Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KULIAH

BLOK 20 ELEKTIF

HOSANA. A.M
1310015095

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2017
Pertanyaan
1. Perbedaan Parastesia, Hypesthesia, Dysesthasia, Dysgousia?
Jawaban
Kelainan saraf
Cedera saraf, terutama keparahan cabang-cabang saraf yang besar, adalah salah satu komplikasi
paling serius yang mungkin terjadi selama prosedur anastesi lokal
Cedera saraf yang paling umum adalah saraf alveolar inferior, mental, dan lingual. Trauma saraf
dapat menyebabkan gangguan sensoris (anastasia atau hypestesia, parastesia, disesthesia, dan
dysgousia) di daerah yang terjaga, yang mengakibatkan berbagai situasi di bawah kulit, seperti
sensasi terbakar, kesemutan, jarum, pengunyahan yang tidak normal, luka bakar komsumsi
makanan panas, dll (D.Fragiskos, 2007)

Hypesthesia
Anastesia atau hypersthesia adalah kehilangan atau penuruan, respon, pada masing-
masing daerah (D.Fragiskos, 2007).
Parastesia
Parastesia adalah sensasi subjektif terbakar, kesemutan, seperti tertusuk jarum atau paku,
mati rasa, dll. Sensasi yang dirasakan adalah sensasi yang abnormal berupa rasa baal
(D.Fragiskos, 2007) (Harty & Ogston, 2012).
Dysesthasia
Sensasi tidak menyenankan yang tidak normal terhadap rangsangan normal, misalnya
sensasi terbakar menjadi sentuhan biasa (D.Fragiskos, 2007).
Dysgousia
Dysgousia adalah kondisi yang ditandai oleh distorsi rasa dalam indera pengecap, dimana
seseorang mengalami perubahan rasa saat mengecap makanan dan minuman. Ketika orang
mengalami dysgeusia, dapat dideskripsikan rasa makanan yang dimakan berubah menjadi rasa
logam, asin,busuk, atau tengik.

2
Pertanyaan
2. Berapa jumlah maksimal ampul pada anastesi lokal ?
Jawaban
Dosis Maksimum Anestetikum Lokal
Dosis anestetikum lokal dihitung berdasarkan miligram per unit berat badan yaitu
miligram per kilogram (mg / kg) atau miligram per pon (mg / lb). Pemberian dosis maksimum
tergantung pada usia, berat badan, jenis anestetikum yang digunakan dan apakah menggunakan
vasokonstriktor atau tidak. Disarankan agar dokter mengevaluasi kebutuhan perawatan gigi
setiap pasien dan menyusun rencana perawatan yang memperhitungkan dosis yang minimal dari
anestesi lokal pada setiap pasien.
3.
Pemberian dosis anestetikum lokal berdasarkan jenis anestetikumnya:
1. Lidokain
Dosis maksimum dewasa yang aman adalah 4x2,2 ml ampul atau 3 mg/kg. Penambahan
1:80 000 epinefrin memperpanjang efektivitasnya lebih dari 90 menit dan meningkatkan dosis
maksimum dewasa yang aman sampai 10x2,2 ml ampul atau 7 mg/kg.

Menurut Malamed SF, dosis maksimum lidokain yang disarankan oleh FDA dengan atau
tanpa epinefrin adalah 3,2 mg / lb atau 7,0 mg / kg berat badan untuk dewasa dan anak-anak
pasien, tidak melebihi dosis maksimum absolut yaitu 500 mg.

2. Mepivakain
Menurut Malamed SF, dosis maksimum mepivakain adalah 6,6 mg / kg atau 3,0 mg / lb
berat badan dan tidak melebihi 400 mg. Satu ampul mepivakain biasanya sudah cukup untuk
anestesi infiltrasi atau blok regional.

3. Artikain
Untuk orang dewasa sehat, dosis maksimum artikain HCl diadministrasikan pada
submukosa atau blok saraf tidak boleh melebihi 7mg/kg (0,175 mL / kg) atau 3,2 mg / lb
(0,0795 mL / lb) berat badan untuk pasien 150 pon.

Untuk anak-anak di bawah 10 tahun yang memiliki massa tubuh normal, dosis maksimum
tidak boleh melebihi setara dengan 7 mg / kg (0,175 mL / kg) atau 3,2 mg / lb (0,0795 mL / lb)
berat badan. Pasien yang berumur antara 65-75 tahun, dosis maksimumnya sekitar 0,43-4,76

3
mg / kg (0,9-11,9 mL) untuk prosedur sederhana, dan dosis sekitar 1,05-4,27 mg / kg (1,3-6,8
mL) diberikan kepada pasien untuk prosedur yang kompleks. Di antara pasien 75 tahun atau
lebih tua, dosis 0,78-4,76 mg / kg (1,3-11,9 mL) diberikan kepada pasien untuk prosedur
sederhana, dan dosis 1,12-2,17 mg / kg yang aman diberikan kepada pasien untuk prosedur yang
kompleks.

4. Bupivakain
Dosis maksimum bupivakain yang direkomendasikan adalah 90 mg. Tidak ada dosis yang
disarankan untuk bupivakain berdasarkan berat badan di Amerika Serikat tapi di Kanada, dosis
maksimum adalah berdasarkan 2,0 mg / kg (0,9 mg / lb). Bupivakain tidak dianjurkan pada
pasien yang berusia muda atau mereka yang berisiko mencedera

jaringan lunak pasca operasi akibat dari melukai diri sendiri, seperti fisik dan mental
penyandang cacat. Bupivakain jarang diindikasikan pada anak-anak karena prosedur gigi
pediatrik biasanya berlangsung singkat.

Bupivakain larutan polos yang berkonsentrasi antara 0.25-0.5% digunakan untuk


anestesi blok dan infiltrasi dimana efek anestesi sampai 8 jam diperlukan. Dosis maksimum
yang aman adalah 2 mg/kg.

5. Prilokain
Dosis maksimum yang direkomendasikan untuk prilokain adalah 8,0 mg / kg atau 3,6
mg / lb berat badan untuk pasien dewasa dan maksimum dosis yang direkomendasikan adalah
600 mg. Efek toksisitas sistemik prilokain kurang dibandingkan lidokain tapi efek anestesinya
kurang kuat.

6. Etidokain
Menurut Malamad, dosis maksimum yang direkomendasikan untuk pasien dewasa
adalah 3,6 mg/lb atau 8,0 mg/kg berat badan, dengan dosis maksimum absolut tidak melebihi
400 mg.

4
Tabel 2. Dosis maksimum anestetikum lokal yang direkomendasikan

Anestetikum Lokal Dosis Maksimum

Lidokain 7,0 mg/kgBB ( 3,2 mg/lb BB )

Mepivakain 6,6 mg/kgBB ( 3,0 mg/lb BB)

Artikain 7,0 mg/kgBB ( 3,2 mg/lb BB )

Bupivakain 2,0 mg/kgBB ( 0,9 mg/lb BB)

Prilokain 8,0 mg/kgBB (3,6 mg/lb BB)

Etidokain 8,0 mg/kgBB (3,6 mg/lb BB)

Perhatikan dalam menghitung dosis.

Lidokain 2% adalah = 2 gram per 100ml


2000 mg per 100ml
20 mg per 1 ml

Dengan demikian dosis maksimal lidokain 2% untuk orang berat badan 50kg adalah 7 x
50 mg = 350 mg atau hanya sebanyak 15 ml saja. Pengenceran Lidokain : 1 ampul lidokain 2%
= 40 mg/2cc= 20 mg/cc sehingga jumlah ampul maksimal 8-9 ampul.

Apabila diperlukan dosis pakai yang besar misalnya lebih dari 20 ml, maka dapat
ditempuh dengan dua cara :
1. Encerkanlah lidokain 2% menjadi larutan 1% dengan menambahkan
aquabidest dengan jumlah yang sama.

5
2. Tambahkan adrenalin 1 strip (dari spuit 2 ml) kedalam 20 ml larutan
anestesi lokal, dengan demikian dapat meningkatkan dosis maksimal, menambah pula
durasinya sampai 50% dengan cara ini didapat larutan I : 200.000 adrenalin.
(Malamed, 2004)

6
Pertanyaan
3. Dimana tempat penyuntikan cairan adrenalin?
Jawaban
Reaksi alergi yang lebih parah dapat diredakan dengan suntikan intramuskular dari
larutan andrenalin 0,1% 1 ml ( 1 dalam 1000), yang diulang setiap 5 menit sampai simtom
mulai hilang atau sampai dosis maksimal 5 ml. Beberapa vial larutan adrenalin 1 dalam 1.000
bersama dengan syringe disposabel 2 ml harus selalu tersedia ketika penyuntikan tersebut
dilakukan. Rute Pemberian diinjeksikan secara intramuscular ke dalam jaringan otot pantat,
paha atau lengan (L.Howe & H.Whitehead, 1992)

7
DAFTAR PUSTAKA

D.Fragiskos, F. (2007). Oral Surgery. Germany.


Harty, F., & Ogston, R. (2012). Kamus Kedokteran Gigi (Concise Ilustrated Dental Dictionary).
Jakarta: EGC.
L.Howe, G., & H.Whitehead, F. (1992). Anastesi lokal (Local Anasthesia in Dentistry). Jakarta:
Hipokrates.
Malamed, S. F. (2004). Local Anathesia. Elsevier Mosby: Missouri.

8
9