Anda di halaman 1dari 1

ARTIFICIAL INTELLIGENCE ANCAMAN ATAU PELUANG?

Bagaimana Siapkan Akuntan untuk Zaman AI


Pekerja US 47% akan tergantikan dengan teknologi, 1. Potensi Otomasi.
accounting? Tidak lagi mengumpulkan data, namun
Tidak, AI membatu akuntansi melalui komodifikasi layanan menafsirkannya untuk membuat keputusan yang lebih
- ML mengkategorikan faktur tepat.
- AI membantu akuntansi merampingkan operasi, Robot menggantikan manusia dalam menyelesaikan
menghemat waktu dan uang dan meningkatkan efisiensi. tugas berbasis peraturan yang mudah deprogram
(rutin)
- AI mengumpulkan dan memproses data; belajar
bagaimana mengatur berbagai jenis informasi melalui ML. Akuntan perlu berpikir luas, dan bekerja lebih dekat
dengan klien mereka dalam membentuk strategi bisnis,
- Pekerjaan routine (administratif, AR, AP) dilakukan AI.
jika mereka ingin tetap relevan.

Bisakah AI dalam akuntansi menjadi hal yang positif? BISA


2. Mempersiapkan Masa Depan.
Tugas rutin & sederhana (pengumpulan data) menjadi
Akuntan harus berfokus menggunakan data bisnis
otomatis, sehingga akuntan focus pd masalah yang komples
untuk memberdayakan pemikiran kritis dan
(ex: fokus interpretasi dan implementasi data).
kemampuan pengambilan keputusan bisnis mereka.
Pasarkan diri Anda kepada klien sebagai seseorang
Tugas yang dapat diambil alih: Rekonsiliasi bank, AP; yang mengerti dan telah menguasai masa depan.
Pengelolaan biaya; menghapus pembayaran faktur; menilai
risiko; menghitung analisis.; mengkategorikan faktur
3. Tingkatkan pengetahuan
Harus meningkatkan pengetahuan tentang model baru
Apakah AI ancaman atau peluang bagi akuntan? PELUANG
untuk bisnis, pendanaan, pembayaran dan layanan.
- Robot belum siap menggantikan manusia, terutama dalam
Adaptasi terhadap ekspektasi bisnis.
memberikan wawasan penasehat dan strategis.
- AI merevolusi cara kerja
- Memberi peluang untuk mengembangkan akuntansi
berintegritas tinggi (data yg tidak tersentuh manusia).
- Kekuatan Machine learning
1. Dapat memproses sejumlah besar data (terstruktur
dan tidak terstruktur) - lebih dari manusia
2. Dapat mengambil pola dr data lebih kompleks
3. Lebih baik di lingkungan kurang dapat diprediksi.
4. Sangat adaptif & belajar dari kesalahan atau kasus
baru.
5. Lebih konsisten pengambilan keputusan. Tidak capek
atau bosan, tidak bias manusia. Dapat menghilangkan
bias kognitif (ex: bias berbasis sosial, seperti rasisme)
- Berpotensi menghilangkan entry data dan pengkodean
fokus pada tugas strategis dan konsultasi.
- Mengurangi tugas transaksional dan rutin (ex: entri data,
pembukuan dan kepatuhan kerja).
- Pengambilan keputusan, analisis, penilaian lebih akurat.