Anda di halaman 1dari 3

2.

4 Cara Menggandakan DNA

Penggandaan DNA dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).


Metode PCR membutuhkan bahan seperti DNA template yang akan digandakan.
Oleh karena itu, sebelum melakukan metode PCR, terlebih dahulu dilakukan
ekstraksi DNA untuk memperoleh DNA template dan elektroforesis untuk
menguji kualitas DNA template yang akan digandakan. Contoh DNA yang akan
digunakan yaitu DNA buah manga.

2.4.1 Ekstraksi DNA buah mangga


Langkah kerja ekstrasi DNA buah mangga sebagai berikut:
1. Dikupas buah mangga hingga bersih dan diusahakan tangan tidak menyentuh
secara langsung buah manga agar tidak terjadi kontaminasi.
2. Dipotong buah mangga yang telah dikupas menjadi 4 bagian, lalu
dimasukkan kedalam plastik. Kemudian dilumatkan hingga lembut dengan
tangan untuk mendapatkan ekstrak buah mangga.
3. Dimasukkan 4 jumput garam ke dalam shampo. Penambahan garam berfungsi
untuk memekatkan DNA pada buah mangga.
4. Dimasukkan 2 sendok air ke dalam wadah berisi shampo dan garam supaya
campuran lebih encer.
5. Diaduk campuran shampo, garam, dan air hingga tidak berbusa. Busa pada
campuran ini menghambat proses penyaringan sehingga busa harus
dihilangkan dengan cara pengadukan.
6. Dimasukkan satu sendok ekstra buah mangga ke dalam wadah yang berisi
campuran shampo, air, dan garam. Kemudian diaduk kembali semua
campuran tersebut hingga homogeny.
7. Didiamkan campuran tersebut selama 3 menit agar seluruh zat yang
terkandung dalam setiap bahan bereaksi sempurna
8. Disaring campuran diatas kedalam botol hingga diperoleh sari dari campuran
tersebut. Sari yang telah diperoleh, kemudian dimasukkan ke dalam tabung
ukur.
9. Ditambahkan isopropanol kedalam tabung ukur yang telah berisi sari dari
campuran semua bahan. Penambahan etanol dimaksudkan untuk
mempermudah visualisasi DNA. Etanol (EtOH) 70% akan menyebabkan
DNA mengalami presipitasi dan muncul sebagai pita putih yang berada pada
larutan antara alkohol dan larutan shampo.
10. Didiamkan campuran diatas supaya isopropanol berekasi dengan ekstrak
(sari) semua bahan, hingga nampak benang-benang halus yang muncul ke
permukaan. Setelah didiamkan kurang lebih 1 menit, nampak benang-benang
halus muncul ke permukaan. Benang-benang tersebut yaitu
DNA/RNA/Protein dari buah mangga. DNA ini dimurnikan kemudian
dilanjutkan pada proses elektroforesis.

2.4.2 Eletroforesis DNA Buah Mangga


DNA buah mangga yang berhasil diekstraksi dan sudah dimurnikan, perlu
dilakukan elektroforesis untuk melihat kualitas DNA tersebut. Sehingga dapat
diketahui terlebih dahulu kualitas DNA yang akan digandakan dengan metode
PCR. Elektroforesis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Direndam gel agarose dengan Buffer TAE.
2. Dicampur 1l loading dye dengan 3l produk DNA (DNA hasil ekstraksi,
contoh DNA buah mangga) pada parafilm yang telah tersedia dengan bantuan
mikropipet.
3. Dituangkan campuran tersebut ke sumur/well pada gel agarose.
4. Dituangkan 3l DNA marker 1kb pada sumur/well yang berada pada paling
tepi atas dan bawah.
5. Ditutup dan dihubungkan tangki elektroforesis ke power supply.
6. Power Supply ( 400mA, 90V) dinyalakan selama 30 menit.
7. Direndam gel agarose hasil langkah 1-9 pada larutan EtBr selama 15 menit.
8. Dilanjutkan dengan direndam dalam aquades selama 15 menit.
9. Divisualisasi dengan menggunakan Gel Doc dan kemudian diambil
gambarnya.
10. Diambil DNA buah mangga hasil elektroforesis dengan kualitas bagus
sebagai DNA template pada metode PCR (Yuwono, 2008).
2.4.3 Metode PCR (Polymerase Chain Reaction)

Menurut Artama (1991), siklus PCR meliputi tiga tahap yaitu denaturasi,
annealing, dan elongasi. DNA buah mangga hasil elektroforesis digandakan
menggunakan metode PCR, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

DAPUS

Artama, W.T. 1991. Rekayasa Genetika. Pusat Antar Universitas-Bioteknologi,


UGM. Yogyakarta.

Yuwono, T. 2008. Biologi Molekuler. Erlangga. Jakarta.