Anda di halaman 1dari 11

Makalah Bahasa Indonesia

Kalimat Efektif

Nama Kelompok : Harmiah Rahmah


Aulia Winalda

Tri Yuni Adistya

Elma Rusadi

Ancas Miftahul

Ikhsan

Kelas : PGSD E

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2015/2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang. Atas berkah dan rahmatnya kami masih diberikan kekuatan dalam mengerjakan
dan menyelesaikan makalah ini secara tuntas. Yang InshaAllah kami selesaikan sesuai dengan
aturan-aturan faedah Bahasa Indonesia.

Dengan segala keterbatasan kami, kami telah berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk
menyusun makalah ini secara benar dan mudah dimengerti. Agar para pembaca dapat
membacanya dengan mudah.

Penulisan makalah ini tidak lain hanyalah untuk menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan penyusun dan pembaca. Makalah ini juga disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Bahasa Indonesia secara berkelompok, dengan judul Kalimat Efektif.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki, kami mohon maaf
sebesar-besarnya atas segala kesalahan dalam makalah ini. Kami ucapkan banyak terima kasih
kepada para pembaca dan penyimak yang dengan suka rela menyempatkan waktu dan tempat
kepada kami untuk mempersembahkan makalah ini. Dan yang paling utama kepada ibu
Rusmah, S.Pd.,M.Pd, rasa terima kasih kami ucapakan sebesar-besarnya atas segala waktu dan
wawasan yang telah diberikan kepada kami semua.

2
Daftar Isi

Kata Pengantar. i

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang. iii

Rumusan Masalah... iii

Tujuan Penulisan..... iv

Manfaat Penulisan....iv

Bab II Pembahasan

Pengertian Kalimat 1

Ciri-ciri Kalimat Efektif 2

Syarat Kalimat Efektif.. 4

Struktur Kalimat Efektif...4

Faktor Pendukung keefektifan dan Faktor Penyebab

Ketidakefektifan Kalimat. 5

Bab III Penutup

Kesimpulan.... 6

Daftar Pustaka.. 7

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia dengan sesama


anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu.bahasa berisi gagasan, ide, pikiran,
keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembaca. Agar apa yang dipikirkan,
diinginkan, atau dirasakannya dapat diterima oleh pendengar atau orang yang diajak
bicara, hendaklah bahasa yang digunakannya dapat mendukung maksud atau pikiran
dan perasaan pembicara secara jelas.
Kalimat yang benar (dan juga baik) harusllah memenuhi persyaratan
gramatikal. Artinya, kalimat itu harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku,
seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat);
memerhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat
dalam kalimat. Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tersebut jelas akan mudah
dipahami oleh pembaca atau pendengar. Kalimat demikian disebut kalimat efektif.
Kalimat efektif ialah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh
si pembicara (penulis dalam bahasa tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar
(pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan
oleh si penutur atau si penulis. Hal ini berarti, bahwa kalimat efektif haruslah secara
sadar disusun oleh penulis/penuturnya untuk mencapai informasi yang maksimal.

B. Rumusan Masalah

Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah
ini sebagai batasan dalam pembahasan bab ini. Beberapa masalah tersebut antara lain :
1. Apa yang dimaksud dengan Kalimat efektif ?
2. Apa saja ciri-ciri dari Kalimat efektif ?
3. Apa saja syarat-syarat yang mendasari Kalimat efektif ?
4. Bagaimana struktur dari Kalimat efektif ?
5. Apa saja faktor pendukung keefektifan kalimat dan faktor penyebab ketidakefektifan
kalimat ?

4
C. Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


a. Untuk menambah wawasan yang lebih luas
b. Memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penggunaan tata Bahasa Indonesia
c. Menjaga kemurnian Bahasa Indonesia
d. Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif yang benar dalam
kehidupan sehari-hari

D. Manfaat Penulisan

Manfaat dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


a. Manfaat untuk diri sendiri adalah supaya memahami bagaimana dan apa itu kalimat
efektif yang benar dalam penggunaan Bahasa Indonesia.
b. Manfaat untuk kelompok adalah supaya mampu dan bisa menjaga budaya Bahasa
Indonesia yang baik dan benar serta saling berkomunikasi dalam bertukar pikiran.
c. Manfaat untuk orang lain adalah untuk menambah wawasan dan siap untuk menjaga
budaya Bahasa Indonesia.

5
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Kalimat
a. Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh,
baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan
suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir.
Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf capital
dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tandatanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-
kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki
sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsure
tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang
membedakan frasa dengan kalimat.

b. Pengertian Kalimat Efektif


Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakaiannya
secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula.

Pengertian kalimat efektif menurut beberapa ahli yaitu :


1. Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat
komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah
dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu:
2007)
2. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah
dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)
3. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah,
ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4. Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan
informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi,
danWahyudi: 2009)
5. Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu
menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat, jelas, padat dan mudah di
mengerti serta di artikan. (Arif H.P: 2013)

2. Ciri-ciri Kalimat efektif


1. Ciri Gramatikal
kalimat efektif harus mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Maksudnya dengan
menggunakan kata imbuhan agar kalimat mudah dimengerti. Faktor kedua yang
mendukung kalimat efektif ialah pilihan kata atau diksi.

6
2. Pilihan Kata
Untuk menyusun kalimat efektif harus dipilih kata-kata yang tepat, seksama
(sesuai), dan lazim.

3. Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata
kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya kepinggir jalan. Kalimat tersebut tidak
memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat
aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni
menggunakan imbuhan di-.

Kalimat itu harus diubah :


1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya kepinggir jalan.
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya kepinggir jalan.

4. Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata
yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud
kalimat.

- Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.


Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata
mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
5. Penekanan
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang
penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.

Menggunakan partikel; penekanan bagian kalmiat dapat menggunakan partikel


lah, -pun, dan kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?

Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap


penting.

7
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang
tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan
sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau


berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan
menyeluruh.

6. Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur
dalam kalmiat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati
yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :


1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan (tidakefektif)
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung (tidak efektif)
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

3. Syarat-syarat Kalimat efektif

1. Secara tepat mewakili pemikiran pembicara atau penulisnya.


2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau
pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
3. Mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan berlangsung dengan
sempurna.
4. Syarat utama kalimat efektif mencakup dua hal, yaitu struktur kalimat dan ciri
kalimat efektif.

4. Struktur Kalimat efektif

1. Struktur Kalimat Utama


Unsur-unsur yang membangun sebuah kalimat dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu: unsur wajib dan unsur tak wajib (unsur manasuka). Unsur wajib adalah unsur
yang harus ada dalam sebuah kalimat (yaitu unsur S/subjek dan P/predikat),
sedangkan unsur tak wajib atau manasuka adalah unsur yang boleh ada dan boleh

8
tidak ada (yaitu kata kerja bantu: harus, boleh; keterangan aspek: sudah, akan;
keterangan: tempat, waktu, cara, dan sebagainya).

2. Struktur Kalimat Paralel

Yang dimaksud kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah penggunaan


bentuk-bentuk bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Jika sebuah ide
dalam suatu kalimat dinyatakan dengan frase (kelompok kata), maka ide-ide yang
sederajat harus dinyatakan dengan frase.

Sementara itu, Sugono (2003) mengatakan, bahwa struktur paralel dapat dilihat
dari segi kesejajaran satuan dalam kalimat. Yang dimaksud dengan satuan di sini
adalah satuan bahasa. Unsur pembentuk kalimat seperti subjek, predikat, objek, dan
sebagainya dapat disebut satuan.

3. Struktur Kalimat Periodik

Kalau pada kalimat umum, unsur-unsur yang dikemukan cenderung unsur


intinya, tetapi kalau pada kalimat periodik sebaliknya, yaitu unsur-unsur tambahan
yang terlebih dahulu dikemukan kemudian muncul bagian intinya. Hal ini dilakukan
untuk menarik perhatian para pembaca atau pembicara terhadap pendengarnya.

5. Faktor pendukung keefektifan dan faktor penyebab ketidakefektifan kalimat

A. Faktor Pendukung Keefektifan Kalimat


Agar kalimat yang disusun dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara, secara
garis besar, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1) Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
2) Penggunaan bahasa Indonesia baku; dan
3) Penggunaan ejaan yang disempurnakan

B. Faktor Penyebab Ketidakefektifan Kalimat


Ketidakefektifan kalimat dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor
tersebut meliputi:
1) Kontaminasi atau kerancuan
2) Pleonasme (Pemakaian kata yang berlebihan)
3) Ambiguitas atau keambiguan
4) Ketidakjelasan subjek
5) Kemubaziran preposisi
6) Kesalahan logika
7) Ketidaktepatan bentuk kata
8) Ketidaktepatan makna kata
9) Pengaruh bahasa daerah
10) Pengaruh bahasa asing

9
BAB III

PENUTUP
Kesimpulan

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik
dengan cara lisan maupun tulisan. Salah satu bentuk dari kalimat adalah kalimat
efektif. Kalimat efektif adalah suatu kalimat yang dituliskan maupun diucapkan
dengan kata-kata yang singkat dan mudah dimengerti tanpa ada pemborosan kata-
kata. Dalam penggunaan kalimat efektif, perlu dipahami ciri-ciri dan strukturnya, agar
dalam penggunaan sehari-hari menjadi lebih mudah dimengerti tanpa ada kata-kata
yang membuat orang lain sulit mengerti maupun bosan dalam penyimakannya.

10
Daftar Pustaka
- Dra. Suparni. 1991. Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung : Aditya
- Drs. Soedjito. 1999. Kalimat Efektif. Malang : PT Remaja Rosdakarya

11