Anda di halaman 1dari 8

GEOFISIKA

Metode Eksplorasi
Metoda dalam eksplorasi dapat digolongkan dalam dua kelompok besar, yaitu :
1. Metoda langsung, terdiri dari :
a. Metoda langsung di permukaan
b. Metoda langsung di bawah permukaan
2. Metoda tidak langsung, terdiri dari :
a. Metoda tidak langsung cara geokimia yang mencakup antara lain mengenai bed rock, soil, air, vegetasi
dan stream deposit.
b. Metoda tidak langsung cara geofisika yang mencakup beberapa cara yaitu cara magnetik (sudah jarang
digunakan), gravitasi (sudah jarang digunakan), cara seismik yang terdiri dari cara reflaksi dan refleksi,
cara listrik (resistifity), dua cara yang terakhir yaitu cara radiokatif yang masih jarang digunakan, hal
ini disebabkan karena cara ini relatif lebih mahal dan lebih rumit dari cara-cara sebelumnya.

1. METODE LANGSUNG
A. Metoda Langsung Permukaan
Metoda ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu :
a. Penyelidikan singkapan (out crop)
Singkapan segar umumnya dijumpai pada :
1. Lembah-lembah sungai, hal ini dapat terjadi karena pada lembah sungai terjadi pengikisan oleh air
sungai sehingga lapisan yang menutupi tubuh batuan tertransportasi yang menyebabkan tubuh batuan
nampak sebagai singkapan segar
2. Bentuk-bentuk menonjol pada permukaan bumi, hal ini terjadi secara alami yang umumnya disebabkan
oleh pengaruh gaya yang berasal dari dalam bumi yang disebut gaya endogen misalnya adanya letusan
gunung berapi yang memuntahkan material ke permukaan bumi dan dapat juga dilihat dari adanya
gempa bumi akibat adanya gesekan antara kerak bumi yang dapat mengakibatkan terjadinya patahan
atau timbulnya singkapan ke permukaan bumi yang dapat dijadikan petunjuk letak tubuh batuan.
b. Tracing Float (penjejakan)
Float adalah fragmen-fragmen atau potongan-potongan biji yang berasal dari penghancuran singkapan
yang umumnya disebabkan oleh erosi, kemudian tertransportasi yang biasanya dilakukan oleh air, dan
dalam melakukan tracing kita harus berjalan berlawanan arah dengan arah aliran sungai sampai float dari
bijih yang kita cari tidak ditemukan lagi, kemudian kita mulai melakukan pengecekan pada daerah antara
float yang terakhir dengan float yang sebelumnya dengan cara membuat parit yang arahnya tegak lurus
dengan arah aliran sungai, tetapi jika pada pembuatan parit ini dirasa kurang dapat memberikan data yang
diinginkan maka kita dapat membuat sumur uji sepanjang parit untuk mendata tubuh batuan yang terletak
jauh dibawah over burden.
c. Tracing dengan Panning (mendulang)
Caranya sama seperti tracing float, tetapi bedanya terdapat pada ukuran butiran mineral yang dicara
biasanya cara ini digunakan untuk mencari jejak mineral yang ukurannya halus dan memiliki masa jenis
yang relatif besar. Persamaan dari cara tracing yaitu pada kegiatan lanjutan yaitu trencing atau test pitting.
Cara-cara tracing, baik tracing float maupun tracing dengan panning akan dilanjutkan dengan cara
trenching atau test pitting.
Trenching (pembuatan parit)
Pembuatan parit memiliki keterbatasan yaitu hanya bisa dilakukan pada overburden yang tipis, karena pada
pembuatan parit kedalaman yang efektif dan ekonomis yang dapat dibuat hanya sedalam 2 - 2,5 meter,
selebih dari itu pembuatan parit dinilai tidak efektif dan ekonomis. Pembuatan parit ini dilakukan dengan
arah tegak lurus ore body dan jika pembuatan parit ini dilakukan di tepi sungai maka pembuatan parit harus
tegak lurus dengan arah arus sungai. Paritan dibangun dengan tujuan untuk mengetahui tebal lapisan
permukaan, kemiringan perlapisan, struktur tanah dan lain-lain.
Test Pitting (pembuatan sumur uji)
Jika dengan trenching tidak dapat memberikan data yang akurat maka sebaiknya dilakukan test pitting untuk
menyelidiki tubuh batuan yang letaknya relatif dalam. Kita harus ingat bahwa pada test pitting kita harus
memilih daerah yang terbebas dari bongkahan-bongkahan maka hal ini akan menyulitkan kita pada waktu
pembuatan sumur uji dan juga daerah yang hendak kita buat sumur uji harus bebas dari air, karena dengan
adanya air dapat menyulitkan kita pada waktu melakukan penyelidikan struktur batuan yang terdapat pada
sumur uji yang kita buat. Pada pembuatan sumur uji ini kita juga harus mempertimbangkan faktor
keamanan, kita harus dapat membuat sumur dengan penyangga sesedikit mungkin tetapi tidak mudah
runtuh. Hal ini juga akan mempengaruhi kenyamanan pada waktu melakukan penelitian. Kedalaman sumur
uji yang kita buat bisa mencapai kedalaman sampai 30 meter. Hal-hal yang perlu diperhatikan dari
penggalian sumur adalah gejala longsoran, keluarnya gas beracun, bahaya akan banjir dan lain-lain.

B. Metoda Langsung Bawah Permukaan


Eksplorasi langsung bawah permukaan dilakukan bila tidak ada singkapan di permukaan atau pada eksplorasi
permukaan tidak dapat memberikan informasi yang baik, karena pada eksplorasi langsung permukaan,
kedalaman maksimum yang dapat dicapai + 30 meter. Eksplorasi langsung bawah permukaan juga dapat
dilakukan apabila keadaan permukaan memungkinkan untuk diadakan eksplorasi bawah permukaan, sebab
apabila permukaan tidak memungkinkan, misalnya permukaan itu tergenang air atau tertutup bongkah batu
yang tidak stabil, maka hal ini akan memberikan resiko yang besar jika dilakukan eksplorasi permukaan.
Dalam eksplorasi bawah permukaan ada hal-hal yang harus diperhatikan misalnya, pekerjaan harus berlangsung
tetap didalam badan bijih, hal ini untuk memudahkan diadakan pengamatan dan proses sampling pekerjaan juga
diusahakan dimulai dari daerah-daerah yang memiliki singkapan yang baik, karena dengan singkapan yang baik
dapat memudahkan kita untuk menentukan strike atau dipnya, yang tidak kalah pentingnya yang harus
diperhatikan adalah masalah biaya, dimana dalam pekerjaan eksplorasi ini biaya tidak boleh terlalu besar, hal
ini bertujuan untuk menghindari adanya dana yang terbuang percuma jika nantinya eksplorasi yang dilakukan
hasilnya mengecewakan.
Eksplorasi bawah permukaan dapat dilakukan dengan membuat Tunel, Shaft, Drift, Winse dan lain-lain.
Tunnel = suatu lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar yang menembus kedua kaki bukit.
Shaft = suatu lubang bukaan yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan
berfungsi sebagai jalan pengangkutan karyawan serta alat-alat kebutuhan tambang, ventilasi dan
penirisan.
Drift = suatu bukaan mendatar yang dibuat dekat atau pada endapan bijih yang arahnya sejajar dengan
jurus atau dimensi terpanjang dari endapan bijihnya (dalam pengeboran).
Winze = lubang bukaan vertikal atau arah miring yang dari level ke arah level yang dibawahnya.
Eksplorasi bawah tanah juga dapat dilakukan dengan pengeboran inti. Pengeboran sumur minyak yang
pertama dilakukan oleh Kol. Drake pada tahun 1959 dengan menggunakan bor (RIG) permanen (tidak dapat
dipindah-pindah) dan pada pengeborannya menggunakan sistem perkusif (tumbuk), pada pengeboran ini
kedalaman maximum yang dapat dicapai adalah 60 ft (+ 20 m) dengan bor lurus (vertical drilling).
Saat ini pengeboran dilakukan dengan teknik bor putar (rotary drilling) dengan menara bor yang dapat
dipindah-pindah (portablering) dan dilakukan dengan beberapa cara pengeboran yaitu dengan cara perkusif,
rotasi atau dengan perkusif-rotasi. Pemboran dapat dilakukan di darat maupun di laut (on shore atau off shore).
Pemboran tidak terbatas pada pemboran decara vertikal saja tetapi dapat dilakukan secara miring (kemiringan
dapat mencapai 90o), apabila saat pengeboran kita menemukan batuan yang keras dan susah ditembus oleh mata
bor, maka dengan teknologi sekarang, pipa yang berada jauh di dalam tanah dapat dirubah arahnya
(dibelokkan) untuk menghidari batuan yang keras tersebut.
Pengeboran yang dilakukan pada eksplorasi bertujuan untuk mengambil contoh (sampling) untuk
diamati, pengeboran juga bisa bertujuan untuk produksi atau konstruksi (misalnya air tanah, minyak bumi) dan
pemboran dapat juga untuk memudahkan proses peledakan (pada kegiatan penambangan material keras). Dari
data pengeboran dan sampling kita dapat membuat peta stratigrafi daerah pengeboran. Dari peta ini kita dapat
mengetahui susunan batuan dan ketebalan cadangan dan akhirnya kita dapat memperkirakan besar cadangan
secara keseluruhan.

2. METODA TIDAK LANGSUNG


A. Metoda tidak langsung cara geofisika
Geofisika merupakan disiplin ilmu atau metoda untuk memperkirakan lokasi akumulasi bahan/tambang dengan
cara pengukuran besaran-besaran fisik batuan bawah permukaan bumi. Secara umum, metode geofisika dibagi
menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif.
Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Medan alami yang
dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi,
medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi.
Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan
oleh bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman
sinyal radar dan lain sebagainya.
METODE PASIF AKTIF
Gravitasi Gravitasi -
Magnetik Magnetik -
Potensial Diri Resistivitas
Geolistrik
Magnetotelluric Polarisasi terimbas
Mikroseismik Seismik Refraksi
Seismik
- Seismik Reflaksi
CMD(Conductivity Measurement
VLF (Very Low Frequency)
Direct)
Elektromagnetik CSAMT (Control Source Audio
-
MagnetoTelurik)
- GPR (Ground Penetrating Radar)

Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah ini:
Metode Parameter yang diukur Sifat-sifat fisika yang terlibat

Waktu tiba gelombang seismik pantul atau Densitas dan modulus elastisitas yang
Seismik bias, amplitudo dan frekuensi gelombang menentukan kecepatan rambat
seismik gelombang seismik

Variasi harga percepatan gravitasi bumi


Gravitasi Densitas
pada posisi yang berbeda

Variasi harga intensitas medan magnetik


Magnetik Suseptibilitas atau remanen magnetik
pada posisi yang berbeda

Resistivitas Harga resistansi dari bumi Konduktivitas listrik

Polarisasi Tegangan polarisasi atau resistivitas batuan


Kapasitansi listrik
terinduksi sebagai fungsi dari frekuensi

Potensial diri Potensial listrik Konduktivitas listrik

Elektromagnetik Respon terhadap radiasi elektromagnetik Konduktivitas atau Induktansi listrik


Radar Waktu tiba perambatan gelombang radar Konstanta dielektrik

a. Metode Gravitasi
Metode gravity merupakan salah satu metode geofisika yang bersifat pasif (memanfaatkan sumber
yang alami) dan didasari oleh hukum Newton untuk gravitasi universal. Metode ini memanfaatkan variasi
densitas yang terdistribusi dalam lapisan tanah. Setiap batuan/material mempunyai besar densitas yang
berbeda-beda dan dapat mempengaruhi terhadap variasi medan gravitasi bumi, sehingga terjadi anomali
gravitasi. Metode gravity digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan pada area tempat
dilakukannya survey, yaitu dengan mengamati variasi lateral dari densitas batuan bawah permukaan.
Survey dengan menggunakan metode gravitasi memanfaatkan nilai percepatan gravitasi di area survey
tersebut. Perubahan percepatan pada satu titik dengan titik lain disekitarnya menandakan adanya perbedaan
kandungan yagn ada dibawah permukaan bumi. Variasi gaya berat di setiap titik permukaan bumi akan
dipengaruhi oleh beberapa faktor dimana dalam pengukuran dan interpretasi, faktor-faktor tersebut harus
diperhatikan (dikoreksi).
Sesuai dengan hasil penelitian bahwa batuan yang memiliki densitas rendah memiliki nilai
porositas tinggi. Jika porositas dihubungkan dengan permeabilitas, maka permeablitas berbanding lurus
dengan porositas. Batuan yang mendomonasi reservoir panasbumi yaitu batuan dengan densitas rendah dan
porositas tinggi serta tingkat permeabilitasnya tinggi.
b. Metode Magnetik
Survey magnetik merupakan metoda eksplorasi geofisika yang mengukur medan magnet bumi di setiap
titik yang ada di muka bumi. Penggunaan metode magnetik berdasarkan pada adanya anomali medan
magnetik bumi yang diakibatkan oleh adanya perbedaan sifat kemagnetan dari berbagai macam batuan.
Dalam kegiatan eksplorasi, survei magnetik dapat dilakukan di darat, laut maupun udara.
c. Metode Geolistrik
Dasar metode listrik adalah melakukan pengukuran dari efek penjalaran arus listrik dalam bumi.
Fenomena yang dapat diukur meliputi, arus, tegangan dan medan elektromagnetik. Dibawah ini
disampaikan ringkasan beberapa metode lisrik.
1) Rersistivitas DC, ini merupakan metode pengukuran aktif menggunakan potensial listrik yang
merupakan respon penjalaran arus DC dibwah permukaan bumi. Faktor yang mempengaruhi hasil
pengukuran potensial digunakan sebagai dasar interpreasi , termasuk dalam menentukan keberadaan dan
kualitas lapisan pori dan tanah liat. Diskusi selanjutnya berfokus pada metode ini.

Teori Metode Geolistrik Resistivitas

Hukum yang mendasari metode ini adalah Hukum Ohm. Dalam penerapannya secara sederhana
terhadap benda silinder berhambatan-jenis , arus listrik I akan berbanding lurus dengan luas
penampang A dan beda potensial antara ujung-ujungnya V, serta berbanding terbalik dengan
panjangnya L.3
2) Polarisasi Terimbas (Induced Polarization -IP) , ini adalah metode aktif yang umum dilakukan dalam
kaitannya dengan tahanan DC. Metode ini mengukur variasi transient jangka pendek sebagai respon
potensial dari arus yang awalnya diinjeksikan lalu dihilangkan dari dalam tanah. Telah diamati bahwa
bila arus listrik diterapkan pada tanah, tanah berperilaku seperti sebuah kapasitor. Yang diamati adalah
polarisasi hasil induksi arus. IP umumnya digunakan untuk mendeteksi konsentrasi dari tanah liat, dan
listrik konduktif butiran mineral logam.
3) Self Potensial (SP) ini adalah metode pasif yang dengan melakukan pengukuran potensi listrik yang
terjadi secara alami umumnya terkait dengan konduktor listrik dangkal, seperti lapisan bijih sulfida.
Potensi listrik yang terukur juga diamati dalam kaitannya dengan aliran air tanah dan beberapa proses
biologis tertentu. Peralatan yang dibutuhkan survei SP adalah voltmeter impedansi tinggi dan beberapa
teknik untuk memerbaiki kontak listrik dalam tanah tanah.
4) Magnetotelluric (MT) ini adalah metode pasif yang mengukur arus listrik alami dalam bumi, yang
dihasilkan oleh induksi magnetik dari arus listrik di ionosfer. Metode ini dapat digunakan untuk
menentukan sifat listrik bahan pada kedalaman yang relatif besar (termasuk mantel) di dalam bumi.
Dengan teknik ini, variasi waktu pada potensi listrik diukur pada stasiun pangkalan dan stasiun survei.
Perbedaan pada sinyal tercatat digunakan untuk memperkirakan distribusi resistivitas listrik bawah
permukaan.

d. Metode Seismik
Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan
dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (palu,
ledakan,dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang
memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat
munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam
sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam
tanah.
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan padatahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh
kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi
gelombang seismik,yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan.
Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber ledakan dan
mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic
menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan
bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.

Hukum Fisika Gelombang Seismik


Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama dengan kelakuan gelombang cahaya, sehingga
hukum-hukum yang berlaku untuk gelombang cahaya berlaku juga untuk gelombang seismik. Hukum-
hukum tersebut antara lain:
1. Huygens mengatakan bahwa gelombang menyebar dari sebuah titik sumber gelombang ke segala arah
dengan bentuk bola.
2. Hukum snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh diatas bidang batas dua medium yang
mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang tersebut akan dibiaskan jika sudut datang gelombang
lebih kecil atau sama dengan sudut kritisnya. Gelombang akan dipantulkan jika sudut datangnya lebih
besar dari sudut kritisnya. Gelombang datang, gelombang bias, gelombang pantul terletak pada suatu
bidang datar.
Perumusan matematis hukum Snellius adalah

atau
atau

Lambang merujuk pada sudut datang dan sudut bias, dan pada kecepatan cahaya sinar
datang dan sinar bias. Lambang merujuk pada indeks bias medium yang dilalui sinar datang,
sedangkan adalah indeks bias medium yang dilalui sinar bias.
Hukum Snellius dapat digunakan untuk menghitung sudut datang atau sudut bias, dan dalam eksperimen
untuk menghitung indeks bias suatu bahan.

Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:


1) Metode seismik bias (refraksi)
Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke
penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah gangguan
pertama (first break) diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan.
Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang dalam medium.
Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal
sebagaiparameter elastisitas batuan.
2) Metode seismik pantul (refleksi)
Sedangkan dalam seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran
awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan
dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan
dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium
juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur bawah
permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi,
yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.

e. Metode Elektromagnetik
Metode elektromagnetik merupakan salah satu metode dalam eksplorasi geofisika yang umumnya
digunakan untuk pencarian bahan-bahan yang memiliki sifat konduktif yang tinggi. Metode
elektromagnetik sangat berguna dan praktis karena data dapat diperoleh dengan cepat untuk daerah yang
luas sekalipun. Survei elektromagnetik tidak memerlukan elektroda yang ditancapkan ke tanah seperti pada
survei resistivitas. Survei elektromagnetik dapat diaplikasikan untuk berbagai macam keperluan, yaitu:
Eksplorasi air tanah dan mineral.
Kontaminasi limbah pada air tanah.
Intrusi air laut.
Pemetaan geologi.
Penentuan lokasi benda-benda yang terpendam di dalam tanah (pipa, tangki, drum dan kabel).
Arkeologi.
Penentuan lokasi bahan tambang.
Penentuan lokasi gua.

Medan elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan
elektromagnetik di sekitar daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut teknik pengukuran aktif.

Adapun sifat-sifat dari gelombang elektromagnetik ialah :

1. Dapat merambat dalam ruang hampa.


2. Merupakan gelombang transversal (arah getar ^ arah rambat), jadi dapat mengalami polarisasi.
3. Dapat mengalami refleksi, refraksi, interferensi dan difraksi.
4. Tidak dibelokkan dalam medan listrik maupun medan magnet.

Dalam metode Elektromagnetik ini memiliki 2 cara pengambilan data(Pengukuran) ,yakni :

Pengukuran Aktif
Pengukuran aktif adalah dimana dari Instrument atau alat pengukuran yang digunakan memiliki
source(sumber) yang dapat menimbulkan gelombang elektromagnetik yang mana gelombang EM
tersebut akan memancar kedaerah titik pengukuran hingga memperoleh data pengukuran yang akan
diterima oleh Receiver dari alat ini.
Contoh pengukuran Aktif dari Metode Elektromagnetik ini sendiri adalah : Pengukuran Menggunakan
Instrument CMD(Conductivity Measurement Direct) , CSAMT (Control Source Audio MagnetoTelurik)
dan GPR (Georadar).
Pengukuran dengan menggunakan GPR ini merupakan metode yang tepat untuk mendeteksi benda
benda kecil yang berada di dekat permukaan bumi (0,1-3 meter) dengan resolusi yang tinggi yang
artinya konstanta dielektriknya menjadi rendah.
Pengukuran Pasif
Berbeda dengan pengukuran Aktif,Pengukuran Pasif ini dalam pengambilan datanya menggunakan atau
memanfaatkan dari adanya Gelombang elektromagnetik yang telah berada dititik pengukuran dengan
memanfaatkan Source yang berada dari Luar Instrument tersebut.
Contoh dalam pengukuran pasif ini adalah Pengukuran menggunakan VLF (Very Low Frequency).

B. Metoda tidak langsung cara geokimia


Pengukuran sistimatika terhadap satu atau lebih unsur jejak (trace elements) pada batuan, tanah, stream, air atau
gas. Tujuannya untuk mencari anomali geokimia berupa konsentrasi unsur-unsur yang kontras terhadap
lingkungannya atau background geokimia. Anomali dihasilkan dari mobilitas dan dispresi unsur-unsur yang
terkonsentrasi pada zona mineralisasi. Anomali merupakan perbedaan-perbedaan yang mencolok antara satu
titik atau batuan dengan titik lainnya. Pada dasarnya eksplorasi jenis ini lebih cenderung untuk menentukan
perbedaan mendasar (anomali) unsur-unsur yang terdapat pada tanah atau sampel yang kita cari. Proses untuk
membedakan unsur ini dilakukan dengan beberapa reaksi kimia.

C. Gabungan keduanya
Yaitu eksplorasi cara langsung dan eksplorasi tidak langsung.
Setelah mengetahui metodanya kita memasuki pemilihan alat dan pemilihan anggota serta apa-apa yang mesti
dipersiapkan, misalkan sbb :
a. Pemilihan anggota tim atau tenaga ahli
1. Geologist
2. Geophysist
3. Exploration Geologist
4. Geochemist
5. Operator Alat, dll
b. Rencana biaya
c. Pemilahan waktu yang tepat
d. Penyiapan peralatan atau perbekalan
Peta dasar
Alat surveying, ukur atau GPS
Alat kerja :
1. Palu 5. Alat geofisika
2. Kompas 6. Alat sampling
3. Meteran 7. Altimeter
4. Kantong sampel 8. Alat bor dll
Alat tulis
Alat komunikasi
Keperluan sehari-hari
Obat-obatan atau P3K
e. Sesampai di lapangan :
1. Membuat base camp (perkemahan)
2. Mencek peralatan atau perbekalan
3. Melakukan quick survey di daerah penelitian untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut
4. Menentukan evaluasi rencana dan perubahan-perubahan sesuai dengan keadaan sebenatnya (bila perlu)