Anda di halaman 1dari 1

Nabilah Putri

140310170045
2-A

Abstrak
Percobaan “Koefisien Zat Cair” bertujuan untuk menghitung koefisien pergeseran dengan
menggunakan hukum stokes. Alat yang digunakan adalah benda berbentuk bola dengan massa
berbeda, dan diameter yang berbeda pula, tabung untuk menyimpan fluida yang digunakan, sendok
penyaring serta termometer, mikrometer sekrup dan neraca. Dalam percobaan ini fluida yang
digunakan adalah gliserin. Karena gliserin tidak memiliki warna dan bau serta dapat dilihat jika
mengalami turbulensi pada saat bola dijatuhkan. pada saat percobaan, dapat dilihat bola dengan
massa terberat memiliki waktu jatuh lebih cepat dibanding bola dengan massa terkecil. kecepatan
yang dihasilkan juga jauh lebih besar dibanding massa yang kecil
Keyword: viskositas, Fluida, massa jenis

Analisa
Pada percobaan ini, digunakan fluida berupa gliserin. Penggunaan gliserin dikarenakan memiliki nilai
viskositas yang lebih besar dibanding air, dan juga tidak memiliki bau serta warna yang memudahkan
kita dalam mengamati besar kecilnya turbulensi yang terjadi pada saat memasukkan bola. Hal pertama
yang dilakukan adalah memasukkan bola dengan massa terkecil yakni 0.34 gram kedalam gliserin dan
mencatat waktu yang dibutuhkan bola untuk sampai ke batas garis yang telah kami tentukan
sebelumnya.1 Kemudian, diambil kembali bola tersebut dan melakukan hal yang sama seperti
sebelumnya, dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah selesai pada bola pertama, dilanjutkan pada bola
kedua yang memiliki masa 0.80 gram. Pada bola kedua ini dilakukan hal yang sama seperti pada
bola pertama sebelumnya. Dilanjut dengan bola terakhir atau bola ketiga dengan massa 2.34 gram.
Dari variasi massa bola ini, didapatkan nilai waktu jatuh yang berbeda-beda. Pada bola pertama,
didapatkan waktu yang ditempuh bola untuk sampai ke dasar fluida lebih lama dibandingkan dengan
bola II dan bola III. Hal ini akibat massa bola III lebih besar dari massa bola I yang mengakibatkan bola
KETIGA lebih besar mengalami gaya gravitasi sehingga lebih cepat untuk turun ke dasar fluida. Selain
didapatkan waktu yang berbeda, didapatkan pula nilai kecepatan yang berbeda pula. Karena
kecepatan berbanding terbalik dengan waktu, maka bola I memiliki kecepatan yang lebih kecil
dibanding dengan kecepatan bola III.
Nilai viskositas yang didapat pada bola I adalah 0.101 sedangkan pada bola II adalah 0.040, seharusnya
semakin besar massa benda, nilai viskositas semakin besar juga. Namun, akibat kesalahan kami pada
saat melakukan pengolahan data dalam mengambil angka penting, maka nilai viskositas pada bola II
jauh lebih kecil dibanding nilai viskositas pada bola I.
Pada KSR juga didapatkan 61.85% dan ini masih jauh dari nilai 100% yang artinya tingkat kesalahan
dalam praktikum yang kami lakukan masih banyak kesalahan.