Anda di halaman 1dari 69

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Tahapan dalam penulisan perencanaan tambahan ini adalah

mengumpulkan dan mengolah data, melakukan perencanaan tambahan dan

pengambaran desain konstruksi pelindung kolam Pelabuhan Perikanan Lampulo.

3.1 Persiapan Data

Persiapan data merupakan rangkaian sebelum memulai pengumpulan dan

pengolahan data. Dalam tahap persiapan disusun hal-hal yang harus dilakukan

dengan tujuan untuk efektifitas waktu dan pekerjaan penulisan tugas akhir, tahap

persiapan ini meliputi kegiatan antara lain:

3.1.1 Studi Pustaka Terhadap Materi Desain

Studi pustaka dilakukan untuk memberikan gambaran pada penulis mengenai

teknik-teknik perancangan dan juga standar-standar di dalam pembangunan bangunan

pantai yang nantinya akan digunakan sebagai acuan didalam penyusunan laporan tugas

akhir.

3.1.2 Menentukan Kebutuhan Data

Sebelum pengumpulan data-data yang diperlukan, penulis menentukan

kebutuhan data yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran mendetail tentang

daerah perancangan. Sehingga proses perencanaan tambahan dapat dilakukan

secara teliti agar diperoleh hasil yang sesuai dengan kondisi daerah perancangan.

Universitas Sumatera Utara


3.1.3 Mendata Instansi Terkait

Pendataan sumber instansi perlu diperlakukan untuk mempermudah proses

pencarian data. Pada penelitian ini instansi yang terkait antara lain Tsunami &

Disaster Mitigation Research Center dan Dinas Kelautan Perikanan Propinsi

Aceh.

3.1.4 Pengadaan Persyaratan Administrasi Untuk Permohonan Data

Persyaratan administrasi dimasudkan untuk mendapatkan legalitas didalam

proses pengumpulan data baik dari pihak jurusan maupun dari pihak pemberi data.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Dalam proses perencanaan, diperlukan analisis yang teliti, semakin rumit

permasalahan yang dihadapi maka kompleks pula analisis yang akan dilakukan. untuk

dapat melakukan analisis yang baik, diperlukan data / informasi, teori konsep dasar dan

alat bantu memadai, sehingga kebutuhan data sangat mutlak diperlukan.

3.2.1 Data Primer

Data primer merupakan data yang didapat dari survei lapangan melalui

pengamatan dan pengukuran secara langsung. Pada kasus kerusakan breakwater di

Pelabuhan Perikanan Lampulo pengamatan dikhususkan pada titik breakwater

yang rusak di sebelah kiri kolam pelabuhan. Pengamatan ini dilakukan selama 2

minggu ( 11 Maret 27 maret 2015) . Penulis langsung melakukan pengamatan

dikarenakan lokasi tersubut berada di kampung halaman penulis. Adapun data

yang didapat pada saat pengamatan secara langsung berupa foto tentang

Universitas Sumatera Utara


breakwater yang rusak. Foto tersebut berguna untuk sebagai dokumen maupun

sebagai bukti kerusakan yang terjadi pada Pelabuhan Perikanan Lampulo. Adapun

foto tersebut terlampir pada Lampiran C.1 sampai Lampiran C.5.

3.2.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang dibutuhkan dan diperoleh dari

instansi terkait dalam hal ini data sekunder didapatkan dari Tsunami & Disaster

Mitigation Research Center , Dinas Kelautan Perikanan Propinsi Aceh dan Bayu

Agustian. Adapun data yang diperoleh adalah data bathimetri, letak breakwater,

pasang surut, sondir, angin, sedimen, dan lay out pelabuhan.

3.3 Pengolahan dan Analisa Data

Analisa dan pengolahan data yang dibutuhkan dan dikelompokkan sesuai

identifikasi permasalahannya, sehingga didapat hasil analisa yang efektif dan

terarah, analisa data yang perlu dilakukan yaitu : Peta bathimetri/Peta topografi,

Data pasang surut, Data angin, Data perencanaan awal dan data sedimen.

3.4 Perencanaan Breakwater Rubble Mound

Breakwater rubble mound (susunan batu alam) merupakan breakwater

yang terdiri dari tumpukan batu alam. Metode perhitungan didasarkan pada teori

perencanaan yang dilaksanakan. Pada perhitungan elevasi dan lebar puncak

pemecag gelombang sangat tergantung pada limpasan yang di ijinkan.

Universitas Sumatera Utara


3.4.1 Perencanaan Kemiringan Breakwater Rubble Mound

Perencanaan kemiringan breakwater didasarkan pada nomogram Gambar

(2.11). Perencanaan kemiringan breakwater rubble mound pada Pelabuhan

Perikanan Lampulo terdiri dari dua sisi yaitu yaitu sisi bagian breakwater yang

menghadap kearah laut dan sisi yang menghadap kolam pelabuhan.

3.4.2 Perencanaan Berat Batu Pelindung

Ukuran batu pelindung dan penyusunnya dipengaruhi oleh berat dari batu

pelindung utama, pada perencanaan tambahan ini menggunakan Persamaan (2.31)

sampai dengan Persamaan (2.35).

3.4.3 Perencanaan Tebal Lapis

Perencanaan tebal lapis breakwater rubble mound (susunan batu alam)

dengan maksud untuk memperoleh bentuk dan kekuatan breakwater sebagaimana

yang diharapkan. Perhitungan tebal lapis pada perencanaan tambahan breakwater

ini menggunakan Persamaan (2.41).

3.4.4 Perencanaan Lebar Puncak

Perhitungan pada perencanaan tambahan terhadap lebar puncak

dipengaruhi oleh diameter batu pelindung utama dan jumlah butirnya. Pada

perencanaan lebar puncak perhitungan dilakukan dengan Persamaan (2.42).

3.4.5 Perencanaan Pelindung Kaki

Perencanaan pelindung kaki direncanakan dengan maksud agar bangunan

bawah dari breakwater tidak mengalami kerusakan akibat tekanan gelombang dan

Universitas Sumatera Utara


untuk mencegah tergelincirnya batu pembentuk kemiringan breakwater. Untuk

perhitungan perencanaan tebal dan lebar pelindung kaki menggunakan Persamaan

(2.44) dan Persamaan (2.45).

3.4.6 Perhitungan Tinggi Breakwater

Perhitungan tinggi breakwater sebagai konstruksi pengaman kolam

pelabuhan merupakan parameter yang sangat penting dalam perencanaan suatu

breakwater. Dalam perencanaan tambahan tinggi breakwater ini oleh beberapa

faktor antara lain adalah kedalaman daerah konstruksi yang akan direncanakan

ulang, muka air pasang tertinggi dan run-up gelombang (Bayu Agustian). Adapun

perhitungan perencanaan tinggi breakwater dihitung dengan menggunakan

Persamaan (2.46).

3.4.7 Analisa Stabilitas Breakwater Rubble Mound

Pada saat analisa stabilitas breakwater rubble mound stabil tidaknya dustu

susunan batu pada konstruksi yang direncanakan sangat dipengaruhi oleh unsur

bentuk, ukuran batu, berat batu penyusun serta besarnya gaya gelombang yang

bekerja pada badan breakwater rubble mound. Perhitungan analisa stabilitas

breakwater rubble mound menggunakan Persamaan (2.47) dan Persamaan (2.50).

Universitas Sumatera Utara


3.4.8 Perencanaan Flow Chart

MULAI

STUDI LITERATUR

PENGUMPULAN DATA:
SEKUNDER
- Data topografi dan bathimetri
- Data pasang surut
- Data tanah
- Data sondir
PRIMER:
- Foto dokumentasi

PENGOLAHAN DATA :
- Analisa gelombang menjadi
gelombang desai

PERENCANAAN TAMBAHAN

BREAKWATER RUBLLE MOUND:


- Kemiringan breakwater
- Berat batu pelindung
- Ukuran batu pelindung
- Tebal lapis pelindung
- Lebar puncak
- Pelindung kaki
- Tinggi breakwater
- Analisa stabilitas

HASIL:
- Gambar perencanaan tambahan

SELESAI

Universitas Sumatera Utara


BAB IV

PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengolahan Data

Pengelolahan data dilakukan berdasarkan data-data yang terdapat pada bab

sebelumnya seperti data angin, topografi/bathimetri, data tanah dan lain-lain.

Pengolahan data disajikan berdasarkan rumus-rumus dan teori-teori yang telah di

tentukan.

4.1.1 Pengolahan Data Angin

Pada perencanaan tambahan breakwater yang rusak di Pelabuhan

Perikanan Lampulo menggunakan data angin dan gelombang maksimum. Data

angin maksimum dimasukkan kedalam sebuah tabel dalam bentuk persentase dan

kecepatan angin, kemudian dibagi dalam delapan kelompok angin yang besarnya

berkisar dari 0 sampai 20 knot.

Dalam perhitungan data angin, data yang diambil diatas 10 knot. Hal ini

karenakan angin pada kecepatan ini dikategorikan angin sedang dan angin yang

dihasilkan sudah mulai besar. Data kecepatan angin yang telah dianalisa dalam

bentuk persentase kemudian diplot dalam bentuk mawar angin (wind rose) seperti

pada Gambar 4.1. Distribusi kejadian angin maksimum disajikan pada Tabel 4.1.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.1 Kejadian angin maksimum di Stasiun Meteorologi dan Geofisika Kota
Blang Bintang tahun 2000-2009.

Arah DISTRIBUSI KEJADIAN (%)


Angin <10 10-13 13-16 16-21 21-27 >27 Jumlah
N 0.0660 0.0121 0.0047 0.0006 0.0000 0.0000 0.0835
NE 0.0856 0.0488 0.0515 0.0142 0.0009 0.0003 0.2013
E 0.0293 0.0198 0.037 0.0112 0.0018 0.0000 0.0992
SE 0.0823 0.0157 0.0071 0.0003 0.0000 0.0003 0.1057
S 0.0551 0.0107 0.0036 0.0012 0.0003 0.0000 0.0708
SW 0.0216 0.0139 0.0092 0.0006 0.0003 0.0000 0.0456
W 0.1232 0.0708 0.0562 0.0115 0.0027 0.0021 0.2664
NW 0.0941 0.0178 0.0115 0.0033 0.0006 0.0003 0.1276
Jumlah 0.5571 0.2096 0.1809 0.0429 0.0065 0.0030 1.0000

Gambar 4.1 Mawar angin kejadian angin maksimum untuk stasiun


Meteorologi dan Geofisika Blang Bintang tahun 2000 2009 (Dewi,
2011)

Universitas Sumatera Utara


4.2 Perhitungan Fetch

Fetch adalah panjang keseluruhan suatu daerah pembangkitan gelombang

dimana angin berhembus dengan arah dan kecepatan yang konstan. Arah angin

masih dianggap konstan apabila perubahannya tidak sampai 150. sedangkan

kecepatan angin masih dianggap konstan apabila perubahannya tidak lebih dari 5

knot (2,5 m/dt) (Triatmodjo, 1999).

Di dalam peninjauan pembangkitan gelombang di laut, fetch dibatasi oleh

daratan yang mengelilingi laut. Panjang fetch membatasi waktu yang diperlukan

gelombang untuk terbentuk karena pengaruh angin, jadi mempengaruhi waktu

untuk mentransfer energi angin ke gelombang. Fetch ini berpengaruh pada

periode dan tinggi gelombang yang dibangkitkan. Semakin panjang jarak

fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar dan periode

gelombangnya akan semakin lama. Untuk menentukan panjang fetch untuk arah

utara dan timur laut dapat dilihat pada Tabel 4.2 dan 4.3 dengan menggunakan

peta hidro-oceanografi maupun google earth.

Tabel 4.2 Perhitungan panjang fetch arah utara dapat ditentukan dengan
menggunakan peta hidro-oceanografi maupun dari google earth
(Agustian, 2010).

Sudut Cos Xi (Km) Xi * Cos


42 0.743 300.000 222.943

36 0.809 300.000 242.705


30 0.866 300.000 259.808

24 0.914 300.000 274.064


18 0.951 23.750 22.588

12 0.978 25.000 24.454

Universitas Sumatera Utara


Sambungan Tebel 4.2 perhitungan panjang fetch arah utara

6 0.995 20.500 20.338

0 1 20.000 20.000
6 0.995 20.500 20.338

12 0.978 21.000 20.541

18 0.951 22.750 21.637

24 0.914 32.500 29.680

30 0.866 300.000 259.808


36 0.809 300.000 242.705

42 0.743 300.000 222.943

Jumlah 13.511 1904.909

( .)
Fetch =

1904,909
=
13,511

= 140,990 meter

Tabel 4.3 Perhitungan panjang fetch timur laut dapat ditentukan dengan
menggunakan peta hidro-oceanografi maupun dari google earth.
(Agustian, 2010).

Sudut Cos Xi (Km) Xi * Cos


42 0.743 10.125 7.524
36 0.809 12.750 10.315
30 0.866 300.000 259.808
24 0.914 300.000 274.064
18 0.951 300.000 285.317
12 0.978 300.000 293.444
6 0.995 300.000 298.357
0 1 300.000 300.000

Universitas Sumatera Utara


Sambungan Tabel 4.3 Perhitungan fetch arah timur laut

6 0.995 300.000 298.357

12 0.978 6.375 6.236


18 0.951 0 0
24 0.914 0 0
30 0.866 0 0
36 0.809 0 0
42 0.743 0 0
Jumlah 13.511 2033.421

( .)
Fetch =

2033.421
=
13.511

= 150,502 meter

4.3 Kecepatan Angin Signifikan

Data angin yang digunakan untuk menganalisa gelombang merupakan

angin yang lebih besar dari 10 knot. Distribusi kecepatan angin signifikan

disajikan pada Tabel 4.4. Hasil rekapitulasi kecepatan angin maksimum dari tahun

2000 2009 ditentukan berdasarkan gabungan kejadian angin maksimum.

Tabel 4.4 Rekapitulasi kecepatan angin maksimum Stasiun Blang Bintang dalam
satuan knots dari tahun 2000 2009 (TDMRC,2015)

Timur Barat Barat


Tahun Utara Laut Timur Tenggara Selatan Daya Barat Laut
2000 13 20 21 15 17 16 18 18
2001 15 19 25 11 13 23 30 20
2002 13 20 21 15 17 16 18 18
2003 14 30 24 15 19 15 22 19
2004 15 20 22 16 12 15 20 14
2005 20 22 18 16 18 15 20 14

Universitas Sumatera Utara


Sambungan Tabel 4.4 Rekapitulasi kecepatan angin maksimum

2006 15 20 24 14 22 16 31 27
2007 12 24 22 20 14 15 30 16
2008 18 20 16 12 12 14 15 15
2009 14 16 13 27 12 10 22 19
Rata-
rata 14.9 21.1 20.6 16.1 15.6 15.5 22.6 18

Berdasarkan data angin yang diperoleh, arah angin yang dominan yang

mempengaruhi konstruksi dermaga Pelabuhan Perikanan Lampulo adalah arah

utara sebesar 8,35% dan timur laut 20,13%.

4.4 Peramalan Gelombang

Peramalan gelombang yang dilakukan berdasarkan data angin yang telah

didapat. Peramalan gelombang dilakukan untuk mengetahui tinggi dan periode

gelombang signifikan di derah perencanaan. Sebagai awal perhitungan data angin

di analisa untuk mendapatkan kecepatan angin dilaut (Uw) yang kemudian

digunakan untuk menghitung pembangkitan gelombang. Pembentukan

pambangkitan gelombang dilakukan dari delpan arah mata angin, yang kemudian

dipilih yang paling berpengaruh terhadap lokasi perencanaan.

Karakteristik garis pantai yang membentuk sudut 53 o dari arah utaranya

menyebabkan daerah Pelabuhan Perikanan Lampulo dipengaruhi oleh gelombang

dari arah utara dan timur laut. Adapun langkah-langkah dalam perhitungan

gelombang adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara


4.4.1 Perhitungan Tinggi Gelombang dan Periodenya (Arah Timur Laut)

1. Mencari kecepatan dan arah angin yang berpengaruh dari tahun 2000

sampai dengan tahun 2009 yang dapat menimbulkan gelombang dan

periode gelombang.

Contoh: Kecepatan angin maksimum pada tahun 2000 arah timur laut

adalah sebesar 20 knot.

2. Konversi kecepatan angin menjadi m/dt (1 knot = 0,514 m/dt)

Contoh: 20 knot = (0.514 x 20) = 10,28 m/dtk

3. Kecepatan angin di laut dapat dihitung dengan menggunakan Gambar 4.2

Grafik hubungan antara kecepatan angin di laut dan di darat.

Gambar 4.2 Grafik hubungan antara kecepatan angin di laut dan didarat

Universitas Sumatera Utara


Dari Gambar 4.2 di didapat nilai hubungan kecepatan angin di laut dan di darat

RL = 1,125

Selanjutnya menentukan kecepatab angin di laut (UW)

Uw = UL x R L = 8,840 x 1,125 = 9,945 m/dtk

4. Menghitung kecepatan seret angin (UA) dengan menggunakan rumus:

UA = 0,71 x Uw1,23 = 0,71 x 9,945 1,23 = 11,976 m/dtk

5. Dari hasil perhitungan keceptan seret angin (UA) dan Fetch yang didapat,

tinggi dan periode gelombang dapat dicari dengan menggunakan rumus :

Fetch arah timur laut = 150,502 Km

Tinggi gelombang H = 1,616 x 10-2 x (UA x Fetch0,5) = 1,616 x 10-2 x

(11,976 x 150,502 0,5) = 2,374 m

Periode gelombang T = 6,238 x 10 -1 x ((UA x Fetch)1/3) = 6,238 x 10 -1 x

((11,976 x 150,502)1/3) = 7,591 m

4.4.2 Perhitungan Tinggi Gelombang dan Periodenya (Arah Utara)

1. Mencari kecepatan dan arah angin yang berpengaruh dari tahun 2000

sampai dengan tahun 2009 yang dapat menimbulkan gelombang dan

periode gelombang.

Contoh: kecepatan angin maksimum tahun 2000 pada arah utara sebesar

13 knot.

2. Konversi kecepatan angin menjadi m/dt (1 knot = 0,514 m/dt)

Contoh: 13 knot = (0.514 x 13) = 6,682 m/dtk

Universitas Sumatera Utara


3. Kecepatan angin di laut dapat dihitung dengan menggunakan Gambar 4.3

Grafik hubugan antara kecepatan angin di laut dan di darat.

RL = 1,275

Gambar 4.3 Grafik hubungan antara kecepatan angin di laut dan didarat.

Dari grafik didapat nilai R L = 1,275

Selanjutnya menentukan kecepatab angin di laut (UW)

Uw = UL x R L = 5,746 x 1,275 = 7,326 m/dtk

4. Menghitung nilai U dengan rumus:


A

UA = 0,71 x Uw1,23 = 0,71 x 7,326 1,23 = 8.223 m/dtk

5. Dari nilai UA dan Fetch yang didapat, tinggi dan periode gelombang dapat

dicari dengan menggunakan rumus :

Fetch arah utara = 140,990 Km

Tinggi gelombang H = 1,616 x 10-2 x (UA x Fetch0,5 ) = 1,616 x 10-2 x

(8,223 x 140,9900,5) = 1,577 m

Periode gelombang T = 6,238 x 10-1 x ((UA x Fetch)1/3) = 6,238 x 10-1 x

((8,223 x 140,990)1/3) = 6,553 m

Universitas Sumatera Utara


Sedangkan untuk perhitungan selengkapnya dapat dihitung ulang dengan

menggunakan cara yang sama mulai tahun 2001 2009. Untuk perhitungan tinggi

gelombang dan periode yang selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.5 untuk arah

utara dan Tabel 4.6 untuk arah timur laut.

Tabel 4.5 Gelombang arah utara dan periodenya

UL
Tahun
UL (m/det) RL UW UA Fetch H T
2000 13 5.746 1.275 7.327 8.223 140.990 1.577 6.553
2001 15 6.630 1.225 8.121 9.344 140.990 1.791 6.835
2002 13 5.746 1.275 7.327 8.223 140.990 1.577 6.553
2003 14 6.188 1.250 7.735 8.791 140.990 1.686 6.700
2004 15 6.630 1.225 8.121 9.344 140.990 1.791 6.835
2005 20 8.840 1.125 9.945 11.976 140.990 2.297 7.428
2006 15 6.630 1.225 8.121 9.344 140.990 1.791 6.835
2007 12 5.304 1.300 6.895 7.632 140.990 1.646 6.932
2008 18 7.956 1.150 8.735 10.209 140.990 1.958 7.043
2009 14 6.188 1.250 7.735 8.791 140.990 1.686 6.700

Tabel 4.6 Gelombang arah timur laut dan periodenya

UL
Tahun
UL (m/det) RL UW UA Fetch H T
2000 20 8.840 1.125 9.945 11.976 150.502 2.374 7.591
2001 19 8.398 1.130 9.489 11.304 150.502 2.241 7.446
2002 20 8.840 1.125 9.945 11.976 150.502 2.374 7.591
2003 30 1.130 0.980 12.995 16.641 150.502 3.299 8.741
2004 20 8.840 1.125 9.945 11.976 150.502 2.374 7.591
2005 22 9.724 1.075 10.453 12.732 150.502 2.524 7.745
2006 20 8.840 1.125 9.945 11.976 150.502 2.374 7.591
2007 24 10.608 1.025 10.873 13.364 150.502 2.649 7.874
2008 20 8.840 1.125 9.945 11.976 150.502 2.374 7.591
2009 16 7.072 1.175 9.049 10.662 150.502 2.113 7.303

Dari hasil perhitungan di atas didapat tinggi gelombang dan periode

gelombang untuk arah utara dan timur laut. Untuk hasil selengkapnya disajikan

dalam Tabel 4.7.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.7 Rekapitulasi perhitungan peramalan tinggi telombang Hs dan periode
gelombang Ts

Utara Timur Laut


Tahun
Hs (m) Ts (dtk) Hs (m) Ts (dtk)
2000 1.577 6.553 2.374 7.591
2001 1.791 6.835 2.241 7.446
2002 1.577 6.553 2.374 7.591
2003 1.686 6.700 3.299 8.741
2004 1.791 6.835 2.374 7.591
2005 2.297 7.428 2.524 7.745
2006 1.791 6.835 2.374 7.591
2007 1.646 6.932 2.649 7.874
2008 1.958 7.043 2.374 7.591
2009 1.686 6.700 2.113 7.303

4.5 Analisa Gelombang Rencana

Sebagai pelindung bangunan pelabuhan (breakwater) harus direncanakan

agar mampu menahan gaya gelombang yang bekerja padanya. Biasanya

didasarkan pada kondisi ekstrim, dimana pada kondisi tersebut bangunan harus

tetap aman. Tipe perubahan bentuk gelombang dalam perencanaan (breakwater)

ini akan mengalami proses soaling, refraksi dan gelombang pecah.

4.5.1 Periode Ulang Gelombang

Periode ulang gelombang dihitung dengan menggunakan rumus statistic

dengan periode ulang 2,5,10,25,50 dan 100 tahun. Gelombnag dengan periode

ulang tertentu dihitung dengan metode analisi frekuensi seperti banyak digunakan

dalam analisis hidrologi (Triatmodjo, 2011:62). Sehubungan dengan menentukan

metode yang bisa dipakai dalam menentukan periode ulang gelombang, maka

penulis memilih Distribusi Probabilitas Gumbel.

Universitas Sumatera Utara


Untuk menentukan periode gelombang rencana data gelombang yang

diprediksi adalah berdasarkan data angin maksimum, maka untuk perencanaan

tinggi gelombang nilainya direduksi sampai 75% dan hasil selengkapnya disajikan

di dalam Tabel 4.10 dan Tabel 4.11. Sedangkan untuk tinggi gelombang masing

masing periode disajikan pada Tabel 4.12.

4.5.2 Perhitungan Gelombang Rencana dan Periodenya (Hd) Arah Utara

Contoh: perhitungan gelombang rencana menggunakan distribusi

probabilitas gumbel (Hd) arah utara dengan periode ulang gelombang untuk 2

tahun disajikan pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8 Hasil perhitungan distribusi probabilitas Gumbel (Hd) arah utara

No Tahun Hmax (X) Xrata-rata (X-Xrata-rata) (X-Xrata-rata)2


1 2000 1.577 1.7800 -0.2030 0.0412
2 2001 1.791 1.7800 0.0110 0.0001
3 2002 1.577 1.7800 -0.2030 0.0412
4 2003 1.686 1.7800 -0.0940 0.0088
5 2004 1.791 1.7800 0.0110 0.0001
6 2005 2.297 1.7800 0.5170 0.2673
7 2006 1.791 1.7800 0.0110 0.0001
8 2007 1.646 1.7800 -0.1340 0.0180
9 2008 1.958 1.7800 0.1780 0.0317
10 2009 1.686 1.7800 -0.0940 0.0088
17.800 0.4174

Standar deviasi (s)

X
n
2
i X
S i 1
n 1

0.4174
S= = 0.2154
9

Universitas Sumatera Utara


Dengan jumlah data (n) = 10 maka didapat :

Yn = 0,4952

Sn = 0,9497
Yt = 0,3065

Tabel 4.9 Periode kala ulang

Tr (Tahun) Yt

2 0,3065

5 1,4999

10 2,2504

20 2,9702

25 3,1255

50 3,9019

100 4,6001

Mencari periode ulang untuk 2 tahun :

0,30650,4952
Untuk mencari nilai Kt = = = -0,1987
0,9497

Untuk mencari nilai Hd = ( Xrata-rata ) + ( S x Kt ) = 1.7800 + ( 0,2154 x (-0,1987))

= 1,7372 m

Untuk mencari nilai Hd 75% = 0,75 x Hd = 0,75 x 1,7372 = 1,3029 m

Sedangkan untuk perhitungan periode gelombang arah utara tetap

menggunakan cara yang sama. Adapun untuk perhitungan kala ulang

5,10,20,25,50 dan 100 tahun dengan menggunakan cara yang sama namun ada

Universitas Sumatera Utara


penambahan nilai untuk masing-masing yang disajikan pada Tabel 4.9. Adapun

perhitungan yang lengkap untuk arah timur laut dan utara disajikan dalam Tabel

4.10.

Tabel 4.10 Rekapitulasi gelombang rencana dan periode sebelum dan sesudah
reduksi 75%

Hd (m) Hd (75%) Td (det) Td (75%)


Periode Timur Timur Timur Timur
Utara Utara Utara Utara
Laut Laut Laut Laut
2 1.7372 2.4051 1.3029 1.8038 6.7901 7.6281 5.0926 5.7211
5 2.0078 2.8130 1.5059 2.1097 7.1144 8.1232 5.3358 6.0924
10 2.1780 3.0695 1.6335 2.3021 7.3184 8.4346 5.4888 6.3259
20 2.3412 3.3155 1.7559 2.4866 7.5140 8.7332 5.6355 6.5499
25 2.3764 3.3686 1.7823 2.5264 7.5562 8.7976 5.6671 6.5942
50 2.5525 3.6339 1.9144 2.7254 7.7671 9.1197 5.8254 6.8398
100 2.7108 3.8725 2.0331 2.9044 7.9569 9.4094 5.9677 7.0570

4.5.3 Pemilihan Periode Ulang Gelombang

Pemilihan periode ulang gelombang didasarkan pada tingkat kerusakan

yang ditimbulkan oleh gelombang. Kerusakan yang ditimbulkan oleh gelombang

akan tampak apabila didaerah pantai terdapat bangunan pantai. Tingkat kerusakan

yang dibolehkan berkisar antara 0 30%.

Pada perencanaan tambahan ini dipilih periode ulang gelombang 25 tahun

dengan arah utara adalah 1,7823 m dan timur laut 2,5264 m dengan tingkat

kerusakan (5 10%). Berdasarkan hasil perhitungan gelomabang yang dapat

mengakibatkan kerusakan (H) arah utara 1.9248 m dan arah timur laut sebesar

2,7285. Adapun perhitungan selengkapnya disajikan pada Tabel 4.11 dan Tabel

4.12.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.11 Tinggi gelombang berdasarkan tingkat kerusakan arah utara (25 tahun)

Tingkat kerusakan (0-5)% (5-10)% (10-15)% (15-20)% (20-30)%

H/HD=0 1.00 1.08 1.19 1.27 1.37

H (m) 1.7823 1.9248 2.1209 2.2635 2.4417

Tabel 4.12 Tinggi berdasarkan tingkat kerusakan arah timur laut (25 tahun)

Tingkat kerusakan (0-5)% (5-10)% (10-15)% (15-20)% (20-30)%


H/HD=0 1.00 1.08 1.19 1.27 1.37
H (m) 2.5264 2.7285 3.0064 3.2085 3.4611

4.6 Gelombang Desain Arah Timur Laut

Gelombang desain yang digunakan sebagai acuan perencanaan breakwater

ditentukan dengan membandingkan nilai H dan nilai H 1. Penentuan tinggi

gelombang pada lokasi perencanaan diperoleh melalui analisis deformasi

gelombang. Kedalaman yang ditinjau pada kedalaman 0,500 8,500 dengan T =

6,5942 dan arah datang gelombang ( = 36 o ) , H0 = 2,5264 m

4.6.1 Perhitungan Koefisien Refraksi (K r)

Perhitungan gelombang di laut dalam (LO)

LO = 1,56 x T 2 = 1,56 x (6,5942)2 = 67,8342 m

Menghitung cepat rambat gelmbang di laut dalam (CO)

Lo 67,8342
CO = = = 10,2869
6,5942

Menentukan peretambahan nilai d / LO

Universitas Sumatera Utara


0,500
d / LO = = 0,0073
67,8342

Untuk nilai d / LO diatas dapat dicari dengan menggunakan Tabel 4.13 fungsi d/L

untuk pertambahan nilai d/LO (Triatmodjo,1996).

Tabel 4.13 Fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/Lo


Tanh Sinh Cosh Sinh Cosh
d/LO d/L 2d/L Ks K 4d/L 2d/L
n
2d/L 2d/L 2d/ L 2d/L

0.0060 0.0311 0.1954 0.1929 0.1966 1.0191 1.62 0.9812 0.3908 0.4008 1.077 0.9875

0.0061 0.0314 0.197 0.1945 0.1983 1.0195 1.614 0.9809 0.3941 0.4043 1.079 0.9873

0.0062 0.0316 0.1987 0.1961 0.2 1.0198 1.607 0.9806 0.3973 0.4079 1.08 0.9871

0.0063 0.0319 0.2003 0.1976 0.2016 1.0201 1.601 0.9803 0.4006 0.4114 1.081 0.9869

0.0064 0.0321 0.2019 0.1992 0.2033 1.0204 1.595 0.98 0.4038 0.4148 1.083 0.9867

0.0065 0.0324 0.2035 0.2007 0.2049 0.0208 1.589 0.9796 0.407 0.4183 1.084 0.9865

0.0066 0.0326 0.2051 0.2022 0.2065 1.0211 1.583 0.9793 0.4101 0.4217 1.085 0.9863

0.0067 0.0329 0.2066 0.2037 0.2081 1.0214 1.578 0.979 0.4133 0.4251 1.086 0.986

0.0068 0.0331 0.2082 0.2052 0.2097 1.0217 1.572 0.9787 0.4164 0.4285 1.087 0.9858

0.0069 0.0334 0.2097 0.2067 0.2113 1.0221 1.567 0.9784 0.4195 0.4319 1.088 0.9856

0.007 0.0336 0.2113 0.2082 0.2128 1.0224 1.561 0.9781 0.4225 0.4352 1.091 0.9854

0.0071 0.0339 0.2118 0.2096 0.2144 1.0227 1.556 0.9778 0.4256 0.4386 1.092 0.9852

0.0072 0.0341 0.2143 0.2111 0.216 1.0231 1.551 0.9775 0.4286 0.4419 1.093 0.9852

0.0073 0.0344 0.2158 0.2125 0.2175 1.0234 1.546 0.9772 0.4316 0.4452 1.095 0.9848

0.0074 0.0346 0.2173 0.214 0.219 1.0237 1.541 0.9768 0.4346 0.4484 1.096 0.9846

0.0075 0.0348 0.2188 0.2154 0.2206 1.024 1.536 0.9765 0.4376 0.4517 1.096 0.9844

0.0076 0.0351 0.2203 0.2168 0.2221 1.0244 1.531 0.9762 0.4406 0.4549 1.099 0.9842

0.0077 0.0353 0.2217 0.2182 0.2236 1.0247 1.526 0.9759 0.4435 0.4582 1.098 0.984

0.0078 0.0355 0.2232 0.2196 0.2251 1.025 1.521 0.9756 0.4464 0.4614 1.1 0.9838

0.0079 0.0358 0.2247 0.2209 0.2265 1.0253 1.517 0.9753 0.4493 0.4646 1.103 0.9836

Universitas Sumatera Utara


d/L = 0,03435

Panjang gelombang di pantai (L) dapat dihitung dengan rumus:

L = 0,500 / 0,03435 = 14,5560 m

Cepat rambat gelombang di pantai (C1) dapat dihitung dengan rumus:

C1 = L / T = 14,5560 / 6,5942 = 2,2073 m/det

Arah datang gelombang pada kedalaman 0,500 m dapat dihitung dengan

menggunakan rumus:

Sin 1 = (C1 / C0) sin 0 36o = (2,2073 / 10,2869) sin 0 36o = 0,2145 sin 0 36o

= 0,1260

Koefisien reflaksi (Kr) dapat dihitung dengan menggunkan rumus:

cos 0 cos 36
Kr = = = 0,8994
cos 1 cos 0,1260

4.6.2 Perhitungan Koefisien Shoaling (Ks)

Untuk menghitung koefisien pendangkalan dicari nilai n dengan

menggunakan Lampiran B.2 fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/Lo berdasarkan

nilai d/Lo di atas (0,0073), maka di dapat n1 = 0,9848 dan n0 = 0,5 (untuk

parameter di laut dalam)

Koefisien pendangkalan (Ks) dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

. 0,5 67,8342
Ks = = = 1,5382
1. 0,9848 14,5560

Universitas Sumatera Utara


Penentuan ketinggian gelombang di pantai (H1) dapat di hitung dengan

menggunkan rumus:

H1 = Ks . Kr . H0 = 1,5382 x 0,8994 x 2,5264 = 3,4951

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa:

H1 = 3,4951

H0 = 2,5264

Untuk hasil perhitungan selengkapnya penentuan ketinggian gelombang desain di

pantai arah timur laut pada masing-masing kedalaman maupun periode dapat

dilihat pada Tabel 4.14 sedangkan untuk fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/Lo

dapat dilihat pada Lampiran B.1 sampai B.15.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.14 Perhitungan gelombang pantai arah timur laut

T d LO 00 L Ho H1
Co d/LO d/L C1 Sin 1 Kr Ks
(det) (meter) (meter) (meter) (meter) (meter)
6.5942 0.500 67.8342 36 10.2869 0.0073 0.03435 14.5560 2.2073 0.1261 0.8994 1.5382 2.5264 3.4951
6.5942 1.000 67.8342 36 10.2869 0.0147 0.04910 20.3666 3.0886 0.1765 0.8994 1.3105 2.5264 2.9778
6.5942 1.500 67.8342 36 10.2869 0.0221 0.06070 24.7117 3.7475 0.2141 0.8994 1.1990 2.5264 2.7244
6.5942 2.000 67.8342 36 10.2869 0.0295 0.07070 28.2885 4.2899 0.2451 0.8994 1.1289 2.5264 2.5651
6.5942 2.500 67.8342 36 10.2869 0.0369 0.07980 31.3283 4.7509 0.2714 0.8994 1.0820 2.5264 2.4586
6.5942 3.000 67.8342 36 10.2869 0.0442 0.08800 34.0909 5.1698 0.2954 0.8994 1.0450 2.5264 2.3745
6.5942 3.500 67.8342 36 10.2869 0.0516 0.09580 36.5344 5.5404 0.3165 0.8994 1.0173 2.5264 2.3116
6.5942 4.000 67.8342 36 10.2869 0.0590 0.10331 38.7184 5.8716 0.3354 0.8994 0.9960 2.5264 2.2632
6.5942 4.500 67.8342 36 10.2869 0.0663 0.11040 40.7609 6.1813 0.3531 0.8994 0.9782 2.5264 2.2227
6.5942 5.000 67.8342 36 10.2869 0.0737 0.11740 42.5894 6.4586 0.3690 0.8994 0.9645 2.5264 2.1916
6.5942 5.500 67.8342 36 10.2869 0.0811 0.12414 44.3048 6.7188 0.3838 0.8994 0.9526 2.5264 2.1645
6.5942 6.000 67.8342 36 10.2869 0.0885 0.13090 45.8365 6.9510 0.3971 0.8994 0.9443 2.5264 2.1457
6.5942 6.500 67.8342 36 10.2869 0.0958 0.13730 47.3416 7.1793 0.4102 0.8994 0.9362 2.5264 2.1273
6.5942 7.000 67.8342 36 10.2869 0.1032 0.14380 48.6787 7.3821 0.4217 0.8994 0.9303 2.5264 2.1139
6.5942 7.500 67.8342 36 10.2869 0.1106 0.15010 49.9667 7.5774 0.4329 0.8994 0.9253 2.5264 2.1025
6.5942 8.000 67.8342 36 10.2869 0.1179 0.15640 51.1509 7.7570 0.4432 0.8994 0.9220 2.5264 2.0950
6.5942 8.500 67.8342 36 10.2869 0.1253 0.16260 52.2755 7.9275 0.4529 0.8994 0.9183 2.5264 2.0866

Universitas Sumatera Utara


4.7 Gelombang Desain Arah Utara

Penentuan tinggi gelombang pada lokasi perencanaan diperoleh melalui

analisis deformasi gelombang. Kedalaman yang ditinjau pada kedalaman 0.500

8.500 dengan T = 5.6671 dan arah dating gelombang ( = 36 o ) , H 0 = 1.7823

4.7.1 Perhitungan Koefisien Refraksi (Kr)

LO = 1,56 x T 2 = 1,56 x (5,6671)2 = 50.1010 m

Lo 50,1010
CO = = = 8,8407
5,6671

0,500
d / LO = = 0,0100
50,1010

Untuk nilai d / LO diatas dapat dicari dengan meggunakan Tabel 4.15 fungsi d / L

untuk pertambahan nilai d / LO (Triatmodjo,1996).

Tabel 4.15 Fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/LO


tanh sinh cosh sinh cosh
d/Lo d/L 2d/L ks K 4d/L n
2d/L 2d/L 2d/L 2d/L 2d/L
0.0090 0.0382 0.2401 0.2356 0.2424 1.0290 1.4710 0.9719 0.4801 0.4988 1.1170 0.9813
0.0091 0.0384 0.2414 0.2368 0.2438 1.0293 1.4670 0.9715 0.4828 0.5018 1.1190 0.9811
0.0092 0.0386 0.2428 0.2381 0.2452 1.0296 1.4630 0.9712 0.4855 0.5048 1.1200 0.9809
0.0093 0.0389 0.2441 0.2394 0.2465 1.0299 1.4590 0.9709 0.4882 0.5078 1.1220 0.9807
0.0094 0.0391 0.2454 0.2406 0.2479 1.0303 1.4560 0.9706 0.4909 0.5108 1.1230 0.9805
0.0095 0.0393 0.2468 0.2419 0.2493 1.0306 1.4520 0.9703 0.4935 0.5138 1.1240 0.9803
0.0096 0.0395 0.2481 0.2431 0.2506 1.0309 1.4490 0.9700 0.4962 0.5168 1.1260 0.9801
0.0097 0.0397 0.2494 0.2444 0.2520 1.0313 1.4450 0.9697 0.4988 0.5198 1.1270 0.9799
0.0098 0.0399 0.2507 0.2456 0.2534 1.0316 1.4420 0.9694 0.5014 0.5227 1.1280 0.9796
0.0099 0.0401 0.2520 0.2468 0.2547 1.0319 1.4380 0.9691 0.5040 0.5257 1.1300 0.9794
0.0100 0.0403 0.2533 0.2480 0.2560 1.0323 1.4350 0.9688 0.5066 0.5286 1.1310 0.9792
0.0110 0.0423 0.2560 0.2599 0.2691 1.0356 1.4030 0.9656 0.5319 0.5574 1.1450 0.9772
0.0120 0.4426 0.2781 0.2711 0.2817 1.0389 1.3750 0.9625 0.5562 0.5853 1.1590 0.9751

d/L = 0,04032

L = 0,500 / 0,04032= 12,4008 m

C1 = L / T = 12,4008 / 5.6671 = 2,1882 m/det

Universitas Sumatera Utara


Arah datang gelombang pada kedalaman 0,500 m dihitung:

Sin 1 = (C1 / C0) sin 0 36o = (2,1882 / 8.8407) sin 0 36o = 0.1455

Koefisien reflaksi dihitung dengan rumus:

cos 0 cos 36
Kr = = = 0,8994
cos 1 cos 0.1455

4.7.2 Perhitungan Koefisien Shoaling (Ks)

Untuk menghitung koefisien pendangkalan dicari nilai n dengan

menggunakan lampiran-1 fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/Lo berdasarkan

nilai d/Lo di atas (0,04032), maka di dapat n1 = 0,9792 dan n0 = 0,5 (untuk

parameter di laut dalam).

Koefisien pendangkalan dihitung dengan rumus:

. 0,5 50.1010
Ks = = = 1,4363
1. 0,9792 12,4008

H1 = Ks . Kr . H0 = 1,4363 x 0,8994 x 1,7823 = 2,3024 m

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan :

H1 = 2,3024

H0 = 1,7823

Untuk hasil perhitungan selengkapnya penentuan ketinggian gelombang

desain arah utara pada masing-masing kedalaman maupun periode dapat dilihat

pada Tabel 4.16 sedangkan untuk fungsi d/L untuk pertambahan nilai d/LO dapat

dilihat pada Lampiran B.1 sampai B.15.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.16 Perhitungan gelombang pantai arah utara

T d LO 00 L Ho H1
Co d/LO d/L C1 Sin 1 Kr Ks
(det) (meter) (meter) (meter) (meter) (meter)
5.6671 0.500 50.1010 36 8.8407 0.0100 0.04032 12.4008 2.1882 0.1455 0.8994 1.4363 1.7823 2.3024
5.6671 1.000 50.1010 36 8.8407 0.0200 0.05763 17.3521 3.0619 0.2035 0.8994 1.2270 1.7823 1.9669
5.6671 1.500 50.1010 36 8.8407 0.0299 0.07130 21.0379 3.7123 0.2468 0.8994 1.1265 1.7823 1.8058
5.6671 2.000 50.1010 36 8.8407 0.0399 0.08320 24.0385 4.2418 0.2820 0.8994 1.0650 1.7823 1.7072
5.6671 2.500 50.1010 36 8.8407 0.0499 0.09405 26.5816 4.6905 0.3118 0.8994 1.0238 1.7823 1.6412
5.6671 3.000 50.1010 36 8.8407 0.0599 0.10425 28.7770 5.0779 0.3376 0.8994 0.9943 1.7823 1.5939
5.6671 3.500 50.1010 36 8.8407 0.0699 0.11386 30.7395 5.4242 0.3606 0.8994 0.9724 1.7823 1.5588
5.6671 4.000 50.1010 36 8.8407 0.0798 0.12300 32.5203 5.7384 0.3815 0.8994 0.9548 1.7823 1.5305
5.6671 4.500 50.1010 36 8.8407 0.0898 0.13200 34.0909 6.0156 0.3999 0.8994 0.9422 1.7823 1.5103
5.6671 5.000 50.1010 36 8.8407 0.0998 0.14080 35.5114 6.2662 0.4166 0.8994 0.9329 1.7823 1.4954
5.6671 5.500 50.1010 36 8.8407 0.1098 0.14940 36.8139 6.4961 0.4318 0.8994 0.9257 1.7823 1.4839
5.6671 6.000 50.1010 36 8.8407 0.1198 0.15800 37.9747 6.7009 0.4455 0.8994 0.9298 1.7823 1.4905
5.6671 6.500 50.1010 36 8.8407 0.1297 0.16630 39.0860 6.8970 0.4585 0.8994 0.9167 1.7823 1.4695
5.6671 7.000 50.1010 36 8.8407 0.1397 0.17470 40.0687 7.0704 0.4700 0.8994 0.9145 1.7823 1.4659
5.6671 7.500 50.1010 36 8.8407 0.1497 0.18331 40.9143 7.2196 0.4799 0.8994 0.9140 1.7823 1.4651
5.6671 8.000 50.1010 36 8.8407 0.1597 0.19140 41.7973 7.3754 0.4903 0.8994 0.9130 1.7823 1.4635
5.6671 8.500 50.1010 36 8.8407 0.1697 0.19970 42.5638 7.5107 0.4993 0.8994 0.9134 1.7823 1.4642

Universitas Sumatera Utara


4.8 Perhitungan Gelombang Pecah Arah Timur Laut

Berdasarkan pete bathimetri, kemiringan dasar laut 1 : 30 = 0,03.

Gelombang pada laut dalam H0 = 2,5264 m, T = 6,5942 detik, Kr = 0,8994 dan L0

= 67,8342 m

Tinggi gelombang laut ekivalen (H0) dapat dihitung dengan menggunakan

rumus:

H0 = Kr . HO = 0,8994 x 2,5264 = 2,2722 m

H0 2,2722
= = 0,0053
g .T2 9,81 X 6,59422

H0
Untuk nilai = 0,0053 dengan kemiringan pantai m = 0,03 diperoleh dari
g .T2

Gambar 4.4 (Triatmodjo,2012:51)

1,12

0,0053

Gambar 4.4 Penentuan tinggi gelombang pecah

Universitas Sumatera Utara


Hb
= 1,2
H0

Menghitung kedalaman gelombang pecah (H b) dapat dihitung dengan

menggunakan rumus:

Hb = 2,2722 x 1,2 = 2,7267 m

Tinggi gelombang pecah dapat di hitung dengan menggunakan rumus:

Hb 2,7267
= = 0,0064
g .T2 9,81 6,59422

db
dapat dicari dengan menggunakan Gambar 4.5 (Triatmodjo, 2012:52).
Hb

1,17

0,0064

Gambar 4.5 Penentuan kedalaman gelombang pecah


Dengan menggunakan Gambar 4.5 Penentuan kedalaman gelombang

pecah nilai yang didapat adalah:

db
= 1,1700
Hb

Universitas Sumatera Utara


Setelah tinggi gelombang pecah diperoleh, selanjutnya dihitung kedalaman air

pada saat gelombang pecah (db) dengan menggunan rumus:


db = . Hb = 1,1700 x 2,7267 = 3,1902 m
Hb

Untuk Perhitungan selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Namun diperlukan ketelitian yang sangat akurat guna mendapatkan hasil yang

maksimal. Adapun perhitungan selengkapnya di sajikan pada Tabel 4.17.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.17 Perhitungan gelombang pecah arah timur laut

T HO g L0 H'0
Kr H'0/Gt2 Hb/H'0 Hb Hb/Gt2 db/Hb db
(det) (m) (m/s) (m) (m)
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902
6.5942 2.5264 9.8100 0.8994 67.8342 2.2722 0.0053 1.2000 2.7267 0.0064 1.1700 3.1902

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.18 Rekapitulasi hasil perhitungan gelombang pecah arah timur laut

Timur Laut
d db Hdesain Keterangan
Hpantai Hpecah
0.5 3.1902 3.4951 2.7267 2.7267 Tidak diterima
1 3.1902 2.9778 2.7267 2.7267 Tidak diterima
1.5 3.1902 2.7244 2.7267 2.7244 Diterima
2 3.1902 2.5651 2.7267 2.5651 Diterima
2.5 3.1902 2.4586 2.7267 2.4586 Diterima
3 3.1902 2.3745 2.7267 2.3745 Diterima
3.5 3.1902 2.3116 2.7267 2.3116 Diterima
4 3.1902 2.2632 2.7267 2.2632 Diterima
4.5 3.1902 2.2227 2.7267 2.2227 Diterima
5 3.1902 2.1916 2.7267 2.1916 Diterima
5.5 3.1902 2.1645 2.7267 2.1645 Diterima
6 3.1902 2.1457 2.7267 2.1457 Diterima
6.5 3.1902 2.1273 2.7267 2.1273 Diterima
7 3.1902 2.1139 2.7267 2.1139 Diterima
7.5 3.1902 2.1025 2.7267 2.1025 Diterima
8 3.1902 2.0950 2.7267 2.0950 Diterima
8.5 3.1902 2.0866 2.7267 2.0866 Diterima

4.9 Perhitungan Gelombang Pecah Arah Utara

Berdasarkan peta bathimetri, kemiringan dasar laut 1 : 30 = 0,03.

Gelombang pada laut dalam H0 = 1,7823 m, T = 5,6671 detik, K r = 0,8994 dan L0

= 50,1010 m

Tinggi gelombang laut ekivalen (H0) dapat dihitung dengan menggunakan

rumus:

H0 = Kr . HO = 0,8994 x 1,7823 = 1,6030 m

H0 1,6030
= = 0,0051
g .T2 9,81 X 5,66712

Universitas Sumatera Utara


H0
Untuk nilai = 0,0051 dengan kemiringan pantai m = 0,03 diperoleh dari
g .T2

Gambar 4.6 (Triatmodjo,2012:51).

1,2

0,0051

Gambar 4.6 Penentuan tinggi gelombang pecah

Dari gambar penentuan tinggi gelombang pecah maka diperoleh:

Hb
= 1.2
H0

Menghitung kedalaman gelombang pecah (H b) dapat dihitung dengan

menggunakan rumus:

Hb = 1,6030 x 1,2 = 1,9236 m

Tinggi gelombang pecah dapat di hitung dengan menggunakan rumus:

Hb 1,9236
= = 0,0061
g .T2 9,81 X 5,66712

Universitas Sumatera Utara


db
dapat dicari dengan menggunakan Gambar 4.7 (Triatmodjo, 2012:52).
Hb

1,17

0,0061

Gambar 4.7 Penentuan kedalaman gelombang pecah

Dari Gambar 4.7 penentuan kedalaman gelombang pecah diperoleh:

db
= 1,17
Hb

Setelah tinggi gelombang pecah diperoleh, selanjutnya dihitung kedalaman air

pada saat gelombang pecah (db) dengan menggunan rumus:


db = . Hb = 1,17 x 1,9236 = 2,2506 m
Hb

Untuk Perhitungan selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Namun diperlukan ketelitian yang sangat akurat guna mendapatkan hasil yang

maksimal. Adapun perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.19.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.19 Perhitungan gelombang pecah arah utara

T g H0 L0 H'0
Kr H'0/Gt2 Hb/H'0 Hb Hb/Gt2 db/Hb db
(det) (m/s) (m) (m) (m)
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506
5.6671 9.8100 0.8994 1.7823 50.1010 1.6030 0.0051 1.2000 1.9236 0.0061 1.1700 2.2506

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.20 Rekapitulasi hasil perhitungan gelombang pecah arah utara

Timur Laut
D db Hdesain Keterangan
Hpantai Hpecah
0.5 2.2506 2.3024 1.9236 1.9236 Tidak diterima
1 2.2506 1.9669 1.9236 1.9236 Tidak diterima
1.5 2.2506 1.8058 1.9236 1.8058 Diterima
2 2.2506 1.7072 1.9236 1.7072 Diterima
2.5 2.2506 1.6412 1.9236 1.6412 Diterima
3 2.2506 1.5939 1.9236 1.5939 Diterima
3.5 2.2506 1.5588 1.9236 1.5588 Diterima
4 2.2506 1.5305 1.9236 1.5305 Diterima
4.5 2.2506 1.5103 1.9236 1.5103 Diterima
5 2.2506 1.4954 1.9236 1.4954 Diterima
5.5 2.2506 1.4839 1.9236 1.4839 Diterima
6 2.2506 1.4905 1.9236 1.4905 Diterima
6.5 2.2506 1.4695 1.9236 1.4695 Diterima
7 2.2506 1.4659 1.9236 1.4659 Diterima
7.5 2.2506 1.4651 1.9236 1.4651 Diterima
8 2.2506 1.4635 1.9236 1.4635 Diterima
8.5 2.2506 1.4642 1.9236 1.4642 Diterima

4.10 Perencanaan Breakwater Rublle Mound

Perencanaan (breakwater rublle mound) merupakan perencanaan pemecah

gelombang yang terdiri dari tumpukan batu alam. Metode untuk melakukan

perhitungan didasarkan pada teori perencanaan yang dilaksanakan. Perhitungan

pada kedalaman laut (d) = 1,5 meter dengan tinggi gelombang dipantai (H pantai) =

2,7244 m, tinggi gelombang di laut dalam (Ho) = 2,5264 m dan periode

gelombang (T) = 6,5942 dtk. Untuk pelindung kaki (Lb) di ambil minimum 3

meter dengan ketebalan 2-3 meter (Triatmodjo), dan panjang gelombang di laut

dalam (L0) = 67,8342 m. Adapun langkah perhitungannya adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara


4.10.1 Menentukan Bilangan Irribaren (ir):

tan tan 36
Ir = H0 = 2,5264 0,5 = 3,7647
( )0,5 (
67,8342
)
0

Berdasarkan hitungan di atas didapat nilai irribaren 3,7647 maka untuk

menentukan nilai Ru/H dapat menggunakan Gambar 4.8.

1,24

Ir = 3,7647

Gambar 4.8 Perbandingan Runup dan Rundown

Dari gambar diatas di dapat nilai R u/H adalah 1,24

2,65
Sr = = = 2,5728 ton/m3
1,03

Dimana :

Berat jenis batu = 2,65 ton/m3

Berat jenis laut = 1,03 ton/m3

Sudut talud bangunan pelindung (1:1,5)

Universitas Sumatera Utara


1
Tan =
1,5

1
= tan-1 ( ) = 33,7
1,5

1
cot = = 1,4994
tan(33,7)

4.10.2 Berat Butir Lapis Lindung (W):

Berat butir lapis lindung dapat dihitung dengan menggunakan rumus

empiris. nilai KD (Lampiran A.5) untuk batu pecah bersudut kasar 2,3 dengan

n = 3, kemiringan breakwater rencana adalah 1:1,5. Adapun untuk menentukan

berat batu lapis lindung adalah sebagai berikut:

. 3 2,65 2,52643
W= = = 3,1848 ton
( 1)3 2,3 (2,57281)31,4994

Untuk lapis lindung kedua (W2):

W2 = 0,5W - 0,67W = 0,5 x 3,1848 = 1,5924 ton - 0,67 x 3,1848 = 2,1338 ton

Untuk lapis lindung bawah pertama (W3):

W3 = 0,1W 0,003W = 0,1 x 3,1848 = 0,3184 ton 0,003 x 3,1848 = 0,0095 ton

Untuk lapis lindung bawah kedua (W4):

W4 = 0,005W = 0,005 x 3,1848 = 0,0159 ton

Untuk lapis inti (W5):

2,5 x 10-4 W 1,67 x 10-4 W = 2,5 x 10 -4 x 3,1848 = 0,0079 ton 1,67 x 10-4 x

3,1848 = 0,0005 ton

Universitas Sumatera Utara


4.10.3 Perhitungan Ukuran Batu Pelindung

Ukuran batu pelindung untuk tiap lapisan pada breakwater susunan batu

menurut Hudson dan Jackson (Triatmodjo, 2003:136) dapat dihitung dengan

menggunakan persamaan empiris sebagai berikut:

Menentukan lapisan pelindung pertama (W):

W = 0,75W 1,25W = 0,75 x 3,1848 = 2,3886 ton 1,25 x 3,1848 = 3,981 ton

Menentukan lapisan pelindung kedua (W2):

W2 = 0,75W 1,25W = 0,75 x 3,1848 = 2,3886 ton 1,25 x 3,1848 = 3,981 ton

Menentukan lapisan pelindung bawah pertama (W3):

W3 = 0,70W 1,30W = 0,70 x 3,1848 = 2,2293 ton 1,30 x 3,1848 = 4,1402 ton

Menentukan lapisan pelindung bawah kedua (W4):

W4 = 0,50W 1,50W = 0,50 x 3,1848 = 1,5924 ton 1,50 x 3,1848 = 4,7772 ton

Untuk lapis inti (W5):

0,30W 1,70W = 0,30 x 3,1848 = 0,9554 ton 1,70 x 3,1848 = 5,4141 ton

4.10.4 Perhitungan Tinggi (Elevasi) Breakwater (Hst)

Menggunakan parameter-parameter seperti kemiringan rencana

breakwater yaitu 1:15 dan tinggi gelombang dilaut dalam (H O ) = 2,5264 m. Nilai

wave run-up diperoleh dari rumus irribaren dan HWL = 1,724 (Dinas Kelautan

dan Perikanan Provinsi Aceh) Ru = dari Gambar 4.8 di dapat Ru/H = 1,24

Universitas Sumatera Utara


sehingga Ru = 1,24 x H = 1 x 2,5264 = 3,1327 m. Maka tinggi elevasi (Hst)

breakwater dapat di cari dengan persamaan:

Hst = d + HWL + Ru + 0,5 = 0,5 +1,724 + 3,1327 + 0,5 = 5,8567 m

4.10.5 Tebal Lapis Lindung

Perhitungan tebal lapisan lindung berdasarkan jumlah minimal lapisan

batu dan parameter dari batu. Tebal lapisan (t) dihitung dengan rumus:

t = n.k (W/ )1/3 = 3 x 1,1 (3,1848/2,65)1/3 = 3,5085 m

4.10.6 Perhitungan Lebar Breakwater (B)

Perhitungan lebar puncak (B) dapat dihitung menggunakan rumus empiris

sebagai berikut:

t = n.k (W/ )1/3 = 3 x 1,1 (3,1848/2,65)1/3 = 3,5085 m

4.10.7 Lebar Permukaan Bawah Breakwater B

Untuk menentukan lebar konstruksi bawah breakwater tersebut disajikan

1
pada Gambar 4.9. Dengan B = 3,5085 m dan = tan-1 ( ) = 33,7o
1,5

B= 3,5085 m

Hst = 5,8567 m
O
33,7

B
Gambar 4.9 Potongan breakwater

Universitas Sumatera Utara


5,8567
Tan 33,7 =

5,8567
X= = 8,7820 m
0,6669

B = 3,5085 + 8,7820 + 8,7820 = 21,0726m

4.10.8 Menentukan Jumlah Butir Batu (N)

Untuk menentukan jumlah unit batu pelindung dapat di cari dengan

menggunakan persamaan berikut:

2 2
40 2,65
N = A.n.k.(1 ) ( )3 = (161,5526) x 3 x 1,1 x (1 )x( )3
100 100 3,1848

= 73,8219 = 74 Unit

4.11 Stabilitas Breakwater

4.11.1 Stabilitas Breakwater Terhadap Gaya Dukung Tanah

Kontrol ini dipakai untuk mengetahui apakah tanah di bawah breakwater

dapat menahan berat sendiri konstruksi breakwater tersebut (daya dukung tanah).

Perhitungan menggunakan pondasi dangkal karena sesuai syarat untuk pondasi

dangkal yaitu D < B, Sedangkan struktur ini memiliki D = 1-1,75 meter dan B =

51,0624 meter sehingga D < B. tanah yang akan di uji adalah tanah pada

kedalaman -8,5 meter karena ini merupakan kedalaman yang paling besar.

Adapun sketsa breakwater yang bekerja disajikan pada Gambar 4.10.

Dimensi Breakwater

Lebar breakwater (LB) = 27,0726-51,0642 meter

Tinggi breakwater (Hst) = 5,8567-13,8567 meter

Universitas Sumatera Utara


Panjang breakwater (L) = 550 meter

Leber slope sisi pelabuhan = 11,7820-23,7778 meter

Leber slope sisi laut = 11,7820-23,7778 meter

B = 3,5085 m

Lb = 3 m Hst = 13,8567m

LB = 51,0642 m

Gambar 4.10 Sketsa potongan detail breakwater

Perhitungan dilakukan pada kondisi terdrainase karena pada kondisi

lapangan kondisi tanah dibawah breakwater kecil kemungkinannya untuk

mengalami kondisi tidak terdrainase dimana air tidak dapat dialirkan keluar

sehingga ikut menahan beban yang diletakkan di atasnya.

Jenis tanah = pasir halus sedikit lanau, abu-abu


Kedalaman = -8,5 meter
= 2,65 t/m3
= 1,03 t/m3
NSPT = 16 (hasil boring pada kedalaman 0,5 8,5 meter)
Ndesain = 21,7 (hasil analisis konversi N SPT berdasarkan pedoman analisis
daya dukung tanah pondasi dangkal bangunan air 2005)
Dr = 59,7 % ( dari tabel kepadatan relative versus N desain )
tanah = 38,4o ( dari tabel kepadatan relative dan uji tanah dilapangan)
= 1,4 t/m3 (berat jenis material pasir)
= (1,4 1,03) = 0,37 t/m3

Universitas Sumatera Utara


C = 0 t/m3 (karena pasir merupakan jenis tanah non kehesif sehinnga
tidak memiliki lekatan antar partikel tanah).
Tabel faktor daya dukung terzhagi (Wowiess, 1988) untuk sudut geser

38.4o disajikan pada Tabel 4.19.

Tabel 4.21 Nilai Nc, N dan N

Sudut Geser Nc N Nq
38.4 77.5 77.9 61.55

Untuk dasar pondasi segi empat (LxB) besar daya dukung tanah dasar menurut

Terzhagi adalah menggunakan rumus:


ql = (1 0,2 ) . . N + (1 0,2 ) . c.Nc + . D.Nq

51,0642 51,0642 51,0642


= (1 0,2 ) x 0,37 x x 77,9 + (1 0,2 ) x 0 x 77,5
550 550 550

+ 0,37 x 8,5 x 61,55 = 197,1825 t/m2

Qult = 197,1825 x 51,0642 = 10068,9666 t/m

Beben breakwater yang bekerja disajikan pada Gambar 4.11 dibawah ini dan

dapat di hitung dengan rumus:

B = 3,5085 m

Laut lepas

Lb = 3 m
Hst = 13,8567m
Pelindung Kaki

B=45,0642 m

LB = 51,0642 m
Gambar 4.11 Potongan detail breakwater

Universitas Sumatera Utara


W = A x

3+ 45,0642 48,0642 + 51,0642


=( 10,8567 2,65) + ( 3 2,65)
2 2

= 1085,4450 t/m


SF = >2

10068,9666
= = 9,2763 > 2 ...OK
1085,4450

Perencanaan (breakwater rublle mound) merupakan perencanaan pemecah

gelombang yang terdiri dari tumpukan batu alam. Metode untuk melakukan

perhitungan didasarkan pada teori perencanaan yang dilaksanakan. Adapun untuk

perhitungan selengkapnya disajikan pada Tabel 4.22 sedangkan untuk letak

breakwater bisa dilihat pada Lampiran A.2 untuk gambar potongan perencanaan

bisa dilihat pada Gambar 4.12 sampai Gambar 4.28 dan koefisien lapis bisa dilihat

pada Lampiran A.4.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.22 Perhitungan perencanaan breakwater rubble mound

T L0 HO Perhitungan Berat Batu Pelindung


d Hpantai Hdesain Ir Sr Ru/H Cot W4
(det) (m) (m) W (ton) W2 (ton) W3 (ton) W5 (ton)
(ton)
0.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7267 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1338 0.3148-0.0095 0.0159 0.0079-0.0005

1 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1339 0.3148-0.0096 0.0159 0.0079-0.0006

1.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1340 0.3148-0.0097 0.0159 0.0079-0.0007

2 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1341 0.3148-0.0098 0.0159 0.0079-0.0008

2.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1342 0.3148-0.0099 0.0159 0.0079-0.0009

3 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1343 0.3148-0.0100 0.0159 0.0079-0.0010

3.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1344 0.3148-0.0101 0.0159 0.0079-0.0011

4 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1345 0.3148-0.0102 0.0159 0.0079-0.0012

4.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1346 0.3148-0.0103 0.0159 0.0079-0.0013
5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1347 0.3148-0.0104 0.0159 0.0079-0.0014
5.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1348 0.3148-0.0105 0.0159 0.0079-0.0015
6 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1349 0.3148-0.0106 0.0159 0.0079-0.0016
6.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1350 0.3148-0.0107 0.0159 0.0079-0.0017

7 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1351 0.3148-0.0108 0.0159 0.0079-0.0018
7.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1352 0.3148-0.0109 0.0159 0.0079-0.0019
8 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1353 0.3148-0.0110 0.0159 0.0079-0.0020
8.5 6.5942 2.7244 67.8342 2.5264 2.7244 3.7647 2.5728 1.24 1.4994 3.1848 1.5924-2.1354 0.3148-0.0111 0.0159 0.0079-0.0021

Universitas Sumatera Utara


Lanjutan Tabel 4.22 Perhitungan perencanaan breakwater rubble mound

Perhitungan Ukuran Batu Pelindung HWL Ru Tinggi Kebebasan Tebal Lapisan Hst B X B'

W (ton) W2 (ton) W3 (ton) W4 (ton) W5 (ton) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m)

2.3886-3.981 2.3886-3.981 2.2293-4.1402 1.5924-4.7772 0.9554-5.4141 1.724 3.1327 0.5 3.5085 5.8567 3.5085 8.7820 21.0726

2.3886-3.982 2.3886-3.982 2.2293-4.1403 1.5924-4.7773 0.9554-5.4142 1.724 3.1327 0.5 3.5085 6.3567 3.5085 9.5318 22.5720

2.3886-3.983 2.3886-3.983 2.2293-4.1404 1.5924-4.7774 0.9554-5.4143 1.724 3.1327 0.5 3.5085 6.8567 3.5085 10.2815 24.0715

2.3886-3.984 2.3886-3.984 2.2293-4.1405 1.5924-4.7775 0.9554-5.4144 1.724 3.1327 0.5 3.5085 7.3567 3.5085 11.0312 25.5710

2.3886-3.985 2.3886-3.985 2.2293-4.1406 1.5924-4.7776 0.9554-5.4145 1.724 3.1327 0.5 3.5085 7.8567 3.5085 11.7810 27.0705

2.3886-3.986 2.3886-3.986 2.2293-4.1407 1.5924-4.7777 0.9554-5.4146 1.724 3.1327 0.5 3.5085 8.3567 3.5085 12.5307 28.5699

2.3886-3.987 2.3886-3.987 2.2293-4.1408 1.5924-4.7778 0.9554-5.4147 1.724 3.1327 0.5 3.5085 8.8567 3.5085 13.2805 30.0694

2.3886-3.988 2.3886-3.988 2.2293-4.1409 1.5924-4.7779 0.9554-5.4148 1.724 3.1327 0.5 3.5085 9.3567 3.5085 14.0302 31.5689

2.3886-3.989 2.3886-3.989 2.2293-4.1410 1.5924-4.7780 0.9554-5.4149 1.724 3.1327 0.5 3.5085 9.8567 3.5085 14.7799 33.0684

2.3886-3.990 2.3886-3.990 2.2293-4.1411 1.5924-4.7781 0.9554-5.4150 1.724 3.1327 0.5 3.5085 10.3567 3.5085 15.5297 34.5678

2.3886-3.991 2.3886-3.991 2.2293-4.1412 1.5924-4.7782 0.9554-5.4151 1.724 3.1327 0.5 3.5085 10.8567 3.5085 16.2794 36.0673

2.3886-3.992 2.3886-3.992 2.2293-4.1413 1.5924-4.7783 0.9554-5.4152 1.724 3.1327 0.5 3.5085 11.3567 3.5085 17.0291 37.5668

2.3886-3.993 2.3886-3.993 2.2293-4.1414 1.5924-4.7784 0.9554-5.4153 1.724 3.1327 0.5 3.5085 11.8567 3.5085 17.7789 39.0663

2.3886-3.994 2.3886-3.994 2.2293-4.1415 1.5924-4.7785 0.9554-5.4154 1.724 3.1327 0.5 3.5085 12.3567 3.5085 18.5286 40.5657

2.3886-3.995 2.3886-3.995 2.2293-4.1416 1.5924-4.7786 0.9554-5.4155 1.724 3.1327 0.5 3.5085 12.8567 3.5085 19.2784 42.0652

2.3886-3.996 2.3886-3.996 2.2293-4.1417 1.5924-4.7787 0.9554-5.4156 1.724 3.1327 0.5 3.5085 13.3567 3.5085 20.0281 43.5647

2.3886-3.997 2.3886-3.997 2.2293-4.1418 1.5924-4.7788 0.9554-5.4157 1.724 3.1327 0.5 3.5085 13.8567 3.5085 20.7778 45.0642

Universitas Sumatera Utara


Lanjutan Tabel 4.22 Perhitungan perencanaan breakwater rubble mound

tb Lb LB N Area Muka air rencana

(m) (m) (m) (Unit) (m) (m)

1,5m-3,5085m 3 73.8219 161.5526


27.0726 2.724
1,5m-3,5085m 3 28.5720 79.4932 173.9637 3.224
1,5m-3,5085m 3 30.0715 85.5071 187.1246 3.724
1,5m-3,5085m 3 31.5710 91.8636 201.0353 4.224
1,5m-3,5085m 3 33.0705 98.5627 215.6956 4.724
1,5m-3,5085m 3 34.5699 105.6044 231.1057 5.224
1,5m-3,5085m 3 36.0694 112.9887 247.2656 5.724
1,5m-3,5085m 3 37.5689 120.7156 264.1751 6.224
1,5m-3,5085m 3 39.0684 128.7850 281.8344 6.724
1,5m-3,5085m 3 40.5678 137.1971 300.2435 7.224
1,5m-3,5085m 3 42.0673 145.9518 319.4023 7.724
1,5m-3,5085m 3 43.5668 155.0490 339.3108 8.224
1,5m-3,5085m 3 45.0663 164.4889 359.9691 8.724
1,5m-3,5085m 3 46.5657 174.2713 381.3771 9.224
1,5m-3,5085m 3 48.0652 184.3964 403.5348 9.724
1,5m-3,5085m 3 49.5647 194.8640 426.4423 10.224
1,5m-3,5085m 3 51.0642 205.6742 450.0995 10.724

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
4.11.2 Rencana Anggaran Biaya Breakwater (Analisa Finansial)

1. Pekerjaan Persiapan

Mobilisasi & Demobilisasi alat berat 1 unit = Rp 3.000.000

Pengukuran & survey lapangan 1 Org = Rp 500.000

2. Tenaga Kerja

Mandor 1 Org = Rp 250.000/hari

Pekerja biasa 1 Org = Rp 125.000/ hari

Operator 1 Org = Rp 350.000/hari

Supir 1 = Rp 125.000/hari

Pembantu supir 1 = Rp 75.000/hari

Mekanik 1 Org = Rp 200.000/hari

3. Batu karang / Gunung (untuk banda aceh) 1 M3 = RP 990.000

4. Peralatan

Dump truck 1 Org = Rp 250.000/hari

Excavator 1 Org = Rp 5.000.000/hari

5. Pekerjaan Breakwater untuk 1M3

Mandor = 0.0390 x 250.000 = Rp 9.750

Pekerja biasa = 0.002 x 125.000 = Rp 2.500

Operator = 0.025 x 350.000 = Rp 8.750

Supir = 0.020 x 125.000 = Rp 2500

Pembantu supir = 0.020 x 75.000 = Rp 1500

Mekanik = 0.015 x 200.000 = RP 3000

Batu karang / Gunung 1M3 = Rp 990.000

Dump truk 1M3 = 0.05 x 250.000 = Rp 12.500

Universitas Sumatera Utara


Excavator 1M3 = 0.75 x 5.000.000 = Rp 3.750.000

Jumlah = Rp 4.780.500 1M3

Berdasarkan hasil hitungan di dapat luasan area sebelah kiri untuk

Pelabuhan Perikanan Lampulo sekitar 4944.1320 m2 (didapat dari hasil

perhitungan Tabel 4.22). Dengan berjalannya waktu untuk saat ini pemecah

gelombang yang berada pada sisi kiri Pelabuhan Perikanan Lampulo terjadi

beberapa titik kerusaka hampir mencapai 40%. Area pemecah gelombang untuk

Pelabuhan Perikanan Lampulo sekitar 4944.1320 m2 maka didapat hasil sebesar

1648.04401 m3. Maka volume perbaikan dapat dihitung sebagai berikut:

Total volume perbaikan = (40/100) x 1648.04401 = 659.217 m3

Perbaikan breakwater dengan volume 659.217 m3

4.780.500 x 659.217 = Rp 3,151,386,896 -, + ( 10% dari 3,151,386,896)

= Rp 3,466,525,586 -,

Universitas Sumatera Utara


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan perhitungan dan perencanaan tambahan pada bangunan

pelindung yang rusak di Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh, maka

bab ini berisi kesimpulan yang dapat diambil dan saran-saran yang dapat

diberikan.

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan perhitungan dan pembahasan pada bab sebelumnya,

maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kondisi perairan Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh

membutuhkan sebuah breakwater tipe rubble mound untuk melindungi

arus pada kolam pelabuhan.

2. Perhitungan gelombang yang dihitung dengan menggunakan data angin

darat menghasilkan tinggi gelombang rencana sebesar 2,7244 m.

3. Perhitungan data data pasang surut menunjukkan muka air pasang

tertinggi sebesar 1,724 m dimana tinggi muka air tersebut menjadi muka

air rencana.

4. Breakwater rubble mound yang direncanakan memiliki ketinggian

(5,8567-13,8567) meter dengan tebal lapis (1,5-3,5085) meter dan berat

batu (1,5924-3,1848) ton.

5. Analisa stabilitas bangunan pelindung ini memiliki angka yang cukup

aman yaitu 9,2763 > 2,5.

Universitas Sumatera Utara


5.2 Saran-saran

1. Dengan adanya bangunan pelindung arus laut dan gelombang akan

tereduksi dan hal ini justru akan memicu terjadinya sedimentasi disekitar

pemecah gelombang. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut agar tidak terjadi

pendangkalan dasar laut khususnya yang merupakan area alur pelayaran

masuk dan keluarnya kapal.

2. Meskipun tipe pemecah gelombang rubble mound lebih mudah diperbaiki

namun kerusakan pemecah gelombang ini perlu secara rutin diperhatikan

karena kerusakannya dapat terjadi secara berangsur-angsur.

3. Sebagai sebuah karya tulis ilmiah, tugas akhir ini masih jauh dari

sempurna. Keterbatasan data hidro-oseanografi lokasi studi merupakan

kendala utamanya. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan keakuratan

perencanaan ini maka perlu memperoleh data yang lebih lengkap.

Universitas Sumatera Utara