Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

SISTEM PEMERINTAHAN
INDONESIA
Sistem pemerintahan negara Indonesia setelah amandemen UUD 1945, masih tetap
menganut Sistem Pemerintahan Presidensial, karena Presiden tetap sebagai kepala negara dan
sekaligus kepala pemerintahan. Presiden juga berada di luar pengawasan langsung DPR dan
tidak bertanggung jawab pada parlemen. Namun sistem pemerintahan ini juga mengambil
unsur-unsur dari sistem parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan
kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial.

ARAB SAUDI
Kekuasaan eksekutif Arab Saudi dipegang oleh kepala negara (raja) yang sekaligus
menjabat sebagai perdana menteri dan pimpinan agama tertinggi. Tidak ada partai politik
yang bertinak sebagai oposisi, tidak ada konstitusi kecuali al-Quran sebagai kitab suci
mereka, namun tidak sepenuhnya diikuti dalam hal penyelenggaraanpemerintah. Karena
kompleksnya bidang pemerintahan maka dibentuklah departemen-departemen yang yang
pejabatnya selurunya dari keluarga istana.
Menghadapi era globalisasi, Arab Saudi membentuk badan legislatif (Majelis Syura).
Mengenai badan yudikatif, sistem peradilan terdiri dari pengadilan pengadilan biasa,
Pengadilan Tinggi Agama Islam di Makkah dan Jedah serta sebuah Mahkamah Banding.
Sistem hukum bersumber dari Alquran yang penjabarannya diambil dari Hadis. Di samping
itu juga berlaku hukum adat dan hukum suku-suku. Sistem kerja peradilan diawasi oleh
Komisi pengawas Pengadilan yang diangkat oleh raja.
Sistem pernerintahan daerah dibagi atas beberapa wilayah propinsi yang masing-masing
dipimpin oleh seorang gubernur, sedangkan beberapa kota penting dipimpin oleh walikota.
Gubernur dan walikota diangkat atas persetujuan raja.

BENTUK NEGARA
INDONESIA
Berdasarkan pasal 1 ayat 1 UUD 1945 Rpublik Indonesia merupakan negara yang
berbentuk Kesatuan. Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan
untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat

pg. 1
memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Hubungan antara
pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan secara langsung. Dalam
negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet),
dan satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang
memegang wewenang tertinggi dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama negara
kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tiadanya badan-badan lain yang berdaulat.
Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu:
1. Sentralisasi, dan
2. Desentralisasi.
Dalam negara kesatuan bersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah
pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari
pemerintah pusat. Daerah tidak berwewenang membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau
mengurus rumah tangganya sendiri.

ARAB SAUDI
Bentuk dari negara Arab saudi adalah Kerajaan, yang mana dipimpin oleh seorang raja
yang dipilih berdasakan kemampuannya. Di Arab Saudi ini pengangkatan raja tidak dengan
berdasarkan garis lurus kebawah seperti kerajaan-kerajaan lainnya melainkan kesamping.

BENTUK PEMERINTAHAN
INDONESIA
Bentuk pemerintahan indonesia berdasarkan pasal 1 ayat 1 UUD 1945 berbentuk
Republik. Republik berasal dari kata res publica yang artinya kepentingan umum.
Pemerintahan republik adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat dan dipimpin oleh
seorang presiden untuk masa jabatan tertentu.

ARAB SAUDI
Arab Saudi merupakan negara yang berbentuk Monarki. Monarki merupakan sejenis
pemerintahan di mana Raja menjadi Kepala Negara. Monarki atau sistem pemerintahan
kerajaan adalah sistem tertua di dunia. Setiap pemerintahan yang didalamnya menerapkan
kekuasaan yang akhir atau tertinggi pada personel atau seseorang, tampa melihat pada
sumber sifat sifat dasar pemilihan dan batas waktu jabatannya maka itulah monarki.
Pendapat lain menegaskan, monarki merupakan kehendak atau keputusan seseorang yang
akhirnya berlaku dalam segala perkara didalam pemerintahan.

pg. 2
SISTEM PEMILIHAN PEMIMPIN

INDONESIA
Sistem pemilihan Presiden di Indonesia adalah dengan menggunakan Pemilihan langsung
yang dimana pemenangnya merupakan pasangan calon yang mendapatkan suara lebih dari
lima puluh dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen
suara disetiap propinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah propinsi di indonesia. Hal
ini tertuang dalam UUD 1945 pasal 6A ayat (3).

ARAB SAUDI
Raja-raja Arab Saudi tidak dipilih berdasarkan keturunan, melainkan berdasarkan
kemampuan mereka. Pengganti Raja Fahd, misalnya, bukanlah anaknya, melainkan saudara
Raja Fahd, Abdullah. Meskipun begitu, hingga kini semua Raja setelah Abdul Aziz masih
berasal dari lingkungan keluarga; semua Raja adalah putra-putranya.

INDONESIA ARAB SAUDI

SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL NEGARA ISLAM


BERDASARKAN AL-
QUAN DAN SYARIAT
BENTUK NEGARA KESATUAN KERAJAAN

BENTUK PEMERINTAHAN REPUBLIK MONARKI

SISTEM PEMILIHAN PRESIDEN PEMILU LANGSUNG KEKELUARGAAN

2.1 RUMUSAN MASALAH


Perbandingan antara sistem peradilan di Arab Saudi dan di Indonesia.
1. Arab Saudi :
a. Konstitusi di Arab Saudi ?
b. Sistem politik di Arab Saudi ?
c. Sistem Peradilan di Arab Saudi ?
d. Reformasi bidang peradilan di Arab Saudi ?

pg. 3
2. Indonesia :
a. Konstitusi di Indonesia ?
b. Sistem politik di Indonesia ?
c. Sistem Peradilan di Indonesia ?

3.1 TUJUAN MASALAH


Untuk mengetahui perbandingan antara sistem peradilan di Arab Saudi dan di Indonesia.
Mulai dari konstitusi dari kedua negara tersebut, sistem politiknya dan sistem peradilannya.
Perbedaan dari sistem peradilan kedua negara tersebut.

pg. 4