Anda di halaman 1dari 2

LUMPUR AKTIF

Revisi Pembahasan Oleh Nabila Fatin Kamilasari (151411021)

Berdasarkan percobaan terlihat bahwa nilai COD pada sampel limbah sebelum
proses degradasi adalah tinggi yaitu sebesar 1536 mgO2/L. Nilai COD sebelum proses
masih tinggi sehingga dilakukanlah proses dekomposisi bahan organik untuk menurunkan
kandungan organiknya. Sedangkan nilai COD setelah proses selama 5 hari adalah sebesar
212 mgO2/L. Bila dilihat dari penurunan nilai COD pada sampel limbah dengan nilai
COD yang telah dilakukan proses lumpur aktif selama 5 hari, efisiensi penurunan nilai
COD dapat ditentukan yaitu sebesar 86%. Effisiensi ini mengindikasikan proses
pemgolahan limbah pada proses lumpur aktif berjalan cukup baik.
pH yang diperoleh pada percobaan ini sebesar 9, secara teori pH optimum pada
proses lumpur aktif yaitu sekitar 6,5 sampai 8 sehingga ada penurunan. pH dengan
menambahkan larutan H2SO4 hingga pH berada pada rentang kondisi optmum.
Temperatur yang digunakan untuk proses lumpur aktif cukup baik yaitu 23,6oC. Jika
temperatur terlalu tinggi maka akan menyebabkan terjadinya proses degradasi zat organik
secara anaerobik, sedangkan jika temperatur terlalu rendah akan mengganggu kerja dari
mikroorganisme sehingga kinerja mikroorganisme tidak akan optimum. Selain pH dan
temperatur yang harus diperhatikan adalah oksigen terlarut yang ditambahkan (aerasi)
atau kandungan dissolved oxygen. Nilai kandungan oksigen optimum yang terlarut pada
bak lumpur aktif secara teori yaitu berkisar 1-4 mgO2/L, sedangkan pada pengukuran saat
praktikum nilai oksigen yang terlarutnya yaitu sebesar 11 mgO2/L. Hal ini yang
mempengaruhi efisiensi kinerja pada proses lumpur aktif tidak berlangsung secara
optimal karena adanya kondisi wash out dimana mikroorganisme akan terbuang terbawa
aliran. Namun, jika kandungan oksigen terlarut yang ditambahkan terlalu kecil pun akan
mengurangi kinerja dari degradasi oleh mikroorganisme.
Dari hasil VSS didapat nilai VSS adalah sebesar. 21862,5 mg/L. Hal ini mewakili
banyaknya kandungan organik yang akan didekomposisi oleh mikroorganisme pada
proses lumpur aktif. Namun secara teori, nilai VSS terbaik yaitu sebesar 1500 4500
mg/L. Dari nilai yang didapat dibandingkan dengan nilai secara teoritis, nilai VSS masih
tinggi sehingga kandungan organik yang akan didekomposisipun tinggi, sehingga
membutuhkan banyak mikroba untuk mendekomposisinya pada proses.
Nilai efisiensi tidak pada nilai optimum juga dapat dipengaruhi dari kebutuhan
nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme. Nilai VSS yang tinggi mengindikasikan
perlu banyaknya mikroorganisme yang bekerja sehingga perlu adanya nutrisi yang sesuai
dengan kondisi tersebut (F/M rasio). Bila nutrisi yang ditambahkan terlalu besar, maka
akan mengurangi proses untuk berjalan optimum sedangkan bila nutrisi yang
ditambahkan terlalu sedikit akan menyebabkan banyaknya mikroorganisme yang punah
dan menyebabkan penurunan nilai COD yang kecil.

Kesimpulan Oleh Nabila Fatin Kamilasari (151411021)

1. Konsentrasi awal kandungan organik dalam lumpur aktif (COD) untuk sampel adalah
sebesar 1536 mg O2/L dan konsentrasi akhir COD sebesar 212 mg O2/L sehingga
effisiensi penurunan COD sebesar 86%.
2. Effisiensi penurunan COD masih dikatakan cukup baik.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses lumpur aktif yaitu suhu, pH, kandungan
oksigen terlarut, nilai rasio F/M.