Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sektor pertanian merupakan sektor yang mendapatkan perhatian cukup besar dari
pemerintah dikarenakan peranannya yang sangat penting dalam rangka pembangunan
ekonomi jangka panjang maupun dalam rangka pemulihan ekonomi bangsa. Peranan sektor
pertanian adalah sebagai sumber penghasil bahan kebutuhan pokok, sandang dan papan,
menyediakan lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk, memberikan sumbangan
terhadap pendapatan nasional yang tinggi, memberikan devisa bagi negara dan mempunyai
efek pengganda ekonomi yang tinggi dengan rendahnya ketergantungan terhadap impor
(multiplier effect), yaitu keterkaitan input-output antar industri, konsumsi dan investasi.
Dampak pengganda tersebut relatif besar, sehingga sektor pertanian layak dijadikan sebagai
sektor andalan dalam pembangunan ekonomi nasional. Sektor pertanian juga dapat menjadi
basis dalam mengembangkan kegiatan ekonomi perdesaan melalui pengembangan usaha
berbasis pertanian yaitu agribisnis dan agroindustri. Dengan pertumbuhan yang terus positif
secara konsisten, sektor pertanian berperan besar dalam menjaga laju pertumbuhan
ekonomi nasional (Antara, 2009).
Sektor agribisnis merupakan sektor ekonomi terbesar dan terpenting dalam perekonomian
nasional Indonesia. Sektor agribisnis menyerap lebih dari 75% angkatan kerja nasional termasuk di
dalamnya 21,3 juta unit usaha skala kecil berupa usaha rumah tangga diperhitungkan maka sebesar
80% dari jumlah penduduk nasional menggantung hidupnya pada sektor agribisnis. Peranan sektor
agribisnis yang demikian besar dalam perekonomian nasional memiliki implikasi penting dalam
pembangunan ekonomi nasional ke depan (Saragih,1997).

Peranan agribisnis dalam perekonomian nasional dapat diukur dengan berbagai indicator yang terdiri
dari kontribusinya dalam pembentukan PDB, kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, kontribusi
dalam perdagangan internasional, kontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah, kontribusi dalam
ketahanan pangan nasional, kontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup, kontribusi dalam
pemerataan hasil pembangunan, kontribusi dalam pembangunan ekonomi makro secara nasional

Peranan agribisnis sektor pertanian misalnya dalam penyediaan bahan pangan. Ketersediaan
berbagai ragam dan kualitas pangan dalam jumlah pada waktu dan tempat yang terjangkau
masyarakat merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pem-bangunan di Indonesia. Sejarah
modern Indonesia menunjukkan bahwa krisis pangan secara langsung mempengaruhi kondisi sosial,
politik, dan keamanan nasional. Pada dasarnya tidak perlu diragukan lagi, bahwa pembangunan
ekonomi yang berbasiskan kepada sektor pertanian (agribisnis), telah memberikan bukti dan dan
peranan yang cukup besar dalam pembangunan perekonomian bangsa, dan tentunya lebih dari itu.

Dengan melihat peranan agribisnis sehingga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam
perekonomian suatu negara. Misalnya Aktivitas agribisnis untuk menghasilkan pangan akan selalu
ada selama manusia masih butuh makanan, Usaha ekonomiyang hematdevisa Mempunyai kaitan
usaha ke depan dan ke belakang ,Sumber pencaharian utama masyarakat dan menyerap tenaga kerja
Kultur masyarakat yang masih bersifat kultur agraris, Ketersediaan lahan yang masih cukup besar dan
belum optimal, Pengembangan agroindustri yang cukup bersaing di pasar dunia Kontribusi terhadap
PDB cukup besar, Agribisnis identik dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat

Agribisnis yang memiliki Dengan melihat peranan dan kedudukan agribisnis yang sanga
pening bagi perekonomian suatu negara bahkan global. Oleh karena itu, penulis ingin menlis tenang
PERAN DAN KEDUDUKAN AGRIBISNIS DI DALAM TATANAN PEREKONOMIAN
GLOBAL DAN PEREKONOMIAN INDONESIA

1.2 Permasalahan