Anda di halaman 1dari 110

PENGARUH PENGELOLAAN KELAS TERHADAP

PEMBELAJARAN EFEKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS


DI SMP AL-MUBARAK PONDOK AREN
TANGGERANG SELATAN

Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan IPS Pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
(S.Pd)

Oleh:

DIANA WIDYARANI
106015000455

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011
ABSTRAK

Diana widyarani. Nim 106015000455. Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu


Tarbiyah dan Keguruan. Pengaruh pengelolaan kelas terhadap
pembelajaran efektif pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial di SMP
Al-Mubarak Pondok Aren Tanggerang Selatan. Penelitian ini ditunjukkan
untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengelolaan kelas terhadap pembelajaran
efektif pada mata pelajaran IPS
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Mubarak Pondok Aren Tanggerang Selatan
dari bulan januari 2011. Yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah
siswa-siswi SMP Al-Mubarak Tanggerang Selatan Kelas VII dengan berjumlah
32 siswa .
Sedangkan hasil data tentang pengelolaan kelas diperoleh berdasarkan angket
yang di isi oleh siswa-siswi SMP Al-Mubarak Pondok Aren Tanggerang Selatan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan tehnik
kuantitatif. Data pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif diperoleh melalui
kuesioner yang terdiri dari 50 item. Dari hasil perhitungan didapat rxy produk
momen sebesar 0,739% maka Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara pengalolaan kelas
dengan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS. Koefisien determinasi
sebesar 54,6% menunjukkan bahwa pengelolaan kelas memberikan kontribusi dan
pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS sebesar 54,6%. Sedangkan 59,94
pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain seperti kemampuan intelektual, minat dan bakat siswa.

Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Pembelajaran Efektif, IPS.

ii
ABSTRACT

Diana Widyarani. Nim 106015000455. Social Studies Education and Teacher


traning Tarbiyah Science Faculty. The Influence of classroom management
to effective learning in social science subjects at junior Al-Mubarak Pondok
Aren Tangerang South. This research is indicated to figure out the influence of
classroom management ti the effectivess of learning in social studies subjects.
The research was conducted in Al-Mubarak SMP Pondok Aren Tangerang South
in January 2011. Used as a sample in this study were junior high school students
of Al-Mubarak South Tanggerang Class VII with numbered 32 students.
While the results of data about classroom management skills acquired on the basis
of a questionnaire filled by the students of Al-Mubarak SMP Pondok Aren
Tangerang South.
The method used in this research is survey method with quantitative techniques.
Data classroom management and effective learning is obtained through a
questionnaire consisting of 50 items. The research result shows rxy product
moment of 0.739%, then Ho is accepted. It can be concluded that there was a
significant relationship or influence between class management with the effective
learning in social studies subjects. The coefficient of determination by 54.6%
indicating that contribute to classroom management and effective learning in
social studies subjects by 54.6%. While 59.94 effective learning in social studies
subjects can be influenced by other factors such as intellectual abilities, interests
and talents of students.

Keywords: Classroom Management, Effective Learning, Social Science.

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipersembahkan ke hadirat Allah SWT yang maha kuasa
atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang dianugerahkan kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam senantiasa tercurah pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan yang baik bagi umatnya
yang telah membawa kita dari kebodohan menuju zaman yang penuh dengan sains
dan teknologi.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan guna
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tersusunnya skripsi ini berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak.
Untuk itu dalam kesempatan ini penulis sampaikan ucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Prof. DR. Dede Rosyada, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
menyelesaikan skripsi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Drs. H. Nurrochim, MM. Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Abdul Rozak, M. Si. Dosen Pembimbing skripsi yang telah meluangkan
waktunya untuk memberikan bimbingan kepada penulis sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Dr. Iwan Purwanto, M.Pd. Terima kasih atas bantuan atau ilmu yang
bapak berikan. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
5. Dosen-dosen Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah
memberikan Ilmu dan pengalamannya.
6. Perpustakaan Tarbiyah dan Pegawai Perpustakaan Utama UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk melengkapi referensi dalam penyelesaian skripsi ini.

iv
7. Kedua Orang Tua Tercinta Ayahanda ( Juhanda ) dan Ibunda ( Nani
Heryani ) yang senantiasa memberikan dukungan baik berupa moril dan
materil kepada penulis dalam menyusun skripsi ini.
8. Kepada Kakek dan Nenek ( Karsan Suandi dan Iruk ). Terimakasih atas
doa dan dukungan selama ini sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini.
9. Bapak H. Nahrawi Mughni. S.Pd.I, Kepala Sekolah SMP Al-Mubarak
Pondok Aren Tanggerang Selatan yang telah memberikan izin kepada
penulis untuk melakukan penelitian dan menggali informasi yang ada di
SMP Al-Mubarak.
10. Bapak Drs. Naidin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kuruikulum di SMP Al-
Mubarak Pondok Aren yang telah meluangkan waktunya untuk
memberikan informasi kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Ibu Neneng Supiati, SE. Selaku guru IPS di SMP Al-Mubarak Pondok
Aren yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan informasi
kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
12. Ibu Idah, S.Pd yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan izin
untuk memakai kelasnya untuk penelitian menyebar angket di kelas VII
kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
13. Buat guru-guru di SMP Al-Mubarak Pondok Aren Tanggerang Selatan,
terima kasih atas dukungan sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
14. Buat sahabat-sahabat ku “Lebay”: Syurianti, S.Pd (Chuei), Ermaleli Putri,
S.Pd (P3), Nur Azizah, S.Pd (DJ), Muthmainah, S.Pd (Mute), Fitri Nisa,
S.Pd (V3), Fatma Roudho, S.Pd (Mami), terima kasih atas dukungan, dan
doa dll, sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.
15. Buat Erwita Fitri S.Pd. Makasih telah membantu penulis untuk mengolah
data sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
16. Buat teman-teman seperjuangan (IPS) angkatan 2006, untuk meraih gelar
sarjana: Fathma Roudho, Nur Utami, Lilis Komariah.
17. Buat teman-teman Jurusan IPS angkatan 2006, terima kasih atas doa dan
suportnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

v
Penulis mengucapkan do’a dan rasa syukur kepada Allah SWT, semoga
jasa yang telah mereka berikan menjadi amal shaleh dan mendapatkan balasan
yang jauh lebih baik dari-Nya. Amin.
Akhirul kalam, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala
kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini, dan dengan kerendahan hati penulis
menerima kritik dan saran yang konstruktif. Besar harapan penulis, semoga
skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 17 Februari 2011


Penulis

Diana Widyarani

vi
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B. Identifikasi Masalah ...................................................................... 7
C. Pembatasan Masalah ..................................................................... 8
D. Perumusan Masalah ...................................................................... 8
E. Tujuan dan Manfaat ...................................................................... 8

BAB II DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN


PENGAJUANHIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritis .......................................................................... 9
1. Hakikat Pengelolaan Kelas ..................................................... 9
a. Pengertian Pengelolaan Kelas............................................ 9
b. Tujuan Pengelolaan Kelas................................................. 13
c. Pendekatan Dalam Mengelola Kelas ................................ 15
d. Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas .................................... 16
e. Keterampilan Pengelolaan Kelas ...................................... 17
f. Masalah Pengelolaan Kelas............................................... 20
g. Pengelolaan Kelas Yang Efektif ....................................... 20
2. Pembelajaran Efektif............................................................... 22
a. Pengertian Pembelajaran................................................... 22
b. Tujuan Pembelajaran......................................................... 24
c. Pemgertian Efektif ............................................................ 24

vii
d. Pengertian Pembelajaran Efektif....................................... 25
e. Ciri-ciri Pembelajaran Efektif .......................................... 27
f. Upaya-upaya Meningkatkan Pembelajaran Efektif .......... 28
g. Dimensi-dimensi Pembelajaran Efektif ............................31
h. Mengajar Yang Efektif......................................................32
3. Pembelajaran IPS .................................................................... 33
a. Pengertian Pembelajaran IPS ............................................ 33
b. Ruang Lingkup Kajian IPS ............................................... 36
c. Tujuan IPS…..................................................................... 36
d. Pengertian Ilmu-ilmu Sosial.............................................. 37
B. Kerangka Berpikir......................................................................... 38
C. Hipotesis........................................................................................ 40

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................... 41
1. Tempat..................................................................................... 41
2. Waktu ...................................................................................... 41
B. Metode Penelitian.......................................................................... 41
C. Populasi dan Sampel ..................................................................... 42
D. Variabel Penelitian ........................................................................ 42
E. Teknik Pengumpulan Data............................................................ 43
1. Metode Pengumpulan Data ..................................................... 43
a. Wawancara........................................................................ 44
b. Angket ............................................................................... 44
2. Instrumen Penelitian................................................................ 44
a. Intrumen Angket ............................................................... 44
b. Instrumen Wawancara....................................................... 47
F. Teknik Analisa Data...................................................................... 48
1. Deskripsi Data......................................................................... 48
2. Uji Validitas dan Reabilitas .................................................... 48
a. Validitas ............................................................................ 48

viii
b. Reabilitas.......................................................................... 59
3. Uji Prasyarat Analisis Data ..................................................... 50
a. Uji Normalitas Data........................................................... 50
b. Metode Suksesi Interval.....................................................
51
4. Pengujian Hipotesis................................................................. 51
a. Uji Korelasi ....................................................................... 51
b. Koefisien Determinasi....................................................... 53

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN


A. Gambaran Umum SMP Al-Mubarak ............................................ 54
1. Sejarah SMP Al-mubarak ....................................................... 54
2. Visi dan Misi ........................................................................... 56
3. Struktur Organisasi SMP Al-MubaraK................................... 57
4. Keadaan Guru dan Murid........................................................ 60
a. Keadaan Guru.....................................................................60
b. Keadaan Siswa-siswi........................................................ 63
5. Keadaan Karyawan................................................................ 64
6. Unit Kegiatan Siswa................................................................ 64
7. Sarana dan Prasarana............................................................... 65
8. Kurikulum ............................................................................... 66
B. Deskripsi Data............................................................................... 67
1. Deskripsi Pengelolaan Kelas................................................... 67
2. Deskripsi Pembelajaran Efektif .............................................. 70
3. Deskripsi Data Hasil Korelasi................................................. 73
4. Deskripsi Data Kontribusi Pengelolaan Kelas Terhadap
Pembelajaran Efektif Pada Mata Pelajaran IPS ...................... 78
C. Uji Prasyarat Analisis Data ........................................................... 75
1. Uji Normalitas......................................................................... 75
2. Metode Suksesi Interval.......................................................... 75
D. Analisis dan Interprestasi Data...................................................... 76

ix
1. Pengelolaan Kelas ................................................................... 76
2. Pembelajaran Efektif Pada Mata Pelajaran IPS ...................... 76
3. Pengeruh Pengelolaan Kelas dan Pembelajaran Efektif Pada
Mata Pelajaran IPS.................................................................. 76
4. Kontribusi Pengelolaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif
Pada Mata Pelajaran IPS ......................................................... 78

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................... 79
B. Saran.............................................................................................. 80

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 81


LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

x
Tabel Halaman

Table 1. Kisi-kisi Instrumen Variabel Tentang Pengaruh


Pengelolaan Kelas dan Pembelajaran Efektif ..................................... 45
Table 2. Kisis-kisi Instrumen Wawancara ........................................................ 47
Table 3. Interprestasi Angka Indeks “r” Product Moment ............................... 52
Tabel 4. Data Guru dan Karyawan SMP Al-Mubarak...................................... 60
Table 5. Keadaan Siswa-siswi Pada Tahun 2010-201 ..................................... 63
Table 6. Data Karyawan (Non Guru) SMP Al-Mubarak.................................. 64
Tabel 7. Kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMP Al-Mubarak................... 65
Tabel 8. Keadaan Sarana Dan Prasarana Sekolah ............................................ 65
Tabel 9. Struktur Kurikulum KTSP SMP Al-Mubarak .................................... 66
Tabel 10. Data Pengelolaan Kelas ...................................................................... 67
Tabel 11. Frekuensi Skor Pengelolaan Kelas (Variabel X) ................................ 68
Tabel 12. Distribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas ............................................. 69
Tabel 13. Data Pembelajaran Efektif .................................................................. 70
Tabel 14. Frekuensi Skor Pembelajaran Efektif (Variabel Y)............................ 71
Tabel 15. Distribusi Frekuensi Pembelajaran Efektif ......................................... 72
Tabel 16. Variables Entered/Removed (b).......................................................... 73
Tabel 17. Hasil Perhitungan Korelasi Antara Pengelolaan Kelas Dan
Pembelajaran Efektif........................................................................... 74
Tabel 18. Model Summary (b)............................................................................ 74
Tabel 19. Hasil Uji Normalitas Data................................................................... 75
Tabel 20. Interprestasi Nilai r ............................................................................. 77

DAFTAR GAMBAR

xi
Gambar Halaman

Gambar 1. Struktur Organisasi Sekolah SMP Al-Mubarak ................................. 57


Gambar 2. Histogram Distribusi Frekuensi Pengelolaa Kelas (X)....................... 69
Gambar 3. Histogram Distribusi Frekuensi Pembelajaran Efektif (Y)................. 72

DAFTAR LAMPIRAN

xii
Lampiran:

Lampiran 1. Uji Coba Instrumen Pengelolaan Kelas


Lampiran 2. Data Score Hasil Uji Coba Instrumen Pengelolaan Kelas
Lampiran 3. Data Hasil Skor Penelitian Pengelolaan Kelas
Lampiran 4. Tabel Butir Angket Pengelolaan Kelas yang Valid
Lampiran 5. Uji Coba Instrumen Pembelajaran Efektif
Lampiran 6. Data Skor Hasil Uji Coba Instrumen Pembelajaran Efektif
Lampiran 7. Data Hasil Uji Coba Instrumen Pembelajaran Efektif
Lampiran 8. Tabel Butir Angket Pembelajaran Efektif yang Valid
Lampiran 9. Table For Determining Needed Size S Of A Randomly Closen
Sample From A Geven Finite Population Of N Cases Such That
Sampel Proportion Will Be Within + 0,5 Of The Population
Proprotion P With A 95 Percent Level Of Confidence.
Lampiran 10. Metode Suksesi Interval
Lampiran 11. Reability Scale: All Variabel, Reability Statics, Pengelolaan Kelas
Frequencies.
Lampiran 12. One Sample Kolmogrov-Smimov Test, Normal Q-Q Plot
Pengelolaan, One-Sample Kolmogorov-Smimov Test, Normal Q-Q
Plot Of Pembelajaran.
Lampiran 13. Berita Wawancara
Lampiran 14. Lembar Uji Referensi

xiii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Manusia dan pendidikan tidak dapat dipisahkan, sebab pendidikan
merupakan kunci dari masa depan manusia yang dibekali dengan akal dan
pikiran. Pendidikan mempunyai peranan penting untuk menjamin
perkembangan dan kelangsungan hidup suatu bangsa, karena pendidikan
merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas
sumber daya manusia.
Pendidikan adalah “suatu usaha sadar dan bertujuan untuk
mengembangkan kualitas manusia. Sebagai suatu kegiatan yang sadar akan
tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang
berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan”. 1
Dalam pendidikan Indonesia yang berasaskan “pendidikan seumur
hidup, semua materi pelajaran harus diprogramkan secara sistematis dan
berencana dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan untuk mengembangkan
kepribadian bangsa, membina kewarganegaraan, serta memelihara dan
mengembangkan budaya bangsa”.2

1
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, ( Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2005), h. 22.
2
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, … h. 24.

1
Tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan yang diamanatkan
oleh Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional bahwa :
Tujuan pendidikan nasional adalah “untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”.3
Kelas “merupakan suatu lingkungan belajar yang diciptakan
berdasarkan kesadaran kolektif dari suatu komunitas siswa yang relatif
memiliki tujuan yang sama. Kesamaan tujuan merupakan kekuatan potensial
pengelolaan kelas dan aktualitasnya adalah proses pembelajaran yang
akseptabel (acceptable)”.4
Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa kelas merupakan suatu
lingkungan belajar yang dapat diciptakan berdasarkan kesadaran kolektif dari
suatu komunikasi siswa yang relatif memiliki tujuan yang sama. Kesamaan
tujuan merupakan kekuatan potensial pengelolaan kelas dan aktualitasnya
adalah proses pembelajaran akseptabel (acceptable).5
Guru merupakan pemegang peranan utama dalam proses belajar
mengajar. Proses belajar mengajar merupakan “suatu proses yang
mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atau dasar hubungan
timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai
tujuan”.6
Guru juga berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar,
bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi
belajar-mengajar yang efektif sehingga memungkinkan proses belajar-

3
Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: CV,
Mini Jaya Abadi, 2003), h. 5.
4
Pupuh Fathurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi Mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, (Badung: PT.Refika Aditama,
2007), h. 103.
5
Pupuh Fathurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi Mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami,…,h.103.
6
Ahmad Sabri, Stategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Ciputat: PT. Ciputat
Press, 2010), h. 65.

2
mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan
meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan
menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai.7

Proses belajar-mengajar dalam kelas hakikatnya akan melibatkan


semua unsur yang ada dalam sekolah yang bersangkutan akan tetapi secara
langsung akan terlibat hal-hal sebagai berikut:
“1). Guru sebagai pendidik, 2). Murid sebagai yang dididik; 3). Alat-
alat yang dipakai, 4). Situasi dalam dan lingkungan kelas; 5). Kelas itu
sendiri; 6). Dan lain-lain yang sewaktu-waktu terjadi”.8
“Seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan program
pembelajaran yang optimal, sehingga terwujud proses pembelajaran yang
efektif dan efesien. Belajar merupakan proses yang sangat penting dilakukan
siswa”.9
Tugas utama guru adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar
terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk
belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Untuk menciptakan
suasana yang dapat menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan
prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan
bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan
pengorganisasian kelas yang memadai.10

“Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar


meliputi berbagai hal meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukan oleh
Adams dan Decey dalam Basic Principles of Student Teaching, antara lain
guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan,
partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor”.11
Sebagai pemberian dasar serta penyiapan kondisi bagi terjadinya
proses belajar yang efektif, pengelolaam kelas menunjukkan kepada
7
Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009),
h 21.
8
Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam”, ( Jakarta: Bumi Aksara, 1999),
h. 63.
9
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: Rasail
Media Group, 2008), h. 29.
10
Conny Semiawan, A.F. Tangyong, dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, (Jakarta:
PT. Gramedia, 1985), h. 63.
11
Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, …, h. 9.

3
pengaturan orang (dalam hal ini terutama peserta didik ) maupun pengaturan
fasilitas. Fasilitas di sini mencangkup pengertian yang luas mulai dari
ventilasi, penerangan tempat duduk, sampai dengan perencanaan program
belajar-mengajar yang tepat.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 41 Tahun 2007 Tetang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah. Dalam Permendiknas No 41 Tahun 2007 bahwasannya
pengelolaan kelas harus meliputi:
1. Guru mengatur tempat duduk sesuai karakteristik peserta didik dan
mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
2. Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus
dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;
3. Tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
4. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan
kemampuan belajar peserta didik;
5. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan,
keselamatan, dankeputusan pada peraturan dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran;
6. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons
dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran
berlangsung;
7. Guru menghargai peserta didiktanpa memandang latar belakang
agama, suku, jenis kelamin dan status sosial ekonomi;
8. Guru menghargai pendapat peserta didik;
9. Guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
10. Pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata
pelajaran yang diampunya; dan
11. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan
waktu yang dijadwalkan.12
Pengelolaan kelas adalah “inti dari suatu organisasi yang efektif.
Seorang manager yang efektif adalah seseorang yang mengoordinasi dan
menyusun kegiatan untuk menemukan kegiatan tujuan dan sasaran khusus”.13
Dalam perannya sebagai pengelola kelas, “guru hendaknya mampu
mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari

12
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007
Tetang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Standar Nasional
Pendidikan Tahun 2007, .files.wordpress.com/.../01-permendiknas-no-41-tahun-2007-standar-
proses-edit.doc - Tanggal 09-11-2010
13
Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi Pendidikan,… h. 263

4
lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan yang baik ialah
bersifat menantang dan memacu siswa untuk belajar, memberikan rasa ramah
dan kepuasan dalam mencapai tujuan”.14
Pengertian di atas menunjukkan adanya beberapa variabel yang perlu
dikelola secara sinergik, terpadu dan sistematik oleh guru, yakni:
1. Ruang kelas, menunjukkan batasan lingkungan belajar.
2. Usaha guru, tuntutan adanya dinamika kegiatan guru dalam
mensiasati segala kemungkinan yang terjadi dalam lingkungan
belajar.
3. Kondisi belajar, merupakan batasan aktivitas yang harus
diwujudkan dan
4. Belajar yang optimal, merupakan ukuran kualitas proses yang
mendorong mutu sebuah produk belajar.15

Dengan mengkaji konsep dasar pengelolaan kelas, mempelajari


berbagai pendekatan pengelolaan kelas dan mencobanya dalam berbagai
situasi kemudian dianalisis, akibatnya secara sistematis diharapkan agar guru
akan dapat mengelola proses belajar mengajar secara lebih baik.16

Pengelolaan kelas lebih lanjut, bukan hanya mencangkup kemampuan


guru menciptakan dan mengendalikan keadaan kelas yang tertib, aman
dan tenang, melainkan mencangkup pula kegiatan perencanaan
pengadministrasian, pengaturan, penataan, pelaksanan, dan
pengawasan terhadap seluruh kelas yang terdapat seluruh kelas yang
terdapat dalam lingkungan lembaga pendidikan baik dari segi kualitas
maupun kuantitas, penggunaannya dan lain sebagainya.17

Usaha pembelajaran dalam menciptakan kondisi yang diharapkan


akan efektif apabila:
1. Diketahui secara cepat faktor-faktor yang dapat menunjang
terciptanyakondisi yang menguntungkan dalam proses
pembelajaran,
2. Dikenal masalah-masalah yang diperkirakan dan biasanya timbul
dan dapat merusak iklim pembelajaran,

14
Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, ( Ciputat: PT. Ciputat
Press, 2010), h. 69.
15
Pupuh Fathurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi Mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, … h. 103.
16
Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), h. 123.
17
Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2009), h. 341.

5
3. Dikuasainya berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas dan
diketahui pula kapan dan untuk masalah mana suatu pendekatan
digunakan.18

Pembelajaran dikatakan efektif “apabila dalam proses pembelajaran


setiap elemen berfungsi secara keseluruhan, peserta merasa senang, puas
dengan hasil pembelajaran, membawa kesan, sarana atau fasilitas memadai,
materi dan metode affordable, guru profesional”.19.
Pembelajaran yang efektif “merupakan kegiatan yang hendak dicapai
oleh para pendidik. Persoalan yang muncul adalah bagaimana mencapai
tujuan ini sehingga diperoleh hasil yang optimal bagi perkembangnan
anak”.20
Melihat uraian di atas, sangat jelas bahwa dalam perannya sebagai
pengelolaan kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari
lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan ini diatur dan
diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan
pendidikan.
Meskipun pengelolaan kelas berkedudukan penting seperti dijelaskan
di atas, namun banyak aspek pengelolaan kelas yang diabaikan guru.
Sehingga hal itu mempunyai implikasi negatif terhadap proses belajar siswa
baik dari segi menurutnya motivasi belajar, menurunnya kedisplinan murid,
srta hal-hal yang tidak diharapkan.
Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar,
meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru
memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan
pengorganisasian kelas yang memadai.
Dengan demikian, Dalam proses belajar-mengajar, seorang guru tidak
hanya memiliki pengetahuan untuk diberikan kepada murid-muridnya. Tetapi

18
Martinis Yamin, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press,
2011), cet. 1, h. 36.
19
Aswandi, Pembelajaran Efektif, dalam http://starawaji.wordpress.com/, 25 Oktober
2010.
20
Jamridafrizal, Konsep Dasar Pengelolaan Kelas, dalam http://www.scribd.com/doc/,
17 September 2010.

6
guru dituntut untuk memiliki kemampuan untuk memanage atau mengelola
kelas baik secara fisik maupun kelas dalam artian siswa di kelas, ketika guru
dapat mengelola kelas, maka akan tercipta suasana kelas yang kondusif
sehingga mendukung kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien.
Pengelolaan kelas yang efektif merupakan suatu prasyarat yang
mutlak bagi terjadinya suatu proses mengejar yang efektif. Dengan pemberian
dasar serta penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajar yang efektif,
suatu pengelolaan kelas menunjuk kepada pengaturan orang (dalam hal ini
terutama peserta didik) maupun fasilitas. Tanpa penglolaan dan pengaturan
yang efektif, maka proses belajar terganggu, dan guru kembali menertibkan
dan kadang-kadang mencerca (memarahi) siswa yang mengganggu selama
pelajaran. Jadi, pengaturan atau pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat
utama untuk mengajar yang efektif.
Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui apakah
“Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif Pada
Mata Pelajaran IPS di SMP AL-Mubarak Pondok Aren Tanggerang
Selatan”.

B. Identifikasi Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, ada beberapa masalah
yang dapat diidentifikasi di antaranya yaitu:
1. Pengelolaan kelas yang masih belum efektif dan kondusif dalam
pembelajaran.
2. Belum tercapainya suasana kelas yang kondusif dan optimal dalam
proses pembelajaran.
3. Belum optimalnya kondisi pembelajaran efektif.
4. Kurang perhatian guru terhadap interaksi belajar mengajar yang
dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sungguh-
sungguh.
5. Kurang berpengaruh hasil pengelolaan kelas pada pembelajaran
efektif.

7
C. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan tidak terlalu luas, maka perlu adanya pembatasan
masalah. Untuk itu penulis membatasi masalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan kelas yang masih belum efektif dan kondusif dalam
pembelajaran.
2. Kurang optimalnya kondisi pembelajaran efektif.
3. Kurang berpengaruh hasil pengelolaan kelas terhadap pembelajaran
efektif.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah penelitian
ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengelolaan kelas yang efektif dan kondusif dalam
pembelajaran ?
2. Bagaimana gambaran kondisi pembelajaran efektif ?
3. Apakah ada pengaruhnya hasil pengelolaan kelas terhadap
pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS?

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi semua pihak
antara lain:
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
masukkan bagi para guru ketika mengajar di kelas.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
pengetahuan bagi pembaca terutama bagi lembaga pendidikan.
3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa
terutama mahasiswa fakultas kependidikan dalam pengelolaan
kegiatan belajar mengajar.

8
BAB II
DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA BERFIKIR,
DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teoritis
1. Hakikat Pengelolaan Kelas
a. Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan merupakan “terjemahan dari kata management.
Terbawa oleh dasarnya penambahan kata ke dalam Bahasa Indonesia,
istilah Inggris tersebut lalu di Indonesiakan, istilah Inggris tersebut
lalu di Indonesiakan menjadi manajemen atau menejemen”.21
Menurut Winarno Hamiseno, yang dikutip oleh Suharsimi
Arikunto bahwa pengelolaan adalah “substantifa dari mengelola.
Sedangkan mengelola berarti suatu tindakan yang dimulai dari
penyusunan data, merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan
sampai dengan pengawasan dan penilaian”.22
“Menurut Hamalik yang dikutip oleh Martinis Yamin, kelas
adalah sekelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama
yang dapat pengajaran dari guru.

21
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa, (Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 1996), h. 7.
22
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa,…h. 8.

9
Sementara menurut Suharsimi yang dikutip oleh Martinis Yamin
menyebutkan bahwa kelas berarti sekelompok siswa dalam waktu
yang sama menerima pengajaran dari guru yang sama”.23
Menurut Swardi yang dikutip oleh Martinis Yamin, bahwa
istilah pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yakni kata
“Pengelolaan” dan kata “Kelas”.24
Kata pengelolaan kelas memiliki makna yang sama dengan
management dalam Bahasa Inggris, selanjutnya dalam Bahasa
Indonesia menjadi manajemen, menurut Manulang dalam
Swardi yang dikutip oleh Martinis Yamin, manajemen dapat
diartikan sebagai seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan, dan pengawasan dari pada sumber
daya, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.25

“Pengelolaam kelas atau organisasi kelas meliputi berbagai


komponen yakni guru, siswa, dan lingkungan fisik. Ketiga aspek
tersebut saling berinteraksi untuk menciptakan aktivitas pembelajaran
di kelas yang kondusif dan aman”.26
Menurut Edmund, Emmer dan Caroly Evertson yang dikutip
oleh Sri Esti Wuryani Djiwandono, bahwa pengelolaan kelas sebagai
berikut:
“1). Tingkah laku guru yang dapat menghasilkan prestasi siswa
yang tinggi karena keterlibatan siswa di kelas; 2.) Tingkah laku siswa
yang tidak banyak mengganggu kegiatan guru dan siswa lain; 3).
Menggunakan waktu belajar yang efisien”.27
Pengelolaan kelas adalah “keterampilan guru untuk menciptakan
dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan mengendalikannya
bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata

23
Martinis Yamin, dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas”, (Jakarta: Gaung
Persada, 2009), h. 34.
24
Martinis Yamin, dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas”, … h. 34.
25
Martinis Yamin, dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas”, … h. 34.
26
Zulfiani dkk, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta,
2009), h. 162.
27
Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Gramedia, 2006),
h. 264.

10
lain, ialah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan
mempertahankan”.28
Pengelolaan kelas menurut Ahmad Rohani adalah Menujuk
kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses
belajar (pembinaan”raport”, penghentian tigkah laku peserta
didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian
ganjaran bagi ketetapan waktu penyelesaian tugas oleh
penetapan norma kelompok yang produktif, dan sebagainya).29

Pengelolaan kelas adalah “suatu usaha yang dilakukan oleh


penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu
dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat
terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan”. 30
Menurut Mulyasa yang dikutip oleh Martinis Yamin dan
Maisah bahwa “pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru
untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan
mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran”.31
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Pengelolaan kelas
adalah “keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara
kondisi belajar yang optimal dan mengembalikanya bila terjadi
gangguan dalam proses belajar mengajar”.32
Pengelolaan kelas merupakan “suatu proses seleksi tindakan
yang dilakukan guru dalam fungsinya sebagai penanggung jawab
kelas dan seleksi pengggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai
masalah yang ada dan karakteristik kelas yang dihadapi”.33

28
Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2009), h. 338.
29
Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, ( Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), h. 123.
30
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa, … h. 68.
31
Martinis Yamin, dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas”, … h. 34.
32
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan, Strategi Belajar Mengajar”, … h. 173.
33
Pupuh Fathurohman dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Mewujudkan
Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami, (Bandung, PT.
Refika Aditama), h. 103.

11
Menurut Sudirman, yang dikutip oleh Syaiful Bahri Djamarah
Pengelolaan kelas adalah Upaya mendayagunakan potensi kelas. 34
Menurut Djamarah dan Zaini dalam Swardi yang dikutip oleh
Martinis Yamin dan Maisah bahwa secara sederhana pengelolaan
kelas berarti “kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan
pengajaran”. 35
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dikutip oleh
Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa:
Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang
membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal
sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang
diharapkan. Suharsimi memahami pengelolaan kelas ini dari dua
segi, yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa, dan
pengelolaan fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).36

Menurut Sri Esti Wuryani Djiwandono, bahwa “pengelolaan


kelas adalah suatu rangkaian tingkah laku yang kompleks, di mana
guru dituntut untuk mengembangkan dan mengatur kondisi kelas yang
akan memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar yang efisien”.37
Pengelolaan kelas dilakukan dalam rangka: “1). meningkatkan
kegiatan pembelajaran; 2). meningkatkan prestasi siswa dalam belajar;
3). menerapkan pendekatan belajar yang kreatif, variatif, dan inovatif;
4). menjalin interaksi antara guru dengan peserta didik; 5). membuat
kontrak belajar dengan peserta didik”.38
Indokator pengelolaan kelas yang baik adalah:
1. Kondisi belajar yang optimal, kondisi belajar yang nyaman,
tenang, sejuk sehingga sangat membantu perhatian siswa pada
materi pelajaran.

34
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan, Strategi Belajar Mengajar”,… h. 177.
35
Martinis Yamin, dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas”, … h. 34.
36
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan, Startegi Belajar Mengajar, ….h. 177.
37
Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi Pendidikan,… h. 262.
38
Iskandar, Psikologi Pendidikan, (Cipayung-Ciputat: Gaung Persada Press, 2009), h.
210.

12
2. Menunjukkan sikap tanggap, perilku positif atau negatif yang
muncul di dalam kelas harus dapat disikapi dengan baik
sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
3. Memusatkan perhatian kelompok, dengan memusatkan
perhatian secara terus menerus terhadap siswa dapat
mempertahankan konsentrasi siswa disebabkan oleh ketidak
pahaman siswa terhadap arah dan sasaran yang akan dicapai.
4. Memberikan petunjuk dan tujuan yang jelas, sering terjadi
kurangnya konsentrasi siswa disebabkan oleh ketidak
pahamansiswa terhadap arah dan sasaran yang akan dicapai.
5. Memberiakan teguran dan penguatan, teguran diberikan untuk
mengarahkan tingkah laku siswa, dan penguat perlu dilakukan
untuk memberikan respon positif dengan cara memberikan
pujian dan penghargaan.39

Dengan demikian, pengelolaan kelas adalah merupakan kegiatan


yang berupaya menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Kemudian dalam
pengelolaan kelas ini termasuk pula menertibkan peserta didik yang
melakukan berbagai kegiatan yang tidak ada hubungnya dengan
kegiatan belajar mengajar, atau suatu kegiatan yang mengganggu
jalannya kegiatan belajar mengajar.
Dengan adanya pengelolaan kelas maka dapat meningkatkan
kegiatan pembelajaran, meningkatkan prestasi siswa dalam belajar,
menerapkan pendekatan belajar yang kreatif, variatif, dan inovatif,
bahkan dapat membuat kontrak belajar dengan peserta didik.

b. Tujuan Pengelolaan Kelas


Menurut Usman pengelolaan kelas mempunyai dua tujuan yaitu:
1. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan
menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan
belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2. Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa
dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-
kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta
membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.40

39
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, .. h. 187-190.
40
User Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009),

13
Menurut Ahmad Sabri, bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah
sebagai berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan
belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan
siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi belajar mengajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang
mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan
lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial,
ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.41

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dikutip oleh


Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas
adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga
segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Menurutnya, sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah
apabila:
1. Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak
yang terhenti karena tidak tahu akan tugas yang harus dilakukan
atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan kepadanya.
2. Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu,
artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas
menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Apabila ada
anak yang walaupun tahu dan dapat melaksanakan tugasnya,
tetapi mengerjakannya kurang semangat dan mengulur waktu
bekerja, maka kelas tersebut dikatakan tidak tertib.42

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan


kelas adalah menyediakan, menciptakan dan memelihara kondisi yang
optimal di dalam kelas sehingga siswa dapat belajar dan bekerja
dengan baik.

h. 10.
41
Wahidin, dalam http://makalahkumakalahmu.wordpress.com, 20 Oktober 2010.
42
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar mengajar, ( Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2006), h. 177-178.

14
Dengan adanya tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah
terkandung dalam tujuan pendidikan. Maka tujuan pengelolaan kelas
adalah menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar
siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam
kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan
bekerja, tercapainya suasana sosial yang memberikan kepuasan,
suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta
apresiasi pada siswa.

c. Pendekatan dalam Mengelola Kelas


“Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi
terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor
utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan
semangat siswa baik secara berkelompok maupun secara
individual”.43
Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan
yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Berbagai
pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut:
1. Pendekatan Kekuasaan. Pengelolaan kelas diartikan sebagai
suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik.
2. Pendekatan Ancaman. Dari pendekatan ancaman atau intimidasi
ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk
mengontrol tingkah laku anak didik.
3. Pendekatan Kebebasan. Pengelolaan diartikan secara suatu
proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk
mengerjakan sesuatu kapan saja dan di mana saja.
4. Pendekatan Resep. Pendekatan resep ini dilakukan dengan
memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus
dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi
semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas.
5. Pendekatan Pengajaran. Pendekatan ini didasarkan atas suatu
anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan
mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan
memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.

43
Syaiful Djamarah dan Aswan, Strategi Belajar Mengajar, … h. 179.

15
6. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku. Sesuai dengan namanya,
pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk
mengubah tingkah laku anak didik.
7. Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial. Pendekatan
pengelolaan kelas berdasarkan suasana perasaan dan suasana
sosial di dalam kelas sebagai kelompok individu cenderung pada
pandangan psikologi klinis dan konseling (penyuluhan).
8. Pendekatan Proses Kelompok. Pengelolaan kelas diartikan
sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu
sistem sosial, di mana proses kelompok merupakan yang paling
utama.
9. Pendekatan Elektis atau Pluralistik. Pendekatan elektis (electic
approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dan
inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai
pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya.44

d. Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas


Berdasarkan uraian di atas, tampak dengan jelas bahwa
pengelolaan kelas bukanlah hal yang mudah dan ringan. Prinsip-
prinsip pengelolaan kelas:
a. Prinsip kehangatan dan antusias. Dalam hubungan ini guru yang
hangat dan akrab dengan anak didik akan selalu menunjukkan
antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya, yang selanjutnya
akan mendukung keberhasilan dan melaksanakan pengelolaan
kelas.
b. Menciptakan berbagai tantangan yang memungkinkan seorang
guru akan selalu semangat dan terus belajar dalam mengatasi
berbagai hal yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya
tingkah laku yang menyimpang.
c. Penggunaan metode, pendekatan, taknik, gaya, media, dan alat
pengajaran yang bervariasi yang dapat meningkatkan semangat
belajar dan menghilangkan kejenuhan.
d. Penggunaan cara dan perbuatan yang lebih fleksibel, luwes dan
menyenangkan. Keadaan ini diharapkan dapat menghilangkan
berbagai gangguan yang mungkin terjadi di dalam kelas.
e. Mengupayakan hal-hal yang positif bagi peserta didik dan
menghindari sejauh mungkin kesalahan yang dapat memancing
para siswa untuk bersikap negatif kepada guru.
f. Mengedepankan sikap teladan di hadapan para siswa yang
selanjutnya dapat mendorongnya menjadi orang yang senantiasa

44
Syaiful Bahri Djamarah, Aswan, Stategi Belajar Mengajar¸…h. 179-184

16
patuh dan taat pada guru bukan disebabkan karena rasa takut,
melainkan karena rasa bangga dan kagum.45

e. Keterampilan Pengelolaan Kelas


Keterampilan pengelolaan kelas secara praktis berkaitan
dengan usaha mempertahankan kondisi kelas dan mengembangkan
iklim kelas.
1. Usaha Mempertahankan Kondisi Kelas
Untuk menciptakan kondisi kelas merupakan perbuatan yang
dilakukan dalam tahap perencanaanm dengan memberi
ramalan atau prediksi iklim kelas yang akan terjadi atau
mungkin terjadi. Sedangkan mempertahankan kondisi kelas
merupakan reaksi atau respons langsung atas peristiwa yang
terjadi dalan suasana nyata di kelas.46

Thomas Gordon yang dikutip oleh Pupuh Faturohman


memberikan beberapa resep yang bisa dimanfaatkan untuk
mempertahankan kondisi kelas yang baik yaitu:
a. Keterbukaan dan transparan, sehingga memungkinkan
terjalinnya keterusterangan dan kejujuran siswa dalam
pembelajaran.
b. Penuh perhatian, sehingga setiap pihak mengetahui bahwa
dirinya dihargai oleh pihak lain.
c. Saling ketergantungan.
d. Ketersiapan, untuk membuka kemungkinan tumbuhnya
keunikan, kreativitas dan individualitas masing-masing.
e. Pemenuhan kebutuhan bersama sehingga tidak ada pihak yang
merasa dikorbankan untuk memenuhi kepentingan pihak lain.47

2. Usaha Mengembangkan Iklim Kelas


Mengembangkan ikllim kelas, memiliki arti menata ulang
kondisi kelas yang kurang akseptebel. Salah satu cara yang
bisa dilakukan adalah melalui modifikasi perilaku siswa.
Modifikasi perilaku siswa berarti memperbaiki cara berpikir,
gaya mengekspresikan perasaan dan cara mewujudkan perilaku

45
Abuddin Nata, Perpektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, …, h. 350.
46
Pupuh Fakthurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Peneneman Konsep Umum dan Konsep Islami,… h. 107.
47
Pupuh Fakthurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Peneneman Konsep Umum dan Konsep Islami,… h. 108.

17
siswa. Terutama berkenaan dengan cara merespons masalah
dan teknik pemecahan masalah yang lebih permanen.48

Sedangkan keterampilan pengelolaan kelas menurut Isjoni,


yaitu:
1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru di
dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pembelajaran
serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut,
yaitu:
a. Sikap Tanggap
Komponen ini menggambarkan tingkah laku guru yang
tampak kepada siswa bahwa guru sadar serta tanggap
terhadap perhatian mereka, terhadap keterlibatan mereka,
bahkan juga tanggap ketidak acuhan dan ketidak
terlibatkan mereka dalam tugas-tugas dikelas.
b. Membagi Perhatian
Pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu
membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama. Hal ini
menunjukkan kepada cara guru menangani lebih dari
satu kegiatan dalam satu waktu.
c. Menyiagakan Siswa
Caranya adalah memusatkan perhatian siswa pada suatu
tugas dengan menciptakan suatu situasi yang
mempesonakan atau menarik perhatian, sebelum guru
menyampaikan pertanyaan atau mengemukakan suatu
topik pelajaran.
d. Menuntut Tanggung Jawab Siswa
Hal ini berhubungan dengan cara guru memegang teguh
kewajiban dan tanggung jawab yang dilakukan siswa,
serta keterlibatan mereka dalam tugas-tugas.
e. Memberikan petunjuk-petunjuk yang Jelas
Komponen ini berhubungan dengan petunjuk guru yang
disampaikan secara jelas dan singkat kepada siswa baik
untuk seluruh kelas, kelompok maupun perorangan.

48
Pupuh Fakthurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Peneneman Konsep Umum dan Konsep Islami,… h. 108.

18
f. Teguran
Tidak semua tingkah laku siswa yang mengganggu kelas
atau kelompok dalam kelas dapat dicegah atau dihindari
secara berhasil, sehingga seringkali guru perlu bertindak
untuk mengatasi gangguan tersebut dengan menegur
secara memperingati siswa.
g. Memberi penguatan
Tujuan dan cara pengguanaan komponen keterampilan
memberikan penguatan dapat digunakan untuk mengatasi
siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan belajar atau
mengganggu temannnya.49

2. Keterampilan yang Berhubungan Dengan Pengembalian


Kondisi Belajar yang Optimal.
“Keterampilan ini berkaitan dengan respons guru
terhadap gangguan sisiwa yang berkelanjutan dengan maksud
agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk
mengembalikan kondisi belajar yang optimal”. 50
Namun pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan
seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah
laku anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan
dan yang tidak mau terlibat dalam tugas di kelas, strategi
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Modifikasi Tingkah Laku
Guru menganalisis tingkah laku anak didik yang
mengalami masalah atau kesulitan dan berusaha
memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasi
pemberian penguatan secara sistematis.
b. Pengelolaan Kelompok
Guru dapat menggunakan alternatif lain dalam mengatasi
masalah-maslah pengelolaan kelas antara lain
menerapkan pendekatan pemecahan masalah kelompok.
c. Menemukan dan Memecahkan Masalah Tingkah Laku
yang Menimbulkan Masalah
Guru dapat mengguanakan seperangkat cara untuk
mngendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia
mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan

49
Isjoni, Pembelajaran Visioner, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), h. 91-97.
50
Isjoni, Pembelajaran Visioner, … h. 98.

19
ketidak patuhan tingkah laku tersebut serta berusaha
untuk menemukan pemecahannya.51

f. Masalah Pengelolaan Kelas


Menurut Made Pidarta yang dikutip oleh Pupuh Fathurohman,
maslah-masalah pengelolaan kelas yang berhubungan dengan perilaku
siswa adalah:
1. Kurangnya kesatuan antar siswa, karena perbedaan gender (jenis
kelamin), rasa tidak senang, atau persaingan tidak sehat.
2. Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya
ribut,bercakap-cakap, pergi kesana-kemari dan sebagainya
3. Terkadang timbul reaksi negatif terhadap anggota kelompok,
misalnya ribut, bermusuhan, mengucilkan, merendahkan,
kelompok bodoh, dan sebagainya.
4. Kelas mentolelir kekeliruan-kekeliruan temannya, ialah
menerima dan mendorong perilaku siswa yang keliru;
5. Mudah mereaksi negatif atau terganggu, misalnya bila didatangi
monitor, tamu-tamu, iklim yang berubah dan sebaginya;
6. Moral rendah, permusuhan, sikap agresif misalnya dalam
lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang, dan
sebagainya;
7. Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah,
seperti tugas-tugas tambahan, anggota kelas yang baru, situasi
baru, dan sebagainya.52

g. Pengelolaan Kelas yang Efektif


Bila kelas diberikan batasan sebagai sekolompok orang yang
belajar bersama, yang mendapatkan pengajaran dari guru, maka di
dalamnya terdapat orang-orang yang melakukan kegiatan belajar
dengan karakteristik masing-masing yang berbeda dari yang satu
dengan yang lainnya.
Menurut Made Pidarta, yang dikutip oleh Syaiful Djamarah
untuk mengelola kelas yang efektif perlu diperhatiakan hal-hal sebagai
berikut:
51
Isjoni, Pembelajaran Visioner, … h. 99
52
Pupuh Fathurohman, Strategi Belajar Mengajar- Strategi mewujudkan Pembelajaran
Bermakna Melalui Peneneman Konsep Umum dan Konsep Islami,… h. 109.

20
1. Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan
tertentu, yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh
guru.
2. Dalam situasi kelas, guru bukan tutor untuk satu anak pada
waktu tertentu, tetapi bagi semua anak atau kelompok.
3. Kelompok mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan
perilaku-perilaku masing-masing individu dalam kelompok itu.
Kelompok mempengaruhi individu-individu dalam hal
bagaimana mereka memandang dirinya masing-masing dan
bagaimana belajar.
4. Kelompok kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-
anggota. Pengaruh yang jelak dapat dibatasi oleh usaha guru
dalam membimbing mereka di kelas di kala belajar.
5. Praktik guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan
guru dengan siswa. Makin meningkat keterampilan guru
mengelola secara kelompok, makin puas anggota-anggota di
dalam kelas.
6. Struktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok
ditentukan oleh cara mengelola, baik untuk mereka yang tertarik
pada sekolah maupun bagi mereka yang apatis, masa bodoh atau
bermusuhan.53

Dengan, adanya suatu keharmonisan hubungan guru dengan


siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas. Guru yang galak
terhadap siswa membuat siswa menjauhinya. Siswa lebih banyak
menolak kehadiran guru.
Dengan adanya pengelolaan kelas yang efektif. Itu berarti tugas
yang berat bagi guru adalah berusaha menghilangkan atau
memperkecil permasalahan-permasalahan yang terkait dengan semua
problem pengelolaan kelas, seperti kurangnya kesatuan, tidak ada
standar prilaku dalam bekerja kelompok, reaksi negatif terhadap
anggota kelompok, moral rendah, kelas mentoleransi kekeliruan-
kekeliruan temannya dan sebagainya.

53
Syaiful Bahri Djamarah, Aswan, Stategi Belajar Mengajar¸…h. 214.

21
2. Pembelajaran Efektif
a. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah” suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan,
dan produser yang saling mempengaruhi mencapai tujuan
pembelajaran”.54
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah
“kegiatan guru secara terprogram dalam disain intruksional, untuk
membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada
penyediaan sumber belajar”.55
Menurut Gagne yang dikutip oleh Benny A. Pribadi,
pembelajaran adalah “serangkaian aktifitas yang sengaja diciptakan
dengan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar”.56
Dimyati dan Modjiono bahwa pembelajaran adalah “kegiatan
guru secara terpogram dalam desain intruksional, untuk membuat
siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan
sumber belajar”.57
Menurut Patricia L. Smith dan Tillman J. Ragan yang dikutip
oleh Benny A. Pribadi, bahwa pembelajaran adalah
“pengembangan dan penyampaian imformasi dan kegiatan yang
diciptakan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan yang spesifik”.58
Menurut Lefrancois yang dikutip oleh Martinis Yamin,
bahwa “pembelajaran merupakan persiapan kejadian-kejadian
ekternal dalam suatu situasi belajar dalam suatu situasi belajar

54
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksa, 2003), Cet. VI, h.
57.
55
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), Cet.
III, 297.
56
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”, ( Jakarta: PT. Dian Rakyat, 2009), h.
9.
57
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), Cet.
III, h. 297.
58
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”…,h. 9.

22
dalam rangka memudahkan pembelajar belajar, menyimpan atau
mentransfer pengetahuan dan keterampilan”.59
Menurut Yusufhadi Miarso yang dikutip oleh Benny A.
Pribadi bahwa pembelajaran adalah “pembelajaran sebagai
aktivitas atau kegiatan yang berfokus pada kondisi dan kepentingan
pembelajaran”.60
Walter Dick dan Lou Carey yang dikutip oleh Benny A.
Pribadi pembelajaran mendefinisikan “pembelajaran sebagai
rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara
terstruktur dan terencana dengan menggunakan beberapa media”.61
Menurut Miarso yang dikutip oleh Martinis Yamin,
pembelajaran adalah “suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan
terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang
relatif menetap pada diri orang lain”.62
Menurut Smith dan Ragan yang dikutip oleh Martinis Yamin
menyatakan bahwa pembelajaran adalah “desain dan
pengembangan penyajian informasi dan aktifitas-aktifitas yang
diarahkan pada hasil belajar tertentu”.63
Dengan demikian, pengertian pembelajaran yang berkaitan
dengan sekolah ialah kemampuan dalam mengelola secara
operasional dan efesien terhadap komponen-komponen yang
berkaitan dengan pembelajaran, sehingga menghasilkan nilai
tambah terhadap komponen tersebut menurut norma atau standar
yang berlaku. Adapun komponen yang berkaitan dengan sekolah
dalam rangka pembelajaran, antara lain adalah peserta didik,
Pembina sekolah, sarana atau prasarana dan proses pembelajaran.

59
Martinis Yamin, Paradigma Baru pembelajaran, ( Jakarta: Gaung Persada, 2011), cet
1, h. 70.
60
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”…,h. 9.
61
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”,…, h. 11.
62
Martinis Yamin, Paradigma Baru pembelajaran, …, h. 70.
63
Martinis Yamin, Paradigma Baru pembelajaran, …, h. 70.

23
b. Tujuan Pembelajaran
Tujuan penting dalam rangka system pembelajaran, yakni
merupakan suatu komponen system pembelajaran yang menjadi
titik tolak dalam merancang system yang efektif. Secara khusus,
kepentingan itu terletak pada:
“1). Untuk menilai hasil pembelajaran; 2). Untuk
membimbing siswa belajar; 3). Untuk merancang system
pembelajaran; 4). Untuk melakukan komunikasi dengan guru-guru
lainnya dalam proses pembelajaran; 5). Untuk melakukan kontrol
terhadap pelaksanaan dan keberhasilan program pembelajaran”.64
Menurut Oemar Hamalik bahwa tujuan pembelajaran adalah
“kebutuhan siswa, mata pelajaran, dan guru itu sendiri.
Berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yang hendak
dicapai, dan dikembangkan dan diapresiasi”.65
Adapun kriteria tujuan pembelajaran yaitu:
a.Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar,
misalnya: dalam situasi bermain pesan.
b. Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk
dapat diukur dan dapat diamati.
c.Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang
dikehendaki.66

Dengan demikian tujuan pembelajaran yang utama adalah


mebekali siswa dengan kemmapuan untuk dapat memahami
pelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Atas dasar ini
diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tiap-tiap
pokok bahasan.

c. Pengertian Efektif
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Kata efektif berarti
ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau
mujarab (tempat obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tata

64
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran,… h. 75.
65
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran,… h. 76.
66
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran,… h. 77.

24
usaha, tindakan); mulai berlaku (tata undang-undang, peraturan).
Sedangkan definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan
secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian
alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa
pilihan lainnya.67

Efektif itu artinya “mencapai target yang ditetapkan dalam


rencana. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran yang efektif
adalah yang menetapkan kiteria target dan guru melakukan
pengukuran pencapaian”.68
Efektif adalah “bahwa pembelajaran yang dilakukan dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.69
Efektif adalah menyiratkan bahwa pembelajaran harus
dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai semua hasil
belajar yang telah dirumuskan. Karena hasil belajar itu
beragam, karakteristik efektif dari pembelajaran ini mengacu
kepada penggunaan berbagai strategi yang relevan dengan
hasil belajarnya.70

d. Pengertian Pembelajaran Efektif


“Pembelajaran efektif adalah suatu pembelajaran yang
memungkinkan siswa untuk dapat belajar dengan mudah,
menyenangkan, dan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai
dengan harapan”.71
Menurut Syafaruddin dan dan Irwan pembelajaran efektif
adalah mengajar sesuai prinsip, prosedur, dan desain
sehingga tercapai tujuan perubahan tingkah laku anak,
sedangkan belajar aktif yang dilakukan siswa adalah belajar
yang melibatkan seluruh unsure fisik dan psikis untuk
mengoptimalkan pengembangan potensi anak.72

67
http://aguswibisono.com/2010/efektif-dan-efisien. Pada tanggal 20 Januari 2011.
68
http://gurupembaharu.com, pada tanggal 15 Desember 2010.
69
http://sunartombs.wordpress.com/pakem-pembelajaran-aktif-kreatif-efektif-dan-
menyenangkan.
70
http://www.bloggaul.com/rinra/readblog/Implementasi-metode-pembelajaran-aktif-
kreatif-efektif-dan-menyenangkan-pada-mata-pelajaran-matemati. Pada tanggal 20 Januari 2011.
71
http://krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri-pembelajaran, pada
tanggal 25 Desember 2010.
72
Syafaruddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta: Quantum
Teaching, 2005), h. 88.

25
Menurut Sobry Sutikno, bahwa pembelajaran efektif adalah
“suatu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat
belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan
pembelajaran sesuai dengan harapan”.73
Menurut Dick dan Reiser yang dikutip oleh Soby Sutikno
bahwa “pembelajaran efektif adalah suatu pembelajaran yang
memungkinkan siswa untuk belajar keterampilan spesifik, ilmu
pengetahuan dan sikap serta yang membuat siswa senang”74
Sedangkan Dunne dan Wragg yang dikutip oleh Sobry
Sutikno bahwa “pembelajaran efektif memudahkan siswa belajar
sesuatu yang bermanfaat, seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep,
cara hidup serasi dengan sesama, atau sesuatu hasil belajar yang
diinginkan”.75
Menurut Piskurich yang dikutip oleh Syafaruddin dan Irwan
Nasution, bahwa Pembelajaran efektif berhubungan dengan
sejumlah proses efektivitas waktu, yang menggunakan
rancangan pembelajaran akan memberikan keuntungan dan
membantu pilihan cara yang lebih efektif untuk
menghadirkan isi pembelajaran yang dapat di tafsirkan
sebagai hal yang menjadi cara sangat mudah bagi pembelajar
dalam pempelajarinya.76

Menurut Robert dan Walter yang di kutip oleh Martinis


Yasmin mengemukakan “pembelajaran efektif yang dapat
membuat pembelajar untuk mendapat keterampilan-keterampilan,
pengetahuan, atau sikap-sikap, dan pembelajar (Peserta didik)
senang belajar dalam pembelajaran tersebut”.77

73
Sobry Sutikno, Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna, (Mataram: NTP
Press,2007), h. 49.
74
Sobry Sutikno, Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna, …, h. 54.
75
Sobry Sutikno, Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna, … h. 54.
76
Syafaruddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, … h. 90.
77
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”,…, h.71.

26
Sedangkan menurut Vygosky yang dikutip oleh Martinis
Yasmin suatu pembelajaran yang efektif bila pembelajar (Peserta
Didik) itu melanjutkan pengembangan-pengembangan.78
Indikator Pembelajaran Efektif:
“1). Metode Pembelajaran; 2). Sumber Belajar dan Alat
Bantu Pembelajaran; 3). Komunikasi dan Interaksi; 4). Keterlibatan
Siswa; 5). Umpan Balik dan Evaluasi”.79

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran


dapat dikatakn efektif apabila dalam proses pembelajaran siswa
dapat belajar dengan mudah, dan menyenangkan dan dapat tercapai
tujuan pembelajaran sesuai dengan harapan.

e. Ciri-ciri Pembelajaran Efektif


Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif,
yaitu:
1. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap
lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan,
menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-
perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi
berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan
berinteraksi dalam pelajaran,
3. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada
pengkajian,
4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan
tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan
pengembangan keterampilan berpikir,
6. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi
sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.80

78
Benny A. Pribadi, “Langkah Penting Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Yang
Efektif dan Berkualitas Model Desain Sistem Pembelajara”,…, h. 71.
79
http://wyw1d.wordpress.com, Pada tanggal 10 Januari 2011.
80
http://blog.persimpangan.com/blog. 20 Desember 2010.

27
f. Upaya-upaya Meningkatkan Pembelajaran Efektif
“Pembelajaran yang efektif merupakan dambaan bagi instansi
pendidikan. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif dibutuhkan
kreatifitas keefktifan merupakan hal yang sangat diharapkan dapat
dicapai. Sebab kurang kurang atau tidak sempurna kegiatan belajar
mengajar jika tidak efektif.”81
Dalam upaya meningkatkan pembelajaran yang efektif,
Slameto juga memberikan beberapa cara sebagai berikut:
1. Perlunya Bimbingan
“Guru dituntut untuk memberikan bimbingan dan petunjuk-
petunjuk kepada siswa agar dapat belajar dengan baik.
Disamping itu guru juga dapat memberikan petunjuk tentang
cara-cara belajar dan mengawasi serta membimbing sewaktu
siswa belajar”.82
2. Kondisi dan Strategi Belajar
Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan
kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan intruksional
yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan cara belajar yang
efektif perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Kondisi Internal, yang dimaksud dengan kondisi internal
adalah kondisi yang ada dalam diri siswa itu sendiri misalnya
kesehatannya, keamanannya, ketentramannya, dan
sebagainya. Siswa dapat belajar dengan baik apabila
kebutuhan-kebutuhan internalnya terpenuhi.
b. Kondisi Eksternal, yang dimaksud dengan kondisi eksternal
kondisi yang ada diluar diri pribadi manusia. Untuk belajar
efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur.
Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik
yang baik dan teratur, misalnya: a). ruang belajar harus
bersih, tak ada bau-bau yang mengganggu konsetrasi pikiran,
b). ruang cukup terang, tidak gelap yang dapat mengganggu

81
.Sobry Sutikno, Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna, (Mataram: NTP
Press,2007), h. 57.
82
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta,
2003), h. 73.

28
mata, c). cukup sarana yang diperlukan untuk belajar,
misalnya alat pelajaran, buku-buku, dan sebagainya.
c. Strategi Belajar, belajar yang efektif dapat dicapai apabila
menggunakan strategi belajar yang tepat. Strategi belajar
diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal
mungkin.
d. Metode Belajar, metode adalah cara atau jalan yang harus
dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Belajar
bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan,
dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi
kebiasaan. Kebiasaan belajar juga akan mempengaruhi
belajar itu sendiri.83
Pembelajaran dikatakan efektif “apabila dalam proses
pembelajaran setiap elemen berfungsi secara keseluruhan, peserta
merasa senang, puas dengan hasil pembelajaran, membawa kesan,
sarana atau fasilitas memadai, materi dan metode affordable, guru
profesional.”84
Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi
persyaratan utama keefktifan pengajaran, yaitu:
a.Presentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan
terhadap KBM,
b. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi
diantara siswa,
c.Ketetapan antara kandungan materi ajaran dengan
kemampuan siswa (orientasi keberhasilan belajar) di
utamakan, dan
d. Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif,
mengembangkan struktur kelas yang mendukung butir (b).
tanpa mengabaikan butir (d).85

Dalam upaya mewujudkan hal tersebut guru dituntut mampu


mengelola proses pembelajaran yang diberikan ransangan kepada
siswa sehingga ia mau belajar kerena memang siswalah yang
subjek utama dalam belajar.

83
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, … h. 74.
84
Tedy, Pembelajaran Efektif, dalam http://gurupembaharu.com/home/, 21 September
2010.
85
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Produktif, (Jakarta: Prenada Media
Group, 2009), h. 20.

29
Dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif
sedikitnya menurut Uzher Usman ada lima variabel yang dapat
menentukan keberhasilan belajar siswa, yaitu:
“ 1). Melibatkan siswa secara aktif; 2). Menarik minat dan
perhatian siswa; 3). Membangkitkan motivasi siswa; 4). Peragaan
dalam penilaian”.86
Menurut Ahmad Badawi yang dikutip oleh Suryosubroto,
bahwa pembelajaran dapat dikatakan efektif, apabila guru dapat
menampilkan kelakuan yang baik dalam usaha mengajarnya. Hal
itu diharapkan dapat mencerminkan kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran yang berkualitas. Pengelolaan
pembelajaran yang berkualitas meliputi:
a. Kemampuan dalam mempersiapkan pembelajaran
“a. Kemampuan dalam merencanakan pembelajaran;
b. Kemempuan mempersiapkan bahan pelajaran;
c. Kemampuan merencanakan media dan sumber;
d.Kemampuan merencanakan penilaian terhadap prestasi
guru”.87
b. Kemampuan melaksanakan pembelajaran
1. Kemampuan menguasai bahan yang direncanakan dan
disesuaikan, yaitu kemampuan dalam menguasai bahan
yang direncanakan, menyampaikan bahan yang
direncanakan, menyampaikan pengayaan bahan
pembelajaran, memberikan pembelajaran remedial.
2. Kemampuan dalam mengelola pembelajaran yaitu
kemampuan untuk mengarahkan pembelajaran agar
mencapai tujuan pembelajaran, menggunakan metode
pembelajaran yang direncanakan, menggunakan metode
pembelajaran alternatif, menyesuaikan langkah-langkah
mengajar dengan langkah yang direncanakan.88

86
Uzher Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005),
h. 30.
87
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h.
20.
88
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah,… , h. 21.

30
c. Kemampuan melakukan interaksi belajar mengajar.
Kemampuan dalam melakukan interaksi belajar mengajar
dapat terlihat dari kemampuan melaksanakan pembelajaran
secara logis dan berurutan , memberi pengertian dan contoh
yang sederhana, menggunakan bahasa yang mudah, bersikap
sungguh-sungguh terhadap pembelajaran, bersikap terbuka
terhadap pembelajaran, memacu aktivitas siswa, mendorong
siswa untuk berinisiatif, merangsang timbulnya respon siswa
terhadap pembelajaran.89

d. Kemampuan melaksanakan penilaian terhadap hasil


pembelajaran.
“a). Kemampuan melaksanakan penilaian hasil pembelajaran;
b). Kemampuan melaksanakan penilaian selama proses
pembelajaran berlangsung”.90

g. Dimensi-dimensi Pembelajaran Efektif


Di lihat dari perspektif perkembangan kebutuhan
pembelajaran dan aksesbilitas dunia usaha atau industri, sekurang-
kurangnya ada tiga dimensi pokok yang menjadi tantangan bagi
SMP dalam penyelenggaraan pembelajaran yang efektif. Dimensi-
dimensi tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Implementasi program pendidikan dan pelatihan harus
berfokus pada pendayagunaan potensi sumber daya di sekolah,
sambil mengoptimalkan kerjasama secara intensif dengan
institusi pasangan (misalnya: dunia usaha, industri, asosiasi
profesi, balai pelatihan industri, balai pelatihan tenaga kerja
dan lain sebagainya).
2. Pelaksanaan kurikulum harus berdasarkan pendekatan yang
lebih fleksibel sesuai dengan tren perkembangan dan kemajuan
teknologi agar kompetensi yang diperoleh peserta didik selama
dan sesudah mengikuti program pendidikan dan pelatihan,
memiliki daya adaptasi yang tinggi.
3. Program pendidikan dan pelatihan sepenuhnya harus
berorientasi mastery learning (belajar tuntas) dengan

89
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah,… , h. 22.
90
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah,… , h.23.

31
melibatkan peran aktif-partisipatif para stakeholders
pendidikan.91

h. Mengajar yang Efektif


Sedangkan mengajar yang efektif adalah mengajar yang
dapat membawa belajar siswa yang efektif pula. Belajar disini
adalah aktivitas mencari, menemukan dan melihat pokok masalah.
Untuk dapat melaksanakan mengajar yang efektif menurut Slameto
diperlukan syarat-syarat yang mendukung tercapainya mengajar
efektif, yaitu:
Belajar yang efektif, guru dapat dituntut untuk menggunakan
banyak metode pada waktu mengajar, motivasi, kurukulum,
baik dan seimbang. Guru juga akan mengajar efektif apabila
selalu membuat perencanaan sebelum mengajar, guru mampu
mempertimbangkan perbedaan individual, guru harus mampu
menciptakan suasana yang demokratis, pada penyajian bahan
pelajaran pada siswa, guru perlu memberikan masalah-
masalah yang merangsang untuk berfikir, semua pelajaran
yang diberikan pada siswa perlu diintegrasikan, sehingga
siswa memiliki pengetahuan yang terintegrasi, tidak terpisah-
pisah, pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan
kehidupan yang nyata dimasyarakat, pengajaran remedial.92

Dalam mengajar efektif ini dapat dikemukakan suatu


pandangan lain yang dapat menjadi pertimbangan juga. Pandangan
ini mengatakan bahwa mengajar yang efektif perlu
mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut:
1. Penguasaan bahan pelajaran.
2. Cinta Kepada yang Diajarkan.
3. Pengalaman pribadi dan pengetahuan yang telah dimiliki
siswa
4. Variasi Metode
5. Seorang guru dapat dituntut menyadari bahwa didrinya tidak
mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pelajaran.
6. Bila guru mengajar dituntut untuk memberikan pengetahuan
yang aktual dan dipersiapkan sebaik-baiknya.
7. Guru harus berani memberikan pujian.

91
Sambas, dalam http://sambasalim.com/pendidikan/konsep-efektivitas-
pembelajaran.html, 5 Oktober 2010.
92
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, … h. 92.

32
8. Seorang guru dituntut untuk menimbulkan semangat belajar
secara individual.93

Dengan guru harus menguasai bahan pelajaran sebaik


mungkin sehingga dapat membuat perencanaan pembelajaran
dengan baik, sehingga guru yangmencintai pelajaran yang
diberikan, akan berusaha mengajar dengan efektif.
Pengetahuan yang di bawa siswa dari lingkungan keluarga
dapat memberikan sumbangan yang beasar bagi guru untuk
mengajar. Bahwa guru harus menyadari bahwa dirinya tidak
mugkin menguasai dan mendalami semua bahan pelajaran, maka
dengan variasi metode menggunakan agar tidak membosankan.
Dengan syarat-syarat atau hal-hal yang dapat diuraikan untuk
meningkatkan mengajar guru supaya efektif.

Sedangkan menurut Roestiyah untuk melaksanakan mengajar


yang efektif diperlukan sayarat-sayarat di antaranya:
Belajar secara aktif, baik mental maupun fisik, guru harus
menggunakan banyak metode ketika mengajar, motivasi,
kurikulum yang baik dan seimbang, mempertmbangkan pada
perbedaan individual, memiliki keberanian menghadapi
murid-murid juga masalah-masalah yang timbul waktu proses
belajar mengajar berlangsung, mampu menciptakan suasana
yang demokratis di sekolah, mampu memperbaiki masalah-
masalah yang merangsang anak untuk berfikir.94

3. Pembelajaran IPS
a. Pengertian Pembelajaran IPS
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, “merupakan mata
pelajaran yang membahas (mengkaji) kehidupan sosial yang
didasarkan pada komponen-komponen mata pelajaran IPS, yang

93
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, … h. 95.
94
Roestiyah, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, ( Jakarta: PT. Bina Aksara, 1989), h. 38.

33
sekitarnya tidak asing bagi kita semua untuk mengetahui atau
memahaminya”.95
Menurut Syafrudin Nurdin yang dikutip oleh Ikhwan Luthfi
dalam terjemahan Nu’man Sumantri mengartikan pendidikan IPS
yang diajarkan disekolah sebagai:
1. Pendidikan islam yang menekankan pada tumbuhnya nilai-nilai
kewarganegaraan, moral ideology Negara dan agama
2. Pendidikan IPS yang menekankan pada isi dan metode berfikir
keilmuan sosial
3. Pendidikan IPS yang menekankan pada reflective inquiry
4. Pendidikan IPS yang mengambil kebaikan-kebaikan dari butir-
butir 2 dan 3 di atas.96

Pendidikan IPS adalah “penyederhanaan atau adaptasi dari


disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora,serta kegiatan dasar manusia
yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis atau
psikologis untuk tujuan pendidikan”.97

Di sekolah-sekolah Amerika Pengajaran IPS dikenal dengan


social studies. Jadi, istilah IPS merupakan terjemahan social
studies. Dengan demikian IPS dapat diartikan dengan
“penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji
masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai
perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah,
geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik, pemerintahan
dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran.98

Pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan


humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan
disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan.99

Menurut Syafruddin Nurdin, Ilmu pengetahuan sosial adalah


salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah, mula dari
95
Ikhwan Luthfi dkk, Psikologi Sosial, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 59.
96
Ikhwan Luthfi dkk, Psikologi Sosial, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 59.
97
Sapriya, Pendidikan IPS, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), Cet. 1, h.11.
98
Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama, (Jakarta: Departemen Agama,
2009), h. 9.
99
Sapriya , Pendidikan IPS, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), … hal. 11

34
jenjang pendidikan dasar samapai ke pendidikan menegah,pada
jenjang pendidikan ini, pemberian mata pelajaran IPS
dimaksudkan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan
kemampuan praktis, agar mereka dapat menelaah mempelajari
dan mengkaji fenomena-fenomena serta masalah sosial yang ada
di sekitar mereka.100

Ada beberapa pendapat para ahli pendidikan dan IPS di


Indonesia yang memberikan pengertian IPS, diantaranya yaitu:
a. Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran
ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat
SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a)
menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya
dipelajari di Universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan
kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan, b)
mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu
sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran
yang mudah dicerna.
b. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang
merupakan fungsi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial.
Dinyatakan bahwa Ips merupakan bagian kurikulum sekolah
yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat
yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi,
sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
c. Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan
bidang studi yang menghormati, mempelajari, mengelola, dan
membahas hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah
human reletionship sehingga benar-benar dapat dipahami dan
diperoleh pemecahanya. Penyajiannya harus merupakan bentuk
yang terpadu dan berbagai ilmu sosial yang telah terpilih,
kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolah-
sekolah.101

Dengan demikian bahwa IPS ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih


dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau
bagi kelompok belajar lainnya yang sederajat. Materi dari berbagai
disiplin ilmu sosial seperti geografi, sejarah, sosiologi, antropologi
sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu-ilmu sosial

100
Syafruddin Nurdin, Model Pembelajaran yang Memperhatikan Individu Siswa dalam
Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Ciputat:Quantum Teaching, 2005), cet, ke-1, h.22
101
Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama,... h.10

35
lainnya, dijadikan bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan
dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.
Dengan demikian dari pengertian IPS diatas dapat disimpulkan
bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu bidang studi yang di
pelajaran pada jenjang pendidikan yang merupakan perpaduan dari
sejumlah mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial. Ilmu pengetahuan
sosial tersebut antara lain adalah geografi, sejarah, sosiologi,
antropologi sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu-ilmu
sosial lainnya.

b. Ruang Lingkup Kajian IPS


Secara mendasar, pembelajaran IPS berkenaan dengan
kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan
kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia memenuhi
kebutuhannya, baik kebutuhan untuk memenuhi materi, budaya,
dan kejiwaanya; memanfaatkan sumber-daya yang ada
dipermukaan bumi; mengatur kesejahteraan dan
pemerintahannya maupun kebutuhan lainnya dalam rangka
mempertahankan kehidupan masyarakat manusia.102

Jadi, “IPS mempelajari, menelaah, dan mengkaji sistem


kehidupan manusia dipermukaan bumi ini dalam konteks sosialnya
atau manusia sebagai anggota masyarakat”.103
Dengan demikian ruang lingkup pembelajaran IPS adalah yang
ada di bumi, yaitu individu dengan individu, antara manusia dan alam
sekitarnya dan antar manusia dengan kelompok.

c. Tujuan IPS
Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya
meliputi hal-hal berikut:
a. Membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang
berguna dalam kehidupan masyarakat;

102
Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama... h.11.
103
Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama... h.11.

36
b. Membekali peserta didik dengan kemampuan mengidentifikasi,
menganalisa, dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial
yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
c. Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi
dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang
keilmuan serta berbagai keahlian;
d. Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang
positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang
menjadi bagian kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
e. Membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan
kehidupan, perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu
dan teknologi.104

d. Pengertian Ilmu-Ilmu Sosial


Di bawah ini adalah pengertian dari setiap disiplin ilmu sosial,
yaitu:
a. Antropologi
Para ahli antropologi mempelajari tentang budaya manusia.
Mereka tertarik dengan kebudayaan prasejarah (kebudayaan
yang diciptakan sebelum lahirnya zaman sejarah) juga
kebudayaan pada modern saat ini. Para ahli mengkaji kebudayan
pada semua tingkat perkembangan teknologi, dari zaman
berburu dan zaman pengumpulan makanan sampai zaman
bercocok tanam dan zaman industri.105

b. Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah “suatu studi tentang bagaimana
langkahnya sumber-sumber dimanfaatkan untuk memenuhi
keinginan-keinginan manusia yang tidak terbatas”.106

c. Geografi
Para ahli geografi mempelajari permukaan bumi dan bagaimana
manusia mempengaruhi serta dipengaruhi oleh lingkungan
fisiknya. Maksudnya adalah ilmu geografi mempelajari aspek
bumi yang meliputi iklim, tanah, sumber air, penyebaran
tanaman dan binatang, dan bentuk tanah di persebaran wilayah
permukaan bumi.107

104
Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama..... h. 12
105
Sapriya, Pendidikan IPS, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), Cet. 1, h.25.
106
Sapriya, Pendidikan IPS,... h.24.
107
Sapriya, Pendidikan IPS, ... h. 25.

37
d. Sejarah
Sejarah adalah “studi tentang kehidupan manusia di masa
lampau. Para sejarawan tertarik dengan semua aspek kegiatan
manusia di masa lamapau yaitu seperti politik, hukum, militer,
sosial, keagamaan, kreativitas (seperti seni, musik, arsitektur
Islam, literarur), keilmuan dan intelektual”.108
e. Ilmu Politik
Ilmu politik meliputi pusat perhatiannya tentang tingkatan
pemerintahan (organisasi politik lainnya) atau berbagai fungsi
pemerintahan. Ilmu politik yang mempelajari tentang
pemerintahan negara maupun pemerintahan daerah,
pemerintahan pusat nasional, dan pemerintahan internasional.
Para ilmuan politik biasa mengkhususkan pada bentuk
pemerintahan nasional seperti monarki, diktator, dan
demokrasi.109

f. Psikologi
Para ahli psikologi mempelajari perilaku individu-individu dan
kelompok-kelompok kecil individu.psikologi ini di definisikan
untuk meliputi semua bentuk prilaku: manusia dan bukan
manusia, manusia normal dan obnormal, individu dan
kelompok, fisik dan mental dan secara intrinsik maupun dengan
cara dipelajari.110

g. Sosiologi
“Sosiologi mempelajari prilaku manusia dalam kelompok-
kelompok. Perhatian utamanya adalah dalam hubungan sosial
manusia prilaku manusia seperti diwujudkan sendiri dalam
perkembangan dan fungsi dari kelompok dan institusi”.111

B. Kerangka Berfikir
Pengelolaan kelas adalah sustu kelompok orang yang melakukan
kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru. Pengelolaan
kelas juga dapat diartikan suatu upaya mendayagunakan potensi kelas.

108
Sapriya, Pendidikan IPS, ... h. 26.
109
Sapriya, Pendidikan IPS,... h. 29.
110
Sapriya, Pendidikan IPS,... h. 30.
111
Sapriya, Pendidikan IPS,... h. 31.

38
Pengelolaan kelas sebagai suatu usaha yang sangat penting dan harus
mendapat prioritas oleh seorang guru dalam berbagai macam aktivitas yang
berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. Penglolaan kelas yang
efektf merupakan prasyarat yang penting bagi kegiatan intruksional yang
efektif agar seorang guru berhasil mengelola kelas hendaklah ia mampu
mengadaptasi tingkah laku siswa yang salah dan mencegah tingkah laku
demikian agar tidak terjadi.
Dengan adanya Pengelolaan kelas sebagai serangkaian tindakan yang
dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas agar proses belajar
mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Tindakan-tindakan yang
perlu dilakukan guru dalam menciptakan kondisi kelas adalah melakukan
komunikasi dan hubungan interpersonal antara guru-siswa secara timbal balik
dan efektif, selain melakukan perencanaan atau persiapan mengajar.
Mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan
dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikan ke kondisi
yang optimal jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan atau
melakukan remedial.
Pembelajaran efektif adalah suatu proses belajar mengajar, yang bisa
membuat siswa terlihat menyanangkan, apabila menerima pembelajaran
tersebut sehingga tercapainya tujuan yang di inginkan.
Dengan adanya pembelajaran efektif merupakan salah satu prediktor
mutu pendidikan. Sementara mutu pendidikian itu sendiri tidaklah mudah
didefinisikan, lebih sulit dibanding mendefinisikan mutu di bidang lainnya.
Meskipun tidak mudah didefinisikan, mutu pendidikan harus diupayakan
untuk didefinisikan, setidaknya diperlukan sebuah parameter terukur guna
memudahkan proses penjaminan mutu, monitoring dan evaluasi kegiatan
pendidikan.
Adanya pembelajaran efektif maka harus di seimbangi dengan
mengajar yang efektif berarti mencapai tujuan, siswa belajar meraih target
sesuai dengan kriteria target pada perencanaan. Mengajar yang efektif jika
siswa dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga

39
memperoleh keterampilan terbaiknya. Mengajar yang efektif berarti guru
dapat menggunakan waktu yang sesingkat-singkatnya dengan hasil setinggi-
tingginya. Jadi mengajar yang efektif berarti mengajar yang efisien.
Dengan demikian, pengelolaan kelas dan pengelolaan pembelajaran
adalah dua kegiatan yang sangat erat hubungannya, namun dapat dan harus
dibedakan satu sama lain karena tujuannya berbeda. Kalau pembelajaran
mencakup semua kegiatan yang secara langsung. yang jelas, pengelolaan
kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses
pembelajaran yang efektif.

C. Hipotesis
Untuk menguji kebenaran, penulis mengajukan Hipotesis dalam
penelitian ini adalah:
a. (Ha): Terdapat pengaruh pengelolaan kelas terhadap pembelajaran
efektif pada mata pelajaran IPS di SMP Al-Mubarak Pondok Aren.
b. (Ho): Tidak terdapat pengaruh pengelolaan kelas terhadap
pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS di SMP Al-mubarak
Pondok Aren.

40
BAB III
METODELOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu


1. Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Mubarak yang berlokasi di
Jalan Raya Pondok Aren - Jombang Tanggerang Selatan Banten
dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2011.
2. Waktu
Waktu penelitian akan diuraikan sebagai berikut:
No Tanggal Kegiatan
1. 10 Agustus 2010 Pembuatan proposal penelitian
2. 13 September 2010 Pengajuan judul skripsi baru.
3. 8 November 2010 Penyerahan Bab 1-3
4. 20 Desember 2010 Observasi lokasi penelitian
5. 3 Januari 2011 Meminta ijin penelitian ke
pihaksekolah
6. 18 Januari 2011 Menyebarkan kisi-kisi angket siswa
dan wawancara guru bidang sutudi
7. 18-23 Januari 2011 Pengolahan data.
8. 24 Januari 2011 Penyusunan laporan.

41
B. Metode Penelitian
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode korelasi
(eksplanasi). Yaitu untuk menguji hubungan antar variabel, berdasarkan jenis
data kuantitatif yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data
dengan menggunakan statistika.
Adapun pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah statistika inferensial, yaitu statistik yang mempunyai tugas untuk
mengambil kesimpulan dan membuat keputusan yang baik dan rasional,
disamping mengumpulkan data, menyajikan, menganalisis dan
mengimplimentasikan data tersebut.

C. Populasi dan Sampel


Populasi menurut Suharsimi Arikunto, “Populasi adalah keseluruhan
subjek penelitian”.112 Dalam penelitian ini penulis tidak menjadikan semua
siswa SMP Al-Mubarak Pondok Aren sebagai subjek penelitian. Akan tetapi
yang menjadi objek penelitian adalah kelas VII dengan jumlah siswa 32 siswa.
Sampel menurut suharsimi Arikunto “Sampel adalah sebagian atau
wakil populasi yang diteliti”.113 Adapun sampel yang digunakan adalah
dengan teknik cluster sampling atau kelompok. Guna menyederhanakan
proses pengumpulan dan pengolahan data penulis menggunakan teknik
sampling. Dalam penelitian ini jumlah populasi 32 yang terdiri 1 kelas yang
menjadi sampel adalah sebanyak 32 siswa.114

D. Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang terbentuk apa saja yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal
tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.115

112
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitia Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 1998), Cet XI, h. 108.
113
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, …, h. 109.
114
Sugiyono, Statisika Untuk Penelitian, (Bandung: CV ALFABETA, 1999), Cet. 2, h.
63.
115
Sugiyono, Statisika Untuk Penelitian,…h. 2.

42
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat.
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi
sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel
terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena
adanya variabel bebas.116
Dengan demikian dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel bebas atau independen ( X ), yaitu Pengelolaan Kelas
2. Variabel terikat atau dependen ( Y ), yaitu Pembelajaran Efektif.

Definisi Konseptual dan Definisi Operasional


1. Definisi Konseptual
Pengelolaan kelas adalah “merupakan keterampilan pembelajar
untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan
mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran”.117
2. Definisi Operasional
Pembelajaran efektif adalah mengajar sesuai prinsip, prosedur, dan
desain sehingga tercapai tujuan perubahan tingkah laku anak,
sedangkan belajar aktif yang dilakukan siswa adalah belajar yang
melibatkan seluruh unsur fisik dan psikis untuk mengoptimalkan
pengembangan potensi anak”.118

E. Tehnik Pengumpulan Data


“Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Penggunaan tehnik dan
alat pengumpulan data yang dapat memungkinkan diperolehnya data yang
objektif”.119

116
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian,… h. 4.
117
Martinis Yasmin, Paradigma Baru Pembelajaran, ( Jakarta: Gaung Persda Press,
2009), h. 37.
118
Syafaruddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta: Quantum
Teaching, 2005), h. 88.
119
S. Margono, Metodelogi Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005), h. 118.

43
1. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua metode
dalam pengumpulan data yaitu :
a. Wawancara
Wawancara yaitu sebuah dialog yang dilakukan “pewawancara
untuk memperoleh informasi data-data, keterangan pernyataan
yang berkaitan dengan persoalan yang diteliti dari
terwawancara”.120
b. Angket
Kuesioner (angket) “merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan dan
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. 121

2. Instrumen Penelitian
a. Instrument angket
Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket.
Adapun angket yang disusun adalah angket tertutup, yaitu
angket yang sudah disediakan alternatif jawabannya sehingga
responden tinggal memilih, hal ini akan memudahkan
responden dalam menjawab. Pertanyaan dalam angket
berpedoman pada indikator dari variabel penelitian yang yang
dijabarkan dalam beberapa butir soal, semua butir soal dalam
angket berupa pertanyaan obyektif sehingga responden tinggal
memberi tanda silang (
yang dianggap paling sesuai dengan keadaannya. Dalam
angket ini disediakan empat alternative jawaban. Setiap butir
soal diberi skor masing-masing yaitu :

120
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,… h. 197.
121
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &
D, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 199.

44
Skor untuk jawaban
a. Selalu = 4
b. Sering = 3
c. Kadang-kadang = 2
d. Tidak Pernah = 1
Penyesuaian butir-butir angket didasarkan atas kisi-kisi
angket yang telah disesuaikan pada tebel 1 dengan landasan teori
yang telah dikaji dan dikembangkan. Setelah angket disusun, butir-
butir angket tersebut diuji cobakan kepada sejumlah siswa untuk
mengetahui validitas dan realibilitas instrument-instrumen,
sehingga dengan kriteria tertentu dapat ditentukan butir instrument
yang dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan. Pada
penelitian ini angket uji coba diujikan pada siswa kelas VII di
SMP Al-Mubarak Pondok Aren.
Tabel 1
Kisi-kisi Instrumen Variabel tentang Pengaruh Pengelolaan Kelas dan
Pembelajaran Efektif

No Variabel Dimensi Indikator No. Item Jumlah


Pengelolaan a. Tujuan Pengelolaan a. Menyediakan fasilitas 1 1
Kelas Kelas belajar
b. Menggunakan fasilitas 2 1
belajar
c. Alat-alat belajar 3,4 2
d. Kondisi bekerja dan 5 1
Belajar
e. Interaksi belajar 6,7 2
mengajar
f. Membina dan 8,9 2
membimbing
b. Pendekatan a. Ancaman 10 1
Pengelolaan Kelas b. Perubahan tingkah 11 1
laku 1
c. Hubungan sosial 12 1
d. Kekuasaan 13 1
e. Kebebasan 14 1
c. Prinsip-prinsip a. Hangat dan antusias 15 1
Pengelolaan Kelas b. Tantangan 16 1
c. Penanaman disiplin 17,18 2

45
d. Keterampilan a. Kondisi kelas 19 1
Mengelola Kelas b. Sikap tanggap 20,21 2
c. Membagi perhatian 22,23 2
d. Memberikan petunjuk- 24,25 2
petunjuk yang jelas
e. Teguran 26,27 2
f. Memberi penguatan 28 1
g. Pengelolaan kelompok 29,30 2
2. Pembelajara a. Upaya a. Perlunya bimbingan 31 1
n Efektif Meningkatkan b. Kondisi dan Stratrgi 32,33 2
Pembelajaran belajar
Efektif c. Metode belajar 34,35,36 3
d. Mepersiapkan 37 1
pembelajaran
e. Melaksanakan 38 1
pembelajaran
f. Interaksi belajar 39,40 2
mengajar
b. Metode a. Memahami situasi 41 1
Pembelajaran yang dalam belajar
Efektif b. Merencanakan tugas- 42 1
tugas
c. Melaksanakan 43 1
kegiatan belajar
d. Merencanakan 44 1
pembelajaran
e. Mengevaluasi kegiatan 45,46 2
belajar mengajar
c. Aspek-aspek a. Penguasaan bahan 47,48 2
Mengajar Efektif pelajaran
b. Pengalaman pribadi 49,50 2
dan pengetahuan yang
dimiliki
Jumlah 50

b. Instrument wawancara
Wawancara dilakaukan secara langsung oleh penulis kepada
responden yang merupakan guru bidang studi IPS. Daftar pertanyaan
sudah disediakan oleh peneliti:

46
Tabel 2
Kisi-kisi Instrument Wawancara

No Indikator No. Item


1. Pembelajaran 1
2. Alat-alat belajar 2,3
3. Metode 4,5
4. Kondisi belajar dan belajar 6,7
5. Teguran 8
6. Pengelolaan kelompok 9,10
7. Penanaman disiplin 11
8. Pengelolaan kelas 12
9. Bimbingan 13
10. Mengevaluasi kegiatan belajar mengajar 14,15
Jumlah 15

F. Tehnik Analisis Data


Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap dari lapangan, tahap
berikutnya adalah tahap analisa data. Untuk mengelola data penulis
menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Deskripsi Data
Untuk menjelaskan gambaran dalam penelitian ini, berikut
akan dijabarkan deskripsi data berupa rentang sekor, rata-rata, standar
deviasi, dan modus. Selain itu, data akan disajikan dalam bentuk
distribusi frekuensi dan histogram untuk memperjelas deskripsi
masing-masing variabel yang diteliti.
2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Setelah data terkumpul makna dilakukan tahap analisis data
yaitu, peneliti berusaha untuk memberikan uraian mengenai hasil
penelitiannya. Dalam analisis data di lakukan beberapa tahapan yang
meliputi:

47
a. Uji Validitas
Skala pengelolaam kelas sebelum diujikan harus ditentukan
validitasnya. Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan
tepat atau sahih, yakni sejauh mana ketepatan dan kecamatan suatu
alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.122 Untuk memperoleh
pengujian hipotesis yang valid dan obyektif diperlukan data yang
memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Uji validitas
dilakukan dengan menghitung korelasi antara masing-masing
pernyataan dengan skor total dengan menggunakan rumus teknik
korelasi Product Moment. Rumus adalah sebagai berikut:123
∑) (− ∑x ∑ y )
N ( xy
Rxy = rxy =
[N x ∑ ( −x∑2 )] [ N
2

y 2 −( ∑ y ) 2 ]

Keterangan:
rxy = Angka Indeks korelasi “r” Product Moment.
N = Number of Cases.
∑XY = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan Y.
∑X = Jumlah seluruh skor X.
∑Y = Jumlah seluruh skor Y.

Setelah dilakukan penghitungan uji validitas instrument


pengelolaan kelas sebanyak 30 item, diperoleh 16 yang valid atau
dipakai dan 14 butir item yang tidak valid. pengolahan data ini
digunakan uji validitas dengan rumus teknik korelasi tersebut,
dengan menggunakan Sofware SPSS 15.00 For Windows dengan
entre method.

122
Ahmad Sofyan, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN
Jakarta Press, 2006), Cet. 1, h. 105.
123
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2006), Cet. 16. h. 206.

48
b. Reliabilitas
Setelah dilakukan standarisasi nilai instrument, kemudian
dilakukan penguji reliabilitas, instrument pengelolaan kelas dengan
menggunakan rumus metode belah dua (split halp method) sebagai
berikut:
2rxy
rhit =
1 + ry
Nilai tersebut diperoleh dengan mencari terlebih dahulu
nilai rxy dengan menggunakan rumus “r” Product Moment, yaitu:
∑) (− ∑x ∑ y )
N ( xy
rxy =
[N x ∑ ( −x∑2 )] [ N
2

y 2 −( ∑ y ) 2 ]

Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y.
N = Number of Cases.
∑XY = Jumlah perkalian X dan Y.
∑X = Jumlah skor dalam distribusi X.
∑Y = Jumlah skor dalam distribusi Y.
∑X = Jumlah Kuadrat dari X.
∑Y = Jumlah kuadrat dari Y.

Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas terhadap 16 item


yang valid, pengolahan data ini digunakan reliabilitas dengan
rumus teknik korelasi tersebut, dengan menggunakan Sofware
SPSS 15.00 For Windows dengan entre method.

3. Uji Prasyarat Analisis Data


Dalam penelitian ini pengujian prasyarat analisis yang
digunakan penulis adalah uji normalitas. uji normalitas data dilakukan
dengan menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov (KS).

49
perhitungan data tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan
komputer yaitu program SPSS 15.00.
a. Uji Normalitas Data.
Uji normalitas merupakan uji prasarat analisis data yang
digunakan untuk mengetahui apakah data yang diteliti
berdistribusi normal atau tidak. pengujian dilakukan dengan
menggunkan rumus Liliefors dan pengambilan keputusan data
normal atau tidak, dapat ditentukan dengan mengunakan dua cara:
1) Dengan membandingkan skor KS hitung dengan KS tabel:
a.Jika niali KS hitung <KS tabel, maka Ho di tolak dan Ha
diterima artinya data normal.
b. Jika niali KS hitung >KS tabel, maka Ho di terima dan
Ha ditolak artinya data tidak normal.
2) Dengan teknik probabilitas:
a.Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan
nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≤ Sig), maka Ho di tolak
dan Ha diterima artinya data normal.
b. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan
nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≥ Sig), maka Ho di
terima dan Ha ditolak artinya data tidak normal.
Pada penelitian ini pengambilan keputusan untuk uji
normalitas dengan menggunakan teknik probabilitas.
b. Metode Suksesi Interval
Metode ini di tujukan untuk menaikan data ordinal menjadi
interval. Untuk perhitungan ini menggunakan rumus sebagai
berikut:124
Rumus:
~
(X − x )
Ti = 50 + 10 i
S

124
Riduwan, M.B.A, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti
Pemula, (Bandung: Alfabeta 2007), Cet. 4, h. 131.

50
Dari perhitungan prasarat analisis terbukti bahwa data itu
adalah normal dan sudah di tingkatkan menjadi interval maka
penulis menggunakan korelasi Product Moment

4. Pengujian Hipotesis
Uji hipotesis mencakup uji korelasi signifikansi dan koefesien
determinasi. Secara rinci dijabarkan sebagai berikut:
a. Uji Korelasi
Untuk menganalisa hubungan kedua variable digunakan
teknik analisis korelasional Bivariat dengan rumus product
Moment dari Karl Pearson, rumus tersebut sebagai berikut:125
∑) (− ∑x ∑ y )
N ( xy
rxy =
[N x 2 ∑ ( −x∑
)2 ] [N ∑
y 2 −( ∑ y ) 2 ]

Keterangan:
r = Angka Indeks korelasi “r” Produck Moment.
N = Number of Cases.
∑XY = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan Y.
∑X = Jumlah seluruh skor X.
∑Y = Jumlah seluruh skor Y.

Pengolahan data digunakan teknik analisa korelasional


dengan rumus product moment tersebut, juga dilkukan dengan
software SPSS 15.00 For Windows dengan entre method.
Terhadap angka indeks korelasi yang telah diperoleh dari
perhitungan (proses komputasi) dapat diberikan interpretasi atau
penafsiran tertentu. Interpretasi secara sederhana terhadap angka
indeks korelasi “r” Product Moment (rxy),126 pada umumnya
dipergunakan pedoman sebagai berikut pada tabel 3 di bawah ini:

125
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan……., h. 206.
126
Anas Sudijono, Pengantar Statistik...., h. 190.

51
Tabel 3
Interpretasi Angka Indeks Korelasi “r” Product Moment
Besarnya “r”
Interpretasi
Product Moment
0,00 - 0,20 Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat
korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau
rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap
tidak ada korelasi).

0,20 – 0,40 Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat


korelasi, lemah atau rendah.

0,40 – 0,70 Antara Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelasi yang sedang atau cukup.

0,70 – 0,90 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi


yang kuat atau tinggi.

0,90 - 1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi


yang sangat kuat atau sangat tinggi.

b. Koefesien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar konstribusi variable X
terhadap Y digunakan rumus sebagai berikut:
Rumus Koefesien determinan

KD = r2 x 100%
Keterangan:
KD = Konstribusi Diterminasi (Kontribusi Variabel X Terhadap
Variable Y)
r2 = Koefesien korelasi antara variable X terhadap varian
Untuk mengetahui besarnya koefesien diterminasi (KD)
dan tingkat linieritas hubungan variable X dan Variabel Y juga
menggunakan Software SPSS 15.00 For Windows dengan entre
method.

52
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP AL-Mubarak


1. Sejarah SMP Al-Mubarak
Yayasan Al-Mubarak didirikan pada tahun 1964 di Bendung Hilir
Jakarta Pusat dan memulai pengembangan dakwahnya dalam bidang
pendidikan pada tahun 1964 dengan salah satu pendirinya yaitu :
KH. Abdullah Bin Syarmili dan KH. Abdurrahman Bin H. Muasyim
(keduanya telah Almarhum).
Pembentukan yayasan pendidikan Al-mubarak dilatar belakangi
oleh keinginan beliau untuk memajukan masyarakat yang berwawasan
Intelektual tanpa melupakan ajaran dan nilai-nilai Islam di Era Globalisasi
dan Modernisasi yang sebagaimana dalam sabda Rasulullah disebutkan
antara lain : “pendidikan itu adalah modal yang di tanamkan tanpa
mengenal akhir karena mencakup kehidupan di dunia dan akhirat”.
Untuk merealisasikan cita-citanya inilah sebagai langkah awal
beliaubeliau mendirikan pendidikan tingkat TK, SD, SLTP Al-mubarak
yang berdomisili di ibu kota Negara Republik Indonesia tepatnya di
Bendungan Jatiluhur Jakarta Pusat. Dalam perjalanannya mendapat respon
positif dari masyarakat dan mengalami perkembangan, hal mana sebagai
salah satu bukti yang nyata yaitu dengan menyusul didirikannya
pendidikan Madrasah Tsanawiyah Al-Mubarak di lingkungan masjid Al-
Mubarak.

53
Yayasan Al-Mubarak dibawah kepengurusan KH. Abdurrahman
telah mengantisipasi sejak dini, bahwa untuk memperluas pengembangan
dalam bidang pendidikan perlu memiliki lokasi barudalam wilayah
BOTABEK untuk mengikuti pengembangan pemukuman, yakni di daerah
Pondo Aren Tangerang Selatan dengan pemikiran untuk tetap
berpartisipasi dalam pembangunan di bidang pendidikan, hal ini
berdasarkan atas pertimbangan bahwa pada lokasi tersebut perlu adanya
fasilitas pendidikan yang memadai, maka didrikan TK, SD, SMP dan
SMU Islam Al-mubarak beserta rumah dinas guru dan karyawan dalam
satu lokasi, yang luas arealnya kurang lebih 9350 m2 dan telah diresmikan
hari ahad tanggal 11 april 1993 dengan pembukaan awal tahun pelajaran
1993 atau 1994.
Mudah-mudahan Yayasan pendidikan Al-Mubarak dapat
menghasilkan siswa-siswi calon-calon mahasiswa yang selain terampil
dalam ilmu pengetahuan, juga mengamalkan ajaran agama islam secara
baik dan benar, berbakti kepada Allah, kepada orang tua dan beramal
sholeh untuk masyarakat, Bangsa dan Negara, sehingga tercipta “Baldatun
Thayyibatun Wa Robbun Ghofuur”.
Adapun tujuan sekolah tersebut adalah merupakan acuan dalam
mengembangkan kurikulum KTSP dan merupakan jabaran dari Visi dam
Misi sekolah agar komunikatif dan bisa diukur sebagai berikut :
1. Mewujudkan peserta didik yang taat beragama dan berakhlak mulia
2. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan peserta didik
3. Mewujudkan prestasi nilai ujian Nasional dengan rata-rata 6.00
4. Meningkatkan prestasi peserta didikdalam bidang seni dan budaya
yang sesuai dengan norma-norma agama
5. Mewujudkan peserta didik yang sadar lingkungan
6. Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan kejenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Tujuan sekolah tersebut secara bertahap akan di monitoring, di
evaluasi dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu. Untuk mecapai

54
Standar Kopetensi Kelulusan (SKL) sekolah menengah pertamadi
bakukan secara Nasional sebagai berikut:
1. Meyakini, memahami dan menjalankan ajaran agama yang diyakini
dalam kehidupan
2. Mampu berbahasa inggris secara aktif
3. Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai seni dan olahraga
sesuai pilihannya
4. Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih
5. Mampu mengapresiasikan komputer aktifuntuk program Microsoft
Word, Exel dan Desain Grafis
6. Mampu melanjutkan ke SMA / SMK / MA terbaik sesuai
pilihannya melalui pilihannya melalui pencapaian target pilihan
yang di tentukan sendiri
7. Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kopetensi Akademik
dan non Akademik di tingkat Kecamatan, Kota Madya, Propinsi
dan Nasional
Selama Berdirinya Sekolah Menengah Pertama Al-Mubarak
Pondok Aren, telah terjadi.

2. Visi dan Misi


Menjadikan sekolah sebagai sumber daya manusia (SDM) yang
memiliki integritas keilmuan dan berakhlak mulia.
a. Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah seperti:
1. Berorientasi ke depan dengan memperlihatkan potensi
keinginan
2. Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat
3. Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah
4. Mendorong adanya perubahan menjadi lebih baik
5. Mengarahkan langkah-langkah strategi sekolah

55
b. Misi merupakan kegiatan jangka panjang yang masih perlu di
uraikan menjadi beberapa kegiatan yang memiliki tujuan yang
lebih jelas. Misi tersebut adalah :
1. Mempersiapkan pesrta didik dengan memacu aspek intelektual
2. Membentuk kepribadian peserta didik dan jasmaninya
sehingga mampu menunjang tinggi nilai keilmuan dengan
akhlak mulia.127

3. Struktur Organisasi SMP Al-Mubarak Pondok Aren Tangerang


Selatan
Gambar 1
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP AL MUBARAK
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Kepala Sekolah
H. Nahrawi Mughni. S.Pd.I

Unit Perpustakaan Tata Usaha dan Administrasi


Reni Septiati. S.Pd M. Hafni dan Nur Hasanah

WK. UR. Kurikulum WK. UR. Sarana &


Drs. Naidin WK. UR. Kesiswaan
Prasarana
Abdul Aziz. SH H. Abdullah

Wali Kelas VII-1 : Neneng Supiyati. SE


Wali Kelas VIII-1 : Popon Rupaidah. S. Ag
Wali Kelas IX-1 : Idah S.Pd
Wali Kelas IX-2 : H. Abdullah. S. Pd

GURU

SISWA

127
Nahrawi Mughni, Kepala SMP Al-Mubarak, Dokumentasi Sekolah, Tangsel, 18
Januari 2011

56
1. Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah
Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan administrasi dan
supervisor. Adapun tugas kepala sekolah adalah sebagai berikut:
a. Menyusun perencanaan.
b. Mengorganisasikan kegiatan.
c. Mengarahkan kegiatan.
d. Mengkoordinasikan kegiatan.
e. Melaksanakan pengawasan.
f. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan.
g. Mengatur proses belajar mengajar.
h. Menjalin hubungan atau komunikasi antara sekolah, yayasan,
masyarakat dan dunia usaha.
i. Melaksanakan kebijakan yang diputuskan yayasan.
j. Membuat laporan secara berkala maupun insidentil.
2. Fungsi dan Tugas Bidang Kurikulum
Bidang kurikulum berfungsi membentu kepala sekolah dalam
urusan penglolaan kegiatan sekolah. Adapun tugas bidang kurikulum
adalah sebagai berikut:
a. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.
b. Menyusun pembagian tugas dan jadwal pelajaran.
c. Mengatur menyusun program pengajaran (program tahunan,
program semester, program bulanan, dan penyesuaian
kurikulum).
d. Mengarahkan penyusunan satuan pembelajaran atau silabus.
e. Mengatur pelaksanaan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakulikuler.
3. Fungsi dan Tugas Bidang Kesiswaan
Bidang kesiswaan berfungsi membantu kepala sekolah dalam
urusan kesiswaan. Adapun tugas bidang kurikulum adalah seagai
berikut :
a. Bertanggung jawab terhadap kegiatan kesiswaan.
b. Bertanggung jawab terhadap kegiatan ekskul.

57
c. Sebagai pembinan OSIS.
d. Membina dan menyelesaikan permasalahan siswa setelah dari
Bidang Kurikulum.
4. Fungsi dan Tugas Tata Usaha Keuangan
Adapun tugas tata usaha administrasi adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui jumlah guru.
b. Mencatat dan mengarsipkan surat masuk dan surat keluar
c. Menyediakan format penerimaan raport, menghitung kehadiran
guru, rekap kehadiran siswa, guru dan karyawan.
d. Mengatur pengisisan papan data.
e. Mengisi buku induk, klaper, mutasi siswa dan sebagainya.
f. Mendistribusikan dan menerima kembali buku kumpulan nilai atau
leger dari guru kelas.
5. Fungsi dan Tugas Tata Usaha Keuangan
Adapun tugas-tugas tata usaha keuangan antara lain :
a. Menerima SPP dan uang komputer.
b. Mengetahui masuk dan keluarnya uang.
c. Bertanggungan jawab atas administrasi penerimaan SPP dan
komputer.
d. Menyusun administrasi uang SPP dan komputer, biaya ulangan
semester, biaya ujian akhir sekolah, dan lain-lain.
e. Merekap prosentase pemasukan SPP dan komputer tiap akhir bulan
f. Menyimpan arsip-arsip yang berkenaan dengan keuangan.
g. Membuat RAPBS beserta Kepala Sekolah dan yang terkait.
6. Fungsi dan Tugas Guru Kelas dan Guru Bidang Studi
Guru bertanggung jawab kepada sekolah dan mempunyai tugas
melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan
efisien. Adapun tugas – tugas guru antara lain :
a. Membuat perangkat program pengajaran
b. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan blok,
ulangan harian, ulangan umum, dan ujian akhir sekolah.

58
c. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
d. Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi
tanggung jawabnya.

4. Keadaan Guru dan Siswa-Siswi


a. Keadaan Guru
Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu
lembaga pendidikan. Karena figur seorang guru baik dalam ruang
gerak nya maupun aktivitasnya selalu diperhatikan oleh siswa. Oleh
karena itu, guru merupakan salah satu faktor yang dapat nenunjang
keberhasilan program pendidikan.
Jumlah guru yang ada di SMP Al-Mubarak adalah 16 orang,
dengan jumlah guru perempuannya 8 orang, dan guru laki-laki 8
orang, berikut ini data-data tentang guru SMP Al-Mubarak pada
tabel 4 di bawah ini:
Tabel 4
Data Guru dan Karyawan SMP Al-Mubarak
Tahun ajaran 2010-2011
Tahun
Jabatan dan Guru
No Nama Guru Pend. Terakhir Mulai
Bindang Studi
Mengajar
1. H. Nahrawi Mughni, S.Pd. I Kepala Sekolah S1 (PAI) 1993
Wakil Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran
2. Drs. Naidin F Qur’an Hadits S1 (B. Arab) 1993
Guru Baca Tulis
Qur’an (BTQ)
Guru Mata Pelajaran
IPS
3. Dra. Rohayati S1 (IPS) 1993
Guru Mata Pelajaran
PKN
Guru Mata Pelajaran
4. Dra. Romlah S1 (B.Inggris) 1993
Bahasa Inggris
Guru Mata Pelajaran
IPA
5. Amat Salim, S.Pd S1(Matematika) 1993
Guru Mata Pelajaran.
Matematika
Guru Mata Pelajaran
6. H. Abdullah, S.Pd S1(Matematika) 1994
Matematika

59
Guru Mata Pelajaran
Agama
Guru Mata Pelajaran
7. Popon Rupaedah, S.Ag S1(PAI) 1997
SBK
Guru Baca Tulis
Qur’an (BTQ)
Guru Mata Pelajaran
8. Nur Rahmah, S.Pd S1(B.Indonesia) 2001
Bahasa Indonesia
Guru Mata Pelajaran
Penjaskes
9. Abdul Aziz, SH S1(Hukum) 2002
Guru Mata Pelajaran
PKN
Guru Mata Pelajaran
10. M. Rusdin, SE Administrasi S1(Ekonomi) 2002
Pembukuan
Guru Mata Pelajaran
11. M. Iqbal, S.Pd S1(TIK) 2003
TIK
Guru Mata Pelajaran
IPS
12. Neneng Supiati, SE S1(Ekonomi) 2002
Guru Mata Pelajaran
PKK
Guru Mata Pelajaran
13. Reni Septiati, S.Pd S1(B.Inggris) 2001
Bahasa Inggris
Guru Mata Pelajaran
14. Idah, S.Pd S1(Biologi) 2006
IPA
Guru Mata Pelajaran
15. Siti Jumroh, S.Pd S1(B.Indonesia) 2008
Bahasa Indonesia
Guru Mata Pelajaran
Fiqih
16. Amrullah, S.Pd.I S1(B.Arab) 2010
Guru Mata Pelajaran
Aqidah Akhlak
17. M. Hafni Tata Usaha SMEA 1993
18. Nur Hasanah Tata Usaha SMEA 1993
19. M. Ato Penjaga Sekolah SMP 2005
20. M. Andi Penjaga Sekolah SMP 2005

Pada tabel 4 di atas, bahwa SMP Al-Mubarak terdiri dari


Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, 2 guru Mata Pelajaran Qur’an
Hadits, Baca Tulis Qur’an (BTQ), IPS, 2 guru pada Mata pelajaran
PKN, 2 Guru Mata Pelajaran IPS, 1 Guru Mata Pelajaran Bahasa
Inggris, 2 Mata Pelajaran IPA, 2 Guru Mata Pelajaran Matematika,
1 Guru Mata Pelajaran Agama Islam, 1 Guru Mata Pelajaran SBK, 2

60
Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, 1 Guru Mata Pelajaran
Penjaskes, 1 Guru Mata Pelajaran Administrasi Pembukuan, 1 Guru
Mata Pelajaran TIK, 1 Guru Mata Pelajaran PKK, 1 Guru Mata
Pelajaran Bahasa Inggris, 1 Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak, 1
Guru Mata Pelajaran Fiqih. Dan 2 Tata Usaha, 2 Penjaga Sekolah.
Pada tabel 4 di atas bahwa jumlah guru yang berpendidikan
tingkat S1 ada 16 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 8
perempuan.

b. Keadaan Siswa-siswi
Adapun jumlah siswa-siswi SMP Al-Mubarak pada tahun
ajaran 2010-2011 adalah orang, dan waktu pembelajarannya
dilakukan pada pagi hari, dapat di lihat pada tabel 5 di bawah ini :

Tabel 5
Keadan Siswa-siswi Pada Tahun 2010/2011

Tahun Ajaran 2010-2011


Kelas Jumlah
VII 32
VIII 35
IX.1 27
IX.2 26
Jumlah 120

Peserta didik (murid) adalah faktor yang sangat penting


dalam proses belajar mengajar, sebab peserta didik merupakan
subyek yang mendukung keberhasilan sebuah pendidikan disamping
penunjang lainnya. Berdasarkan wawancara dengan Kepala SMP Al-
Mubarak, jumlah murid kelas VII adalah 32 orang, kelas VIII jumlah

61
siswanya 35 orang, kelas IX terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa
sebanyak 53 orang.128

5. Keadaan Karyawan
Keberadaan karyawan sangat diperlukan dalam suatu lembaga
pendidikan, karena dapat membantu terlaksanya proses belajar mengajar
yang baik dan kondusif, seandainya tidak ada orang yang menangani
masalah diluar pengajaran yang khusus, maka kegiatan pendidikan
disuatu sekolah tikan akan berjalan dengan baik dan terlaksana sesuai
dengan apa yang diharapkan.
Keadaan karyawan di SMP Al-Mubarak adalah berjumlah 6
orang, diantaranya 2 (dua) orang sebagai tata usaha (TU), 2 (dua) orang
sebagai pengurus sekolah dan 2 (dua) orang Scurity (Satpam). Berikut ini
data-data tentang staf dan karyawan SMP Al-Mubarak pada tabel 6 di
bawah ini:
Tabel 6
Data karyawan (non guru) SMP AL-MUBARAK

Jenis kelamin
No Jabatan Pendidikan Jumlah
Lk Pr
1 Bendahara SMA 1 1
2 Tata Usaha SMA 1 1
3 Bag. Perpus S1 1 1
4 Bag. Pelaksana SMP 2 2
5 Satpam SMP 2 2
Jumlah 5 2 7

128
Nahrawi Mughni, Kepala SMP Al-Mubarak, Dokumentasi Sekolah , Tangsel, 18
Januari 2011

62
6. Unit Kegiatan Siswa
Untuk meningkatkan potensi dan bakat siswa diluar bidang
akademis maka terdapat banyak unit kegiatan di SMP Al-Mubarak yang
dapat menjadi wahana penyaluran berbagai keterampilan yang siswa
miliki. Berikut data kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Al-
Mubarak pada tabel 7 di bawah ini:
Tabel 7
Kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMP Al-Mubarak
No. Kegiatan Ekstrakurikuler Keterangan
1. Komputer Aktif / Ada
2. Olah Raga Aktif / Ada
3. Seni Lukis Aktif / Ada
4. Seni Musik Aktif / Ada
5. Pramuka Aktif / Ada
6. Palang Merah Aktif / Ada
7. Seni Tari Aktif / Ada
8. Baca Tulis Qur’an (BTQ) Aktif / Ada

7. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana merupakan kebutuhan primer yang
keberadaannya tidak kalah penting dengan unsur-unsur lainnya bagi
siswa-siswi dalam melangsungkan proses pembelajaran. Berdasarkan
observasi yang dilakukan fasilitas pendidikan yang melengkapi sarana
pembelajaran di SMP Al-Mubarak sebagai berikut pada tabel 8 di bawah
ini :

63
Tabel 8
Keadaan Sarana Dan Prasarana Sekolah
Kondisi
No Nama Bangunan
Bangunan
1. Ruang Kepala Sekolah Baik
2. Ruang Guru Baik
3. Ruang Tata Usaha Baik
4. Ruang Belajar Baik
5. Ruang Laboratorium Baik
6. Ruang Myshalah Baik
7. Ruang Osis Baik
8. Sarana Upacara Baik
9. Kamar Mandi / WC Baik
10. Ruang Komputer Baik
11. Ruang Gudang Baik
12. Ruang Perpustakaan Baik
13. Kantin Baik
14. Lapangan Olahraga Baik

Dari tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa sarana dan prasarana


yang dimiliki SMP Al-Mubarak sudah dikatakan memadai dalam
menunjang kegiatan proses belajar mengajar.129

8. Kurikulum
Kurikulum yang menjadi acuan di SMP Al-Mubarak untuk kelas
VII sampai kelas IX adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
untuk SMP.

129
Nahrawi Mughni, Kepala SMP Al-Mubarak, Dokumentasi Sekolah, Tangsel, 18
Januari 2011.

64
Tabel 9
Struktur Kurikulum KTSP SMP Al-Mubarak

No Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran Keterangan


Standar Inovasi
1 Pendidikan Agama Islam 2 2 -
2 Bahasa Inggris 2 2 -
B.
3 IPS 2 2 -
C.
4 Matematika 3 3 -
5 Bahasa Indonesia 2 2 -
6 IPA 3 3 -
7 Fisika 3 3 -
8 Kimia 3 3 -
9 Komputer 2 2 -
10 Kewirausahaan 2 2 -
11 Seni Budaya 2 2 -
12 Penjasor 2 2 -
13 Pkn 2 2 -
Jumlah 30 30 -

D. Deskripsi Data
1. Deskripsi Data Pengelolaan kelas (Variabel X)
Untuk menjelaskan gambaran dalam penelitian ini, berikut akan
dijabarkan deskripsi data berupa rentang skor, rata-rata, standar deviasi.
Dan modus. Selain itu, data akan disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi dan histogram untuk memperjelas deskripsi dapat di lihat pada
tabel 10 berikut:

65
Tabel 10
Data Pengelolaan Kelas
Deskripsi Nilai
Nilai Maksimum 101
Nilai Minimum 63
Mean 83,22
Median 85,50
Modus 91
Standar Deviasi 9,820

Berdasarkan tabel 10 tersebut di atas, menunjukkan bahwa


perolehan skor angka dari 32 responden dengan perolehan data yang
valid untuk variabel (X) persepsi siswa tentang pengelolaan kelas pada
mata pelajaran IPS adalah maksimum 101, minimum 63, mean 83,22
mediannya 85,50 modus 91 dengan standar deviasi 9,820.
Jika dibuat rentang skor pengelolaan kelas dengan jumlah 32
orang semuanya valid, maka dapat dilihat bahwa frekuensi dan presntasi
skor pengelolaan kelas yang memperoleh angka, 63, 65, 69, 70, 72, 75,
77, 78, 80, 84, 87, 88, 89, 90, 93, 94, 95, dan 101masing-masing 1 orang
(31%), angka 74, 76, dan 81 masing-masing 2 orang (6,3%), angka 92
masing-masing 3 orang (9,4%), dang angka 91 masing-masing 5 orang
(15,6%). Untuk lebih jelasnya data tentang frekuensi dan presentasi
variabel bebas (X) Pengelolaan kelas pada mata pelajaran IPS pada tabel
11 berikut:

66
Tabel 11
Frekuensi Skor Pengelolaan Kelas (Variabel X)
Valid
Frequency Percent Percent Cumulative Percent
Valid 63 1 3,1 3,1 3,1
65 1 3,1 3,1 6,3
69 1 3,1 3,1 9,4
70 1 3,1 3,1 12,5
72 1 3,1 3,1 15,6
74 2 6,3 6,3 21,9
75 1 3,1 3,1 25,0
76 2 6,3 6,3 31,3
77 1 3,1 3,1 34,4
78 1 3,1 3,1 37,5
80 1 3,1 3,1 40,6
81 2 6,3 6,3 46,9
84 1 3,1 3,1 50,0
87 1 3,1 3,1 53,1
88 1 3,1 3,1 56,3
89 1 3,1 3,1 59,4
90 1 3,1 3,1 62,5
91 5 15,6 15,6 78,1
92 3 9,4 9,4 87,5
93 1 3,1 3,1 90,6
94 1 3,1 3,1 93,8
95 1 3,1 3,1 96,9
101 1 3,1 3,1 100,0
Total 32 100,0 100,0

Jika dibuat tingkat atau level pengelolaan kelas pada mata pelajaran
IPS sebanyak 32 orang adalah sebagaimana dapat di lihat pada tabel 12
berikut:
Tabel 12
Indek Tingkat Pengelolaan Kelas
No Rentangan Skor Level atau Jumlah %
Pengeloaan Kelas Tingkat Hasil Skor
1 96-106 Sangat Tinggi 1 3,125%
2 85-95 Tinggi 15 46,875%
3 74-84 Sedang 11 34,375%
4 63-73 Rendah 5 15,625%
Jumlah 32 100%

67
Berdasarkan perhitungan perolehan rata-rata skor pengelolaan kelas
pada mata pelajaran IPS sebesar 83,22. Untuk lebih memperjelas tabel 12,
di bawah ini disajikan histogram data gambaran pengelolaan kelas.

Gambar 2
Histogram Distribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas

H is to g r a m

12

D
10
F re q u e n c y

M e a n = 8 3 .2 2
S td . D e v . = 9 .8 2
N =32
0
60 70 80 90 100 110
JUM LAH

Dari gambar 2 di atas terlihat sekitar 3,125 % siswa yang mendapat


skor 96-106 dengan jumlah siswa sebanyak 1 orang dan tingkat
pengelolaan kelas yang sangat tinggi, skor 85-95 sebesar 46,875% dengan
jumlah siswa sebanyak 15 orang dan tingkat pengelolaan kelas tinggi, skor
74-84 sebesar 34,375% dengan jumlah siswa sebanyak 11 orang dan
tinggat pengelolaan kelas yang sedang, skor 63-73sebesar 15,625%
dengan jumlah siswa sebanyak 5 orang dan tingkat pengelolaan kelas yang
rendah. Maka persentase terbesar terdapat pada skor 85-95 yaitu 46,875%
dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang dan tingkat pengelolaan kelas
yang tinggi. Dengan demikian dapat diinterprestasikan bahwa skor yang
berada pada interval 85-95 merupakan skor yang presentasenya paling
banyak yaitu 46,875%.

68
2. Deskripsi Data Pembelajaran Efektif (Variabel Y)
Untuk menjelaskan gambaran dalam penelitian ini, berikut akan
dijabarkan deskripsi data berupa rentang skor, rata-rata, standar deviasi.
Dan modus. Selain itu, data akan disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi dan histogram untuk memperjelas deskripsi dapat di lihat pada
tabel 13 berikut:
Tabel 13
Data Pembelajaran Efektif
Deskripsi Nilai
Nilai Maksimum 75
Nilai Minimum 44
Mean 59,94
Median 59,00
Modus 59
Standar Deviasi 8,610

Berdasarkan tabel 13 tersebut di atas, menunjukkan bahwa


perolehan skor dari responden untuk variabel pembelajaran efektif yang
berjumlah 32 orang adalahnilai maksimum 75, minimum 44, nilai mean
59,94, medianya 59,00, modusnya 59, standar deviasi 8,610.
Jika dibuat rentang skor rata-rata angka nilai pembelajaran efektif
yang semuanya valid, maka dapat dilihat bahwa frekuensi dan persentasi
scoer pembelajaran efektif yang memperoleh angka 75, 72, 69, 66, 64,
62, 57, 53, 51, 50, 44, sebanyak 1 orang (3,1%), skor 70, 68, 55, 54
sebanyak 2 orang (6,3%), dan skor 71, 56, 48, sebanyak 3 orang (9,4%).
Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 14 berikut:

69
Tabel 14
Frekuensi Scoer Pembelajaran Efektif (Variabel Y)

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent


Valid 44 1 3,1 3,1 3,1
48 3 9,4 9,4 12,5
50 1 3,1 3,1 15,6
51 1 3,1 3,1 18,8
53 1 3,1 3,1 21,9
54 2 6,3 6,3 28,1
55 2 6,3 6,3 34,4
56 3 9,4 9,4 43,8
57 1 3,1 3,1 46,9
59 4 12,5 12,5 59,4
62 1 3,1 3,1 62,5
64 1 3,1 3,1 65,6
66 1 3,1 3,1 68,8
68 2 6,3 6,3 75,0
69 1 3,1 3,1 78,1
70 2 6,3 6,3 84,4
71 3 9,4 9,4 93,8
72 1 3,1 3,1 96,9
75 1 3,1 3,1 100,0
Total 32 100,0 100,0

Jika dibuat tingkat atau level pembelajaran efektif pada mata


pelajaran IPS sebanyak 32 orang adalah sebagaimana dapat di lihat pada
tabel 15 berikut:

Tabel 15
Indek Tingkat Pembelajaran Efektif
No Rentangan Skor Level/Tingkat Jumlah %
Pengelolaan Kelas Hasil Skor
1 68-75 Sangat Tinggi 10 31,25%
2 60-67 Tinggi 3 9,375%
3 52-59 Sedang 13 40,625%
4 44-51 Rendah 6 18,75%
Jumlah 32 100%

70
Berdasarkan perhitungan perolehan rata-rata skor pembelajaran
efektif pada mata pelajaran IPS sebesar 59,94. Untuk lebih memperjelas
tabel 15, di bawah ini disajikan histogram data gambaran pembelajaran
efektif mata pelajaran IPS.

Gambar 3
Histogram Distribusi Frekuensi Pembelajaran Efektif

H is to g r a m

6
F re q u e n c y

M e a n = 5 9 .9 4
S td . D e v . = 8 .6 1
N = 3 2
0
4 0 5 0 6 0 7 0 8 0
J u m la h

Dari gambar 3 di atas terlihat sekitar 31,25% siswa yang


mendapat skor 68-75 dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang dan
tingkat pengelolaan kelas yang sangat tinggi, skor 60-67 sebesar 9,375%
dengan jumlah siswa sebanyak 3 orang dan tingkat pengelolaan kelas
tinggi, skor 52-59 sebesar 40,625% dengan jumlah siswa sebanyak 13
orang dan tinggat pengelolaan kelas yang sedang, skor 44-51 sebesar
18,75% dengan jumlah siswa sebanyak 6 orang dan tingkat pengelolaan
kelas yang rendah. Maka persentase terbesar terdapat pada skor 52-59
yaitu 40,625% dengan jumlah siswa sebanyak 13 orang dan tingkat
pengelolaan kelas yang sedang. Dengan demikian dapat
diinterprestasikan bahwa skor yang berada pada interval 52-49
merupakan skor yang presentasenya paling banyak yaitu 40,625%.

3. Deskripsi Data Hasil Korelasi


Deskripsi data hasil korelasi antara pengelolaan kelas (Variabel X)
dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS (Variabel Y) yang di

71
lakukan di SMP Al-Mubarak dengan menggunakan bantuan Sofware
SPSS 15.00 For Windows dengan teknik Enter Method, yaitu dengan
cara memasukkan data variabel X (Pengelolaan Kelas) dan Variabel Y
(Pembelajaran Efektif) kedalam form yang tersedia pada program
tersebut, seperti dapat dilihat pada tabel 16 berikut:
Tabel 16
Variables Entered atau Removed (b)
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Pembelajaran Efektif Enter

a. All requested variables entered


b. Dependent Variable: Pengelolaan Kelas

Setelah kedua variabel sebagaimana telah dideskripsikan pada


deskripsi data pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif dienter
(dimasukan) ke dalam program SPSS 15.00 tersebut, maka menghasilkan
keluaran korelasi antara pengelolan kelas (Variabel X) dan pembelajaran
efektif (Variabel Y).
Output data yang dihasilkan dari program SPSS 15.00 For
Windows ternyata bahwa korelasi antara pengelolaan kelas (Variabel X)
dan pembelajaran efektif (Variabel Y) maka memperoleh angka koefesien
korelasi Person Correlation dengan rumus Produck Moment sebesar 0,739
dengan tingkat kepercayaan 0,05. Hal ini dapat dilihat pada tabel 17
berikut ini:

72
Tabel 17
Hasil Perhitungan Korelasi Antara Pengelolaan Kelas Dan
Pembelajaran Efektif
Pengelolaan Pembelajaran
Pengelolaan Pearson Correlation 1 0,739(**)
Sig. (2-tailed) 0,000
N 32 32
Pembelajaran Pearson Correlation 0,739(**) 1
Sig. (2-tailed) 0,000
N 32 32
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

4. Deskripsi Data Kontribusi Pengelolaan Kelas terhadap Pembelajaran


Efektif pada Mata Pelajaran IPS di SMP Al-Mubarok.
Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara pengelolaan kelas
dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS menunjukan dengan
tingkat korelasi R (rxy) sebesar 0,739, maka hasil perhitungan kontribusi
(R Square/Koefesien Determinasi) atau pengaruh pengelolaan kelas
(Variabel X) terhadap pembelajaran efektif (Variabel Y) adalah R2x100 %
= 0,739x100%= 54,6%.
Tabel 18
Model Summary (b)
Adjusted R
Model R R Square Square Std. Error of the Estimate
1 0,739(a) 0,546 0,531 6,727

a Predictors: (Constant), Pembelajaran


b Dependent Variable: Pengelolaan

73
C. Uji Prasyarat Analisis Data
1. Uji Normalitas
Dalam Penelitian ini pengujian prasyarat analisis yang digunakan
penulis adalah uji normalitas. Uji normalitas data dilakukan dengan
menggunakan stastistik Kolmogorov-Smirnov (KS). Perhitungan data
tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer yaitu program
SPSS 15.00.
Hasil pengujian normalitas data dengan rumus liliefors untuk
masing-masing variabel terlihat pada tabel 19 berikut:

Tabel 19
Hasil Uji Normalitas Data
Variabel Asymp.sig Taraf signifikansi 5% Keputusan
Pengelolaan Kelas 0,913 0,05% Normal
Pembelajaran Efektif 0,781 0,05% Normal

Pada tabel 19 di atas, dapat diketahui nilai probabilitas Sig untuk


variabel pengelolaan kelas sebesar 0,913 dan variabel untuk pembelajaran
efektif sebesar 0,781 dengan demikian nilai probabilitas Sig dari kedua
variabel di atas (pengelolaan kelas terhadap pembelajaran efektif) lebih
besar dari nilai probabilitas 0,05.

2. Metode Suksesi Interval


Metode ini di tujukkan untuk menaikan data ordinal menjadi
interval. Untuk perhitungan ini menggunakan rumus sebagai berikut:130

Ti= 50+10(Xi - x)
S

130
Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Penelitian Pemula,
(Bandung: Alfabeta, 2007), Cet.4, h. 131.

74
Dari perhitungan prasyarat analisis terbukti bahwa data itu adalah
normal dan sudah di tingkatkan menjadi interval maka penulis
menggunakan korelasi product moment.

D. Analisis dan Interprestasi Data


1. Pengelolaan Kelas
Berdasarkan deskripsi data pengelolan kelas siswa SMP Al-
Mubarok yang berjumlah 32 orang, menunjukkan bahwa skor yang
tertinggi pada posisi tinggi sebanyak 46,875% dengan rentangan 85-95.
Hal ini menggambarkan bahwa pengelolaan kelas cukup baik.
Berdasarkan deskripsi data, analisis data dan interprestasi data
tersebut di atas, maka dengan demikian bahwa permasalahan pertama
dalam skripsi ini tentang bagaimanakah tingkat pengelolaan kelas telah
terjawab.

2. Pembelajarann Efektif pada Mata Pelajaran IPS


Berdasarkan deskripsi data pembelajaran efektif siswa pada mata
pelajaran IPS, menunjukkan bahwa skor pembelajaran efektif yang
tertinggi pada posisi sedang sebanyak 40,625% dengan rentangan 52-59.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran efektif belum cukup baik oleh
sebab itu diperlukan perencanaan pembelajaran yang efektif untuk lebih
baik lagi.
Berdasarkan deskripsi data, analisis data dan interprestasi data
tersebut di atas, maka dengan demikian bahwa permasalahan kedua
dalam skripsi ini tentang bagaimanakah pembelajaran efektif pada mata
pelajaran IPS telah terjawab.

3. Pengaruh Pengelolaan Kelas dan Pembelajaran Efektif pada mata


pelajaran IPS
Berdasarkan deskripsi data tersebut di atas bahwa hasil korelasi
antara pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran

75
IPS sebesar 0,739%. Angka hasil korelasi tersebut sesuai dengan tabel 20
tentang Interprestasi nilai r menunjukkan bahwa korelasi antara
pengeloaan kelas (Variable X) dengan pembelajaran efektif pada mata
pelajaran IPS (Variabel Y) terdapat korelasi yang cukup. Dengan
rendahnya korelasi pengelolaan kelas dan pembelajaran efektif pada mata
pelajaran IPS, maka semua hal yang dapat menumbuhkan dan
mengembangkan motivasi siswa, baik berasal dari individu, orang tua,
teman-teman dan lingkungannya dituntut terus menerus untuk
ditingkatkan, agar hasil belajar terus meningkat sesuai dengan yang
diharapkan.
Tabel 20
Interprestasi Nilai r
Besarnya “r” Product
Interpretasi
Moment

0,800-1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelasi, yang sangat tinggi.

0,600-0,800 Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelasi yang cukup.

0,400-0,600 Antara Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelasi yang agak rendah.

0,200-0,400 Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelas yang rendah.

0,000-0,200 Antara variabel X dan variabel Y terdapat


korelasi akan tetapi korelasi itu sangat rendah
atau sangat rendahnya sehingga korelasi itu
diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara
variabel X dan Y.

4. Kontribusi Pengeloaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif Pada Mata


Pelajaran IPS
Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara pengelolaan kelas
(variabel X) dan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS (variabel Y)
menunjukkan dengan tingkat korelasi R (rxy) sebesar 0,739% dan R Square

76
atau (Koefesien Diterminasinya) adalah 54,6%. Hal ini menunjukkan bahwa
pengelolaan kelas memberi kontribuksi terhadap pembelajaran efktif pada
mata pelajaran IPS sebesar 54,6%. Sedangkan selebihnya di pengaruhi faktor
lain yaitu presentasi instruksional, harapan guru terhadap siswa, kemampuan
kognitif siswa, cara guru memotivasi siswa, latihan-latihan yang sesuai,
banyaknya waktu yang dihabiskan untuk belajar, umpan balik, instruksi yang
adaptif, evaluasi yang progresif, perencanaan cara pengajaran oleh guru,
kepahaman siswa terhadap pelajaran dan tugas yang diberikan.

77
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengelolaan kelas terhadap
pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPS dapat kesimpulan sebagai
berikut:
1. Pengelolaan kelas di SMP Al-Mubarak, hal ini ditunjukkan dengan
nilai rata-rata skor dari penelitian untuk variabel kemampuan
pengelolaan kelas yang diperoleh dengan hasil nilai maksimum101,
minimum 63, mean 83,22, median 85,50, modus 91 dan standar
deviasi 9,82. Dengan demikian pengelolaan kelas di SMP Al-Mubarak
dengan nilai rata-rata skor dari penelitian untuk variabel kemampuan
pengelolaan kelas yang di peroleh sebesar 83,22%.
2. Pembelajaran efektif di SMP Al-Mubarak hal ini ditunjukkan dengan
memperoleh nilai dengan rat-rata skor penelitian variabel
pembelajaran efektif yaitu nilai maksimum 75, minimum 44, mean
59,94, median 59,00, modus 59, dan standar deviasi 8,610. Dengan
demikian pembelajaran efektif di SMP Al-Mubarak dengan nilai rata-
rata sebesar 59,94%.
3. Terdapat hubungan positif antara variabel X (Pengelolaan Kelas), dan
variabel Y (Pembelajaran Efektif), dengan memeperoleh nilai
koefisien korelasi sebesar 0,739, dengan perolehan nilai tersebut
hubungan kedua variabel dikatagorikan sebagai hubungan positif

78
signifikan dengan katagori cukup. Hungungan yang positif tersebut
dinyatakan dengan adanya kontribusi variabel X (Pengelolaan Kelas)
terhadap variabel Y (Pembelajaran Efektif) melalui koefisien
determinasi. Dari perhitungan koefisien determinasinya adalah 54,6%.
Hal ini dicerminkan bahwa pengeloaan kelas hanya dapat memberikan
kontribusi atas pembelajaran efektif sebesar 54,6%.
Jadi dengan demikian dari hasil yang telah di teliti, bahwa ada
pengaruh positif antara pengelolaan kelas terhadap pembelajaran
efektif pada mata pelajaran IPS di SMP Al-Mubarak Pondok Aren.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian penulis lakukan, ada beberapa hal yang
penulis sarankan yaitu
1. Untuk siswa-siswi SMP Al-Mubarak lebih di tingkatkan lagi belajar
kalian. Boleh kita belajar untuk mendapat pujian, hadiah, dan yang
lainnya. Tetapi, akan lebih baik belajarlah karena ingin mengetahui
seluk beluk suatu masalah selengkap-lengkapnya. Maka dari itu
tanamkanlah dalam diri kalian prinsip “hidup untuk belajar”.
2. Untuk guru SMP Al-Mubarak, hendaknya lebih memperhatikan lagi
masalah tugas kelompok siswa. Hendaknya siswa diberi tugas
kelompok walaupun satu bulan sekali supaya emosional antar siswa
semakin erat satu sama lain, dan berilah perhatian yang sama pula
pada tiap-tiap kelompok. Supaya tiadak terjadi kecemburuan antar
kelompok yang ada.
3. Untuk Kepala Sekolah sebagai manager sekolah hendaknya secara
intensif memberikan motivasi dan bimbingan kepada guru-guru untuk
selalu lebih meningkatkan maganemen kelas atau pengelolaan kelas.

79
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, Ilmu Sosial Dasar, (Jakarta: PT Asadi Mahasatya, 2003).

Aswandi, Pembelajaran Efektif, dalam http://starawaji.wordpress.com/.

Afandi, Muhammad, dalam http://sdn3bangunharja. blogspot. com/ perencanaan


pembelajaran.html.

Arikunto, Suharsimi, Pengelolaan Kelas dan Siswa, (Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 1996).

, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka


Cipta, 1998), Cet XI.

Daradjat, Zakiah, Metodologi Pengajaran Agama Islam”, ( Jakarta: Bumi


Aksara, 1999).

Djiwandono, Wuryani, Esti, Sri, Psikologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan,


(Jakarta: PT. Grasindo, 2006).

Djamarah, Bahri, Syaiful, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif,
(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005).

Fathurohman, Pupuh, Strategi Belajar Mengajar- Strategi Mewujudkan


Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep
Islami, (Badung: PT.Refika Aditama, 2007).

Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksa, 2003), Cet.
VI.

Harsanto, Radno, Pengelolaan Kelas yang Dinamis, (Yogyakarta: Kanisius,


2007).

Isjoni, Pembelajaran Visioner, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007).

Ismail, SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang:


Rasail Media Group, 2008).

Iskandar, Psikologi Pendidikan, (Cipayung-Ciputat: Gaung Persada, 2009).

Jamridafrizal, Konsep Dasar Pengelolaan Kelas, dalam http://www.scribd. com/


doc, 17 September 2010.

80
Maisah, dan Yamin Martinis, Manajemen Pembelajaran Kelas”, (Jakarta: Gaung
Persada, 2009).

Margono. S, Metodelogi Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005).

Mudjiono dan Dimyati, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta,


2006), Cet. III.

Nadir dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 edisis pertama, (Jakarta: Departemen


Agama, 2009).

Nata, Abuddin, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta:


Prenada Media Group, 2009).

Nurdin, Syafruddin, Model Pembelajaran yang Memperhatikan Individu Siswa


dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Ciputat:Quantum Teaching, 2005),
cet, ke-1

Probadi A. Benny, Langkah Penting Merancang Kegiatan Pembelajaran,


(Jakarta: PT. Dian Rakyat, 2009)

Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Penelitian


Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2007).

Rudy, dalam http://cafebaca.blogspot.com, pengelolaan-kelas.html, 17 September


2010.

Rohani, Ahmad , Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004).

Sabri, Ahmad, Stategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Ciputat: PT.
Ciputat Press, 2010).

Sapriya, Pendidikan IPS, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), Cet. 1.

Semiawan, Conny, Tangyong dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, (Jakarta:


PT. Gramedia, 1985).

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta,


2003).

Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo


Persada, 2006), Cet. 16.

Suryosobroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002).

Sugiyono, Metode Penilitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R & D, (Bandung: Alfabeta,2010), cet.ke-10.

81
Tedy, Pembelajaran Efektif, dalam http://gurupembaharu.com/home/,

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, (Jakarta: Prenada


Media Group, 2009).

Usman ,Uzher M, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,


2005).

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,


(Jakarta: CV, Mini Jaya Abadi, 2003).

Wahidin, dalam http://makalahkumakalahmu.wordpress.com.

Yasmin, Martinis, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press,


2009).

Zain Aswan , dan Djamarah Bahri Syaiful, Strategi Belajar mengajar, (Jakarta:
PT. Rineka Cipta, 2006).

Zulfiani dkk, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN


Jakarta, 2009).

http://aguswibisono.com/2010/efektif dan efesien.

http://gurupembaru.com

http://sunartombs.wordpress.com/pakem-pembelajaran-aktif-kreatif-efektif-dan-
menyenangkan.

http://www.bloggaul.com/rinra/readblog/Implementasi-metode-pembelajaran-
aktif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan-pada-mata-pelajaran-matemati.

http://krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri-pembelajaran.

http://blog.persimpangan.com/blog.

82
Lampiran 1

UJI COBA INSTRUMEN PENGELOLAAN KELAS

Nama : ……………………..
Kelas : ……………………..
Hari/ Tgl : ……………………..

A. Pengelolaan Kelas

Petunjuk
1. Tulislah nama dan kelasmu dengan lengkap!
2. Isilah angket ini dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan isi hatimu!
3. Jawabanmu dalam angket ini tidak akan mempengaruhi hasil pembelajaran
IPS!
4. Berikanlah tanda
5. Periksa kembali jawabanmu sebelum dikumpulkan kepada peneliti!

Keterangan:
a. S = Selalu c. KD = Kadang-kadang
b. SR = Sering d. TP = Tidak Pernah

NO PERTANYAAN S SR KD TP
Pengelolaan Kelas
1. Guru mata pelajaran IPS menyediakan fasilitas
belajar yang bisa membuat suasana belajar menjadi
lebih menyenangkan.
2. Guru mata pelajaran IPS mengguanakan fasilitas
belajar, mampu mendukung siswa untuk belajar
lebih kreatif.
3. Dengan menggunakan alat-alat belajar yang di
gunakan mampu mengembangkan kreativitas siswa.
4. Alat-alat belajar yang digunakan guru dalam
pembembelajaran membuat siswa menjadi jenuh.
5. Dengan kondisi belajar yang berisik apakah
membuat siswa menjadi nyaman untuk belajar.
6. Saya akan berani bertanya kepada guru bidang studi
IPS jika ada penjelasan materi yang tidak saya

83
pahami
7. Ketika guru bidang studi IPS sedang menjelaskan
materi, saya akan memperhatikan dan mendengarkan
penjelasan tersebut deangan baik.
8. Guru bidang studi IPS memberi pembinaan dengan
memotifasi siswa agar berani bertanya.
9. Guru mata pelajaran IPS tidak membimbing di saat
pembelajaran berlangsung.
10 Guru mata pelajaran IPS memberi teguran kepada
siswanya yang nakal dengan memberi ancaman,
sehingga membuat siswa takut.
11. Perubahan tingkah laku siswa yang tidak sesuai
aturan, guru menegur dengan tegas.
12. Terjalinnya hubungan antara guru dengan siswa
ataupun siswa dengan siswa dengan baik.
13. Jika terjadi keributan guru mata pelejaran IPS
menenangkan dan meminta siswa untuk tidak berisik
atau gaduh.
14. Guru mata pelajaran IPS memberi kebebasan untuk
mendapatkan bahan belajar dimana saja yang sesuai
dengan materi.
15. Sebelum pembelajaran di mulai guru mata pelajaran
IPS membuka pembelajaran dengan permainan atau
tebak-tebakan, sehingga membuat siswa antusias
untuk belajar.
16. Guru mata pelajaran IPS memberi tantangan apabila
ada yang bisa menjawab pertnyaan, akan di berikan
nilai tambahan.
17. Sebelum pembelajaran di mulai guru mata pelajaran
IPS memeriksa kondis kelas dan siswa.
18. Sebelum pembelajaran dimulai guru mata pelajaran
IPS membuat aturan dalam pembelajaran
berlangsung tidak ada yang mengobrol.
19. Dengan kondisi kelas yang tidak bersih, apakah
membuat siswa menjadi nyaman untuk belajar.
20. Guru mata pelajaran IPS memperhatikan segala
aktivitas siswa di dalam kelas.
21. Guru mata pelajaran IPS memeriksa tugas-tugas
sekolah yang siswa kerjakan.
22. Guru mata pelajaran IPS memberikan perhatian
secara individu kepada siswa disaat mengajar di
dalam kelas.
23. Ketika menerangkan pelajaran, apakah guru mata
pelajaran IPS memberikan perhatian yang sama
kepada semua siswa di kelas.

84
24. Apakah guru mata pelajaran IPS memberikan tugas
dengan petuntuk-petuntuk yang jelas.
25. Guru mata pelajaran IPS menyampaikan pelajaran
dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh siswa.
26. Guru mata pelajaran IPS menegur hanya tertuju
kepada siswa yang menggangu pelajaran.
27. Pada saat jam pelajaran sedang berlangsung, apakah
guru mata pelajaran IPS memberi teguran kepada
siswa yang kurang aktif mengikuti pelajaran
28. Teguran yang diberikan guru mata pelajaran
berdampak positif terhadap tingkah laku siswa.
29. Selain tugas individu, apakah guru mata pelajaran
IPS memberikan tugas kelompok kepada siswanya.
30. Pada saat mengerjakan tugas kelompok, guru mata
pelajaran IPS juga membagi perhatian yang sama
kepada tiap-tiap kelompok.

85
Lampiran 2
Responden No Soal Jumlah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 A1 2 2 3 1 1 3 3 1 2 4 4 4 4 1 1 4 2 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 2 87
2 A2 4 2 2 1 1 2 2 3 1 2 4 4 3 2 1 4 1 4 1 4 3 3 2 4 2 4 3 2 3 3 77
3 A3 4 4 2 1 1 4 4 4 1 1 4 4 4 1 2 4 4 3 1 4 4 4 4 2 4 4 2 4 2 4 91
4 A4 4 4 2 1 1 2 2 3 1 3 3 4 3 2 3 3 2 3 1 4 3 2 3 4 4 3 4 4 2 1 81
5 A5 3 4 3 2 1 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 2 3 4 1 4 3 2 4 4 4 3 2 4 3 4 90
6 A6 4 2 3 1 4 2 4 4 4 1 4 4 4 1 1 2 2 4 1 4 2 4 2 4 4 4 4 4 2 2 88
7 A7 2 3 2 1 2 3 4 3 1 1 2 3 3 2 2 3 2 3 1 4 4 2 2 4 3 2 2 3 2 3 74
8 A8 2 1 1 3 2 2 3 4 2 1 3 4 2 2 2 3 1 3 1 4 3 4 1 3 2 1 4 3 1 1 69
9 A9 4 4 2 1 1 3 4 4 1 1 4 4 3 2 1 2 3 4 1 4 3 4 2 4 4 3 4 4 2 1 84
10 A10 1 1 4 1 4 4 4 3 1 3 4 4 3 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 4 4 4 3 3 1 1 70
11 A11 2 3 2 1 2 3 4 3 1 1 2 3 3 2 2 3 2 3 1 3 4 2 2 4 3 3 2 3 2 3 74

12 A12 4 4 2 1 1 3 4 4 1 1 4 4 4 4 2 4 2 4 1 4 4 1 4 4 4 3 4 4 2 4 92

13 A13 3 4 3 2 3 2 4 3 3 4 2 4 2 3 4 2 4 2 1 4 4 4 3 1 2 4 3 2 4 3 89

14 A14 2 3 2 1 1 4 3 4 3 1 4 3 4 3 1 2 3 2 3 1 4 3 4 4 4 4 3 1 2 2 81

15 A15 3 2 1 1 1 3 3 2 1 1 4 4 4 3 2 3 1 4 1 4 3 2 1 3 4 4 3 4 2 2 76

16 A16 3 4 2 1 1 3 4 4 3 3 4 4 4 3 2 3 2 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 94

17 A17 2 2 4 1 1 2 2 4 2 1 4 2 4 1 2 2 1 4 1 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 78

18 A18 4 4 4 2 1 4 4 2 1 3 3 4 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 2 3 92

19 A19 2 4 4 2 4 2 4 4 1 3 3 4 3 2 4 4 2 4 3 3 2 3 4 4 4 2 4 3 2 3 93

86
20 A20 4 4 2 2 1 4 4 3 1 1 4 4 4 1 2 4 4 3 1 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 2 91

21 A21 2 2 3 1 1 4 3 4 1 2 4 4 4 1 1 4 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 91

22 A22 3 4 2 1 3 2 4 3 1 4 3 4 3 1 2 2 2 3 1 4 3 3 4 4 3 3 3 1 2 2 80

23 A23 4 4 2 1 3 4 4 4 1 1 1 1 3 3 2 2 3 4 1 1 4 4 3 1 2 1 1 1 3 3 72

24 A24 2 2 3 1 1 4 3 2 1 4 4 3 3 2 1 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 2 65

25 A25 2 2 3 1 1 2 3 2 1 4 4 3 3 2 1 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 2 63

26 A26 3 2 2 1 4 3 3 4 1 2 4 3 4 1 2 4 2 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 4 92

27 A27 3 2 2 1 4 2 3 4 1 2 4 3 4 1 2 3 2 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 4 91

28 A28 1 1 2 2 1 2 3 4 1 3 2 4 4 1 1 2 1 1 2 4 4 3 4 3 4 4 2 4 2 3 75

29 A29 4 4 4 2 2 2 3 4 1 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 101

30 A30 4 3 4 2 2 4 4 1 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 2 3 2 3 95

31 A31 4 4 4 1 2 2 3 2 1 2 4 4 4 4 2 4 1 4 1 3 4 3 4 4 2 4 4 4 2 4 91

32 A32 3 1 4 2 2 1 3 3 4 4 4 2 1 3 2 2 3 4 3 1 3 2 4 2 2 1 1 3 4 2 76

87
Lampiran 3
DATA HASIL SKOR PENELITIAN PENGELOLAAN KELAS
No Soal
No Responden Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 A1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 60
2 A2 3 4 3 2 4 2 4 2 3 4 4 4 3 4 4 3 53
3 A3 2 2 2 2 2 1 4 4 4 2 4 2 4 4 3 2 44
4 A4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 4 54
5 A5 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 1 4 58
6 A6 3 2 1 2 4 1 1 2 3 2 4 2 4 4 0 3 41
7 A7 4 2 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 -1 2 41
8 A8 4 1 1 2 4 1 3 3 4 1 2 3 2 3 -2 2 37
9 A9 3 4 2 3 4 1 4 4 4 4 4 1 4 2 -3 3 50
10 A10 4 1 1 2 4 1 1 2 2 4 4 1 4 4 -4 4 42
11 A11 4 2 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 -5 2 41
12 A12 4 4 4 3 4 1 4 4 4 3 4 4 4 4 -6 2 56
13 A13 3 3 2 4 2 2 2 3 3 2 3 4 3 3 -7 2 44
14 A14 2 2 2 3 2 1 2 4 3 3 4 2 2 3 -8 4 41
15 A15 4 2 1 2 1 1 3 2 2 3 3 3 4 3 -9 3 39
16 A16 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 -10 4 55
17 A17 3 3 2 1 2 2 3 2 1 4 2 2 3 2 -11 3 36
18 A18 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 3 -12 4 55
19 A19 4 4 3 3 3 4 3 4 4 2 4 3 4 4 -13 3 55
20 A20 2 2 2 2 2 1 4 4 4 2 4 2 4 4 -14 2 44
21 A21 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 -15 4 56
22 A22 4 4 3 2 2 2 3 2 4 3 4 3 3 2 -16 3 46
23 A23 1 3 1 2 4 2 4 2 3 4 2 3 3 4 -17 3 42
24 A24 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 3 -18 2 34
25 A25 2 3 1 1 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 -19 2 32
26 A26 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 4 3 4 4 -20 2 44
27 A27 3 2 2 2 1 3 3 2 4 4 2 2 4 4 -21 3 44
28 A28 4 1 2 3 2 1 1 2 2 4 4 2 2 1 -22 2 37
29 A29 4 4 2 2 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 -23 4 56
30 A30 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 4 4 -24 3 56
31 A31 4 3 3 2 2 1 1 3 4 3 4 3 4 4 -25 3 46
32 A32 2 4 3 3 1 2 3 3 4 1 3 2 2 1 -26 2 39
1 A1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 60

88
Lampiran 4
TABEL BUTIR ANGKET PENGELOAAN KELAS YANG VALID
Soal Butir Angket Jumlah Valid/invalid
A1 Pearson Correlation ,523(**) ** Valid
Sig. (2-tailed) ,002
N 32
A2 Pearson Correlation ,541(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A3 Pearson Correlation ,359(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,097
N 32
A4 Pearson Correlation ,441(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,300
N 32
A5 Pearson Correlation ,442(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,012
N 32
A6 Pearson Correlation ,352(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,011
N 32
A7 Pearson Correlation ,414(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,048
N 32
A8 Pearson Correlation ,450(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,018
N 32
A9 Pearson Correlation ,504(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,010
N 32
A10 Pearson Correlation ,374(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,003
N 32
A11 Pearson Correlation ,709(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,199
N 32
A12 Pearson Correlation ,375(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A13 Pearson Correlation ,560(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,034
N 32
A14 Pearson Correlation ,457(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,009
N 32
A15 Pearson Correlation ,491(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,004
N 32
A16 Pearson Correlation ,488(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,005
N 32

89
TABEL BUTIR ANGKET PEMBELAJARN EFEKTIF YANG VALID

Soal Butir Angket Jumlah Valid/invalid


A1 Pearson Correlation ,372(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,036
N 32
A2 Pearson Correlation ,605(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A3 Pearson Correlation ,546(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A4 Pearson Correlation ,610(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A5 Pearson Correlation ,564(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A6 Pearson Correlation ,577(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A7 Pearson Correlation ,572(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A8 Pearson Correlation ,639(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A9 Pearson Correlation ,455(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,009
N 32
A10 Pearson Correlation ,464(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,008
N 32
A11 Pearson Correlation ,439(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,012
N 32
A12 Pearson Correlation ,601(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A13 Pearson Correlation ,618(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 31
A14 Pearson Correlation ,538(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,002
N 32
A15 Pearson Correlation ,443(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,011
N 32
A16 Pearson Correlation ,600(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32

90
Lampiran 5

UJI COBA INSTRUMEN PEMBELAJARAN EFEKTIF

Nama : ……………………..
Kelas : ……………………..
Hari/ Tgl : ……………………..

B. Pembelajaran Efektif

Petunjuk
6. Tulislah nama dan kelasmu dengan lengkap!
7. Isilah angket ini dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan isi hatimu!
8. Jawabanmu dalam angket ini tidak akan mempengaruhi hasil pembelajaran
IPS!
9. Berikanlah tanda pada kolom!
10. Periksa kembali jawabanmu sebelum dikumpulkan kepada peneliti!

Keterangan:
S = Selalu KD = Kadang-kadang
SR = Sering TP = Tidak Pernah

1. Guru mata pelajaran IPS mengawasi serta


membimbimbing sewaktu siswa belajar.
2. Suasana pembelajaran IPS sangat menyenangkan,
karena sarana belajar mencukupi.
3. Guru mata pelajaran IPS menyampaikan pelajaran
dengan cara-cara yang lebih menarik.
4. Pembelajaran pada mata pelajaran IPS dengan diskusi
dapat memperdalam pengetahuan untuk
mengemukakan pendapat.
5. Dengan memalui demontrasi dalam pembelajaran IPS
dapat menimbulkan ide-ide baru.
6. Pembelajaran pada mata pelajaran IPS melalui
sosiodrama dapat lebih memahami materi yang
disampaikan.

91
7. Guru mata pelajaran IPS mempersiapkan pembelajaran
dengan menggunakan media.
8. Pada mata pelajaran IPS pembelajaran berlangsung
dengan baik dan aktif.
9. Guru mata pelajaran IPS melibatkan siswa untuk
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
10. Guu mata pelajaran IPS memberi contoh dalam
menyampaikan materi sehingga mudah dipahami
siswa.
11. Guru mata pelajaran IPS akan menjelaskan materi
berikutnya setelah siswanya sudah paham atas
penjelasan tersebut.
12. Guru mata pelajaran IPS memberikan tugas-tugas
sesuai materi yang di sajikan.
13. Guru mata pelajaran IPS melaksanakan kegiatan
belajar dengan sangat terencana sesuai dengan materi.
14. Guru mata pelajaran IPS melaksanakan pembelajaran
dengan waktu yang tepat.
15. Setiap kali Guru mata pelajaran IPS menjelaskan
materi, kemudian guru menguji pemahaman pada
materi tersebut kepada siswa.
16. Sebelum dan sesudah guru mata pelajaran IPS
mengevaluasi materi pembelajaran.
17. Guru mata pelajaran IPS menguasai bahan materi yang
akan di sampaikan kepada siswa.
18. Penguasaan bahan pelajaran yang di kuasai guru mata
pelajaran IPS sesuai dengan materi yang di ajarkan.
19. Pengetahuan materi yang di ketahui siswa dapat
memberikan pengetahuan yang lebih untuk siswa lain.
20. Suatu pengalaman guru mata pelajaran IPS di jadikan
bahan pengetahuan untuk siswa.

92
Lampiran 6

DATA SKOR HASIL UJI COBA INSTRUMEN PEMBELAJARAN EFEKTIF


Responden No Soal Jumlah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 A1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 75
2 A2 3 4 3 2 4 2 4 2 3 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 66
3 A3 2 2 2 2 2 1 4 4 4 3 4 4 2 4 4 2 4 4 3 2 59
4 A4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 1 4 68
5 A5 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 71
6 A6 3 2 1 2 4 1 1 2 3 4 4 4 2 4 4 2 4 4 3 3 57
7 A7 4 2 4 2 2 2 2 3 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 2 54
8 A8 4 1 1 2 4 1 3 3 4 3 2 2 1 2 4 3 2 3 1 2 48
9 A9 3 4 2 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 3 1 4 2 3 3 64
10 A10 4 1 1 2 4 1 1 2 2 4 4 4 4 4 2 1 4 4 3 4 56
11 A11 4 2 4 2 2 2 2 3 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 2 54
12 A12 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 72
13 A13 3 3 2 4 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 56
14 A14 2 2 2 3 2 1 2 4 3 4 3 4 3 4 3 2 2 3 2 4 55
15 A15 4 2 1 2 1 1 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 53
16 A16 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 69
17 A17 3 3 2 1 2 2 3 2 1 4 4 1 4 2 3 2 3 2 1 3 48
18 A18 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 70
19 A19 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 68
20 A20 2 2 2 2 2 1 4 4 4 3 4 4 2 4 4 2 4 4 3 2 59
21 A21 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 71
22 A22 4 4 3 2 2 2 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 2 2 3 62
23 A23 1 3 1 2 4 2 4 2 3 4 2 4 4 2 3 3 3 4 1 3 55
24 A24 3 2 2 2 1 2 2 3 2 4 3 3 2 2 4 2 2 3 2 2 48
25 A25 2 3 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 44
26 A26 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 2 2 59
27 A27 3 2 2 2 1 3 3 2 4 4 4 4 4 2 3 2 4 4 3 3 59
28 A28 4 1 2 3 2 1 1 2 2 3 4 4 4 4 3 2 2 1 4 2 51
29 A29 4 4 2 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 70
30 A30 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 71
31 A31 4 3 3 2 2 1 1 3 4 3 2 2 3 4 3 3 4 4 2 3 56
32 A32 4 3 3 1 2 3 3 4 4 4 1 1 3 2 2 2 1 3 2 48 96

93
Lampiran 7

DATA HASIL UJI COBA INTSRUMEN PEMBELAJARAN EFEKTIF


No Responden No Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 14 16 17 18 19 20 Jumlah
1 A1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 75
2 A2 3 4 3 2 4 2 4 2 3 4 4 4 3 4 4 3 66
3 A3 2 2 2 2 2 1 4 4 4 2 4 2 4 4 3 2 59
4 A4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 1 4 68
5 A5 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 71
6 A6 3 2 1 2 4 1 1 2 3 2 4 2 4 4 3 3 57
7 A7 4 2 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 54
8 A8 4 1 1 2 4 1 3 3 4 1 2 3 2 3 1 2 48
9 A9 3 4 2 3 4 1 4 4 4 4 4 1 4 2 3 3 64
10 A10 4 1 1 2 4 1 1 2 2 4 4 1 4 4 3 4 56
11 A11 4 2 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 54
12 A12 4 4 4 3 4 1 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 72
13 A13 3 3 2 4 2 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 2 56
14 A14 2 2 2 3 2 1 2 4 3 3 4 2 2 3 2 4 55
15 A15 4 2 1 2 1 1 3 2 2 3 3 3 4 3 2 3 53
16 A16 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 69
17 A17 3 3 2 1 2 2 3 2 1 4 2 2 3 2 1 3 48
18 A18 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 70
19 A19 4 4 3 3 3 4 3 4 4 2 4 3 4 4 3 3 68
20 A20 2 2 2 2 2 1 4 4 4 2 4 2 4 4 3 2 59
21 A21 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 71
22 A22 4 4 3 2 2 2 3 2 4 3 4 3 3 2 2 3 62
23 A23 1 3 1 2 4 2 4 2 3 4 2 3 3 4 1 3 55
24 A24 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 48
25 A25 2 3 1 1 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 44
26 A26 3 2 2 2 1 2 3 2 4 4 4 3 4 4 2 2 59
27 A27 3 2 2 2 1 3 3 2 4 4 2 2 4 4 3 3 59
28 A28 4 1 2 3 2 1 1 2 2 4 4 2 2 1 4 2 51
29 A29 4 4 2 2 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 70
30 A30 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 71
31 A31 4 3 3 2 2 1 1 3 4 3 4 3 4 4 2 3 56
32 A32 2 4 3 3 1 2 3 3 4 1 3 2 2 1 3 2 50

94
Lampiran 8

TABEL BUTIR ANGKET PEMBELAJARN EFEKTIF YANG VALID


Soal Butir Angket Jumlah Valid/invalid
A1 Pearson Correlation ,372(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,036
N 32
A2 Pearson Correlation ,605(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A3 Pearson Correlation ,546(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A4 Pearson Correlation ,610(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A5 Pearson Correlation ,564(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A6 Pearson Correlation ,577(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A7 Pearson Correlation ,572(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,001
N 32
A8 Pearson Correlation ,639(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A9 Pearson Correlation ,455(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,009
N 32
A10 Pearson Correlation ,464(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,008
N 32
A11 Pearson Correlation ,439(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,012
N 32
A12 Pearson Correlation ,601(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32
A13 Pearson Correlation ,618(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 31
A14 Pearson Correlation ,538(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,002
N 32
A15 Pearson Correlation ,443(*) Valid
Sig. (2-tailed) ,011
N 32
A16 Pearson Correlation ,600(**) Valid
Sig. (2-tailed) ,000
N 32

95
Lampiran 9

TABEL
TABLE FOR DETERMINING NEEDED SIZE S OF A RANDOMLY
CLOSEN SAMPLE FROM A GEVEN FINITE POPULATION OF N
CASES SUCH THAT SAMPEL PROPORTION WILL BE WITHIN + 0,5
OF THE POPULATION PROPROTION P WITH A 95 PERCENT LEVEL
OF CONFIDENCE

N S N S N S
10 10 220 140 1200 291
15 14 230 144 1300 297
20 19 240 148 1400 302
25 24 250 152 1500 305
30 28 260 155 1600 310
35 32 270 159 1700 313
40 36 280 162 1800 317
45 40 290 165 1900 320
50 44 300 169 2000 322
55 48 320 175 2200 327
60 52 340 181 2400 331
65 55 360 186 2600 335
70 59 380 191 2800 338
75 63 400 196 3000 341
80 66 420 201 3500 346
85 70 440 205 4000 351
90 73 460 210 4500 354
95 76 480 214 5000 357
100 80 500 217 6000 361
110 86 550 226 7000 364
120 93 600 234 8000 367
130 97 650 242 9000 368
140 103 700 248 10000 370
150 108 750 254 15000 375
160 113 800 260 20000 377
170 118 850 265 30000 379
180 123 900 269 40000 380
190 127 950 274 50000 381
200 132 1000 278 75000 382
210 136 1100 285 100000 384

96
Lampiran 10
METODE SUKSESI INTERVAL
Pengelolaan Pembelajaran
Responden Kelas Interval Efektif Interval
1 87 53,85 75 67,49
2 77 43,67 66 57,04
3 91 57,92 59 48,91
4 81 47,74 68 59,36
5 90 56,90 71 62,85
6 88 54,87 57 46,59
7 74 40,61 54 43,10
8 69 35,52 48 36,13
9 84 50,79 64 54,72
10 70 36,54 56 45,42
11 74 40,61 54 43,10
12 92 58,94 72 64,01
13 89 55,89 56 45,42
14 81 47,74 55 44,26
15 76 42,65 53 41,94
16 94 60,98 69 60,52
17 78 44,68 48 36,13
18 92 58,94 70 61,68
19 93 59,96 68 59,36
20 91 57,92 59 48,91
21 91 57,92 71 62,85
22 80 46,72 62 52,39
23 72 38,57 55 44,26
24 65 31,45 48 36,13
25 63 29,41 44 31,49
26 92 58,94 59 48,91
27 91 57,92 59 48,91
28 75 41,63 51 39,62
29 101 68,11 70 61,68
30 95 62,00 71 62,85
31 91 57,92 56 45,42
32 76 42,65 50 38,46

97