Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH MINUMAN DENGAN PH BASA BAGI SEL TUBUH

pH yang tinggi tidak dapat diklaim akan memberikan khasiat tertentu. pH air murni
itu sekitar 7, itu yang baik. Kalau sudah di atas 9, itu kan basa sekali dan justru bisa merusak
struktur lambung. Tubuh itu kan sudah punya keseimbangan semua. Kalau kita mengubahnya,
pasti akan terjadi sesuatu yang buruk. Klaim air alkali dapat menetralkan asam lambung juga
dipertanyakan. Karena sesungguhnya asal lambung itu sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk
membunuh kuman dan membantu proses pencernaan.

Air dengan pH yang baik adalah yang tidak mengubah komposisi pH asam lambung
yang berkisar antara 1-2. Itu memang kita butuhkan untuk membunuh kuman dan mencerna
makanan. Kalau memang sakit karena asam lambungnya berlebihan, sebaiknya ya ke dokter
supaya diberi obat menetralkan asam lambung. Itu pun tidak boleh digunakan dalam jangka
panjang karena bisa membahayakan fungsi lambung.

Tubuh kita baru memerlukan cairan dengan ph yg basa apabila telah mengalami
kerusakan,seperti pada ginjal apabila telah mengalami kerusakan sehingga tidak mampu
mengontrol kadar asam dalam darah.

Salah satu akibat yang dapat terjadi apabila sel tubuh terlalu banyak mendapat cairan
yang basa adalah lkalosis yaitu kondisi di mana cairan tubuh atau darah memiliki kadar basa
berlebih. Hal ini merupakan kebalikan dari peningkatan asam tubuh berlebih, yang disebut
asidosis. Terjadinya alkalosis dapat dipicu oleh hilangnya ion hidrogen (H+), berkurangnya
senyawa bersifat asam seperti karbon dioksida (CO2), atau meningkatnya serum bikarbonat
(HCO3) yang bersifat basa. Perubahan kimia pada tubuh tersebut dapat terjadi karena respon
organ penjaga keseimbangan asam dan basa seperti paru-paru dan ginjal.

Alkalosis respiratori terjadi ketika karbon dioksida dalam darah terlalu sedikit yang
disebabkan kondisi kesehatan seperti hiperventilasi, mengalami demam, kekurangan oksigen,
keracunan salisilat, berada pada dataran tinggi serta mengalami penyakit paru dan liver.

Alkalosis metabolik dipicu oleh proses pengeluaran asam yang terlalu banyak, diikuti
dengan peningkatan kadar basa. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu banyak muntah,
mengonsumsi obat diuretik, mengalami gangguan kelenjar adrenal, penggunaan obat antasida,
mengonsumsi basa berlebih seperti bikarbonat dari baking soda, serta efek samping dari
konsumsi alkohol dan obat pencahar berlebih.

Alkalosis hipokloremik terjadi ketika tubuh kehilangan cairan akibat muntah-muntah


ataupun berkeringat terlalu banyak. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap keseimbangan
cairan dalam sistem pencernaan.

Alkalosis hipokalemik disebabkan oleh defisiensi mineral kalium di dalam tubuh. Hal
tersebut dapat disebabkan oleh pola makan, penyakit ginjal, dan pengeluaran cairan berlebih
dari keringat dan diare. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kesehatan jantung, otot, sistem
pencernaan dan sistem saraf.