Anda di halaman 1dari 8

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Unsur hara adalah senyawa organik dan anorganik yang ada dalam tanah atau
dalam kata lain nutrisi yang terkandung dalam tanah. Unsur hara sangat dibutuhkan
untuk tumbuh kembang tanaman. Berdasarkan tingkat kebutuhannya dibagi menjadi
unsur hara makro dan mikro. Hara P dan K termasuk unsur hara makro.
Perangkat uji tanah kering (PUTK) adalah suatu alat untuk analisis kadar hara
tanah lahan kering, yang dapat digunakan di lapangan dengan cepat, mudah, murah,
dan cukup akurat. PUTK dirancang untuk mengukur kadar P, K, C-organik, pH dan
kebutuhan kapur. Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P dan K tanah yang
terdapat dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif.
Rekomendasi pemupukan didasarkan pada hasil uji tanah yang sudah
dilakukan. Pemupukan yang rasional dan berimbang dapat tercapai apabila takaran
pupuk memperhatikan status hara tanah serta kebutuhan tanaman untuk mencapai
hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan praktikum untuk mengetahui cara
penilaian status P-tersedia dalam tanah di lahan kering dengan menggunakan PUTK
dan untuk mengenal penggunaan PUTK untuk menguji tanah lahan untuk
menentukan status K.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum ini yaitu:
a. Untuk mengetahui cara penilaian status P-tersedia dalam tanah di lahan kering
dengan menggunakan PUTK.
b. Untuk mengenal penggunaan PUTK untuk menguji tanah lahan untuk
menentukan status K.

33
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Hara P berperan dalam merangsang pertumbuhan akar, mempercepat


pembungaan, pemasakan, gabah, dan hasil gabah. Pada periode awal revolusi hijau
(1970-1985) umumnya varietas unggul padi yang dikembangkan respontif terhadap
pupuk P. Namun pada periode pemupukan berimbang (1985-2020) dan periode
PHSL (2000-2011) telah terjadi akumulasi residu P sehingga tanaman padi tidak
respontif terhadap pupuk P (Darmawan et al, 2016).
Meskipun pada tanah sawah telah terjadi akumulasi residu P, petani tetap
memberikan TSP/SP-36. Kebutuhan pupuk P tiap musim menurut peta keperluan P
tanah sawah di Jawa dan Madura mencapai 265.000 ton. Jika pada saat itu petani
mengurangi dosis pupuk P berdasarkan anjuran peta status hara P tanah sawah maka
yang dihemat cukup besar (Helmi, 2013).
Pemberian pupuk anorganik secara terus menerus dengan takaran yang
melebihi kebutuhan tanaman dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hara pada
tanah karena pH tanah cenderung menurun. Selain itu unsur hara dari pupuk N, P, dan
K didalam tanah terakumulasi sehingga terjadi nutrient disorder. Masalah ini dapat
diatasi dengan teknologi uji tanah PUTS dan PUTK (Al-Jabri, 2006).
Alat bantu PUTK merupakan alat untuk menetapkan kadar hara P, K, dan
bahan organik serta kebutuhan kapur di lapang untuk lahan kering. Alat ini dirancang
dan dikemas sedemikian rupa agar mudah dibawa, sederhana pengerjaannya, hasilnya
dapat diamti dalam beberapa menit, serta tingkat ketelitiannya relatif tinggi. Hasil
analisis PUTK selanjutnya akan dikorelasikan dengan hasil analisis di laboratorium
dan hasil penelitian kalibrasi tanah, agar dapat digunakan untuk menetapkan
rekomendasi pupuk dan kebutuhan kapur, serta tingkat ketersediaan bahan organik
tanah (Chendy, 2000).

34
Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P dan K tanah yang terdapat dalam
bentuk tersedia secara semi kuantitatif. Penetapan P dan pH dengan metode
kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisi P dan K tanah selanjutnya digunakan sebagai
dasar penetuan rekomendasi pemupukan P dan K spesisfik lokasi untuk tanaman
jagung, kedelai, dan padi gogo. Satu unit perangkat uji tanah kering terdiri dari satu
paket bahan kimia dan alat untuk penetapan p, k, bahan organik, ph, dan kebutuhan
kapur, bagan warna p dan ph tanah, bagan k, kebutuhan kapur, dan c-organik tanah,
buku petunjuk penggunaan putk serta rekomendasi pupuk untuk jagung, kedelai, dan
padi gogo (Apriyanto et al, 2009).

35
BAB III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Pelaksanaan Praktikum


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 april 2017 pukul 11.00-12.30
WITA.Bertempat di Laboratorium Kimia Dan Biologi Tanah Fakultas Pertanian
Universitas Mataram.

3.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan adalah alat bantu PUTK. Bahan yang dibutuhkan yaitu
tanah, dari lahan kering dari 3 lokasi yang berbeda.

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur kerja yang dilakukan sebagai berikut:
3.3.1 Cara Penambahan Status P Tanah
a. Diambil sendok spatula tanah uji. Ditambahakan dengan 3 ml perekasi p-1
dan diaduk sampai homogen. Untuk PUTK diaduk selama 1 menit dan
didiamkan sampai larutan kelihatan jernih.
b. Dimasukkan seujung spatula pereaksi P-2 dan dikocok selama 1 menit dan
didiamkan selama 10 menit. Untuk PUTK, digoyangkan perlahan sampai keruh
dan didiamkan selama 5-10 menit.
c. Dibandingkan warna biru dengan bagan warna P tanah pada PUTK.
3.3.2 Cara Penambahan Status K Tanah
a. Diambil sendok spatula tanah uji dan ditambahan 2 ml pereaksi K-1. Untuk
PUTK ditambahkan 4 ml K-1diaduk sampai homogen dan didiamkan selama 3
menit.
b. Ditambahkan1 tetes pereaksi k-2 hingga homogen. Untuk PUTK ditambahkan
2 tetes pereaksi K-2 dikocok lalu didiamkan sebentar selama 5 menit.

36
c. Ditambahkan 1 tetes pereaksi k-3 dan dikocok kembali. Untuk PUTK
ditambahkan 2 ml k-3 secara perlahan-lahan melalui dinding tabung dibiarkan
sebentar lalu diamati endapan putih terbentuk antara larutan K-3 dengan
dibawahnya.
d. Dibandingkan warna kuning dengan bagan warna K dan dilihat rekomendasi
pemupukan K.
e. Setelah 10 menit diamati ketinggian basa yang terbentuk.

37
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Tabel 6.Hasil Analisis Putk
Lokasi Status P Status K Tanaman Dosis pemupukan
yang P K
dibudidayakan
1. Sedang Rendah Padi gogo 150 kg/ha 150 kg/ha
2. Tinggi Rendah Jagung 100 kg/ha 50 kg/ha
3. Sedang Sedang Monokultur 150 kg/ha 50 kg/ha

4.2 Pembahasan
Perangkat uji tanah kering (PUTK) merupakan alat bantu penetapan kadar
hara P, K, dan bahan organik serta kebutuhan kapur di lapang untuk bahan kering.
Hasil analisis PUTK selanjutnya akan dikoreksikan dengan hasil analisis di
laboratorium dan hasil penelitian kalibrasi uji tanah, juga dapat digunkan untuk
menetapkan rekomendasi pupuk dan kebutuhan kapur, serta tingkat ketersediaan
bahan organik tanah. Penggunaan PUTK diharapkan dapat membantu petani dalam
menentukan takaran pupuk P, K, dan bahan organik serta kapur untuk tanaman
jagung, kedelai, dan padi gogo secara tepat.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa lokasi 1
memiliki status P sedang, status K rendah sehingga dosis pemupukan yang sesuai
yaitu 100 kg/ha dan 100 kg/ha pupuk K. Pada lokasi 2 status P didalam tanah tinggi
dan status K yang dimiliki rendah sehingga dosis pemupukan yang sesuai yaitu 100
kg/ha pupuk P dan 50 kg/ha pupuk K sedangkan di lokasi 3 status P yang dimiliki
sedang dan status K yang dimiliki sedang sehingga dosis pemupukan yang sesuai
yaitu 150 kg/ha pupuk P dan 50 kg/ha pupuk K. Status K dikatakan rendah karena

38
pada larutan tidak terbentuk endapan putih, status K tinggi apabila endapan putihnya
jelas dan banyak. Status P dikatakan rendah, sedang, maupun tinggi dilihat dari warna
yang muncul dari larutan jernih diatas permukaan tanah.
Dapat dilihat bahwa status P-tersedia diatas 1 dari 3 yaitu sedang, sedangkan
status P-tersedia dilokasi tinggi.perbedaan status P-tersedia terjadi karena tiap tanah
memiliki sifat dan ciri yang berbeda-beda serta pengelolaan itu sendiri oleh manusia
dipengaruhi juga oleh banyak banyak atau sedikitnya cadangan mineral yang
mengandung fosfor dan tingkat pelapukannya. Ada beberapa faktor yang tutrut
mempengaruhi ketersediaan P tanah yaitutipe liat, pH tanah, waktu
reaksi,temperature dan bahan organic tanah.
Secara umum PUTK dapat digunakan untuk melihat status kesuburan tanah
lahan kering secara tetap. Alat ini dirancang dan dikemas sedimikian rupa agar
mudah diamati dalam beberapa menit. Manfaat secara khusus adalah pemberiaan
rekomendasi pupuk P, K, bahan organic dan kapur untuk tanaman jagung, kedelai dan
padi dodo dapat lebih tepat dan efisien sehingga menghemat pupuk serta menghindari
pencemaran lingkungan dari bahan air (nitrat) dari dalam tanah (logam berat dan
pupuk). Penerapan pemupukan berimbang terbiasa uji tanah dengan putk dapat
menghemat pemakaian pupuk secara maksimal dan sosialisasi yang belum
menyeluruh sehingga rekomedasi pupuk berimbang belum dapat dilakukan
dibeberapa daerah.

39
BAB V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamtan dapat disimpulkan bahwa:
a. Perangkat uji tanah kering (PUTK) merupakan alat bantu penetapan kadar hara
P, K, dan bahan organik serta kebutuhan kapur di lapang untuk lahan kering.
b. Alat ini dirancang agar mudah dibawa, sederhana pengerjaannya, hasilnya
dapat diamati dalam beberapa menit dan akurat.
c. Namun PUTK memiliki kelemahan yaitu biaya analisis yang dibutuhkan cukup
mahal.
d. Pada lokasi 1 dan 3 status P tersendiri sedang sedangkan sedang pada lokasi 2
tinggi. Pada lokasi 1 dan 2 status K didalam tanah rendah sedangkan pada
lokasi 3 sedang

5.2 Saran
Analisis tanah ini penting dan bermanfaat bagi masyarakat banyak terutama
petani. Dengan adanya pemetapan status hara kita dapat tahu bagaimana kondisi
tanah tersebut baik basah dan kering. Adanya PUTK memudahkan petani dalam
menentukan kadar hara dalam tanah dan tahu rekomendasi apa yang dapaat dilakukan
petani dalam pemakaian pupuk.

40