Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil-alaamiin. Segala puji bagi Allah SWT. Atas segala


nikmat yang selalau dilimpahkan kepada hamba-Nya, baik nikmat yang tanpa
diminta maupun yang dengan sengaja diminta dari-Nya, sehingga pada akhirnya
penulis dapat menyelesaikan Makalah Bahasa Indonesia.

Sholawat serta salam semoga senantiasa dianugrahkan kepada Nabi Besar


Muhammad SAW, para keluarga, shabat, dan orang-orang yang senantiasa berjalan
diatas ajaran Allah dan sunnah Nabi hingga akhir. Makalah ini dibuat untuk
memenuhi tugas dari Ibu Rusmah S.Pd. M.Pd serta membantu dalam proses
pembelajaran.

Penulis menyadari bahwa dengan pengalaman, pengetahuan, dan


kemampuan yang terbatas Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan untuk perbaikan
kearah kesempurnaan.

Banggeris, 27 September 2015

Penulis

Page ii of 17
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i

KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................. 1

A. Latar Belakang ................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................. 2

C. Tujuan .................................................................................................. 2

BAB II. PEMBAHASAN .................................................................................. 3

A. Sejarah Surat Menyurat ...................................................................... 3


B. Jenis-Jenis Surat ................................................................................. 6
C. Syarat Pembuatan Surat .................................................................... 12

BAB IV. PENUTUP ......................................................................................... 14

A. Simpulan .......................................................................................... 14

B. Saran ................................................................................................. 14

DAFTAR PUSTAKA 15

Page iii of 17
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pergaulan antar masyarakat, kita tidak terlepas dari Saling


memberikan informasi atau saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang
lainnya, informasi itu dapat berupa pemberitahuaan, pertanyaan-pertanyaan,
laporan, permintaan, dan lain-lain. Informasi tersebut dapat disampaikan kepada
pihak lain dengan melalui bahasa lisan atau bahasa tulis.

Informasi dapat disampaikan dengan melalui bahasa lisan jika pemberi


informasi bertemu langsung dengan penerima informasi. Menyampaikan informasi
lewat telepon, radio, dan televisi dapat didgolongkan kedalam penyampaian
informasi melalui bahasa lisan.

Jika penyampaian informasi tidak menggunakan bahasa lisan, maka


penyampaian informasi dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa tulis. Sarana
komunikasi tulis untuk menyampaikan informasi antara lain menggunakan surat.

Surat merupakan media komunikasi berupa tulisan yang berisi informasi,


pesan, pernyataan atau tanggapan sesuai keinginan penulis surat. Surat dipandang
sebagai alat komunikasi yang paling efisien, efektif, ekonomis, dan praktis
disbanding dengan komunikasi lisan. Apa yang dikomunikasikan melalui surat
akan sampai kepada alamat yang dituju sesuai dengan sumber aslinya.

Surat sebagai sarana komunikasi tertulis mempunyai kelebihan-kelebihan


jika dibandingkan dengan alat-alat komunikasi lisan karena surat merupakan bukti
nyata hitam diatas putih. Surat dapat mengurangi kesalahpahaman dalam
berkomunikasi dengan sejelas-jelasnya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Page 1 of 17
B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana sejarah surat?


2. Apa saja jenis-jenis surat?
3. Apa syarat pembuatan surat yang baik dan benar?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah yaitu sebagai berikut:

1. Menjelaskan sejarah surat


2. Menjelaskan jenis-jenis surat
3. Menjelaskan syarat pembuatan surat yang baik dan benar

Page 2 of 17
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Surat

Adapun sejarah surat yaitu sebagai berikut:

1. Persia dan Mesir

Pada awalnya, surat berisikan dokumen-dokumen pemerintah yang biasa


dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain dengan kuda ataupun kereta kuda. Sistem
pengiriman pos di dunia dimulai di Mesir sekitar tahun 2000 SM. Di Mesir, di mana
pertukaran kebudayaan dengan Babilonia terjadi, pembungkus surat atau amplop
bisa berupa kain, kulit binatang, atau beberapa bagian sayuran. Mereka juga
membungkus pesan mereka menggunakan lapisan tipis dari tanah liat yang dibakar.
Sedangkan kekaisaran Persia di bawah kekuasaan Cyrus sekitar tahun 600 SM
menggunakan sistem pengiriman pesan yang terintegrasi. Pengendara kuda
(Chapar) akan berhenti di titik-titik pos tertentu (Chapar-Khaneh). Di sini,
pengendara kuda akan mengganti kudanya dengan yang baru untuk mendapatkan
kecepatan maksimum dalam pengiriman pesan. Sistem ini disebut dengan angariae.

2. China

Sisi lain dunia, di China, sebuah pelayanan pos sudah dimulai sejak zaman
Dinasti Chou pada 1122-1121 SM. Seperti di Persia, surat yang dikirimkan
biasanya berisikan mengenai dokumen pemerintah. Sistem pengirimannya terdiri
atas beberapa orang yang bergantian menyampaikan pesan tiap radius sembilan mil
atau empat belas koma lima kilometer. Sistem ini semakin berkembang dengan
jangkauan yang lebih luas pada masa pemerintahan Dinasti Han pada tahun 202 SM
hingga tahun 220 ketika China berhubungan dengan Romawi dan sistem pelayanan
pos mereka.

Page 3 of 17
3. India

Perkembangan pertumbuhan dan kestabilan politik di bawah kekuasaan


Kekaisaran Mauryan (322-185 SM) memperlihatkan perkembangan infrastruktur
di India Kuno. Kaum Mauryan mendirikan sistem pengiriman pesan, pendirian
sumur umum, rumah peristirahatan, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.
Pengiriman pesan dilakukan menggunakan kereta terbuka yang ditarik kuda yang
disebut dengan Dagana. Selain itu, pada masa ini para penguasa juga melindungi
tanah-tanah yang mereka punya dengan mengirimkan pesan kepada polisi atau agen
militer tempat mereka berada dalam arus komunikasi seperti melalui pembawa
pesan dan merpati pos. Terkadang masyarakat awam juga mengirimkan surat
kepada kerabatnya yang tinggal berjauhan.

4. Romawi

Kerajaan Romawi sendiri memebangun sistem pelayanan pos paling


canggih pada tahun 14 yang bersaing dengan China oleh Kaisar Augustus.
Jangkauan sistem pelayanan pos ini mencakup seluruh dataran Mediterania karena
adanya kebutuhan penyampaian pesan dari pemerintah Romawi dan militer antar
provinsi. Kebutuhan ini memunculkan pembangunan jalan pos dengan beberapa
stasiun untuk pergantian pengantar pengirim pesan setiap seratus tujuh puluh mil
atau dua ratus tujuh puluh kilometer dalam periode waktu dua puluh empat jam.
Akan tetapi pada akhirnya sistem ini tidak mampu bertahan karena adanya
ketidakseimbangan antara jumlah surat yang dikirim dan waktu yang dibutuhkan
untuk pengiriman surat tersebut pada abad sembilan di Eropa.

5. Renaisans hingga Saat Ini

Walaupun kerajaan-kerajaan di Barat mulai hancur, tidak berarti sistem


pelayanan pos juga hilang begitu saja. Sistem ini dipertahankan setidaknya hingga
abad ke sembilan sebelum akhirnya terpecah-pecah dan tidak digunakan lagi;
berbeda dengan di Timur di Kekaisaran Bizantium di mana sistem tersebut bertahan

Page 4 of 17
lebih lama karena adanya penyerapan sistem tersebut oleh kerajaan Islam di
Baghdad.

Perkembangan bisnis internasional yang semakin meluas, ada tuntutan


seputar korespondensi bisnis. Perusahaan-perusahaan mulai membangun pelayanan
pos milik mereka sendiri. Hingga abad 13 , hubungan antara pusat-pusat komersial
bisnis Florence, Genoa, dan Siena telah berjalan dengan pusat komersial bisnis di
Prancis Utara. Hal ini menarik minat para pedagang di Eropa sehingga mereka
memistiskan untuk menyediakan jalur internasioanl untuk berita dan bisnis. Pada
saat itu pula sudah terdapat pelayanan pos antara Venesia dengan Konstantinopel,
pusat kerajaan Islam pada saat itu.

Akan tetapi, dengan menguatnya negara-bangsa di Eropa, muncul lah tuntuan


mengenai hak privasi atas surat yang dikirimkan. Usulan ini ditentang oleh
pemerintah, di Prancis khususnya oleh France Louis XI di mana ia menciptakan
Royal Postal Service. Di sisi lain, pemerintah Inggris, Henry VIII membangun
pelayanan reguler menuju London. Sayangnya kedua sistem tersebut bukanlah
untuk umum, tetapi untuk orang-orang pemerintahan. Surat-surat pribadi belum
diakui hingga akhirnya pada tahun 1627 di Prancis diizinkan adanya pengiriman
surat pribadi. Akhirnya pada 1680, William Dockwra membuka pelayanan pos
privat yang menggunakan metode prabayar. Surat yang akan dikirimkan akan di
cap untuk menujukan kapan dan kemana surat-surat tersebut ditujukan.

Saat ini kemajuan sistem pengiriman surat juga dipengaruhi oleh teknologi
yang berkembang saat ini; misalnya surat udara ataupun surat elektronik. Surat
udara pertama berasal dari Paris pada September 1870 yang mengangkut lima ratus
pounds surat dari atas balon udara. Sedangkan surat elektronik pertama ditemukan
pada 1970 oleh Ray Tomlinson.

Page 5 of 17
B. Jenis-Jenis Surat

Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat
dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya.
Sedangkan apabila digolongkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi
tiga yaitu surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas.

1. Surat pribadi

Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat
dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat
pribadi yaitu:

a. Tidak menggunakan kop surat


b. Tidak ada nomor surat
c. Salam pembuka dan penutup bervariasi
d. Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
e. Format surat bebas

Samarinda,27 April 2015


Untuk Sahabatku Erpiana
di
Berau

Assalamualaikum Wr.Wb.

Halo,apa kabar,baik baik saja kan? Aku dan keluargaku dalam keadaan
sehat walafiat. Mudah-mudahan kabarmu juga seperti itu.
Apa di Berau hujan terus sepanjang hari? Di samarinda hampir setiap
hari hujan.
Erpi, bulan depan kan udah mulai libur sekolah, apa kamu punya rencana
liburan ke luar kota? Kalau tidak aku ingin berkunjung ke
rumahmu. Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Berau dan berlibur
bersamamu

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Sahabatmu

Melati Wijayanti

Page 6 of 17
2. Surat Resmi

Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik
perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan
surat pemberitahuan.

a. Ciri-ciri surat resmi:


1) Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
2) Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
3) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
4) Penggunaan ragam bahasa resmi
5) Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi
6) Ada aturan format baku

b. Bagian-bagian surat resmi:


1) Kepala/kop surat:
a) Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
b) Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil
c) Logo instansi/lembaga
2) Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
3) Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
4) Hal, berupa garis besar isi surat
5) Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
6) Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
7) Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
8) Isi surat

Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis
dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan
(EYD) haruslah menyesuaikan.

Page 7 of 17
9) Penutup surat
a) salam penutup
b) jabatan
c) tanda tangan
d) nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP)

10) Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang


adanya suatu kegiatan

Contoh surat resmi :

Page 8 of 17
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMK NEGERI 5 BERAU
Jalan Ilir Tepian Buah Kecamatan Segah

Nomor : 005/034/III/2015 24 Maret 2015

Lampiran :-

Hal : Permohonan Izin

Yth. Kepala Dinas Pedidikan

Kabupaten Berau

Dengan Hormat,

Kami Memberitahukan dalam rangka memperingati hari Pendidikan


Nasional, SMK Negeri 5 Berau akan menyelenggarakan lomba pidato dan baca
puisi dengan tema Pendidikan, tingkat SLTA se-Kabupaten Berau yang akan
dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 20 April 2015

Waktu : 08.00 s/d selesai

Tempat : Aula SMK Negeri 5 Berau

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengajukan permohonan izin untuk


menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami

Kepala Sekolah SMKN 5 Berau

Sarwan, S.Pd.M.Pd

Page 9 of 17
3. Surat Niaga

Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha


niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun
hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri
atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga
internal dan surat niaga eksternal. Salah satu contoh dari surat niaga adalan surat
penawaran dan surat penagihan.

4. Surat Dinas

Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi


dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam
suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat
pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan
instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi. Ciri-
ciri surat dinas:

a. Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan


b. Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
c. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
d. Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
e. Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
f. Format surat tertentu

5. Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat dan dikirimkan oleh seseorang
yang ingin bekerja di sebuah kantor, perusahaan ataupun instansi tertentu. Surat
lamaran pekerjaan termasuk surat dinas atau resmi. Oleh karena itu, terdapat aturan-
aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Secara umum surat
memiliki bagian-bagian seperti berikut ini:

Page 10 of 17
a. Tempat dan tanggal pembuatan surat
b. Nomor surat
c. Lampiran
d. Hal atau perihal
e. Alamat tujuan
f. Salam pembuka
g. Isi surat yang terbagi lagi menjadi tiga bagian pokok yaitu :

1) paragraf pembuka
2) isi surat
3) paragraf penutup

h. Salam penutup
i. Tanda tangan dan nama terang

6. Surat Elektronik

Dengan berkembangnya teknologi, surat pun semakin mengalami


pembaharuan, misalnya dengan adanya surat elektronik. Surat elektronik atau surel
merupakan surat yang pengirimannya berbasis pada penggunaan internet. Pada
awalnya, perusahaan bernama Olt Break and Newman dikontrak oleh Departemen
Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat ARPANET pada 1969. ARPANET ini
singkatan dari Advanced Research Projects Agency Network yang bertujuan untuk
meciptakan metode komunikasi antara intitusi pendidikan dengan militer.

Pada tahun 1971, Ray Tolimson bertugas dalam proyek SNDMSG yang
berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan dalam mesin yang sama. Ray
awalnya bereksperimen dengan SNDMSG untuk meninggalkan pesan di komputer
sehingga muncul lah protokol CYPNET yang mampu mengirimkan pesan ke
komputer lain yang masih berada dalam jaringan ARPANET. Ini lah yang menjadi
cikal bakal surat elektronik.

Page 11 of 17
Dalam Bahasa Indonesia Surat Elektronik sering disingkat dengan kata
surel, yang dalam bahasa inggrisnya adalah email atau electric mail. Untuk
mengakses surel, kita bisa memilih salah satu cara. Pertama dengan menggunakan
browser seperti Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Surel dengan basis browser
biasanya menyediakan layanan tersebut secara gratis. Kedua dengan program
pengakses surel seperti Microsoft Outlook. Keuntungannya kita tidak harus selalu
membuka internet untuk membuka surel yang ada.

C. Syarat Pembuatan Surat yang Baik dan Benar

Ada beberapa syarat dan ketentuan dalam menulis surat yang baik dan
benar. Syarat dan ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan lebih dahulu maksud surat yaitu pokok pembicaraan yang ingin
disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan,
pernyataan, pertanyaan, permintaan laporan atau hal lain. Tentunya disesuaikan
dengan Jenis Surat yang kita ingin tulis.
2. Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3. Merumuskan pokok pembicaraan satu persatu, runtun, logis dan teratur.
4. Menggunakan kalimat efektif,
a. Sederhana : bersahaja, lugas, mudah, tidak berbelit-belit kata maupun
kalimat. Menggunakan kata-kata yanb biasa dan lazim.
b. Ringkas : tegas dan mudah dipahami.
c. Jelas : tidak samar-samar, tidak meragukan, tidak taksa, tidak menimbulkan
salah paham.
d. Sopan : menggunakan kata-kata yang sopan atau halus dan kata-kata resmi
(bukan kata sehari-hari)
e. Menarik : membangkitkan perhatian, tidak membosankan. Bisa dengan
variasi kalimat, gaya bahasa.

Page 12 of 17
5. Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, apa
lagi singkaan yang tidak biasa atau singkatan buatan sendiri.
6. Memperhatikan dan menguasai Format atau Bentuk Surat.
7. Memperhatikan dan menguasai penulisan Bagian-Bagian Surat.
8. Penulisan atau pengetikan yang betul, jelas, bersih dan rapi.
9. Memperhatikan ukuran, jenis dan warna kertas.
a. Ukuran : Kwarto (21x29 cm)
b. Jenis : HVS untuk lembar asli, kertas tembus atau doorslag untuk tembusan.
c. Warna : Putih (hvs) untuk lembar asli; kuning (doorslag) untuk perbal; biru
muda (doorslag) untuk tembusan intern; merah muda (hvs) untuk surat
rahasia.
10. Isi surat ringkas, jelas, akurat dan eskplisit.
11. Menggunakan bahasa baku, serta EYD yang baik dan benar
12. Sampul/pembungkus surat, berupa amplop.

Page 13 of 17
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Adapun simpulan dari pembahasan yaitu sebagai berikut:

1. Sejarah awal adanya surat dimlai dari Persia dan Mesir, China, India, Romawi
dan Renaisains hingga saat ini.
2. Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan
surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Sedangkan
apabila digolongkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu
surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas, surat lamaran, dan surat elektronik.

3. Pembuatan surat yang baik perlu memperhatikan berbagai hal, mulai dari syarat
hingga ketentuan pembuatan surat.

B. Saran

Dalam kehidupan masyarakat komunikasi merupakan hal yang paling


penting, baik komunikasi secara langsung atau tidak langsung, penyampaian surat
secara tidak langsung yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat perlu lebih
perhatikan, untuk mengurangi masalah dalam pembuatan surat. Sebagai Mahasiswa
yang ilmiah sebaiknya lebih memperhatikan cara pembuatan surat dan penulisan
EYD dalam pembuatan surat.

Page 14 of 17
DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Zaenal Arifin dan Farid. 2001. 1001 Kesalahan Berbahasa. Cetakan
III. Jakarta: Akademika Pressindo.
Somad, Adi Abdul (dkk.). 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Page 15 of 17