Anda di halaman 1dari 3

BAB III

3.1 Studi Banding Rusunawa Kodam Jaya Bekasi


3.1.1 Gambar Umum Rusunawa Kodam Jaya Bekasi
Rusunawa ini dibangun pada 15 Juni 2009 dan selesai pada 10 Desember 2009.
Prajurit sudah menempati rusunawa sejak Juni 2010. Penghuni rusunawa sendiri
adalah prajurit Kodam Jaya/Jayakarta yang masih aktif dan belum memiliki
rumah tinggal dengan masa dinas minimal 5 (lima) tahun diutamakan
berpangkat militer bintara dan tamtama serta PNS Kodam Jaya/Jayakarta
Golongan I dan Golongan II. Rusunawa Jatiwarna terdiri dari hanya 1 twin
block memiliki empat lantai dan berluas bangunan 4.485 m2. Rusunawa terdiri
dari 64 unit hunian dengan masing-masing luas hunian 30 m2, 3 unit komersial,
1 unit mushola, dan 1 ruang serbaguna.
3.1.2 Lokasi Rusunawa Kodam Jaya Bekasi
Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat,
Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan
candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara,
yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini merupakan bagian dari
megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk
terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat
tinggal kaum urban dan sentra industri

Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di
12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar
Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan
Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif
perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan
perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.
3.1.3 Karakteristik Hunian Rusunawa Kodam Jaya
Menurut Undang-Undang Menteri Pertahanan nomor 3 tahun 2011
Tentang Pembinaan Rumah Negara tipe Rumah Susun dalam Lingkungan
Kementrian pertahanan dan Tentara Republik Indonesia, yang tertuang dalam
bab II pasal 4 tentang penggolongan Rusun bahwa
(1) Penggolongan rumah negara tipe Rusun terdiri atas:
a. rumah negara tipe Rusun golongan I; dan
b. rumah negara tipe Rusun golongan II.
(2) Rumah negara tipe Rusun golongan I adalah :
a. rumah negara tipe Rusun yang dipergunakan bagi pemegang jabatan
tertentu dan karena sifat jabatannya harus bertempat tinggal di rumah
tersebut serta hak penghuniannya terbatas selama menjabat; dan
b. rumah negara tipe Rusun yang berfungsi secara langsung melayani
atau terletak dalam lingkungan kantor, kesatrian, rumah sakit, instansi
pendidikan dan latihan, pangkalan laut militer, pangkalan udara
militer, dan laboratorium, serta instansi penelitian dan pengembangan
yang dihuni oleh anggota aktif.
(3) Rumah negara tipe Rusun golongan II adalah rumah negara yang
mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu instansi dan
hanya dihuni oleh anggota aktif.

Pasal 5, Bagian Ketiga, tentang Peruntukan

(1) Rumah negara tipe Rusun dalam Ksatrian diperuntukkan bagi anggota
yang menjabat di lingkungan Kemhan dan TNI sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, terdiri atas :
3.1.4 Aspek Fisik, Sarana dan Prasarana Rusunawa Kodam Jaya

Rusunawa dan rusun sejahtera dibangun pada lahan seluas 6.800 meter
persegi (m2). Keduanya dibangun dengan model bangunan twin blok, seperti
gedung kembar bertingkat. Di Jatiwarna, satu blok adalah rusunawa
sedangkan satu lainnya adalah rusun sejahtera.

Rusunawa memiliki empat lantai dan berluas bangunan 4.485 m2. Rusunawa
terdiri dari 64 unit hunian dengan masing-masing luas 30 m2, 3 unit
komersial, 1 unit musala, dan 1 ruang serbaguna.

Rusunawa ini dibangun pada 15 Juni 2009 dan selesai pada 10 Desember
2009. Prajurit sudah menempati rusunawa sejak Juni 2010.

Adapun rusun sejahtera akan dibangun lima lantai dengan luas bangunan
4.400 m2. Rusun sejahtera terdiri dari 70 unit hunian dengan luas masing-
masing 36 m2, 6 unit komersial, 1 musala, dan ruang serbaguna