Anda di halaman 1dari 3

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Penanya : Nur Resky Permatasari


Pertanyaan :
a. Apa persyaratan sumber daya manusia yang bisa melakukan penanganan sediaan
sitostatika? (MIKA)
b. Rumah sakit tipe apa saja yang bisa melakukan penanganan sediaan sitostatika?
(MIKA)
Jawaban :
a. Persyaratan sumber daya manusia :
a) Apoteker .
Setiap apoteker yang melakukan persiapan/ peracikan sediaan sterilharus
memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang penyiapan danpengelolaan
komponen sediaan steril termasuk prinsip teknikaseptis.
Memiliki kemampuan membuat prosedur tetap setiap tahapanpencampuran
sediaan steril.
Apoteker yang melakukan pencampuran sediaan steril sebaiknyaselalu
meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melaluipelatihan dan pendidikan
berkelanjutan.
b) Tenaga Kefarmasian (Asisten Apoteker, D3 Farmasi)
Tenaga Kefarmasian membantu Apoteker dalam melakukanpencampuran sediaan
steril.Petugas yang melakukan pencampuran sediaan steril harus sehat dankhusus
untuk penanganan sediaan sitostatika petugas tidak sedangmerencanakan
kehamilan, tidak hamil maupun menyusui.
b. Tipe rumah sakit yang bisa melakukan penanganan sediaan sitostatika :
Permenkes No. 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana
Rumah Sakit, menjelaskan tipe rumah sakit yang bisa melakukan penangan sediaan
sitostatika.
Untuk rumah sakit kelas A, Ruangan Penanganan Sediaan Sitostatik merupakan
bagian Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) yang harus ada.
Untuk rumah sakit kelas B, Ruangan Penanganan Sediaan Sitostatik adalah
opsional.
RS Kelas C danD, RuanganPenangananSediaanSitostatik tidakdipersyaratkanada.
2. Penanya : Farhan Septian Arema
Pertanyaan :
a. Bagaimana penanganan petugas ketika pasien terpapar sitostatika dan terlambat
menyadari hal tersebut sebelum periodik 6 bulan? (MIKA DAN WANDHA)
b. Adakah jaminan baik biaya kecelakaan kerja maupun pemeriksaan kesehatan bagi
para petugas penanganan sediaan sitostatika ?
Jawaban :
a. Pasien ya
b. Para petugas penanganan sediaan sitostatika memiliki jaminan/asuransi untuk dirinya
ketika mengalami kecelakaan kerja maupun pemeriksaan kesehatan. Dalam Pedoman
Dispensing Sediaan Steril (2009) terdapat prosedur tetap pemeriksaan kesehatan
petugas :
1) Semua petugas yang akan bertugas dan atau ppindah kebagian lain
harusmelakukan pemeriksaan laboratorium sebagai pembanding data klinik
untukpemeriksaan berikutnya.
2) Semua petugas harus dibuatkan jadwal pemeriksaannya yaitu setiap 6(enam)
bulan sekali dengan jenis pemeriksaan darah lengkap.
3) Hasil pemeriksaan harus di dokumentasi secara individual sesuai namapetugas
4) Bila terjadi pemeriksaan laboratorium yang abnormal harus menjalanipemeriksaan
lebih lanjut meliputi : fungsi hati (SGOT dan SGPT), fungsiginjal, asam folat dan
vitamin B12.

3. Penanya : Zuhri Restu Amalia


Pertanyaan : Bagaimana cara mengolah limbah hasil dari rekonstitusi sediaan sitostatika?
(HENDRA DAN GITA)

4. Penanya : Nurnaningsih
Pertanyaan :
a. Apa dasar pemilihan perbedaan tekanan 15 Pascal antar masing-masing ruangan
dalam penanganan sediaan sitostatika? (NIMBAR DAN AHRI)
b. Bagaimana cara mengetahui tekanan dalam ruang sediaan sitostatika sudah optimal?
c. Obat-obat sitostatika terbagi menjadi 6 golongan berdasarkan mekanisme kerjanya.
Apakah obat tersebut memiliki pelabelan yang sama? (RIDHO DAN YUGO)
d. Jelaskan mekanisme kerja obat sitostatika yang belum jelas titik tangkap kerjanya?
Bagaimana obat tersebut dapat menjadi antikanker? (DIJA DAN HELMY)

5. Penanya : Sarmita
Pertanyaan : bagaimana penanganan sisa obat sitostatika yang telah direkonstitusi?
(RANI DAN TIKRAR)