak
tempat bertanya di baris menu bagian kanan.
2. Klik menu help, lalu pilih Microsoft Excel Help atau tekan tombol F1.

Sumber: Nuarsa, I Wayan. 2003. Jalan Pintas Menguasai Microsoft Excel XP. Yogyakarta: Andi
Gambar 1.9. Tampilan Microsoft Help

3. Pada setiap kotak dialog, disediakan informasi tentang arti atau fungsi dari
bagian-bagian kotak dialog tersebut, dengan cara mengklik gambar tanda
tanya yang ada di pojok kanan atas kotak dialog, kemudian pada posisi mouse
dengan tanda tanya, klik pada bagian yang tidak diketahui.
13I Wayan Nuarsa, Jalan Pintas Menguasai Microsoft Excel XP, Yogyakarta: ANDI. hlm. 15
4. Screen Tip, bila menunjuk sebuah toolbar maka fungsi dari toolbar tersebut
akan ditampilkan.

1.7. Memindahkan Sel Pointer14


Sel pointer merupakan alat penunjuk dimana sedang berada dan akan
melakukan suatu kegiatan. Kecepatan dalam memindahkan sel pointer
menentukan kecepatan dalam editing dan formatting data. Sel pointer dapat
dipindahkan dengan mouse ataupun dengan keyboard dengan mengklik di
sembarang tempat yang diinginkan untuk memindahkan sel pointer dengan
mouse. Bila sel yang akan dituju tidak nampak pada layar, dapat menggunakan
penggulung horizontal dan vertikal untuk menampilkannya. Apabila
menggunakan keyboard untuk memindahkan sel pointer, gunakanlah tombol-
tombol pengarah (arrow keys).
Cara menggandakan, memindahkan, dan menghapus data yaitu:
1. Menggandakan dan memindahkan data dengan menu/toolbar
Ada 3 model penggandaan data dengan menggunakan menu/toolbar, yaitu:
a. Dari satu ke satu sel (one to one)
b. Dari satu sel ke banyak sel (one to many)
c. Dari banyak sel ke satu sel (many to one)
Langkah pertama dalam menggandakan dan memindahkan data adalah data
tersebut hendaknya dipilih terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan
langkah-langkah berikut:
1) Untuk menggandakan data, dapat dipilih Copy dari menu Edit atau klik
toolbar Copy pada kelompok toolbar Standar, sedangkan untuk
memindahkan gunakan Cut, pada menu Edit atau klik toolbar Cut (gambar
gunting). Data yang telah di-copy atau di-cut akan dikelilingi oleh garis
putus-putus yang berkedip-kedip.
2) Arahkan sel pointer pada tempat dimana data hasil copy-an atau pindahan
tersebut akan ditempatkan.
3) Pilih Paste dari menu Edit atau tekan tombol enter melalui keyboard.

2. Menggandakan dan memindahkan data dengan Drag dan Drop


14 Ibid., hlm. 19
Penggandaan dan pemindahan data dengan cara yang kedua dilakukan dengan
men-drag sel atau range yang akan digandakan atau dipindahkan. Kemudian
menaruh pada tempat yang diinginkan. Fasilitas ini bisa digunakan bila kotak
cek Allow Sel Drag and Drop pada tab Edit di menu Tools Options diaktifkan.

3. Menggandakan Data dengan fasilitas Autofill


Model penggandaan data seperti diatas biasanya digunakan bila sumber data
dan hasil penggandaannya tempatnya berjauhan, dalam artian dibatasi oleh
sejumlah sel. Namun, bila hasil copy-annya letaknya bersebelahan, maka
penggunaan fasilitas Autofill akan memberikan kemudahan tersendiri. Bila
diperhatikan dengan seksama kotak sel pointer, di ujung kanan bawah kotak
tersebut terdapat kotak kecil. Pointer mouse akan berubah menjadi tambah
(+) berwarna hitam bila diarahkan pada tempat tersebut. Kotak kecil tersebut
merupakan fasilitas autofill yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan
penggandaan data melalui prosedur sebagai berikut:
a. Arahkan sel pointer pada sel yang akan digandakan.
b. Arahkan pointer mouse pada kotak kecil tersebut sampai muncul tanda
tambah (+) berwarna hitam.
c. Drag mouse ke tempat dimana hasil copy-an tersebut akan ditempatkan,
kemudian lepaslah tombol mouse.

1.8. Teori Peramalan15


Peramalan merupakan bagian awal dari suatu proses pengambilan suatu
keputusan. Sebelum melakukan peramalan harus diketahui terlebih dahulu apa
sebenarnya persoalan dalam pengambilan keputusan itu. Peramalan adalah
pemikiran terhdap suatu besaran, misalnya permintaan terhadap satu atau
beberapa produk pada periode yang akan datang. Pada hakekatnya peramalan
hanya merupakan suatu perkiraan (guess), tetapi dengan menggunakan teknik-
teknik tertentu, maka peramalan lebih sekedar perkiraan. Peramalan dapat
dikatakan perkiraan yang ilmiah (educated guess). Setiap pengambilan keputusan

15Rosnani Ginting, Sistem Produksi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2012, hlm. 31-44.
yang menyangkut keadaan di masa yang akan datang, maka pasti ada peramalan
yang melandasi pengambilan keputusan tersebut.

1.8.1. Pendefenisian Tujuan Peramalan16


Tujuan peramalan dilihat dengan waktu:
1. Jangka Pendek (Short Term)
Menentukan kuantitas dan waktu dari item dijadikan produksi. Biasanya
bersifat harian ataupun mingguan dan ditentukan oleh Low Management.
2. Jangka Menengah (Medium Term)
Menentukan kuantitas dan kapasitas produksi. Biasanya bersifat bulanan
ataupun kuartal dan ditentukan oleh Middle Management.
3. Jangka Panjang (Long Term)
Merencanakan kuantitas dan waktu dari fasilitas produksi. Biasanya bersifat
tahunan, 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun dan ditentukan oleh Top
Management.

1.8.2. Karakteristik Peramalan yang Baik17


Peramalan yang baik mempunyai beberapa kriteria yang penting, antara
lain akurasi, biaya, dan kemudahan. Penjelasan dari kriteria-kriteria tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Akurasi
Akurasi dari suatu hasil peramalan diukur dengan hasil kebiasaan dan
kekonsistensian peramalan tersebut.
2. Biaya
Biaya yang diperlukan dalam pembuatan suatu peramalan adalah tergantung
dari jumlah item yang diramalkan, lamanya periode peramalan, dan metode
peramalan yang dipakai
3. Kemudahan
Penggunaan metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat dan mudah
diaplikasikan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan adalah percuma
memakai metode yang canggih, tetapi tidak dapat diaplikasikan pada system
perusahaan karena keterbatasan dana, sumber daya manusia, maupun
peralatan teknologi.

16 Ibid., hlm. 32
17 Ibid., hlm. 33
1.8.3. Beberapa Sifat Hasil Peramalan18
Dalam membuat peramalan atau menerapkan suatu peramalan maka ada
beberapa hal yang harus dipertimbangkan:
1. Ramalan pasti mengandung kesalahan, artinya peramal hanya bisa
mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi, tetapi tidak dapat
menghilangkan ketidakpastian tersebut.
2. Peramal seharusnya memberikan informasi tentang beberapa ukuran
kesalahan, maka adalah penting bagi peramal untuk menginformasikan
seberapa besar kesalahan yang mungkin terjadi.
3. Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan peramalan jangka
panjang. Hal ini disebabkan karena pada peramalan jangka pendek, faktor-
faktor yang mempengaruhi permintaan relatif masih konstan sedangkan
masih panjang periode peramalan, maka semakin besar pula kemungkinan
terjadinya perubahan factor-faktor yang mempengaruhi permintaan.

1.8.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Teknik Peramalan19


Peramalan sebenarnya upaya untuk memperkecil risiko yang timbul akibat
pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan produksi.Semakin kecil upaya
yang dikeluarkan tentu risiko yang dapat dihindari semakin besar pula.Namun
upaya memperkecil risiko tersebut dibatasi oleh biaya yang dikeluarkan akibat
mengupayakan hal tersebut. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan:
1. Horizon Peramalan
Ada dua aspek dari horison waktu yang berhubungan dengan masing-masing
metode peramalan yaitu:
a. Cakupan waktu dimasa yang akan datang. Dimana perbedaan dari metode
peramalan yang digunakan sebaiknya disesuaikan.
b. Jumlah periode di mana ramalan diinginkan. Beberapa teknik dan metode
hanya dapat disesuaikan untuk peramalan satu atau dua periode di muka,
sedangkan teknik dan metode lain dapat dipergunakan untuk peramalan
beberapa periode dimasa mendatang.
2. Tingkat Ketelitian
Tingkat ketelitian yang dibutuhkan sangat erat hubungannya dengan tingkat
perincian yang dibutuhkan dalam suatu peramalan. Untuk beberapa pengambilan

18 Ibid., hlm. 34
19 Ibid., hlm. 34
keputusan mengharapkan variasi atau penyimpanan atas ramalan yang dilakukan
antara 10 persen sampai dengan 15 persen bagi maksud-maksud yang mereka
harapkan, sedangkan untuk hal atau kasus lain mungkin menganggap bahwa
adanya variasi atau penyimpangan atas ramalan sebesar 5 persen adalah cukup
berbahaya.
3. Ketersediaan Data
Metode yang dipergunakan sangat besar manfaatnya, apabila dikaitkan
dengan keadaan atau informasi yang ada atau data yang dipunyai. Apabila dari
data yang lalu diketahui adanya pola musiman, maka untuk peramalan satu tahun
ke depan sebaliknya digunakan metode variasi musim. Sedangkan apabila dari
data yang lalu diketahui adanya pola hubungan antara variabel-variabel yang
saling mempengaruhi, maka sebaliknya dipergunakan metode sebab akibat
(causal) atau korelasi (correlation).
4. Bentuk Pola Data
Dasar utama dari metode peramalan adalah anggapan bahwa macam dari pola
yang didapati di dalam data yang diramalkan akan berkelanjutan. Sebagai contoh,
beberapa deret yang melukiskan suatu pola musiman, demikian pula halnya
dengan suatu pola trend. Metode peramalan yang lain mungkin lebih sederhana,
terdiri dari suatu nilai rata-rata, dengan fluktuasi yang acakan atau random yang
terkandung. Oleh karena adanya perbedaan kemampuan metode peramalan untuk
mengidentifikasikan pola-pola data, maka perlu adanya usaha penyesuaian antara
pola data yang telah diperkirakan terlebih dahulu dengan teknik dan metode
peramalan yang akan digunakan.
5. Biaya
Umumnya ada empat unsur biaya yang tercakup dalam penggunaan suatu
prosedur ramalan, yaitu biaya-biaya pengembangan, penyimpanan (storage) data,
operasi pelaksanaan, dan kesempatan penggunaan teknik-teknik dan metode
lainnya.Adanya perbedaan yang nyata dalam jumlah biaya, mempunyai pengaruh
atas dapat menarik tidaknya penggunaan metode tertentu untuk suatu keadaan
yang dihadapi.
6. Jenis dari Model
Sebagai tambahan perlu diperhatikan anggapan beberapa pola dasar yang
penting dalam data.Banyak metode peramalan telah menganggap adanya beberapa
model dari keadaan yang diramalkan. Model-model ini merupakan suatu deret
dimana waktu digambarkan sebagai unsur penting untuk menentukan perubahan-
perubahan dalam pola yang mungkin secara sistematik dapat dijelaskan dengan
analisis regresi atau korelasi.Model-model tersebut sangat penting diperhatikan
karena masing-masing model tersebut mempunyai kemampuan yang berbeda-
beda dalam analisis keadaan untuk pengambilan keputusan.
7. Mudah Tidaknya Penggunaan dan Aplikasinya
Satu prinsip umum dalam penggunaan metode ilmiah dari peramalan untuk
manajemen dan analisis adalah metode-metode yang dapat dimengerti dan mudah
diaplikasikan yang akan dipergunakan dalam pengambilan keputusan dan analisa.
Prinsip itu didasarkan pada alasan bahwa, bila seorang manajer atau analisis
bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya atau hasil analisa yang
dilakukan, maka ia sudah tentu tidak menggunakan dasar yang tidak diketahuinya
atau tidak diyakininya. Jadi, sebagai ciri tambahan dari teknik dan metode
peramalan adalah bahwa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari
keadaan ialah teknik dan metode peramalan yang dapat disesuaikan dengan
kemampuan dari manajer atau analisis yang akan menggunakan metode ramalan
tersebut.

1.8.5. Klasifikasi Teknik Peramalan20


Dalam sistem peramalan, penggunaan berbagai model peramalan akan
memberikan nilai ramalan yang berbeda dan derajat dari galat peramalan yang
berbeda pula. Salah satu seni dalam melakukan peramalan adalah memilih model
peramalan yang terbaik yang mampu mengidentifikasi dan menanggapi pola
aktifitas historis dari data.
Pada umumnya peramalan dapat dibedakan dari beberapa segi tergantung
dari cara melihatnya. Apabila dilihat dari sifat penyusunannya, maka peramalan
dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:
Dilihat dari sifat penyusunannya
1. Peramalan yang subjektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan
atau intuisi dari orang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan orang
yang menyusunnya sangat menentukan baik tidak hasil ramalan tersebut.

20Ibid., hlm. 38-40.


2. Peramalan yang objektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas data yang
relevan pada masa lalu dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-
metode dalam penganalisaannya.
Dilihat dari jangka waktu ramalan yang disusun
1. Peramalan jangka pendek, yaitu peramalan yang dilakukan untuk
penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya satu tahun atau kurang.
Peramalan ini digunakan untuk mengambil keputusan dalam hal perlu
tidaknya lembur, penjadwalan kerja, dan lain-lain keputusan kontrol
jangka pendek.
2. Peramalan jangka menengah, yaitu peramalan yang dilakukan untuk
penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya satu hingga lima tahun
ke depan. Peramalan ini lebih mengkhususkan dibandingkan peramalan
jangka panjang, biasanya digunakan untuk menentukan aliran kas,
perencanaan produksi, dan penentuan anggaran.
3. Paramalan jangka panjang, yaitu peramalan yang dilakukan untuk
penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya lebih dari lima tahun
yang akan datang. Peramalan jangka panjang digunakan untuk
pengambilan keputusan mengenai perencanaan produk dan perencanaan
pasar, pengeluaran biaya perusahaan, studi kelayakan pabrik, anggaran,
purchase order, perencanaan tenaga kerja serta perencanaan kapasitas
kerja.
Berdasarkan sifat ramalan yang telah disusun
1. Peramalan kualitatif, yaitu peramalan yang didasarkan atas kualitatif pada
masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada orang yang
menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan
berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi, judgement atau pendapat, dan
pengetahuan serta pengalaman dari penyusunannya. Biasanya peramalan
secara kualitatif ini didasarkan atas hasil penyelidikan, seperti Delphi, S-
curve, analogies dan penelitian bentuk atau morphological research atau
didasarkan atas ciri-ciri normative seperti decision matrices atau decision
trees.
2. Peramalan kuantitatif, yaitu peramalan yang didasarkan atas data
kuantitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung
pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Dengan
metode yang berbeda akan diperoleh hasil peramalan yang berbeda,
adapun yang perlu diperhatikan dari penggunaan metode tersebut adalah
baik tidaknya metode yang dipergunakan, sangat ditentukan oleh
perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang
terjadi. Metode yang baik adalah metode yang memberikan nilai-nilai
perbedaan atau penyimpangan yang mungkin. Peramalan kuantitatif hanya
dapat digunakan apabila terdapat tiga kondisi sebagai berikut:
1) Adanya informasi tentang keadaan yang lain.
2) Informasi tersebut dapat dikuantifikasikan dalam bentuk data.
3) Dapat diasumsikan bahwa pola yang lalu akan berkelanjutan pada masa
yang akan datang.

1.8.5.1. Metode Peramalan Kualitatif (Judgement Method)21


Peramalan kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuit
si, emosi, pendidikan, dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, hasil
peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian,
peramalan dengan metode kualitatif tidak berarti hanya menggunakan intuisi,
tetapi juga mengikutsertakan model-model statistic sebagai bahan masukan dalam
melakukan judgment (keputusan), dan dapat dilakukan secara perseorangan
maupun kelompok.

1.8.5.2. Metode Peramalan Kuantitatif (Statistical Method)22


1.8.5.2.1. Metode Time Series23
Metode time series adalah metode yang dipergunakan untuk
menganalisis data yang merupakan fungsi dari waktu. Metode ini mengasumsikan
beberapa pola berulang sepanjang waktu. Dalam analisis deret waktu dapat
ditunjukkan bagaimana permintaan terhadap produk terhadap waktu. Sifat dari
perubahan permintaan dari tahun ke tahun dirumuskan untuk meramalkan
penualan pada masa yang akan dating. Ada 4 komponen yang mempengaruhi
analisis, yaitu:
21 Ibid., hlm. 38-40.
22 Ibid., hlm. 38-40.
23 Ibid., hlm. 38-40.
a. Pola siklis (cycle)
Penjualan produk dapat memiliki siklus yang berulang secara periodic.
Banyak produk dipengaruhi pola pergerakan aktivitas ekonomi yang terkadang
memiliki kecenderungan periodic. Komponen siklis ini sangat berguna dalam
peramalan jangka menengah.

Sumber: Rosnani Ginting, Sistem Produksi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2012


Gambar 1.13. Pola Sikli

Pola data ini terjadi bila data memiliki kecenderungan untuk naik atau turun terus-
menerus.
b. Pola Musiman (Seasonal)
Perkataan musim menggambarkan pola penjualan yang berulang setiap
periode. Komponen musim dapat dijabarkan ke dalam faktor cuaca, libur, atau
kecenderungan perdagangan. Pola musiman berguna dalam meramalkan
penjualan dalam jangka pendek.
Pola data ini terjadi bila nilai data sangat dipengaruhi oleh musim, ayam
pada pabrik pakan ternak selama satu tahun. Selama musim panen harga jagung
akan menjadi turun karena jumlah jagung uyang dibutuhkan tersedia dalam
jumlah yang besar.
Pola data musiman dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Rosnani Ginting, Sistem Produksi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2012


Gambar 1.14. Pola Musiman
c. Pola Horizontal
Pola data ini terjadi apabila nilai data berfluktuasi di sekitar nilai rata-
rata. Pola ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Rosnani Ginting,


Sistem Produksi, Graha
Ilmu, Yogyakarta, 2012
Gambar 1.15. Pola Horizontal

d. Pola Trend

Sumber: Rosnani Ginting, Sistem Produksi, Graha Ilmu,


Yogyakarta, 2012
Gambar 1.16. Pola Trend

Pola data ini terjadi bila data memiliki kecenderungan untuk naik atau
turun terus menerus.
Dalam meramalkan biaya-biaya yang termasuk di dalam biaya operasi
dipergunakan Pola Trend karena biaya tersebut cenderug naik jika mesin/peralatan
semakin tua atau semakin lama jangka waktu pemakaiannya. Ada beberapa trend
yang digunakan didalam penyelesaian masalah yaitu:
1) Trend Linear
Bentuk persamaan umum:
Y = a + bt
Sedangkan peramalannya mempunyai bentuk persamaan:
Yt = a + bt
Dimana:
Yt : Nilai ramalan pada period ke-t
T : Waktu/periode
Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (Least Square Method)
maka harga konstanta a dan b diperoleh dari persamaan:
n t. Y t - Y t
b= 2
n t2 - ( t )

a=
Yt -b t
n
2) Trend Eksponensial atau Pertumbuhan
Bentuk persamaan umum:
Y = aebt
Sedangkan peramalannya mempunyai bentuk persamaan:
Yt = aebt
Dengan menggunakan transformasi logaritma natural maka harga
kinstanta a dan b diperoleh dari persamaan di bawah ini:
n t In Y t - t In Yt
b= 2
n t 2 - ( t )

In a=
In Yt -b t
n
3) Trend Logaritma
Y = a + b log t
Sedangkan peramalannya mempunyai bentuk persamaan:
Yt = a + b log t
Dengan menggunakan transformasi logaritma natural maka harga
konstanta a dan b diperoleh dari persamaan di bawah ini:

n log t. Y t - log t Y t
b= 2
n log 2 t- ( log t )
n Y t - log t Y t
a=
n

4) Trend Geometrik
Bentuk persamaan umumnya adalah:
Y = atb
Sedangkan peramalannya mempunyai bentuk persamaan:
Yt = atb
Dengan menggunakan transformasi logaritma maka harga konstanta a
dan b diperoleh dari persamaan dibawah ini:
n t log Y t - log t log Yt
b= 2
n log 2 t- ( logt )
log a =
log Y t -b t
n
5) Trend Hyperbola
Bentuk persamaan umumnya adalah:
a
Y= t
b
Peramalannya mempunyai bentuk persamaan:

a
Yt=
bt

Dengan menggunakan transformasi logaritma maka harga konstanta a


dan b diperoleh dari persamaan di bawah ini:

n t. log Y t - t log Y t
b= 2
( t ) -n t 2
n logY t - log b t
a=
n

1.8.5.2.2. Metode Kausal24


Metode kausal mengansumsikan faktor yang diperkirakan
menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel
bebas. Sebagai contoh, jumlah pendapatan berhubungan dengan faktor-faktor
seperti jumlah penjualan, harga jual, dan tingkat promosi. Kegunaan dari metode
kausal adalah untuk menemukan bentuk hubungan antara variabel-variabel
tersebut dan menggunakannya untuk meramalkan nilai dari variabel tidak bebas.

1.9. A Model For Forecasting Small Business Financial Statements And


Firm Performance 25
1.9.1. Pendahuluan26
Creating pro-forma laporan keuangan dan Analisis keuangan
komprehensif merupakan tantangan yang cukup besar untuk pengguna termasuk
pengusaha dan siswa. Pengguna biasanya menjadi kewalahan dengan volume
24 Ibid., hlm. 38-40
25 Terrance Jalbert. A Model For Forecasting Small Business Financial Statements And Firm
Performance. 2017, hlm. 61
26 Ibid., hlm. 62
perhitungan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan analisis. Bahkan, pengguna
sering mengalami Kesulitan menghubungkan unsur-unsur analisis dengan benar
untuk menghasilkan seimbang laporan keuangan dan analisis keuangan yang
berarti.
Makalah ini menyediakan template untuk peramalan laporan keuangan dan
menyelesaikan analisis keuangan untuk sebuah perusahaan. Template
menghasilkan laporan keuangan yang diperkirakan, analisis penganggaran modal,
perkiraan perusahaan nilai dan analisis rasio yang membandingkan perusahaan
lain di industri yang sama.
Itu laporan keuangan memiliki internal konsistensi dan tidak memerlukan
variabel steker untuk menyeimbangkan. Analisisnya juga tidak menciptakan
referensi melingkar Dengan demikian, laporan keuangan menghindari masalah
yang terkait dengan variabel steker dan referensi melingkar dicatat oleh penulis
lain.
Sisa dari paper diatur sebagai berikut. Bagian selanjutnya menyediakan
secara singkat tinjauan pustaka Bagian berikut ini memberikan pembahasan
tentang beberapa asumsi yang dibuat untuk membuat template. Selanjutnya,
Template diperkenalkan dan dibahas. Makalah ini menyajikan template yang
menampilkan perhitungan sampel dan formula yang mendasarinya. Kertas ditutup
dengan beberapa komentar dan saran penutup untuk selanjutnya penelitian.

1.9.2. Tinjauan Pustaka27


Beberapa penelitian akademis juga meneliti peramalan laporan keuangan
berdasarkan data historis. Kerry mengembangkan sistem peramalan laporan
keuangan yang memerlukan masukan laporan keuangan dari perusahaan tertentu,
perusahaan lain, data makroekonomi dan perkiraan pengguna dari item akun
tertentu. Vlez-Pareja, I. dan J. Tham dan Vlez-Pareja membahas peramalan
laporan keuangan berdasarkan data historis. Mereka mengembangkan sistem yang
kompleks untuk meramalkan bahwa tidak memerlukan steker angka untuk
menyeimbangkan laporan keuangan. Arnold juga mengembangkan laporan

27 Ibid., hlm. 62
keuangan proforma dengan fokus pada plug angka. Dia menunjukkan hubungan
antara dua angka plug umum yang digunakan, saham biasa dan jangka panjang
hutang.
Jalbert, Briley dan Jalbert menyajikan sebuah metode untuk meramalkan
laporan keuangan berdasarkan Risk Data manajemen asosiasi Data Manajemen
Risiko Associates memberikan ringkasan data historis berbasis pada rata-rata
dalam suatu industri dan wilayah geografis. Mereka menyarankan metode mereka
menawarkan alternatif untuk persentase metode penjualan dan bisa lebih mudah
dipertahankan bagi bankir skeptis.
Drougas dan Johnson menggunakan teknik statistik untuk meramalkan
laporan keuangan agar dapat difasilitasi belajar oleh mahasiswa S1. Model
mensimulasikan sebuah laporan laba rugi dan menunjukkan bagaimana caranya
ketidakpastian dalam prakiraan mempengaruhi hasilnya. Mereka kemudian
memperpanjang analisis untuk meramalkan neraca dan arus kas bebas. Alzubaidi
menggunakan Visual Basic Code dalam Microsoft Excel untuk menyesuaikannya
spreadsheet untuk tujuan analisis keuangan yang berbeda.
Desanctis dan Jarvenpaa meneliti tiga metode pelaporan untuk
meramalkan laporan keuangan. Mereka memeriksa format grafis, format numerik
dan gabungan keduanya. Hasilnya menunjukkan bahwa grafis format
meningkatkan akurasi perkiraan penilaian.
Cheremushkin menyajikan sebuah sistem untuk meramalkan laporan
keuangan yang berfokus pada penggunaan laba ditahan dalam perusahaan. Secara
khusus, mereka mengidentifikasi hubungan antara belanja modal, penjualan dan
marjin operasi. Vlez-Pareja meneliti peran perisai pajak berisiko dan hutang
berisiko di Indonesiamembuat laporan keuangan proforma.
Vorkink, K. dan K. Workman fokus pada perkiraan pertumbuhan penjualan
dan penjualan dalam pengembangannya metode peramalan. Mereka menyarankan
proses empat langkah untuk memperkirakan penjualan yang melibatkan:
1. membangun rata-rata historis,
2. menyesuaikan rata-rata untuk faktor makroekonomi,
3. menyesuaikan faktor industri dan
4. menyesuaikan faktor spesifik perusahaan.
Penelitian di sini memperluas tubuh literatur ini. Template yang disajikan
di sini secara khusus berfokus pada isu yang biasa dihadapi oleh usaha kecil. Isu-
isu ini termasuk bagian 179 pemilihan biaya dan lainnya opsi pengeluaran segera
serta kontribusi pemilik yang tidak dibayarkan kepada perusahaan.

1.9.3. Asumsi28
Seperti halnya analisis keuangan, teknik di sini membutuhkan asumsi
tertentu. Bagian ini menguraikan Asumsi dimasukkan ke dalam template.
Metodologi ini mengasumsikan pembelian modal usaha peralatan, yang
dibebankan menggunakan alat penyusutan standar, pada permulaan proyek saja.
Untuk membatasi kompleksitas laporan keuangan, pengguna dapat memilih dari
empat metode penyusutan:
1. 3 tahun MACRS,
2. Garis lurus 5 tahun,
3. MACRS 5 tahun, dan
4. Garis lurus 39 tahun. Pengeluaran segera menggunakan pemilihan bagian
179, atau opsi belanja instan lainnya untuk dibeli setelah dilakukan
investasi awal.
Analisis tersebut mengasumsikan bahwa harga pokok penjualan (HPP),
sebagai persentase penjualan, tetap konstan sepanjang analisisnya. Pengguna yang
membutuhkan waktu bervariasi biaya pokok penjualan dapat menyesuaikan
jumlah ini dengan mengesampingkan jumlah yang dihitung dan langsung
memasukkan harga pokok penjualan. Mengesampingkan angka ini tidak
berpengaruh perhitungan sepanjang sisa spreadsheet. Anggaran modal
menggunakan lima tahun kerangka. Pada akhir tahun kelima operasi, semua aset
terjual. Template mengasumsikan penuh pembayaran semua kewajiban
Metodologi mendiskontokan arus kas pra-bunga dengan biaya rata-rata tertimbang
dari modal (WACC).

28 Ibid., hlm. 63
1.9.4. Peramalan Peramalan Keuangan29
Presentasi mencakup contoh numerik dan formula yang mendasarinya.
Tabel 1.5. menyajikan template dalam format numeric. Mengikuti template
numerik, Tabel 1.6. menyajikan yang sesuai formula yang mendasarinya.
Beberapa formula terlalu besar untuk ditampilkan di spreadsheet. Dalam kasus
ini, indikator * bersama dengan angka menunjukkan presentasi dari rumus di tabel
catatan.
Analisis dimulai dengan masuknya kolom input yang dibutuhkan. Tabel
1.5. Menunjukkan masukan yang diperlukan variabel dan laporan laba rugi.
Masukan yang dibutuhkan, eksogen terhadap model, mencakup minat rata-rata
tingkat bunga pinjaman, biaya ekuitas, capital gain tax rate, tarif pajak
penghasilan biasa dan tarif pajak perusahaan. Sementara eksogen terhadap model,
template dapat mengakomodasi analisis tambahan untuk menentukannya jumlah.
Pengguna hanya harus melakukan analisis dan memasukkan angka yang
dihasilkan pada tabel yang sesuai sel.
Spreadsheet termasuk pajak bisnis yang disebut Pajak Cukai Umum. Pajak
ini dibingkai setelah Hawaii Pajak Cukai Umum. Pajak dikenakan pada bisnis
berdasarkan penjualan mereka. Apapun, tanggung jawab untuk pajak terletak pada
bisnis. Pajak Tingkat di sini sama dengan 4,17 persen, sejalan dengan tarif
Hawaii. Pengguna bisa menyesuaikan presentasinya. Untuk mengakomodasi
Bisnis yang tidak menghadapi pajak ini, pengguna hanya menetapkan tingkat
sama dengan nol persen.
Tabel 1.5. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi
A B C D E F G H
2 Variabel Input
3
4 Rata-rata Suku 7.00
Bunga Kredit 0%
5 Biaya Ekuitas 12.0
00%
6 Tarif Pajak atas 15.0
Capital Gain (TPS) 00%
29 Ibid., hlm. 63
7 Tarif Pajak untuk 20.0
A B
Penghasilan Biasa C 00% D E F G H
Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
15 (TPB)
Penjualan 300,000 325,000 295,000 300,000 600,000
8
16 Tarif
PenjualanPajak 22.0 12,501 13,543 12,293 12,501 25,002
17 Harga pokok (TC)
Perusahaan 00%120,000 130,000 118,000 120,000 240,000
9 Harga Pokok
penjualan 40.0
18 Penjualan
Tenaga kerja
sebagai % 00% 15,000 15,000 15,000 15,000 15,000
19 Keuntungan 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000
dari Penjualan
1 karyawan
Tarif Pajak Cukai 4.16
20 Utilitas 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000
0
21 Umum
Periklanan 7% 10,000 10,000 8,000 10,000 1,000
22 Laporan
Menyewa Laba Rugi 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000
23 Beban 6 0 0 0 0
24 Biaya 7 0 0 0 0
25 Bagian Tahun 20,000 25,000 20,000 0
Berjalan 179
Pembelian
26 Penyusutan 9,900 13,500 4,500 2,100
MACRS 3YR
27 Penyusutan 8,800 8,800 8,800 8,800
SL 5YR
28 Penyusutan 12,000 19,200 11,400 7,200
MACRS 5YR
29 Penyusutan 8,000 8,000 8,000 8,000
SL 39 Tahun
Real Estat
30 Total Biaya 256,965 283,807 246,757 224,365
31 EBIT 43,035 41,193 48,243 75,635
32 Bunga 8,400 11,550 8,750 10,850
33 EBT 34,635 29,643 39,493 64,785

Tabel 1.5. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi (Lanjutan)

Tabel 1.5. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi (Lanjutan)


A B C D E F G H
34 Pajak 5,195 4,446 5,924 9,718
35 Batas 29,440 25,197 33,569 55,067
Pemasukan
Sumber: Terrance Jalbert. A Model For Forecasting Small Business Financial Statements And
Firm Performance. 2017

Tabel 1.6. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi (Rumus Tampilan)
A B C D E F G H
2 Variabel Input
3
4 Rata-rata Suku 0,07
Bunga Kredit
5 Biaya Ekuitas 0,12
6 Tarif Pajak atas 0,15
Keuntungan
Modal
7 Tarif Pajak atas 0,2
Penghasilan
Biasa
8 Tarif Pajak 0,22
Perusahaan
9 COGS sebagai 0,4
% dari
Penjualan
10 Tarif Pajak 0,04167
Cukai Umum
Laporan Laba
Rugi

Tabel 1.6. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi (Rumus Tampilan)
(Lanjutan)
A B C D E F G H
Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
15 Penjualan 300000 325000 295000 300000 600000
16 Kurangnya =D15*$ =E15*$ =F15*$ =G15*$ =H15*$
Cukai C$10 C$10 C$10 C$10 C$10
Umum
17 Harga pokok =D15*$ =E15*$ =F15*$ =G15*$ =H15*$
penjualan C$9 C$9 C$9 C$9 C$9
18 Tenaga kerja 15000 15000 15000 15000 15000
19 Keuntungan 2000 2000 2000 2000 2000
karyawan
20 Utilitas 5000 5000 5000 5000 5000
21 Periklanan 10000 10000 8000 10000 10000
22 Menyewa 40000 40000 40000 40000 40000
23 Beban 6 0 0 0 0 0
24 Biaya 7 0 0 0 0 0
25 Bajingan. Yr. 20000 25000 20000 0 0
Detik.
Pembelian
26 Penyusutan =DP!E8 =DP!E9 =DP! =DP! =DP!
MACRS E10 E11 E12
3YR
27 Penyusutan =DP!J8 =DP!J9 =DP! =DP! =DP!
SL 5YR J10 J11 J12
28 Penyusutan =DP! =DP! =DP! =DP! =DP!
MACRS O8 O9 O10 O11 O12
5YR
29 Penyusutan =DP!T8 =DP!T9 =DP! =DP! =DP!T1
SL 39 Tahun T10 T11 2
Tabel 1.6. Variabel Input dan Laporan Laba Rugi (Rumus Tampilan)
(Lanjutan)
A B C D E F G Hz
30 Total =D16:D2 =E16:E2 =F16:F2 =G16:G2 =H16:H2
Biaya 9 9 9 9 9
31 EBIT =D15- =E15- =F15- =G15- =H15a-
D30 E30 F30 G30 H30
32 Bunga *1 *2 *3 *4 *5
33 EBT =D31- =E31- =F31- =G31- =H31-
D32 E32 F32 G32 H32
34 Pajak =D33*$C =E33*$C =F33*$C =G33*$C =H33*$C
$6 $6 $6 $6 $6
35 Batas =D33- =E33- =F33- =G33- =H33-
pemasuka D34 D34 D34 D34 D34
n
Sumber: Terrance Jalbert. A Model For Forecasting Small Business Financial Statements And
Firm Performance. 2017

1.9.5. Kesimpulan30
Makalah ini menyajikan laporan keuangan proforma. Pengguna
memasukkan informasi untuk manajerial yang ditentukan variabel saja. Template
menghasilkan semua penghitungan lainnya secara otomatis. Sepanjang template,
setiap kali pengguna menyesuaikan nilai akun, akun yang tersisa akan secara
otomatis mencerminkan perubahan tersebut. Itu template tidak memerlukan steker
angka dan tidak menghasilkan referensi melingkar. Pengguna harus masuk saja
angka ke neraca awal yang menghasilkan persamaan antara aset dan kewajiban
ditambah ekuitas. Dengan kondisi ini terpenuhi, terlepas dari input pengguna, sisa
laporan keuangan akan seimbang.
Template keuangan dikembangkan, digunakan dan diuji selama 20 tahun.
Pengalaman menunjukkan hal itu kebanyakan mahasiswa tidak memiliki
kemampuan untuk mengembangkan analisis keuangan tanpa beberapa tingkat
bantuan. Dengan memanfaatkan alat yang disajikan di sini, siswa dengan mudah
menghasilkan analisis keuangan dan mengubahnya fokus pada penyesuaian yang
mencerminkan realitas bisnis mereka dan menafsirkan hasilnya.
Template yang disajikan menggabungkan beberapa asumsi yang
menghasilkan beberapa keterbatasan. Pertama, analisisnya hanya menawarkan
empat metode penyusutan. Perkembangan di masa depan mungkin mencakup
metode tambahan depresiasi. Template menggabungkan analisis tahunan yang
mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan semua pengguna. Masa depan penelitian
dapat memperluas template untuk memungkinkan analisis bulanan. Pengguna
ingin mendapatkan yang elektronik versi template bisa menghubungi penulis.

30 Ibid., hlm. 82-83