Anda di halaman 1dari 8

M O D U L VIII (BAB VIII)

Nama : Haryati Anwar


No. Stambuk : D221 15 001
Fakultas/Jurusan : Teknik/ Teknik Industri
T u g a s 1. Tulislah sebuah artikel yang akan dimuat dalam surat kabar atau
majalah dengan memilih topik narkoba, korupsi, kehidupan kampus. (PR)
Kerjakan di sini
Korupsi
Indonesia kini dipandang oleh negara lain sebagai korupsi terbanyak.
Korupsi yang semakin subur dan seakan tidak pernah ada habisnya. Kata korupsi
tidak asing lagi di Indonesia melainkan tradisi para pejabat, betapa buruknya
moralitas pejabat pemerintah kita. Korupsi adalah perilaku pejabat publik untuk
memperkaya dirinya sendiri atau mereka yang dekat dengannya. Sebagian ilmu
sosial sudah menyatakan bahwa korupsi sudah mengakar menjadi budaya bangsa
Indonesia. Sebenarnya korupsi terjadi bukan karena sebab melainkan ada faktor
yang mempengaruhi seperti minimnya gaji, mengganti rugi uang yang telah
terpakai untuk kampanye, ataupun kurangnya pengawasan dan tidak berdayanya
hukum.
Indonesia banyak memiliki undang-undang dan peraturan-peraturan yang
mengatur tentang pelarangan tindak korupsi, akan tetapi peraturan hanyalah
sebuah peraturan saja karena tidak ditegakkan dan dijalankan secara optimal.
Lemah dan rendahnya tingkat keimanan, menipisnya etika, dan moral seseorang
dapat dengan mudah tergiur dengan uang, harta, dan kekayaan sehingga mereka
tidak bisa lagi membentengi diri mereka dari godaan-godaan yang mendorong
mereka melakukan tindakan korupsi. Kebiasaan korupsi dapat dihilangkan melalui
proses penanaman nilai-nilai anti korupsi. Tingkatkan keimanan dan pendidikan
budi pekerti supaya masyarakat sadar mana yang benar dan mana yang salah, serta
ketegasan hukum sangat diharapkan tanpa ini semua upaya pemberantasan
korupsi tidak akan berhasil.
M O D U L IX (BAB IX)
Nama : Haryati Anwar
No. Stambuk : D221 15 001
Fakultas/Jurusan : Teknik/ Teknik Industri
T u g a s 1. Tulislah komposisi karangan ilmiah (SKRIPSI)
Kerjakan di sini
Skripsi sebagai kajian hasil penelitian tersusun atas tiga bagian, yaitu bagian
pelengkap pendahuluan, bagian isi/ inti, dan bagian pelengkap penutup.
a. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan mencakup semua bagian atau halaman sebelum
bagian isi skripsi yang dipersiapkan sebagai bahan informasi awal bagi pembaca
sebelum memasuki uraian pada bagian isi/ inti. Unsur-unsur yang tercakup di
dalamnya adalah judul, persembahan (kalau ada), pengesahan, penerimaan, kata
pengantar, daftar isi, daftar gambar/tabel, dan keterangan lainnya (kalau ada),
abstrak, dan sinopsis (jika diperlukan).
b.Bagian Isi/ Inti
Bagian isi/ inti skripsi pada umumnya terdiri dari lima bab yaitu :
Bab 1 (Pendahuluan), Bab 2 (Landasan Teori), Bab 3 (Metode Penelitian), Bab
4 (Pembahasan) , dan Bab 5 (Penutup, Kesimpulan, dan Saran).
c. Bagian Pelengkap Penutup
Bagian pelengkap penutup berisikan daftar pustaka (merupakan keharusan),
lampiran-lampiran (kalau ada), dan indeks (jika diperlukan), dibagian akhirdapat
juga disertakan daftar ralat (errate) jika terdapat kesalahan penulisan pada
bagian-bagian tertentu yang tidaksempat diperbaiki secara langsung pada tiap-
tiap bagian halaman sebelumnya.
M O D U L X (BAB X)
Nama : Haryati Anwar
No. Stambuk : D221 15 001
Fakultas/Jurusan : Teknik/Teknik Industri
Tugas
Berikut ini para peserta diharapkan mengerjakan latihan ini dengan mengisi
kolom-kolom berikut dengan mengambil bahan Skripsi yang telah dibuat
pada jenjang S1 yang ada di perpustakaan atau mengambil skripsi orang
lain sebagai bahan latihan.
Penulisan Abastrak
Untuk membantu Saudara, sebelum membuat abstrak dalam satu paragraf (seperti
yang diharapkan), Saudara dapat menggunakan format abstrak di bawah ini
sehingga urutan-urutan kalimat dalam abstrak tersusun secara sistematik.
Judul
Potensi Kerajinan Sarung Sutera Sengkang di Kabupaten Wajo
Masalah/Tujuan
Untuk mengetahui motif, ragam hias, dan warna dari sarung sutera Sengkang
Metode Penelitian:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memberikan
gambaran tentang motif sarung sutera di Sengkang
Hasil Penelitian
Motif sarung sutera Sengkang terdapat emapat belas motif, ragam hias yang
terkandung lebih beragam seiring perkembangan zaman begitupun dengan warna
yang diterapkan pada sarung sutera Sengkang.
Kata kunci:
Sarung sutera Sengkang, motif, ragam hias, warna

Setelah Saudara mengisi format Abstrak di atas, Saudara dapat


memindahkan menjadi tulisan abstrak yang hanya terdiri atas satu paragraf
setelah menghilangkan semua sub-sub judul.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif, ragam hias, dan warna dari
sarung sutera Sengkang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
yang memberikan gambaran tentang motif sarung sutera Sengkang di kabupaten
Wajo. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi terhadap dua pengusaha terbesar di Sengkang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa motif sarung sutera Sengkang terdapat empat belas motif,
ragam hias yang terkandung lebih beragam seiring perkembangan zaman begitupun
dengan warna yang diterapkan pada sarung sutera Sengkang.
Kata kunci:
Sarung sutera Sengkang, motif, ragam hias, warna
Teks ini menggambarkan penulisan artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah
A. Pendahuluan
Indonesia kaya dengan budaya, baik budaya kesenian maupun budaya etnik
utamanya kain tradisional yang mempunyai ciri khas masing-masing yang
menggambarkan kekhasan suatu daerah. Kebutuhan akan sandang menuntut
pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan kain. Salah satu cara membuat
kain ialah menenun. Aktivitas tenun menenun umumnya dijumpai di seluruh
kawasan nusantara, seperti ditemui di daerah Sengkang kabupaten Wajo, dimana
masyarakat Sengkang memiliki keterampilan dan kepandaian dalan menenun dan
menghasilkan kain tenun yang sangat indah. Tenunan yang dihasilkan oleh
masyarakat Sengkang adalah sarung sutera. Sarung sutera merupakan pakaian
tradisional suku Bugis yang ditenun sendiri oleh masyarakat menggunakan benang
sutera dengan alat tenun gendongan atau alat tenun bukan mesin.
B. Metode
Lokasi Penelitian:
Penelitian dilakukan di Sengkang ibukota kabupaten Wajo provinsi Sulawesi
Selatan. Penelitian ini dilakukan pada dua pengusaha sarung sutera di Sengkang.
Desain, Variabel Penelitian, pendekatan
Desain yang digunakan pada penelitian deskiriptif kualitatif bersifat sementara
artinya, pada penelitian ini tidak menggunakan desain yang telah disususn secara
ketat, kaku, dan tidak mudah untuk diubah. Variabel yang diteliti adalah motif,
ragam hias, dan warna sarung sutera Sengkang dengan menggunakan pendekatan
penelitian kualitatif yaitu pendekatan yang dilakukan karena beberapa
pertimbangan.
Populasi dan Sampel:
Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh pengusaha sarung
sutera yang ada di Sengkang kabupaten Wajo.
Sampel yang digunakan adalah dua pengusaha sarung sutera terbesar yang ada
di daerah Sengkang.
Pengumpulan Data:
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah
interview (wawancara), observasi, dan dokumentasi.
Analisis Data:
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan saat pengumpulan data
berlangsung dan pengumpulan data selesai dalam periode tertentu. Aktivitas
dalam analisis data antara lain reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau
kesimpulan.
C. Hasil Penelitian
(Hanya narasi yang dituliskan di sini, sedangkan tabel dan gambar
dicantumkan pada bagian akhir manuskrip atau setelah Daftar Pustaka)
Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan
dokumentasi di Sengkang kabupaten Wajo provinsi Sulawesi Selatan, diperoleh
data sebagai berikut :
Narasumber 1 (Sutera Warna): Sarung sutera yang diproduksi berasal dari
sutera asli dengan ukuran standar 190 cm x 120cm. Lama pembuatan sekitar 1
minggu hingga 1 bulan. Harga untuk satu potong sarung sutera berkisar Rp.
300.000 00 sampai Rp. 500.000,00. Adapun motif sarung sutera yang diproduksi
antara lain : Sarung sutera cure tettong, cure KDI, cur bali are, cure sobbi
pucuk, cure lobang balo, cure renni pucuk, cure eppa warna, dan cure barong.
Adapun bahan pewarna yang digunakan ada tiga macam yaitu eriyonil, basis, dan
direct.
Narasumber 2 (Industri Sutera ARKAN): Sarung sutera yang dihasilkan
memiliki keunggulan dibandingkan pengusaha lain karena bahan yang digunakan
adalah bahan sutera asli dan memiliki ukuran 250 cm x 120 cm, untuk satu potong
sarung sutera diselesaikan dalam waktu 3 hari hingga 1 minggu dengan harga
berkisar antara Rp. 750.000,00 sampai Rp. 1.000.000,00. Motif sarung sutera
yang diproduksi antara lain : sarung sutera cure sobbi tettong dengan dua variasi,
KDI, bali are, sobbi lobbang sobbi pucuk, sobbi Kristal renni, lobang balo
renni pucuk, pucuk rebbung, Kristal, sobbi Kristal lobang, barong, serta panji
tengnga. Pewarna yang digunakan oleh industri sutera ARKAN adalah pewarna
kimia yaitu pewarna dingin dengan jenis prosium.
D. Pembahasan
Dari hasil penelitian yang diperoleh dari kedua narasumber, sarung sutera
mengalami perubahan yang dilaterbelakangi oleh perkembangan zaman. Bentuk
sarung sutera pada mulanya dipasarkan dalam bentuk lembaran dengan ukuran
standar 190 cm x 60 cm dan ada yang dipasarkan dalam bentuk sambungan
dengan ukuran 190 cm x 120 cm dan ukuran yang lebih besar 230 cm x 120 cm.
Motif sarung sutera pada awalnya hanya memiliki motif dasar kotak-kotak dengan
ukuran kecil, sedang, dan besar. Sekarang sarung sutera memiliki motif yang lebih
beragam yaitu terdiri dari empat belas motif serta menggunakan teknik tenun
seperti sobbi(penyisipan benang emas dan perak) dan penggunaaan benang sutera
dengan ukuran diameter yang berbeda sehingga memberikan kesan timbul.
Ragam hias sarung sutera awalnya hanya menggunakan ragam hias geometris
berupa bentuk kotak tetapi sekarang beberapa ragam hias seperti ragam hias
geometris dengan bentuk segitiga, segi enam, dan belah ketupat. Ragam hias
tumbuhan seperti kelopak bunga yang telah mengalami penyederhanaan bentuk
asli dan tunas serta ragam hias benda alam berupa kristal. Warna sarung sutera
pada awalnya hanya menggunakan warna hijau, kuning, putih, ungu, merah, dan
merah muda serta biru yang memiliki aturan dalam penggunaannya di masyarakat,
tetapi masa sekarang penggunaan warna pada sarung sutera didasarkan pada
kesukaan dan kesesuaiaan busana tanpa memperhatikan aturan yang berlaku,
warna yang diterapkan adalah hijau, merah, kuning, ungu, bitu, putih , hitam,
jingga, perak, dan emas.
E. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan : Motif sarung sutera memiliki motif yang beragam yang terdiri dari
empat belas motif dan memiliki ukuran yang beragam pula. Ragam
hias yang digunakan adalah ragam hias geometris, tumbuhan dan
benda alam. Warna ynag diterapkan pun juga beragam sesuai
dengan kesukaan kesesuaian busana masyarakat.
Saran : Sebagai warisan budaya diharapkan adanya kesadaran dan
kecintaan dalam diri kita untuk melestarikan sarung sutera
Sengkang dan terus mngembangkan, menjaga, dan meningkatkan
mutu serta kualitas sarung sutera Sengkang.
F. Daftar Pustaka
Arhanda Putra, Alif. 2013. Skripsi Perlindungan Hukum terhadap Sarung Sutera

Wajo. (http://repository.unhas.ac.id.) diakses Selasa, 8 Desember 2015.

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kab. Wajo. 2012. Potensi Kerajinan

Kain Sutera Kabupaten Wajo. (Diskoprind.blogspot.ac.id/2012/02/05/potensi-

kerajinan-kain-sutera-kabupaten-wajo.html.) diakses Rabu, 9 Desember 2015

Eka Wahyuni, Andi Dwi. 2013. Skripsi Motif Sarung Sutera Sengkang

Kabupaten Wajo. (http://e-journal.unesa.ac.id.) diakses Selasa, 8 Desember

2015