Anda di halaman 1dari 4

PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK KEPADA PRODUK ATAS DASAR

TARIF

Jika perusahaan menggunakan metode full costing di dalam penentuan harga pokok
produksinya, produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan menggunakan tarif biaya
overhead pabrik variabel dan tarif biaya overhead tetap. Jika perusahan menggunakan metode
variabel costing di dalam penentuan harga pokok produksinya, produk akan dibebani biaya
overhead pabrik dengan menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel saja.

1. Metode Full Costing

Setelah tarif biaya overhead pabrik ditentukan sebesar Rp 140 per jam mesin. PT Eliona
Sari menerima 100 macam pesanan dan menghabiskan waktu pengerjaan sebanyak 75.000
jam mesin dalam tahun 20X1, maka biaya overhead pabrik yang dibebankan adalah Rp
10.500.000 (Rp 140x75.000 jam mesinj) dan dicatat dalam jurnal sebagai berikut :

Biaya dalam proses-BOP Rp10.500.000

BOP yang dibebankan Rp10.500.000

2. Metode Variabel Costing

Jika PT Eliona Sari menggunakan metode variabel costing, maka BOP yang dibebankan
sebesar Rp 5.437.500 (Rp 72,50x75.000 jam mesin) dicatat dalam jurnal sebagai berikut :

Barang dalam proses-BOP Rp5.437.500

BOP Vriabel yang dibebankan Rp5.437.500

Biaya overhead pabrik tetap tidak diperhitungkan sebagai unsur biaya produksi, sehingga
tidak diperhitungkan sebagai unsur harga pokok produk jadi maupun persediaan produk dalam
proses. BOP tetap diperhitungkan sebagai biaya periode dan langsung digunakan untuk
mengurangi pendapatan penjualan dalam periode bersangkutan.
PENGUMPULAN BOP SESUNGGUHNYA

BOP sesungguhnya dikumpulkan untuk dibandingkan dengan BOP dibebankan. Selisih


yang terjadi antara BOP yang dibebankan dengan BOP sesungguhnya merupakan BOP yang lebih
atau kurang dibebankan.

Misalkan BOP sesungguhnya adalah Rp 10.700.000. selisih BOP sesungguhnya dengan yang
dibebankan adalah Rp 200.000 (Rp10.700.000-Rp10.500.000).

Pt Eliona Sari
Bop Yang Sesungguhnya Terjadi Tahun 20x1
Pada Kapasitas Sesungguhnya Yang Dicapai
75.000 Per Mesin
No. Rek. Jenis Biaya Tetap/Variabel Jumlah (Rp)
5101 Biaya bahan penolong V 1.100.000
5102 Biaya listrik V 1.450.000
5103 Biaya bahan bakar V 750.000
5104 Biaya tenaga kerja tidak langsung V 1.500.000
T 2.000.000
5105 Biaya Kesejahteraan Karyawan T 1.500.000
5106 Biaya reparasi dan pemeliharaan V 500.000
T 500.000
5107 Biaya asuransi gedung T 600.000
5108 Biaya depresiasi mesin T 800.000
Jumlah V 5.300.000
T 5.400.000
Jumlah Total 10.700.000
1. Metode Full Costing

BOP sesungguhnya dicatat dalam rekening kontrol BOP sesungguhnya. Rekening ini dirinci lebih
lanjut dalam kartu biaya untuk jenis biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.

Jurnal yang dibuat adalah :

BOP sesungguhnya Rp 10.700.000

Persediaan bahan penolong Rp 1.100.000

Persediaan bahan bakar 750.000

Gaji dan upah 3.500.000

Persediaan suku cadang 500.000

Persekot asuransi gedung 600.000

Akumulasi Depresiasi mesin 800.000

Kas 3.450.000

Catatan :

Biaya yang dibayar kas terdiri dari :

Biaya listrik sebesar Rp1.450.000

Biaya kesejahteraan karyawan 1.500.000

Biaya reparasi dan pemeliharaan tetap 500.000

Jumlah Rp3.450.000

2. Metode Variabel Costing

Karena dalam metode variabel costing biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya dibebankan
sebagai biaya dalam periode terjadinya., tidak diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi,
maka BOP sesungguhnya yang telah dicatat dalam rekening BOP sesungguhnya kemudian dipecah
menjadi dua kelompok biaya: BOP tetap sesungguhnya dan BOP variabel sesungguhnya.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat pemisahannya adalah :

BOP Variabel Sesungguhnya Rp5.300.000

BOP Tetap Sesungguhnya 5.400.000

BOP Sesungguhnya Rp 10.700.000