Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN

4.1 PROGRAM KERJA

4.1.1 Umum

Dalam menyusun Rencana Kerja ini, terlebih dahulu diadakan suatu studi
mendalam mengenai volume kerja, lokasi proyek, accessibility mobilisasi dan seluruh
aspek teknis, ekonomi yang erat kaitannya dengan pekerjaan perencanaan teknis ini.

Dengan mengadakan evaluasi atas pengalaman-pengalaman yang pernah


dilaksanakan oleh Konsultan untuk pekerjaan yang sejenis, maka disusunlah rencana
kerja untuk menangani pekerjaan ini.

Hal yang perlu mendapatkan perhatian seksama pada waktu pelaksanaan


nantinya adalah masalah pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan rencana
kerja ini baik di lapangan maupun di kantor proyek.

Rencana Kerja Konsultan pada perencanaan teknis berusaha menyusun


rencana kerja agar pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang
ditetapkan, maka sesuai dengan pengalaman Konsultan, pekerjaan perencanaan ini
dapat diselesaikan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender.

Rencana kerja dalam bentuk barchart dan matrik lengkap dengan keterlibatan
masing-masing tenaga ahli dan aktivitas serta waktu yang dibutuhkan. Bertitik tolak
kepada analisa terperinci mengenai hal-hal diatas, maka dapat ditetapkan dalam
pelaksanaan pekerjaan perencanaan teknis yang tertuang dalam :

Time Schedule (Jadual Pelaksanaan Pekerjaan)

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-1
LAPORAN PENDAHULUAN

Manning Personnel Schedule (Jadual Waktu Penugasan Personil)

Reporting & Approval Schedule (Jadual Waktu Pelaporan)

4.1.2 Konsep Dasar Penanganan

Prinsip-prinsip serta konsep dasar yang akan digunakan dalam Penyusunan


Studi Kelayakan Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk
Sialang adalah sebagai berikut :

1. Pemahaman Tim Konsultan atas filosofi Perencanaan Teknik Jalan Bina Marga.

2. Pemahaman Tim Konsultan atas standard, metodologi, dan prosedur survai dan
perencanaan yang digunakan.

3. Tim Konsultan harus terdiri dari personil-personil yang qualified dan yang benar-
benar menguasai bidangnya masing-masing.

4. Terbinanya sistem koordinasi dan komunikasi yang baik antara Tim Konsultan
dengan Pemberi Tugas.

Hasil akhir yang dituangkan dalam laporan perencanaan teknik akan mencakup
seluruh bagian jalan yang tercantum dalam kerangka acuan lengkap dengan
gambarnya. Untuk melaksanakan pekerjaan Studi Kelayakan Peningkatan Jalan
Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang sehingga dapat diperoleh hasil
perencanaan teknik yang optimum, maka perlu dilaksanakan beberapa tahapan
pekerjaan sebagai berikut :

1. Persiapan

2. Tahap pengumpulan data dan studi

3. Tahap survey dan pengambilan sample di lapangan

4. Tahap Pembuatan laporan

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-2
LAPORAN PENDAHULUAN

4.1.3 Tahap Persiapan

Dalam tahap ini akan dilaksanakan studi awal terhadap manual, guideline,
formulir-formulir dan standar-standar yang direkomendasikan oleh Bina Marga untuk
digunakan dalam survey dan perencanaan teknik jalan.

Disamping ini juga akan dilaksanakan pengumpulan data-data dari Pemberi


Tugas ataupun dari Instansi lain dan mengevaluasi serta mendiskusikannya dengan
instansi terkait. Selain itu Konsultan juga akan mempersiapkan keperluan-keperluan
yang dibutuhkan untuk seluruh pekerjaan survey dan perencanaan teknik yaitu
meliputi :

1. Mobilisasi personil

2. Menyediakan peralatan dan material

3. Menyelesaikan persyaratan administratif kontrak kerja antara Konsultan dan


Pemberi Tugas

4. Menyiapkan surat-surat pengantar atau persyaratan administratif lainnya yang


diperlukan dalam melaksanakan tugas.

4.1.4 Tahap Survey Dan Penyelidikan Lapangan

Pada tahap survey dan penyelidikan lapangan ini akan dilaksanakan :

1. Dynamic Cone Penetrometer (DCP)

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai CBR lapisan tanah dasar yang dilakukan
pada ruas-ruas jalan yang belum beraspal, seperti jalan tanah, jalan kerikil atau jalan
aspal yang telah rusak hingga tampak lapisan pondasinya.

Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

a. Alat DCP yang dipakai sesuai dengan ketentuan-ketentuan ukuran seperti yang
diberikan dalam TOR.

b. Pemeriksaan dilakukan dengan interval pemeriksaan 200 m

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-3
LAPORAN PENDAHULUAN

c. Pemeriksaan dilakukan pada sumbu jalan dan pada permukaan lapisan tanah
dasar.

d. Harus dicatat Ketebalan dan jenis setiap bahan perkerasan yang ada seperti lapis
Sirtu, lapis Telford, lapis pasir dan sebagainya.

e. Pemeriksaan dilakukan hingga kedalaman 90 cm dari permukaan lapisan tanah


dasar, kecuali bila dijumpai lapisan tanah yang sangat keras (lapis batuan).

f. Selama pemeriksaan harus dicatat keadaan-keadaan khusus yangperlu


diperhatikan seperti timbunan, kondisi drainase, cuaca, waktu dan sebagainya.

g. Lokasi awal dan akhir dari pemeriksaan harus dicatat dengan jelas.

h. Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini, dicatat dalam formulir HR

2. Survey Kondisi dan Geometrik Jalan

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan data umum mengenai kondisi
perkerasan yang ada dan kondisi geometrik jalan yang bersangkutan.

Pemeriksaan dilakukan dengan methoda yang disederhanakan (Simplified Design),


yaitu cukup mencatat kondisi rata-ratasetiap 1.0 Km yang tercatat selama
berkendaraan dan mengisikannya dalam formulir

Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini adalah :

Lebar perkerasan yang ada, dalam meter.

Jenis perkerasan yang ada, misalnya AC, HRS, Nacas, Lasbutag, Penetrasi Mc
Adam, Kerikil, Tanah, Soil Cement dsb.

Nilai kekasaran jalan (Road Condition Index), yangdapat diperoleh dari hasil
survey NAASRA Roughness Meter atau ditentukan secara visual dengan
ketentuan skala sebagai berikut :

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-4
LAPORAN PENDAHULUAN

Kondisi daerah samping jalan serta saran utilitas yang ada seperti saluran
samping, gorong-gorong, bahu, kerb, kondisi drainase samping, jarak
pagar/bangunan penduduk/tebing kepinggir perkerasan.

Lokasi awal dan akhir pemeriksaan harus jelas dan sesuai dengan lokasi
yang ditentukan untuk jenis pemeriksaan lainnya.

Data yang diperoleh dicatat didalam formulir

membuat foto dokumentasi inventarisasi geometrik jalan minimal 1 (satu)


buah.

Foto dicetak pada formulir. dengan mencantumkan hal-hal yang


diperlukan seperti nomor dan nama ruas jalan, arah pengambilan foto,
tanggal pengambilan foto dan tinggi petugas yang memegang nomor
STA.

RCI KONDISI VISUAL TYPE PERMUKAAN TYPIKAL

8 - 10 Sangat rata dan halus Hotmix (AC dan HRS) yang baru
dibuat/ditingkatkan dengan beberapa lapisan
aspal.

7-8 Sangat baik, rata Hotmix setelah dipakai beberapa tahun atau
lapisan tipis hotmix diatas Penetrasi
Macadam. dipakai untuk pelaksanaan
pekerjaan konstruksi disekitar ruas jalan yang
ditingkatkan.

67 Baik Hotmix lama, Nacas/Lasbutag baru.

Cukup, sedikir /tdk ada Pen. Mac Adam, Nacas baru atau lubang,
lubang, tetapi permukaan rata Lasbutag berumur beberapa
5-6
permukaan jalan tahun.
kurang rata

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-5
LAPORAN PENDAHULUAN

4-5 Jelek, kadang - kadang Penetrasi Macadam berumur 2-3 tahun, Nacas
berlubang tidak rata lama, Jalan kerikil tak terawat.

3-4 Rusak, bergelombang Penetrasi Macadam lama, Latasbum lama


banyak lubang lama jalan kerikil yang tak terawat.

2-3 Rusak berat Semua type perkerasan dia baikan.

1-2 Tidak dapat dilalui


kecuali oleh jeep 4 WD
-----

A. Pengumpulan Data Lalu Lintas

Tujuan dari suvey ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang jumlah dan jenis
kendaraan yang melewati ruas ini, untuk keperluan perhitungan LHR, dimana data ini
akan dijadikan dasar untuk perhitungan beban gandar komulatif selama umur
rencana, dan menghitung besarnya ADT pada pertengahan umur rencana.

Adapun jenis survey yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

Perhitungan lalu lintas, akan dilakukan selama 2 x 12 jam pada ruas-ruas


yang akan dilewati kendaraan.

Pencatatan dilakukan pada formulir khusus perhitungan lalu lintas.

Perhitungan akan diusahakan pada hari biasa dan pada hari pasar.

B. Pemeriksaan Lokasi Sumber Material

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai bahan-
bahan perkerasan yang dapat dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada
ruas-ruas jalan yang dikerjakan.

Informasi yang akan diperoleh dan dicatat dalam formuli adalah sebagai berikut :

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-6
LAPORAN PENDAHULUAN

Jenis bahan untuk perkerasan yang ada, misalnya pasir, kerikil, tanah timbunan,
batu.

Lokasi quarry setiap jenis bahan perkerasan berikut perkiraan jumlah yang ada.

Perkiraan harga satuan tiap jenis bahan perkerasan.

Perkiraan jarak pengangkutan bahan dari quarry ke base camp proyek.

Peta lokasi quarry berikut keterangan lokasinya (Km, Sta)

Data yang diperoleh dicatat dalam formulir.

C. Survey Topografi

Pengukuran Topografi dimaksudkan untuk mengumpulkan data pengukuran yang


cukup untuk kebutuhan perencanaan.

Pengukuran Poligon dengan ketelitian 1 : 10.000 dan patok-patok permanen harus


dipasang dengan interval tidak lebih dari 500 m serta dapat terlihat dengan mudah.
Pengukuran jarak dapat dilakukan secara langsung atau menggunakan titk-titik
sementara dan bantuan alat ukur elektronis.

Patok -patok pengukuran dapat berupa :

Patok beton bertulang dengan ukuran 10 x 10 x 60 cm dipasang ditempat bebas


dari gangguan lalu lintas atau lainnya selama pelaksanaan.

Paku yang dipasang pada beton atau cara lainnya pada bangunan-bangunan tetap
seperti abutmen jembatan dan lain-lain.

Pengukuran meliputi :

a) Titik kontrol vertikal dan horisontal berupa patok-patok kayu yang dipasang
setiap interval 100 m pada rencanan jalan.

Patok kayu berukuran 5 x 7 x 60 cm dan dapat ditancapkan kedalam tanah


sedalam 50 cm.

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-7
LAPORAN PENDAHULUAN

Pada pengukuran poligon :

- Titik Kontrol Horisontal

Pengukuran menggunakan Theodolit dengan ketelitian bacaan 1 detik dan


ketelitian orde ketiga.

- Titik Kontrol Vertikal

Pengukuran menggunakan Waterpass dengan ketelitian 1.5 - 2.5 mm/km,


pengukuran dilakukan dengan dua arah.

b) Pengukuran Right of Way dengan menyebut tata guna tanah serta lainnya
seperti pemukiman, sawah dan lain-lain.

c) Cross Section dibuat untuk setiap interval 100 m pada tiap-tiap titik kontrol.
lebar Cross Section minimal 25 m kekanan dan kekiri as jalan.

d) Perhitungan dan penggambaran peta topografi berdasarkan atas koordinat


titik kontrol tersebut diatas.

Gambar peta topografi pada kertas milimeter dengan skala 1 : 1000 dengan
garis countur tiap interval 1 meter. Semua titik kontrol harus dicantumkan
dalam gambar.

D. Penyelidikan Tanah

Penyelidikan tanah dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Dilaksanakan dengan pemboran dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Pemboran dilakukan dengan bor tangan ( Hand Auger Boring ) atau alat
bor mesin, sesuai dengan keperluannya.

b) Penamaan dari masing-masing jenis tanah harus dilakukan pada saat itu
juga, sesuai dengan kedalaman maupun sifat tanah tersebut yang dapat
di lihat secara visual.

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-8
LAPORAN PENDAHULUAN

c) Apabila tanah yang ada berpotensi longsor atau runtuh disiapkan alat bor
yang dilengkapi casing.

d) Apabila ditemukan air pada lobang bor, maka harus dicatat


kedalamannya serta waktu alat bor tersebut menyentuh air.

e) Bila ditemukan lapisan tanah yang mudah terperas (Compressible Strata),


maka pemboran akan dilanjutkan untuk mengetahui ketebalannya.

f) Lobang-lobang bor diusahakan sedekat mungkin dengan As jalan dengan


interval jarak minimal 250 m serata kedalaman rata-rata sebagai berikut :

- Urugan pada daerah rawa sedalam 2 (dua) kali urugan tersebut diukur
dari permukaan air.

- Urugan pada daerah biasa, sedalam 2 (dua) meter dari permukaan


jalan.

Pengambilan Contoh Tanah

Pengambilan contoh tanah bertujuan untuk penyelidikan tanah


dilaboratoriuim. Pengambilan contoh tanah dikerjakan dengan cara Disturbed
dan Undisturbed Sample dengan jumlah maupun kedalaman yang disesuaikan
dengan kebutuhan. Umumnya pada lapisan tanah yang berbeda harus
dilakukan pengambilan contoh tanah.

Dalam hal ini dilakukan batasan-batasan sebagai berikut :

a. Pada daerah yang lapisan tanahnya sama, sekurang-kurangnya sejauh


jarak 1 Km harus diambil 2 buah contoh tanah dari tiap macam lapisan
sesuai dengan test yang akan disebutkan pada petunjuk ini.

b. Pada tempat-tempat dimana terjadi perubahan lapisan tanah, baik


kedudukan maupun macamnya harus diambil contoh tanah.

c. Pada umumnya diambil 2 (dua) contoh tanah untuk setiap lobang bor.

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4-9
LAPORAN PENDAHULUAN

Pengujian Laboratorium

Pelaksanaan test di laboratorium dimaksudkan untuk mendapatkan data-data


yang digunakan dalam perhitungan perencanaan. Test yang dimaksud antara
lain :

a. Analisa Saringan

Hasil Analisa Saringan akan digunakan menentukan cara-cara dan


kemungkinan pemadatan lapisan tanah, baik sebagai Subgrade maupun
sebagai Base (quarry, materials).

b. Moisture Content Test

Hasil dari Moisture Content Test dari contoh tanah tidak terganggu
(Undisturb Sample ) dipakai pada perhitungan Pavement Design dan
embankment.

c. Compaction Test

Hubungan Moisture Content dan Dry Density akan digunakan pada


pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan.

d. Atterberg Limits Test

Pengukuran Atterberg Limits akan memungkinkan kelengkapan


klasifikasi Tanah dan peninjauan untuk Pavement Design dan
Embankment.

e. Direct Shear Test/Shear Strenght Test / Unconfined Compression Test

Penyelidikan ini digunakan terutama untuk perhitungna Stabilitas Lereng


Galian dan Urugan Jalan serta penetapan nilai c dan y.

f. CBR Test

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 10
LAPORAN PENDAHULUAN

Nilai-nilai test digunakan untuk klasifikasi Daya Dukung Tanah Subgrade.


CBR Test akan dikerjakan sesuai dengan CBR Modified AASHTO.

4.1.5 Analisis Dan Perencanaan

Pada tahap analisa dan perencanaan ini Konsultan akan menyusun konsep
detail perencanaan dan selanjutnya didiskusikan dan dimintakan persetujuan
kepada Pengguna Jasa. Setelah mendapat persetujuan maka selanjutnya akan
dibuat detail perencanaan akhir.

1. Persyaratan Teknis

Pada prinsipnya pekerjaan penelitian ini menggunakan methoda Design


yang Disederhanakan (Simplified Design) dengan umur rencana 10 tahun
dan menggunakan program komputer yang sudah dikembangkan oleh Dit.
Jend. Prasarana Wilayah dalam Road Design System yang telah mengalami
beberapa penyesuaian.

Sesuai dengan Methoda tersebut diatas maka Konsultan dalam


pelaksanaan pekerjaannya terikat dengan persyaratan-persyaratan teknis,
yang diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Perencanaan Geometrik Jalan Raya

Perencanaan geometrik jalan raya akan meliputi Alinemen Horisontal,


Vertikal dan Cross Section dengan kriteria perencanaan digunakan
ketetapan - ketetapan didalam standar No. 13/1970. Perencanaan jalan
raya dengan perkecualian :

Radius lengkung horisontal minimum adalah 110 m.

Gradien maksimum adalah 8 %.

Optimum minimum untuk lebar jalan adalah 0.75 - 4.50 - 0.75 m (bahu
kiri kanan 0.75 m, lebar jalan perkerasan jalan 4.50 m).

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 11
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar rencana geometrik jalan ini sama dengan rencana Final


Engineering Design lengkap.

b) Perencanaan Struktur Perkerasan

Perencanaan struktur perkerasan meliputi perencanaan struktur


perkerasan bahu atau lapisan atas, dengan methoda yang digunakan
akan didasarkan pada nilai CBR sesuai dengan pedoman standar No.
04/PO/BM/1983 Bina Marga.

Dalam perencanaan perkerasan ini, konsultan sejauh mungkin


memanfaatkan material setempat yang ada, dan jalan akan
direncanakan dengan umur rencana 10 tahun dengan beban 8.00 ton
SAL.

Struktur perkerasan baru terdiri dari pilihan antara lain :

- Asphalt Concrete (AC) dengan Crushed Rock Base (CRB) atau

- Split Mastic Aspal (SMA) dengan Asphalt Treated Base (ATB)


dengan Crushed Rock Base (CRB).

Faktor faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan jenis material


untuk lapisan-lapisan perkerasan tersebut adalah :

- Pertimbangan Ekonomi

- Volume dan Tipe Lalu Lintas

- Kondisi tanah yang ada

- Ketersedian kontraktor yang berpengalaman dan memiliki


peralatan yang diperlukan

- Ketersedian material setempat

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 12
LAPORAN PENDAHULUAN

Mengingat sifat khas dari proyek ini, konsultan akan menyusun


perencanaan struktur ini secara seksama agar konstruksi perkerasan
yang dibuat nantinya benar-benar dapat bertahan selama umur
rencana, tapi tetap optimal secara ekonomis.

c) Perencanaan Drainase

Salah satu penyebab utama kerusakan jalan disamping beban lalu


lintas, adalah air yang masuk kelapisan subgrade dan memperlemah
daya dukung lapisan bawah jalan tersebut.

Sistem drainase yang baik, yang mampu melindungi badan jalan


merupakan salah satu faktor penunjang dalam memperpanjang umur
struktur perkerasan. Mengingat pertimbangan ini, konsultan akan
memperhatikan dan merencanakan secara cermat dan mengikuti
persyartan teknis.

2. Analisa Data / Perencanaan

Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, konsultan akan


mengadakan analisa data dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai
berikut :

Analisa Lendutan Balik

Lendutan balik rencana (D) ditentukan berdasarkan formula :

D = x + 1.0 s

Dimana:

D = Lendutan balik rencana pada section

X = Lendutan balik rata rata pasa section tertentu

S = Standart deviasi pada section tertentu

Analisa Data CBR

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 13
LAPORAN PENDAHULUAN

Nilai CBR Rencana ditentukan dengan formula :

CBR (Design) = CBG (rata-rata) - 1 Standar Deviasi

Dalam pemakaian kedua formula tersebut, harus diperhatikan batasan-


batasan yang berlaku dalam teori statistik.

Analisa Data Lalu Lintas

Untuk menghitung besarnya beban gandar komulatif selama umur


rencana dan perhitungan besarnya ADT pada pertengahan umur
rencana.

Penentuan Unique Section

Yaitu suatu seksi jalan yang mempunyai karakteristik seragam dalam


beberapa variabel design seperti :

Lebar perkerasan yang ada.

Lendutan balik rencana atau nilai CBR rencana.

Nilai beban lalu lintas perubahan canber.

Mempelajari kemungkinan pemakaian tipe bahan perkerasan jalan yang


sesuai untuk suatu daerah tertentu.

Melakukan disain tebal perkerasan tambahan menurut metoda yang


telah ditentukan.

Menganalisa hasil desain sehingga diperoleh hasil disain yang optimal


dan selalu memperhatikan batasan-batasan dalam biaya proyek.

Menganalisa dan menghitung volume pekerjaan ikutan (side work)

Menyiapkan gambar-gambar standar dan khusus yang diperlukan dalam


tiap-tiap pekerjaan.

Analisa Perkiraan Biaya

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 14
LAPORAN PENDAHULUAN

Agar dapat perkiraan biaya yang tepat dan sesuai, maka konsultan akan
menyiapkan analisa harga satuan dari setiap jenis pekerjaan berdasarkan
faktor-faktor material, peralatan, sosial, pajak, overhead, keuntungan dan
pengawasan yang didapat dari keterangan-keterangan daerah setempat.

Hasil perkiraan diatas dibandingkan dengan proyek-proyek sebelumnya atau


pekerjaan-pekerjaan sejenis di daerah itu. Jika berbeda, dicari penyebabnya
dan diadakan penelitian kembali hasil yang sesuai.

4.2 PELAPORAN

1. Laporan : Laporan Pendahuluan ini akan menguraikan tujuan dan


Pendahuluan sasaran studi, pendekatan dan metodologi yang akan
digunakan, jadwal pelaksanaan, rencana kerja,
manajemen tenaga ahli. Laporan ini diserahkan paling
lambat 7 (Tujuh) hari kerja setelah dikeluarkannya
SPMK, dengan jumlah buku sebanyak 5 (Lima) Buku
Laporan.

2. Laporan Bulanan : Laporan Antara yang berisi antara lain hasil survey dan
observasi lapangan. Data dan informasi yang dihasilkan
dari survey dan observasi lapangan ditabulasi dalam
bentuk tabel dan grafik serta gambar-gambar.
Selanjutnya dalam Laporan Antara ini dilakukan
serangkaian analisis terhadap data dan informasi yang
dihasilkan.

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 15
LAPORAN PENDAHULUAN

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 15 (Lima


Belas) hari kalender sejak SPMK diterbitkan dengan
jumlah buku sebanyak 5 (lima) Buku Laporan.

3. Laporan Akhir : Laporan Akhir yang berisi antara lain bagian akhir dari
serangkaian laporan yang dihasilkan setelah
pembahasan dan mendapat persetujuan dari Tim Teknis
Instansi terkait.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (Tiga


Puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan dengan
jumlah buku sebanyak: 10 (Sepuluh) Buku.

4. Soft Copy Soft Copy Laporan sebanyak 5 (Lima) CD.

Studi Peningkatan Jalan Simpang Parit Semau Simpang Desa Teluk Sialang 4 - 16