Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran Tajwid dan Terjemah. 2012. Departemen Agama Republik Indonesia.


Penerbit Diponegoro, Bandung.
Abimanyu, Joeri K. 2009. Faktor yang Berhubungan dengan Kelainan Refraksi
Miopia pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Tanggamus tahun 2009-
2010.
Aghai, Gholamhoseyn et al. 2016. Behavior Disorders in Children with
Significant Refractive Errors. Iranian Society of Ophtalmology.
Arianti, Melita Perty. 2013. Hubungan Antara Riwayat Miopia di Keluarga dan
Lama Aktivitas Jarak Dekat dengan Miopia pada Mahasiswa PSPD
UNTAN Angkatan 2010 2012. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Dahlan, M. Sopiyudin. 2014. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan: Edisi 6.
Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
Departemen Kesehatan Indonesia 2012. Mata Sehat di Segala Usia untuk
Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia. Pusat Komunikasi
Sekretariat Jendral Kementrian Kesehatan Indonesia, RI.
Fachrian, D, dkk. 2009. Prevalensi Kelainan Tajam Penglihatan Pada Pelajar SD
X Jatinegara Jakarta Timur. Maj Kedokt Indon, Volum: 59, Nomor: 6.
Goldberg M.D., Charlie. 2015. A Practical Guide to Clinical Medicine: A
Comprehensive Physical Examination and Clinical education site for
medical students and Other Health Care Proffesionals. www.
meded.ucsd.edu/clinicalmed/eyes.htm. Diakses pada tanggal 20 Februari
2016.
Hasibuan, Fatika Sari. 2009. Hubungan Faktor Keturunan, Lamanya Berkerja
Jarak Dekat, dengan Miopia pada Mahasiswa FK USU. Medan:
Universitas Sumatera Utara.
Ilyas, H. Sidarta. 2004. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ketiga. Balai Penerbit FKUI,
Jakarta.
Ilyas, H. Sidarta. 2006. Kelainan Refraksi Mata. Edisi kedua. Balai Penerbit
FKUI, Jakarta.
Ilyas, S., Yulianti, S. R. 2013. Ilmu Kesehatan Penyakit Mata. Edisi Keempat, hal
3 10, 75 82. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
James, Bruce., dkk. 2006. Lecture Notes Ophtalmologi. Edisi ke-9, hal 2 dan 35.
Erlangga, Jakarta.
Jang, J.U. Park, I.J. 2015. The Status of Refractive Errors in Elementary School
Chikdren in South Jeolla Province, South Korea.

58
Kurniasih, Imas. 2010. Mendidik SQ Anak Menurut Nabi Muhammad SAW.
Yogyakarta: Pustaka Marwa
Munir, Juliana. 2006. Pengaruh Interaksi Komputer Terhadap Progresivitas Miopi
dan Astigmatisme. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Nindya, Kusumawardhani. 2013. Pengaruh Faktor Genetik dan Lifestyle terhadap
Miopia. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Pasha, Mustafa Kamal, dkk. 2003. Fikih Islam: Sesuai dengan Putusan Majelis
Tarjih. Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri.
Putra, Wicaksono. 2012. Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin
(http://analisis-statistika.blogspot.co.id/2012/09/menentukan-jumlah-
sampel-dengan-rumus.html). Diakses 20 Mei 2016.
Roqib, Moh. 2009. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang
Saad A. and El-Bayoumy BM (2007): Environmental risk factors for refractive
error among Egyptian schoolchildren; 13 (4): 819-828.
Sherwood, Laurelee. 2014. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Edisi ke-8, hal
210. EGC, Jakarta.
Swarjana, I Ketut. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi) hal 101.
ANDI, Yogyakarta.
Syadi, Khalid Abu. 2004. Indahnya Bersyukur. Jakarta: Gema Insani
Tausikal, M.A. (2013). Memilih Berobat atau Sabar dan Tawakkal?
http://rumaysho.com/umum/memilih-berobat-atau-sabar-dan-tawakkal-
5136 Diakses pada: 16 Oktober 2016 (16:08)
Vaughan, Daniel et al. 2011. General Ophtalmology. Edisi ke-18. Lange Medical,
California.
Widodo, Agus dkk. 2007. Jurnal Oftalmologi Indonesia: Miopia Patologi.
http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-TinjPus3.pdf. Diakses pada
tanggal 15 Februari 2016.
Yani, Ahmad Dwi. 2008. Kelainan Refraksi Dan Kacamata. Surabaya Eye
Clinic,17 (5), Surabaya.
Zuhroni. 2000. Hukum Berobat Dalam Perspektif Hukum Islam. Kumpulan
Makalah Agama Islam 1998-2011. Jakarta: Universitas YARSI
Zuhroni. 2003. Islam untuk Disiplin Ilmu Kesehatan dan Kedokteran 2 (Fiqh
Kontemporer). Bagian Agama Universitas YARSI. Jakarta.
Zuhroni. 2010. Pandangan Islam Terhadap Masalah Kedokteran dan Kesehatan
Bagian Agama Universitas YARSI. Jakarta.

59